Coding Jurnal Komputer dan Aplikasi
Not a member yet
289 research outputs found
Sort by
APLIKASI JADWAL PERKULIAHAN DENGAN METODE ALGORITMA GENETIKA MENGGUNAKAN VISUAL BASIC.NET
Proses penyusunan jadwal perkuliahan di setiap pergantian semester adalah mengkombinasikan beberapa komponen yang terdiri atas mahasiswa, dosen, ruangan, waktu dan batasan tertentu. Penyusunan jadwal perkuliahan membutuhkan waktu, tenaga dan ketelitian dalam membuatnya. Penelitian ini membuat aplikasi jadwal perkuliahan berbasis desktop dengan memanfaatkan Algoritma Genetika. Implementasi metode ini diterapkan pada kasus jadwal perkuliahan semester ganjil dan genap di Program Studi Sistem Komputer, Biologi dan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tanjungpura. Seluruh mata kuliah per-semester pada setiap program studi dibentuk populasi awal secara acak dengan masukan kode mata kuliah, nama mata kuliah, dosen pengajar, ruangan, hari dan waktu. Selanjutnya populasi tersebut diselesaikan dengan beberapa operator-operator algoritma genetika, yaitu operator seleksi, crossover dan mutasi. Pada penelitian ini, metode seleksi yang digunakan adalah rank based. Metode crossover yang digunakan yaitu crossover satu titik. Metode mutasi yang digunakan yaitu exchange mutation.
SISTEM REAL-TIME UNTUK MANAJEMEN MOBIL ANTARKOTA MENGGUNAKAN NODE JS BERBASIS TCP/IP
Proses penjemputan penumpang mobil antarkota berdasarkan data antrian yang diberikan pengelola (operator) tidak efisien karena supir mobil antarkota dapat mengulangi rute penjemputan sehingga penggunaan bahan bakar minyak (BBM) pada mobil menjadi lebih banyak dan proses penjemputan penumpang menjadi lebih lama. Permasalahan lain yang akan terjadi adalah jika penumpang memberikan alamat yang tidak lengkap atau kurang jelas sehingga proses penjemputan menjadi lama. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dalam penelitian ini dibuat sistem yang dapat mengoptimalkan penjemputan penumpang jasa transportasi mobil antarkota pada Kota Pontianak, yaitu dengan menggunakan perangkat GPS. Sistem real-time dapat diterapkan pada TCP/IP sehingga memberikan keluaran dengan waktu tunda yang singkat. Perangkat keras utama yang digunakan adalah Mikrokontroler Arduino beserta GPS Shield dan Mini Komputer Raspberry Pi. Perangkat lunak utama yang digunakan adalah Node Js dan Google Maps Versi ke-3 sebagai penyedia peta elektronik Kota Pontianak. Setelah implementasi dan pengujian maka sistem real-time untuk manajemen penjemputan penumpang mobil antarkota menggunakan Google Maps ini dapat memberikan solusi berupa akurasi koordinat posisi, efisiensi respon memuat halaman website dan efiensi harga operasional penggunaan data pada manajemen penjemputan jasa transportasi mobil antarkota melalui website sistem informasi, yang dapat diakses melalui TCP/I
APLIKASI PENCARIAN RUTE TERPENDEK MENGGUNAKANALGORITMA GENETIKA (Studi Kasus: Pencarian Rute Terpendek untuk Pemadam Kebakaran di Wilayah Kota Pontianak)
Pencarian rute terpendek (shortest path problem) adalah permasalahan untuk mencari rute minimum dari titik (node) awal ke titik (node) tujuan. Salah satu algoritma yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah pencarian rute terpendek adalah Algoritma Genetika. Algoritma genetika digunakan untuk mencari rute terpendek yang akan dilalui oleh petugas pemadam kebakaran di wilayah Kota Pontianak dengan memperhatikan kondisi jalan yaitu waktu kemacetan dan panjang ruas jalan. Pencarian rute terpendek dilakukan berdasarkan titik awal, titik tujuan dan waktu keberangkatan. Pada penelitian ini, metode seleksi yang digunakan adalah roulette wheel dan elitisme. Metode crossover yang digunakan yaitu Partially Mapped Crossover (PMX) dengan probabilitas crossover 0,6 dan probabilitas mutasi 0,01. Berdasarkan hasil penelitian, rute terpendek merupakan rute tercepat tetapi jarak terpendek tidak berarti rute terpendek karena memperhitungkan faktor nilai bobot kemacetan jalan. Kata Kunci: Algoritma Genetika, Shortest Path Problem, Crossover, Mutas
VISUALISASI DAN PENGENDALIAN GERAK ROBOT LENGAN 4 DOF MENGGUNAKAN VISUAL BASIC
