Jurnal HPJI
Not a member yet
175 research outputs found
Sort by
PROGRAM PEMELIHARAAN JALAN NASIONAL BERDASARKAN NILAI KERATAAN PERMUKAAN, NILAI LENDUTAN, DAN NILAI MODULUS ELASTISITAS PERKERASAN
Abstract Road can serve its users in accordance with the intended design life if a right road maintenance program is implemented. Preparation of road maintenance activities are necessary to asses the condition of the road pavement, which will be used as the basis for determining the type of maintenance needed. This study aimed to determine the road maintenance program based on the value of pavement roughness, the value of deflection, and the modulus of elasticity. The results showed that the determination of road conditions by combining the functional evaluation method, based on the value of International Roughness Index, and structural evaluation method, based on the value of deflection, is more appropriate and representing the actual conditions in the field. Keywords: pavement condition, road roughness, deflection, road maintenance Abstrak Jalan dapat melayani penggunanya sesuai dengan umur desain yang diharapkan jika program pemeliharaan jalan diterapkan dengan benar. Persiapan kegiatan pemeliharaan jalan diperlukan untuk mengetahui kondisi perkerasan, yang akan digunakan sebagai dasar untuk menentukan jenis perawatan yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan program dan pemeliharaan jalan, berdasarkan nilai kekesaran perkerasan, nilai lendutan, dan modulus elastisitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penentuan kondisi jalan berdasarkan kombinasi metode evaluasi fungsional, berdasarkan International Roughness Index, dan evaluasi struktural, berdasarkan nilai lendutan, lebih sesuai dan lebih mencerminkan kondisi di lapangan. Kata-kata kunci: kondisi perkerasan, kekasaran jalan, lendutan, pemeliharaan jala
PREDICTING CASUALTY-ACCIDENT COUNT BY HIGHWAY DESIGN STANDARDS COMPLIANCE
Abstract Compliance to standard has been the main doctrine in highway design, but its relationship with accident count has not been widely scrutinized. One of the key programs in road safety in Indonesia is road-worthiness test which assesses the compliance of a road to national design specifications and criteria. In light of current improvements in the crash data system in Indonesia, this study is carried out to develop a model to predict the accident count per type of crashes and to identify significant road features based on their compliance to a national standard. About 272,200 kilometers of arterial road in East Java North Corridor is selected as case study and 2012 to 2014 crash data is analyzed. The Zero-Inflated Negative Binomial Model is preferred to develop crash prediction model with significant variables. This study has several findings. First, the number of median opening per unit length and disturbance level to pedestrian and road reserve area are the features that having positiverelationships with total accident count. Meanwhile, the ROW disturbance, conformance of intersection and of road marking also show significant value but negative relationship with total accident count. Second, significant variables for each type of crash may have different sign. For example, in right angle crash, median width has positive relation with the number of accident, while in run off and rear end crash, median width compliance is shown to have negative relation. Keywords: highway standard, accident prediction, arterial highway Abstrak Kepatuhan terhadap standar merupakan doktrin utama dalam desain jalan, tapi hubungannya dengan jumlah kecelakaan belum banyak diteliti. Salah satu program utama dalam keselamatan jalan di Indonesia adalah pengujian laik fungsi jalan, yang dinilai dari pemenuhan jalan terhadap kiriteria dan spesifikasi desain nasional. Sejalan dengan perbaikan sistem pendataan kecelakaan di jalan di Indonesia saat ini, penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan model untuk memprediksi jumlah kecelakaan per jenis kecelakaan dan mengidentifikasi fitur jalan yang signifikan berdasarkan pemenuhan terhadap standar nasional. Sekitar 272.200 kilometer jalan arteri di Koridor Utara Jawa Timur dipilih sebagai studi kasus dan data kecelakaan tahun 2012-2014 dianalisis. Model Binomial Negatif Zero-Inflated dipilih untuk mengembangkan model prediksi kecelakaan dengan variabel-variabel yang signifikan. