Jurnal Komputer Terapan
Not a member yet
    223 research outputs found

    Rancang Bangun Sistem Informasi Pengelolaan Inventory Berbasis Website Menggunakan Metode ROP dan EOQ (Studi Kasus: Grosir PA1000 RAJA)

    Get PDF
    Wholesale PA1000 RAJA is a wholesaler with its address at Batang Kumu II, Rokan Hulu, Riau and has been around for about 9 years. This PA1000 RAJA wholesaler is still recording sales and inventory manually with a book, so that there is often a shortage of goods when ordered by customers or too many goods in the warehouse. Based on the existing problems, a website-based information system was created to manage the existing inventory at the wholesaler. In making this information system applies the ROP method as a form if the inventory is below the minimum limit, then there is a warning so that the wholesaler reorders goods that have been exhausted. After knowing the amount of stock, the Economic Order Quantity (EOQ) method is needed to find out how much the economic quantity of goods that must be ordered. Based on the results of the User Acceptance Test (UAT) which was carried out 3 times, it was stated that all user needs had been met as a whole.Grosir PA1000 RAJA merupakan sebuah grosir yang beralamat di Batang Kumu II, Rokan Hulu, Riau dan sudah berdiri sekitar kurang lebih 9 tahun lamanya. Grosir PA1000 RAJA ini masih melakukan pencatatan penjualan dan persediaan barang secara manual dengan buku, sehingga sering terjadi kekurangan barang saat dipesan oleh pelanggan atau barang yang terlalu banyak jumlahnya digudang. Berdasarkan permasalahan yang ada, maka dibuatlah sebuah sistem informasi berbasis website untuk mengelola inventory yang ada pada Grosir tersebut. Dalam pembuatan sistem informasi ini menerapkan metode ROP sebagai bentuk apabila persediaan barang di bawah batas minimum, maka ada peringatan supaya grosir tersebut melakukan pemesanan kembali barang yang sudah habis. Setelah mengetahui jumlah stok maka dibutuhkan metode Economic Order Quantity (EOQ) untuk mengetahui berapa jumlah ekonomis barang yang harus dipesan. Berdasarkan hasil pengujian User Acceptance Test (UAT) yang dilakukan sebanyak 3 kali, menyatakan bahwa seluruh kebutuhan pengguna telah terpenuhi secara keseluruhan

    Deteksi Tangan Otomatis Pada Video Percakapan Bahasa Isyarat Indonesia Menggunakan Metode Deep Gated Recurrent Unit (GRU)

    Get PDF
    Tunarungu adalah hilangnya pendengaran baik salah satu telinga maupun keduanya. Untuk melakukan komunikasi tunarungu menggunakan bahasa isyarat menggunakan kedua tangannya. Saat ini terdapat 2 sistem bahasa isyarat yaitu BISINDO dan SIBI. Bahasa isyarat adalah bahasa yang menggunakan gerakan tubuh berupa tangan dan bibir untuk menjelaskan sebuah arti. Namun masih banyak masyarakat yang belum paham dengan bahasa isyarat, oleh karena itu dilakukan sebuah penelitian dengan menggunakan metode deep gated recurrent unit (GRU) yang dapat membaca gerakan tangan pada video bahasa isyarat indonesia. Penelitian ini menggunakan 3 class yaitu ucapan hallo, terimakasih, dan sama sama. Tahapan yang dilakukan pada penelitian ini terdiri dari pengolahan video atau proses pre-processing pada video. Pengujian terhadap 45 video data training dan 36 video data testing. Pengujian yang dilakukan terhadap data testing menghasilkan nilai akurasi sebesar 88%.Bahasa isyarat adalah bahasa yang menggunakan gerakan tubuh dan bibir untuk menjelaskan sebuah arti. Bahasa isyarat biasa dilakukan oleh kaum tunarungu atau tunawicara dalam melakukan komunikasi sehari hari. Tunarungu adalah hilangnya pendengaran baik salah satu telinga maupun keduanya. Namun masih banyak masyarakat yang belum paham dengan bahasa isyarat, oleh karena itu dilakukan sebuah penelitian dengan menggunakan metode deep gated recurrent unit (GRU) yang dapat membaca gerakan tangan pada video bahasa isyarat indonesia. Penelitian ini menggunakan 3 class yaitu ucapan hallo, terimakasih, dan sama sama. Tahapan yang dilakukan pada penelitian ini terdiri dari pengolahan video atau proses preprocessing pada video. Pengujian terhadap 45 video data training dan 36 video data testing. Pengujian yang dilakukan terhadap data testing menghasilkan nilai akurasi sebesar 88 %

