Jurnal Buana Informatika
Not a member yet
274 research outputs found
Sort by
Pembangunan Gim Edukasi Peraturan Lalu Lintas Kawasan Ganjil Genap di Jakarta Berbasis Android
Abstract. This study aims to create an educational game for odd-even traffic rules in Jakarta on an android-based platform called "Tilang Ganjil Genap". This game was developed since there are still many traffic violations that occur in the society. One of the traffic violations that still often occurs is a traffic area violation on the odd-even rule in Jakarta. In fact, to handle this violation, traffic police are still lacking to raise the public awareness. Therefore, an educational game for traffic rules in odd-even areas was built using the Game Development Life Cycle (GDLC) method with stages consisting of initiation, pre-production, production, trial, beta and release. This "Tilang Ganjil Genap" educational game aims to convey information about even odd traffic rules to the public through interesting and fun learning media. Based on the user trial results, it is found that 100% (14 users) state that this game provides a knowledge understanding about odd-even traffic rules area regulation.Keywords: Educational Games, Game Development Life Cycle, Odd Even Rule, AndroidAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk membangun gim edukasi peraturan lalu lintas ganjil genap di Jakarta berbasis android yang diberi nama “Tilang Ganjil Genap”. Gim ini dikembangkan karena masih ada pelanggaran lalu lintas yang terjadi pada masyarakat. Salah satu pelanggaran lalu lintas yang masih sering terjadi adalah pelanggaran kawasan lalu lintas pada peraturan ganjil genap di Jakarta. Upaya polisi lalu lintas dalam penanganan pelanggaran ini masih kurang untuk menyadarkan masyarakat. Oleh karena itu, gim edukasi peraturan lalu lintas kawasan ganjil genap ini dibangun dengan metode Game Development Life Cycle (GDLC) dengan tahapan: inisiasi, pre-produksi, produksi, uji coba, beta dan rilis. Gim edukasi “Tilang Ganjil Genap” ini mempunyai tujuan untuk menyampaikan informasi mengenai peraturan lalu lintas ganjil genap kepada masyarakat melalui media pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Dari hasil uji coba pengguna didapatkan hasil bahwa 100% (14 pengguna) menyatakan bahwa gim ini memberikan pemahaman pengetahuan tentang peraturan kawasan lalu lintas ganjil genap.Kata Kunci: Gim Edukasi, Game Development Life Cycle, Peraturan Ganjil Genap, Androi
Top-k Feature Selction Untuk Deteksi Penyakit Hepatitis Menggunakan Algoritme Naïve Bayes
Abstract. Becoming one of the society health problems in the world, hepatitis is an inflammation liver disease caused by a virus, bacterial infection, chemical substances including drugs and alcohol. In this research, for the dataset of hepatitis having high dimensionality, its value for each attribute was calculated using weight information gain method. Then, the attributes were selected by using top-k methods and were classified by using Naïve Bayes Algorithm respectively. This research showed that 9 out of 20 attributes had chosen to be the highest top-9 with an accuracy rate of 85.57%. Later on, this research can be useful for a consideration in a decision making process for various subjects related to feature selection and Naïve Bayes Algorithm method and also for predicting hepatitis.Keywords: data mining, weight information gain, Naïve Bayes algorithmAbstrak. Penyakit hepatitis merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia. Penyakit hepatitis merupakan penyakit peradangan hati yang disebabkan oleh virus, infeksi bakteri, zat-zat kimia termasuk obat-obatan dan alkohol. Pada penelitian ini, dataset hepatitis yang memiliki data berdimensi tinggi akan dihitung nilai bobot dari masing-masing atribut menggunakan metode weight information gain. Setelah dihitung nilai bobot dilakukan pemilihan atribut, atribut yang dipilih menggunakan metode top-k. Kemudian dilakukan klasifikasi menggunakan algoritme Naïve Bayes. Hasil penelitian menunjukkan dari 20 atribut, terpilih top-9 tertinggi dengan nilai akurasi 85.57%. Dengan adanya penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dan pengambilan keputusan pada berbagai bidang yang berkaitan dengan metode feature selection, algoritme Naïve Bayes, dan di dalam memprediksi penyakit hepatitis.Kata Kunci: data mining, weight information gain, algoritma Naïve Baye
Analisis Data Argumen Tentang Penerapan Kebijakan Sistem Zonasi Pada Pendaftaran Sekolah Dengan Menggunakan K-Means Clustering
