Jurnal Sosioteknologi
Not a member yet
    592 research outputs found

    Media Sosial di Tempat Kerja Saat dan Pasca Pandemi Covid-19 : Sebuah Tinjauan Literatur Sistematis

    Full text link
    Social media in the workplace is a contemporary phenomenon that plays a crucial role in various aspects of organizational life. However, its dynamics during the COVID-19 pandemic and the subsequent new normal have been rarely explored in the literature. This study aims to fill this gap by analyzing existing literature on social media usage in the workplace during these unprecedented times. We systematically identified and reviewed selected publications from the Web of Science (WOS) and Scopus databases. Through an in-depth investigation, we elucidate the dynamics of social media amidst a crisis that has impacted all facets of life. The results of this study not only reveal, summarize, and critically examine various social media phenomena in the workplace during the COVID-19 pandemic and the new normal period but also highlight their implications for future research. Our findings suggest several promising avenues for further exploration, emphasizing the need for a deeper understanding of this topic. The paper concludes with recommendations for future research opportunities that could enhance our comprehension of social media’s role in the evolving workplace landscape.Media sosial di tempat kerja merupakan fenomena kontemporer yang memainkan peran penting dalam berbagai aspek kehidupan organisasi. Namun, dinamikanya selama pandemi COVID-19 dan kondisi normal baru yang terjadi setelahnya jarang dieksplorasi dalam literatur. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan dengan menganalisis literatur yang ada mengenai penggunaan media sosial di tempat kerja selama masa-masa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Penelitian ini secara sistematis mengidentifikasi dan meninjau publikasi terpilih dari database Web of Science (WOS) dan Scopus. Melalui penelusuran mendalam, penelitian ini memaparkan dinamika media sosial di tengah krisis yang berdampak pada seluruh aspek kehidupa

    Kajian Literatur Sistematis Desain User Interface dan User Experience Media Animasi Dalam Meningkatkan Konsentrasi Anak Berkebutuhan Khusus Tunagrahita

    Full text link
    This systematic literature review investigates the role of User Interface (UI) and User Experience (UX) in animated learning media for enhancing the concentration of children with intellectual disabilities. Drawing from 30 selected publications, the study highlights previous findings that well-designed digital media can significantly improve learning outcomes for children with special needs. Using inclusive criteria, the researchincorporates observations of learning environments and interviews with educators at SLB Negeri 2 Denpasar. The effectiveness of UI/UX elements is assessed through the Questionnaire for User Interface Satisfaction (QUIS) and the User Experience Questionnaire (UEQ). Key insights emphasize the impact of intuitive and engaging design in sustaining concentration and aiding comprehension. The study offers practical guidelines for developing accessible and effective learning tools, underscoring the importance of inclusive design practices in special education and providing a valuable foundation for future educational technology advancements.Tinjauan literatur sistematis ini menyelidiki peran User Interface (UI) dan User Experience (UX) dalam media pembelajaran animasi untuk meningkatkan konsentrasi anak-anak dengan disabilitas intelektual. Data diambil dari 30 publikasi terpilih, penelitian ini menyoroti temuan sebelumnya bahwa media digital yang dirancang dengan baik secara signifikan dapat meningkatkan hasil pembelajaran bagi anakanak berkebutuhan khusus. Dengan menggunakan kriteria inklusif, penelitian ini menggabungkan pengamatan lingkungan belajar dan wawancara dengan pendidik diSLB Negeri 2 Denpasar. Efektivitas elemen UI/UX dinilai melalui Kuesioner Kepuasan Antarmuka Pengguna (QUIS) dan Kuesioner Pengalaman Pengguna (UEQ). Wawasan utama menekankan dampak desain yang intuitif dan menarik dalam mempertahankan konsentrasi dan membantu pemahaman. Studi ini menawarkan panduan praktis untuk mengembangkan alat pembelajaran yang mudah diakses dan efektif, menggarisbawahi pentingnya praktik desain inklusif dalam pendidikan khusus, dan memberikan dasar yang berharga untuk kemajuan teknologi pendidikan di masa depan

    Gaya Bahasa Repetisi Dalam Tindak Tutur Asertif Pada Wacana Debat Keempat Calon Wakil Presiden Indonesia 2024

