Jurnal Sains dan Seni ITS
Not a member yet
2345 research outputs found
Sort by
Perancangan Motion Graphic Eksplainer Sejarah Kereta Api Indonesia untuk Siswa Sekolah Dasar Umur 7-11 Tahun dengan Gaya Gambar Children Illustration
Transportasi massal berperan penting dalam perkembangan industri terutama di Indonesia. Kereta api sudah beroperasi sejak jaman kolonial belanda hingga saat ini hal ini menjadikan kereta api sebagai salah satu moda transportasi massal tertua di Indonesia. Kemampuannya untuk mengangkut manusia hingga barang secara massal berdampak pada perkembangan semua sektor yang ada di Indonesia. Transportasi ini mengalami perubahan yang pesat mulai dari ekspansi rute, perkembangan teknologi, fasilitas hingga peningkatan jumlah pengunjung. Hal ini menjadikan sejarah perkembangan kereta api menarik untuk dijadikan pembelajaran kepada masyarakat sehingga sejarah perkeretaapian di Indonesia dapat dilestarikan serta diimplementasikan seterusnya dalam pengembangan teknologi transportasi. Metode perancangan ini menggunakan dua cara yaitu mencari data sekunder dan data primer. Pengumpulan data primer diawali dengan studi eksisting penyampaian sejarah perkeretaapian yang beredar kemudian melakukan studi eksperimental untuk membuat konsep dan gaya animasi. Data sekunder didapatkan melalui studi literatur mengenai sejarah perkembangan teknologi transportasi di Indonesia serta depth interview dengan ahli naskah untuk evaluasi alur cerita dan konten serta praktisi motion graphic untuk evaluasi konsep animasi. Perancang video animasi eksplanatori ini akan disajikan dalam satu episode yang akan membahas bagaimana sejarah awal mula perkembangan moda transportasi kereta api yang pernah terjadi di Indonesia. Animasi eksplanasi ini diharapkan dapat memberikan bahan pembelajaran alternatif yang baik serta menghibur dengan menyajikan sejarah perkeretaapian. Dengan adanya animasi ini, diharapkan dapat menjadi media yang merangsang rasa keingintahuan siswa sekolah dasar untuk mempelajari dan mengembangkan perkeretaapian di Indonesia
Pendugaan Tingkat Risiko Banjir dengan Menggunakan Extreme Learning Machine dan Extreme Value Theory
Banjir merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di Indonesia, khususnya Surabaya. Banjir yang terjadi baik dalam skala kecil maupun skala besar membawa dampak negatif bagi lingkungan sekitar. Surabaya merupakan salah satu kota dengan tingkat banjir tertinggi di Indonesia, akibatnya beberapa wilayah di Surabaya terendam banjir yang cukup dalam dan menghambat aktivitas warga sekitar. Pada penelitian ini, digunakan data dasarian curah hujan dari salah satu stasiun di Surabaya dengan periode waktu dari Januari 2017 hingga Desember 2021. Pendugaan tingkat risiko pada penelitian ini menggunakan Value at Risk (VaR) dengan pendekatan Extreme Value Theory (EVT). Data penelitian berupa curah hujan akan dilakukan pra-pemrosesan data dengan mengidentifikasi missing value, observasi pencilan (outlier), dan observasi yang tidak sesuai dari data curah hujan di Surabaya. Kemudian mengidentifikasi karakteristik data curah hujan dengan statistika deskriptif dan pola sebaran curah hujan. Setelah didapatkan karakteristik data curah hujan, dilakukan peramalan dengan ELM yaitu data dibagi menjadi beberapa fitur dan target terlebih dahulu, setelah itu dilakukan normalisasi data. Data kemudian dibagi menjadi data training dan data testing untuk proses training dan testing. Kemudian dilakukan pengambilan sampel data ekstrim dengan metode Peaks Over Threshold dan Block Maxima. Lalu dilakukan perhitungan risiko dengan Value at Risk (VaR). Penelitian ini bertujuan untuk menduga tingkat risiko banjir serta menganalisis pengaruh yang dimiliki antara curah hujan dan banjir. Hasil penelitian