Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain
Not a member yet
    545 research outputs found

    Analisis Hidrolika dan Perencanaan Tinggi Jagaan (Freeboard) Jembatan Kereta Api (BH-102 KM. 53 + 778) pada Sungai Way Tipo Bekri Kabupaten Lampung Tengah

    No full text
    The planning of a railway bridge over the river is carried out by analyzing the hydraulic factors on the river in accordance with PM No. 60 of 2012 concerning Technical Requirements for Railway Lines. Hydrological and hydraulics analysis was carried out using the HSS Nakayasu method and the HEC-RAS v5.0.7 application program. This study aims to analyze the height of the flood water level based on hydraulic factors on the Way Tipo River and to design a guard height limit (freeboard) railway bridge based on the previously calculated water surface elevation results. Hydraulic analysis and high maintenance planning (freeboard) railway bridge (BH-102 KM. 53 + 778) on the Way Tipo Bekri River, Central Lampung Regency, resulting in flood discharge values for 50 and 100 year return periods of 742,281 m respectively3/s and 854,431 m3/s, the flood water level (MAB) is +45,38 m and +45,51 m, as well as the freeboard the length of the bridge is 1,32 m for the 50 year return period and 1,19 m for the 100 year return period in terms of the difference between the flood water level and the bottom girder of the bridge. It was concluded thatfreeboard The obtained railroad bridge meets the planning criteria, namely at least 1 meters from the bottom girder of the bridge to the flood water level.Key words : railway bridge, hydrology, hydraulics, HSS Nakayasu, HEC-RAS. Perencanaan jembatan kereta api di atas sungai dilakukan dengan menganalisa faktor hidrolika pada sungai sesuai dengan PM No.60 Tahun 2012 tentang Persyaratan Teknis Jalur Kereta Api. Analisis hidrologi dan hidrolika dilakukan menggunakan metode HSS Nakayasu dan program aplikasi HEC-RAS v5.0.7. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tinggi muka air banjir berdasarkan faktor hidrolika pada Sungai Way Tipo serta merancang batas tinggi jagaan (freeboard) jembatan kereta api berdasarkan hasil elevasi muka air yang telah dihitung sebelumnya. Analisis hidrolika dan perancangan tinggi jagaan (freeboard) jembatan kereta api (BH-102 KM. 53 + 778) pada Sungai Way Tipo Bekri Kabupaten Lampung Tengah menghasilkan nilai debit banjir untuk kala ulang 50 dan 100 tahun masing-masing sebesar 742,281 m3/s dan 854,431 m3/s, elevasi muka air banjir (MAB) sebesar +45,38 m dan +45,51 m, serta nilai freeboard jembatan adalah 1,32 m untuk kala ulang 50 tahun dan 1,19 m untuk kala ulang 100 tahun ditinjau dari selisih antara elevasi muka air banjir dengan gelagar terbawah jembatan. Disimpulkan bahwa freeboard jembatan kereta api yang diperoleh sudah memenuhi kriteria perencanaan yaitu minimal 1 meter dari gelagar terbawah jembatan terhadap muka air banjir. Kata kunci : jembatan kereta api, hidrologi, hidrolika, tinggi jagaan, HSS Nakayasu, HEC-RAS

    Pemodelan Gedung Perawatan Neurologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Menggunakan Building Information Modeling (BIM)

    Get PDF
    Building Information Modeling (BIM) merupakan salah satu teknologi yang mempresentasikan digital dari karakteristik fisik dan fungsional dari suatu bangunan yang memuat informasi mengenai bangunan tersebut. Salah satu software yang mendukung konsep Building Information Modeling ialah software Autodesk Revit. Tujuan dari penelitian ini ialah memodelkan Gedung Perawatan Neurologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung dengan menerapkankonsep BIM serta mendapatkan output volume pada pekerjaan cat dinding, pintu, dan jendela untuk setiap ruangan tiap lantai sebagai referensi pengambilan keputusan pada pemeliharaan dan perawatan. Pada penelitian ini menggunakan data as built drawing dan juga tinjauan lapangan. Pemodelan diawali dengan mengatur satuan, membuat grid dan level, membuat family struktur serta memodelkannya, membuat family arsitektur serta memodelkannya, membuat identity data, melakukan clash check, selanjutnya mengeluarkan hasil volume sesuai tujuan penelitian. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa memodelkan Gedung Perawatan Neurologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung menggunakan konsep Building Information Modeling (BIM) lebih efektif karena output volume yang didapatkan tidak hanya secara menyeluruh tetapi dapatdikhususkan pada lantai maupun ruangan tertentu.Kata kunci : Building Information Modeling (BIM), Autodesk Revit, Pemeliharaan dan Perawata

