Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah
Not a member yet
352 research outputs found
Sort by
PERBANDINGAN KARTU KREDIT DAN KARTU KREDIT BERBASIS SYARIAH DI INDONESIA
Apparently, even causing the pros and contra, the business of credit cards tempts most perpetrators of Islamic banks to makesharias’credit card. Sharia based credit cards have a number of differences than the conventional credit card. One of them is the basic law that refers to the Banking Law, as well as to the Islamic banking law, and the National Fatwa Council of Sharia. In addition, Islamic credit cards are credit cards that implement the wage system (ujrah). In the transaction, Islamic credit card users free of interest and penalties. Penalties only apply to customers who are in default, and the fine is not used as revenue for the bank, but it is distributed to the social fun
Relevansi Prinsip Ekonomi Islam dalam Pembinaan Umat Islam Indonesia
This article starts from a paradox in the economic conditionsthat occurred in Indonesia. On the one hand, Indonesia has most all natural resources (the SDA) which is relied upon by a number of countries. However, it can not be used to create prosperity. This article hypotizes that capitalism system is one of the reason. Therefore, it needs one system as a solution. This article concerns that Islamic economy supposed to be in both capitalism and socialism. This concept is appropiate for indonesia.DOI: 10.15408/aiq.v3i1.251
TABUNG HAJI MALAYSIA DALAM PERSPEKTIF EKONOMI
The entity of Malay Muslims provide a heightened awareness to practice the teachings of Islam. Hajj as one of the fifth pillar of Islam is a priority agenda of empire since the early nineteenth century. The maintenance of Hajj initially became sultan competence as a symbol of Islam in the Malay leadership. Thisis because the Malay customs affairs and the affairs of the religion of Islam to be the competence of the king, not the government or the British Empir
ANALISIS PENGARUH CAR, FDR, BOPO DAN NPF TERHADAP PROFITABILITAS PADA PT BANK MUAMALAT INDONESIA TBK
Perbankan Syariah di Indonesia telah memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional. Hal ini dapat dilihat dari parameter rasio pembiayaan terhadap dana pihak ketiga dan ekuitas (FDR/financing to deposit ratio) yang rata-rata mencapai 105%. Bandingkan dengan parameter sejenis di perbankan konvensional, LDR (loan to deposit ratio) yang rata-rata tidak lebih dari 55%. Konsep perbankan Syariah yang selalu menjaga keseimbangan antara sektor moneter dan riil memengaruhi tercapainya prestasi itu.DOI: 10.15408/aiq.v2i1.247
PENGARUH TINGKAT KEAGAMAAN TERHADAP PERILAKU PEDAGANG
kaitan antara etika kerja dengan agama Islam dan orang-orang muslim, dan bangsa Indonesia adalah bangsa muslim. Sikap menyadari bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa muslim, tidak saja merupakan realisme kultural dan sosiologis, tetapi juga sebagai peringatan bahwa, dalam analisa terakhir, kaum muslim Indonesia dengan ajaran Islamnya, merupakan orang yang pertama bertanggung jawab atas usaha pembinaan dan pengembangan etos kerja nasional. Untuk itu, perlu juga dibangkitkan keinsyafan pada kaum muslim Indonesia bahwa maju-mundurnya bangsa Indonesia akan mengakibatkan kredit-deskredit kepada agama Islam dan umatnyaDOI: 10.15408/aiq.v2i1.247
ANALISIS HUBUNGAN KEPUASAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN
Kinerja merupakan suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan. Untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan seseorang sepatutnya memiliki derajat kesediaan dan tingkat kemampuan tertentu. Kesediaan dan keterampilan seseorang tidaklah cukup efektif untuk mengerjakan sesuatu tanpa pemahaman yang jelas tentang apa yang akan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Kinerja merupakan perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam perusahaan. Kinerja karyawan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam upaya perusahaan untuk mencapai tujuannya.DOI: 10.15408/aiq.v2i1.247
STRATEGI PEMASARAN PEMBIAYAAN PERTANIAN
pertanian dianggap strategis, tapi kondisi petaninya kian termarginalkan. Menurut Sensus Pertanian 2003, jumlah rumah tangga petani gurem (penggarap kurang dari 0,5 ha) adalah 13,7 juta rumah tangga, meningkat 26,85% dibanding tahun 1993 yang jumlahnya 10,8 juta rumah tangga. Persentase rumah tangga petani gurem terhadap rumah tangga pertanian pengguna lahan juga meningkat, dari 52,7% (1993) menjadi 56,5% (2003). Petani gurem ini mayoritas hidup di bawah garis kemiskinan. Dari 16,6% rakyat Indonesia yang termasuk kelompok miskin, 60%-nya adalah kalangan petani gurem. Timbul pertanyaan, jika sektor pertanian sangat penting, mengapa petaninya “dibiarkan” tidak berdaya? Hal tersebut tentunya tidak terlepas dari kebijakan nasional dalam mengembangkan sektor pertanian (politik pertanian).DOI: 10.15408/aiq.v2i1.247
PERAN LEMBAGA PEREKONOMIAN NAHDLATUL ULAMA (LPNU) DALAM PERKEMBANGAN UMKM BERBASIS SYARIAH
Indonesia yang merupakan negara berpenduduk terbesar ke-empat di dunia dan mayoritas penduduknya beragama Islam, tentunya harus menjadi kiblat dari ekonomi Islam. Akan tetapi belum begitu banyak masyarakat Indonesia yang mengenal adanya ekonomi Islam dikarenakan sistem ekonomi konvensional yang telah begitu lama berkuasa di negeri ini. Oleh karena itu diperlukan peran serta dari pemerintah dan unsur-unsur masyarakat seperti organisasi kemasyarakatan yang berbasis agama dan lembaga-lembaga swadaya masyarakat yang peduli terhadap ekonomi Islam dan memiliki akses informasi yang luas kepada masyarakat.DOI: 10.15408/aiq.v2i1.247