didapat bahwa model terbaik didapat dengan MAPE data pengujian sebesar 9,81230 dibawah 10%. Data hasil ramalan menunjukan bahwa curah hujan tertinggi terjadi di bulan Februari 2022. Tingkat risiko banjir dapat dilihat dari hasil VaR pada tingkat kepercayaan 90%, 95%, dan 99% yaitu pada GEV secara berturut-turut sebesar 143,9767, 145,1391118, 147,1209043 dan pada GPD sevcara berturut-turut sebesar 334,98, 340,3271661, 354,6074338 sehingga pemerintah Surabaya dapat membuat kebijakan terkait dengan kapasitas drainase atau penampungan air hujan sesuai dengan nilai VaR yang telah diperoleh
Pengendalian Kualitas Statistik Air Higiene Sanitasi Hasil Water Treatment Plant Menggunakan Peta Kendali Spatial Signed Rank MEWMA (SSRM) dan Peta Kendali Spatial Signed Rank double MEWMA (SSRdM)
Unit water treatment plant di PT “X” merupakan unit pengolahan air bersih yang menyediakan, memproduksi, dan menyalurkan air higiene sanitasi sebesar 300 m^3per jam kepada masyarakat. Terdapat lima karakteristik kualitas yang digunakan yaitu tingkat pH air, konsentrasi klorin aktif, kekeruhan (turbidity), total hardness, dan total solid. Proses spesifikasi baku mutu pengolahan air higiene sanitasi PT “X” merujuk pada PERMENKES RI No. 32 Tahun 2017. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah karakteristik kualitas produk air higiene sanitasi PT “X” pada bulan Januari 2021 – Desember 2021. Hasil pengujian dependensi dan normal multivariat menunjukkan bahwa pengendalian kualitas air higiene sanitasi dapat dilakukan dengan menggunakan peta kendali SSRM dan peta kendali SSRdM. Hal ini dikarenakan peta kendali SSRM dan peta kendali SSRdM baik digunakan untuk data yang tidak berdistribusi normal multivariat. Peta kendali SSRdM lebih sensitif dalam monitoring rata-rata proses dibandingkan peta kendali SSRM. Terlihat melalui hasil perbandingan pengendalian kualitas air higiene sanitasi menggunakan peta kendali SSRM dan peta kendali SSRdM dengan beberapa nilai pembobot yang menunjukkan bahwa jumlah pengamatan out of control pada peta kendali SSRdM lebih banyak dibandingkan peta kendali SSRM, sehingga dapat dikatakan bahwa peta kendali SSRdM menggungguli peta kendali SSRM dalam monitoring rata-rata proses data air higiene sanitasi hasil water treatment plant di PT “X”
Pengaruh Kedalaman dan Kecepatan Gelombang Geser Batuan Dasar terhadap Respons Tanah Menggunakan Mikrotremor di ITS Surabaya
Penelitian ini membahas tentang pengaruh kedalaman batuan dasar terhadap karakteristik amplifikasi tanah dengan pendekatan linear dan equivalent-linear di ITS Surabaya, menggunakan data mikrotremor. Profil kecepatan geser (V_S) tanah di lokasi penelitian diperoleh menggunakan pemodelan inversi horizontal to vertical spectral ratio dari mikrotremor dengan asumsi enam lapisan. Berdasarkan SNI-1726-2019, suatu lapisan tanah dikategorikan sebagai batuan dasar jika V_S lapisan tersebut melebihi 760 m/s. Dari hasil inversi diperoleh, V_S lebih besar dari 760 m/s setelah lapisan ke-dua. Sehingga, gelombang sintetik (input motion) diletakkan pada bedrock dengan kedalaman yang berbeda-beda untuk menentukan amplifikasi tanah. Parameter-parameter yang digunakan berupa Fourier amplitude ratio (FAR), psuedo spectral acceleration (PSA), dan ground motion proxy. Hasil akhir dari penelitian berupa pengaruh kedalaman bedrock terhadap terhadap respons tanah. Didapatkan bahwa pada pendekatan linear maupun equivalent-linear, semakin dalam batuan dasar, semakin tinggi puncak dari Fourier amplitude ratio (FAR), dan psuedo spectral acceleration (PSA). Pendekatan linear menghasilkan FAR dengan 4 puncak, dengan 3 puncak berada pada periode <0,5 s dan puncak terakhir berada di periode 0,75-1,25 s. Pendekatan equivalent-linear mendapatkan FAR dengan 