Jurnal Pendidikan Matematika Unila
Not a member yet
550 research outputs found
Sort by
Penerapan Model PBL Berdiferensiasi Terintegrasi dengan KSE Berbantuan Geogebra untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematis Peserta Didik
This research is a Classroom Action Research that aims to improve the mathematical literacy skills of class X-2 students of SMA Negeri 1 Semarang. The research was conducted by implementing the Differentiated Problem Based Learning (PBL) model integrated with Geogebra-assisted Social Emotional Competence (KSE). The research was conducted in two cycles containing the steps of planning, action, observation, and reflection. The subjects of the research were class X-2 students of SMA Negeri 1 Semarang in the 2023/2024 Academic Year. The instruments used were the RPP instrument, teacher observation, and mathematical literacy ability test. The data collection techniques used were tests and observations. The data analysis technique in this study used quantitative and qualitative descriptive analysis techniques. The results of observations in the learning process are discussed as qualitative data, while the results of student tests are discussed as quantitative data. The results of the study showed that the mathematical literacy skills of students increased in each cycle, so it can be concluded that the application of the integrated differentiated PBL model with KSE assisted by Geogebra can improve the mathematical literacy skills of class X-2 students of SMA Negeri 1 Semarang on the quadratic equation material.Keywords: differentiate; KSE; mathematical literacy ability; PBLAbstrakPenelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi matematis peserta didik kelas X-2 SMA Negeri 1 Semarang. Penelitian dilakukan dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL) Berdiferensiasi terintegrasi dengan Kompetensi Sosial Emosional (KSE) Berbantuan Geogebra. Penelitian dilakukan dalam dua siklus yang memuat langkah perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X-2 SMA Negeri 1 Semarang Tahun Ajaran 2023/2024. Instrumen yang digunakan adalah instrumen RPP, observasi guru, dan tes kemampuan literasi matematis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil observasi pada proses pembelajaran dibahas sebagai data kualitatif, sedangkan hasil tes siswa dibahas sebagai data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan literasi matematis peserta didik mengalami peningkatan setiap siklusnya, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL berdiferensiasi terintegrasi dengan KSE berbantuan geogebra dapat meningkatkan kemampuan literasi matematis peserta didik kelas X-2 SMA Negeri 1 semarang pada materi persamaan kuadrat.Kata Kunci: berdiferensiasi; KSE; kemampuan literasi matematis; PBL DOI: http://dx.doi.org/10.23960/mtk/v12i3.pp220-23
Kemampuan Literasi Membaca dan Minat Belajar dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Cerpen Karya Nadia Cassinie
This research aims to measure and describe the extent of the difference in reading literacy ability and learning interest of students before and after mathematics instruction using Nadia Cassinie's short stories on presentation of data. Furthermore, it seeks to describe reading literacy ability in terms of learning interest in mathematics instruction using Nadia Cassinie's short stories on presentation of data. This study employs a mixed-methods approach with an explanatory sequential mixed-methods design. The research sample consisted of 30 students from Class VII D at SMP Negeri 10 Pontianak. The research instruments include tests and questionnaires. Quantitative data were analyzed using the Wilcoxon test, followed by qualitative data analysis with descriptive methods. The results show an increase in the average reading literacy ability by 79.13% and a 6.31% improvement in learning interest. Students with a high learning interest face fewer obstacles compared to those with moderate interest when it comes to high-level reading literacy ability. However, in the case of moderate reading literacy ability, students with moderate learning interest demonstrate slightly superior reading literacy ability compared to those with high learning interest. Students with moderate learning interest and low reading literacy ability are unable to meet any of the indicators for reading literacy ability.Keywords: learning interest; mathematics instruction; presentation of data; reading literacy ability; short storiesAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengukur dan mendeskripsikan seberapa besar perbedaan kemampuan literasi membaca dan minat belajar peserta didik sebelum dan setelah pembelajaran matematika menggunakan cerpen karya Nadia