Abstrak Pada umumnya robot lengan biasanya dikendalikan dengan menggunakan mikrokontroler yang terhubung ke tiap motor penggeraknya. Namun bentuk pergerakannya tidak dapat diketahui. Oleh karena itu, pada penelitian ini mencoba untuk membuat aplikasi pengendalian berbasis visualisasi yang dapat melakukan simulasi pergerakan robot lengan 4 DoF sesuai dengan gerak robot aslinya. Penelitian ini dilakukan dengan membuat perangkat lunak antarmuka menggunakan aplikasi Visual Basic. Aplikasi ini memiliki keunggulan yaitu dapat menganimasikan pergerakan robot lengan dengan menggunakan perhitungan kinematika. Selanjutnya data pergerakan visualisasi yang terbentuk dikirimkan ke mikrokontroler menggunakan komunikasi serial sehingga robot dapat bergerak sesuai dengan tampilan aplikasi antarmuka. Data pergerakan yang akan dikirimkan dikapsulasi sehingga hanya membutuhkan satu kali pengiriman data saja. Hasil dari penelitian ini adalah berhasilnya mengendalikan robot lengan menggunakan aplikasi pengendali berbasis visual sehingga pergerakan robot lengan dapat diketahui. Kata Kunci: Visual Basic, Robot Lengan 4 DoF, Kinematika, Mikrokontroler, Komunikasi Seria
SISTEM PERINGATAN DINI BENCANA BANJIR BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 16 DENGAN BUZZER DAN SHORT MESSAGE SERVICE (SMS)
Eksploitasi Hutan yang terjadi di Provinsi Kalimantan Barat berakibat ribuan hektar hutan rusak. Akibatnya fungsi hutan sebagai penyerap air menjadi hilang. Apabila terjadi hujan yang intensitasnya tinggi, maka akan menimbulkan banjir. Terjadinya banjir dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi masyarakat. Untuk mengetahui secara lebih cepat datangnya banjir maka diperlukan suatu sistem peringatan dini bencana banjir. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat sistem peringatan dini bencana banjir yang mudah dioperasikan dan efektif untuk mendeteksi datangnya banjir. Sistem menggunakan Mikrokontroler ATmega16 dengan Sensor Ultrasonik sebagai pendeteksi level ketinggian air serta buzzer dan SMS (short message service) sebagai alat peringatan banjir serta menggunakan bahasa pemograman Arduino. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sistem peringatan dini bencana banjir ini, bekerja secara realtime dengan respon pembacaan kurang dari satu detik, rata-rata kesalahan pembacaan sensor ultrasonik adalah 0,013 persen s.d 0,87 persen dan kecepatan rata-rata pengiriman pesan banjir ke ponsel tujuan yaitu 7,55 detik s.d 9,3 detik. Selain itu, sistem ini dilengkapi dengan aplikasi pengubah nomor ponsel tujuan. Kata Kunci: Mikrokontroler, Sensor Ultrasonik, Banjir, Sistem Peringatan Din
IMPLEMENTASI LOGIKA FUZZY DALAM PENGOLAHAN PETA TEMATIK DAERAH RAWAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH (STUDI KASUS: KOTA PONTIANAK)
Sistem Inferensi Logika Fuzzy merupakan sebuah sistem yang digunakan dalampengambilan keputusan dari sejumlah data yang memiliki ketidakpastian fuzzy antaralain dalam Sistem Informasi Geografi (SIG). Dalam penelitian ini sistem Logika Fuzzydigunakan dalam pengambilan keputusan untuk menentukan suatu daerah rawan DemamBerdarah Dengue (DBD) di Kota Pontianak yang digambarkan dalam bentuk petatematik. Faktor-faktor penentu kerawanan yang digunakan adalah suhu udara, curahhujan, kelembaban udara, kepadatan penduduk, jumlah sarana kesehatan dan frekuensiDBD. Metode yang digunakan dalam sistem ini adalah metode Sugeno. Data yangdigunakan pada penelitian ini sebanyak 72 data. Hasil penelitian ini berupa peta tematikpenyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pontianak. Secara umum padapeta dapat dilihat bahwa Kota Pontianak dikategorikan daerah tidak rawan DBD dengannilai kerawanan rata-rata sebesar 0,1357. Namun pada bulan Oktober terdapat daerahyang dikategorikan sangat rawan Demam Berdarah Dengue (DBD) yaitu KecamatanPontianak Kota dengan nilai kerawanan sebesar 0,9037 sedangkan Kecamatan yangdikategorikan daerah rawan DBD adalah Kecamatan Pontianak Utara yaitu pada bulanOktober dan November dengan nilai kerawanan sebesar 0,5610
APLIKASI JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK MEMPREDIKSI PENYAKIT SALURAN PERNAFASAN DENGAN METODE BACKPROPAGATION
