Jurnal Buana Informatika
Not a member yet
    274 research outputs found

    Class Imbalanced Learning Menggunakan Algoritma Synthetic Minority Over-sampling Technique – Nominal (SMOTE-N) pada Dataset Tuberculosis Anak

    Full text link
    Abstract. Class Imbalanced Learning (CIL) is the learning process for data representation and information extraction with severe data distribution to develop effective decisions supporting the decision-making process. SMOTE-N is one of the data level approach in CIL using over-sampling method. It generates synthetic instances to balance its minority class. This research applied SMOTE-N on Children Tuberculosis Dataset that has class imbalance. Over-sampling method is chosen to avoid important information loss because the Childhood Tuberculosis Dataset has a small number of instances. The Naive Bayes Classifier has been applied to the balance dataset to evaluate its model. The results show that SMOTE-N can improve CIL performance metrics.Keywords: Class Imbalance Learning, Over-sampling, SMOTE-N, Naïve Bayes ClassifierAbstrak. Class Imbalance Learning (CIL) merupakan proses pembelajaran untuk representasi data dan ekstraksi informasi dengan distribusi data yang buruk untuk mendukung pembuatan keputusan yang efektif dalam proses pengambilan keputusan. SMOTE-N adalah salah satu pendekatan data-level dalam CIL mengunakan metode over-sampling. SMOTE-N menghasilkan instance sintesis untuk menyeimbangkan jumlah instance pada kelas minoritasnya. Penelitian ini mengaplikasikan SMOTE-N pada dataset Tuberculosis Anak (TB Anak) yang memiliki ketidakseimbangan kelas. Metode over-sampling dipilih untuk menghindari kehilangan informasi yang penting dikarenakan dataset TB Anak memiliki jumlah instance yang sedikit. Naïve Bayes Classifier digunakan untuk mengevaluasi model dari dataset yang sudah seimbang. Hasilnya menunjukkan bahwa SMOTE-N dapat meningkatkan kinerja pada CIL.Kata Kunci: Class Imbalance Learning, Over-sampling, SMOTE-N, Naïve Bayes Classifie

    ANALISIS DOMAIN BAI, DSS, DAN MEA PADA PENGUKURAN KUALITAS LAYANAN E-GOVERNMENT KABUPATEN PAMEKASAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 5.0

    Full text link
    Abstract. This study aims to audit and evaluate the Dispendukcapil e-Government services in Pamekasan Regency using COBIT 5 Framework. The audit was conducted at the Dispendukcapil Office of Pamekasan Regency. The samples are four Districts and twelve Sub-districts / Villages that were considered quite representative. .The results show that overall capability audit results of the level of ICT services in the Pamekasan District Dispendukcapil are at level 3 (Establish) meaning that the process of ICT services has been implemented according to the existing ICT service standards. The detailed index value of the capability level of each domain is the BAI 2.85 domain (Established), DSS 2.50 domain (Established) and MEA domain 2.83 (Established). Field findings show that business processes in ICT governance of e-government services at the sub-district, village and village levels are at an incomplete level, meaning there is virtually no ICT governance process at that level. The need of fuller more authority on governance is suggested and recommended to be done at the sub-district and village / kelurahan levels by adding competent human resources in the ICT field to provide better e-government services.Keywords:E-Government, Capability Level, COBIT 5.0Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan audit dan evaluasi terhadap layanan e-Government Dispendukcapil Kabupaten Pamekasan dengan metode Framework COBIT 5. Audit dilakukan di Kantor Dispendukcapil Kabupaten Pamekasan. Sampel Layanan e-Government ialah empat Kecamatan dan 12 Kelurahan/Desa yang dianggap cukup representatif. Hasil penelitian menunjukkan secara keseluruhan hasil audit capability level layanan TIK Dispendukcapil kabupaten Pamekasan berada pada level 3 (Establish) dimana proses layanan TIK sudah terimplementasi sesuai standard layanan TIK yang ada. Rincian nilai indeks capability level masing-masing domain adalah domain BAI 2,85 (Established), domain DSS 2,50 (Established) dan domain MEA 2,83 (Established). Temuan menunjukkan bahwa proses bisnis dalam tata kelola TIK layanan e-government di tingkat kecamatan, kelurahan dan desa berada pada level 0 (incomplete), berarti hampir tidak ada sama sekali proses tata kelola layanan TIK di tingkatan tersebut. Diperlukan kewenangan yang lebih banyak pada tatakelola di tingkat kecamatan, dan desa/kelurahan dengan menambahkan SDM yang kompeten dalam bidang TIK untuk memberikan layanan e-government yang lebih baik.Kata Kunci: E-Government, Capability Level, COBIT 5.0