1 puncak yang berada di periode 0,85-1,29 s. Hal ini disebabkan adanya energi hilang akibat damping pada periode rendah. Pada analisis ground motion proxy, didapatkan nilai peak ground acceleration (PGA), peak ground velocity (PGV), dan peak ground displacement (PGD) pada pendekatan linear terus meningkat seiring naik ke permukaan dari batuan dasar, namun pada pendekatan equivalent-linear, ground motion proxy mengalami penurunan dan kenaikan yang bervariasi pada kedalaman 40 meter. Hal ini disebabkan oleh nonlinearitas tanah berada di kedalaman hingga 40 meter
Perbandingan Reduktor Hidroksilamin Hidroklorida dan Natrium Oksalat dalam Penentuan Fe Menggunakan Spektrofometer UV-Vis dengan Pengganggu Ion Mn2+
Penelitian analisis gangguan ion Mn2+ dalam penentuan Fe(II) fenantrolin dengan pereduksi natrium oksalat dan hidroksilamin pada kondisi optimum menggunakan sprektofotometer UV-vis telah berhasil dilakukan. Kompleks Fe(II) fenantrolin memiliki panjang gelombang pada 511 nm untuk kedua reduktor. Pengukuran kurva kalibrasi pada reduktor natrium oksalat memiliki nilai koefisien determinasi (r2) sebesar 0,9989. Pada reduktor hidroksilamin hidroklorida kurva kalibrasi didapatkan nilai koefisien determinasi sebesar 0,9957. Ion Mn2+ dapat mengganggu analisa Fe(II) fenantrolin dengan menurunkan absorbansi besi. Pada reduktor natrium oksalat, Mn2+ mulai mengganggu saat konsentrasi Mn2+ 0,4 ppm dengan %recovery 93,45%, sedangkan pada reduktor hidroksilamin hidroklorida Mn2+ mulai mengganggu pada konsentrasi 2 ppm dengan %recovery sebesar 94,89%
Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Pelayanan di Swalayan X
Ditengah persaingan usaha yang terjadi akhir-akhir ini, terutama pada sektor perdagangan retail misalnya saja swalayan, banyak pelaku usaha merancang strategi untuk menggait konsumennya. Salah satunya dengan memberikan kepuasan pelayanan terhadap konsumen, Sehingga kepuasan konsumen adalah permasalahan yang perlu diperhatikan bagi pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya dan mampu bersaing dengan pelaku usaha lainnya. Maka dari itu, hal ini mendasari penelitian untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan di swalayan X kelurahan Keputih, kecamatan Sukolilo, kota Surabaya menggunakan analisis Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA), dengan tujuan untuk memberikan evaluasi terhadap pelayanan di Swalayan tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tingkat kepuasan konsumen di swalayan X terhadap kenyataan dari atribut-atribut kualitas pelayanan sebesar 0,7 dimana nilai tersebut menurut tabel kriteria CSI berada di rentang 0,66 – 0,80 yang berarti bahwa konsumen Swalayan X merasa puas terhadap pelayanan yang diterima, kemudian mayoritas yang berbelanja yaitu perempuan dan mayoritas usia diatas 45 tahu
Aplikasi Corak Budaya Kalimantan Barat pada Desain Instalasi Kinetik Interior Bandar Udara Internasional Supadio
Bandara Internasional Supadio (PNK) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa transportasi udara yang berada di bawah manajemen PT. Angkasa Pura II (Persero). Bandar Udara ini terletak di 17 KM arah tenggara Kota Pontianak, tepatnya di Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Sebagai pintu utama memasuki Kalimantan Barat jalur udara, Bandara Internasional Supadio menjadi salah satu bandara yang sibuk melayani jutaan penumpang tiap tahun. Banyaknya jumlah pengunjung yang menggunakan Terminal Bandara, dapat meningkatkan rasa stres dan ketakutan pengguna. Hal ini dapat menimbulkan berbagai masalah lain yang dapat mengganggu pengunjung itu sendiri serta sirkulasi dalam terminal. Melalui uraian tersebut dapat disusun hipotesis bahwa dalam desain sebuah Bandar Udara dengan implementasi instalasi kinetik dengan sentuhan budaya lokal, diharapkan dapat menjadi sarana penyambutan penumpang serta menunjukkan ciri khas dari suatu daerah. Pada tulisan ini dibahas mengenai aplikasi corak budaya Kalimantan Barat pada desain instalasi kinetik yang akan dipasang pada objek perancangan
