Jurnal Sains dan Seni ITS
Not a member yet
2345 research outputs found
Sort by
Optimasi Biaya Operasional Kapal Menggunakan Metode Pemrograman Dinamis
Transportasi laut merupakan jalur pendistribusian terpenting dalam perekonomian di Indonesia. Sebab, lingkungan geografis Indonesia terdiri dari pulau-pulau yang dipisahkan oleh lautan. Namun saat ini Indonesia terancam kelangkaan persediaan bahan bakar yang menjadi sumber energi transportasi laut. Produksi bahan bakar menurun pada 2013 hingga 2018. Sedangkan konsumsi bahan bakar mengalami peningkatan. Selain itu, hampir setengah dari seluruh biaya operasional kapal yaitu untuk biaya konsumsi bahan bakar. Meski demikian, terdapat solusi untuk meminimalkan konsumsi bahan bakar yaitu dengan pengaturan mesin dan kecepatan kapal selama berlayar. Sehingga, pada tugas akhir ini untuk mendapatkan biaya operasional kapal yang optimal yaitu dengan cara memutuskan kecepatan kapal yang tepat. Optimasi biaya operasional kapal diterapkan dengan menggunakan metode Pemgrograman Dinamis. Penerapan metode Pemrograman Dinamis menunjukkan bahwa secara keseluruhan diperoleh biaya operasional kapal yang lebih optimal (terlihat dari jumlah konsumsi bahan bakar). Secara aktual KM.Labobar Voyage 03.2021 menghabiskan 647 KL bahan bakar. Sedangkan perolehan hasil optimasi KM.Labobar menghabiskan 610 KL bahan bakar
Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Stunting Menggunakan Regresi Data Logistik Biner (Studi Kasus : Desa Jongbiru Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri)
Stunting merupakan gangguan pertumbuhan akibat asupan nutrisi yang buruk, infeksi yang berulang ulang dan stimulasi psikososial yang tidak memenuhi syarat terutama pada periode 1000 hari pertama kehidupan anak. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Provinsi Jawa Timur mengalami peningkatan dalam jumlah stunting sebesar 26,7 persen. Angka tersebut melebihi batas wajar yang ditetapkan oleh WorId Health Organization (WHO) yakni sebesar 20 persen. Kabupaten Kediri merupakan kabupaten urutan ke 12 yang menjadi kabupaten fokus stunting di Jawa Timur. Salah satu desa di Kabupaten Kediri yang mengalami peningkatan kasus stunting di tahun 2020 adalah Jongbiru. Permasalahan pada penelitian adalah analisis mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi stunting menggunakan metode Regresi Logistik Biner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi stunting adalah mengonsumsi susu formula atau tidak, dan ibu hamil mendapatkan PMT (Pemberian Makanan Tambahan). Balita yang mengonsumsi susu formula memiliki 0,101 kali lebih kecil terindikasi stunting dibandingkan balita yang tidak mengonsumsi susu formula dan ibu hamil yang tidak mendapatkan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) memiliki risiko 10,046 lebih besar terindikasi stunting dari pada ibu hamil yang mendapatkan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) dengan ketepatan klasifikasi sebesar 74%
Penerapan Konsep Adaptable dan Transformable pada Peralihanfungsi Sekolah Saat Pandemi
Pandemi yang terjadi saat ini menjadikan sistem pembelajaran mulai dilakukan secara daring sehingga tingkat okupansi Gedung Sekolah menurun. Penurunan tingkat okupansi Gedung Sekolah menyebabkan penurunan efisiensi yang mana pada tahap pembangunannya telah mengkonsumsi banyak energi dan material. Berdasarkan dari pendekatan yang digunakan yaitu sustainable building, yang mana berfokus pada bagaimana bangunan dapat bertahan lama, perlu untuk mempertahankan tingkat okupansi bangunan. Salah satu caranya dengan mengalihfungsikan Gedung Sekolah untuk kegiatan lain, yang mana membutuhkan peran dari fleksibilitas ruang. Jika saja sebelum