JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi
Not a member yet
    407 research outputs found

    NOISE DETECTION IN SOFTWARE REQUIREMENTS SPECIFICATION DOCUMENT USING SPECTRAL CLUSTERING

    Full text link
    Requirements engineering phase in software development resulting in a SRS (Software Requirements Specification) document. The use of natural language approach in generating such document has some drawbacks that caused 7 common mistakes among the engineer which had been formulated by Meyer as "The 7 sins of specifier". One of the 7 common mistakes is noise. This study attempted to detect noise in software requirements with spectral clustering. The clustering algorithm working on fewer dimensions compared to others. The resulting kappa coefficient is 0.4426. The result showed that the consistency between noise prediction and noise assessment made by three annotators is still low

    RANCANG BANGUN SISTEM REKOMENDASI RESEP MASAKAN BERDASARKAN BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA PENYARINGAN BERBASIS KONTEN

    Full text link
    Banyak ibu rumah tangga yang kebingungan untuk menentukan masakan apa yang akan mereka masak sehingga bahan makanan yang mereka miliki menjadi rusak akibat tidak kunjung dimasak. Sebagian besar ibu rumah tangga mendapatkan ide resep dari website resep karena mudah untuk diakses dan memiliki resep yang cukup lengkap, namun kelemahannya kebanyakan dari website resep tidak memiliki fitur untuk pencarian resep berdasarkan bahan-bahan yang dimiliki. Aplikasi telepon genggam dipilih untuk memecahkan masalah tersebut. Pada penelitian ini penulis akan membuat rancang bangun sistem rekomendasi resep masakan berdasarkan bahan baku dengan menggunakan algoritma penyaringan berbasis konten (CBFA). Algoritma ini merekomendasikan resep yang memiliki kesamaan dengan bahan makanan yang dimasukkan oleh pengguna. Aplikasi dibuat menggunakan file PHP untuk memproses data resep, seperti query data, mengecek data yang sama, menentukan weight serta menghitung dan mengurutkan resep menurut CBFA. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa rekomendasi resep sudah sesuai dengan kekuatan 71%

    EKSTRAKSI FITUR PADA PENGENALAN KARAKTER AKSARA JAWA BERBASIS HISTOGRAM OF ORIENTED GRADIENT

    Full text link
    Buku-buku kuno Bahasa Jawa memiliki konten kekayaan intelektual Indonesia seperti agama, linguistik, filosofi, mitos, pelajaran moral, hukum dan norma adat, kerajaan, cerita rakyat, sejarah, dan lain sebagainya. Tidak banyak yang mempelajari karya tersebut karena ditulis dengan Aksara Jawa dan tidak banyak yang memahami. Untuk membantu penerjemahan dokumen berbahasa Jawa dilakukan otomatisasi sistem penerjemahan. tahap penerjemahan terdiri dari segmentasi untuk mendapatkan karakter dari citra tulisan dalam naskah Aksara Jawa. Kemudian tiap karakater dikenali sebagai abjad. Dan yang terakhir adalah mengkombinasikan tulisan latin yang telah dikenali menjadi kata yang berarti. Penelitian yang membahas tentang pengenalan Aksara Jawa telah dilakukan, seperti fokus pada segmentasi karakter dan pengenalan Aksara Jawa. Pada penelitian sebelumnya dilakukan perbaikan pada metode segmentasi namun tetap mendapatkan hasil yang sama dalam hal akurasi kebenaran. Pada penelitian kali ini diusulkan metode baru pada tahap ekstraksi fitur, yaitu menggunakan metode Histogram of Oriented Gradient (HOG). Metode HOG banyak digunakan pada pengenalan wajah, hewan, dan deteksi citra kendaraan, dan lain-lain. Penelitian ini juga pernah diusulkan untuk mengenali tulisan tangan berbahasa Inggris dan Huruf Bengali dan mendapatkan hasil yang optimal. Pada penelitian ini didapatkan hasil akurasi pengenalan karakter Aksara Jawa sebesar 89,7%.Ekstraksi Fitur, Histogram of Oriented Gradient, Aksara Jaw

