Jurnal Sains dan Seni ITS
Not a member yet
2345 research outputs found
Sort by
Desain Adaptive and Interactive Lighting sebagai Sarana Pendukung Pelaku Work from Home
Sejak COVID-19 ditetapkan sebagai pandemi, pembatasan aktivitas di luar rumah mulai diterapkan untuk mengurangi penyebaran COVID-19. Salah satu upaya ini menyebabkan sebagian besar pekerja harus melakukan pekerjaannya dari rumah atau Work from Home (WFH). WFH menuntut sebagian besar pelakunya menggunakan satu ruangan untuk berbagai tujuan. Sedangkan dalam perencanaan sistem pencahayaan buatan sudah terdapat rekomendasi tingkat pencahayaan minimum untuk tiap-tiap ruangan berdasarkan fungsinya masing-masing. Pencahayaan yang baik di area kerja sangat penting untuk mengoptimalkan kinerja visual, kenyamanan visual, suasana, dan kenyamanan lingkungan kerja. Sebaliknya, pencahayaan yang tidak memadai di area kerja dapat mengakibatkan kelelahan mata diikuti dengan berkurangnya efisiensi kerja, mempercepat lelah, mengganggu konsentrasi, hingga keluhan sakit kepala di sekitar mata. Selain itu, luas dan setting tempat kerja yang digunakan juga menyebabkan kebutuhan akan pencahayaan yang berbeda pula. Penelitian dimulai dengan melakukan observasi fenomena dan peluang yang ada, pengumpulan data lapangan dan literatur, studi dan analisa, penentuan konsep desain, dan beberapa analisis lainnya hingga dihasilkan desain final untuk produk yang dirancang. Penelitian ini berfokus pada menciptakan sebuah desain lampu kerja yang dapat memfasilitasi kebutuhan pencahayaan para pelaku WFH dengan pengaturan pencahayaan yang dapat disesuaikan oleh pengguna berdasarkan aktivitas dan tipe pekerjaan yang dilakukan, serta lokasi dan kondisi tempat kerja yang digunakan
Pemodelan Kasus Covid-19 di Jawa Timur Menggunakan Metode Generalized Poisson Regression dan Negative Binomial Regression
Virus SARS-CoV-2 atau juga dikenal sebagai COVID-19, pertama kali ditemukan di China pada akhir 2019 dan telah menyebar secara global dan menyebabkan lebih dari 178 juta kasus terkonfirmasi dan sebanyak 3,9 juta jiwa meninggal dunia. Untuk kasus di Jawa Timur sendiri kasus COVID-19, hingga bulan Januari 2022 jumlah kasus di Jawa Timur yang terpapar virus COVID-19 sendiri mencapai 402.879 jiwa, sedangkan jumlah yang sembuh mencapai 371.745 jiwa dan meninggal dunia sebanyak 29.774 jiwa. Analisis regresi menggunakan variabel dependen sebagai variabel acak kontinu untuk menganalisis data. Sedangkan Regresi Poisson sendiri merupakan model dengan variabel Y berdistribusi Poisson. Namun dalam model regresi Poisson asumsi sering dilanggar antara estimasi varians yang berada di atas mean (over-dispersion) atau di awah mean (under-dispersion). Salah satu model yang digunakan untuk menangani under-dispersi atau over-dispersi ini yaitu Generalized Poisson Regression dan Negative Binomial Regression. Data yang akan digunakan untuk meramalkan jumlah korban jiwa COVID-19 yaitu data harian di Jawa Timur dari bulan Oktober 2020 sampai dengan Januari 2022. Proses analisis data dilakukan dengan menggunakan software RStudio dengan faktor yang diduga mempengaruhi yaitu, kasus aktif, kasus baru, Stringency Index, dan Bed Occupancy Rate di Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini diharapkan dapat membantu Satuan Tugas COVID-19 Provinsi Jawa Timur dalam pengambilan kebijakan untuk mengantisipasi jumlah pasien berdasarkan faktor – faktor yang berpengaruh signifikan pada penelitian dan juga menambah wawasan mengenai faktor –faktor apa saja yang dapat berpengaruh dengan kasus COVID-19 sehingga masyarakat bisa lebih waspada lagi dalam masa pandemi ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa model terbaik adalah model Generalized Poisson Regression. Hal ini ditunjukan dari nilai -2logL, AIC, dan BIC pada model Generalized Poisson Regression yang lebih kecil daripada model regresi poisson dan model Negative Binomial Regression. Dengan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap jumlah kasus meninggal COVID-19 adalah kasus aktif, kasus baru, Stringency Index, dan Bed Occupancy Rate
Magnetohidrodinamika Radiatif Ferrofluid yang Mengalir di atas Permukaan Bola Berpori Bermagnet