Abstract. Equality of the education in Indonesia is very essential. To pursue this equality, the government has strived for educational reforms comprehensively. One of the government’s efforts is applying the school zoning system which prioritizes the candidates in new students’ registration who have settled near the school. This system arises a controversy in the society. Therefore, this research aims to analyze parent’s argument towards this zoning based- registration. It can be used as an evaluation for schools and the ministry of Education to embrace the zoning system in the new academic year. In this research, the data used was the real data gathered from the questionnaire distributed to the society. There were 380 data taken from 181 male respondents and 199 female respondents from 2 sub-districts in Pati districts. They are Margoyoso sub-district and Tayu sub-district. The data were processed by clustering using K-Means method.Keywords: zoning, area, controversy, Clustering, K-MeansAbstrak. Pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia sangat penting. Untuk mewujudkannya, pemerintah telah mengambil tindakan untuk mengupayakan reformasi sekolah secara menyeluruh. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah yaitu dengan menerapkan sistem zonasi yang memprioritaskan calon pendaftar peserta didik baru yang tempat tinggalnya lebih dekat dengan sekolah. Sistem ini menjadi faktor timbulnya kontroversi di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisa argumen orang tua terhadap pendaftaran sistem zonasi. Penelitian ini dapat digunakan sebagai evaluasi bagi sekolah dan Dinas Pendidikan untuk siap menghadapi sistem zonasi pada tahun ajaran baru. Dalam penelitian ini, data yang digunakan merupakan data real yang didapat dari penyebaran kuesioner kepada masyarakat. Ditemukan ada 380 data yang terdiri dari 181 responden laki – laki dan 199 responden perempuan dari 2 kecamatan yang ada di kabupaten Pati, yaitu kecamatan Margoyoso dan Tayu. Data diolah dengan melakukan clustering dengan metode K-Means.Kata Kunci: zonasi, rayon, kontroversi, Clustering, K-Mean
Analisis Perbandingan Website Digilib dengan Metode Penghitungan Usability Menggunakan Kuesioner SUS
Abstract: This study aims to analyze the comparison of Digilib websites at 3 universities. Digital Library is a media for storing book collections in digital form, as a means to facilitate visitors in accessing book collections. In improving services, universities X, Y, and Z have provided Digilib. Observation results indicate the number of Digilib visitors is still relatively small. Therefore quality evaluation on the Digilib website needs to be done. Quality evaluation on the Usability aspect is carried out using the existing assessment standards on the SUS questionnaire. Analysis and data processing of questionnaire results using SUS calculation. The results of the calculation of the average SUS score of 51 respondents from each university X, Y, and Z showed that, Digilib X had the highest SUS score of 58.2. The results of the score analysis indicate that the three websites have not met the usability aspect in terms of learnability. The SUS aspect analysis is used as a development reference to maximize the quality of Digilib services.Keywords: Quality Evaluation, Digital Library, Usability. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan website Digilib pada 3 universitas. Digital Library merupakan suatu media penyimpanan koleksi buku dalam bentuk digital, sebagai sarana untuk memudahkan pengunjung dalam mengakses koleksi buku. Dalam meningkatkan pelayanan, universitas X, Y, dan Z telah menyediakan Digilib. Hasil observasi menunjukkan jumlah pengunjung Digilib masih tergolong kecil. Oleh sebab itu evaluasi kualitas pada website Digilib perlu dilakukan. Evaluasi kualitas pada aspek Usability dilakukan menggunakan standar penilaian yang ada pada kuesioner SUS. Analisis dan pengolahan data hasil kuesioner menggunakan penghitungan SUS. Hasil perhitungan rata-rata skor SUS dari 51 responden masing-masing universitas X, Y, dan Z menunjukan bahwa, Digilib X memiliki skor SUS tertinggi yaitu 58,2. Hasil analisis skor menunjukkan bahwa ketiga website belum memenuhi aspek usability dari segi learnability. Analisis aspek SUS digunakan sebagai acuan pengembangan untuk memkasimalkan kualitas pelayanan Digilib.Kata Kunci: Evaluasi Kualitas, Digital Library, Usability
Implementasi Teknologi Visual 3D Objek Sebagai Media Peningkatan Promosi Produk E-Marketplace