    Application System for Checking Halal Product Status Using QR-Code Based on Android and Web

    Get PDF
    This paper presents the design of an application system to quickly determine the halal product status circulating in Indonesian society by checking certification ID from LPPOM MUI. This is conducted to overcome the anxiety of the Muslim community in Indonesia on halal-labelled products that are sold in supermarkets and traditional markets. The system consists of two parts. Part one of the system uses PHP programming to record the halal certification of products and generate QR codes. Part two of the system uses an android application to scan the product\u27s halal certification status from the QR codes. The information displayed on android is the product\u27s name, the product manufacturer, the status of the product\u27s halal certification, and other information. The results show that the application successfully scans the QR code and displays information on the halal certification status of the product. The smallest size of QR code version 1 that can be scanned is 0.6 x 06cm. The longest distance was 13cm.This paper presents the design of an application system to quickly determine the halal product status circulating in Indonesian society by checking certification ID from LPPOM MUI. This is conducted to overcome the anxiety of the Muslim community in Indonesia on halal-labelled products that are sold in supermarkets and traditional markets. The system consists of two parts. Part one of the system uses PHP programming to record the halal certification of products and generate QR codes. Part two of the system uses an android application to scan the product\u27s halal certification status from the QR codes. The information displayed on android is the product\u27s name, the product manufacturer, the status of the product\u27s halal certification, and other information. The results show that the application successfully scans the QR code and displays information on the halal certification status of the product. The smallest size of QR code version 1 that can be scanned is 0.6 x 06cm. The longest distance was 13cm

    Learning Impact Role Playing Game Edukasi Terhadap Motivasi Belajar Sejarah Siswa: Learning Impact of Educational Role Playing Games on Students\u27 History Learning Motivation

    No full text
    This research is motivated by the lack of student motivation in learning history. Students find history lessons full of memorization and boring. Even though studying history has an important role in the life of a nation because history lessons instill values ​​of the spirit of patriotism, provide moral values, and build the character of a nation. Therefore, this study aims to see the historical Role Playing Game (RPG) \u27s learning impact on learning motivation and teaching the value of student attitudes from the material presented in the game. The method used in this research is a quantitative research method. The research subjects were 32 students of SMAN 9 Pekanbaru. Data was collected through a questionnaire with a reliability value of rxy = 0.884 and a validity value = 0.645 (> 0.349). The result showed that students\u27 learning motivation significantly impacts their attitude and knowledge value. The RPG game of historical education gives effect to 88% knowledge improvement, attitude (patriotism, moral values ​​, and critical thinking) by 87% motivation, so that students are interested to learn and feel not bored with the average value of 89% with an excellent appraisal. Attitude values, and historical knowledge in the educational game, have a positive relationship with the motivation to learn. Learning history using historical RPG games provides a positive learning impact on student\u27s motivation to learn history.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya motivasi siswa dalam belajar sejarah. Siswa merasa pelajaran sejarah penuh hafalan dan membosankan. Padahal belajar sejarah mempunyai peran penting dalam kehidupan suatu bangsa, karena pelajaran sejarah menanamkan  nilai sikap semangat patriotisme, memberikan nilai-nilai moral, dan membangun karakter suatu bangsa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat learning impact dari permainan Role Playing Game (RPG) sejarah terhadap motivasi belajar dan penanaman nilai sikap siswa dari materi yang disajikan dalam permainan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kuantitatif.  Subjek penelitian adalah 32 orang siswa SMAN 9 Pekanbaru. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan nilai reliabilitas rxy =0.884 dan nilai validitas=0,645(>0,349). Hasil learning impact terhadap motivasi belajar mendapatkan nilai 89%, nilai sikap (berpikir kritis, nilai moral dan patriotisme) sebesar 87%, meningkatkan pengetahuan sejarah sebesar 88% dengan penilaian sangat kuat.  Motivasi belajar siswa mempunyai korelasi yang sangat kuat dengan unsur pengetahuan dan  nilai sikap yang disajikan di dalam permainan. Pembelajaran sejarah dengan menggunakan game RPG sejarah memberikan dampak pembelajaran yang positif terhadap motivasi belajar sejarah sisw