Di dalam pengaturan suhu pada aplikasi termonuklir, masih mengandalkan eksperimen berdasarkan pengalaman empiris. Oleh karena itu, keakuratan pengaturan suhu ini tergantung pada operatornya. Sehingga perlu dikembangkan model matematika untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Model matematika ini dikembangkan dengan menggunakan hukum kekekalan massa, momentum, dan energi. Model matematika tersebut selanjutnya disederhanakan menggunakan persamaan similaritas dengan memanfaatkan fungsi alir. Model yang diperoleh berupa sistem persamaan diferensial biasa nonlinier. Sistem persamaan ini selanjutnya diselesaikan dengan menggunakan metode numerik implisit dengan skema Keller-Box. Metode Keller-Box ini memiliki akurasi tinggi dan lebih efisien. Hasil simulasi menunjukkan bahwa profil kecepatan dan profil temperatur menurun saat parameter magnetik, parameter porositas, dan bilangan Prandtl meningkat. Sedangkan ketika parameter radiasi meningkat, maka profil temperatur juga meningkat, namun parameter radiasi tidak memberikan pengaruh terhadap profil kecepatan
Potensi Aplikasi Mobile untuk Pengembangan Usaha berdasarkan Ulasan Pengguna (Studi Kasus: Appon dan Kuncie)
Pengembangan aplikasi mobile memiliki posisi penting untuk membantu kebutuhan pengguna, salah satunya adalah para pelaku usaha. Potensinya dapat terus dikembangkan dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada dengan memerhatikan interaksi pengguna pada kegunaan aplikasi mobile. Artikel ini akan memaparkan berbagai potensi yang dapat dikembangkan pada aplikasi mobile dengan studi kasus aplikasi AppOn dan Kuncie yang memiliki rating baik bagi pengguna. Data dikumpulkan berdasakan ulasan pengguna pada aplikasi di Google Play dan diklasifikasi menggunakan metode SWOT. Selanjutnya hasil klasifikasi tersebut dianalisis berdasarkan fungsionalitasnya menggunakan parameter usability component yang dapat mengukur kegunaan suatu aplikasi. Ruang lingkup penelitian ini adalah mengidentifikasi fitur aplikasi mobile yang berpotensi membantu pelaku usaha mengembangkan usahanya
Experimen Lighting Decoration Berbahan Anyaman Bambu dengan Studi Kasus UKM Pengerajin Bambu Daerah Kedamean Gresik
Indonesia hampir memiliki sekitar 159 jenis bambu dari 1.500 spesies yang ada di dunia, dan 88 diantaranya merupakan spesies endemik Indonesia. Salah satu bambu yang cukup populer sebagai kerajinan tangan di Indonesia adalah bambu Ori (Bambusa arundinacea) dan juga bambu Apus (Gigantochloa apus). Anyaman bambu di Indonesia memiliki beberapa macam jenis dan teknik. Dari berbagai banyak macam anyamanbambu dapat dikembangkan menjadi produk yang kreatif dengan beragam kebutuhan, seperti pembuatan lampion, tikar, pembatas dinding, sarang burung dan juga peralatan rumah tangga. Di desa Kedamean, kabupaten Gresikterdapat banyak pengrajin bambu tradisional yang kurang diperhatikan pemerintah kabupaten Gresik padahal produk yang dihasilkan rapi dan kuat, tetapi belum bisa bersaing bila dilihat dari segi desain. Hasil dari pengamatan peneliti para pengrajin bambu kedamean Gresik belum bisa bersaing karena menggunakan teknik tradisional yang turun temurun. Berdasarkan hasil observasi,para pengrajin bambu banyak menggunakan bambu Ori yang banyak ditemukan didaerah gresik dan sekitarnya. Karakteristik bambu Ori yang kuat dan awet namun memiliki jarak antar ros yang pendek sehingga menjadi hambatan bagi pengrajin menjadikan bambu Ori sebagai produk kerajinan tangan dan ini menjadi tantangan bagi peneliti. Penelitian ini ingin memberikan ide dan terobosan terhadap masalah UKM pengrajin bambu yang berada di daerah Kabupaten Gresik dengan mengenalkan teknik baru melalui metodedesign thinkinguntuk menghasilkan produk lighting decoration yang memiliki gaya konsep desain yang baru.Berdasarkan hasil eksperimentasi didapatkan kesimpulan bahwa dengan menggunakan teknik yang baru dengan menggunakan bambu Ori; bambu khas Kedamean, dapat dihasilkan desai
Konservasi Cagar Budaya Matan sebagai Ruang Publik dengan Pendekatan Critical Regionalism