    Karakteristik Arus Lalu Lintas Pada Jalan 2/2 Tidak Terbagi

    Get PDF
    The conditions of volume, speed, and density are influenced by the interaction of the driver and the vehicle with the road and the environment. One of the way to understand traffic behavior is by describing it in mathematical and graphical form.Through analysis of the relationship between volume, speed, and density can be known information about the current traffic flow conditions. The Greenshield model is used to represent the mathematical relationship between volume, speed, and density. The purpose of the study to analyze the characteristic relationship on 2/2 roads with an undivided type. Based on the results of calculating the mean speed, the service level of this road is type E. The mean speed in the morning is 28.78 km/hour towards Teluk and 25.44 km/hour towards Tanjung Karang. It concluded that the mean speeds of vehicles at this research location are not according to the Regulation of the Minister of the Republic of Indonesia Number 96 of 2015, where for secondary arterial roads with a service level of at least C, namely 60 km/hour.Based on the analysis of the relationship between traffic characteristics using the Greenshield model obtained (r2) = 0,276

    Evaluasi Jumlah Armada Angkutan Kota Bandar Lampung Trayek Rajabasa-Tanjung Karang Berdasarkan Load Factor Angkutan

    Get PDF
    Salah satu sarana transportasi yang memiliki peranan penting untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat perkotaan adalah angkutan kota. Ketersediaan angkutan harus seimbang juga dengan jumlah permintaan agar kinerja angkutan dapat berjalan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah armada yang beroperasi saat ini apakah sudah sesuai dengan faktor muatannya.Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini antara lain : jumlah angkutan kota yang beroperasi saat ini dan jumlah penumpang yang naik/turun angkutan. Diketahui bahwa berdasarkan Keputusan Jendral Direktorat Perhubungan Darat Nomor 687 Tahun 2002 nilai ideal load factor angkutan umum adalah sebesar 70%. Penelitian dilakukan selama satu minggu pada periode sibuk pagi, siang dan sore. Penelitian dilakukan di sepanjang rute angkutan yaitu dari Terminal Rajabasa menuju Tanjung Karang. Dari penelitian diperoleh jumlah armada angkutan kota yang beroperasi saat ini ialah sebanyak 25 armada dan nilai load factor angkutan ialah sebesar 46%. Itu artinya perlu dilakukan pengurangan jumlah armada agar kinerja angkutan dapat berjalan dengan baik.Kata kunci : angkutan kota, kinerja, transportasi

    Perencanaan Rotasi Bekisting dengan Building Information Modelling (BIM) (Studi Kasus Gedung Kuliah A Fakultas Kedokteran Universitas Lampung)

    Get PDF
    This research plans the volume and rotation of formwork. Formwork modelling in the LectureBuilding A project of Faculty of Medicine, University of Lampung used the concept of BuildingInformation Modeling (BIM). This research aims to model formwork for plate, column and shearwall works and determine the rotation method used in the Lecture Building A project of Faculty ofMedicine, University of Lampung by applying the concept of Building Information Modeling(BIM). The results showed that the formwork volume in Revit was smaller than the BoQ volume inthe project. Expressed the difference in column volume results by 285.03 m2 (36.31%), platevolume of 205.13 m2 (30.63%), and shear wall volume of 26.138 m2 (13.4%). And in theformwork output of the beam structure with the sampling method of the deck floor +25 beam typeB2 (400x250), the total volume result is 33.2639 m2 (4.38%). And then results of the rotationanalysis total volume of formwork required in the shear wall structure amounted to 67,554 m2(40.01 %), 213.39 m2 (42.67 %) of columns, and 195.37 m2 (42.06 %) of plates.Keywords: Formwork, Building Information Modelling (BIM), Volum

    Perbandingan Karakteristik Campuran Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) Menggunakan Agregat Tanjungan dan Agregat Way Kanan