    KOMPRESI MULTILEVEL PADA METAHEURISTIC FOCUSED WEB CRAWLER

    Full text link
    Focused Web Crawler merupakan metode pencarian website yang sesuai dengan pencarian yang diinginkan oleh user. Untuk mendapatkan kecocokan yang baik, waktu yang dibutuhkan metode Focused Web Crawler lebih lama dibandingkan dengan metode pencarian web crawler pada umumnya yaitu algoritma Depth First Search (DFS) maupun Breadth First Search (BFS). Untuk mengatasi hal tersebut maka muncul sebuah ide yakni teknik pencarian Focused Web Crawler dengan menggunakan metode metaheuristic pencarian cuckoo yang dipadukan dengan pencarian pada data history pencarian yang disimpan. Namun dengan adanya penyimpanan data pada setiap kali pencarian link maka data akan semakin bertambah. Oleh karena itu diperlukan sebuah cara untuk mengurangi kebutuhan ruang penyimpanan. Cara yang dilakukan untuk mengurangi ruang penyimpanan dan tidak mengurangi nilai informasi dari data penyimpanan sebelumnya adalah dengan melakukan kompresi data. Dalam penelitian ini diusulkan metode kompresi data dengan melakukan kompresi multilevel menggunakan dua metode kompresi yaitu pengurangan prefix dan postfix kata dan kompresi string berbasis kamus dengan melakukan pembuatan indeks kamus kata. Hasil kompresi string kamus kata berupa data encode. Untuk menguji hasil dari kompresi data yaitu dengan melakukan perbandingan hasil pencarian link menggunakan metode Knutt Morris Pratt (KMP) dari data yang belum terkompresi dengan data yang telah terkompresi. Hasilnya didapatkan bahwa maksimum presisi dengan nilai 1 dan recall sebesar 0,73. Dari hasil percobaan metode, didapatkan bahwa rasio kompresi file rata-rata adalah sebesar 36,4%

    ANSWERING WHY-NOT QUESTIONS ON REVERSE SKYLINE QUERIES OVER INCOMPLETE DATA

    Full text link
            Recently, the development of the query-based preferences has received considerable attention from researchers and data users. One of the most popular preference-based queries is the skyline query, which will give a subset of superior records that are not dominated by any other records. As the developed version of skyline queries, a reverse skyline query rise. This query aims to get information about the query points that make a data or record as the part of result of their skyline query.     Furthermore, data-oriented IT development requires scientists to be able to process data in all conditions. In the real world, there exist incomplete multidimensional data, both because of damage, loss, and privacy. In order to increase the usability over a data set, this study will discuss one of the problems in processing reverse skyline queries over incomplete data, namely the "why-not" problem. The considered solution to this "why-not" problem is advice and steps so that a query point that does not initially consider an incomplete data, as a result, can later make the record or incomplete data as part of the results. In this study, there will be further discussion about the dominance relationship between incomplete data along with the solution of the problem. Moreover, some performance evaluations are conducted to measure the level of efficiency and effectiveness

    Perbaikan Segmentasi Pembuluh Darah Tipis Pada Citra Retina Menggunakan Fuzzy Entropy

    Full text link
    Diabetic Retinopathi adalah kelainan pembuluh darah retina pada mata yang diakibatkan komplikasi penyakit diabetes. Deteksi lebih dini diperlukan agar kelainan ini dapat ditangani secara cepat dan tepat. Kelainan ini ditandai dengan melemahnya bagian pembuluh darah tipis akibat tersumbatnya aliran darah kemudian menyebabkan bengkak pada mata bahkan kebutaan. Oleh karena itu diperlukan metode analisa pembuluh darah retina melalui proses segmentasi pembuluh darah terutama pada bagian penting yaitu pembuluh darah tipis. Peneliti mengusulkan penggabungan metode perbaikan pembuluh darah tipis atau yang dikenal dengan Thin Vessel Enhancement dan Fuzzy Entropy. Thin Vessel Enhancement berfungsi untuk memperbaiki  citra agar dapat mengekstrak lebih banyak bagian pembuluh darah khususnya pembluh darah tipis,  sedangkan Fuzzy Entropy dapat menentukan nilai optimal threshold berdasarkan nilai entropy pada membership function. Segmentasi yang dihasilkan dibagi menjadi 3 kategori yaitu pembuluh darah utama, medium, dan tipis. Uji coba dilakukan terhadap metode Thin Vessel Enhancement menggunakan 1 kernel dan Fuzzy Entropy dari nilai threshold ke-1 maka diperoleh nilai accuracy, sensitivity, dan specivicity sebesar 94.81%, 66.83%, dan 97.51%