Abstract. This research is based on study of purchasing premium products at NIELSEN Changing Consumer Prosperity. Nielsen found that 58% premium products are bought by Indonesian local e-commerce. There are some influential factorsin buying premium products such as Superior Quality 56%, Performance 51%, Design 43%, Experience 42% and Brand 42%. There are 46% customers’ friend recommendation on feedback as the most influential factor. However, each customer’s point of view is different that causes a new problem to solve. Therefore, there must be a technology that provides better product visualization for the customer experience and this visualization can be done by Visual 3D Object technology with 3D warehouse library. The implementation result showed 88.9% which was categorized as very good. This means 3D visual objects for e-marketplace products could improve customer experience and this will become a good solution for product promotion and competitive advantage.Keywords: Visual 3D Objects, E-Marketplace, Promotion, Recommendations, 3D WarehouseAbstrak. Penelitian berdasarkan studi Changing Consumer Prosperity NIELSEN tentang pembelian produk premium. Nielsen menemukan pelanggan berbelanja online ke ecommerce local Indonesia untuk produk premium sebesar 58%. Faktor yang mempengaruhi pembelian produk premium seperti Kualitas Unggul 56%, Kinerja 51%, Desain 43%, Pengalaman 42% dan Merek 42%. Pelanggan memberikan penilaian rekomendasi feedback teman sebagai faktor yang paling berpengaruh terhadap produk baru yaitu 46%. Permasalahannya adalah rekomendasi yang diberikan oleh teman tidak selalu sama dengan apa yang diinginkan oleh pelanggan karena sudut pandang setiap pelanggan akan berbeda, maka harus ada teknologi yang memberikan visualisasi produk yang lebih baik sebagai pengalaman pelanggan dan visualisasi tersebut dapat dilakukan dengan teknologi Visual 3D Objek dengan library 3D Werehouse, Hasil implementasi adalah 88,9 % dengan kategori Sangat Baik yang berarti bahwa visual 3D objek untuk produk e-marketplace dapat meningkatkan pengalaman pelanggan sehingga menjadi solusi yang baik untuk melakukan promosi produk dan menjadi keunggulan bersaing. Kata Kunci: Visual 3D Objek, E-Marketplace, Promosi, Rekomendasi, 3D Warehous
Determining Laying Hens Production Performance Using Analytical Hierarchy Process and Simple Additive Weighting Methods
Abstract. The high consumption of chicken eggs in Indonesia must be balanced with the productivity level of laying hens to avoid scarcity resulting in an increasing price of chicken eggs. The maximum egg production can be possibly achieved by implementing a system of grouping chickens into good quality and poor performance different groups. This grouping can be made with a decision support system using the Analytical Hierarchy Process and Simple Additive Weighting methods. The criteria used in this test are eggs total, total of hens per coop, age, and hens’ death per coop. Alternatives used are coop 1, 2, 3, and 4. The coops were chosen as the alternative for the breeders compared the laying hens’ production performance based on the production per coop. The testing results, with the same input, show the same ranking order for both methods. The ranking order respectively the best to the worst is coop 1, coop 3, coop 2 and coop 4.Keywords: Laying hens, production performance, decision support system, Analytical Hierarchy Process, Simple Additive Weigthing.Abstrak. Banyaknya konsumsi telur ayam di Indonesia, harus diimbangi dengan tingkat produktivitas ayam petelur agar tidak terjadi kelangkaan yang mengakibatkan kenaikan harga telur ayam. Produksi telur yang maksimal bisa dicapai dengan menerapkan sistem pengelompokan ayam-ayam dengan kualitas performa yang baik dan yang kurang baik. Pengelompokan ini bisa dibuat dengan sistem pendukung keputusan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process dan Simple Additive Weighting. Kriteria yang digunakan dalam pengujian ini adalah Total telur, Total ayam per kandang, umur ayam dan kematian ayam per kandang. Alternative yang digunakan adalah kandang 1, 2, 3, and 4. Kandang dipilih sebagai alternative karena peternak membandingkan performa produksi ayam petelur berdasarkan produksi per kandangnya. Hasil pengujian, dengan masukan yang sama, menunjukkan hasil perangkingan dengan urutan yang sama untuk kedua metode. Rangking terbaik sampai dengan terburuk, secara berturut-turut: kandang 1, kandang 3, kandang 2 dan kandang 4.Kata Kunci: Ayam Petelur, Performa Produksi, Sistem Pendukung Keputusan, Analytical Hierarchy Process, Simple Additive Weigthing
Aplikasi Pengecekan Dokumen Digital Tugas Mahasiswa Berbasis Website