Cassinie pada materi penyajian data. Kemudian, mengetahui dan mendeskripsikan kemampuan literasi membaca ditinjau dari minat belajar dalam pembelajaran matematika menggunakan cerpen karya Nadia Cassinie pada materi penyajian data tersebut. Penelitian ini menggunakan metode campuran model explanatory sequential mixed method design. Sampel penelitian sejumlah 30 orang peserta didik kelas VII D di SMP Negeri 10 Pontianak. Instrumen penelitian berupa tes dan angket. Analisis data kuantitatif menggunakan Uji Wilcoxon, kemudian dilanjutkan dengan analisis data kualitatif dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian peningkatan rerata kemampuan literasi membaca sebesar 79,13% dan minat belajar sebesar 6,31%. Peserta didik yang memiliki minat belajar kategori tinggi menghadapi lebih sedikit kendala dibandingkan dengan peserta didik yang memiliki minat belajar kategori sedang untuk kemampuan literasi membaca kategori tinggi. Namun, pada kemampuan literasi membaca kategori sedang, peserta didik dengan minat belajar kategori sedang justru menunjukkan kemampuan literasi membaca yang sedikit lebih unggul dibandingkan peserta didik yang memiliki minat belajar tinggi. Peserta didik dengan minat belajar kategori sedang dan kemampuan literasi membaca kategori rendah bahkan tidak dapat memenuhi satu pun indikator kemampuan literasi membaca.Kata Kunci: cerpen; kemampuan literasi membaca; minat belajar; pembelajaran matematika; penyajian data DOI: http://dx.doi.org/10.23960/mtk/v12i3.pp203-21
Eksplorasi Konsep Matematika pada Kegiatan Berladang Kecamatan Bunut Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat
The concept of mathematics in farming cultural activities can be used as a learning resource to improve the process of learning mathematics in schools. Therefore, the purpose of this research is to describe and illustrate the various activities carried out in gradual farming in Bunut Hulu sub-district, Kapuas Hulu district and to find out what mathematical concepts are contained in farming activities in Kapuas. Hulu Regency, Bunut Hulu District. This research is a type of qualitative research using descriptive research methods and ethnographic approaches that aim to analyze, describe, and explain agricultural activities in the community in Kapuas Hulu Regency, Bunut Hulu Regency. The data collection techniques used in this research are observation, interview and documentation techniques, so that the research results are obtained in the form of mathematical concepts of farming activities which are presented in stages of farming which consist of stages of land preparation, land burning, tillage, land maintenance, tapping and post-harvest which contain mathematical concepts of area, circumference, distance, comparison, volume,statistics (presentation of data), social arithmetic, planes and shapes. Keywords: kapuas hulu district community; math concept exploration; tradition of farming activities AbstrakKonsep matematika dalam kegiatan budaya berladang dapat digunakan sebagai sumber belajar untuk meningkatkan proses pembelajaran matematika di sekolah. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menggambarkan berbagai kegiatan yang dilakukan dalam berladang bertahap di Kecamatan Bunut Hulu Kabupaten Kapuas Hulu dan untuk mengetahui konsep-konsep matematika apa saja yang terdapat dalam kegiatan berladang di Kecamatan Bunut Hulu Kabupaten Kapuas Hulu. Hulu Kecamatan Bunut Hulu Kabupaten Kapuas Hulu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dan pendekatan etnografi yang bertujuan untuk menganalisis, mendeskripsikan, dan menjelaskan kegiatan pertanian pada masyarakat di Kabupaten Kapuas Hulu Kecamatan Bunut Hulu. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pengamatan, wawancara dan dokumentasi, sehingga diperoleh hasil penelitian berupa konsep-konsep matematika dari kegiatan berladang yang disajikan dalam tahapan berladang yang terdiri dari tahapan persiapan lahan, pembakaran lahan, pengolahan tanah, pemeliharaan lahan, penyadapan dan pasca panen yang memuat konsep-konsep matematika yaitu luas, keliling, jarak, perbandingan, volume, statistika (penyajian data), aritmatika sosial, bangun ruang, dan bangun datar.Kata Kunci: eksplorasi konsep matematika; masyarakat kabupaten kapuas hulu; tradisi kegiatan berladang DOI: http://dx.doi.org/10.23960/mtk/v11i4.pp274-28
Pengaruh Pembelajaran dengan Pendekatan Realistic Mathematics Education terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa
This research aims to determine the effect of the Realistic Mathematics Education approach on mathematics conceptual understanding skill. The population in this study was all students in class VIII of SMP Negeri 20 Bandar Lampung for the 2023/2024 academic year, distributed into 10 classes. The sample for this research was students in class VIII-A as an experimental class consisting of 30 students and VIII-C as a control class consisting of 29 students selected using a purposive random sampling technique. The research design used was a pretest-posttest control group design. Based on the results of the t-test, it was found that the average ability to mathematics conceptual understanding skill of students who took learning using the Realistic Mathematics Education approach was higher than the average mathematics conceptual understanding skill of students who took conventional learning. Thus, learning with the Realistic Mathematics Education approach influences mathematics conceptual understanding skill. Keywords: influence; mathematics conceptual understanding skill; realistic mathematics education AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran dengan pendekatan Realistic Mathematics Education terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Bandar Lampung tahun pelajaran 2023/2024 yang terdistribusi ke dalam sepuluh kelas. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen yang terdiri dari 30 siswa dan kelas VIII-C sebagai kelas kontrol yang terdiri dari 29 siswa yang dipilih dengan teknik purposive random sampling. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest posttest control group design. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dengan instrumen lembar tes pemahaman konsep matematis yang sudah memenuhi kriteria valid dan reliabel. Berdasarkan hasil uji-t diperoleh bahwa rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan Realistic Mathematics Education lebih tinggi daripada ratarata kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan demikian, pembelajaran dengan pendekatan Realistic Mathematics Education berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Kata Kunci: pengaruh; pemahaman konsep matematis siswa; realistic mathematics educationDOI: http://dx.doi.org/10.23960/mtk/v12i1.pp75-8
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Inkuiri Disertai Motivasi Bergambar pada Materi Himpunan
Developing inquiry-based Student Worksheets (LKPD) accompanied by pictorial motivation, it is hoped that students will be more interested and motivated to learn, more active, and able to learn independently, especially mathematics subjects. This research aims to develop inquiry-based LKPD accompanied by pictorial motivation. This development research uses a qualitative approach. The development model used according to Thiagarajan is the 4-D model consisting of the Define, Design, Develop and Disseminate stages. LKPD eligibility is indicated if the LKPD eligibility value is > 61%. The targets for research on the development of inquiry-based LKPD accompanied by pictorial motivation in this collection of material were 12 junior high school (SMP) students. The validation that has been carried out shows that the feasibility level of inquiry-based LKPD accompanied by pictorial motivation in terms of design, material and language is 80.78%. The level of inquiry-based readability accompanied by pictorial motivation based on student responses was 91.67%. This percentage is categorized as very strong, so that inquiry-based LKPD accompanied by pictorial motivation is declared suitable for use in learning. Keywords: inquiry; motivation; pictorial; student worksheets AbstrakPengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis inkuiri yang disertai motivasi bergambar, diharapkan peserta didik lebih tertarik dan termotivasi untuk belajar, lebih aktif, dan dapat belajar secara mandiri khususnya mata pelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD berbasis inkuiri disertai motivasi bergambar. Penelitian pengembangan ini melalui pendekatan kualitatif. Model pengembangan yang digunakan menurut Thiagarajan yaitu model 4-D terdiri dari tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Kelayakan LKPD ditunjukkan apabila nilai kelayakan LKPD > 61%. Sasaran dalam penelitian pengembangan LKPD berbasis inkuiri disertai motivasi bergambar pada materi himpunan ini adalah peserta didik sekolah menengah pertama (SMP) sebanyak 12 anak. Validasi yang telah dilakukan menunjukkan tingkat kelayakan LKPD berbasis inkuiri disertai motivasi bergambar dari segi desain, materi, dan kebahasaan sebesar 80,78%. Tingkat keterbacaan berbasis inkuiri disertai motivasi bergambar berdasarkan respon peserta didik yaitu sebesar 91,67%. Persentase tersebut terkategori sangat kuat, sehingga LKPD berbasis inkuiri disertai motivasi bergambar dinyatakan layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Kata Kunci: gambar; inkuiri; motivasi; pengembangan LKPD DOI: http://dx.doi.org/10.23960/mtk/v12i2.pp98-110
