Jurnal Sosioteknologi
Not a member yet
592 research outputs found
Sort by
SEMIOTIKA VISUAL DALAM PERTUKARAN TANDA DAN MAKNA SOSIAL POLITIK PADA BATIK KARYA HARDJONAGORO GO TIK SWAN
Membahas tentang motif dalam sehelai kain batik berarti mengamati unsur lambang dan arti yang saling membuat korelasi. Penelitian ini memaparkan tentang adanya relasi antara falsafah, unsur kehidupan, sosial politik dan unsur batik karya Hardjonagoro Go Tik Swan melalui semiotika visual. Dasar utama pemikiran yang digunakan dalam mencari relasi tersebut mengacu pada filsafat makna, seperti model analisis yang dikembangkan oleh Charles Sanders Pierce yaitu perspektif simbolik, suatu usaha menafsirkan simbol-simbol. Hasil kajian ini diharapkan dapat menunjukkan hubungan simbolik dan pemaknaan antara karya batik sebagai ekspresi budaya Jawa sekaligus sebagai bahasa sosial politik melalui studi kasus batik karya Hardjonagoro Go Tik Swan. Dengan demikian diharapkan juga dapat sumbangan kreatif pada masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sosial politik secara non verbal. Kata kunci: semiotika visual, batik Hardjonagoro Go Tik Swan, sosial potiti
KENDI INDONESIA, BENTUK DAN TRADISI
Kendi merupakan salah satu benda gerabah tradisional Indonesia. Keberadaan kendi tidak hanya di Indonesia, tetapi tersebar luas di daratan Asia Tenggara, Asia, Timur Tengah, dan sebagian Eropa, namun kendi sangat erat kaitannya dengan budaya Asia Tenggara. Bentuknya yang unik dengan varian yang banyak, mendorong dilakukannya kajian lebih jauh. Penelitian ini mencoba untuk mengidentifikasi fakta-fakta tentang kendi Indonesia terutama berkaitan dengan bentuk dan perkembangan tradisinya. Analisis bentuk kendi dilakukan dengan pendekatan morphological berdasarkan identifikasi tipologi bentuk objek, identifikasi anatomi bentuk objek, dan identifikasi varian bentuk objek menurut historical timeline. Dari hasil analisis diketahui bahwa bentuk dasar kendi secara umum adalah bentuk globular dengan penambahan bentuk silindris pada bagian atas yang berfungsi sebagai pegangan. Anatomi bentuk kendi terdiri dari bagian mulut, leher, corot, badan, dan kaki. Selain itu juga diperoleh data ilustrasi tentang evolusi bentuk kendi di Indonesia yang dikomparasi dengan beberapa negara lain, serta perkembangan tradisi kendi yang hingga saat ini masih dugunakan sebagai benda ritual maupun profan.Kata Kunci: kendi, bentuk, tradisi, geraba
Evident and epistemic American New Balance and Segway logo: a forensic linguistic study
The fact that language changes is inevitably touches aspects related to the law especially in implementing the task of being a linguist to deal with cases of duplication. Armed with knowledge of the symptoms of language change, a forgery case can be explained and explained so that justice is revealed. This paper aims to reveal how cases of logo and brand forgery can be revealed through linguistic studies by using forensic and visual studies. The writer will also discuss the rhetorical effects related to the underlying ambiguities between a purely evidential semiotics of the investigated strategies. The method used is descriptive qualitative with document analysis. This method explains in detail the actual state of data and data retrieval. The results found that the 2 data are linguistically and visually duplicate the original logo. Some fake products use the same language as the original product logo, but the copycat uses a language style that is more general and acceptable in the target community. In conclusion, phonological and visual analysis found similarities in the use of original brand consonants and vowels, as well as visualization of the type and size of letters appearing to imitate, deceive, and confusing customers
Binge watching: cara baru menonton televisi sebagai dampak konvergensi media
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi: 1) motif individu dalam aktivitas Binge Watching (BW) yang membedakannya dengan menonton televisi 2) bagaimana teknologi memotivasi individu dalam praktik BW pada konteks Indonesia; 3) bagaimana individu mengevaluasi aktivitas mereka menonton binge. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan memiliki motif BW untuk memperbaiki suasana hati, mengalihkan perhatian, sebagai hiburan, kebiasaan, relaksasi, yang dibahas dalam penelitian Uses and Gratifications (U&G) mengenai motif khalayak dalam menonton televisi. Selain itu, ditemukan beberapa motif BW lain seperti menamatkan cerita, tidak mau ketinggalan mendapatkan informasi, terlibat lebih ke dalam cerita. Namun dalam penelitian ini ditemukan satu motif yang belum pernah dibahas dalam penelitian lain, yaitu inspirasi proyek fiksi. Kepraktisan dari sisi teknologi juga berperan dalam aktivitas BW, yang meskipun disadari oleh pengguna memiliki dampak buruk, namun dirasa memiliki manfaat lebih besar yang tidak dapat diabaikan