Kabupaten Ketapang adalah kabupaten terluas di Provinsi Kalimantan Barat dengan letak yang strategis dan aset pengembangan budaya yang cukup menjanjikan. Isu yang ditemukan dari rekam sejarah, sosial dan ekonomi menunjukkan bahwa masih ada isu keterhambatan nilai sosial yang belum tertuang di kota itu. Agar dapat meningkatkan vitalitas kawasan, langkah yang dilakukan adalah dengan melakukan usaha untuk mengkonservasi cagar budaya berupa komplek heritage Keraton Matan, melalui pendekatan kontekstual berupa Critical Regionalism, dilakukan penggalian berupa analisis tapak, analisis preseden, diagram layering sejarah & aktivitas, untuk melibatkan force sebagai acuan dalam proses merancang. Sehingga hadirlah konsep waterfront, keselarasan dan kontras sebagai respon estetika nusantara, serta ruang produktif yang adaptif
Desain Skyfarming: Area Produksi Pertanian Futuristik pada Lahan Produktif yang Terindustrialisasi
Sektor industri kini menjadi sektor andalan negara untuk mendongkrak kegiatan perekonomian yang berpengaruh besar terhadap tingkat kemakmuran rakyatnya. Industrialisasi merupakan fenomena yang umum terjadi dalam prosesnya, pembukaan lahan baru untuk pembangunan infrastruktur industri kini mulai marak dijalankan. Parahnya, konversi lahan mulai merambah pada alih fungsi lahan produktif, hal ini akan menimbulkan permasalahan baru yakni penurunan kuantitas hasil pangan yang rentan mempengaruhi ketahanan pangan. Selain itu dampak lain dari kehadiran industri di area pertanian adalah adanya polutan yang dilepaskan ke lingkungan sekitarnya sehingga berdampak buruk bagi kesehatan warga sekaligus menurunkan kualitas tanaman pangan. Dengan menggunakan scenario based design dan pendekatan dystopia, penulis merancang sebuah gagasan baru mengenai bentuk pertanian di masa mendatang menanggapi isu industrialisasi. Berbasis Shared Socioeconomic Pathway (SSP) dengan titik acuan waktu pada tahun 2100, rancangan menjadikan skenario tersebut menjadi threats yang harus dihadapi oleh pertanian dan berperan dalam proses developing concept. Rancangan skyfarming merujuk pada prinsip-prinsip fisika, kinerja benda sekitar seperti xylem dan floem, preseden-preseden baik terbangun maupun belum terbangun, sekaligus teknologi yang mungkin diwujudkan di masa mendatang. Rancangan ini menjadi salah satu contoh bagaimana arsitektur mampu melahirkan bentuk baru dari pertanian melalui respon skenario distopia di masa depan
Pengaruh Total Quality Management (TQM) terhadap Kinerja Karyawan PT Bank X
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi persaingan global yang sangat ketat, sehingga setiap perusahaan atau organisasi harus berkerja bersama-sama secara optimal untuk dapat terus berkembang. Terutama pada perbankan yang menjadi pillar penting dalam perekonomian negara. Peneliti memilik PT Bank X yang bertempat di bangkinang karena merupakan satu-satunya bank X yang beroperasi pada kota tersebut dan menjadikan PT Bank X memiliki peran penting dalam kemajuan perekonomian dan kemakmuran dari kota bangkinang. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris dari pengaruh implementasi Total Quality Management terhadap kinerja karyawan pada PT Bank X. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perbaikan berkelanjutan, komitmen jangka panjang, pemberdayaan karyawan, pendidikan dan pelatihan, dan kerjasama tim. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 responden yang sudah bekerja selama lebih dari 1 tahun di Bank X. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan uji regresi linier berganda. Hasil dari pengujian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa variabel perbaikan berkelanjutan, komitmen jangka panjang, pemberdayaan karyawan, pendidikan dan pelatihan, dan kerjasama tim memiliki pengaruh yang signifikan secara simultan terhadap kinerja karyawan dan memiliki tingkat pengaruh sebesar 75,5%. Akan tetapi penerapan perusahaan terhadap variabel perbaikan berkelanjutan, komitmen jangka panjang, pemberdayaan karyawan, dan pendidikan dan pelatihan masih belum baik sehingga peneliti merekomendasikan beberapa hal yang dapat dilakukan oleh PT Bank X untuk memaksimalkan variabel tersebut
Desain Activity Play pada Interior Bangunan Guna Optimalisasi Hidup dan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus dengan Konsep Sensori Integrasi dan Healing Environtment
