Jurnal Buana Informatika
Not a member yet
274 research outputs found
Sort by
Pencarian File Gambar Berdasarkan Dominasi Warna
Abstract. Image File Searching Based on Color Domination. One characteristic of an image that can be used in image searching process is the composition of the colors. Color is a trait that is easily seen by man in the picture. The use of color as a searching parameter can provide a solution in an easier searching for images stored in computer memory. Color images have RGB values that can be computed and converted into HSL color space model. Use of HSL images model is very easy because it can be calculated using a percent, so that in each pixel of the image can be grouped and named, this can give a dominant values of the colors contained in one image. By obtaining these values, the image search can be done quickly just by using these values to a retrieval system image file. This article discusses the use of the HSL color space model to facilitate the searching for a digital image in the digital image data warehouse. From the test results of the application form, a searching is faster by using the colors specified by the user. Obstacles encountered were still searching with a choice of 15 basic colors available, with a limit of 33% dominance of the color image search was not found. This is due to the dominant color in each image has the most dominant value below 33%.  Keywords: RGB, HSL, image searching Abstrak. Salah satu ciri gambar yang dapat dipergunakan dalam proses pencarian gambar adalah komposisi warna. Warna adalah ciri yang mudah dilihat oleh manusia dalam citra gambar. Penggunaan warna sebagai parameter pencarian dapat memberikan solusi dalam memudahkan pencarian gambar yang tersimpan dalam memori komputer. Warna gambar memiliki nilai RGB yang dapat dihitung dan dikonversi ke dalam model HSL color space. Penggunaan model gambar HSL sangat mudah karena dapat dihitung dengan menggunakan persen, sehingga dalam setiap piksel gambar dapat dikelompokan dan diberi nama, hal ini dapat memberikan suatu nilai dominan dari warna yang terdapat dalam satu gambar. Dengan diperolehnya nilai tersebut, pencarian gambar dapat dilakukan dengan cepat hanya dengan menggunakan nilai tersebut pada sistem pencarian file gambar. Artikel ini membahas tentang penggunaan model HSL color space untuk mempermudah pencarian suatu gambar digital didalam gudang data gambar digital. Dari hasil uji aplikasi yang sudah dibuat, diperoleh pencarian yang lebih cepat dengan menggunakan pilihan warna yang ditentukan sendiri oleh pengguna. Kendala yang masih dijumpai adalah pencarian dengan pilihan 15 warna dasar yang tersedia, dengan batas dominasi warna 33% tidak ditemukan gambar yang dicari. Hal ini disebabkan warna dominan disetiap gambar kebanyakan memiliki nilai dominan di bawah 33%. Kata Kunci: RGB, HSL, pencarian gamba
Analisis CSF, SWOT dan TOWS Studi Kasus: PT Intan Pariwara Klaten
Abstract. CSF, SWOT and TOWS Analysis, Case Study: PT Intan Pariwara Klaten. SWOT analysis identified the opportunity and the external threat as well as the strength and the internal weakness. The TOWS strategy matrix explain four types of the strategy that is the SO strategy (Strengths-Opportunities), the strategy WO (Weakness-Opportunities), the strategy St (Strengths-Threaths) and the WT strategy (Weakness-Threaths). In the CSF analysis (Critical Success Factor) was obtained by results that with the existence web interactive could become a development strategy of the marketing, the use of information technology could help the management of the company and the research of the consumer's wish that it was felt needed to increase the company's profit. The threat that was dealt with by PT Intan Pariwara was depicted by the SWOT analysis, in part: more often sprang up the new publisher, the number of available publishers beforehand, and the buyer had the quite high tasteless strength. The strategy that could be taken by PT Intan Pariwara was depicted in the TOWS analysis. Keywords: Critical Success Factor, SWOT, TOWS  Abstrak. Analisis SWOT mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal serta kekuatan dan kelemahan internal. Matriks strategi TOWS membantu manajer mengembangklan empat tipe strategi yaitu strategi SO (Strengths-Opportunities), strategi WO (Weakness-Opportunities), strategi ST (Strengths-Threaths) dan strategi WT (Weakness-Threaths). Pada analisis CSF (Critical Success Factor) didapatkan hasil bahwa dengan adanya web interaktif dapat menjadi suatu strategi pengembangan pemasaran, penggunaan teknologi informasi dapat membantu manajemen perusahaan dan riset keinginan konsumen yang dirasa perlu untuk meningkatkan profit perusahaan. Ancaman yang dihadapi oleh PT Intan Pariwara digambarkan oleh analisis SWOT, antara lain: semakin banyak bermunculan penerbit baru, banyaknya penerbit yang sudah ada sebelumnya, dan pembeli mempunyai kekuatan tawar yang cukup tinggi. Strategi yang dapat diambil oleh PT Intan Pariwara digambarkan dalam analisis TOWS. Kata Kunci: Faktor Penentu Kesuksesan, SWOT, TOW