    Implementasi Continuous Delivery dengan Zero – Downtime Rolling Update Menggunakan Ansible

    Get PDF
    Today every organization relies on application to provide services to their customers. In fact, 62% of organizations say application are essential for their business, and a further 36% say application provide a competitive advantage. This makes companies are required to provide innovation quickly in order to give satisfaction and convenience for their customers. To respond these demands, organizations need to deliver application updates more frequently. In the traditional deployment process, each deployment starts with the requirements spesification and ends at production. The weakness of traditional deployment is the slow delivery process, where its done manually and on a step-by-step basis, which can cause points of failure and human errors that resulting in delays or total system shutdowns. Continuous Delivery help organizations speed up the process of delivering applications to customers. One of the software that can build Continuous Delivery with zero-downtime is Ansible. Based on the test, Ansible managed to maintain the service availability with 100% up time rate and able to speed up deployment time by 48%. From load testing, it was found that 1 server was able to handle a load of 2000 users per 5 minutes with 99% success rate.Saat ini setiap organisasi membutuhkan aplikasi untuk memberikan layanan pada pelanggan mereka. Faktanya, 62% organisasi mengatakan aplikasi itu penting untuk bisnis mereka, dan 36% lebih lanjut mengatakan aplikasi memberikan keunggulan kompetitif. Hal ini membuat perusahaan dituntut untuk memberikan inovasi secara cepat demi memberikan kepuasan dan kenyamanan bagi pelanggannya. Untuk merespons tuntutan tersebut, maka organisasi perlu melakukan pengiriman pembaruan aplikasi lebih sering. Dalam proses pengiriman tradisional, setiap proses pengiriman dimulai dengan persyaratan yang ditentukan oleh pelanggan dan berakhir pada produksi. Kelemahan pada pengiriman tradisional adalah lambannya proses pengiriman, dimana proses pengiriman dilakukan secara manual dan berbasis langkah berpotensi menyebabkan titik kegagalan serta kesalahan manusia yang berdampak pada penundaan atau penghentian total sistem. Teknik Countinuous Delivery hadir untuk membantu organisasi mempercepat proses pengiriman aplikasi mereka ke pelanggan. Salah satu perangkat lunak yang dapat digunakan untuk membangun Continuous Delivery dengan zero-downtime adalah Ansible. Berdasarkan hasil pengujian, Ansible berhasil menjaga ketersediaan layanan dengan persentase uptime sebesar 100%. Serta mampu mempercepat waktu deployment sebesar 48%. Dari pengujian beban didapatkan bahwa 1 buah server mampu menangani beban sebesar 2000 user per 5 menit dengan persentase keberhasilan sebesar 99%

