NALARs
Not a member yet
252 research outputs found
Sort by
FIFTY YEARS OF RESEARCH ON HUMAN SETTLEMENTS AND ITS IMPLEMENTATION IN INDONESIA
ABSTRACT. This paper is attempted to discuss various research on human settlement programme in Indonesia either in reference to urban settlement or rural in the role of research that has been regarded as an important one. The range of issues and problem were like a long string stretched from designing a new town to urban kampong improvement; from building a communal toilet to simple water purification method; from gender issues to making soil blocks. The discussion of this paper will covered many range of issues as follow: research to build new satellite town for Jakarta, research in developing alternative building materials, appropriate technology in sanitation and water supply, research to support improvement of rural housing, and finally, research in connection with natural disasters. Keywords: human settlement, urban, rural ABSTRAK. Tulisan ini akan memaparkan berbagai macam studi penelitian tentang program permukiman di Indonesia baik dari sudut referensi pada permukiman perkotaan maupun permukiman pinggiran sebagai salah satu masalah yang terpenting pada penelitian ini. Berbagai isu dan masalah diangkat dari mulai bagaimana merencanakan sebuah kota baru sampai pada perbaikan kampong di perkotaan, dari mulai membangun kamar mandi umum sampai dengan metode purifikasi air yang sederhana, dari mulai isu gender sampai pada masalah pembuatan blok-blok tanah. Penjelasan dari tulisan ini akan mencakup beberapa isu sebagai berikut: penelitian atas pembangunan kota satelit baru bagi Jakarta, penelitian dalam pengembangan material bangunan alternative, teknologi tepat guna dalam sanitasi dan suplai air, penelitian dalam mendukung peningkatan kualitas pada permukiman pinggiran dan terakhir akan membahas hubungan dengan bencana alam. Kata kunci: permukiman, perkotaan, pedesaan/ pinggira
PENGUDARAAN SILANG PADA PENGEMBANGAN RUMAH SEDERHANA
ABSTRAK. ”Rumahku adalah surgaku”, begitulah Sabda Nabi Muhammad SAW. Perkataan ini mempunyai makna yang sangat dalam dan berlapis, bahwa kita harus memulai dan membangun sebuah kebaikan itu dari lingkungan yang terkecil, yaitu hunian atau rumah tinggal. Untuk mencapai falsafah tersebut, dibutuhkan perencanaan yang didasari oleh pemahaman yang baik dan manusiawi. Sebuah kawasan perumahan dapat mempengaruhi iklim sekitarnya, sehingga dibutuhkan perencanaan unit rumah tinggal yang tanggap terhadap iklim setempat. Perencanaan pengudaraan silang, baik horizontal maupun vertical pada rumah tinggal sederhana adalah sikap bijak pada lingkungan untuk menghasilkan kenyamaman ruang dengan memanfaatkan iklim setempat. Kata kunci: ventilasi silang ABSTRACT. The prophet of Muhammad SAW said ”My home is my heaven: Rumahku adalah surgaku”. This statement has a powerful and very deep meaning, it said that we have to start and develop a wisdom from the smallest environment, home or house or place for living. To fulfil the statement, it will need a plan based on well undertanding and humanly. The existence of housing area could affect the surrounding climate, thus it will be needed a good plan of house unit which sustain with local climate. Cross ventilation within house either horizontal or vertical is a perfect act for environment to produce room’s comfort by using local climate. Keyword: cross ventilation
Kajian Kritis Teori, Metode dan Aplikasi Dalam Penelitian Sistem Visual