Arsitektur dan Trauma: Manifestasi Memori Traumatis Korban Pelecehan Seksual pada Perancangan Museum
Saat ini sering terjadi tindakan yang menyudutkan korban pelecehan seksual. Hal tersebut dapat mempengaruhi keberlangsungan kehidupan korban yang harus hidup dalam ingatan traumatik. Dapat dilihat dari kasus-kasus yang ada, masyarakat cenderung acuh dan tidak memiliki empati pada korban. Dengan demikian, bagaimana jika bangunan dapat memberikan sensasi dari ingatan traumatic? Apakah sebuah rancangan bangunan dapat menimbulkan empati masyarakat? Dengan menerapkan pendekatan traumatic-informed design yang berhubungan langsung dengan teori memory, perception and sensation, serta performative design, narasi dan perasaan ditranslasikan dalam bentuk ruang dan peletakan ruang yang sekuensial sesuai dengan alur cerita dari kejadian pelecehan dan kekerasan seksual. Sebagai referensi, pada rancangan ini menggunakan referensi cerita dari film 27 steps of may dan Unbelievable. Perancangan ini menerapkan concept-based sebagai framework dengan ide besar ‘storing traumatic memory as events’. Dengan bantuan domain transfer, beberapa ide diterjemahkan dalam kedalam domain arsitektur berupa sekuel peletakan ruang, suasana, bukaan, dan jenis-jenis material pada bangunan. Hasil perancangan adalah sebuah bangunan museum interaktif yang memunculkan emosi pada suasana ruang
Intervensi Konsep Transparansi sebagai Stimulan Ruang Interaksi Sosial Remaja
Transparansi dalam ranah Arsitektur biasa dipahami dengan permukaan tembus pandang yang dapat membatasi dua ruang dengan keadaan berbeda. Penelitian ini menekankan pada eksplorasi transparansi pada ruang interaksi sosial remaja yang mewadahi kegiatan dengan aktivitas yang beragam. Menggunakan pendekatan arsitektur dan perilaku serta metode person-centered mapping, penelitian merupakan bagian dari rancangan ruang publik sebagai respon dari karakteristik atau pola perilaku manusia yang difokuskan pada remaja. Memetakan pergerakan dan perilaku manusia, manusia menjadi aspek penting yang memengaruhi keseluruhan rancangan. Sehingga dengan intervensi konsep transparansi, rancangan diharapkan dapat menjadi wadah berupa ruang interaksi sosial remaja yang berkualitas
Arsitektur dan Mutualisme : Pusat Restorasi Fokus Akibat Stres Urban dengan Pendekatan Healing Environment dan Animal Aided Design di Jakarta
Masyarakat yang tinggal di area urban memiliki resiko terkena stress lebih tinggi dibandingkan masyarakat yang tinggal di area rural. Faktor lingkungan urban memegang pengaruh yang besar untuk kontribusi stres yang terjadi pada manusia. Sehingga, dibutuhkan sebuah ruang untuk membantu meredakan rasa stres yang dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat urban, berupa Pusat Restorasi Fokus dengan cara menurunkan stres. Menggunakan pendekatan healing environment yang memasukkan aspek alam-flora, fauna, air, cahaya matahari, angin, dll serta penerapan Animal-Aided Design pada Pusat Restorasi Fokus ini. Aspek hewan yang digunakan berupa hewan domestik liar, berupa kucing yang over populasi dan merupakan salah satu masalah pada area urban. Permasalahan yang terjadi pada manusia dan kucing di area urban-Jakarta ternyata dapat diselesaikan melalui hubungan simbiosis mutualisme antara kedua makhluk hidup ini. Interaksi manusia dan kucing menjadi kunci yang dapat mereduksi stress manusia dan area Pusat Restorasi Fokus dapat menjadi area yang memberikan ruang gerak yang sesuai dengan kebutuhan kucing