Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea
Not a member yet
    195 research outputs found

    Parameter genetik pada kombinasi uji provenan dan uji keturunan Araucaria cunninghamii asal Manokwari (Papua) di Bondowoso, Jawa Timur

    Get PDF
    Araucaria cunninghamii sebagai bahan baku pulp serat panjang perlu dipertimbangkan di masa mendatang yang saat ini masih diimport dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pulp serat panjang di Indonesia. Sumber benih unggul dari jenis tersebut perlu dipersiapkan sejak dini untuk mengetahui peningkatan genetik yang dihasilkan. Kombinasi uji provenan dan uji keturunan A.cunninghamii di Bondowoso, Jawa Timur adalah salah satu penelitian yang dibangun untuk menghasilkan benih A.cunninghamii yang berkualitas di masa yang akan datang. Plot ini dirancang menggunakan rancangan acak lengkap berblok (RCBD) dengan 28 famili, 4 pohon per plot dan 8 blok dengan jarak tanam 4 x 3 m. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada umur 5 dan 10 tahun rerata tinggi dan diameter pohon berturut-turut sebesar 5,47 m; 8,20 cm dan 16,05 m; 20,59 cm, rerata volume pohon/ha sebesar 8,02 m3/ha dan 74,52 m3/ha; riap volume pohon sebesar 1,60 m3/ha/tahun; 7,45 m3/ha/tahun. Pada umur 5 tahun berbeda nyata terhadap diameter batang, sedangkan pada umur 10 tahun menunjukkan perbedaan yang nyata antar provenan terhadap kedua sifat yang diukur. Pada umur 5 dan 10 tahun nilai heritabilitas famili dan individu tergolong sedang, h2f = 0,4 - 0,5 , h2i = 0,2 - 0,3 dan h2f = 0,40 - 0,47, h2i = 0,28 - 0,29 sedangkan heritabilitas di dalam famili (h2wf) sebesar 0,41 - 0,48. Korelasi genetik umur 5 dan 10 tahun cukup tinggi (rg=0,62; 0,82). Taksiran peningkatan genetik untuk tinggi pohon dan diameter batang dari hasil seleksi di dalam famili adalah sebesar 0,10% dan 0,07% pada umur 5 tahun serta 0,53% dan 1,01% pada umur 10 tahun

    Uji antagonisme Trichoderma spp. terhadap Ganoderma sp. yang menyerang tanaman sengon secara in vitro

    Get PDF
    Ganodermasp.adalah cendawan patogen yang dapat menyebabkan penyakit busuk akar pada tanaman sengon (Falcataria mollucana). Ganodermasp. sulit dideteksi karena gejalanyamirip dengan gejala penyakit akar lainnya.Penelitian dilaksanakan di LaboratoriumFakultas Kehutanan IPByang bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan diameter koloni Ganodermasp. dan Trichodermaspp. dan mempelajari kemampuan Trichoderma spp.dalammenghambat pertumbuhan koloni isolat Ganodermasp. pada media PDA dan MEA secara in vitro.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pertumbuhan diameter koloni isolat Ganodermasp. pada media PDA (7,09 mm/hari)lebih cepat daripada pertumbuhan pada media MEA (5,41 mm/hari).Laju pertumbuhan diameter koloni isolat Trichodermaspp. pada media PDA diperoleh nilai rata-rata secara berturut-turut yaitu T. viride(69,67 mm/hari), T. harzianum(56,49 mm/hari), dan T. pseudokoningii(42,04 mm/hari). Sedangkan pada media MEA diperoleh nilai rata-rata tertinggi dari pertumbuhan diameter koloni isolat berturut-turut untuk T. pseudokoningii(77,29 mm/hari), T. harzianum(66,50 mm/hari), dan T. viride(59,67 mm/hari). Persentase penghambatan Trichodermaspp.tertinggi ditunjukkan oleh T. harzianum(73,60%) dibandingkanT. pseudokoningii(59,76%), dan T. viride(46,47%)

    Karakteristik Pertumbuhan Cendana (Santalum album Linn.) Asal Populasi Pulau Sumba