Rancangan bilik dongeng sebagai sarana interaksi sosial antara generasi lansia dan anak-anak
Kesadaran akan lansia semakin hari semakin terasa di Indonesia. Saat ini terdapat banyak fasilitas ramah lansia dan pengadaan kegiatan rutin bagi lansia di beberapa daerah yang memungkinkan lansia untuk beraktivitas dengan normal. Namun, perhatian terhadap permasalahan utama lansia yaitu kesepian dan jarak antar generasi masih kurang diperhatikan saat ini. Kedua permasalahan tersebut saling berkaitan dan memberikan efek buruk pada lansia dan masyarakat Indonesia secara luas. Oleh sebab itu, penelitian ini diadakan untuk menganalisis permasalahan tersebut dan merancang solusi yang tepat. Salah satu solusi adalah pembentukan kegiatan yang menggabungkan kelompok usia muda dan kelompok usia lanjut dalam suatu kegiatan. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan oleh kedua kelompok usia secara bersamaan dan menciptakan interaksi yang hangat adalah kegiatan mendongeng. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan desain etnografi. Dengan melakukan observasi lapangan secara langsung, peneliti dapat merancang suatu sarana mendongeng yang dapat mewadahi kelompok usia lansia dan anak untuk mendongeng sambil belajar dengan menyenangkan
INTERAKSI HUKUM DAN SAINS DALAM PENCARIAN KEBENARAN DALAM PROSES PERADILAN
Sains dapat membantu mengungkapkan kebenaran dalam proses mewujudkan keadilan. Artikel ini bertujuan untuk mendiskusikan interaksi hukum dan sains dalam pencarian kebenaran di pengadilan dalam perkara perdata. Proses mengungkap kebenaran mestinya dilakukan dengan cara yang adil. Secara teoritis proses peradilan memiliki kemiripan dengan proses ilmiah. Sains dapat membantu proses peradilan dengan menyediakan bukti fakta atau pendapat yang dapat memberikan gambaran pada pengadilan mengenai suatu hal berlandaskan pada metode ilmiah yang memiliki nilai pembuktian. Dalam peradilan perkara perdata, kebenaran ilmiah yang dihasilkan oleh proses menurut sains dapat menjadi dasar bagi pembentukan kebenaran menurut hukum. Interaksi hukum dan sains di pengadilan Indonesia dalam kenyataan perlu dikaji lebih lanjut secara lebih komprehensif
IDENTIFYING INTERIOR SPATIAL DIMENSIONS ACCORDING TO USER PREFERENCE: AN ASSOCIATIVE CONCEPT NETWORK ANALYSIS
This study proposed a fundamental technique for evaluating the preferences of interior space users by capturing their verbally expressed preferences and then determining word associations. To accomplish this, the Pajek visualization software for large network analysis was employed in conjunction with the USF Word Association dictionary to visualize the structures and network depths of the derived associative meanings. The generated associative words were then qualitatively categorized into taxonomic word groups to reveal 13 dimensions of perceived interior-environmental quality, as follows: House-related, Territorial, Impression, Activity, Active Element of Nature, Nature, Building Materials, Companion, Household Basics, Color, Location, Composition, and Time Period. A factor analysis was then conducted to sort the generated associative words according to Out- Degree Centrality/ODC score. These were validated into five factors that appeared to influence the comfort levels of interior space users. These five factors and 13 dimensions are useful as objective bases for determining the composition of adjectival pairs through the Semantic Differential (SD) method, which helps designers and architects evaluate interior space preferences
EVALUASI MEDIA INFORMASI TERHADAP KESADARAN MASYARAKAT MENGHADAPI BENCANA TSUNAMI STUDI KASUS: KOTA PADANG