Implementasi Algoritma Pohon Triner untuk Perhitungan Bonus Jaringan MLM Berbasis Web
Abstract. Implementation of Triner Tree Algorithm for Calculation of Web-Based MLM Network Bonus. In the development of the marketing world these days there is a new term that is Multi Level Marketing (MLM). In running an MLM, there is a calculation of bonuses that have a specific formula to attract consumers to become members as well as to increase the income of the MLM itself. To perform a calculation of this bonus, if done manually would be very time consuming, because the administrator will first look at each member and the tree structure that, then he can do the bonus calculation network. On the other hand, the managers of MLM are required to present the information these bonuses quickly and accurately to its members. Would be made an auxiliary program to calculate it with a web-based so that members can get information about bonuses own network quickly. This system uses a tree structure that is triner tree structure having subtrees maximum of 3 pieces. Web-based system is expected to convey information to members with the bonus quickly. Keywords: triner tree algorithm, the bonus network, MLM Abstrak. Dalam perkembangan dunia pemasaran akhir-akhir ini terdapat suatu istilah baru yaitu Multi Level Marketing (MLM). Dalam menjalankan suatu MLM ini, terdapat suatu perhitungan bonus yang mempunyai rumus tertentu untuk menarik minat para konsumen agar menjadi anggotanya sekaligus untuk meningkatkan pendapatan dari MLM itu sendiri. Untuk melakukan suatu perhitungan bonus ini, jika dilakukan secara manual akan sangat memakan waktu, karena administrator akan melihat dulu setiap anggota dan struktur pohonnya itu, barulah dia bisa melakukan perhitungan bonus jaringan. Disisi lain, pengelola MLM tersebut dituntut untuk menyajikan informasi bonus-bonus tersebut secara cepat dan akurat kepada para anggotanya. Untuk itu akan dibuat suatu program bantu untuk menghitungnya dengan berbasis web agar para anggota dapat memperoleh informasi tentang bonus jaringannya sendiri secara cepat. Sistem ini menggunakan struktur pohon triner yaitu struktur pohon yang mempunyai sub pohon maksimal 3 buah. Sistem berbasis web ini diharapkan dapat menyampaikan informasi bonus kepada anggota dengan semakin cepat. Kata Kunci: algoritma pohon triner, bonus jaringan, MLMÂ
Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Manajemen Aset TIK Studi Kasus: Asmi Santa Maria Yogyakarta
Abstract. Analysis and Design of Communication and Information Technology Management Information System Case Study: Asmi Santa Maria Yogyakarta. The management of asset in ASMI Santa Maria has been done by MS Excel application. This application has limitations such as lack of detailed records of assets, difficulty doing complex calculations such as valuation of assets, limited access to others in need, and less able to handle the administration of information assets of items that can provide real-time information, accurate, integrated, and user- friendly. This study aims to analyze and design the system needs to manage ICT assets in ASMI Santa Maria Yogjakarta. Through analysis and design of this system the authors intended to provide suggestions for institution to implement the ICT Asset Management Information System (SIMATIK). This information system has been successfully designed and provide ICT asset information management functionality that includes the registration of assets, asset allocation, transfer of assets, calculating depreciation, valuation of assets, maitencance records, removal of assets, asset tracking, and reporting. Designing ICT asset management information system is done with web-based (intranet) and with object-oriented approach (OOA). Keywords: asset management, asset management information system, object oriented apporach. Abstrak. Pengelolaan aset barang di ASMI Santa Maria selama ini dilakukan dengan aplikasi MS Excel dalam format daftar inventaris barang. Aplikasi ini memiliki keterbatasan seperti tiadanya rekod detil aset barang, kesulitan melakukan penghitungan yang komplek seperti penilaian aset, terbatasnya akses pihak lain yang membutuhkan, dan informasi kurang dapat menangani penatausahaan aset barang yang dapat memberikan informasi real-time, akurat, terintegrasi, dan user-friendly. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merancang kebutuhan sistem untuk mengelola aset TIK di ASMI Santa Maria Yogyakarta. Melalui analisis dan perancangan sistem ini penulis bermaksud memberikan usulan bagi lembaga untuk mengimplementasikan Sistem Informasi Manajemen Aset TIK (SIMATIK). Sistem informasi ini telah berhasil dirancang dan menyediakan fungsionalitas pengelolaan informasi aset TIK yang meliputi registrasi aset, penempatan aset, pemindahan aset, penghitungan depresiasi, penilaian aset, pencatatan maintenance, penghapusan aset, pelacakan aset, dan pembuatan laporan. Perancangan Sistem informasi manajemen aset TIK ini dilakukan dengan berbasis web (intranet) dan dengan pendekatan berorientasi objek (OOA). Kata Kunci: Manajemen aset, sistem informasi manajemen aset, pendekatan berorientasi objek
Rekayasa Pembalikan Kode Berorientasi Objek ke Desain Kelas Menggunakan Struktur Data Graf
 Abstract. Reverse Engineering of Object Oriented Code to Class Design Using Graph Data Structure. This time the software engineering methodology still follows the process of standard system development consisting of four phases of the system initialization, system analysis, system design, and system implementation. The phases occur sequentially so that the implementation is always done after the design is complete. This research is developing software Code Converter (COCON) to automate the conversion of object-oriented code to class design using graph data structures. COCON only requires an object-oriented code file as input and produce results in the form of a file containing a list of classes and relations between classes that read from input file. COCON help users to find out the class design of object-oriented code and becomes the basis for drawing class diagrams of object-oriented code. Keywords: reverse engineering, class design, relation, OOP, graph Abstrak. Pada saat ini metodologi rekayasa perangkat lunak masih mengikuti proses pengembangan sistem yang standar yang terdiri dari empat fase yakni inisialisasi sistem, analisis sistem, desain sistem dan implementasi sistem. Keempat fase tersebut terjadi secara berurutan sehingga fase implementasi selalu dilakukan setelah fase desain selesai. Penelitian ini membangun perangkat lunak Code Converter (COCON) yang berfungsi untuk mengotomasi konversi kode program berorientasi objek ke desain kelas dengan struktur data graf. COCON hanya membutuhkan sebuah berkas kode program berorientasi objek sebagai masukan dan memberikan hasil berupa sebuah berkas yang berisi daftar kelas dan relasi antar kelas yang dibaca dari berkas masukan. COCON membantu pengguna untuk mengetahui desain kelas dari kode program berorientasi objek dan menjadi dasar dalam penggambaran diagram kelas dari kode berorientasi objek. Kata Kunci: rekayasa pembalikan, desain kelas, relasi, PBO, gra
Analisis High Availability Pada Sistem Berbasis Teknologi Oracle Data Guard (Studi Kasus SIA-SAT UKSW)
Abstract. High Availability on Oracle Data Guard-based System (Case Study: SIA-SAT UKSW). SIA-SAT is a subject administration system for UKSW collegian. Database SIA-SAT is backuped by autobackup system, and backup file sent directly to backup server at another building. Until these days, database SIA-SAT system still does not have a secondary database (backup) which can replace main database when failure is happening on main database.Oracle Data Guard System is a technology researched by Oracle to increase availability level on Oracle Database server. Every transaction is saved on main server and duplicated for standby database server. The advantages point of technology is standby database which indirectly becomes a backup server, and standby database can be used for replacing main database.The result of this research is the technology of Oracle Data Guard can increase availability level for a system Oracle Database. This condition can happen because standby database always duplicates data and is ready to replace primary database.Keywords: availability, data guard, database distributionAbstrak. SIA-SAT adalah sebuah sistem administrasi mata kuliah untuk mahasiswa. Basis data SIA-SAT dicadangkan oleh sistem cadang otomatis, dan berkas cadangan tersebut dikirimkan secara langsung ke server cadangan yang terletak di gedung lain. Hingga saat ini, sistem basis data SIA-SAT