    Get PDF
    Cendana (Santalum album Linn.) merupakan jenis tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi dengan adanya kandungan minyak atsiri pada kayu terasnya. Nilai ekonomi tinggi pada kayu cendana mendorong tindakan eksploitasi terhadap jenis tersebut. Eksploitasi tanpa diimbangi dengan upaya regenerasi berdampak pada penurunan populasi di alam yang mengakibatkan penurunan variasi genetik jenis tersebut. Penyelamatan materi genetik yang masih tersisa dapat dilakukan dengan konservasi Ex-Situ sekaligus digunakan sebagai populasi dasar untuk tujuan pemuliaan di masa mendatang. Pada tahun 2013, Balai Penelitian Kehutanan Kupang (BPK Kupang) telah membangun plot konservasi Ex-Situ cendana yang berasal dari populasi Pulau Sumba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan pengaruh faktor genetik terhadap karakteristik atau sifat pertumbuhan cendana dari populasi Pulau Sumba sampai dengan umur 6 bulan setelah penanaman. Rancangan penelitian disusun dengan rancangan Incomplete Block Design (IBD) yang terdiri dari 57 famili, single treeplot dan 5 blok sebagai ulangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa rerata pertumbuhan tinggi dan diameter tanaman uji sampai dengan umur 6 bulan masing-masing sebesar 37,36 cm dan 3,88 mm. Taksiran nilai heritabilitas famili (h2f) untuk tinggi dan diameter masing-masing sebesar 0,80 dan 0,55

    Pemanfaatan Mikrohidro Untuk Membangun Desa Mandiri Energi

    Get PDF
    To enhance active participation of local communities in forest management, the benefit of forest services to fulfill their basic need should be maximized. This research has been carried out to examine the potential of forest and the village to be an energy self-sufficient village. The specific objectives of the research are to: 1) acquiring data of village potential for microhydro development, 2) establishing a microhydro installation by maximizing the benefit of water power, and 3) acquiring data of potential impact of microhydro development on well local community participation and awareness. The research methods were direct observation, interviews and descriptive analysis. Based on field situation, the design and manufacture of turbine engine has been assembled to produce electricity of 10 KVA. Consumers were 131 households allied in group to operate the microhydro properly. The establishment of microhydro have enhanced positive perception on forest-water yield, collective participation, awareness and sense of ownership of the villagers to forest ecosystem

    Uji Coba Hibrid Morus khunpai dan M. indica Sebagai Pakan Ulat Sutera (Bombyx mory Linn.)

    Get PDF
    Tersedianya tanaman murbei yang baik merupakan salah satu faktor penentu kontinuitas pemeliharaan ulat sutera. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kecocokan hibrid jenis Morus khunpai dan jenis M.indica (hibrid KI) sebagai pakan ulat sutera yang dapat dilihat pada kualitas kokon dan serat sutera yang dihasilkan. Hibrid KI tersebut merupakan hasil persilangan terkendali dari induk betina M.khunpai dan induk jantan M.indica S-54. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Variabel yang diamati adalah persentase larva mengokon, persentase kokon normal, bobot kokon, bobot kulit kokon, ratio kulit kokon dan panjang serat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kokon dan serat ulat sutera yang diberi pakan tanaman murbei hibrid jenis M.khunpai dan M.indica (hibrid KI) cenderung menunjukkan nilai lebih rendah dibanding murbei induk (M.khunpai, M.indica) dan kontrol (M.nigra) Kondisi ini menunjukkan bahwa kecocokan hibrid jenis M.khunpai dan M.indica (hibrid KI) sebagai pakan ulat sutera cenderung belum terlihat

    Kajian etnobotani masyarakat adat suku moronene di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai

    Get PDF
    The Moronene ethnic living in the forests of Rawa Aopa Watumohai National Park has strong interaction with nature and environment around the park. The interaction of indigenous people with their environment produced the wisdom to manage the natural resources for sustainable benefit. This study was aimed to comprehend various forms of plants utilizations by this local community. The method used is field survey, included interviews, plant identification and data analysis. The data was collected by semi-structured interviews with respondents. Plant specimen collection was conducted together with key informants. The data was analyzed with descriptive qualitative method. The utilization of plants by indigenous peoples of Moronene tribe is divided into three major groups, including for food, medicine and traditional ceremony. As much as 124 species, including 68 species for food, 65 species for medicine and 10 species for traditional ceremony were identified

    Pertumbuhan tanaman pulai darat (Alstonia angustiloba Miq.) dari empat populasi pada umur satu tahun di Wonogiri, Jawa Tengah

    Get PDF
    This experiment aims to identify the effects of population sources and parent trees on the growth of Alstonia angustiloba of one year old. This experiment was arranged in randomized complete block design. The research used two factors, i.e. population sources (Carita-Banten, Pendopo-Muara Enim, Lubuk Linggau-Musi Rawas and Solok- West Sumatera), and parent trees (43 parent trees). In this experiment, parent trees factor was nested in the population sources. The result showed that population sources and parent trees significantly affected the parameters measured, i.e. height and stem diameter. Pendopo and Carita were the best two populations in terms of height (1,612 m and 1,597 m, respectively) and stem diameter (2,567 cm and 2,686 cm, respectively). The best ten parent trees for height were parent trees number 13 (1.884 m), 16 (1.808 m), 17 (1.773 m), 8 (1.688 m), 6 (1.684 m), 15 (1.682 m), 20 (1.677 m), 36 (1.652 m), 18 (1.652 m) and 14 (1.630 m). The best ten of parent trees for stem diameter were parent trees number 16 (3.171 cm), 7 (3.116 cm), 13 (3.105 cm), 8 (3.027 cm), 36 (3.022 cm), 27 (2.974 cm), 15 (2.925 cm), 30 (2.787 cm), 6 (2.766 cm) and 18 (2.757 cm)

