Jurnal Sosioteknologi
Not a member yet
    592 research outputs found

    PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES KELENTUKAN STATIS BERBASIS TEKNOLOGI SENSOR

    Get PDF
    Permasalahan dalam penelitian ini adalah instrumen tes kelentukan dengan teknologi digital sulit untuk didapatkan dan harga 1 unit alat tersebut tergolong mahal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah instrumen tes kelentukan berbasis teknologi sensor dengan biaya efesien. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Sampel uji coba skala kecil berjumlah 15 orang, sedangkan uji coba skala besar berjumlah 67 orang. Sampel penelitian ini merupakan atlet di Universitas Negeri Padang yang berusia antara 19-21 tahun. Berdasarkan hasil penelitian dari validasi ahli didapat persentase penilaian sebesar 97,5%. Hal ini dapat diartikan alat ukur kelentukan berbasis sensor memiliki kategori baik/layak. Hasil penghitungan reliabilitas dengan teknik test and retest didapat nilai r sebesar 0.894 untuk uji coba skala kecil dan 0,882 untuk uji coba skala besar. Dengan demikian, dapat disimpulkan instrumen tes kelentukan berbasis sensor baik digunakan sebagai alat ukur untuk mengukur kelentukan. This research was conducted due to the difficulty to find an affordable digital-based flexibility test instrument. The purpose of the study was to design a flexibility test instrument using sensory-based technology within efficient budget. The type of research is experimental research. The small scale group test involved 15 samples while the large group test involved 67 samples. The sample was taken from Universitas Negeri Padang's athleteswhose ages range from 19 to 21 years. The percentage of validity result was 97.5% which means that the instrument is considered feasible to be used as flexibility test instrument. The reliability result tested through test and retest technique showed that the r value of small scale group and large scale group were 0.894 and 0.882. Thus, it can be concluded that this instrument is considered good to be used as flexibility test instrument

    PENINGKATAN MOTIVASI ATLET MELALUI PELATIHAN BRAIN JOGGING PADA CABANG OLAHRAGA BEREGU DAN PERORANGAN

    Get PDF
    PENINGKATAN MOTIVASI ATLET MELALUI PELATIHAN BRAIN JOGGING PADA CABANG OLAHRAGA BEREGU DAN PERORANGAN KomarudinUniversitas Pendidikan IndonesiaEmail, [email protected]. ABSTRAKMotivasi merupakan dorongan untuk melakukan sesuatu baik yang bersifat intrinsik maupun ekstrinsik. Atlet yang memiliki motivasi akan terlihat dari upaya dan intensitas dirinya untuk melakukan sesuatu dengan penuh semangat sehingga memungkinkan tujuan yang telah ditetapkan tercapai dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan pengaruh pelatihan brain jogging terhadap peningkatan motivasi atlet pada cabang olahraga beregu dan perorangan. Metode dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan desain "one group pretest-posttest design". Populasi adalah atlet UKM UPI pada cabang olahraga beregu dan perorangan. Sampel sebanyak 20 orang cabang olahraga beregu dan 20 orang perorangan yang diambil secara purposive sampling. Kelompok sampel dari dua kelompok cabang olahraga diberi perlakuan pelatihan brain jogging selama 11 kali pertemuan, dua kali dalam seminggu. Instrumen untuk mengukur motivasi adalah The Sport Motivation Scale (SMS-28). Teknik analisis data digunakan uji t (paired dan independent t test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) terdapat pengaruh pelatihan brain jogging terhadap peningkatan motivasi atlet pada cabang olahraga beregu dan perorangan; (2) tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan pelatihan brain jogging terhadap penigkatan motivasi atlet pada cabang olahraga beregu dan perorangan. Simpulan pelatihan brain jogging memberi pengaruh terhadap peningkatan motivasi atlet pada cabang olahraga beregu maupun perorangan.  Kata kunci: Motivasi, brain jogging, olahraga beregu, dan perorangan

