Jurnal Buana Informatika
Not a member yet
274 research outputs found
Sort by
Teknologi dan Teknik Sistem Terdistribusi Pervasif dalam Bidang Logistik: Studi Literatur Sistematis
Abstract. Distributed pervasive system is part of distributed system that can be accessed anytime, anywhere, anybody, and anyone. In the part of logistics, supply chain has problems such as real time visibility, materials and products track and trace, and response time for huge data stream processed to automating control smart package. Increasingly advanced technology needed technology to monitor the transport chain with smart thing and some techniques needed to be used to increase performance of the technology. In this paper will study technologies are using in pervasive system domain of logistics, especially technologies to monitor transport chain. Besides, presented several techniques used to improve performance of the technologies. In this paper found some technologies such as RFID, Wireless Sensor Networks (WSN), and hybrid technology used in pervasive system domain of logistics. Also found some techniques to improve performance like smoothing method, multi threshold algorithm, and kalman filter technique. Based on literature can be conclude that some techniques can improve performance of technologies.Keywords: Distribute Pervasive System, Logistic, Systematic Literature ReviewAbstrak. Sistem terdistribusi pervasif merupakan bagian dari sistem terdistribusi yang dapat diakses kapan saja, di mana saja, dan oleh siapa saja. Di bidang logistik, rantai pasokan memiliki masalah dalam hal visibilitas real time, pelacakan bahan dan produk, serta waktu respon untuk dalam proses data untuk mengotomatisasi kontrol paket cerdas. Semakin berkembangnya teknologi, semakin canggih teknologi yang digunakan untuk memantau rantai transportasi dengan cerdas dan beberapa teknik diperlukan untuk meningkatkan kinerja teknologi. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai teknologi yang digunakan dalam sistem terdistribusi pervasif untuk bidang logistik, khususnya teknologi untuk memantau rantai pasokan. Selain itu, disajikan beberapa teknik yang digunakan untuk meningkatkan kinerja teknologi. Dalam makalah ini ditemukan beberapa teknologi seperti RFID, Wireless Sensor Networks, dan teknologi gabungan yang digunakan untuk bidang logistik. Juga ditemukan beberapa teknik untuk meningkatkan kinerja seperti metode smoothing, teknik algoritma multi-treshold, dan teknik kalman filter. Berdasarkan literatur dapat disimpulkan bahwa beberapa teknik dapat meningkatkan kinerja teknologi.Kata Kunci: Sistem Terdistribusi Pervasif, Logistik, Studi Literatur Sistemati
Teknologi dan Teknik Sistem Komputasi Pervasif dalam Sistem Layanan Kesehatan: Studi Literatur Sistematis
Abstract. Technology of pervasive computing can be applied in daily activities such as sport, education, game and public interest such as public health. In healthcare system, the issues about high cost and errors in reviewing of patient record are still a major topic for healthcare provider (hospital). The technology of pervasive computing was developed to address these issues. This study will discuss the technology to support healthcare system. The main purpose is that users need to know the technology and its characteristics in order to prevent fatal actions in its use. The integration of different kinds of technology such as mobile devices, wireless networks, sensors, and wearable technologies is able to give better healthcare service than the technology itself. Keywords: Technology, Pervasive Healthcare System, Systematic Literature Review. Abstrak. Teknologi komputasi pervasif dapat diterapkan dalam aktifitas manusia mulai dari kebutuhan pribadi seperti olahraga, belajar, permainan dan kepentingan umum seperti kesehatan umum. Dalam sistem layanan kesehatan,isu tentang biaya yang tinggi, adanya kesalahan dalam review data pasien masih menjadi topik utama bagi penyedia layanan kesehatan (rumah sakit). Teknologi komputasi pervasif dikembangkan untuk mengatasi masalah tersebut. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai teknologi dan karakteristiknya dalam mendukung sistem layanan kesehatan. Tujuan utama adalah pengguna harus mengetahui teknologi dan karakteristiknya agar tidak terjadi tindakan fatal dalam penggunaanya. Integrasi antar teknologi seperti mobile device, wireless network, sensor, dan wearable technologies mampu memberikan layanan kesehatan yang lebih baik dibanding teknologi itu sendiri. Kata Kunci: Teknologi, Sistem Layanan Kesehatan Pervasif, Studi Literatur Sistematis