    Full text link
    This study investigates the role of repetition as a linguistic strategy in assertive speech acts within the debate discourse of the fourth vice-presidential candidates leading up to the 2024 election. Specifically, it examines the thematic relationships between repetitive figures of speech and assertive speech acts used by the first, second, and third vice-presidential candidates, utilizing NVivo 12 Plus for data visualization. Adopting a qualitative descriptive method, the study identifies instances of repetition in assertive speech acts, categorizing them into two primary functions: "stating" (three instances) and "explaining" (three instances). A pragmatic analysis reveals that repetition occurs at both the word and phrase levels, primarily serving to reinforce emphasis and strengthen the speaker's stance in political discourse. Moreover, NVivo 12 Plus analysis illustrates a hierarchical structure linking figures of speech, assertive speech acts, and their communicative functions. These findings underscore the strategic role of repetition as a persuasive tool in political debates, demonstrating its effectiveness in reinforcing arguments and enhancing audience recall. The study offers practical insights into political communication strategies, particularly for speechwriters, debate analysts, and politicians seeking to optimize message clarity and impact.Penelitian ini menyelidiki peran repetisi sebagai strategi linguistik dalam tindak tutur asertif dalam wacana debat empat calon wakil presiden menjelang Pemilu 2024. Secara khusus, penelitian ini menganalisis hubungan tematik antara majas repetisi dan tindak tutur asertif yang digunakan oleh calon wakil presiden pertama, kedua, dan ketiga, dengan memanfaatkan NVivo 12 Plus untuk visualisasi data. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi kemunculan repetisi dalam tindak tutur asertif yang dikategorikan ke dalam dua fungsi utama: "menyatakan" (tiga kali kemunculan) dan "menjelaskan" (tiga kali kemunculan). Analisis pragmatik menunjukkan bahwa repetisi terjadi pada tingkat kata dan frasa, terutama berfungsi untuk memperkuat penekanan dan mempertegas sikap penutur dalam wacana politik. Selain itu, analisis menggunakan NVivo 12 Plus mengungkapkan adanya struktur hierarkis yang menghubungkan majas repetisi, tindak tutur asertif, dan fungsi komunikatifnya. Temuan ini menegaskan peran strategis repetisi sebagai alat persuasif dalam debat politik, yang menunjukkan efektivitasnya dalam memperkuat argumen dan meningkatkan daya ingat audiens. Studi ini memberikan wawasan praktis tentang strategi komunikasi politik, khususnya bagi penulis pidato, analis debat, dan politisi yang ingin mengoptimalkan kejelasan serta dampak pesan mereka

    Technology Readiness Index (TRI) Pengguna Kompor Induksi di Indonesia (Studi Kasus: Pilot Project Konversi Kompor Gas LPG ke Kompor Induksi di Surakarta)

    No full text
    To reduce dependency on LPG imports, the Indonesian government, through PT PLN (Persero), is implementing a project to convert LPG gas stoves to induction stoves, utilizing the national electricity surplus and reducing the energy subsidy burden. This study measures the technology readiness level of induction stove users in Surakarta, specifically the Beneficiary Families (KPM), using the technology readiness index (TRI). The results show that the KPM's TRI value is 3.33, which falls into the moderate category, indicating that the KPMs are considered pioneers ready to adopt this technology. However, there are still concerns about the technology's performance not meeting their expectations. The academic contribution of this study lies in developing an understanding of the adoption of induction stove technology in Indonesia, particularly the technology readiness within the community. The practical implications suggest the need for communication and training strategies to alleviate users' anxieties. From a social, economic, and environmental perspective, stakeholders need to formulate policies that support this transition by considering energy sustainability, reducing dependence on fossil fuels, and improving community welfare.Dalam upaya mengurangi impor LPG (Liquefied Petroleum Gas), Pemerintah Indonesia melalui PT PLN (Persero) melakukan proyek percontohan untuk mengkonversi kompor gas LPG menjadi kompor induksi. Program ini mengacu pada ketidakpastian harga minyak dunia yang menyebabkan fluktuasi nominal subsidi LPG 3 kg. Pada saat yang sama, PT PLN (Persero) sedang membangun pembangkit listrik dengan daya 35.000 MW, hal ini mengakibatkan Indonesia memiliki cadangan listrik surplus yang lebih besar. Salah satu upaya untuk meningkatkan penyerapan penggunaan listrik sekaligus mengurangi beban subsidi adalah dengan mengkonversi bahan bakar gas menjadi listrik. Penelitian ini diperlukan untuk mengetahui tingkat kesiapan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kompor induksi di Surakarta. Tingkat kesiapan teknologi dapat dihitung menggunakan Technology Readiness Index (TRI). Nilai TRI untuk KPM kompor induksi di Surakarta adalah 3,33, sehingga termasuk dalam kategori sedang. Hasil ini mencerminkan bahwa KPM di Surakarta dikategorikan dalam kelompok pelopor dan siap dengan teknologi kompor induksi, namun masih ada indikasi bahwa mereka khawatir penggunaan kompor induksi tidak sesuai dengan harapan mereka