    Perencaaan Penggunaan Lahan Dan Pengaruhnya Terhadap Sumberdaya Air Di DAS Way Besai-Lampung

    Get PDF
    The problems on water resource are the decreasing of water supply due to the impact of land use changes. The population growth and the rising economy activity lead to the increasing of water demands. Way Besai area of 44,720 hectares has an important role in the provision of water resources. The aims of this research are: to assess the water supply and demand, to assess the water balance and, to formulate the best recommendation of land management planning. This research was conducted in 2011. The SCS (Soil Conservation Service) model was applied to determine land use planning scenarios and run-off prediction. The result shows that the water demand in Way Besai Watershed is 441,450,909m3/year, while water supply is 460,452,600 m3/year. Application of community forestry by applying agroforestry system, implementation of forest rehabilitation on area outside HKm permit, and conducting the change for coffee monoculture to mixed coffee crop in the area outside the forest is considered the best scenario of land management for Way Besai watershed. This scenario could produce 1,055.79 mm/years run-off, coefficient total runoff is 38.52%, water supply is 472,147,141 m3/years, storage is 7,911,616 m3/years and, can meet the of water demand in the dry months at 58.48%

    Analisis stakeholders pengelolaan kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK) mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan

    Get PDF
    Forest for special purpose of Mengkendek (KHDTK Mengekendek) which directly adjacent to settlement is vulnerable to encroachment, illegal logging, illegal grazing, and forest fires. Requiring the involvement of stakeholders in helping to overcome the existing problems so that the objectives of KHDTK Mengkendek can be realized. This study aims to identify, mapping and formulate the role of stakeholders in the management KHDTK Mengkendek. The data was collected through interviews and focus group discussions then analyzed in descriptive qualitative. The results showed that there are six stakheholders in the management KHDTK Mengkendek. Forestry Research Institute of Makassar, Forestry Office of Tana Toraja, government village/lembang, and traditional institutions (tongkonan) are key players in the management KHDTK Mengkendek. Communication and coordination with the stakeholders must be done well so that the objectives of KHDTK Mengkendek management can be realized

    Struktur Dan Komposisi Jenis Hutan Mangrove Di Golo Sepang–Kecamatan Boleng Kabupaten Manggarai Barat

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komposisi jenis hutan mangrove di Desa Golo Sepang, Manggarai Barat. Indeks Nilai Penting (INP) dan Indeks keragaman yang diperoleh dari analisis vegetasi digunakan sebagai indikator untuk menggambarkan struktur dan keragaman hutan mangrove. Metode jalur dan garis berpetak digunakan dalam analisis vegetasi. Secara total terdapat 10 jalur dan 30 plot untuk mendapatkan data jenis-jenis mangrove, nilai parameter pertumbuhan (tinggi dan diameter) dan informasi terkait lainnya. Dari hasil penelitian diketahui bahwa terdapat 10 jenis dari 5 family yaitu Rhizophoraceae (Ceriops tagal (Perr), Rhizophora apiculata (Bi), R. mucronata Lmk., Bruguiera parviflora (Roxb.), B. sexangula (Lour) dan B. gymnorrizha (L.) Lamk.), Fabaceae (Derris trifoliata Lour), Meliaceae (Xylocarpus granatum Koen), Pteridaceae (Acrosthicum aereum Linn) dan Lythraceae (Phempis acidula Forst). R. apiculata (Bi) merupakan jenis yang paling dominan pada 7 dari 10 lokasi pengamatan. Pada dua lokasi yaitu di Sotri dan Muara kiri nilai INP jenis R. apiculata (Bi) mencapai 300%. Kerapatan individu/ha tertinggi terletak di Sotri yaitu 1.300 pohon/ha sedangkan yang terendah terdapat di Muara Kanan yaitu 100 pohon/ha. Keragaman jenis pada semua lokasi pengamatan masuk dalam kategori rendah dimana lokasi di Nampar Muara memiliki indeks keragaman paling tinggi yaitu sebesar 1,06

    188

    full texts

    195

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