Pengembangan Website Multi-Screen dan Analisis Perbandingan User Behaviournya
Abstract.The wide availability of affordable smartphone and tablet in the market leads to the increase of internet access using mobile devices. Some users have started to leave desktop devices and are now using mobile devices. Some decide to use mobile device, some are still using desktop device, while some others are using both. This study aims to analyze the differences in the users’ behaviours when visiting a website in a desktop and mobile version. The aspects of the user behaviour studied are page view/visit, time on site, bounce rate, and registration ratio. The data are taken and saved by Google Analytics and database website which are analyzed by using descriptive statistic and ANOVA. The result shows that the desktop version has high value in those previously mentioned aspects compared to the mobile version.Keywords: User Behaviour, desktop, mobile, analytics. Abstrak.Membanjirnya smartphone dan tablet di pasaran dengan harga terjangkau, mendorong naiknya pengaksesan internet menggunakan mobile device. Sebagian user telah berpindah dari pengguna desktop device menjadi pengguna mobile device. Sebagian masih tetap menggunakan desktop device, dan sebagian lagi menggunakan keduanya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan website multi-screen dan menganalisis perbedaan user behaviour ketika mengunjungi website versi desktop dan versi mobile. Adapun user behaviour yang diteliti adalah: pageview/visit (banyaknya halaman yang dibuka user tiap berkunjung), time on site (durasi kunjungan user), bounce rate (rasio user yang hanya membuka satu halaman kemudian meninggalkan website), dan registration ratio (rasio user yang bersedia mendaftar). Data diambil dan disimpan oleh Google Analytic dan database internal website, yang kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan ANOVA. Hasilnya menunjukkan bahwa semua jenis user behaviour website versi desktop dan versi mobile yang diteliti mempunyai perbedaan yang signifikan. Kata Kunci: User behaviour, desktop, mobile, analytics
Studi Perbandingan Algoritma Pencarian String dalam Metode Approximate String Matching untuk Identifikasi Kesalahan Pengetikan Teks
Abstract. Error typing resulting in the change of standard words into non-standard words are often caused by misspelling. This can be addressed by developing a system to identify errors in typing. Approximate string matching is one method that is widely implemented to identify error typing by using several string search algorithms, i.e. Levenshtein Distance, Hamming Distance, Damerau Levenshtein Distance and Jaro Winkler Distance. However, there is no study that compares the performance of the four algorithms. Therefore, this research aims to compare the performance between the four algorithms in order to identify which algorithm is the most accurate and precise in the search string based on various errors typing. Evaluation is performed by using users’ relevance judgments which produce the mean average precision (MAP) to determine the best algorithm. The result shows that Jaro Winkler Distance algorithm is the best in word-checking with 0.87 of MAP value when identifying the typing error of 50 incorrect words.Keywords: Errors typing, Levenshtein, Hamming, Damerau Levenshtein, Jaro WinklerAbstrak. Kesalahan pengetikan mengakibatkan kata baku berubah menjadi kata tidak baku karena ejaan yang digunakan tidak sesuai. Hal tersebut dapat ditangani dengan mengembangkan sistem untuk mengidentifikasi kesalahan pengetikan. Metode approximate string matching merupakan salah satu metode yang banyak diterapkan untuk mengidentifikasi kesalahan pengetikan dengan berbagai jenis algoritma pencarian string yaitu Levenshtein Distance, Hamming Distance, Damerau Levenshtein Distance dan Jaro Winkler Distance. Akan tetapi studi perbandingan kinerja dari keempat algoritma tersebut untuk Bahasa Indonesia belum pernah dilakukan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi perbandingan kinerja dari keempat algoritma tersebut sehingga dapat diketahui algoritma mana yang lebih akurat dan tepat dalam pencarian string berdasarkan kesalahan penulisan yang bervariasi. Evaluasi yang dilakukan menggunakan user relevance judgement yang menghasilkan nilai mean average precision (MAP) untuk menentukan algoritma yang terbaik. Hasil penelitian terhadap 50 kata salah menunjukkan bahwa algoritma Jaro Winkler Distance terbaik dalam melakukan pengecekan kata dengan nilai MAP sebesar 0,87.Kata Kunci: Kesalahan pengetikan, Levenshtein, Hamming, Damerau Levenshtein, Jaro Winkle