    Wawasan Berbasis Gender terhadap Niat Berkelanjutan dalam Penggunaan Aplikasi Kesehatan Seluler di Indonesia: Studi Pascapandemi tentang Persepsi Ancaman Penyakit dan Efikasi Diri

    Full text link
    The sustained use of mobile health applications (mHealth) in the post-pandemic era is increasingly relevant due to ongoing health concerns and perceived disease threats (PDT). This study addresses significant gaps in understanding how self-efficacy and gender differences influence continuance intention (CI) to use mHealth applications. Guided by the Protection Motivation Theory (PMT), the research examines therelationships between PDT, self-efficacy, and CI, with gender as a moderating variable. Data from 415 mHealth users in Indonesia were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The findings reveal that PDT significantly influences CI, while self-efficacy directly enhances CI. Gender moderates the PDT-CI relationship, with female users showing a stronger connection. However, self-efficacydoes not mediate the PDT-CI relationship. The study highlights practical implications for mHealth developers, including the need for user-friendly and gender-sensitive designs to enhance self-efficacy and engagement. Limitations include the cross-sectional design and focus on Indonesian users, suggesting future research should adopt longitudinal approaches and explore diverse demographic and cultural contexts. The findings extend PMT's theoretical application and provide actionable insights for improving mHealth application adoption and retention in diverse populations.Penggunaan aplikasi kesehatan seluler (mHealth) yang berkelanjutan di era pascapandemi semakin relevan karena adanya kekhawatiran kesehatan yang terus berlangsung dan persepsi ancaman penyakit (perceived disease threats/PDT). Penelitian ini mengisi kesenjangan dalam pemahaman tentang bagaimana self-efficacy dan perbedaan gender memengaruhi continuance intention (CI) untuk menggunakan aplikasi mHealth. Dengan menggunakan protection motivation theory (PMT) sebagai dasar teoritis dikaji hubungan antara PDT, self-efficacy, dan CI, dengan gender sebagai variabel moderasi. Data dari 415 pengguna mHealth di Indonesia dianalisis menggunakan metode partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan PDT berpengaruh signifikan terhadap CI, sementara self-efficacy secara langsung meningkatkan CI. Selain itu, gender memoderasi hubungan antara PDT dan CI, pengguna perempuan menunjukkan hubungan yang lebih kuat. Namun, self-efficacy tidak memediasi hubungan antara PDT dan CI. Implikasi praktis penelitian ini adalah pentingnya pengembangan aplikasi mHealth yang ramah pengguna, sensitif gender, dan mampu meningkatkan self-efficacy untuk meningkatkan keterlibatan pengguna. Batasan penelitian mencakup desain cross-sectional dan fokus geografis di Indonesia, sehingga penelitian di masa depan disarankan menggunakan desain longitudinal dan mengeksplorasi konteks demografis serta budaya yang lebih beragam. Temuan ini memperluas aplikasi teoritis PMT dan memberikan wawasan praktis untuk meningkatkan adopsi serta retensi aplikasi mHealth

    The Use of Naive Bayes Classifier in Sentiment Analysis at Indonesia's Super Priority Tourism Destinations Based on User Reviews