ABSTRAK. Kota merupakan suatu kompleks lingkungan yang didalamnya terbentang banyak arti seperti keindahan , kenangan, pengalaman, harapan, keramaian banyak orang dan lain sebagainya. Suatu kota juga merupakan kontruksi sejarah sepanjang waktu dalam berbagai bentuk yang bervariasi dan sangat dipengaruhi dengan konteks tempat, peristiwa dan wujud kota, sehingga sifatnya sangat dinamis. Konteks tersebut sangat berpengaruh dalam pembentukan identitas dan citra dari sebuah kota sehingga dapat dengan mudah dipahami.Identitas dan citra sebuah kota terbentuk karena adanya elemen-elemen yang memberikan kualitas tertentu sehingga akan memunculkan suatu tanda-tanda pembeda yang menunjukkan karakter tertentu. Elemen, tanda, karakter, identitas dan citra akan membentuk satu kesatuan sistem visual kota yang dapat diketahui melalui beberapa cara seperti yang akan dikemukakan dalam pembahasan tema tentang sistem visual kota.Pemahaman manusia tentang lingkungannya dapat terbentuk melalui kesan visual yang dapat ditangkap oleh indra penglihatan manusia dari tiap-tiap elemen atau komponen yang ada pada suatu lingkungan tertentu. Kesan visual merupakan respon langsung yang dapat diterima dari hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Di satu sisi, masyarakat awam biasanya menunjukkan reaksinya terhadap suatu elemen visual tertentu secara verbal dan di sisi lain para arsitek lebih sering merespon secara visual. Hal ini kemudian menjadi lebih berbeda lagi jika membandingkan pemahaman visual masing-masing individu dengan latar belakang yang berbeda.Kata Kunci : Kota , Elemen, tanda dan karakter, Identitas, Citra, Sistem VisualABSTRACT. A City is regarded as an environmental complex with many meanings within it such as aesthetics, memories, experiences, hopes, crowded, and many more. A city can be defined as a historical construction from time to time with its variety and influenced by some contexts: place, event, and form of the city. That is why a city has a dynamic character. Those contexts have strong impact in forming an identity and image of the city.An identity and image of the city has been formed from elements which delivered a particular quality, thus will define a differentiable sign which will designate a particular character. Elements, sign, character, identity and image will form a united visual system of the city which will be identified by some methods.Human understanding about their environment could be formed from visual image which can be caught by human visual sensory from each element as well as each component within a particular environment. Visual image can be defined as a direct response from a relation between human and their environment. Usually, general community have shown their reaction of a particular visual element verbally, on the other hand architects have responded it visually. It shows that there are differences in comparing a visual understanding from each individual with different background. Keywords: City, elements, character and sign, identity, image, visual syste
PENGARUH IKLIM DALAM PERANCANGAN ARSITEKTUR
Abstrak. Bangunan sebagai hasil perancangan arsitektur dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan dan mendukung aktifitas manusia yang berada di dalam bangunan. Kondisi ruangan yang baik dapat membuat manusia sebagai pemakai bangunan beraktifitas dengan baik sesuai dengan kehendaknya. Kondisi ini menuntut ruangan sebagai wadah aktifitas manusia untuk dapat memenuhi persyaratan kenyamanan yang meliputi kenyamanan terhadap suara (acoustics), pencahayaan (lighting), dan kenyamanan termal (thermal comfort). Oleh karena itu dalam perancangan arsitektur harus memperhatikan faktor iklim ini sehingga dapat tercipta lingkungan dan bangunan yang memberikan kenyamanan, kenikmatan, dan keselamatan terhadap pemakainya. Kata kunci: Iklim, Pengaruh Iklim, dan Perancangan Arsitektur Abstracts. Building as a product of architectural design is attempted to give comfort and to encourage human activities within building. Condition of well organized room will encourage people as building user to do their activities as good as they want. This condition will require the room as activities’ place for human being to fulfill the requirement of comfort which include acoustics, lighting, and thermal comfort. Therefor, in architectural design, should concern about climate factor, thus it will created building and enviroment which giving comfort, and savety for the users. Keyword: climate, climate effect, architectural desig