Segmentasi Citra Ikan Tuna Menggunakan Gradient-Barrier Watershed Berbasis Analisis Hierarki Klaster dan Regional Credibility Merging
Abstract. The main issue of object identification in tuna image is the difficulty of extracting the entire contour of tuna physical features, because it is often influenced by uneven illumination and the ambiguity of object edges in tuna image. We propose a novel segmentation method to optimize the determination of tuna region using GBW-AHK and RCM. GBW-AHK is used to optimize the determination of adaptive threshold in order to reduce over-segmented watershed regions. Then, RCM merges the remaining regions based on two merging criteria, thus it produces two main areas of segmentation, the object extraction of tuna and the background. The experimental results on 25 tuna images demonstrate that the proposed method successfully produced an image segmentation with the average value of RAE by 4.77%, ME of 0.63%, MHD of 0.20, and the execution time was 11.61 seconds. Keywords: watershed, gradient-barrier, hierarchical cluster analysis, regional credibility merging, tuna segmentation Abstrak. Kendala utama identifikasi objek tuna pada citra ikan tuna adalah sulitnya mengekstraksi seluruh kontur tubuh ikan, karena seringkali dipengaruhi faktor iluminasi yang tidak merata dan ambiguitas tepi objek pada citra. Penelitian ini mengusulkan metode segmentasi baru yang mengoptimalkan penentuan region objek tuna menggunakan Gradient-Barrier Watershed berbasis Analisis Hierarki Klaster (GBW-AHK) dan Regional Credibility Merging (RCM). Metode GBW-AHK digunakan untuk mengoptimalkan penentuan adaptif threshold untuk mereduksi region watershed yang over-segmentasi. Kemudian RCM melakukan penggabungan region sisa hasil reduksi berdasarkan dua syarat penggabungan hingga dihasilkan dua wilayah utama segmentasi, yakni ekstraksi objek ikan tuna dan background. Hasil eksperimen pada 25 citra ikan tuna membuktikan bahwa metode usulan berhasil melakukan segmentasi dengan nilai rata-rata relative foreground area error (RAE) 4,77%, misclassification error (ME) 0,63%, modified Hausdorff distance (MHD) 0,20, dan waktu eksekusi 11,61 detik. Kata Kunci: watershed, gradient-barrier, analisis hierarki klaster, regional credibility merging, segmentasi tun
Penggabungan Fitur Tekstur yang Invariant terhadap Iluminasi dan Fitur Bentuk untuk Deteksi Acute Lymphoblastic Leukemia
Abstract. Detection with microscopic blood image can help early detection of Accute Lymphoblastic Leukemia (ALL). Therefore, image acquisition process under lighting variation cause varying illumination image, so it’s needed to find texture feature extraction method that is invariant towards illumination. Shape feature also needed in this study because can represent characteristics of microscopic blood image.This study proposes combination of texture feature that is illumination invariant and shape feature for ALL detection. Texture feature will be extracted using Complete Robust Local Binary Pattern (CRLBP) method and will be tested on microscopic blood image dataset named ALL_IDB1. Testing will be conducted by using various combination of different texture feature and shape feature. Combination of shape feature and CRLBP is perform better than others. In indvidual cell test, highest result using SVM Linear with accuracy 90.89%, sensitivity 94.24% and specificity 64.82%. Classification using ALL image reach accuracy 88.00 %, sensitivity 82.35% and specificity 100%.Keywords: Acute Lymphoblastic Leukemia detection, Complete Robust Local Bianry Pattern, Local Binary Pattern, shape feature, texture feature. Abstrak. Deteksi dengan citra mikroskopik sel darah dapat membantu untuk deteksi dini Accute Lymphoblastic Leukemia (ALL). Namun, proses akuisisi citra mikroskopik dengan variasi pencahayaan yang berbeda menyebabkan iluminasi citra menjadi beragam sehingga dibutuhkan metode yang dapat mengekstraksi fitur tekstur yang invariant terhadap iluminasi. Fitur bentuk juga dibutuhkan dalam penelitian ini karena dapat merepresentasikan perbedaan pada citra mikroskopik sel darah. Penelitian ini mengusulkan penggabungan fitur tekstur yang invariant terhadap iluminasi dan fitur bentuk untuk deteksi dini ALL. Fitur tekstur akan diekstraksi dengan menggunakan metode Complete Robust Local Binary Pattern (CRLBP) dan diuji coba pada dataset ALL_IDB1. Uji coba dilakukan dengan variasi penggabungan fitur bentuk dan fitur tekstur. Penggabungan fitur bentuk dan CRLBP merupakan kombinasi fitur dengan performansi paling baik. Pada pengujian sel tunggal memberikan hasil tertinggi pada klasifikasi SVM Linear dengan akurasi 90,89%, sensitifitas 94,24% dan sepesifisitas 64,82%. Pada klasifikasi citra ALL akurasi mencapai 88,00%, dengan sensitifitas 82,35% dan spesifisitas 100%.Kata Kunci: Complete Robust Local Binary Pattern, deteksi Acute Lymphoblastic Leukemia, Local Binary Pattern, fitur bentuk, fitur tekstu