pandemi Sekolah telah dirancang lebih fleksibel, maka memungkinkan untuk Sekolah dapat beralihfungsi ke program lain tanpa mengalami perombakan yang signifikan sehingga tingkat okupansi Gedung Sekolah dapat dipertahankan. Objek rancang berupa SMA swasta dengan sistem day school yang dapat beralihfungsi menjadi Temporary Community Centre saat pembelajaran dilakukan secara daring dengan menerapkan konsep fleksibilitas ruang, yaitu adaptable dan transformable. Community Centre merupakan program yang terbentuk dari kumpulan aktivitas warga di sekitar lahan Sekolah yang terjadi saat pandemi dan bersifat temporer sehingga program Community Centre akan menghilang saat pandemi berakhir. Dalam proses transformasinya, metode irisan ruang digunakan untuk menghasilkan ruang baru yang dapat memfasilitasi kedua tipologi, sehingga saat beralihfungsi masing-masing tipologi dapat berfungsi secara optimal. Dengan adanya peralihan fungsi Sekolah menjadi Community Centre, menjadikan Gedung Sekolah tetap berfungsi secara optimal pada saat pandemi berlangsung, di sisi lain juga dapat memfasilitasi aktivitas warga sekitar lahan Sekolah di saat pandemi
Konsep Walls’ Music : Perancangan Balai Pertunjukan dengan Pendekatan Desain Sensorik
Penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama dalam berbagai kegiatan termasuk dalam bidang kesenian dan kebudayaan, salah satunya konser musik. Namun, fasilitas konser musik masih sedikit yang mengakomodasi penampil dan penonton penyandang disabilitas untuk dapat menikmati kegiatan secara optimal dan mandiri. Disamping itu, musik memiliki pesan dan cita rasa untuk disampaikan pada penikmatnya, maka sudah sepatutnya hal ini dapat disampaikan dengan berbagai cara komunikasi yang dapat dimengeri berbagai kalangan. Lewat konser musik, pesan tersebut bisa dikomunikasikan tidak hanya dengan media audio, namun juga dengan media visual dan aural. Beriringan dengan hal tersebut, arsitektur juga memiliki kemampuan untuk menjadi media komunikasi untuk menyampaikan makna lebih dari apa yang ditampilkan, terutama dapat dipahami dan dialami melalui pengalaman sensorik. Pendekatan desain sensorik diterapkan untuk memberikan pengalaman eksplorasi ruang yang lebih lengkap dan setara bagi pengunjung disabilitas dan pengunjung pada umumnya. Optimalisasi objek rancang terhadap desain sensorik berfokus pada unsur-unsur dari DeafSpace. Konsep Walls’ Music ditentukan sebagai konsep besar dan diaplikasian pada desain formal arsitektur dan teknis pada objek rancang. Metode musical analogies diterapkan untuk mentranslasi kriteria rancang menjadi bentuk dan konfigurasi. Hasil rancangan berupa susunan massa yang masif dan dinamis sesuai dengan analogi dari musik. Juga, interior auditorium yang memaksimalkan sensorik visual, seperti intervensi pada material dinding yang dapat menerima proyeksi cahaya, dan aural, seperti nuansa kosong dengan memperbanyak void di ruangan
Peramalan Harga Saham Perbankan Menggunakan Model VAR dan Analisis Teknikal
Saham perbankan seringkali menjadi rekomendasi para analis saham karena dianggap sebagai cerminan ekonomi tanah air. Kapitalisasi pasarnya yang besar, yaitu mencapai 57,23% dari 10 emiten terbesar di BEI menjadi daya tarik investor saham untuk berinvestasi sesuai dengan tujuannya. Saham perusahaan perbankan yang tercatat pada Bursa Efek Indonesia sebanyak 45 perusahaan, beberapa di antaranya adalah PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, dan Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Ketiga bank tersebut memiliki total asset dengan rentang yang tidak terlalu jauh sehingga dapat dibandingkan untuk dijadikan rekomendasi kepada investor. Peramalan harga saham dapat diramalkan menggunakan metode multivariate time series dengan model VAR (Vector Autoregressive), sedangkan tren harga saham dapat diketahui dengan analisis teknikal. Model peramalan yang didapatkan untuk ketiga bank yaitu VARI ([1, 3],1) dengan hasil peramalan pada bulan April cenderung konstan. The primary trend ketiga saham cenderung uptrend, sedangkan the secondary trend dan the minor trend cenderung downtrend dan sideways
