JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi
Not a member yet
    407 research outputs found

    MULTITARGET TRACKING MENGGUNAKAN MULTIPLE HYPOTHESIS TRACKING DENGAN CLUSTERING TIME WINDOW DATA RADAR

    Get PDF
    Sistem radar dibagi menjadi dua jenis yaitu sistem radar sipil dan sistem radar militer. Kedua jenis sistem radar tersebut memiliki kesamaan yaitu telah digunakan untuk pemantauan lalu lintas udara. Pesawat yang dipantau di udara saat ini mengalami jumlah peningkatan yang besar sehingga untuk memudahkan pemantauannya diperlukan suatu sistem yang dinamakan multitarget aircraft tracking. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan algoritma multitarget tracking (MTT) yang valid, yaitu dengan menggunakan kombinasi preprocessing data radar dengan clustering time window (CTW) dan algoritma Multiple Hypothesis Tracking (MHT).Penelitian ini diawali dengan penyiapan data rekaman radar yang direkam langsung. Kemudian data rekaman tersebut disimulasikan dengan algoritma yang telah dirancang. Pengecekan kemampuan algoritma tersebut dilakukan dengan membandingkannya dengan MHT tanpa clustering time window. Uji coba dilakukan dengan memakai data rekaman berdurasi kurang lebih 18 menit. Uji coba tersebut menghasilkan nilai correct target sebesar 87.66%, undetected target sebesar 12.81%, maintain target sebesar 80.5% dan inexisting target sebesar 23.65%. Dari hasil uji coba menunjukkan bahwa metode yang diusulkan lebih bagus jika dibandingkan dengan metode MHT tanpa CTW

    DOTTED-BOARD MODEL DAN EXTENDED LOCAL SEARCH UNTUK OPTIMALISASI TATA LETAK POLA BUSANA PADA BAHAN BERMOTIF DENGAN MEMPERTIMBANGKAN ATURAN KESERASIAN MOTIF

    Get PDF
    Permasalahan peletakkan pola busana penting dilakukan untuk memperoleh efisiensi dalam penggunaan bahan kain.Tidak hanya itu, waktu pemrosesan dengan memperhatikan keserasian motif juga masih menjadi masalah yang belum terselesaikan. Permasalahan ini dikenal dengan irregular strip packing problem (SPP). Penelitian irregular SPP menggunakan bahan bermotif pernah dilakukan sebelumnya, namun tidak memperhatikan keserasian isi motif. Penelitian ini diusulkan untuk menyelesaikan irregular SPP pada bahan bermotif dengan mempertimbangkan keserasian isi motif. Metode yang diusulkan adalah Dotted Board Model (DBM) yang dikombinasikan dengan Extended Local Search (ELS). Pada tahap awal pola busana dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pola busana yang memiliki aturan keserasian mo-tif, dan kelompok pola busana yang tidak memiliki aturan keserasian motif. Selanjutnya, inisialisasi tata letak awal dil-akukan pada kelompok pola busana yang memiliki aturan keserasian motif menggunakan DBM. Selebihnya, pola busana tanpa aturan keserasian motif akan dioptimalisasi dengan menggunakan ELS. Setiap aturan keserasian memiliki poin yang digunakan sebagai tolak ukur keserasian motif. Berdasarkan ujicoba, kombinasi terbaik ELS+DBM terdapat pada resolusi 3 piksel dengan iterasi local search ke 5. Nilai efisiensi dan waktu ELS+DBM adalah 57% dan 381 detik. Waktu komputasi ELS+DBM lebih cepat dengan selisih waktu komputasi 392,7detik dibandingkan tanpa DBM. Hal ini menun-jukkan bahwa metode ELS+DBM lebih unggul dibandingkan ELS tanpa DBM, karena metode ELS+DBM memiliki waktu yang lebih singkat untuk mencapai nilai efisiensi yang hampir sama

    PEMBUATAN MODEL SEQUENCE DIAGRAM DENGAN REVERSE ENGINEERING APLIKASI BASIS DATA PADA SMARTPHONE UNTUK MENJAGA KONSISTENSI DESAIN PERANGKAT LUNAK