    Get PDF
    Roads are one of the land transportation facilities that have an important role in the development of a region. In road construction today, many asphalt concrete mixtures are used which will produce a waterproof and long-lasting pavement layer. The availability of materials at the research location greatly influences the effectiveness of making asphalt concrete mixtures and tends to be cheaper to mobilize. This research was conducted to analyze the comparison of the physical properties of the aggregate and the characteristics of the asphalt concrete mixture in the layers Binder Course using aggregates originating from Tanjungan subdistrict, South Lampung and Way Kanan districts based on Marshall testing methods based on the 2018 Bina Marga specifications. The conclusion of this research is that the mixture using aggregate from Tanjungan is better than the mixture using aggregate from Way Kanan. This is because from the test results it is known that the mixture using aggregate from Tanjungan has better resistance and tightness than the mixture using aggregate from Way Kanan. Key words : asphalt concrete, aggregate, marshall, mixture Jalan merupakan salah satu fasilitas transportasi darat yang mempunyai peran penting dalam perkembangan suatu wilayah. Pada konstruksi jalan saat ini sudah banyak menggunakan campuran aspal beton yang akan menghasilkan lapisan perkerasan yang kedap air dan tahan lama. Ketersediaan bahan atau material di lokasi penelitian sangat berpengaruh dalam efektivitas pembuatan campuran aspal beton dan cenderung lebih murah dalam mobilisasinya. Penelitian ini dilakukan untuk menganilisis perbandingan sifat fisik agregat dan karakteristik campuran aspal beton pada lapisan Binder Course menggunakan agregat yang berasal dari kecamatan Tanjungan, Kabupaten Lampung Selatan dan Way Kanan berdasarkan metode pengujian Marshall berdasarkan spesifikasi Bina Marga 2018. Kesimpulan dari penelitian ini adalah campuran yang menggunakan agregat asal Tanjungan lebih baik dari pada campuran yang menggunakan agregat asal Way Kanan. Hal ini dikarenakan dari hasil pengujian diketahui bahwa campuran yang menggunakan agregat asal Tanjungan memiliki ketahan dan kekedapan yang lebih baik dibandingkan campuran yang menggunakan agregat asal Way Kanan. Kata kunci : aspal beton,agregat, marshall, campuran

    Pengaruh Air Payau Terhadap Kuat Tekan Beton dengan Semen PCC

    Get PDF
    AbstractConcrete is a type of construction that is widely used today, one of which is water building infrastructure. Concrete must be resistant to various environmental conditions, such as brackish water. Brackish water is an aggressive environment with chemical contents that can interfere with the compressive strength of concrete. Currently, PCC type cement (Portland Composite Cement) tends to be more widely used than OPC (Ordinary Portland Cement) because the price is cheaper and more environmentally friendly, which has an impact on global warming. The aim of this research is to determine the impact of the aggressive environment of brackish water on the compressive strength of concrete with PCC cement. 18 cylindrical test objects with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm were used, which were divided into two types of tests, namely protected concrete and concrete submerged in brackish water. Each test is carried out with three test objects at concrete ages of 28 days, 56 days, and 90 days. The data obtained was then analyzed using the Dixon criteria in accordance with ASTM E 178-02. Compressive strength testing is obtained from the Compression Testing Machine (CTM). The research results show that brackish water has a negative impact on the compressive strength of concrete. At the age of 28 days, the concrete submerged in brackish water reaches its design compressive strength. However, at 56 days and 90 days, the concrete experienced a decrease in compressive strength compared to protected concrete. This is because there is chloride and sulfate content in brackish water, which can damage the structure in the concrete.Keywords : brackish water, compressive strength, concrete, PCC. AbstrakBeton merupakan jenis konstruksi yang banyak digunakan saat ini salah satunya tiang pancang pada dermaga. Beton harus tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan seperti air payau. Air payau adalah lingkungan agresif dengan kandungan kimia yang dapat mengganggu kuat tekan beton. Saat ini, semen jenis PCC (Portland Composite Cement) cenderung lebih banyak digunakan dibanding OPC (Ordinary Portland Cement) karena harganya yang lebih murah dan lebih ramah lingkungan karena pemanasan global. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dampak lingkungan agresif air payau terhadap kuat tekan beton dengan semen PCC. Digunakan 18 buah benda uji silinder dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm yang terbagi menjadi dua jenis pengujian yaitu beton terlindung dan beton terendam air payau. Dimana setiap pengujian dilakukan dengan 3 buah benda uji pada umur beton 28 hari, 56 hari dan 90 hari. Dari data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan kriteria dixon sesuai dengan ASTM E 178-02. Pengujian kuat tekan didapat dari alat Compression Testing Machine (CTM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa air payau berdampak negatif terhadap kuat tekan beton. Pada umur 28 hari, beton terendam air payau mencapai kuat tekan rencananya. Namun, pada umur 56 hari dan 90 hari beton mengalami penurunan kuat tekan jika dibanding dengan beton terlindung. Hal ini dikarenakan terdapat kandungan klorida dan sulfat pada air payau yang dapat merusak struktur didalam beton.Kata kunci : air payau, beton, kuat tekan, PCC