    Pembangunan Aplikasi Alat Bantu Proses Anotasi Menggunakan Progressive Web Apps

    Full text link
    Abstract.Dataset is the key to natural language processing. Datasets can be created by giving information to a text or sentence (annotation process). The process can be done either manually or automatically. The automatic one is considered easier and it takes a shorter period of time compared to the manual process. This study is done to develop an application of data annotation (AADT) using Progressive Web Apps (PAW). This application is built by implementing text information extraction to support NER (Named Entity Recognition) approach. The result shows that AADT successfully helped the annotation process of the text data. PWA application sustains the data storage which is continually accessed with small change rate. Besides, PWA is able to keep this application stable. NER (Named Entity Recognition) implementation in this application successfully produced the dataset desired by its users.Key words: Natural Language Processing, Named Entity Recognition, Annotation, Progressive Web Apps.Abstrak.Dataset adalah komponen utama dalam pemrosesan bahasa alami. Dataset dapat dibuat dengan melakukan pemberian informasi pada sebuah teks ataupun sebuah kalimat (proses anotasi). Pembuatan dataset dapat dilakukan secara manual dan otomatis. Pembuatan dataset secara otomatis lebih mudah dan membutuhkan waktu yang lebih singkat daripada pembuatan secara manual. Penelitian ini bertujuan membuat aplikasi alat bantu proses anotasi AADT (Aplikasi Anotasi Data Teks) dengan menggunakan PWA (Progressive Web Apps). Aplikasi ini dibangun dengan menerapkan information extraction terhadap teks untuk mendukung pendekatan NER (Named Entity Recognition). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ini berhasil membantu proses anotasi data teks. Penggunaan PWA pada aplikasi ini membantu dalam penampungan data yang akan diakses secara terus menerus dengan tingkat perubahan yang kecil. Selain itu PWA membuat aplikasi tetap stabil. Penerapan NER pada aplikasi ini berhasil menghasilkan dataset yang sesuai dengan keinginan pengguna.Kata Kunci: Pemrosesan Bahasa Alami, Named Entity Recognition, Anotasi, Progressiv

    Rancang Bangun Sistem Informasi Zakat Infaq Shodaqoh Menggunakan Metodologi Extreme Programming