Kondisi Indonesia, yang berada di daerah rawan bencana (ring of fire), sering menimbulkan bencana, terutama gempa bumi dan tsunami. Media informasi penting dalam memberikan informasi dan edukasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana. Dengan adanya ancaman bencana tsunami, perlu adanya analisis dan evaluasi salah satu program mitigasi bencana, terutama dalam perspektif desain, yaitu media informasi tentang mitigasi tsunami. Dengan cara mengetahui seberapa besar pengaruh media informasi terhadap kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana tsunami. Proses penelitian menggunakan dua metode, antara kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini penyebaran kuesioner sebanyak 384 responden, metoda pengolahan data menggunakan SPSS menghasilkan data analisis statistik Univariat (Statistik deskriptif) dan penggujian Bivariat (Chi-Square) dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil analisis menunjukan Ha2 Diterima: sebanyak 5 jenis media yang diuji, menghasilkan nilai p value ≤ 0,05, terdapat korelasi yang signifikan antara media informasi dengan tingkat pemahaman kesadaran masyarakat terhadap bencana tsunami setelah melihat media informasi. Analisis deskriptif untuk menjabarkan nilai korelasi melalui teori elemen-elemen desain, hasil analisis tersebut adalah visual dari desain media informasi mempengaruhi masyarakat dalam memahami informasi. Serta adanya temuan berupa klasifikasi media untuk perbaikan media informasi melalui sistem zonasi bencana
PERSEPSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP IMPLEMENTASI PROGRAM JABAR DIGITAL DALAM AKUN INSTAGRAM RIDWAN KAMIL SEBUAH KAJIAN SOSIO-DIGITAL
Artikel ini bertujuan untuk mengungkap persepsi dan partisipasi masyarakat terhadap implementasi program Jabar Digital melalui akun resmi gubernur Jawa Barat periode 2018-2023, Ridwan Kamil, di Instagram @ridwankamil. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan terdiri dari 20 (dua puluh) gambar yang diunggah oleh Ridwan Kamil berkaitan dengan program Jawa Barat Digital dari bulan Januari hingga Mei 2019. Dari 20 (dua puluh) data tersebut, dua buah gambar dijadikan sampel dalam penelitian ini. Pemilihan sampel dilakukan berdasarkan jumlah dan relevansi data tentang persepsi dan partisipasi masyarakat Jawa Barat. Komentar masyarakat dalam kedua unggahan ini berjumlah 1.666 (seribu enam ratus enam puluh enam). Komentar tersebut kemudian dianalisis dan digunakan sebagai data utama dalam mengungkap persepsi dan partisipasi masyarakat pada program yang diselenggarakan oleh Ridwan Kamil sebagai gubernur Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak masyarakat berpersepsi positif terhadap program Jabar Digital dan masyarakat mau berpartispasi dan berperan serta dalam program tersebut
Pemanfaatan Abu Kayu sebagai Bahan Aditif Glasir Suhu Tinggi
Penambahan abu pada glasir masih jarang dilakukan oleh seniman, desainer atau kriawan keramik Indonesia. Padahal abu memberikan tekstur permukaan yang unik, berbeda dengan karakter glasir pada umumnya. Output penelitian ini adalah formula/resep glasir dan table analisis abu yang nantinya bisa digunakan oleh pihak yang berkepentingan. Pada dasarnya abu identik dengan glasir. Keduanya melapis tipis (menyerupai kaca) permukaan bodi keramik. Hanya lapisan kaca yang terbentuk dari abu tidak sepadat jika menggunakan glasir. Abu mengandung unsur-unsur seperti yang terdapat dalam glasir, seperti kapur, zink, mangan, kuarsa, cooper dan iron. Secara praktik abu tidak dapat digunakan sebagai unsur tunggal, harus diberi unsur lain agar titik leburnya menjadi lebih rendah. Dalam penelitian ini, abu diperoleh dengan cara membakar kayu menggunakan tungku bata merah sederhana (rocket stove). Cara tersebut bisa memperoleh abu yang bersih tidak terkontaminasi oleh unsur-unsur lain. Efek yang diperoleh dari abu pada glasir tergantung dari kandungan unsur-unsur yang terdapat dalam tanah. Abu yang berasal dari tanaman yang hidup di lingkungan tropis diasumsikan berbeda dengan iklim yang mengenal 4 musim. Hal ini membutuhkan penelitian lebih dalam lagi untuk menjawab fenomena tersebut. Diharapkan penelitian ini juga dapat digunakan oleh kalangan perajin IKM yang ada di Indonesia. Sentra keramik Plered Purwakarta merupakan pilot project untuk penelitian ini. Sebagaimana diketahui sentra keramik ini dikenal sebagai sentra gerabah pembuat guci/pot yang memiliki suhu bakaran rendah. Diharapkan jika memberikan nilai ekonomis lebih, perajin satu ini (mitra IKM) dapat menularkan ke yang lainnya sehingga menciptakan diversifikasi produk di sentra keramik Plered.Kata kunci: Abu, Kayu, Glasir, Kerami