    Get PDF
    Konsistensi desain sequence diagram dengan implementasi sering menjadi masalah dalam pembangunan perangkat lunak, penelitian ini akan menerapkan hasil reverse engineering sequence diagram dari aplikasi yang telah ada sebagai model dasar untuk membangun perangkat lunak sehingga konsistensi desain sequence diagram bisa dijaga. Dalam penelitian ini model sequence diagram tersebut dibangun dengan cara mengklasifikasikan interaksi antara pengguna dengan perangkat lunak di aplikasi basis data pada smartphone. Untuk membuat model UML Sequence Diagram, langkah pertama adalah memilih dataset berupa source code aplikasi contoh di Blackberry 10 dan kemudian memahami fungsional aplikasi tersebut. Langkah selanjutnya adalah melakukan reverse engineering dari source code tersebut berdasarkan fitur yang telah didefinisikan sebelumnya. Lalu dilakukan pembangunan model UML sequence diagram berdasarkan kesamaan dan pengelompokan pola pada hasil reverse engineering. Langkah terakhir adalah melakukan evaluasi terhadap model UML sequence diagram dengan cara menggunakannya pada pembangunan aplikasi baru, mengukur tingkat konsistensi desain sequence diagram serta mengambil pengetahunan dari penerapan studi kasus. Berdasarkan hasil penelitian, model sequence diagram yang didapatkan dari proses reverse engineering bisa menjaga konsistensi antara desain sequence diagram dengan implementasi pada pembangunan perangkat lunak

    PENERAPAN NAIVE BAYES PADA INTRUSION DETECTION SYSTEM DENGAN DISKRITISASI VARIABEL

    Get PDF
    Intrusion Detection System (IDS) merupakan sebuah perangkat lunak atau perangkat keras yang dapat digunakan un-tuk mendeteksi adanya aktivitas yang tidak wajar dalam jaringan. Teknik data mining telah banyak diterapkan dalam proses deteksi seperti decision tree, naive bayes, algoritma genetika, dan teknik machine learning lainnya. IDS membutuh-kan performansi yang relatif cepat dengan tingkat false positif yang rendah sehingga hal ini menjadi masalah yang menarik untuk dipecahkan. Penerapan algoritma naive bayes pada masalah ini dapat dilakukan namun kelemahan dari naive bayes sendiri adalah memerlukan atribut dengan nilai diskrit sehingga diperlukan proses diskritisasi untuk merubah atribut kontinu kedalam bentuk diskrit. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai penerapan naive bayes classifier dengan menggunakan pemilihan atribut berdasarkan pada korelasi serta preprocessing data dengan diskritisasi dengan menggunakan metode mean/standar deviasi untuk atribut kontinu dengan menggunakan 3-interval dan 5-interval. Hasil percobaan menunjukan bahwa penerapan naive bayes pada klasifikasi data yang telah melewati proses diskritisasi mampu memberikan akurasi hingga 89% dengan running time rata-rata adalah 31 detik

    PEMBOBOTAN KALIMAT BERDASARKAN FITUR BERITA DAN TRENDING ISSUE UNTUK PERINGKASAN MULTI DOKUMEN BERITA

    Get PDF
    Ringkasan berita diartikan sebagai teks yang dihasilkan dari satu atau lebih kalimat yang menyampaikan informasi penting dari berita. Salah satu fase penting dalam peringkasan adalah pembobotan kalimat (sentence scoring). Dimana pada peringkasan berita, metode pembobotannya sebagian besar menggunakan fitur dari berita sendiri. Padahal dalam satu topik berita dimungkinkan adanya multiple issue. Dari multiple issue biasanya hanya ada satu isu yang menjadi pokok pembicaraan yang disebut dengan Trending Issue. Trending Issue inilah yang harusnya dipertimbangkan pada proses peringkasan berita sehingga ringkasan yang dihasilkan lebih koheren. Penelitian ini bertujuan untuk meringkas multi berita menggunakan metode pembobotan berdasarkan Trending Issue dengan tetap mempertimbangkan fitur penting berita, yaitu word frequency, TF-IDF, posisi kalimat, dan kemiripan kalimat terhadap judul (NeFTIS). Dimana Trending Issue didapatkan dari data Twitter dengan cara mengelompokkan tweets kemudian melakukan ekstraksi isu pada tiap kelompok yang terbentuk. Selanjutnya tiap isu diberikan bobot menggunakan konsep Cluster Importance (CI). Isu dengan bobot terbesar yang akan dipilih sebagai Trending Issue. Ada 5 tahap yang dilakukan untuk menghasilkan ringkasan multi berita dengan menggunakan NeFTIS, yaitu ekstraksi Trending Issue, seleksi berita, ekstraksi fitur berita, penghitungan total bobot kalimat, dan penyusunan ringkasan. Untuk mengukur kualitas sistem digunakan metode evaluasi ROUGE-1 dengan menganalisa performa dari hasil ringkasan dengan menggunakan metode pembobotan NeFTIS dibandingkan dengan hasil ringkasan dengan hanya menggunakan fitur berita (NeFS). Hasil rata-rata max-ROUGE-1 untuk seluruh variasi jumlah kalimat yang menyusun ringkasan (n) menunjukan bahwa metode pembobotan NeFTIS lebih akurat dibanding dengan metode pembobotan NeFS dengan nilai rata-rata max-ROUGE-1 terbesar 0.8201 untuk n=30