Three-level Local Thresholding Berbasis Metode Otsu untuk Segmentasi Leukosit pada Citra Leukemia Limfoblastik Akut
Abstract. Segmentation of Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) images can be used to identify the presence of ALL disease. In this paper, three-level local thresholdings based on Otsu method is presented for leucocytes segmentation in ALL image. Firstly, a method based on Gram-Schmidt orthogonalization theory is applied to partition the input image into several sub-images. The proposed method extends Otsu’s bi-level thresholding to three-level thresholding method to find two local threshold values that maximize between-class variance. Using the two local threshold values and three-level local thresholding technique then segmenting each of sub-images into three regions, e.g. nucleus, cytoplasm, and background. To evaluate the performance of the proposed method, 32 peripheral blood smear images are used. The performance of the proposed method is compared with manually segmented ground truth using Zijdenbos similarity index (ZSI), precision, and recall. An experimental evaluation demonstrates superior performance over three-level global thresholding for ALL image segmentation.Keywords: three-level local thresholding, acute lymphoblastic leukemia, three-level Otsu thresholding, gram-schmidt orthogonalizationAbstrak. Segmentasi citra Limfoblastik Leukemia Akut (LLA) dapat digunakan untuk mengidentifikasi kehadiran penyakit LLA. Pada penelitian ini diusulkan metode three-level local thresholding berbasis metode Otsu untuk segmentasi leukosit pada citra LLA. Pertama-tama, metode berbasis teori ortogonalisasi Gram-Schmidt diaplikasikan untuk membagi citra LLA menjadi sub-sub citra. Metode yang diusulkan memperluas metode bi-level thresholding Otsu ke dalam kasus three-level thresholding untuk pencarian dua nilai ambang lokal tiap sub-citra yang memaksimumkan varian antar kelas. Dengan nilai ambang jamak lokal tersebut, teknik three-level local thresholding selanjutnya mensegmentasi tiap sub-citra ke dalam tiga region, yaitu nukelus, sitoplasma, dan latar belakang. Untuk mengevaluasi performa metode usulan, 32 citra uji digunakan. Performa metode yang diusulkan dibandingkan dengan citra segmentasi manual menggunakan Zijdenbos similarity index (ZSI), presisi, dan recall. Hasil uji coba menunjukkan performa three-level local thresholding lebih unggul daripada metode three-level global thresholding untuk segmentasi citra LLA. Kata Kunci: three-level local thresholding, leukemia limfoblastik akut, three-level Otsu thresholding, ortogonalisasi gram-schmid
Pembuatan Media Pembelajaran Dasar Bahasa Korea Menggunakan AndEngine Berbasis Android
Abstract. Korean has now become one foreign language preferred by the Indonesians to learn. This is the impact of the entry of Hallyu (Korean Wave) in Indonesia. However, existing Korean language learning media are less not interactive because there are limited facilities such as books when compared with mobile application that has attractive design and audio facility. Based on the problem, a basic Korean language learning applications using AndEngine on Android platform is developed. This application uses AndEngine library and uses an accelerometer extension that belongs to AndEngine. With this application, users can learn Korean letters and how to read it in a more interesting method because there is a mini game in this application.Keywords: Korean language, AndEngine, Android.Abstrak. Bahasa Korea saat ini menjadi salah satu bahasa asing yang diminati untuk dipelajari oleh masyarakat Indonesia. Hal ini merupakan dampak dari masuknya Hallyu (Korean Wave) di Indonesia. Namun saat ini media pembelajaran bahasa Korea masih kurang interaktif karena keterbatasan sarana misalnya buku, dibandingkan dengan aplikasi mobile yang memiliki desain yang menarik dan fasilitas audio. Berdasarkan masalah tersebut dibuat aplikasi pembelajaran dasar bahasa Korea menggunakan AndEngine berbasis Android. Dalam pengembangan aplikasi ini digunakan library AndEngine dan memanfaatkan ekstensi accelerometer yang dimiliki oleh AndEngine. Dengan adanya aplikasi ini, para pengguna bisa belajar berbagai macam huruf bahasa Korea dan cara membacanya dengan lebih menyenangkan, karena aplikasi juga dilengkapi dengan mini game.Kata Kunci: Bahasa Korea, AndEngine, Android