ADAPTASI PENGHUNI TERHADAP KONDISI TERMAL (Studi Kasus Penghuni dan Rumoh Aceh Modern)
ABSTRAK. Rumah Tradisional yang beragam merupakan kekayaan bangsa. Salah satu kekayaan tersebut adalah rumah tradisional Aceh (rumoh Aceh). Banyak hal yang dapat dipelajari, salah satu dari sekian banyak hal tersebut adalah masalah kondisi termal. Oleh karena itu pada penelitian ini, peneliti ingin mengetahui kondisi termal hunian yang nantinya akan jadi masukan yang sangat berharga pada perencanaan bangunan pada iklim tropis lembab.Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif. Pengambilan data penghuni dilakukan dengan wawancara ataupun penyebaran kuesioner. Sedangkan pengamatan terhadap bangunan dilakukan dengan mengukur kondisi termal indoor dan outdoor bangunan tersebut. Kata kunci: rumah tradisional, kondisi termal ABSTRACT. A variety traditional house is a country wealth. One of this wealth is traditional house in Aceh (Rumoh Aceh). There are many things that could be learnt from this traditional house, such as thermal condition within the house. This research will explore thermal condition within traditional house that will become an input an solution for building plan in humid tropical climate. This research will use quantitative method by collecting data from building user with interviews and questionaire distribution. On the other hand, to explore the builring by measuring thermal condition either indoor or outdoor.Keywords: traditional house, thermal conditio
Maksud dan Makna Feng Shui Bangunan Terhadap Keadaan Lingkungan Menurut Pandangan Teori Arsitektur
ABSTRAK. Feng shui adalah sebuah seni Tao dan keserasian ilmu hidup dengan lingkungan bagi kalangan masyarakat Cina. Ilmu Feng shui sudah ada sejak zaman 2200 sebelum Masehi yang diciptakan pertama kalinya oleh Kaisar Cina bernama Fu Hsi.Dalam perkembangan kehidupan bangsa china, banyak mengalami perubahan perubahan yang datangnya dari pergantian dinasti, mencakup berbagai hal seperti perubahan politik dan kebijakan, membuat sejarah Feng Shui mengalami pasang surut. Akibatnya banyak ajaran ajaran feng shui telah hilang dan mengalami perubahan dan tidak lagi sesuai aslinya. Di sisi lainnya Feng shui yang di susun oleh Ahlinya di china pada dasarnya di susun menurut pengamatan ahli feng shui yang disesuaikan dengan keadaan iklim atau keadaan alam di china itu sendiri. Namun Perkembangan zaman, rupanya feng shui juga di pakai oleh banyak kalangan di seluruh dunia,bukan hanya di china saja yang sudah barang tentu harus di susun kembali berdasarkan daerah setempat Perubahan alam yang berbeda sagat memperngaruhi juga prinsip prinsip ajaran feng shui Sehingga ajaran feng shui ini mengalami banyak pergeseran dari hakekat aslinya,dari ilmu seni mengatur hubungan manusia dengan alam hingga bergser menjadi sebuah keyakinan yang terkadang keliru cara memandangnya. Dalam tulisan ini disajikan beberapa pandangan cara melihat feng shui itu sendiri menurut kaca mata arsitektur untuk mencari makna dari sebagian kecil ajaran feng shui, bahwa sebenarnya feng shui itu mengajarkan tentang keseimbangan ruang antara pemakai dengan lingkungannya.Kata Kunci: Feng Shui, bangunan, lingkungan, arsitekturABSTRACT. Feng Shui is a Tao art and a harmony between life and environment for China community. Feng Shui has been delivered since 2200 BC which had been created firstly by China Emperor called Fu Hsi. By the development of China community, there are many changes from one dynasty to other, particularly in politic change and regulation. These changes had affected the history of Feng Shui, and shown that many matter of Feng Shui have been disappeared and changes from the original one. On the other hand, Feng Shui which has been formed by expertise in China, basically according to climate condition in China. Although, Feng Shui has been used by many parties within world, not only in China. This phenomena has shown that Feng Shui which has been delivered all over the world has been formed as well according to local climate condition. These changes have affected that there are many original principles within Feng Shui have been transformed. From an art to organize a relationship between human and nature, then have been transformed to a believe which sometime there are many mistakes if people have a wrong perspective. This paper will explore some perspectives how to see Feng Shui in architecture to define that the original Feng Shui is delivering a space harmony between human and environment. Keywords: Feng Shui, building, environment, architecture