    Full text link
    Abstract. Poverty is one continuing social issue which is hard to solve. Dealing with this problem, Islam has already had the alternative solution that is tithe (Zakat). Zakat is implemented to decrease economy imbalanced appeared in the society. While in fact, not all the Moslem pay Zakat. There are five factors as the reason why Moslem didn’t do that. First, some Muzakki wants to deliver his zakat directly.Seconde, not all Muzakki know how much Zakat must be paid. The other factors are Limited information about Mustahik home, limited time that Muzakki have to deliver his Zakat directly and the easiness to report Mustahik data. Dealing with those factors, it is required to have an information system which can make Muzakki meets Mustahik. In this research, information system application used Extreme Programming (XP) development method. XP method is required to program a system which will be made by accomodating the users’ needs and expectations.Keywords: zakat, information systems, extreme programming.Abstrak. Rancang Bangun Sistem Informasi Zakat Infaq Shodaqoh Menggunakan Metodologi Extreme Programming. Kemiskinan adalah masalah sosial yang sering ditemui dan masih belum teratasi. Dalam hal ini Islam mengenal alternatif pemecahannya, yakni zakat. Zakat diperuntukkan sebagai pengurang kesenjangan ekonomi yang terjadi di masyarakat. Akan tetapi tidak semua yang wajib mengeluarkan zakat menjalankannya. Penulis menemukan lima faktor yaitu pertama sebagian muzakkiingin menyalurkan zakatnya secara langsung. Kedua, tidak semua muzakkimengetahui berapa besaran zakat. Faktor lainnya adalah keterbatasan informasi tempat tinggal mustahik, keterbatasan waktu untuk meyalurkan zakat secara langsung, dan kemudahan melaporkan data mustahik. Untuk itu dibutuhkan sistem informasi yang bisa mempertemukan muzakkidan mustahik. Pada penelitian ini perancangan sistem informasi menggunakan metode pengembangan extreme programming (XP). Metode XP dibutuhkan untuk merancang sistem yang akan dibuat dengan memperhatikan kebutuhan dan keinginan pengguna.Kata kunci: zakat, sistem informasi, extreme programming.Abstract. Poverty is one continuing social issue which is hard to solve. Dealing with this problem, Islam has already had the alternative solution that is tithe (Zakat). Zakat is implemented to decrease economy imbalanced appeared in the society. While in fact, not all the Moslem pay Zakat. There are five factors as the reason why Moslem didn’t do that. First, some Muzakki wants to deliver his zakat directly.Seconde, not all Muzakki know how much Zakat must be paid. The other factors are Limited information about Mustahik home, limited time that Muzakki have to deliver his Zakat directly and the easiness to report Mustahik data. Dealing with those factors, it is required to have an information system which can make Muzakki meets Mustahik. In this research, information system application used Extreme Programming (XP) development method. XP method is required to program a system which will be made by accomodating the users’ needs and expectations.Keywords: zakat, information systems, extreme programming.Abstrak. Rancang Bangun Sistem Informasi Zakat Infaq Shodaqoh Menggunakan Metodologi Extreme Programming. Kemiskinan adalah masalah sosial yang sering ditemui dan masih belum teratasi. Dalam hal ini Islam mengenal alternatif pemecahannya, yakni zakat. Zakat diperuntukkan sebagai pengurang kesenjangan ekonomi yang terjadi di masyarakat. Akan tetapi tidak semua yang wajib mengeluarkan zakat menjalankannya. Penulis menemukan lima faktor yaitu pertama sebagian muzakkiingin menyalurkan zakatnya secara langsung. Kedua, tidak semua muzakkimengetahui berapa besaran zakat. Faktor lainnya adalah keterbatasan informasi tempat tinggal mustahik, keterbatasan waktu untuk meyalurkan zakat secara langsung, dan kemudahan melaporkan data mustahik. Untuk itu dibutuhkan sistem informasi yang bisa mempertemukan muzakkidan mustahik. Pada penelitian ini perancangan sistem informasi menggunakan metode pengembangan extreme programming (XP). Metode XP dibutuhkan untuk merancang sistem yang akan dibuat dengan memperhatikan kebutuhan dan keinginan pengguna.Kata kunci: zakat, sistem informasi, extreme programming