    BAHASA GAUL KAUM MUDA SEBAGAI KREATIVITAS LINGUISTIS PENUTURNYA PADA MEDIA SOSIAL DI ERA TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN INFORMASI

    Get PDF
    Salah satu praktik berbahasa yang menjadi dampak perkembangan teknologi komunikasi dan informasi adalah munculnya kreativitas linguistis, khususnya di kalangan kaum muda. Kreativitas linguistis pada praktiknya telah menimbulkan adanya divergensi bahasa sehingga menimbulkan disparitas komunikasi antara kaum muda dengan kaum tua di tengah masyarakat. Tulisan ini mengangkat tiga hal utama, yaitu (1) bagaimanakah gejala lingual di kalangan kaum muda yang disebut sebagai bahasa gaul, (2) bagaimana bentuk-bentuk kreativitas linguistis di kalangan kaum muda, dan (3) faktor apa saja yang mendorong terjadinya proses kreativitas linguistis. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik . Data penelitian diambil dari jejaring media sosial twitter pada tahun 2018. Hasil kajian memperlihatkan beberapa hal yaitu, (1) bahasa gaul di kalangan kaum muda pada dasarnya dipahami sebagai subragam informal bahasa Indonesia; (2) bahasa gaul di kalangan kaum muda memiliki identitas leksikal yang menjadi ciri utamanya, yaitu adanya reduksionisme, penyingkatan kata, dan akronimisasi; (3) faktor yang melatarbelakangi munculnya kreativitas linguistis di kalangan kaum muda, yaitu efisiensi berbahasa, sosialpsikologis, anutan berbahasa, kemajuan teknologi, dan keinginan untuk menciptakan varian (bahasa Indonesia) baru

    ERRATUM JUNAL SOSIOTEKNOLOGI VOLUME 17 NO 2 2018 (DALAM BAHASA INDONESIA)

    No full text

    Pemanfaatan Serat Batang padi dalam Proses Pembakaran untuk Alternatif Desain di Sentra Keramik Plered Rice Straw Utilization in Firing Process to Achieve Alternative Ceramic Design in Plered Pottery Village

    Get PDF
    ABSTRAK                 Dua isu utama yang sedang dihadapi oleh para pengrajin di sentra kerajinan keramik Plered, Purwakarta beberapa tahun terakhir ini adalah pertama isu teknologi pembakaran terutama berkaitan dengan penggunaan bahan bakar kayu yang kurang optimal, dan kedua yaitu isu desain dengan pokok masalah pada finishing dekorasi dengan bahan cat yang mengalami stagnasi, penurunan minat konsumen, serta peningkatan harga bahan baku cat. Dengan metode kajian praktis dan pendekatan eksperimentasi, penelitian ini mencoba menggali dan menawarkan solusi teknologi pembakaran dengan memanfaatkan serat batang padi yang selama ini belum termanfaaatkan, yang diaplikasikan pada bodi keramik dalam proses pembakaran. Pada akhirnya penelitian ini menghasilkan dua capaian yaitu serat batang padi dapat dimanfaatkan sebagai pendukung bahan bakar kayu sekaligus memberikan dekorasi dengan corak natural ash glaze. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif baru pengembangan teknologi pembakaran dan desain keramik Plered.kata kunci: desain, keramik Plered, pembakaran keramik, serat batang padi. ABSTRACT There are two main issues faced by ceramic craftsmen in Plered Pottery Village, Purwakarta in the recent years. The first issue is about the fuel usage in their firing method that considered wasteful. The second issue is regarding their renown wall paint decoration for their ceramic product that did not have a significant improvement in their design and suspected to decreased in demand while at the same time the production cost for this type of decoration, especially the cost of the paint as the main ingredient, is also steadily rose. This research tried to approach this problem using practical studies and experimentation to solve these two problems by utilizing rice straw in the firing process to create a new decoration in the ceramic body. Two advantages successfully achieved as a result of this research where in the same time rice straw could improve the firing process as an additional fuel while also giving a unique natural ash glaze marks in the ceramic body. This result will give a new alternative in improving firing method and design of Plered pottery.Key words: ceramic firing, design, rice straw, Plered pottery