Pemodelan Return Saham di Perusahaan Sektor Properti dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019
Saham adalah secarik kertas yang menunjukkan hak pemodal untuk memperoleh bagian dari prospek atau kekayaan organisasi yang menerbitkanya. Setiap investasi saham tentunya menginginkan suatu keuntungan yang disebut dengan return. Untuk itu perlu diketahui faktor apa saja yang mempengaruhi Return Saham. Ada 6 faktor yang diduga berpengaruh terhadap Return Saham yaitu yaitu Price to Book Value (PBV), Debt to Equity Ratio (DER), Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM), dan Price Earning Ratio (PER). Permasalahan pada penelitian ini yaitu apakah ke enam faktor tersebut mempengaruhi Return Saham secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan ke enam faktor tersebut dengan Return Saham perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019. Dengan menggunakan metode Regresi Linear Berganda diperoleh hanya terdapat dua faktor yang berpengaruh signifikan terhadap Return Saham yaitu PBV dan PER, dimana PBV berpengaruh positif sedangkan PER berpengaruh negatif. Model regresi yang terbentuk telah memenuhi asumsi dan memiliki tingkat kebaikan model sebesar 86,2%. Dengan demikian untuk mendapatkan Return saham yang tinggi dipilih perusahaan yang memiliki nilai rasio PVB yang tinggi karena semakin tinggi rasio PBV maka harga per lembar saham akan meningkat dan memilik rasio PER yang rendah
Penerapan Threshold Theory dalam Perancangan Ruang Antara Hunian Masyarakat dan Pusat Perbelanjaan
Salah satu cara untuk mengembalikan keterikatan antara bangunan dengan konteksnya adalah dengan memunculkan sebuah ruang antara yang dapat menjadi penampung aktivitas baru sekaligus menjadi penggabung beberapa kebutuhan yang ada. Threshold space di sini akan menjadi sebuah respon yang dapat mengolah ruang antara kedua bangunan yang terlepas dari konteksnya, dalam kasus ini adalah bangunan tiplogi perumahan dan pusat perbelanjaan. Perbedaan Threshold space berbeda dengan ruang antara lainnya adalah memiliki kriteria spesifik yang disebutkan di dalam buku Till Boettger yang berjudul Threshold Space, diantaranya counterbalancing pair of opposites, phases and organization, dan essence and potential. Dari ketiga kriteria yang didapatkan dari pendekatan threshold tersebut akan dieksplorasi kembali elemen arsitektural apa saja yang akan dipengaruhi kriteria-kriteria tersebut. Lalu diaplikasikan ke dalam ruang antara yang sudah terpilih
Seeing the Unseeable: Kamuflase Ruang Terbuka Publik pada Pemakaman Vertikal Bawah Tanah
Urbanisasi penduduk menuju perkotaan menyebabkan kepadatan penduduk terus meningkat. Kontribusi positif ruang terbuka hijau (RTH) publik menjadi komponen terpenting penentu kualitas hidup warga kota, kian sulit ditemui di kota – kota besar Indonesia. Kenaikan angka penduduk di kota juga diiringi dengan meningkatnya angka kematian sehingga diperlukan perencanaan penyediaan RTH publik, terutama penyediaan area pemakaman. Akan tetapi sistem pemakaman konvensional yang masih diterapkan di Indonesia mengokupansi banyak lahan dan menyebabkan pemakaman gagal dalam memproduksi fungsi sekundernya pemakaman berupa ruang sosial untuk rekreasi, refleksi, dan pertemuan budaya disamping