    RANCANG BANGUN WEBSITE MENCARI TUKANG MENGGUNAKAN FRAMEWORK LARAVEL

    Full text link
    Abstract. This website was designed to address an issue of finding handyman. The idea was to make finding a good handyman easier for the users. The problem that is commonly faced in a searching process is the difficulty to find a construction worker whose skills match the needs of the existing project. It can create a fatal impact for the construction worker is one of the important factors in determining the quality of a building. Designing a website for finding handymen is then considered solve the problem since the number of internet users in Indonesia is increasing nowadays. The website is created by using Laravel framework. Laravel was chosen because it is a robust framework establishing the orderly construction that it is useful to organize the codes. The use of Laravel can also reduce the number of repetitiveness in building a complete working website. The result shows that the website to find a handyman can be built using Laravel framework. Keywords: website, Laravel, handyman, framework, PHP.Abstrak. Pada proses pencarian tukang, kendala yang sering dihadapi adalah tidak sesuainya keahlian tukang dengan kebutuhan proyek yang ada. Hal tersebut dapat berakibat fatal karena tukang merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas sebuah bangunan. Dengan tingginya pengguna internet di Indonesia maka masalah pada proses pencarian tukang dapat dipecahkan dengan membuat website untuk mencari tukang. Website tersebut akan dibuat dengan menggunakan framework Laravel. Laravel dipilih karena merupakan framework yang kokoh dan memiliki rangka untuk membuat website yang tersusun dengan rapi, sehingga dapat membantu mengorganisir kode. Penggunaan Laravel dapat mengurangi jumlah pengulangan dalam membangun kerja situs web yang lengkap. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa website untuk mencari tukang dapat dibangun menggunakan framework Laravel. Kata Kunci: website, Laravel, tukang, framework, PHP

    Analisis Pengaruh Citra Gelap, Normal, Terang Terhadap Wavelet Orthogonal

    Full text link
    Abstract. An image is classified into dark, normal, and bright image. The images are grouped in the dark images according to the histogram and the mu value. An image consists of information and redundancies. The use of wavelet is considered effective in image compression and it does not only cut down the memory usage but also it makes devices work faster. In this study, an analysis in conducted on the influence of dark, normal, and bright images on the orthogonal wavelet. Peak Signal to Noise Ratio (PSNR) is used to compare 17 functions of wavelet orthogonal in the image compression of dark, normal, and bright images. PSNR is a measurement parameter commonly used for measuring the quality of image reconstruction which is then compared with the original image. Compression ratio is used to measure the reduction of the data size after the compression process. Based on the research on the dark, normal, and bright image, the findings reveal that bright image has got the lowest PNSR value at all image testing while the normal image has the highest PSNR value at the wavelet orthogonal application. Keywords : Image compression, Orthogonal wavelet, PSNR, compression ratio.Abstrak. Suatu citra dikelompokkan menjadi citra gelap, citra normal, dan citra terang. Pengelompokan citra menjadi warna gelap terlihat dari histogram dan nilai rerata intensitas (mu). Citra terdiri atas informasi dan redudansi. Penggunaan wavelet dinilai efektif dalam kompresi citra dan menurunkan penggunaan memori serta membuat perangkat menjadi lebih cepat. Pada penelitian ini, dilakukan analisis pengaruh citra gelap, citra normal, dan citra terang terhadap wavelet orthogonal. Peak Signal to Noise Ratio (PSNR) digunakan untuk membandingkan 17 fungsi wavelet orthogonal dalam kompresi citra gelap, citra normal, dan citra terang. PSNR adalah parameter ukur yang sering digunakan untuk pengukuran kualitas gambar rekonstruksi, yang lalu dibandingkan dengan gambar asli. Rasio kompresi digunakan untuk mengukur pengurangan ukuran data setelah proses kompresi. Berdasarkan penelitian pada citra gelap, citra normal, dan citra terang diperoleh bahwa citra terang menghasilkan nilai PSNR paling kecil untuk seluruh citra uji dan citra normal menghasilkan nilai PSNR paling besar dalam penerapan wavelet orthogonal. Kata kunci : Kompresi citra, Wavelet orthogonal, PSNR, rasio kompresi

    SISTEM CERDAS PENDUGAAN SALINITAS AIR LAUT BERDASARKAN CITRA LANDSAT MENGGUNAKAN METODE Adaptive Neuro Fuzzy Inference System ( ANFIS )