Analisis Kemampuan Literasi Numerasi ditinjau dari Engagement Mahasiswa: Model Team Based Project Berbasis Virtual Ethnomathematic
Numeracy is the ability to use mathematical numbers to solve problems. Problem solving abilities can master students if they are fully involved in learning physically and emotionally. Student involvement in learning is meant to be engagement. So far, student engagement in learning during the pandemic and post-pandemic has decreased. This has impact on the low achievement of learning objectives. The aim of this article is to improve numeracy literacy skills in terms of student involvement as a form of implementation of the virtual Ethnomathematic-based Team Based Project. The research used Quasy Experiment method with data collection techniques through observation, questionnaires, numeracy literacy tests, and documentation. The population of this research is students of the geometry and measurement learning course class of 2022. The sampling technique used purposive sampling, 2 groups were selected. Determination of control and experimental classes was carried out randomly. Data analysis of learning outcomes uses t-test. The results of the research show that the learning method applied in the experimental group was more effective in improving students' skills of literacy and numeracy. There was an increase in student learning outcomes with more than 75% of students getting a score above 70. The increase in the completeness of student learning outcomes, increasingly the higher the student engagement, the higher the numeracy literacy ability. Keywords: ethnomathematics; numeracy literacy; student engagement; team based project AbstrakNumerasi merupakan kemampuan menggunakan berbagai macam angka matematik untuk menyelesaikan berbagai masalah. Kemampuan pemecahan masalah dapat dikuasai, apabila siswa dapat terlibat secara penuh dalam pembelajaran, baik secara fisik maupun emosional. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran yang dimaksud adalah engagement. Selama ini engagement mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran selama pandemi dan pascapandemi mengalami penurunan. Hal ini berdampak pada rendahnya ketercapaian tujuan pembelajaran. Dengan demikian tujuan artikel ini adalah meningkatkan kemampuan literasi numerasi mahasiswa ditinjau dari engagement mahasiswa dalam pembelajaran sebagai bentuk implementasi model Team Based Project berbasis virtual Ethnomathematic. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Quasy Experiment dengan teknik pengumpulan data melaui observasi, angket, tes literasi numerasi, dan dokumentasi. Populasi penelitian ini yaitu mahasiswa mata kuliah pembelajaran geometri dan pengukuran angkatan 2022. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dipilih 2 rombel. Penentuan kelas kontrol dan eksperimen dilakukan secara acak. Analisis data dari hasil belajar menggunakan t-test. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang diterapkan pada kelompok eksperimen lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam hal literasi dan numerasi, terjadi peningkatan ketercapaian hasil belajar mahasiswa yang menunjukkan lebih dari 75% mahasiswa mendapatkan nilai di atas 70. Peningkatan ketuntasan hasil belajar mahasiswa, semakin tinggi student engagement maka semakin tinggi pula kemampuan literasi numerasinya. Kata Kunci: engagement mahasiswa; ethnomathematics; literasi numerasi; team based project DOI: http://dx.doi.org/10.23960/mtk/v12i1.pp24-3
Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VIII SMP IT Izzuddin Palembang dengan Model Problem Based Learning (PBL)
This classroom action research aims to determine whether the implementation of the Problem Based Learning (PBL) teaching model can enhance students' mathematical communication skills on the topic of two-dimensional shapes for eighth-grade students of Zaid Bin Tsabit Middle School IT Izzuddin Palembang in the second semester of the 2023/2024 academic year. The research was conducted in two cycles, encompassing four stages: planning, action, observation, and reflection. The subjects of this study were 20 students from the 8th-grade class Zaid Bin Tsabit. Data were obtained through a mathematical communication skills test. Based on the research and analysis conducted, it was found that the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model has a positive impact on improving the mathematical communication skills of eighth-grade students of Zaid bin Tsabit Middle School IT Izzuddin Palembang in the second semester of the 2023/2024 academic year. This is evidenced by a significant improvement in mathematical communication skills between Cycle I and Cycle II. In the first cycle, the average score for mathematical communication skills reached 47.57, but in the second cycle, this average score increased to 72.75. Thus, there was an increase of approximately 36.68% in students' mathematical communication skills. Keywords: classroom action research; problem based learning; students’ mathematical communication skillAbstrakPenelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis peserta didik pada materi bangun ruang sisi datar kelas VIII Zaid Bin Tsabit SMP IT Izzuddin Palembang semester genap tahun pelajaran 2023/2024. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus mencakup empat tahap yakni perencana, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII Zaid Bin Tsabit yang berjumlah 20 orang. Data penelitian diperoleh melalui tes kemampuan komunikasi matematis. Berdasarkan penelitian dan analisis yang dilakukan, didapati bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) memiliki dampak positif terhadap peningkatan kemampuan komunikasi matematis para siswa kelas VIII Zaid bin Tsabit SMP IT Izzuddin Palembang pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Ini terbukti dari peningkatan yang signifikan pada kemampuan komunikasi matematis antara Siklus I dan Siklus II. Pada Siklus pertama, rata-rata nilai kemampuan komunikasi matematis mencapai 47,57, namun pada Siklus kedua, rata-rata nilai tersebut naik menjadi 72,75. Dengan demikian, terjadi peningkatan sekitar 36,68% dalam kemampuan komunikasi matematis siswa. Kata Kunci: kemampuan komunikasi matematis; penelitian tindakan kelas; problem based learningDOI: http://dx.doi.org/10.23960/mtk/v12i2.pp123-13
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Pada Materi Persamaan Kuadrat
This research is motivated by the low problem solving abilities of students in solving mathematical problems in quadratic equation material, this is caused by the use of a learning model that is still teacher-centered and does not provide students with opportunities to be actively involved in solving problems independently so that students' problem solving abilities are still low. Based on this, this research applies a problem-based learning model. The research method used is a quantitative method using the One-Group Pretest Posttest Design experimental design method. Research data was obtained from the results of observation sheets, student response questionnaires and Pretest Posttest. The data analysis used in this research uses descriptive statistics, which are then presented through tables and diagrams. The results of the research show that the application of the problem-based learning model is good to apply with an average observation result of 95.39% and student responses reaching 83. 84%. In addition, students' problem-solving abilities have increased in the four Polya indicators, namely understanding the problem (18%), making a problem-solving plan (43%), implementing the problem-solving plan (67%), checking again and drawing conclusions (86%). Based on the results of this research, the problem-based learning model is good to apply and can improve students' problem solving abilities in quadratic equation material. Keyword: problem based learning; problem solving skill; quadratic equations AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kemampuan pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi persamaan kuadrat, hal ini disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurang memberikan kesempatan siswa untuk terlibat aktif dalam memecahkan masalah secara mandiri sehingga kemampuan pemecahan masalah siswa masih rendah. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini menerapkan model pembelajaran berbasis masalah. Metode penelitian yang digunakan metode kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen desain One-Group Pretest Posttest Design. Data hasil penelitian diperoleh dari hasil lembar observasi, angket respon siswa dan Pretest Posttest. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan adalah statistik deskriptif, yang kemudian dipresentasikan melalui tabel dan diagram.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah baik untuk diterapkan dengan rata-rata hasil observasi sebesar 95,39% dan respon siswa mencapai 83,84%. Selain itu, kemampuan pemecahan masalah siswa mengalami peningkatan pada keempat indikator Polya, yaitu memahami masalah (18%), membuat rencana pemecahan masalah (43%), melaksanakan rencana pemecahan masalah (67%), memeriksa kembali dan menarik kesimpulan (86%). Berdasarkan hasil penelitian ini model pembelajaran berbasis masalah baik untuk diterapkan dan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi persamaan kuadrat. Kata Kunci: kemampuan pemecahan masalah; model pembelajaran berbasis masalah; persamaan kuadrat DOI: http://dx.doi.org/10.23960/mtk/v12i2.pp138-14