    Full text link
    This study aims to develop a digital technology-based evaluation platform to support Indonesia’s super priority tourism destination (DPSP) program. The platform utilizes tourist review data obtained from Google Maps, which is processed using sentiment analysis based on the Naïve Bayes algorithm and scraping techniques. By collecting and analyzing data in real time, this research provides accurate and relevant information about tourist opinions regarding tourism destinations. The implementation of this system is expected to enhance the effectiveness of tourism destination evaluations and support data-driven decision-making. The test result shows a model accuracy of 75%, with tourist reviews classified into positive, negative, and neutral classes. Further development is recommended to add more data sources and improve model accuracy.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan platform evaluasi berbasis teknologi digital untuk mendukung Program Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di Indonesia. Platform ini memanfaatkan data ulasan wisatawan yang diperoleh dari Google Maps melalui teknik scraping dan diolah menggunakan analisis sentiment berbasis algoritma Naïve Bayes. Dengan mengumpulkan dan menganalisis data secara real-time, penelitian ini mampu memberikan informasi yang akurat dan relevan terkait opin

    Pengurangan Kantong Plastik Sekali Pakai di Pasar di Indonesia: Penerapan Extended Theory of Planned Behavior

    Full text link
    Despite significantly adverse environmental and health effects, single-use plastic bags have been a popular choice in many retail stores and traditional markets for purchasing. Public awareness and participation primarily support the policy to reduce the use of single-use plastic bags. This study seeks to identify factors influencing consumers' intention to reduce their use of single-use plastic bags. This study surveyed 140 consumers in two traditional markets in the heart of Bandung, Indonesia, using the extended Theory of Planned Behavior (TPB). The majority of respondents have a strong intention to reduce the use of single-use plastic bags. Significant predictors of this intention are attitude toward behavior and perceived behavioral control, whereas subjective norms, environmental awareness, laws, and regulations do not significantly affect the intention to reduce single-use plastic bags among the consumers. We propose both demand-side and supply-side interventions to achieve greater reductions of singleuse plastic bags in the traditional markets.Meskipun terdapat dampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan, kantong plastik sekali pakai telah menjadi pilihan populer di beberapa toko ritel dan pasar tradisional. Kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat penting dalam mendukung kebijakan pengurangan penggunaan kantong plastik sekali pakai. Penelitian ini berupaya mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi niat konsumen untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai. Survei dilakukan kepada 140 konsumen di dua pasar tradisional di jantung kota Bandung, Indonesia, dengan menggunakan extended Theory of Planned Behavior (TPB). Mayoritas responden mempunyai niat yang kuat untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai. Prediktor yang signifikan terhadap niat ini adalah sikap terhadap perilaku dan kontrol perilaku yang dirasakan, sedangkan norma subjektif, kesadaran lingkungan, dan peraturan perundang-undangan tidak secara signifikan mempengaruhi niat untuk mengurangi kantong plastik sekali pakai di kalangan konsumen. Penelitian ini mengusulkan intervensi pada sisi demand dan sisi supply untuk mencapai pengurangan kantong plastik sekali pakai yang lebih besar di pasar tradisional

    Ketika Humor Terjaga atau Hilang: Evaluasi Strategi ChatGPT dan Gemini dalam Menerjemakan Humor Bermuatan Budaya