    Full text link
    Abstract. The purpose of this research is to predict the sea surfce salinity, so that it can be used as refractory material for salt production. Salinity is the soluble salt content in water and the suitable the salinity standard in salt industry will give an impact on the quality of the salt produced. The method of this research is Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS). The system in this research works by extracting landsat 8 image to produce some value variable which is used as dataset in ANFIS system such as red , green, blue, Longitude and Latitude value. Its dataset will be divided to training and testing data. Training data is used to train the ANFIS system while testing data is used to measure the prediction accuracy resulted by ANFIS. in order to know the level of accuracy by using Root Means Square Error ( RMSE ) method is used to measure the accuracy level. The system has been able to make predictions with error rate of 2,0267 in average.Keywords: Salinity, Landsat Image, Smart System, ANFIS.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi salinitas air laut yang bisa dijadikan sebagai bahan refrensi untuk produksi garam. Salinitas adalah kadar garam terlarut dalam air, dengan salinitas yang sesuai standart dalam industri garam akan berdampak pada kualitas garam yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Adaptive Neuro Fuzzy Inference System ( ANFIS ). Sistem kerja dalam penelitian ini dengan mengekstraksi citra landsat 8 sehingga menghasilkan beberapa variabel yang dijadikan sebagai dataset dalam sistem ANFIS diantaranya adalah variabel red, green, blue, Longitude dan Latitude. Dataset tersebut akan dibagi menjadi data Training dan data Testing. Data Training digunakan untuk melatih sistem ANFIS sedangkan data Testing digunakan untuk mengukur akurasi prediksi yang dihasilkan oleh ANFIS. Pengukuran tingkat akurasi menggunakan metode Root Means Square Error ( RMSE ). Sistem yang dibuat telah mampu melakukan prediksi dengan tingkat error rata – rata 2,0267.Kata Kunci: Salinitas, Citra Landsat, Sistem Cerdas, ANFIS

    Mengukur Tingkat Keselarasan Information Technology dan Bisnis (Studi Kasus Perusahaan Start-up Digital Wilayah Jawa)

    Full text link
    Abstract. The alignment between information technology (IT) and business becomes a main issue for a digital start-up which adopts technology as a support for the business activities. As one of the growing business in Indonesia, this organization gets special attention from the government that it will be able to become the backbone of the nation's economy. This has led to a necessity of measuring the alignment level between IT and business at digital start-ups in order to describe the conditions for developing strategies to increase competitive benefits. According to that necessity, the research on the assessment of the alignment between IT and business is conducted by using the Luftman SAM (Strategic Alignment Maturity) model to 30 samples of IT start-up companies from various business fields in Java where the center of digital start-up exists in Indonesia. Based on the results of this study, it was found that the average digital start-up has a pretty good alignment level of 3.45. This shows that the strategic alignment between IT and business is starting to integrate in all functional units. Keywords: alignment maturity, Luftman, SAM, start-up.Abstrak. Keselarasan teknologi informasi (IT) dan bisnis telah menjadi masalah utama start-up digital yang memanfaatkan teknologi sebagai penunjang dalam kegiatan bisnis. Sebagai salah satu organisasi yang marak berkembang di Indonesia, organisasi ini mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah untuk mampu menjadi tulang punggung perekonomian bangsa. Hal ini menyebabkan perlunya pengukuran tingkat keselarasan IT dan bisnis pada start-up digital agar dapat menggambarkan kondisi keselarasan yang terjadi sehingga mampu menyusun strategi untuk semakin meningkatkan keuntungan kompetitif. Berdasarkan kebutuhan ini peneliti melakukan penilaian keselarasan antara IT dan bisnis dengan menggunakan model Luftman SAM (Strategic Alignment Maturity) terhadap 30 sampel perusahaan start-up IT dari berbagai bidang bisnis yang berada di wilayah Jawa dimana pusat pertumbuhan start-up digital di Indonesia berada. Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa rata-rata start-up digital memiliki tingkat keselarasan yang cukup baik yakni sebesar 3,45. Hal ini menunjukkan bahwa keselarasan strategis antara IT dan bisnis mulai terbentuk dan terintegrasi di seluruh unit fungsional. Kata Kunci: keselarasan IT dan bisnis, Luftman, SAM, start-up

    Analisa Tingkat Keharmonisan Suami Istri Pengguna Vasektomi Dengan Algoritma C4.5