    OPTIMASI ROUTING PADA PROTOKOL AODV_EXT DENGAN MENGGUNAKAN LINK EXPIRATION TIME (LET)

    Get PDF
    Proses flooding pada MANET merupakan suatu teknik pada fase route discovery yang digunakan oleh source node un-tuk mengirimkan route request packet (RREQ) pada node-node disekitarnya. Proses ini seringkali menimbulkan transmisi ulang yang tidak perlu dan menyebabkan congestion dan packet collision dimana fenomena ini dikenal dengan broadcast storm. Protokol AODV_EXT merupakan pengembangan dari protokol AODV yang menerapkan algoritma pengaturan RREQ forwarding pada intermediate node. Pada proses flooding tersebut maka RREQ packet akan diteruskan oleh inter-mediate node ke node-node selanjutnya apabila densitas node tetangga memenuhi batasan yang ditetapkan. Metode ini mengurangi terjadinya kemacetan jaringan akibat adanya transmisi ulang. Pergerakan node memiliki peran penting pada MANET. Mobilitas node sering menyebabkan perubahan pada topologi jaringan serta putusnya jalur yang menyebabkan proses route discovery perlu dilakukan kembali. Maka pada penelitian ini diusulkan suatu optimasi pemilihan rute pada jaringan MANET dengan mempertimbangkan link lifetime yang ada aki-bat pergerakan node. Algoritma Link Expiration Time (LET) digunakan untuk memperkirakan lamanya dua buah node untuk dapat saling berhubungan. LET dihitung berdasarkan jangkauan transmisi serta kecepatan relatif antara dua buah node. Routing protocol yang menggunakan nilai LET akan dapat menemukan rute yang paling stabil. Berdasarkan hal itu maka algoritma LET akan diterapkan pada protokol AODV_EXT dengan tujuan dapat meningkatkan performance pada protokol tersebut. Network Simulator 2 (NS2) digunakan untuk mengevaluasi modifikasi dari protokol AODV_EXT dengan menggunakan Link Expiration Time. Hasil penelitian menunjukkan bahwa protokol R-AODV_EXT memiliki kinerja yang lebih baik da-ripada AODV_EXT untuk parameter packet delivery ratio (PDR), throughput, number of packets dropped, dan average end-to-end delay

    DENSE VISUAL WORD SPATIAL ARRANGEMENT DAN PENERAPANNYA PADA PENGENALAN GAMBAR SECARA OTOMATIS

    Get PDF
    Bag of visual word (BoVW) merupakan metode yang menjelaskan isi dari gambar. Metode ini hanya menghitung banyaknya word dan tidak memberikan informasi spatial. Terdapat metode Visual word spatial arrangement (WSA) dimana metode ini memberikan informasi spatial tentang word tertentu pada gambar dengan menggunakan interest point sebagai detektor. WSA kurang dapat memberikan informasi yang penting pada gambar dikarenakan interest point yang dihasilkan oleh detektor dapat memberikan titik-titik yang berpotensi tidak merupakan representasi yang penting dari gambar tersebut. Pada paper ini diusulkan metode dense visual word spatial arrangement (DVSA) yang merupakan modifikasi metode dari WSA. Metode ini tidak menggunakan detektor interest point untuk menghitung deskriptor lokal melainkan dengan menghitung deskriptor lokal pada bagian komponen piksel-piksel yang saling berdekatan. Hasil pengujian pada 4485 gambar dengan 15 jenis kelas menggunakan 10-fold cross validation untuk 2 word metode yang diusulkan memberikan peningkatan performa sebesar 12.68 % dari akurasi BoVW sedangkan akurasi WSA lebih baik 15.62 % dari BoVW. Untuk 4 word metode yang diusulkan memberikan peningkatan performa akurasi sebesar 30.99 % dari akurasi BoVW dan peningkatan performa 18.16 % dari WSA. Sedangkan untuk 6 word metode yang diusulkan memberikan peningkatan performa sebesar 29.98 % dari akurasi BoVW dan peningkatan performa 18.75 % dari WSA. Peningkatan performa akurasi sebesar 36.2 % didapatkan oleh metode yang diusulkan dengan 6 word terhadap BoVW dengan 2 word. Peningkatan performa sampai 18.75 % yang dihasilkan DVSA dibandingkan WSA dan peningkatan performa sampai 30.99 % dibandingkan BoVW dengan jumlah word yang sama menunjukkan metode yang diusulkan kompetitif untuk mengenali jenis gambar