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan. Pertama, jumlah bukaan median per satuan panjang dan tingkat gangguan untuk pejalan kaki dan ruang milik jalan merupakan fitur yang memiliki hubungan positif dengan jumlah total kecelakaan. Sementara itu, gangguan pada ruang milik jalan ROW, kesesuaian persimpangan dan marka jalan juga signifikan namun mempunyai hubungan negatif dengan jumlah total kecelakaan. Kedua, variabel yang signifikan untuk setiap jenis kecelakaan mungkin memiliki tanda yang berbeda. Misalnya, pada kecelakaan dari samping (tegak lurus), lebar median memiliki hubungan positif dengan jumlah kecelakaan, sementara kecelakaan di bagian jalan yang lurus, pemenuhan lebar median memiliki hubungan negatif. Kata-kata kunci: standar jalan, prediksi kecelakaan, jalan arter
PENENTUAN ATRIBUT PELAYANAN JALAN TOL PRIORITAS DENGAN PENDEKATAN CUSTOMER EXPERIENCE
Abstract Toll roads are alternatives for road users which provide better services compared to non-toll roads, such as comfortability and shorter travel time. As compensation, users must pay for toll fare. In using toll road, users have expectations that the services they are getting are worth the fare they are paying. That is why it is necessary for toll road operators to understand user’s perspective, including their level of satisfaction on toll roads. This research aims to determine prioritized toll road service quality attributes with customer experience approach, and also to make toll road customer experience map based. Importance-Performance Analysis is used in this research. From analysis results, there are four prioritized attributes, namely access road, road condition, travel time, and exit transaction. Based on those four attributes, it can be concluded that there are three prioritized phase of users experience on toll road, namely the journey on toll road, entrance and exit transactions. Keywords: customer experience, importance-performance analysis, toll road Abstrak Jalan tol merupakan alternatif bagi pengguna jalan dengan pelayanan yang seharusnya lebih baik daripada jalan nontol, seperti kenyamanan dan waktu tempuh yang lebih singkat. Sebagai kompensasinya pengguna jalan tol dikenakan tarif tol. Dalam menggunakan jalan tol pengguna memiliki ekspektasi atas pelayanan yang akan didapatkan dan mengharapkan kualitas pelayanan yang sesuai dengan tarif yang dibayarkan. Karena itu penting bagi operator jalan tol untuk mengetahui persepsi pengguna, termasuk tingkat kepuasan pada setiap aspek jalan tol. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan atribut pelayanan jalan tol prioritas dengan pendekatan customer experience, juga menyusun pemetaan customer experience pengguna jalan tol. Teknik analisis yang digunakan adalah Importance-Performance Analysis. Dari hasil analisis didapat atribut jalan akses, kondisi jalan, waktu tempuh, dan transaksi keluar merupakan atribut prioritas. Dari keempat atribut tersebut, dapat disimpulkan bahwa dari urutan perjalanan pengguna jalan tol, akses masuk dan keluar serta perjalanan di area jalan tol merupakan fase yang paling penting bagi pengguna. Kata-kata kunci: customer experience, importance-performance analysis, jalan to
PENGARUH KOMPONEN MANAJEMEN KONTRAKTOR TERHADAP CAPAIAN MUTU REKONSTRUKSI PERKERASAN LENTUR DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Abstract Contractor management component affects the quality of chievements of road works. The data used in this study were collected parties directly involved in the implementation of road projects under the Road Authority of, the Province of Yogyakarta Special Region. Factors affecting the achievement of reconstruction quality of provincial road reconstruction in the Province of Yogyakarta Special Region, are labor, equipment, materials, work methods, project administration, and environment. The contractor management contributes with the amount of 46.6% to the quality of the reconstruction. Whereas, the relationship of contractor management components to the quality of the reconstruction is that labor factor accounts for 77% of the contractor management, equipment factor contributes by the amount of 90.7% to contractor management, materials factor accounts for 93% of the contractor management, work methods factor accounts for 89% of the contractor management, project administration contributes 74.9% to the contractor management, environmental accounts for 67.1% of the contractor management. Keywords: road reconstruction, provincial