Jaringan syaraf tiruan telah banyak digunakan untuk membantu menyelesaikan berbagai macam permasalahan, salah satu permasalahan tersebut adalah pengambilan keputusan berdasarkan pelatihan yang diberikan. Aplikasi jaringan syaraf tiruan dapat diterapkan dalam berbagai bidang, salah satunya pada bidang kesehatan. Dalam penelitian ini Aplikasi jaringan syaraf tiruan digunakan untuk memprediksi penyakit saluran pernafasan khususnya pada penyakit Asma, ISPA, Pneumonia, Bronkhitis, Sinusitis, Tuberkulosis berdasarkan gejala-gejala dari penyakit saluran pernafasan tersebut. Aplikasi ini menggunakan pilihan asritektur yang terbaik, yaitu dengan 12 buah masukan, 2 unit tersembunyi dan 3 buah keluaran. Metode yang digunakan adalah metode Backpropagation. Data yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 120 data, 96 data digunakan untuk pelatihan, dan 24 data untuk pengujian, data pada penelitian ini didapat dari ruang rekam medik rumah sakit dr.Soedarso Pontianak. Aplikasi ini menggunakan maksimum iterasi sebanyak 50.000, learning rate 0,1 dan target error sebesar 0,0001. Hasil pengujian terhadap 24 data didapat hasil keakuratan sebesar 91,66% atau nilai error 8,33%. Error tersebut dapat terjadi karena pada jaringan syaraf tiruan jika terdapat data pelatihan yang hampir sama akan sulit mengenali pola. Kata Kunci: Jaringan Syaraf Tiruan, Metode Backpropagation, penyakit saluran pernafasan
PROTOTYPE LAMPU LALU LINTAS BERBASIS PLC BERDASARKAN PANJANG ANTRIAN KENDARAAN PADA PEREMPATAN JALAN
Lampu lalu lintas merupakan suatu sistem yang dibuat sebagai pengatur arus lalu lintas sekarang ini menggunakan pengaturan waktu tertentu saja, pengaturan itu tidak memperhatikan tingkat kepadatan kendaraan yang melintas. Pewaktuan manual lampu lalu lintas itu sangat tidak efisien pada saat jalan dalam kondisi kosong, sehingga sering terjadi pelanggaran terhadap lampu lalu lintas oleh pengendara. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memberikan suatu sistem yang lebih baik pada sistem pengaturan lampu lalu lintas yang ada sebelumnya, dengan menggunakan PLC sebagai pengendali lampu lalu lintas. Kendali yang diberikan oleh PLC merupakan hasil dari masukan sensor fotodioda yang terpasang pada tiap-tiap ruas jalan, pada satu ruas jalan memiliki 3 buah sensor fotodioda yang berfungsi sebagai pendeteksi tingkat kepadatan arus lalu lintas dan 1 buah sensor fotodioda sebagai pendeteksi adanya pelanggaran terhadap lampu lalu lintas. Hasil akhir dari penelitian ini adalah adanya suatu sistem pengaturan lampu lalu lintas berbasis PLC yang dapat menyesuaikan lama nyala lampu hijau sesuai dengan tingkat kepadatan kendaraan yang ada, dan memiliki buzzer sebagai penanda adanya pelanggaran terhadap lampu lalu lintas oleh pengendara.Kata kunci: PLC, sensor fotodioda, lampu lalu lintas, pelanggaran lalu linta
SISTEM PENERANGAN RUMAH OTOMATIS DENGAN SENSOR CAHAYA BERBASIS MIKROKONTROLER
Otomatisasi saat ini cukup banyak digunakan untuk berbagai keperluan guna memudahkan pekerjaan manusia. Sistem kendali dalam hal ini sebagai bidang ilmu yang memungkinkan implementasi otomatisasi. Pada penelitian ini, sistem kendali diterapkan untuk mengendalikan lampu secara otomatis menggunakan sensor cahaya. Sistem kendali yang digunakan adalah sistem kendali lup tertutup. Pengendali yang digunakan adalah mikrokontroler AVR ATMega16. Mikrokontroler berfungsi untuk memproses sinyal masukkan dari sensor cahaya sebagai komponen umpan balik, kemudian menghasilkan keluaran yang ditujukan pada aktuator dalam hal ini adalah relay. Program yang diterapkan pada mikrokontroler berfungsi untuk melakukan inisialisasi dan konfigurasi perangkat keras serta membaca sinyal masukkan dari sensor cahaya yang kemudian memprosesnya dengan diberikan beberapa kondisi sampai menghasilkan keluaran. Hasil akhir penelitian ini adalah sistem penerangan otomatis untuk mengendalikan lampu berdasarkan pengukuran intensitas cahaya oleh sensor disekitar lampu yang kemudian dikonversi menjadi nilai ADC. Lampu akan menyala secara otomatis jika nilai ADC 0-60 dan sebaliknya lampu akan mati secara otomatis jika nilai ADC 61-102