PENGHUNI SEBAGAI INDIKATOR KEBERADAAN EKSTERNALITAS RUANG NEGATIF
ABSTRAK. Pembangunan obyek apapun yang tidak terintegrasi dengan lingkungannya seringkali menimbulkan dampak negatif. Penelitian ini menggunakan studi kasus sebuah Pusat Perbelanjaan Berskala Besar di kota Bandung yaitu Bandung Super Mall (selanjutnya disebut BSM) yang dibangun di tengah-tengah kawasan permukiman. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui eksternalitas ruang negatif yang timbul akibat pembangunan BSM. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Dari penelitian ini dapat diketahui ternyata respon penghuni terhadap keberadaan ruang BSM, dapat menjadi indikator keberadaan eksternalitas ruang negatif BSM. Kata kunci: eksternalitas, ruang negatif ABSTRACT. Negative impact will occurred in any disintegrated objects development with their environment. This research has used a case study of City Shopping Mall in Bandung, which known as Bandung Super Mall (BSM), which has been developed in the middle of settlement areas within Bandung. This research is attempted to explore the externality of negative space which has been created from the development of BSM. The research methodologies that have been chosen are qualitative and quantitative. The research will deliver many responses about the existence of BSM space. These are will be used as indicator of the existence negative space externality of BSM. Keywords: externality, negative spac
MARKETING THE BANDA ACEH CITY’S HERITAGE The Baiturrahman Great Mosque as Icon to Attract Tourists
Abstract. How should the old cities encourage economic activities? One of the efforts is city marketing approach, exchange process of products from producers to consumers (Ashworth and Voogd, 1990), which can be for tourists, conventioneers, investors, manufacturers, corporate headquarters, new residents and exporters (Kotler, Haider and Rein, 1993). In marketing the city for tourism and other investment, the icon help the city to promote its potentiality by creating the identity. Heritage is one of obvious thing that can utilize as icon However, this icon can not say alone, its need other combination with other attraction. The people do not come to one place for single reason. The icon together with other infrastructure, facilities, etc will create a “buzz” of one place. Key word: Heritage, Icon, Tourism ABSTRAK. Bagaimana seharusnya kota-kota tua menunjang aktifitas ekonomi? Salah satu usahanya adalah dengan pendekatan pemasaran kota, merubah proses produk dari produsen menjadi konsumen (Ashworth and Voogd, 1990). Hal ini dapat saja berupa turis asing baik internasional maupun domestik, para investor, penghuni baru, eksportir dan masih banyak lagi (Kotler, Haider and Rein, 1993). Dalam usaha untuk memasarkan sebuah kota untuk turisme dan investasi lainnya, aikon dari sebuah kota tua dapat membantu kota tersebut dalam mempromosikan keunggulan dari kota tersebut dengan menciptakan identitas khas dari kota tersebut. Warisan merupakan salah satu hal yang paling jelas dapat digunakan sebagai aikon. Namun bagaimanapun juga, aikon ini tidak dapat berdiri sendiri, aikon memerlukan kombinasi lain yang dinilai dapat menarik dari sebuah kota tua. Orang tidak hanya datang ke sebuah kota untuk alasan tertentu. Aikon dengan beberapa fasilitas lain yang menarik dapat menciptakan sebuah tempat yang luar biasa menakjubkan. Kata kunci: Warisan, Aikon, Turism