    Identifikasi Jenis Kelamin Secara Real Time Berdasarkan Suara Pada Raspberry Pi

    Get PDF
    The voice of each speaker has a unique specific character, influenced by gender, age, emotion, dialect, etc. The use of voice-based gender identification is growing rapidly, such as in the fields of security systems, speech recognition, artificial intelligence, etc. However, in speech processing, there are difficulties where the characteristics of the speech signal based on increasing age are difficult to determine accuracy, and there are overlapping fundamental frequency values between males and females. In this research, modeling of a gender identification system based on voice in real-time has been carried out on a Raspberry Pi device. This system is implemented by 2 methods, namely the YIN algorithm and feature extraction of Mel-Frequency Cepstral Coefficient (MFCC). The test results showed that the success of identification in the tuning parameters of scheme two is better than the first scheme by narrowing the overlapping frequency parameters. In the female test data in the closed test, the accuracy is from 98% to 100%, then in the open test starts from 92% to 96%. Meanwhile, the test data for the male closed test increased from 92% to 98%, and the open test started at 90% and rose to 94%. It indicates that the data used in this research is more suitable to use the second scheme parameter tuning to increase the accuracy of the results

    Implementasi Aplikasi E-UMKM pada Beni Scroll Art

    Get PDF
    Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) are micro businesses that are productive in their activities, and are owned by business entities or individuals. MSMEs at Beni Scroll Art (BSA) are engaged in handicrafts. The process of marketing, selling and buying that occurs in BSA MSMEs is still happening conventionally, between sales and consumers must meet directly physically. Activities that occur conventionally cause sales to be obedient, because many other competitors are selling online, making it easier to process transactions and consumers prefer digital transaction processes. Another problem that arises from the conventional process is that the process of promoting goods is not too broad because the promotion process can only be carried out in affordable areas. The solution to overcome this problem is that BSA MSMEs need to develop a marketing and buying and selling system by utilizing digital technology, namely building a BSA E-UMKM application that can be accessed online. E-UMKM BSA is an application that can be used to facilitate marketing and buying and selling transactions because it can be accessed online without meeting face to face. E-UMKM BSA can promote goods widely without having to do it physically. The waterfall method is a method used to assist in the development of the BSA E-UMKM application. The purpose of building E-UMKM BSA is to expand the range of promotions and increase sales of goods.Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan usaha produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha yang telah memenuhi kriteria sebagai usaha mikro. UMKM atau Usaha mikro kecil menengah yang biasanya bergerak dibidang kerajinan tangan. Proses pemasaran, penjualan dan pembelian yang terjadi pada UMKM di Kota Palembang sekarang masih banyak yang kovensional yaitu transaksi secara langsung antara penjual dan pembeli. Dalam segi pemasaran dan penjualan UMKM di Kota Palembang memiliki banyak pesaing yang memanfaatkan kemajuan teknologi informatika yaitu sistem penjualan online sehingga menjadikan beberapa UMKM di Palembang ada yang tertinggal serta proses pemasaran dan penjualannya kurang maksimal bahkan menurun. Hal tersebut bisa berakibat buruk pada UMKM di Kota Palembang yang belum memanfaatkan teknologi bahkan bisa tutup. Untuk mengatasi permasalah tersebut maka perlu dilakukan pengembangan dalam proses penjualan menjadi aplikasi bebasis online, untuk mempermudah proses penjualan, dan pembelian pada UMKM di Kota Palembang. Metode yang digunakan dalam implementasi website adalah metode waterfall. Penelitian ini akan menghasilakan website penjualan online untuk UMKM Beni Scroll Art. Tujuan membangun website adalah untuk meningkatkan penjualan dan menghadapin pesaing di-era digital sekarang ini

    It Risk Assessment Enterprise Architecture Grand Design Riau Menggunakan Metode FMEA