masih belum memiliki basis data sekunder (cadangan) yang dapat menggantikan basis data utama jika kegagalan terjadi pada basis data utama. Oracle Data Guard System adalah sebuah teknologi yang diteliti oleh Oracle untuk meningkatkan tingkat ketersediaan pada Oracle Database server. Setiap transaksi disimpan pada server utama dan diduplikasi untuk standby database server. Manfaat dari teknologi ini adalah standby database secara tidak langsung menjadi server cadangan, dan standby database dapat digunakan untuk menggantikan basis data utama. Hasil dari penelitian ini adalah teknologi Oracle Data Guard dapat meningkatkan tingkat ketersediaan untuk sistem Oracle Database. Kondisi ini dapat tercapai karena standby database selalu menduplikasi data dan siap untuk menggantikan basis data primer.Kata Kunci: ketersediaan, data guard, distribusi basis dat
Pembangunan Perangkat Lunak Pembangkit Jadwal Kuliah dan Ujian Dengan Metode Pewarnaan Graf
Abstract. Class and Exam Schedules Generator Software Development Using Graph Coloring Method. Preparation of class schedules and exams schedules at the Faculty of Industrial Technology, University of Atma Jaya Yogyakarta are done manually, thus requiring much time and energy, besides the possibility of inaccuracies. This research builds Fine Generator Scheduler (Fingers) that automate the preparation of class schedules and exams schedules with the graph coloring method, in which two vertices are adjacent, were given different color to each other. Vertices represent classes, while the color represents the placement of class session on schedule. In the graph coloring method, the color used in is as little as possible. Fingers helped the Faculty of Industrial Technology University of Atma Jaya Yogyakarta in scheduling classes and exams quickly and accurately. If the schedule is not obtained as desired then manual treatment is required to replace the schedules.Keywords: Graph, Coloring, Schedule, Generate, Distribution.Abstrak. Penyusunan jadwal kuliah dan ujian pada Fakultas Teknologi Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan waktu dan tenaga yang banyak, disamping adanya kemungkinan ketidak-akuratan penyusunan. Penelitian ini membangun perangkat lunak Fine Generator of Scheduler (Fingers) yang berfungsi untuk mengotomasi penyusunan jadwal kuliah dan ujian dengan metode pewarnaan graf, dimana dua verteks yang adjacent (diampu dosen yang sama, menempati laboratorium yang sama, mempunyai konsentrasi atau semester yang sama) diberi warna yang berbeda satu sama lain. Verteks merepresentasikan mata kuliah, sedangkan warna merepresentasikan sesi penempatan mata kuliah pada jadwal. Pada metode pewarnaan graf, warna yang digunakan sesedikit mungkin. Fingers membantu Fakultas Teknologi Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta dalam penjadwalan kuliah dan ujian secara cepat dan akurat. Pada Jika jadwal yang didapat tidak seperti yang diinginkan maka dibutuhkan manual treatment oleh program studi berupa penempatan jadwal pada hari dan/atau sesi lain.Kata Kunci: Graf, Pewarnaan, Penawaran, Distribusi, Jadwal
Learning from the Case Studies, How Global Software Development Process is executed in an Agile Method Environment
Abstrak. Belajar dari Studi Kasus, Bagaimana Proses Pengembangan Perangkat Lunak Global Dieksekusi Pada Lingkungan Metode Agile. Tantangan terbesar dalam Software Development Global (GSD) adalah efisiensi waktu untuk mengembangkan. GSD menyediakan panduan untuk menggunakan proses bersama dengan muka seperti proses metode analisis terpadu atau metode air terjun. Meskipun, itu memberikan manfaat melalui dokumentasi yang komprehensif dan kejelasan, ia memberikan menghambat organisasi yang ingin menggunakan GSD tetapi dalam terburu-buru. Metode Agile mengklaim efisien dan pendekatan yang efektif untuk pengembangan perangkat lunak. Makalah ini laporan tentang bagaimana organisasi menggabungkan proses GSD dengan metode tangkas seperti eXtreme Programming (XP), Scrum, Agile Unified Process (UP Agile), Pengembangan Fitur Driven (FDD), dan Microsoft Solusi Kerangka Agile (MSF Agile). Makalah ini menggunakan studi kasus untuk mendapatkan pengalaman organisasi dan menjelaskan praktek yang berguna untuk organisasi yang ingin menerapkan GSD dengan metode tangkas. Kata Kunci: Siklus Hidup Pengembangan Perangkat Lunak, Agile, GSD Abstract. The biggest challenge in Global Software Development (GSD) is the efficiency of time to develop. GSD provides a guidance to use the process along with up-front analysis method like unified process or waterfall