    Kemampuan Mangrove dalam Menjaga Garis Pantai

    Get PDF
    Mangrove ecosystems are able to maintain the coastline from abrasion and erosion, and are able to withstand strong winds coming from the ocean to land. The purpose of this study is to determine the ability of roots, litter and sedimentation in maintaining the coastline. The methods to be used are quadrat transect, spot check and laboratory tests. The result is that mangrove roots have the greatest damping effectiveness compared to litter and sedimentation, because mangrove roots have a bouncy force and have a dense density. So it can be concluded that the factors in mangroves that can prevent abrasion due to the impact of sea waves are mangrove roots, litter and sediment that can be a natural damper of environmentally friendly beachfront buildings. The thicker the mangrove ecosystem, the greater the ability to dampen waves. Key words : mangroves, coast, waves, abrasion Ekosistem mangrove mampu menjaga garis pantai dari adanya abrasi dan erosi, serta mampu menahan tiupan angin kencang yang datang dari lautan menuju daratan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kemampuan akar, serasah dan sedimentasi dalam menjaga garis pantai. Metode yang akan digunakan yaitu transek kuadrat, spot check serta uji laboratorium. Hasilnya bahwa akar mangrove memiliki keefektifan peredaman terbesar dibandingkan serasah dan sedimentasi, karena akar mangrove memiliki gaya lenting dan memiliki kerapatan jenis yang padat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor pada mangrove yang dapat mencegah abrasi akibat hantaman gelombang laut yaitu akar mangrove, serasah dan sedimen yang dapat menjadi peredam alami bangunan tepi pantai yang ramah lingkungan. Semakin tebal ekosistem mangrove, maka akan semakin besar kemampuan meredam gelombang.  Kata kunci : mangrove, pesisir pantai, gelombang, abras

    Tinjauan Prioritas Peningkatan Ruas Jalan Kabupaten Pesawaran Dalam Meningkatkan Pengembangan Wilayah Kabupaten Pesawaran

    Get PDF
    Abstract Pesawaran Regency has a strategic value in increasing the regional development of Lampung province. Regional development aims to improve regional welfare by utilizing all available resources so that whole community gets the maximum benefit. There are indicators that can help develop the territory of a district, namely the availability of infrastructure and road network systems in the region. In order to improve road network infrastructure, a method is needed, namely by setting priorities because the large number of road sections in Pesawaran Regency can result in limited time, costs, manpower, and resources in improving the quality of road network infrastructure. In this study, the Analytical Hierarchy Process (AHP) method was used as a determinant of priority order with the criteria used, namely road conditions, accessibility, mobility, public service infrastructure, and regional development. From the results of the calculations and analysis that has been carried out, it is found that the main criteria that determine priorities are road condition criteria (45,52%), in addition there are accessibility criteria (22,06%), mobility criteria (13,64%), public service infrastructure criteria (10,32%), and regional development criteria (8,46%). The order of priority for the improvement of the Pesawaran Regency road sections includes Kubu Batu - Kota Jawa, Pasar Baru - Gunung Sari, Penengahan - Gunung Sari, Kubu Batu - Lubuk Tanah, Tegineneng - Tri Rahayu, Sidodadi - Pringsewu Boundary, Way Harong - Sukamandi, Wiyono - Way Brulu, Wates - Sumber Jaya, Guyuban - Pringsewu Boundary. Key words : Regional Development, Priority, Analytical Hierarchy Process Abstrak Kabupaten Pesawaran memiliki nilai strategis dalam meningkatkan pengembangan wilayah provinsi Lampung. Pengembangan wilayah bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan wilayah dengan memanfaatkan seluruh sumberdaya yang dimiliki agar seluruh masyarakat memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya. Terdapat indikator yang dapat membantu pengembangan wilayah suatu kabupaten yaitu ketersediaannya Infrastruktur dan sistem jaringan jalan di wilayah tersebut. Dalam rangka meningkatkan infrastruktur jaringan jalan diperlukan suatu cara yaitu dengan menetapkan prioritas karena banyaknya ruas jalan Kabupaten Pesawaran dapat mengakibatkan adanya keterbatasan waktu, biaya, tenaga, dan sumber daya dalam meningkatkan kualitas seluruh jaringan jalan yang ada. Pada penelitian ini digunakan metode Proses Hierarki Analitik sebagai penentu urutan prioritas dengan kriteria yang digunakan yaitu kriteria kondisi jalan, aksesibilitas, mobilitas, prasarana layanan publik, dan pengembangan wilayah. Dari hasil perhitungan dan analisis yang telah dilaksanakan Dapatkan kriteria utama yang menjadi penentu dalam menetapkan prioritas yaitu kriteria kondisi jalan (45,52%), selain itu kriteria aksesibilitas (22,06%), kriteria mobilitas (13,64%), kriteria prasarana layanan publik (10,32%), dan kriteria pengembangan wilayah (8,46%). Adapun urutan prioritas peningkatan ruas jalan Kabupaten Pesawaran diantaranya ruas Kubu Batu - Kota Jawa, Pasar Baru - Gunung Sari, Penengahan - Gunung Sari, Kubu Batu - Lubuk Tanah, Tegineneng - Tri Rahayu, Sidodadi - Batas Pringsewu, Way Harong - Sukamandi, Wiyono - Way Brulu, Wates - Sumber Jaya, Guyuban - Batas Pringsewu. Kata kunci : Pengembangan Wilayah, Prioritas, Proses Hierarki Analiti