fungsi utamanya berupa penyediaan tempat persemayaman jenazah. Hal ini diperburuk dengan peningkatan angka kematian akibat pandemi Covid-19 di Indonesia meningkat tajam mencapai 30.770 jiwa per tanggal 3 Februari 2021 (PPBK DPR RI, 2021). Selain itu, prosesi pemakaman saat ini juga terhambat dengan diterapkannya protokol kesehatan dimana pihak keluarga dan kerabat dilarang untuk menghadiri prosesi pemakaman korban. Padahal WHO merekomendasikan ruang terbuka sebagai tempat aktivitas utama masyarakat demi menghindari penularan virus. Lalu apa yang arsitektur mampu tawarkan? Gagasan arsitektural futuristik konstruktif pemberi nilai tambah terkait pemakaman dan RTH publik menjadi solusi
Karakteristik, Motivasi, dan Segmentasi Wisatawan Lokal Ekowisata Bendungan di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus: Jatiluhur Valley & Resort)
Pariwisata mempunyai dampak besar terhadap perekonomian Indonesia. Namun, adanya pandemi Covid-19, memaksa banyak industri wisata terancam bangkrut. Jatiluhur Valley & Resort merupakan salah satu unit usaha pariwisata di area bendungan Jatiluhur, bendungan terbesar dan bersejarah serta berpotensi menjadi daya tarik wisata unggulan di Jawa Barat. Adanya peraturan khusus dari pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang membatasi mobilitas masyarakat, memaksa perusahaan harus mampu beradaptasi. Dalam upaya tersebut, perusahaan perlu memahami karakteristik, motivasi dan segmentasi wisatawannya saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif bersifat eksploratif dengan data yang dikumpulkan melalui survei dan responden sejumlah 268. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, analisis faktor eksploratif dan segmentasi non-hierarki k-means. Sebagian besar wisatawan berumur 17-25 tahun yang berasal dari Purwakarta, Bandung, dan Jakarta. Dihasilkan dua dimensi utama motivasi berwisata pada ekowisata bendungan yaitu motivasi pengembangan diri dan motivasi rekreasi. Wisatawan juga dikelompokkan berdasarkan motivasinya menjadi empat segmen, yaitu segmen yang tidak memiliki motivasi berwisata khusus, segmen bermotivasi pengembangan diri, segmen bermotivasi rekreasi, dan segmen dengan motivasi ganda yaitu pengembangan diri dan rekreasi. Hasil dari penelitian ini memungkinkan perusahaan untuk dapat mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif dan efisien
Estimasi Model Penyebaran Penyakit Demam Berdarah dengan Menggunakan Metode Ensemble Kalman Filter
Penyakit Demam Berdarah atau juga dikenal dengan Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah utama di Indonesia, salah satunya adalah pada provinsi Sulawesi Selatan. Penyakit Demam Berdarah merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dengan media penyebarannya merupakan nyamuk Aedes Aegypti. Dari masalah tersebut maka diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai penyebaran penyakit demam berdarah. Penelitian yang dilakukan adalah estimasi model matematika penyebaran penyakit demam berdarah. Model yang digunakan adalah model SIRS (Susceptible, Infected, Recovered). Didalam penelitian ini dilakukan estimasi model penyakit demam berdarah dengan metode Ensemble Kalman Filter dan metode Extended Kalman Filter. Pada penelitian ini diperoleh bahwa hasil estimasi untuk jumlah manusia yang terinfeksi penyakit demam berdarah (I_h) mendekati nilai realnya dengan nilai MAPE EnKF yaitu 0.6859% dan MAPE EKF yaitu 0.6578%. sehingga hasil estimasi menggunakan metode EnKF dan EKF dinyatakan akurat. Didapatkan dari hasil simulasi bahwa estimasi model SIRS penyebaran penyakit demam berdarah menggunakan metode Extended Kalman Filter lebih akurat dibandingkan metode Ensemble Kalman Filter