    Full text link
    Abstract. Vasectomy may cause a strained relationship between a husband and wife. There are some causal factors such as communication, social, sexual, and economical factors. Male participation is an indicator of a successful family planning program (KB). The relevance of the participation of a male doing vasectomy is in his knowledge, behavior of vasectomy and the support from family. The purpose of this research is to reveal the relationship among the knowledge, attitude of KB male participant about vasectomy and the role of family support for vasectomy patient. This study is one way to observe the outcomes of government programs to reduce the number of the population Indonesia. The program may be considered as a way that can strain husband and wife relationship caused by various factors, such as communication, social, sexual and economic factors. In this study, the data is obtained from the official department of demography and national family planning (BKKBN) and based on the immediate observation of some couples who become the vasectomy patients. The data is then examined using C4.5 algorithms which will later make a decision tree which decide whether the couples will be fit or not for doing the vasectomy for family planning program.Keywords: KB, Vasectomy, C4.5 Algorithm.Abstrak. Vasektomi bisa mengakibatkan renggangnya suatu hubungan suami istri. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti faktor komunikasi, sosial, seksual, dan ekonomi. Partisipasi pria menjadi indikator keberhasilan program Keluarga Berencana (KB). Keterkaitan partisipasi pria pengguna vasektomi adalah pengetahuan, tingkah laku partisipan KB pria tentang vasektomi, serta dukungan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap akseptor/partisipan KB pria tentang vasektomi, serta peranan dukungan keluarga pengguna vasektomi. Penelitian ini merupakan salah satu cara untuk melihat hasil dari program pemerintah untuk mengurangi jumlah penduduk di Indonesia. Dalam penelitian ini, data didapatkan dari sebuah lembaga resmi KB yaitu Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan observasi lapangan secara langsung kepada beberapa pasangan suami istri yang menggunakan vasektomi. Data selanjutnya diolah menggunakan algoritma C4.5 yang hasilnya nanti akan menghasilkan pohon keputusan yang dapat menjawab apakah pasangan tersebut bisa mengikuti program KB vasektomi. Kata Kunci: KB, Vasektomi, Algoritma C4.5.

    Analisis Pola Persebaran Pornografi pada Media Sosial dengan Social Network Analysis

    Full text link
    Abstract. The rise of social media had opened up an easy and fast way to distribute pornographic content through it. Although the negative effects linked to porn consumption are still inconclusive, government had established regulation regarding porn creation, distribution, and ownership. Unfortunately, the regulation is not well run. Porn are freely distributed through social media without any reaction from the authorities. This reseach aims to understand the distribution pattern and to find key players in the distribution of porn in social media using Social Network Analysis (SNA) so that mitigative actions could be made. Result shows that porn were first published by popular ‘Publisher’ accounts, re-shared by other publisher accounts or ‘Retweeters’, and unidirectionally consumed by followers (‘Consumers’). Interpretation and research limitations were discussed. Keywords: pornography distribution, social media, Social Network Analysis.Abstrak. Analisis Pola Persebaran Pornografi pada Media Sosial dengan Social Network Analysis. Kemunculan internet dan media sosial telah membuka cara yang mudah dan cepat untuk mendistribusikan konten pornografi. Meskipun dampak negatif yang terkait dengan konsumsi pornografi masih belum dapat disimpulkan, pemerintah telah menetapkan peraturan mengenai pembuatan, distribusi, dan kepemilikan pornografi. Sayangnya, peraturan itu tidak berjalan dengan baik. Materi pornografi didistribusikan secara bebas melalui media sosial tanpa ada reaksi dari pihak berwenang. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pola distribusi dan menemukan pemain kunci dalam distribusi pornografi di media sosial menggunakan Social Network Analysis (SNA) sehingga tindakan mitigasi dapat dilakukan. Hasil menunjukkan bahwa film porno pertama kali diterbitkan oleh akun 'Publisher' populer, dibagikan ulang oleh akun Publisher lain atau ‘Retweeter’, dan dikonsumsi secra searah oleh pengikut (‘Consumer’). Interpretasi dan keterbatasan penelitian kemudian dibahas. Kata Kunci: distribusi pornografi, media sosial, Social Network Analysis

    243

    full texts

    274

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Buana Informatika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