    No full text
    Information Technology (IT) has an important role for an organization in supporting business activities. The implementation of IT supports the transformation of business processes, reduces operational costs (reduce costs), improves service quality to consumers, and ultimately supports organizational performance improvement. In line with the development of IT, currently IT is seen not only as a tool for business activities, more than that, IT has a strategic role in achieving the organization\u27s business goals. In order to achieve this goal, it is necessary to support adequate IT management so that the existence of an IT infrastructure is needed. Of course, all forms of IT utilization and processing cannot be separated from threats to data integrity and network security. The Riau Provincial Government as part of the Unitary State of the Republic of Indonesia which is aware of the demands of the develop 1ent of ICT already has many Information Systems, especially in Diskominfo. In achieving the organization\u27s business goals requires risk management for success or smooth achievement. According to Emmett Vaughan and Therese Vaughan, risk management is a scientific approach that aims to overcome all risks by anticipating losses that occur and implementing procedures that are able to minimize losses. There are various methods and tools for risk management analysis, one of which is quite popularly used is FMEA (Failure Mode & Effect Analysis). The results of the analysis show that the greatest potential for failure is hardware damage due to irregular maintenance and improper use of RPN 144. Based on the analysis carried out, it can be seen what potential failures have the highest RPN value that must be prioritized first.Teknologi Informasi (TI) memiliki peranan penting bagi suatu organisasi dalam mendukung aktivitas bisnis. Penerapan TI mendukung terciptanya transformasi proses bisnis, pengurangan biaya-biaya operasional (reduce cost), meningkatkan kualitas layanan kepada konsumen, hingga pada akhirnya mendukung terhadap peningkatan kinerja organisasi. Sejalan dengan perkembangan TI, saat ini TI dipandang tidak hanya sebatas sebagai alat bantu aktivitas bisnis saja, lebih dari itu TI memiliki peranan strategis terhadap pencapaian tujuan bisnis organisasi. Demi tercapainya tujuan tersebut perlu ditunjang dengan adanya pengelolaan TI yang memadai supaya keberadaan infrastruktur TI. Tentunya segala bentuk pemanfaatan dan pengolahan TI ini tidak bisa terlepas dari ancaman terhadap bentuk integritas data dan keamanan jaringan. Pemerintah Provinsi Riau sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang menyadari akan tuntutan perkembangan TIK sudah mempunyai banyak Sistem Informasi khususnya di Diskominfo. Dalam mencapai tujuan bisnis organisasinya memerlukan manajemen risiko untuk kesuksesan atau kelancaran pencapaiannya. Menurut Emmett Vaughan dan Therese Vaughan, manajemen risiko adalah pendekatan secara ilmiah yang bertujuan untuk mengatasi segala risiko dengan mengantisipasi kerugian-kerugian yang terjadi dan mengimplementasikan prosedur yang mampu untuk meminimalkan terjadinya kerugian. Terdapat berbagai macam metode dan alat bantu untuk analisis manajemen risiko salah satu yang cukup populer digunakan adalah FMEA (Failure Mode & Effect Analysis). Hasil Analisa yang didapatkan bahwa potensi kegagalan paling besar yaitu Hardware rusak karena Perawatan yang tidak berkala dan pemakaian tidak wajar sebesar RPN 144. Berdasarkan analisa yang dilakukan maka dapat diketahuai potensi kegagalan apa saja yang memiliki nilai RPN tertinggi yang harus diprioritaskan terlebih dahulu

    Sistem Rekomendasi Penerima Zakat Untuk Mustahiq Dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW)