    Metode Multi-Criteria Iterative Forward Search Untuk Penjadwalan Ujian dan Pengawas Ujian

    Full text link
    Setting Examination schedules to support learning evaluation is crucial. The ideal scheduling for this exam must be able to allocate all related components in the implementation of the test within a predetermined time span. The components of the implementation of an examination in a university include the departments in the faculty, a number of courses and participants, the room used, the time of execution, and the lecturer serving as supervisor. The arrangement of each component of the implementation of the exam needs to be carried out appropriately so there is no collision of the schedule between the participants, the schedule, the room used, and the supervisor in charge. The purpose of this study is to produce an ideal exam scheduling and examination supervisor. The study was conducted by applying the Multi-Criteria Iterative Forward Search from the Academic Information System (SIAKAD) data at the Faculty of Science and Technology, Unisnu Jepara. This research has resulted in a system that is able to create an examination schedule and supervisory schedule that accommodates all factors without conflict, well tested, and applied

    CLUSTERING TOPIK PENELITIAN BERBASIS UNSUPERVISED LEARNING UNTUK REKOMENDASI KOLEKSI PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN ITS

    Full text link
    Perpustakaan ITS adalah salah satu penyedia jasa informasi di ITS.  Berbagai koleksi fisik yang dikelola meliputi buku teks, buku tugas akhir, buku tesis, jurnal, majalah, serta prosiding seminar nasional. Setiap tahunnya, perpustakaan ITS memperoleh alokasi dana untuk  pengadaan buku cetak sebesar 1 M, e-journal sebesar 6 M, dan 300 juta untuk pengadaan e-book. Akan tetapi, dana tidak terserap dengan baik dan feedback untuk pengadaan bahan pustaka ke ULP tidak berjalan maksimal dikarenakan pustakawan mengalami kesulitan ketika melakukan proses seleksi judul-judul bahan pustaka yang akan diajukan ke ULP untuk dibeli. Hal ini menyebabkan bahan pustaka, khususnya buku, yang dibeli kebanyakan tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna. Untuk itu diperlukan upaya mencari informasi buku baru sebagai bahan pustaka yang sesuai dengan kebutuhan pengguna berbasis teknologi informasi. Berdasarkan data pengadaan buku di perpustakaan ITS lebih didominasi oleh buku pengembangan yang mendukung referensi publikasi ilmiah. Publikasi ilmiah yang dilakukan oleh para dosen mayoritas merupakan luaran dari penelitian dosen. Oleh karena itu, pada penelitian ini diusulkan klasterisasi tren topik penelitian sebagai rekomendasi pengadaan bahan pustaka di Perpustakaan ITS. Penelitian ini menerapkan konsep text mining yang terdiri dari beberapa tahapan proses yaitu: text preprocessing, proses ekstraksi fitur, proses clustering, dan post-processing. Text preprocessing dilakukan untuk memperbaiki kualitas data teks, sehingga dapat menghasilkan klaster yang relevan dan akurat. Langkah-langkah pada tahap text preprocessing adalah case folding, tokenizing, filtering, dan stemming. Kemudian, dilakukan proses ekstraksi fitur yaitu dengan teknik pembobotan menggunakan Term Frequency dan Inverse Document Frequency (TF-IDF). Fitur-fitur yang dihasilkan pada tahap ekstraksi fitur dilakukan proses clustering menggunakan metode unsupervised learning untuk menghasilkan klaster topik penelitian. Tahap post-processing dilakukan untuk mengevaluasi dan menganalisa hasil klasterisasi tersebut yang selanjutnya digunakan sebagai rekomendasi pengadaan bahan pustaka, khususnya buku