method. Although, it gives a benefit through comprehensive documentation and its clearness, it gives inhibits the organization which wants use GSD but in a rush. Agile methods claim an efficient and the effective approach to software development. This paper reports on how organizations combine the GSD process with agile methods like eXtreme Programming (XP), Scrum, Agile Unified Process (Agile UP), Feature Driven Development (FDD), and Microsoft Solution Framework Agile (MSF Agile). The paper uses case study to get organization experiences and describe useful practices for the organization that want to implement GSD with an agile method. Keywords: Software Development Lifecycle, Agile, GS
Analisa Manfaat Implementasi Electronic Customs Clearance System (ECCS) di Chevron Indonesia Company Balikpapan dengan Metode Information Economics
 Abstract. Benefit Analysis of Electronic Customs Clearance System (ECCS) Implementation in Chevron Indonesia Company Balikpapan using Information Economics Method. Companies continue invest their money in Information Technology in order to get values for their business. The investments are expected to produce values that worth with the cost spent. Chevron Indonesia Company, a global natural gas and oil exploration company which one of its subsidiary is in Balikpapan has also been use Information Technology to run their business. One of the applications they have is Electronic Customs Clearance System (ECCS) that automate the export import processes. In this paper we will analyze the benefits of ECCS implementation to the company with financial approach of Information Economics methodology. Keywords: value, benefits, Electronic Customs Clearance System, Information Economics Abstrak. Perusahaan terus menginvestasikan uang mereka dalam Teknologi Informasi dalam rangka untuk mendapatkan nilai untuk bisnis mereka. Investasi diharapkan untuk menghasilkan manfaat yang senilai dengan biaya yang dihabiskan. Chevron Perusahaan Indonesia, gas alam global dan perusahaan minyak eksplorasi yang salah satu anak perusahaan adalah di Balikpapan juga telah menggunakan Informasi Teknologi untuk menjalankan bisnis mereka. Salah satu aplikasi yang mereka miliki adalah Sistem Elektronik Customs Clearance (ECCs) yang mengotomatisasi proses ekspor impor. Dalam tulisan ini kita akan menganalisis manfaat pelaksanaan ECCs kepada perusahaan dengan pendekatan keuangan metodologi Informasi Ekonomi. Kata Kunci: nilai, manfaat, Elektronik Sistem Bea Cukai Clearance, Ekonomi Informas
Pengembangan Aplikasi Interactive Tv Pada Platform Set-Top Box Tertanam Berbasis Windows Embedded 7
Abstract. Interactive TV Application Development on Embedded Set-Top Box Platform Based on Windows Embedded 7. With the novelty of television technology that marked by the boom of DTV, Internet enabled Set-Top Box, and DVR, television users become more aware to interactive and rich experience of multimedia contents viewing on their television that later become the concept of interactive TV.Interactive TV allows viewers to take control of what they want to see something conventional TV can’t afford. In this research, there will be an application developed so that the user could enjoy extended services through their TV set. CETV is a proof of concept of interactive TV concept that enables users to access extended services. CETV is a group of 7 different application module that has their own feature and functionality. CETV delivers extended services and contents that bring interactivity and control to television users. Kata kunci: Embedded Device, . NET Framework, interactive TV, Set Top Box.Abstrak. Dengan kebaruan teknologi televisi yang ditandai dengan tren DTV, Internet enabled Set-Top Box, dan DVR, pengguna televisi menjadi lebih sadar akan pengalaman yang interaktif dan kaya pada konten multimedia yang tampil di televisi mereka yang kemudian menjadi konsep TV interaktif. Interaktif TV memungkinkan pemirsa untuk mengambil kendali dari apa yang mereka ingin lihat, sesesuatu yang tidak mampu disediakan oleh TV konvensional. Dalam penelitian ini, akan ada aplikasi yang dikembangkan sehingga pengguna dapat menikmati layanan tambahan melalui TV mereka. CETV adalah bukti dari konsep konsep TV interaktif yang memungkinkan pengguna untuk mengakses layanan tambahan. CETV adalah kelompok 7 modul aplikasi yang berbeda yang memiliki fitur dan fungsi mereka sendiri. CETV memberikan layanan tambahan dan konten yang membawa interaktivitas dan kontrol kepada pengguna televisi.Kata kunci: Perangkat Tertanam, .NET Framework, TV interaktif, Set Top Box