    Get PDF
    Zakat in Islam is a cleanser from wealth. Apart from cleansing from wealth, zakat also eases the burden of mustahiq. In Indonesia, which is predominantly Muslim, the problem of zakat is an important matter to maximize its management which will later be useful for overcoming poverty problems. Jami Nurul Hikmah Mosque is a religious and social institution located in Tangerang City. The problem that is often encountered is the method in selecting mustahiq which is still using the manual method so that it often causes problems such as the length of the selection process and the occurrence of miscalculations causing inaccurate mustahiq selection results. In addition, the unavailability of access to information to see mustahiq who have entered the list of zakat recipients has resulted in mustahiq who have received zakat to receive assistance more than once a year. Assessment criteria in determining zakat recipient recommendations for mustahiq include looking at the status of residence, income, employment status, number of dependents, and family vehicle. To solve this problem, a recommendation system was built that could help zakat managers in distributing zakat to zakat recipients. The Simple Additive Weighting (SAW) method is used to calculate the value of the criteria to produce zakat recipient recommendations. With this system, zakat managers can provide recommendations for potential zakat recipients quickly and accurately.Zakat dalam agama Islam merupakan pembersih dari harta kekayaan. Selain membersihkan dari harta kekayaan, zakat juga meringankan beban mustahiq. Di Indonesia yang mayoritas pemeluk agama Islam, masalah zakat menjadi hal yang penting untuk dimaksimalkan pengelolaannya yang nantinya berguna untuk mengatasi masalah kemiskinan. Masjid Jami Nurul Hikmah merupakan lembaga keagamaan dan sosial yang berada di Kota Tangerang. Masalah yang sering dijumpai pada Masjid Jami Nurul Hikmah adalah cara dalam pemilihan mustahiq yang masih menggunakan cara manual sehingga sering menimbulkan masalah seperti lamanya proses pemilihan dan terjadinya salah hitung sehingga menimbulkan kurang akuratnya hasil seleksi mustahiq. Selain itu, tidak tersedianya akses informasi untu melihat mustahiq yang telah masuk kedalam daftar penerima zakat, mengakibatkan mustahiq yang sudah menerima zakat dapat menerima bantuan lebih dari satu kali dalam setahun. Kriteria penilaian dalam penentuan rekomendasi penerima zakat untuk mustahiq antara lain dengan melihat status tempat tinggal, penghasilan, status pekerjaan, jumlah tanggungan, dan kendaraan keluarga. Untuk mengatasi masalah tersebut, dibangun sebuah sistem pemberi rekomendasi yang dapat membantu pengelola zakat dalam penyaluran kepada penerima zakat. Metode Simple Additive Weighting (SAW) digunakan untuk menghitung nilai kriteria untuk menghasilkan rekomendasi penerima zakat. Dengan adanya sistem ini, pengelola zakat dapat member rekomendasi calon penerima zakat secara cepat dan akurat. Kata kunci: Zakat, Rekomendasi , Sistem, Mustahi

    Perbandingan Arsitektur LeNet dan AlexNet Pada Metode Convolutional Neural Network Untuk Pengenalan American Sign Language

    Get PDF
    American Sign Language (ASL) is a sign language used to communicate for deaf people. The method used to identify ASL is Convolutional Neural Network (CNN). The architecture used by LeNet and AlexNet. The results of each architecture are then compared. The research was conducted with 2 schemes of the amount of data used, namely the first scheme of 100 data per letter and the second scheme of 1,000 data per letter to test the performance of the two architectures. The research results after being tested with new data, the first scheme for the LeNet architecture produces an overall accuracy of 48.332% and the AlexNet architecture produces an overall accuracy of 32.584%. The second scheme for the LeNet architecture produces an overall accuracy of 92.468% and the AlexNet architecture produces an overall accuracy of 91.618%. Overall comparison can be said that the LeNet architecture is the best architecture in this study.American Sign Language (ASL) merupakan bahasa isyarat yang digunakan untuk berkomunikasi bagi penderita tuna rungu. Metode yang digunakan untuk mengenali ASL yaitu Convolutional Neural Network (CNN). Arsitektur yang digunakan LeNet dan AlexNet. Hasil dari masing-masing arsitektur kemudian dibandingkan kinerjanya. Penelitian dilakukan dengan 2 skema jumlah data yang digunakan, yaitu skema pertama 100 data per huruf dan skema kedua 1.000 data per huruf untuk menguji kinerja dari kedua arsitektur. Hasil penelitian setelah diuji dengan data baru, yaitu skema pertama untuk arsitektur LeNet menghasilkan akurasi keseluruhan 48,332% dan arsitektur AlexNet menghasilkan akurasi keseluruhan 32,584%. Skema kedua untuk arsitektur LeNet menghasilkan akurasi keseluruhan 92,468% dan arsitektur AlexNet menghasilkan akurasi keseluruhan 91,618%. Secara keseluruhan perbandingan dapat dikatakan bahwa arsitektur LeNet adalah arsitektur terbaik dalam penelitian ini

    188

    full texts

    223

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Komputer Terapan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