    Preferensi Pelaku Perjalanan Terhadap Pemilihan Moda Transportasi Bus Damri dan Pesawat Terbang Rute Lampung-Jakarta

    Get PDF
    Increased community mobility needs to be followed by the provision of transportation services that are tailored to the needs of travelers. To adjust to these needs, it is necessary to know the preferences of travelers in choosing the mode and level of service required by travelers. This research discusses the problem of choosing a mode of transportation between the royal-class Damri bus and the Lampung-Jakarta route plane. The purpose of this study is to determine the characteristics of travelers and the factors that influence mode selection, determine the probability of mode selection, and determine the condition of the Damri bus service level and the Lampung-Jakarta airplane route. The analysis carried out was multiple linear regression analysis with data from the results of distributing questionnaires to travellers, then a probability analysis was carried out using a binomial logit model. The results of the study show that there are factors that have an individual significant effect on the choice of mode, namely tariffs/costs, travel time, and level of security. The probability of choosing a mode for airplanes is 62% and for Damri buses is 38%. The service quality of the two modes has not been maximized, this can be seen from several passenger complaints, including Damri buses still using regular ship services, and the airplane fares that are imposed are expensive.Key words : characteristics, travelers, mode selection, probabilities. Peningkatan mobilitas masyarakat perlu diikuti dengan penyediaan layanan transportasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pelaku perjalanan. Untuk menyesuaikan kebutuhan tersebut maka perlu diketahui preferensi pelaku perjalan dalam memilih moda dan tingkat layanan yang dibutuhkan oleh pelaku perjalanan. Pada penelitian ini dibahas masalah pemilihan moda transportasi antara bus Damri kelas royal dan pesawat rute Lampung-Jakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pelaku perjalanan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda, mengetahui probabilitas pemilihan moda, dan mengetahui kondisi tingkat pelayanan bus Damri dan pesawat terbang rute Lampung-Jakarta. Analisis yang dilakukan yaitu analisis regresi linear berganda dengan data dari hasil pembagian kuesioner kepada pelaku perjalanan, kemudian dilakukan analisis probabilitas dengan model logit binomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor yang berpengaruh signifikan secara individual terhadap pemilihan moda yaitu tarif/ongkos, waktu tempuh, dan tingkat keamanan. Probabilitas pemilihan moda untuk pesawat terbang sebesar 62% dan untuk bus Damri sebesar 38%. Kualitas pelayanan kedua moda tersebut belum maksimal, hal tersebut dapat dilihat dari beberapa keluhan penumpang antara lain bus Damri masih menggunakan layanan kapal reguler, dan untuk tarif pesawat yang diberlakukan mahal.Kata kunci : karakteristik, pelaku perjalanan, pemilihan moda, probabilitas

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