Implementasi Google Cloud Messaging pada Sales Mobile Application
Abstract. Sales forces are fundamental to determine the smooth process on the marketing firm engaged in sales .One of the companies in the Magelang engaged in sales is PT. Armada Internasional Motor. The car sales process in PT. Armada Internasional Motor still uses manual system. The use of the manual system needs a long time to process car sales to customers. Documents of vehicle order must be approved by several parties by providing signatures on the document. Therefore a new system is needed to solve the problem by building a sales application. The application is built by means of Location Based Service technology useful to help register the location and Google Cloud Messaging as a provider of the information from the server to clients. This research produces the application of a sales system based on mobile android platform that has already integrated various parties and can provide facilities to sales.Keywords: Sales, Android, Location Based Service, Google Cloud Messaging.Abstrak. Karyawan yang memiliki posisi sebagai sales merupakan bagian penting dalam menentukan lancarnya alur proses pemasaran pada perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan. Sales di PT. Armada Internasional Motor masih menggunakan sistem manual dalam penjualan mobil kepada pelanggan. Penggunaan sistem yang manual tersebut membuat sales membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan setiap penjualan mobil kepada pelanggan. Untuk itu dibutuhkan sistem baru yang dapat mengatasi masalah tersebut dengan membangun sebuah aplikasi sales. Aplikasi yang dibangun dengan menggunakan teknologi Location Based Service yang berguna membantu pencatatan lokasi dan menggunakan teknologi Google Cloud Messaging yang berguna sebagai pemberi informasi dari server kepada client. Penelitian ini menghasilkan aplikasi sistem sales berbasis mobile pada platform Android yang sudah terintegrasi baik dengan berbagai pihak dan dapat memberikan kemudahan kepada sales.Kata Kunci: Sales, Android, Location Based Service, Google Cloud Messaging
Ekstraksi Fitur Berdasarkan Deskriptor Bentuk dan Titik Salien Untuk Klasifikasi Citra Ikan Tuna
Abstract. The manual classification of fish causes problems on accuracy and execution time. In the image of tuna, beside the shape feature, local features is also necessary to differentiate the types of fish especially which have a similar shape. The purpose of this study is to develop a new feature extraction system which integrates point of saline and the shape of descriptor to classify the image of tuna. The input image is then transformed into HSV format. Hue channel is selected for the segmentation process. Shape descriptors are extracted by using Fourier Descriptor (FD) and the saline points are extracted using Speeded Up Robust Features (SURF). The results of local features are performed by Bag of Feature (BOF). Feature integration combines shape descriptor and saline features with appropriate weight. Experimental results show that by integrating features, the classification problems of fish with similar shape can be resolved with an accuracy of classification acquired by 83.33%.Keywords: feature extraction, fourier descriptor, surf, classification, tuna fish imageAbstrak. Klasifikasi secara manual yang dilakukan berdasarkan bentuk, tekstur, dan bagian tubuh ikan dapat menimbulkan permasalahan pada akurasi dan waktu klasifikasi. Pada citra ikan tuna, selain diperlukan fitur bentuk juga diperlukan fitur lokal untuk membedakan jenis ikan terutama yang memiliki bentuk secara visual mirip. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sistem ekstraksi fitur baru yang mengintegrasikan deskriptor bentuk dan titik salien untuk klasifikasi citra ikan tuna. Segmentasi diawali dengan mengambil kanal Hue pada citra HSV. Deskriptor bentuk diekstrak menggunakan Fourier Descriptor dan titik salien diekstrak menggunakan Speeded Up Robust Features. Untuk menyamakan dimensi dilakukan pemrosesan menggunakan Bag of Feature. Kedua jenis fitur yang sudah diperoleh dilakukan integrasi dengan mempertimbangkan bobot masing-masing fitur. Uji coba dilakukan pada dataset tiga jenis ikan tuna dengan 10-fold cross validation. Hasil uji coba menunjukkan dengan mengintegrasikan deskriptor bentuk dan titik salien permasalahan klasifikasi ikan tuna dengan bentuk yang mirip dapat diselesaikan dengan akurasi klasifikasi sebesar 83,33%.Kata Kunci: ekstraksi fitur, deskriptor fourier, surf, klasifikasi, citra ikan tun