Abstract. Website-Based Application for Checking Students’ Digital Assignment. Nowadays, technology is not only about computers as it has advanced to smartphones and other things. In UKMC, technology has certainly helped the job. However, in this university, there is no application for checking the plagiarism of the students’ digital assignments, whereas plagiarism is sometimes done by students when working on assignments from online sources. Students’ assignments can be easily done by doing copy and paste without mentioning its reference because students tend to think practically when working on assignments. Plagiarism is strictly prohibited in education because it is not permitted. Therefore, a plagiarism detection application should be created. It applies a string-matching algorithm in text documents to search the common words between documents. By applying the string-matching method in document that match with other documents, an output that will provide information on how similar the text documents are can be generated. After testing, it is obtained that this application can help lecturers and students to reduce the level of plagiarism.Keywords: Application, Plagiarism, Digital, Assignment Abstrak. Sekarang teknologi tidak hanya tentang computer karena kemajuannya telah merambah pada smartphone, dan hal- hal lainnya. Di UKMC, teknologi yang digunakan sudah sangat membantu pekerjaan. Namun di universitas ini, belum ada aplikasi yang dapat memeriksa plagiarisme dari tugas digital mahasiswa padahal plagiarisme terkadang dilakukan oleh mahasiswa saat mengerjakan tugas dari sumber online. Tugas mahasiswa dapat dengan mudah dibuat dengan cara copy-paste tanpa menyebutkan referensi, karena siswa cenderung berpikir praktis ketika mengerjakan tugas. Plagiarisme sangat dilarang dalam pendidikan karena tidak diizinkan. Oleh karena itu aplikasi pendeteksi plagiarisme perlu dibuat. Aplikasi ini menerapkan algoritma pencocokan string dalam dokumen teks untuk mencari kata-kata umum antar dokumen. Dengan metode pencocokan string pada dokumen yang cocok dengan beberapa dokumen lainnya dapat dihasilkan suatu keluaran yang akan memberikan informasi seberapa dekat antar dokumen teks tersebut. Setelah dilakukan pengujian, didapat hasil bahwa aplikasi ini dapat membantu dosen dan mahasiswa untuk mengurangi tingkat plagiarisme.Kata Kunci: aplikasi, plagiarisme, tugas kuliah
Pembangunan Aplikasi Identifikasi Waktu Kawin Ternak Babi dengan Alihragam Wavelet dan Backpropagation
Abstract.Pigs are one of the animals that are usually bred for pork production. In order to have the pork production which meet the high level of consumption, it is necessary to handle the mating time for the nursery process so that pigs can mate at the right time to avoid problems such as pregnancy failure. Determination of the right mating time in pigs can be decided by observing the shape and color of female pig vulva that is opened and slimy. The uniqueness of vulva in this breeding season can be analyzed and identified by using Haar Wavelet and Backpropagation neural networks. Wavelets are used to perform image feature retrieval, while Backpropagation artificial neural networks are used to create a base of knowledge to decide whether the pigs are at the right mating time. This application is a web application built by Visual Studio 2015 MVC5 framework with C # programming language. Users can use this application by using the Android application. The construction of this application aims to enable pig breeder to get the right time of mating to increase the pork production. This application will also be made for the smart phone version in order to make the detection process with this application more efficient.Keywords: Pattern Recognition, Haar Wavelet, Backpropagation, Pig Breeding.Abstrak. Babi merupakan hewan yang diternakkan untuk dimanfaatkan dagingnya. Agar produksi daging babi dapat memenuhi tingkat konsumsi yang tinggi, diperlukan penanganan waktu kawin agar babi dapat kawin pada waktu yang tepat sehingga menghindari permasalahan seperti kegagalan kebuntingan.Penentuan waktu kawin yang tepat pada babi terlihat pada bentuk dan warna vulva babi betina yang terlihat terbuka dan berlendir. Keunikan vulva ini dapat dianalisis dan dikenali polanya menggunakan alihragam Haar Wavelet dan jaringan syaraf tiruan Backpropagation. Wavelet digunakan untuk pengambilan ciri citra, jaringan syaraf tiruan Backpropagation digunakan untuk membuat basis pengetahuan untuk mengkategorikan karakter yang membuat babi dinyatakan berada dalam waktu kawin yang tepat. Aplikasi ini merupakan aplikasi web yang dibangun dengan bahasa pemrograman C#. Dibangunnya aplikasi ini bertujuan agar peternak babi dapat mendapatkan waktu yang tepat untuk mengawinkan ternaknya agar produksi babi dapat meningkat. Aplikasi ini juga dibuat pada ponsel pintar agar proses pendeteksian dengan aplikasi ini menjadi lebih efisien.Kata Kunci: Pengenalan Pola, Haar Wavelet, Backpropagation, Ternak Babi
Penentuan Jenis Tanaman Berdasarkan Kemiringan Lahan Pertanian Menggunakan Adopsi Linier Programming Berbasis Pengolahan Citra
