Jurnal Sosioteknologi
Not a member yet
    592 research outputs found

    BOOK REVIEW: ENGINEERING PSYCHOLOGY AND HUMAN PERFORMANCE

    No full text
    This book was written to address the gap between problems of system design and the results of theoretical research in the study of cognitive psychology, experimental psychology, and human performance. Many of the built human-machine systems do not work optimally due to forced demands or requirements on humans as users, which is not in accordancewith the way humans observe, pay attention, understand, think, remember, and decide, as well as act, or in other terms the way people perform or process information. Over the past six decades, tremendous efforts have been made to understand and model human information processing and human performance. Another purpose of this book is to show how theoretical developments have taken place and been applied to improve productivity and safety of humanmachine interactions.Buku yang terbit tahun 2016 dan merupakan buku edisi ke empat.  Sebelumnya buku ini sudah terbit pada tahun 1992, 2000, dan 2013.  Pada buku edisi empat ini terdapat beberapa perubahan khususnya bergabungnya dua penulis baru, yaitu Raja Parasuraman yang membawa keahliannya di bidang otomasi dan neuroergonomi, serta Simon Banbury yang berkontribusi dengan latar belakang keahliannya di bidang kognitif, memori, dan pemrosesan pendengaran.  Bergabungnya ke dua pakar yang memiliki keahlian yang bervariasi tersebut memberikan konsekuensi meningkatnya jumlah referensi terutama untuk aplikasi medis dan perawatan kesehatan, serta aspek perubahan kognisi pada populasi manusia lansia (lanjut usia).  Selain itu, ada sekitar 1.000 referensi baru (sekitar 50 persen dari daftar kutipan) telah ditambahkan.  Perubahan lain adalah adanya penembahan 48 gambar atau table baru tentang hasi penelitian dibandingkan buku yang terbit sebelumnya.&nbsp

    DECONSTRUCTION AND RECONSTRUCTION OF THE KACU CONCEPT OF BATIK AS INSPIRATION FOR ARTWORKS

    Full text link
    Batik is one of the arts that contains a whole descriptive belief about how Javanese interpret their lives. It is found inclassical batiks, which are still committed to the standard elements from Keraton as a center for preserving Javaneseculture. Through studying classical batik, the writer finds a concept of Kacu ratio used in making batik. For thewriter, the kacu is a local form of genius that belongs to the Javanese community. The consciousness of the emptinesspermeates all material forms that exist in the universe. This belief is also applied to the process of designing batikfabrics. For the Javanese, beauty lies in the balance of macro and microcosmos. The actual balance lies at the pointof paradox. Through this research, similarities in the numbers of the Kacu ratio, which is believed to be the goldenratio of the Javanese people in ancient times were sought. Then the equation would be applied to the artwork. Thisstudy uses a qualitative method with several literature sources to dissect the Kacu concept and apply it to works ofart. The writer uses the Kacu concept to arrange visual objects as a scale and balance composition through a formalistapproach. Finally, the writer presents batik and screen-printing techniques on textile. Therefore, the writer needsto study the Kacu ratio further to understand what this ancient ratio means in the beliefs of the Javanese people

    SOCIO-ECOLOGICAL DYNAMICS AND LOCAL WISDOM TOWARD ADAPTIVE CAPABILITY TO USE AGRICULTURAL TECHNOLOGY BY THE COMMUNITY OF KASEPUHAN SINAR RESMI

    Full text link
    The obligation to maintain and preserve the environment, in the view of all religions and beliefs, is a must for thecommunity so that religious values and local wisdom of the community also become binding provisions to maintainand preserve the environment. This study aims to describe, analyze, and solve problems regarding socio-ecologicaldynamics and local wisdom about the adaptability of using technology in the community of Kasepuhan Sinar Resmi.This study uses a descriptive-analysis method which is to describe the analysis and discuss it comprehensively andintegrally. Data collection techniques were carried out through interviews and literature review. This study foundthat the community’s local wisdom based on its adaptability to use agricultural technology at the Community ofKasepuhan Sinar Resmi is related to environmental preservation and the effort to make the environment useful for life

    Analisis Penerimaan Aplikasi Tracking Kuliner Halal oleh Wisatawan di Kabupaten Malang