    Full text link
    Preserving humor effects that arise from flouting conversational principles in culturespecific texts presents specific difficulties when translating regional languages deeply rooted in linguistic and cultural variation. This type of humor depends on complex linguistic, cultural, and situational contexts, resulting in difficulty in replicating the same effect in the target language. This study investigates humor translation strategies and translation quality of two advanced AI language models, i.e., ChatGPT 4.0 and Gemini 2.5, in rendering culture-specific humor that deliberately violates Grice’s maxims of cooperation and Leech’s politeness principles. The study focuses on translations from Sundanese into English using 20 humorous texts selected from Cangehgar, a well-known Sundanese humor anthology characterized by deliberate violations of conversational and politeness principles. Chiaro’s four-option humor translation framework is employed to identify the strategies used, while Larson’s scales of clarity, accuracy, and naturalness are applied to evaluate translation quality. A descriptive qualitative approach is adopted, in which the selected humorous texts were purposively sampled based on their clear instances of flouting conversational and politeness principles. The findings indicate that while both models employ distinct translation strategies, their effectiveness in preserving the humor’s original intent varies. ChatGPT establishes stronger capability in maintaining the structure and essence of humor in the punchlines, whereas Gemini’s adaptations tend to dilute the comedic impact. This study contributes to the growing academic discourse on AI’s role in humor translation and its broader implications for cross-cultural communication.Mempertahankan efek humor yang muncul dari pelanggaran prinsip percakapan dalam teks yang bermuatan budaya merupakan tantangan besar terutama ketika berkaitan dengan bahasa daerah yang kaya dengan variasi linguistik dan kultural. Jenis humor ini bergantung pada konteks linguistik, budaya, dan situasional yang kompleks sehingga sulit untuk mereplikasi efek yang sama dalam bahasa sasaran. Penelitian ini menelaah strategi penerjemahan humor dan kualitas terjemahan dua model bahasa kecerdasan buatan (AI) tingkat lanjut, yakni ChatGPT 4.0 dan Gemini 2.5 dalam menerjemahkan humor bermuatan budaya yang secara sengaja melanggar maksim kerja sama Grice dan prinsip kesantunan Leech. Penelitian ini berfokus pada penerjemahan dari bahasa Sunda ke bahasa Inggris dengan menggunakan 20 teks humor yang dipilih dari Cangehgar, sebuah antologi humor Sunda terkenal yang ditandai dengan pelanggaran prinsip percakapan dan kesantunan. Kerangka empat opsi penerjemahan humor dari Chiaro digunakan untuk mengidentifikasi strategi yang diterapkan, sedangkan skala kejelasan, ketepatan, dan kewajaran dari Larson digunakan untuk menilai kualitas terjemahan. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Teksteks humor yang dipilih diambil secara purposif berdasarkan pelanggaran yang jelas terhadap prinsip percakapan dan kesantunan. Hasil penelitian menunjukkan meskipun kedua model menggunakan strategi penerjemahan yang berbeda, efektivitas dalam menjaga maksud asli humor bervariasi. ChatGPT menunjukkan kemampuan yang lebih kuat dalam mempertahankan struktur dan esensi humor pada bagian punchline (bagian lucu tak terduga), sedangkan adaptasi Gemini cenderung mengurangi dampak komedinya. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap diskursus akademik yang berkembang mengenai peran AI dalam penerjemahan humor serta implikasinya yang lebih luas bagi komunikasi lintas budaya

    Mosaik Peradaban: Interaksi Manusia dan Kebudayaan

    Full text link
    The author in this book emphasizes that culture is an entity that continues to develop, starting from simple forms to reaching higher complexity. This development not only functions as a means of adaptation, but also as a way for humans to find solutions to the various challenges they face. More than that, culture is a reflection of the human way of life which is based on a system and symbols of values, which ultimately places humans in a transcendent reality

    English

    No full text
    The coffee industry is one of the sectors that is experiencing sustained growth in Indonesia, with coffee shops being among the swiftly expanding businesses in the country. Given the increasing prominence and transformation of the coffee shop industry into a highly competitive sector, this study attempts to ascertain the impact of customer experience, ratings, and recommendations on customer loyalty through customer satisfaction. 282 of the 326 surveys that participants mailed in total were found to be valid. Non-probability Purposive sampling approaches are used in this study. Descriptive analysis was used in research projects along with hierarchical regression analysis utilizing SPSS data processing software for additional data analysis. The results of the hierarchical analysis show that consumer ratings, recommendations, and experience all have a major impact on consumer loyalty. Nevertheless, the moderation effect of customer satisfaction on the relationship between consumer recommendations, ratings, and experience on customer loyalty is not supported by the research findings, indicating that this effect is not statistically significant. The findings of this study indicate that customer recommendations, ratings, and experiences at Mosslife Coffee have a significant impact on customer loyalty to Mosslife Coffee. Similarly, customer satisfaction has a notable influence on customer loyalty; however, it does not moderate the correlation between recommendations, ratings, and customer experiences with loyalty at Mosslife Coffee

    470

    full texts

    592

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sosioteknologi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