    PEMODELAN PROSES BISNIS PENGGAJIAN PADA PT. BUMI SAWINDO PERMAI

    Full text link
    Sistem penggajian umumnya merupakan proses penggajian dari awal sampai gaji itu dibayarkan sesuai dengan hak masing-masing karyawan dapat dilakukan atau dilaksanakan dengan sistematis dan diharapkan tidak akan terdapat kesalahan dalam prosedur penggajian. Pada PT. Bumi Sawindo Permai (BSP) sebagai perusahaan pengolahan kelapa sawit yang menjadi tempat penelitian memiliki 3 unit bisnis yang ditunjang oleh pemanfaatan teknologi informasi, meliputi: perangkat lunak Enterprise Resource Planning ASCEND, dan Standart Operational Procedure (SOP) ASCEND, serta SOP Sistem Menejemen Integrasi (SMI). Proses bisnis produksi dan operasional tidak didefinisikan pada semua komponen tersebut. BSP memberlakukan sistem penggajian secara sistematis sesuai dengan prosedur yang berlaku, akan tetapi prosedur ini tidak tercantum dengan jelas kedalam sebuah blueprint. Ditemukan ketidakselarasan dari ketiga komponen tersebut pada implementasinya. Hal ini mereduksi indeks kinerja perusahaan khususnya pada proses penggajian karyawan yang dilakukan oleh bagian Human Capital Management (HCM) di 3 unit bisnis BSP. Dengan demikian perlu dilakukan eliminasi bottleneck pada proses bisnis berjalan. Pemodelan proses bisnis dengan Business Process Modelling Notation (BPMN) dilakukan sebagai langkah strategis pengembangan SOP sebagai standar baku mutu untuk peningkatan efisiensi perusahaan dalam hal pengelolaan sistem pembayaran gaji karyawan yang lebih terukur

    EVALUASI INFRASTRUKTUR TEKNOLOGI INFORMASI DENGAN COBIT 5 DAN ITIL V3

    Full text link
    Teknologi informasi (IT) dapat memperkuat organisasi. Termasuk Institut Pertanian Bogor (IPB) yang merupakan organisasi pendidikan tinggi. IPB telah memiliki sistem informasi yang terdiri dari 36 aplikasi. Infrastruktur yang memadai merupakan salah satu kunci kesuksesan untuk mendapatkan kinerja dan pelayanan TI yang baik. kebutuhan infrastruktur dapat dipenuhi dengan melakukan evaluasi terhadap tatakelola TI. Penelitian ini melakukan evaluasi tatakelola TI dengan mengukur tingkat kematangan tatakelola TI, dengan menggunakan framework COBIT 5 dan tingkat kepuasan pengguna layanan TI, dengan menggunakan serqual model. Tingkat kematangan TI menggunakan 13 proses pada COBIT 5 yaitu: EDM04,APO01, APO07, APO12, APO13, BAI04, BAI06, BAI09, BAI10, DSS01, DSS03, DSS05, dan MEA01. Tingkat kepuasan pengguna dilihat dari 4 dimensi yaitu: tangibles, reliability, responsiveness, dan assurance. Responden yang pada pengukuran kepuasan layanan TI adalah mahasiswa dan dosen sebanyak 100 responden.  Hasil penelitian ini didapatkan tingkat kematangan tatakelola TI 2 proses berada pada level 0, 8 proses berada pada level 1, dan 3 proses berada pada level 2. Tingkat kepuasan pengguna terhadap layanan TI berada dibawah nilai harapan. Hasil tersebut dianalisis dengan matrik SWOT untuk melihat kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Kemudian disusun rekomendasi dengan mengacu kepada ITIL V3 201

    399

    full texts

    407

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