    UTILIZATION OF ‘TALI AIR’ BATIK STAMP IN EMPOWERING CREATIVE RESOURCE IN BANDUNG

    Get PDF
    'Tali air' batik stamp is a tool to create batik which is a single perpendicular line stamp by using hot wax. 'Tali air' batik stamp has a great potential to create various main ornaments but this technique has not been utilized yet for designing fashion products from Bandung. In this study ‘tali air’ batik stamp is utilized in empowering creative resource in Bandung. Method used in the study is qualitative method that is exploration by observing and discussing as data collection techniques. The result of empowering in this study is a prototype of 'Tali air' batik stamp product. This study can be developed to utilize 'Tali air' batik stamp in empowering non creative society or creative resource from areas other than Bandung

    TEKNOLOGI CRYPTOCURRENCY BITCOIN DALAM TRANSAKSI BISNIS MENURUT SYARIAT ISLAM

    No full text
    Cryptocurrency adalah uang virtual atau uang digital atau uang elektronik  yang berada di dunia maya yang tidak memiliki benda konkretnya, berbeda dengan uang fiat konvensional seperti rupiah, dollar atau rubble Rusia. Cryptocurrency ini amat banyak macamnya, antara lain Litecoin, Monero, Ether, Ripple, Ethereun, Qtum, Dash, Zcash, dan Bitcoin. Bitcoin adalah system jaringan consensus yang berfungsi sebagai system pembayaran baru melalui teknologi Blokchain. Blockchain adalah teknologi perangkat lunak yang mencatat semua transaksi keluar masuk uang secara life dan transparan melalui jaringan peer-to-peer (P2P) sehingga dapat diketahui oleh semua pengguna Bitcoin, sifatnya disentralisasi  yang sepenuhnya dikontrol oleh pengguna tanpa ada otoritas bank sentral. Akan tetapi di balik keistimewaan itu, ada kelemahan Bitcoin yaitu tidak memiliki underlaying asset, tak ada otoritas yang bertanggung jawab atas segala problema yang muncul,  pemiliknya  bisa pseudonymous bahkan anonymous sehingga rawan dijadikan sarana kejahatan seperti pencucian uang, juga fluktuasi nilai  Bitcoin sangat ekstrim, dan lebih didominasi oleh faktor publikasi opini marketing system. Itulah sebabnya penggunaan Bitcoin sebagai instrumen transaksi bisnis menimbulkan pro kotra di kalangan pakar ekonomi dan ulama.  Penelitian ini bertujuan untuk mendapat gambaran seputar teknologi Bitcoinnya sendiri, dan tentang keabsahannya penggunaan Bitcoin dalam transaksi bisnis menurut syari'at Islam. Teori yang digunakan adalah katagorisasi transaksi bisnis haram lidzatihi dan haram lighairihI dari ulama Salafi (tempo dulu) yang direkonstruksi oleh Adiwarman Abdul Karim Penelitian ini bersifat Liabrary Research. Pengumpulan data dilakukan melalui tinjauan pustaka dari  berbagai media.. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa teknologi Bitcoin dengan Blockchain memang bisa diakui sebagai teknologi revolusioner yang sangat baik, tetapi di dalamnya terdapat unsur gharar dan maysir sehingga dikatagorikan sebagai gambling transaction,  kedudukan hukumnya adalah  haram lighairihi. Cryptocurrency is a virtual money or a digital money or an electronic money in illusion world which has no any concrete thing, it's different with conventional money such as rupiah, dollar, or rubble Russia. This cryptocurrency has many varieties such as Litecoin, Monero, Ether, Ripple, Ethereun, Qtum, Dash, Zcash, and Bitcoin. Bitcoin is a consensus network system which has a function as a new payment through Blockchain technology. Bitcoin is a software technology which takes note for all transactions lively and transparency through peer to peer network then known by all Bitcoin users, it has decentralist features are controlled by users without any central bank authorities. In other hands, this Bitcoin has shortages are Bitcoin has no underlying assets, there is no responsibility for the problems appeared, the users can be pseudonymous or even anonymous so it use it for tool of wickedness such as money catharsis, the value of this Bitcoin fluctuation also can be extreme and dominated by public opinions about marketing system. Therefore, the usage of bitcoin as the transaction instrument can occur pro and contra among economical experts and ulama. This research is purposed to get a representation around Bitcoin technology its self and the validation for using Bitcoin in business transaction according to Islamic sharia. The used theory is categorization business transaction haram lidzatihi and haram lighairihi from Adiwarman Abdul Karim. The used method in this research is descriptive analysis method. The data is collected by theories contemplations from various digital media, books and etc. This research concluded that the technology of Bitcoin and Blockchain can be avowed as the good revolution of technology but there is gharar and maysir subtances then categorized as gambling transaction, and its position is haram lighairihi.