Autisme merupakan salah satu gangguan perkembangan yang merupakan bagian dari Kelainan Spektrum Autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD). Menurut pemaparan dr Kresno Mulyadi, Sp.KJ, psikiater dari RS Omni Hospital Alam Sutra Jakarta kepada detikHealth (19/12/2012), anak autis umumnya memiliki kecerdasan yang normal dan diatas rata-rata. Tetapi IQ pada anak autis tidak sebanding dengan EQ (Emotional Quotient) dan SQ (Spiritual Quotient) sehingga berakibat merugikan. Bagi penyandang autisme, diperlukan pembinaan dan terapi untuk menyeimbangkan atara IQ, SQ, dan EQ dengan memberikan pendidikan yang berorientasi pada pengembangan potensi kecerdasan yang dimiliki penyandang autisme. Sesuai dengan amanat UUD 1945 Pasal 31, pendidikan adalah hak bagi seluruh warga negara tidak terkecuali bagi Anak-Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) seperti autisme. Dengan adanya UPT Layanan Pendidikan ABK yang non-profit maka dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Berdasarkan pengamatan lapangan terdapat masalah terkait linguae UPT Layanan Pendidikan ABK yang kurang memperhatikan aspek optimalisasi pendidikan dan kehidupan Anak Berkebutuhan Khusus. Dengan menerapkan konsep Healing Environtment diharapkan terciptanya lingkungan dengan beberapa aspek khusus guna optimalisasi pendidikan dan kehidupan Anak Berkebutuhan Khusus. Menurut Cooper Marrcus dan Barnes 1999, “Healing” merupakan proses pemulihan fisik maupun mental dengan mencakup beberapa aspek antara lain, fisik, mental, emosional, dan sosial. Konsep ini ditunjang dengan konsep sensori integrasi yang didasari pada pola pembelajaran anak autis. Menurut Bundy, Lane dan Muray (2003), Sensory Integrastion adalah teori hubungan antara otak dan perilaku. Konsep sensori integrasi diwujudkan dalam stimulus sensori berdasarkan kelima panca indera anak. Sedangkan Healing Environtment diwijudkan dalam penerapan beberapa aspek antara lain aspek alam, indera dan psikologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menciptakan desain interior UPT Layanan Pendidikan ABK Kota Malang yang memiliki fungsi sebagai laynan pendidikan yang tepat guna membantu optimalisasi kehidupan dan pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus
Desain Carbody & Interior Feeder Elektrik Minibus Low-Deck dengan Studi Kota Surabaya
Angkutan Umum atau “angkot” merupakan salah satu moda transportasi umum di Kota Surabaya yang tiap tahunnya mengalami penurunan angka baik di jumlah penumpang dan unit. Pada tahun 2015 jumlah unit angkot yang aktif pada terminal Joyoboyo sebanyak 1.012 unit, sedangkan pada tahun 2019 jumlah berkurang drastis menjadi 188 unit. Hal ini disebabkan oleh penurunan kualitas angkot baik dari kendaraan maupun sistemnya. Jumlah unit kendaraan pada tahun 2015 yang berumur lebih dari 15 tahun mencakup 76% dari jumlah total angkot di seluruh kota Surabaya. Selain unit kendaraan yang sudah tua, headway pada angkot memakan waktu selama 7-8 menit pada jam sibuk pagi, 15-16 menit pada jam sibuk siang, lalu lebih dari 16 menit saat jam sibuk sore. Seharusnya standar headway optimal kendaraan umum adalah sebesar 2-5 menit saat jam sibuk, lalu 5-10 menit untuk jam non sibuk. Hal ini menyebabkan kurangnya minat masyarakat untuk menggunakan transportasi umum yang hanya berpresentase sebanyak 10,88% di Surabaya Transport Index 2018. Di sisi lain, Kemenhub Indonesia yang didukung oleh PERPRES RI nomor 5 tahun 2019 tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (BEV) untuk transportasi jalan memiliki misi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca pada sektor transportasi guna mengurangi polusi udara yang dihasilkan emisi kendaraan. Hal ini sangat membuka potensi bagi kendaraan berbahan bakar elektrik yang memiliki tingkat emisi yang rendah. Maka dari itu Penulis melakukan metode yang mencakup observasi, wawancara, serta shadowing untuk mendapatkan data dari permasalahan. Data yang dikumpulkan lalu digunakan Penulis sebagai penunjang dari Desain carbody dan interior feeder angkutan umum elektrik di Surabaya. Dengan mengganti bahan bakar menjadi elektrik, serta mengembangkan platform mini-van sebagai angkutan umum, Dengan mengusung konsep angkutan umum Easy-to-Access , Akurat dan juga Smart. Desain angkutan umum yang diusung memiliki tingkat emisi yang rendah, akses mudah dan nyaman dinaiki untuk masyarakat Surabaya dari segala umur dan kondisi, serta desainnya dapat melewati berbagai rute di Surabaya. Desain angkutan umum ini akan meningkatkan minat masyarakat Surabaya terhadap transportasi umum. Dari desain angkutan umum yang diusung penulis angka kemacetan, serta polusi udara pun akan turu