    Full text link
    Aplikasi tracking kuliner halal telah dikembangkan untuk melacak kuliner tersertifikasi halal di daerah kunjungan wisata. Aplikasi ini mengintegrasikan aplikasi Android dengan layanan Google maps dan Global Positioning System (GPS)  untuk membantu wisatawan mengetahui lokasi kuliner tersertifikasi halal dengan peta navigasi dan informasi menu makanan yang disajikan. Sistem tracking ini masih dikembangakan di daerah terbatas. Sebelum penggunaan aplikasi ini diperluas perlu dievaluasi penerimaannya oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode TAM (Technology Acceptance Model), dimana faktor yang diteliti adalah kemanfaatan dan kemudahan untuk menggunakan aplikasi. Data diolah dengan metode Partial Least Square (PLS). Hasil pengujian aplikasi tracking kuliner halal menunjukkan persepsi kemudahan berpengaruh nyata terhadap kemanfaatan aplikasi. Persepsi manfaat dan persepsi kemudahan masing-masing berpengaruh nyata terhadap minat menggunakan aplikasi. Pengguna yakin bahwa aplikasi yang mudah digunakan dan memiliki manfaat akan menarik minat masyarakat untuk menggunakan. Minat menggunakan aplikasi berpengaruh nyata terhadap penggunaan nyata aplikasi ini. Nilai predictive relevance sebesar 0,885 berarti model dinilai baik untuk menggambarkan keadaan sebenarnya di lapang

    Inhabitant’s attitude towards conserving large heritage areas: A case of Darmo heritage settlement-Surabaya, Indonesia

    No full text
    The problem in preserving a residential heritage area which is located in the city center is challenging. In this case study; Darmo Settlement has problems varying from high land taxation, building maintenance problem and a changing function due to economic pressure. A regulation to conserve the area has already been taken, but still the phenomenon of changing the old building into modern style has appeared. This research describes a recent heritage preservation process in a large area in Surabaya, Indonesia. The preservation of a large area is not a priority compared to a single building heritage preservation which has gained more support from Surabaya Municipality, even though both citizen and government perceived Darmo Settlement as a very important part of the city. Therefore, research to explore inhabitant awareness becomes important (Hague and Jenkins, 2005; Larkham, 2005; Townshend and Pendlebury, 1999; Rodwell, 2007) Darmo settlement is one of the oldest designed residential area in the eastern part of Indonesia and has been nominated by Surabaya Municipality as heritage area that needs to be preserved. For Surabaya citizen, Darmo settlement is perceived as an old residential area which has a special characteristic that cannot be found in the newly built parts of the city. To preserve a heritage area; it is important to keep its architectural appearance, natural environment, social factor, historical character, general environmental quality and morphology intact but adaptive (Townshend and Pendlebury, 1999 cited in Pendlebury, 2009, p.139). Hence, this paper focuses on Darmo residents’ attitude towards planning, and what are the inhabitants’ opinions and challenges about the area. An empirical research was conducted on the inhabitants both living in the building functioning as a house and as a commercial spot. It was found to be a challenge by senior inhabitants in financing the maintenance. There was also a need to adjust the buildings utility system and redesigning rooms in commercial buildings

    Emotive Expressions on Social Chatbot

    Full text link
    Building social chatbots to address users' needs for communication and affection is of great value to society (Shum et al., 2018). One of which, Replika, attempts to become an artificial intelligent companion by demonstrating sufficient social and emotional skills through emotive expressions. Emotive expressions are imperative in human-computer interaction, since they tend to elicit social cooperation. The present article aims to survey emotive expressions developed on Replika in order to determine the chatbot's active-reactive skills. They are collected by means of participant observation and are analysed with qualitative method. The present article observes six emotive expressions which Replika can process. These expressions include apologizing, thanking, condoling, complimenting, greeting, and welcoming. The generation of each expression is dependent of the context of each interaction.

    PANCASILA DAN TASAWUF VIS-À-VIS KORUPSI: PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MELAWAN ‘MUSUH BERSAMA’ DI ERA 4.0

    No full text
    Korupsi adalah musuh utama demokrasi yang dalam praktiknya banyak berjalin kelindan dengan proses demokratisasi itu sendiri. Dalam konteks Indonesia, berbagai upaya pemberantasan korupsi telah dilakukan disatu sisi, namun dalam praktiknya korupsi seakan menjadi pandemi nasional yang tak ada habis-habisnya. Hal ini menunjukkan bahwa korupsi masih merupakan ancaman terberat bagi upaya memajukan negara, karena dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar dan pada gilirannya dapat membawa krisis di berbagai aspek, baik moril maupun materil. Indonesia sebagai negara hukum sudah memiliki instrumen untuk pemberantasan korupsi, namun hingga saat ini belum dapat memberi efek jera bagi para koruptor. Islam sebagai agama mayoritas penduduk di Indonesia menempatkan nilai-nilai moral-spiritual sebagai basic value bagi kehidupan, termasuk dalam hal menanggulangi praktik-praktik korupsi. Tulisan ini mencoba mengajukan pendekatan character building berdasarkan nilai-nilai pancasila dan tasawuf sebagai solusi alternatif dalam upaya pembudayaan anti-korupsi di era 4.0. Internalisasi nilai-nilai karakter ini pada masyarakat luas diharapkan dapat mendampingi usaha pencegahan dan pemberantasan korupsi yang ditempuh melalui jalur hukum