Abstract. The slope is a measure of the slope of the land relative to the flat plane which is generally expressed in percent or degree. Agricultural land that has a slope of more than 15 ° can be more easily damaged. In this study, a value of 2.5 ° was used in determining the normal slope. The process of implementing a decision support system used linear programming adoption in determining the slope and rotation of the slope of the land and determining whether the normalization of the image input was necessary or not. The purpose of this research is to determine the time needed to determine the plant types based on angle rotation setting determined by the user. The results of the study shows that the greater height and width of an object, the longer time needed to determine the plant types, land price and the land slope. The results of the study were obtained in conducting five tests. Tests 1 and 2 images with height and image width ranged from 150-480 obtained time for normalization of 15-30, testing 3.4.5 images with height and image widths ranging from 322 and 788 requiring 54- 108.Keywords: Slope, Adopting Linear Programming, Decision Support SystemsAbstrak. Kemiringan lereng merupakan ukuran kemiringan lahan relatif terhadap bidang datar yang secara umum dinyatakan dalam persen atau derajat. Lahan pertanian yang mempunyai kemiringan lebih dari 15° dapat lebih mudah rusak. Pada penelitian ini digunakan nilai 2,5 ° pada penentuan kemiringan normalisasi.Proses implementasi system pendukung keputusan menggunakan adopsi linier programing dalam menentukan sudut kemiringan lahan, rotasi kemiringan lahan dan menentukan perlu atau tidaknya normalisasi pada input citra tersebut. Tujuan dari penelitian ini menentukan waktu yang dibutuhkan dalam menentukan jenis tanaman berdasarkan rotasi atau sudut pengedukan yang ditentukan oleh user. Hasil penelitian menunjukkan semakin besar tinggi dan lebar suatu objek semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk menentukan jenis tanaman, harga lahan atau kemiringan lahan. Lima pengujian dilakukan dalam penelitian ini. Pada pengujian 1 dan 2, citra dengan tinggi dan lebar berkisar 150-480 didapatkan waktu untuk normalisasi 15-30. Pada pengujian 3,4,5 citra dengan tinggi dan lebar citra berkisar 322 dan 788 dibutuhkan waktu 54-108.Kata Kunci: Kemiringan lereng, Adopsi Linear Programming, Sistem Pendukung Keputusa
Perencanaan Arsitektur SI/TI menggunakan Framework TOGAF (Studi Kasus : Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Tasikmalaya)
Abstract. The planning of system and information technology architecture which is abbreviated as SI/TI is one effort needed by the organization so that the applied system and information technology fits the business organization needs. The Tasikmalaya City Department of Library and Archive has not done the IS/IT architecture planning nor fully applied the IS/IT. Therefore, a system and information technology planning is required to identify the needed system and technology for the departement. The framework used in composing the IS/IT planning was TOGAF with the ADM as the architecture development method. The TOGAF's stages used in this research were started from Preliminary Phase to Phase E: Opportunities and Solutions. The result of this IS/IT architecture planning is a blueprint which is in sync with the business needs in the departement consisting of business architecture, information system architecture and technology architecture.Keywords: ADM, Archives, Architecture, Library, TOGAFAbstrak. Perencanaan Arsitektur Sistem/Teknologi Informasi menggunakan Framework TOGAF. Perencanaan arsitektur sistem dan teknologi informasi atau disingkat SI/TI merupakan salah satu upaya yang diperlukan organisasi agar sistem dan teknologi informasi yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan bisnis organisasi. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Tasikmalaya belum melakukan perencanaan arsitektur sistem dan teknologi informasi ataupun menerapkan sistem dan teknologi informasi secara menyeluruh. Oleh karena itu, diperlukan suatu perencanaan sistem dan teknologi informasi untuk mengidentifikasi sistem dan teknologi apa yang akan digunakan. Tentu saja sistem dan teknologi informasi tersebut harus sesuai dengan struktur organisasi, tugas pokok, fungsi, serta kebutuhan di dinas tersebut. Framework yang digunakan dalam menyusun perencanaan arsitektur SI/TI tersebut adalah TOGAF dengan ADM sebagai metode pengembangan arsitekturnya. Tahapan TOGAF ADM yang dilakukan pada penelitian ini yaitu mulai dari Preliminary Phase hingga Phase E: Opportunities and Solutions. Perencanaan SI/TI menghasilkan blueprint yang selaras dengan kebutuhan bisnis di dinas tersebut yang terdiri dari arsitektur bisnis, aplikasi, data dan teknologi.Kata Kunci: ADM, Arsip, Arsitektur, Perpustakaan, TOGA