    INSTRUMEN KECEPATAN TENDANGAN PENCAK SILAT BERBASIS TEKNOLOGI

    Get PDF
    Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah belum tersedianya instrumen kecepatan tendangan pencak silat yang berbasis teknologi. Tujuan penelitian ini adalah menciptakan instrument kecepatan tendangan berbasis teknologi. Penelitian ini merupakan kelanjutan dari penelitian sebelumnya yang menghasilkan desain rancangan instrumen yang telah teruji secara empiris. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan dan mengadopsi model Borg and Gall. Hasil uji reliabilitas yang menggunakan teknik test and retest, yaitu 0.671 pada kelompok sampel kecil (sample 14 orang) dan 0.746 pada kelompok sampel besar (sampel 32 orang) diperoleh hasil memiliki kriteria yang "kuat". Pengembangan norma instrumen melibatkan 382 orang sampel dengan kategori atlet dewasa. Kategori terdiri atas Baik Sekali (Putera < 0.31, Puteri < 0.36), Baik (Putera 0.32-0.39, Puteri 0.37-0.43), Sedang (Putra 0.40-0.48, Puteri 0.44-0.50) Kurang (putera 0.49-0.57, Puteri 0.51-0.57) Kurang Sekali (Putera > 0.57, Puteri > 0,57) Hasil analisis Ini menunjukkan bahwa alat yang dikembangkan memiliki tingkat akurasi tinggi, dan layak dipergunakan sebagai instrumen kecepatan tendangan pencak silat

    TYPOLOGY STUDY OF VERNACULAR COURTYARD-HOUSE IN KERALA, SOUTH INDIA

    Get PDF
    This paper is based on observation about vernacular courtyard-house architecture in Kerala, South India. Traditional architecture in India is generally governed by a knowledge, prescribed in a traditional book. However, from the field observations, we identified many exceptions against the prescribed traditional knowledge. In the case of Kerala, some of the exceptions indicate shared architectural features with indigenous architecture in Indonesian. The analysis uses typology method and unfolds six typologies and three styles of courtyard-houses. They have distinct spatial characters that give importance to women, kitchen, main orientation to water and river, and granary concept.  Makalah ini ditulis berlandaskan hasil observasi lapangan terhadap arsitektur vernakuler rumah courtyard, di Kerala India Selatan. Arsitektur tradisional di India pada umumnya taat pada pengetahuan, yang ditulis dalam sebuah kitab tradisional. Namun, dari pengamatan lapangan, kami mengidentifikasi adanya pengecualian desain dari yang telah diatur dalam buku tradisional tersebut. Dalam kasus arsitektur rumah courtyard Kerala, beberapa pengecualian tersebut justru menunjukkan kesesuaian dengan arsitektur asli di Indonesia. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode Tipologi, dan mengungkap enam tipologi serta dua langgam. Pada rumah courtyard Kerala aspek perempuan, dapur, orientasi utama terhadap air dan sungai, serta konsep lumbung mendapat tempat yang penting.

    ERRATUM JURNAL SOSIOTEKNOLOGI VOLUME 17 NO 1 (IN ENGLISH)

    No full text

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sosioteknologi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