    Strategi pengambilan keputusan untuk pengembangan pertahanan nasional menggunakan multi criteria decision making: pembelajaran dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat

    Full text link
    Tugas pertahanan nasional sesungguhnya adalah tugas seluruh warga negara, bukan hanya bagi aparatur negara saja khususnya angkatan bersenjata, tetapi juga masyarakat sipil lainnya. Pemerintah Indonesia sebagaimana juga pemerintah lainnya di seluruh dunia menyediakan suatu kementerian yang menangani pertahanan. Melalui Kementerian Pertahanan inilah sejumlah kebijakan yang merupakan keputusan strategis diambil dengan melibatkan banyak pihak, terutama para pakar yang menguasai bidangnya masing-masing. Salah satu metode yang sering digunakan dalam pengambilan keputusan, termasuk di negara-negara maju seperti Amerika Serikat adalah Multi Criteria Decision Making (MCDM). Artikel ini bertujuan untuk mempelajari strategi pengambilan keputusan bagi pengembangan pertahanan nasional menggunakan MCDM sebagai sebuah pembelajaran dari Departeman Pertahanan di Amerika Serikat. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kementerian Pertahanan Republik Indonesia sebagai kementerian yang secara spesifik mengelola sejumlah agenda kebijakan pertahanan, memerlukan penerapan MCDM dalam pengambilan keputusan-keputusan strategis. Melalui beragam metode yang telah berkembang saat ini diharapkan dapat digunakan dalam membantu, memudahkan, mempercepat, memperjelas, dan mempersingkat pengambilan keputusan tersebut. Pembelajaran dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Dephan-AS) dalam merumuskan berbagai analisa alternatif bagi implementasi program pengembangan pertahanan, baik militer maupun nirmiliter menjadi pelajaran berharga untuk dapat menjadi model bagi kebijakan pengembangan pertahanan di Indonesia

    Digital citizenship: menyiapkan generasi milenial menjadi warga negara demokratis di abad digital

    Full text link
    Generasi millennial adalah generasi yang unik dengan karakteristik tertentu yang merupakan kelompok potensial dalam memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa. Generasi ini disebut juga sebagai digital natives karena mereka terlahir ditengah perkembangan abad digital atau pesatnya perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi. Tereksposnya generasi millennial dalam penggunaan teknologi informasi dan telekomunikasi secara intens dalam semua aspek kehidupan telah melahirkan karakteristik tertentu. Hal itu berdampak terhadap cara pandang generasi millennial dalam melakukan aktivitas, termasuk dalam menjalankan perannya sebagai warga negara. Artikel ini mencoba menyelidiki bagaimana peran dari generasi millennial dalam negara demokratis sebagai warga negara digital (digital citizen) pada era yang didominasi oleh penggunaan teknologi di media digital. Makalah ini merupakan suatu eksplorasi literatur atau library research tentang konsep kewarganegaraan digital, dan upaya perubahan yang harus dilakukan dalam konteks pembelajaran kewarganegaraan, dalam rangka menyiapkan warga negara untuk menjalankan perannya untuk melakukan partisipasi, sehingga menjadi 'good and smart digital citizens' dan melahirkan civic virtue bagi negara. Kata kunci: generasi millennial, demokrasi partisipatori, kewarganegaraan digita

    Transformasi elemen-elemen arsitektur dan interior pada Uma Mentawai: studi kasus desa Matotonan, Kec. Siberut Selatan

    Full text link
    When we look at the old Uma Mentawai (communal houses of Mentawai tribe) from various literatures, there is a significant difference with Uma's current condition. This distinction raises an indication of a shift resulting in the transformation of architectural and interior elements. This research is intended to obtain data and information to know, answer, and explain about the transformation of architectural and interior elements in Uma Mentawai. This research belongs to case and field research that belong to social research in architecture and interior design study with qualitative approach. Data collection techniques that the author uses is a mixed method, which combine several techniques. Among them are field observation, literature review, interview, internet exploration, and Focus Group Discussion. After a comparative analysis of the old Uma, Uma's current condition was undergoing some changes to the architecture and interior elements. The elements are: 1) Changes of floor plan, 2) Addition of the bench, 3) Use of board on the wall, 4) The addition of the handle on the stairs, and 5) Use of "handyman" door.keywords: transformation, architecture, interior, uma mentawai, people

    470

    full texts

    592

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sosioteknologi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