roads, management, contractors Abstrak Komponen manajemen kontraktor mempengaruhi kualitas prestasi pekerjaan jalan. Data yang digunakan pada penelitian ini diperoleh dari survei kepada pihak yang terlibat langsung dalam pelaksanaan proyek pekerjaan jalan di lingkungan Dinas Bina Marga, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarya. Faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian mutu rekonstruksi jalan provinsi di Provinsi DIY adalah tenaga kerja, peralatan, material, metode kerja, administrasi proyek, dan lingkungan. Hasil studi ini menunjukkan bahwa manajemen kontraktor memberi kontribusi sebesar 46,6% terhadap capaian mutu rekonstruksi. Sedangkan hubungan komponen manajemen kontraktor terhadap capaian mutu rekonstruksi adalah tenaga kerja memberikan kontribusi sebesar 77%, peralatan sebesar 90,7%, material sebesar 93%, metode kerja sebesar 89%, administrasi proyek sebesar 74,9%, dan lingkungan sebesar 67,1% masing-masing terhadap manajemen kontraktor. Kata-kata kunci: rekonstruksi jalan, jalan provinsi, manajemen, kontrakto
REDUCTION OF URBAN ROAD PERFORMANCE IN CONSEQUENCE OF CURB PARKING
Abstract Traffic congestion usually occurs on urban roads in large cities in developing countries. A number existing conditions worsen traffic congestion including unbalance rapid increase of vehicle number towards low increase of road density per year, poor land use planning, poor adherence to traffic regulation, and curb parking. The aim of this study is to evaluate the reduction of urban road performance in consequence of curb parking. Case study is carried out on Abdul Rahman Saleh Street (4/2UD) in large city Bandung, Indonesia. Indonesian Highway Capacity Manual 1997 is used to evaluate the urban road performance. Results indicated that traffic performance indicator i.e capacity (pcu/h) increase 25%, degree of saturation (v/c) reduce 25%, and speed (km/h) increase 33%, if there is no curb-parking on the observeb street. The most important thing is, using the results to provide recommendations and implement it consistenly to decrease traffic congestion based on existing conditions. Keywords: urban road, developing countries, traffic congestion, curb parking, urban road performance Abstrak Kemacetan lalulintas biasa terjadi di jalan perkotaan di kota besar di negara-negara berkembang. Kondisi-kondisi yang ada memperburuk kemacetan yang terjadi, termasuk pertumbuhan jumlah kendaraan yang tidak seimbang dengan pertumbuhan densiti jalan per tahun, perencanaan land use yang tidak baik, ketidakpatuhan terhadap peraturan lalulintas, dan parkir di atas badan jalan. Tujuan dari studi ini adalah mengevaluasi penurunan kinerja jalan perkotaan sebagai akibat adanya parkir di atas badan jalan. Studi kasus dilaksanakan di jalan Abdul Rahman Saleh (4/2UD) di kota besar Bandung, Indonesia. Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 digunakan untuk mengevaluasi kinerja jalan perkotaan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa indikator kinerja, yaitu kapasitas meningkat 25%, derajat kejenuhan (v/c) menurun 25%, dan kecepatan (km/h) meningkat 33%, dalam kondisi tidak ada parkir di atas badan jalan. Tetapi hal yang terpenting adalah menggunakan hasil evaluasi ini untuk memberikan dan kemudian menjalankannya secara konsisten sehingga kemacetan lalulintas dapat berkurang dengan kondisi-kondisi yang ada. Kata-kata kunci: jalan perkotaan, negara berkembang, kemacetan lalulintas, parkir di atas badan jalan, kinerja jalan perkotaa
PREDIKSI UMUR SISA PERKERASAN LENTUR JALAN TOL SURABAYA-GEMPOL BERDASARKAN IRI
Abstract Functional pavement condition analysis conducted on the management of road pavement bending on toll roads in Indonesia is determined based on the Road Condition Value. Such assessment is an amalgamation of pavement condition assessment based roughness, grooves, and major damage to the pavement surface. On the pavement maintenance management, the determination of remaning service life is very important to be used as a decision tool for the road maintenance management program. This research was successfully linked the International Roughness Index to the Remaining Service Life of the Surabaya-Gempol toll road. The time series data obtained in 2007, 2010, 2012, and 2014 were analyzed using statistical methods. The results show that the International Roughness Index and Remaining Service Life have a linear relationship. Keywords: pavement condition, Road Condition Value, International Roughness Index, Remaining Service Life Abstrak Analisis kondisi fungsional perkerasan yang dilakukan pada pengelolaan perkerasan jalan lentur pada jalan tol di Indonesia ditentukan berdasarkan Nilai Kondisi Jalan. Penilaian tersebut merupakan penggabungan penilaian kondisi perkerasan berdasarkan roughness, alur, dan kerusakan utama permukaan perkerasan. Pada pengelolaan pemeliharaan perkerasan, penentuan umur sisa perkerasan sangat penting untuk digunakan sebagai alat untuk mengambil keputusan dalam program penanganan pemeliharan jalan. Penelitian ini berhasil menghubungkan International Roughness Index dengan Umur Sisa Perkerasan pada jalan tol Surabaya-Gempol. Dengan menggunakan data time series yang diperoleh tahun 2007, 2010, 2012, dan 2014 dilakukan analisis menggunakan metode-metode statistika. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa International Roughness Index dan Umur Sisa Perkerasan mempunyai hubungan linier. Kata-kata kunci: kondisi perkerasan, Nilai Kondisi Jalan, International Roughness Index, Umur Sisa Perkerasa
PENGARUH PENAMBAHAN LATEKS ALAM TERHADAP SIFAT REOLOGI ASPAL
Abstract One way to improve the quality of the pavement is to use polymer modified asphalt. Natural rubber is a polymer type of elastomer with a relatively cheap price. As a producer of natural rubber, Indonesia needs to look for alternative uses of natural rubber, including use as a material modification of asphalt. This study was conducted by making 4 types of modified asphalt with Natural Latex KKK 60, each with a proportion of latex added of 0 %, 1 %, 3 %, and 5 %. Furthermore, the rheological properties of modified bitumen were tested using the tool Dynamic Shear Rheometer (DSR) on fresh asphalt conditions, after short-term aging, and after long-term aging. The results showed that the addition of Natural Latex KKK 60 can improve the rheological properties of asphalt so that the asphalt becomes more elastic, more rigid, more resistant to rutting, and more resistant to cracking. However, the increase in rheological properties after short-term aging relatively is less due to the breakdown of the natural latex polymer molecule chains. Keywords: asphalt, modified asphalt, natural latex, rheology Abstrak Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas perkerasan jalan adalah dengan menggunakan aspal modifikasi polimer. Karet alam merupakan polimer jenis elastomer dengan harga yang relatif murah. Sebagai produsen karet alam, Indonesia perlu mencari alternatif pemanfaatan karet alam tersebut, termasuk memanfaatkannya sebagai bahan modifikasi aspal. Penelitian ini dilakukan dengan membuat 4 jenis aspal yang dimodifikasi Lateks Alam KKK 60, yang masing-masing dengan proporsi lateks yang ditambahkan 0 %, 1 %, 3 %, dan 5 %. Selanjutnya, sifat reologi aspal yang dimodifikasi tersebut diuji dengan menggunakan alat Dynamic Shear Rheometer (DSR) pada kondisi aspal fresh, setelah penuaan jangka pendek, dan setelah penuaan jangka panjang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan Lateks Alam KKK 60 dapat meningkatkan reologi aspal sehingga lebih elastis, lebih kaku, lebih tahan terhadap rutting, dan lebih tahan terhadap retak. Namun peningkatan sifat reologi setelah mengalami penuaan jangka pendek relatif lebih sedikit karena kemungkinan terjadi pemecahan rantai molekul polimer lateks alam. Kata-kata kunci: aspal, aspal modifikasi, lateks alam, reolog
ATRIBUT PELAYANAN JALAN TOL DALAM PENINGKATAN KUALITAS BERKENDARA DI JALAN TOL MAKASSAR
Abstract The construction of toll roads as an alternative road has been done to overcome the travel barriers. Similarly, the toll roads in the city of Makassar, which is the center of activities in Eastern Indonesia, support the movement of services and economic activities in the region. The evaluation of the toll road performance is needed to improve the quality of service, which can be done by performing an evaluation related to the user satisfaction. This study was conducted to obtain the desired service perceptions of toll road services using 175 respondents representing toll road users. Servqual and performance interest analysis matrix methods were performed for determining the attribute priority levels. The study showed that there is nine attributes which should be reflected as efforts to improve the quality in order to provide comfort for toll road users, namely: (1) traffic flow, (2) safety, (3) smoothness of road surface, (4) security from crime, (5) amount and toll gate facilities, (6) traffic signs, (7) road lighting, (8) accidents handling, and (9) road preservation. It is suggested that these attributes should be on priority by operator in delivering toll road service in order to enhance riding comfort. Keywords: toll road, toll road performance, service quality, toll road service Abstrak Pembangunan jalan tol sebagai jalan alternatif sudah banyak dilakukan untuk mengatasi adanya hambatan perjalanan. Demikian halnya dengan keberadaan jalan tol di Kota Makassar, sebagai pusat kegiatan di Indonesia Timur, untuk mendukung layanan pergerakan serta kegiatan ekonomi. Evaluasi terhadap kinerja jalan tol perlu terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, yang dapat dilakukan dengan melakukan evaluasi yang berorientasi pada tingkat kepuasan pengguna. Studi ini dilakukan untuk mendapatkan persepsi terhadap pelayanan yang dikehendaki dari layanan jalan tol dengan responden sekitar 175 orang yang dianggap mewakili pengguna jalan tol. Dalam menentukan tingkat prioritas atribut dilakukan analisis dengan menggunakan metode Servqual dan matriks analisis kepentingan performa. Hasil studi menunjukkan adanya 9 atribut yang mutlak harus tercermin sebagai usaha peningkatan kualitas agar memberikan kenyamanan pengguna jalan tol, yaitu: (1) kelancaran lalulintas, (2) keselamatan berkendara, (3) kerataan permukaan jalan, (4) keamanan dari tindak kriminal, (5) jumlah dan fasilitas gardu tol, (6) rambu lalulintas, (7) penerangan jalan, (8) penanganan kecelakaan, dan (9) ketanggapan perbaikan jalan yang rusak. Untuk meningkatkan kualitas dan kenyamanan pengguna jalan tol kesembilan atribut tersebut perlu dijadikan prioritas oleh operator dalam penyediaan pelayanan jalan tol. Kata-kata kunci: jalan tol, kinerja jalan tol, kualitas pelayanan,pelayanan jalan to
PENGGUNAAN AGREGAT LOKAL SUBSTANDAR DI KABUPATEN TALAUD SEBAGAI LAPIS FONDASI JALAN RUAS BEO-ESANG
Abstract Based on Highways 2010 General Specifications, Revision 2, aggregates found in the Talaud Regency (local aggregates) are generally categorized as substandard aggregate. To reduce the cost of construction in this Regency, the use of substandard aggregate, which is locally known as Domato aggregate, needs to be optimized. Cement stabilization based on the specification of soil-cement can be done to improve the properties of the Domato aggregate. This study aims to determine whether the use of aggregate Domato, from Karakelong Island of Talaud Regency, which is stabilized with cement, can be applied as a base course of pavement on road section of Beo-Esang. The results of laboratory and field tests show that Domato aggregate from Batumbalango quarry, located in Karakelong Island, Talaud Regency, which is stabilized with 5.2 % of cement has Unconfined Compression Strength value that meets the specification requirements of the soil-cement. With an appropriate smoothing technique, the use of this material as road base course can be applied easily with good results and low cost. Keywords: substandard aggregate, local aggregate, cement stabilization, base course Abstrak Berdasarkan Spesifikasi Umum Bina Marga 2010, Revisi-2, agregat yang terdapat di Kabupaten Talaud (agregat lokal) umumnya dikategorikan sebagai agregat substandar. Untuk menekan biaya pembangunan di kabupaten ini penggunaan agregat substandar, yang secara lokal dikenal dengan nama agregat Domato, perlu dioptimalkan. Stabilisasi semen dengan mengacu pada spesifikasi tanah-semen dapat dilakukan untuk memperbaiki sifat agregat Domato tersebut. Studi ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan agregat Domato, dari Pulau Karakelong Kabupaten Talaud, yang distabilisasi dengan semen, dapat diaplikasikan sebagai lapis pondasi perkerasan jalan pada Ruas Jalan Beo-Esang. Dari hasil percobaan laboratorium dan lapangan diketahui bahwa agregat Domato yang berasal dari quarry Batumbalango, Pulau Karakelong, Kabupaten Talaud, yang distabilisasi dengan 5,2 % semen memiliki nilai Unconfined Compression Strength yang memenuhi persyaratan spesifikasi tanah-semen. Dengan teknik penghalusan yang tepat, penggunaan material ini sebagai lapis pondasi jalan dapat diterapkan dengan mudah dengan hasil yang memuaskan dan dengan biaya yang murah. Kata-kata kunci: agregat substandar, agregat lokal, stabilisasi semen, lapis pondasi jala