Media Geogebra dan Kertas Berpetak untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis dalam Situasi Discovery Learning
This research aims to determine the effect of Geogebra and checkered paper on improving mathematical critical thinking skills in Discovery Learning situations. The population in this study was all class IX students of SMP Negeri 2 Seputih Agung, totaling 151 students distributed in five classes. The sample was selected using a cluster random sampling technique to obtain two classes. The research design used was the randomized pretest-posttest control group design. This research data is in the form of quantitative data obtained from test instruments for students' mathematical critical thinking abilities that have met valid and reliable criteria. Based on the results of data analysis using the Mann-Whitney U test with α=0.05, it was concluded that in learning using the discovery learning model, the increase in students' mathematical critical thinking skills in classes that used Geogebra media was higher than in checkered paper media. Keywords: checkered paper; discovery learning; geogebra; mathematical critical thinking AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media Geogebra dan kertas berpetak terhdap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis dalam situasi Discovery Learning. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 2 Seputih Agung sebanyak 151 siswa yang terdistribusi dalam lima kelas. Sampel dipilih menggunakan teknik cluster random sampling sehingga diperoleh dua kelas. Desain penelitian yang digunakan adalah the randomized pretest-posttest control group design. Data penelitian ini berupa data kuantitatif yang diperoleh dari instrumen tes kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang sudah memenuhi kriteria valid dan reliabel. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji Mann-Whitney U dengan diperoleh kesimpulan bahwa pada pembelajaran menggunakan model discovery learning, peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa di kelas yang menggunakan media Geogebra lebih tinggi dibandingkan media kertas berpetak.Kata Kunci: berpikir kritis matematis; discovery learning; geogebra; kertas berpetak DOI: http://dx.doi.org/10.23960/mtk/v12i1.pp39-5
The Influence Of Self-Efficacy On Computational Thinking Ability: Meta Synthesis
This study aims to describe the effect of self-efficacy on computational thinking skills, especially in mathematics learning. The method used in this research is meta synthesis as a qualitative systematic review by analyzing 4 journals that are relevant to the research title. The first step is to formulate a research problem, then proceed by tracing existing studies that are relevant to the research title which is then analyzed in depth. The data collection technique uses non-testing by reviewing previous research with similar problems so that the results and conclusions are obtained. The results of the analysis obtained the conclusion that self-efficacy affects the ability to think computationally. The higher the level of self-efficacy, the better the ability to describe important information from the problem, the ability to determine the problem pattern, the ability to mention the problem pattern, and the ability to solve problems with mathematical concepts that need to be used.Keywords: self-efficacy; computational thinking; mathematics education AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh self – efficacy terhadap kemampuan berpikir komputasional khususnya pada pembelajaran matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah meta sintesis sebagai systematic review kualitatif yakni dengan menganalisis 4 jurnal yang relevan dengan judul penelitian. Langkah pertama ialah merumuskan masalah penelitian, kemudian dilanjutkan dengan menelusuri penelitian-penelitian yang sudah ada dan relevan dengan judul penelitian yang selanjutnya dianalisis secara mendalam. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan non-tes dengan cara mengkaji penelitian terdahulu dengan masalah yang serupa sehingga diperoleh hasil dan kesimpulannya. Hasil analisis diperoleh kesimpulan self-efficacy berpengaruh terhadap kemampuan berpikir komputasional. Semakin tinggi tingkat self efficacy maka semakin baik pula kemampuan mendeskripsikan informasi penting dari masalah, kemampuan menentukan pola masalah, kemampuan menyebutkan pola masalah, dan kemampuan memecahkan masalah. masalah dengan konsep matematika yang perlu digunakan.Kata Kunci: Self-efficacy; berpikir komputasional; pembelajaran matematika DOI: http://dx.doi.org/10.23960/mtk/v12i3.pp189-20