    SURVEI PENANGANAN BROADCAST STORM PROBLEM PADA PROTOKOL ROUTING AODV DI MANET

    Get PDF
    Komunikasi multi-hop pada lingkungan MANET dapat melibatkan broadcast paket dalam proses route discovery. Protokol routing pada MANET akan melakukan broadcast paket RREQ dan menjalarkannya ke node tujuan secepat dan seefisien mungkin, dimana paket RREQ dari rute yang optimal adalah paket RREQ yang terlebih dahulu sampai ke tujuan. Aktifitas broadcast yang tidak terkontrol dapat menyebabkan suatu kondisi yang disebut broadcast storm problem. Broadcast storm problem dapat berdampak pada terganggunya kinerja dari protokol routing akibat adanya packet redundancy, contention, dan collision. Broadcast storm problem dapat ditangani dengan membatasi jumlah node yang dapat melakukan broadcast. Tujuan utama dari pembuatan makalah ini adalah merangkum beberapa mekanisme terbaru yang telah diakukan oleh para peneliti untuk menangani broadcast storm problem. Kami juga menyajikan perbandingan dari mekanisme tersebut berdasarkan karakteristik dari mekanisme ditinjau dari kesesuaian dengan beberapa skema penanganan broadcast storm problem yang diajukan oleh peneliti sebelumnya, kebutuhan informasi tertentu antar node, lingkungan uji coba dan apakah mekanisme ini dapat diterapkan pada protokol routing lainnya

    ANALISA KUALITAS LAYANAN SISTEM KOMUNIKASI TETRA PADA KERETA API INDONESIA

    Get PDF
    Pada sistem komunikasi dan informasi yang ada pada Perusahaan Terbatas Kereta Api Indonesia (PT KAI) Persero masih belum terintegrasi semua untuk saat ini. Sistem komunikasinya masih menggunakan sistem komunikasi analog seperti Very High Frequency (VHF) dengan frekuensi 400 MHz dan microwave yang mempunyai frekuensi 2 GHz, dimana kedua frekuensi tersebut terjadi interferensi terhadap frekuensi komunikasi selular. Sistem komunikasi analog ini tidak memungkinkan untuk bisa terintegrasi dengan informasi yang diberikan, karena membutuhkan pengubahan secara digital. Pada penelitian ini dibahas mengenai topologi jaringan TETRA untuk area Daop 1 Jakarta dalam hal ini KRL Jabodetabek dan TETRA untuk area Daop 8 Surabaya dengan simulator OPNET modeler. Hasil uji coba QoS menunjukkan bahwa hasil pembagian trafik yang ada pada 4 slot TDMA masih kurang maksimal untuk mendekati 115,2 kbps dalam hal throughput karena penggunaan channel yang kurang. Untuk SNR sudah didapatkan hasil yang baik yaitu rata-rata di atas 30dB. Perbedaan topologi dan penempatan BTS pada komunikasi sangat berpengaruh terhadap hasil kualitas jaringan yang didapatkan

    RANCANG BANGUN APLIKASI SINKRONISASI BIDIREKSIONAL ANTAR LEARNING MANAGEMENT SYSTEM BERBASIS MOODLE

    Get PDF
    Moodle merupakan LMS (Learning Management System) yang memiliki fungsi sebagai media pembelajaran virtual. Penggunaan Moodle sebagai media pembelajaran yang semakin berkembang belakangan ini mendorong berbagai lembaga pendidikan memanfaatkan Moodle untuk meningk atkan efektifitas dan fleksibilitas pembelajaran. Untuk memudahkan pengguna (pembuat kursus) dalam melakukan pertukaran data berupa berkas, maka dibangun aplikasi sinkronisasi bidireksional antar LMS sebagai media pertukaran yang dapat memenuhi kebutuhan dari proses tersebut. Proses pertukaran data yang dilakukan tidak hanya satu arah, melainkan dua arah. Hal tersebut memungkinkan setiap pembuat kursus dari masing-masing LMS untuk berkontribusi membangun suatu kursus dari LMS lain hanya dengan mengusulkan adanya perubahan kursus sehingga perubahan pada suatu kursus akan bersifat dinamis dan dapat dilakukan kapan saja. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, aplikasi telah dapat mengimplementasikan sinkronisasi bidireksional antar LMS Moodle dengan adanya proses tukar menukar dan manipulasi basis data dari LMS Moodle. Sedangkan pengimplementasian cara kerja Assembla SVN adalah dengan adanya version controlling sebagai media penanganan data yang akan disinkronkan

    399

    full texts

    407

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