252 research outputs found

    KONSEP DISAIN RUMAH SEDERHANA TIPE KECIL DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KENYAMANAN RUANG

    Get PDF
    ABSTRAK. Kenyamanan merupakan faktor penting yang harus diperhatikan dalam desain rumah, karena kenyamanan ruang akan mempengaruhi betah tidaknya penghuni dalam beraktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep disain pada rumah sederhana yang mempertimbangkan kenyamanan ruang. Rumah sederhana  yang diteliti adalah tipe kecil ≤ 36 m2.Kenyamanan yang menjadi fokus penelitian adalah kenyamanan dalam penataan perabot, pengaturan sirkulasi dan pengaturan pencahayaan dan penghawaan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan mengambil kasus secara purposif sampling. Konsep disain yang didapatkan dari penelitian ini adalah kenyamanan penghuni dalam rumah sekecil apapun menjadi hal yang sangat penting. Kebutuhan dan kenyamanan penghuni menjadi hal nomor satu yang harus diperhatikan. Kenyamanan bagi penghuni rumah sederhana dapat dicapai antara lain dengan pencahayaan, penghawaan dan ruang gerak yang cukup untuk beraktivitas. Pencahayaan dan penghawaan yang baik dapat disesuaikan dengan ukuran dan fungsi ruang.Ruang gerak yang cukup dapat diwujudkan dengan menata perabot dan sirkulasi yang baik.Cahaya matahari dan udara alami yang masuk merata ke dalam rumah akan memberikan efek positif bagi penghuninya. Karena cahaya matahari akan memberikan kenyamanan secara fisik dan psikologis. Kata kunci:  konsep disain, rumah sederhana, kenyamanan ABSTRACT. The comfort of the room is an important factor that must be considered in the design of the house. This study aimed to describe the design concept in a simple house considering the comfort of the room. Simple house in this study was a small type ≤ 36 m2. The room comfort that become the focus of research is comfort in the furniture arrangement, circulation settings and illumination and cross ventilation settings. The method used in this research is descriptive qualitative by taking the case of purposive sampling. Comfort for the occupants of the simple house can be achieved by illumination, cross ventilation and sufficient space to do activities. Good illumination and cross ventilation can be based to the size and function of the room. Sufficientroom to do activities can be realized by arranging furniture and good circulation. Sunlight and natural air that goes evenly into the house will have a positive effect for the occupants. Keywords : design concept, simple house, comfor

    PEMAHAMAN FENOMENA PENGETAHUAN ARSITEKTUR KAMPUNG KOTA (KASUS : KAMPUNG BUSTAMAN BERBASIS KULINER)

    Get PDF
    ABSTRAK.Kampung menjadi hambatan besar dalam proses modernisasi perkotaan di era globalisasi. 70 % area perkotaan di negara sedang berkembang seperti Indonesia adalah kampung. Kampung masih dipandang sebagai sisi negatif dan sebagai beban perkotaan. Fakta empiris menunjukan bahwa kampung kota melakukan kegiatan kehidupan sehari-hari secara mandiri. Kampung memiliki kekuatan lokal yang berbeda, masing-masing kampung menunjukan kekhususan yang dimiliki kampung. Secara umum, aspek sosial merupakan kekuatan lokal suatu kampung.Tulisan ini bertujuan untuk mencari pemahaman awal tentang kampung kota dalam dimensi ilmu arsitektur kota, melalui pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Analisa matriks antara keilmuan arsitektur dan konteks keberlanjutan kampung kota dipahami sebagai upaya pengembagan pengetahuan dini tentang keunikan dan kompleksitas kampung kota berbasis kuliner. Prosedur penelitian kualitatif digunakan dalam tahap-tahap kegiatan penelitian.Kampung Bustaman salah satu kampung kota yang mampu memberikan inspirasi gagasan/ide bagi kampung yang lain. Bustaman merupakan pengetahuan baru tentang arsitektur kampung di era kekinian, yang menunjukan kekuatan lokal yang dinamis dan sinergik. Kampung Bustaman menunjukan kelebihan dan kekurangan sebagai satu kampung kota pada umumnya. Kelebihan tersebut antara lain adalah potensial artefak dalam lingkungan kampung, kegiatan ekonomi lokal kuliner, keterbukaan sistem kekerabatan sosial, budaya masyarakat perkotaan kekinian, dan keterbukaan bagi pihak luar. Sedang kelemahannya adalah infrastruktur yang rentan, kondisi fisik lingkungan yang rendah, dan tingkat sosial ekonomi penghuni yang lemah. Kata kunci:Bustaman, Arsitektur, Kampung, Fenomena, Berkelanjutan. ABSTRACT.Kampung is a major obstacle in the process of urban modernization in the era of globalization. 70% of urban areas in developing countries such as Indonesia are home. Kampung still seen as a negative side and as an urban load. Empirical evidence shows that the hometown of the activities of daily life independently. Local villages have different strengths, each village to show the specificity owned by the village. In general, the social aspect is a local power a village.This paper aims to find the initial understanding of urban kampong in the dimensions of urban architecture, through a qualitative descriptive research approach. Matrix analysis between architectural science and the context of urban sustainability is understood as an effort to develop early knowledge about the uniqueness and complexity of culinary-based urban village. Qualitative research procedures are used in the stages of research activities.Kampung Bustaman one of the urban villages that is able to inspire ideas / ideas for other villages. Bustaman is a new knowledge of kampung architecture in the present era, which shows a dynamic and synergic local power. Kampung Bustaman shows advantages and disadvantages as a township in general. The advantages include potential artifacts in the village environment, culinary local economic activities, openness social kinship system, urban community culture and contemporary openness for outsiders. The weaknesses are the vulnerable infrastructure, the low physical condition of the environment, and the socio-economic level of the weak occupants. Keywords: Bustaman, architecture, kampong, phenomena, sustainabilit

    RASA KELEKATAN ANAK PADA RUANG PUBLIK TERPADU RAMAH ANAK (RPTRA)

    Get PDF
    ABSTRAK. Fakta empiris membuktikan bahwa kehadiran suatu taman lingkungan dapat berkontribusi pada terbentuknya rasa kelekatan seseorang, termasuk anak, pada tempat. Rasa kelekatan anak pada tempat perlu ada dan penting karena memberikan kontribusi positif bagi perkembangan fisik dan mental anak. Tulisan ini bertujuan untuk memahami apakah kehadiran RPTRA, yang secara ekstensif dibangun oleh Pemprov DKI Jakarta sejak tahun 2015, telah berkontribusi pada terbentuknya rasa kelekatan anak pada tempat? Apakah RPTRA telah menjadi tempat favorit anak? Bagaimana rasa kelekatan anak terhadap RPTRA dapat dipahami melalui dimensi pembentuk rasa kelekatan anak pada tempat? Lokasi studi adalah 10 RPTRA yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta. Pengukuran dan pemahaman rasa kelekatan anak terhadap RPTRA dilakukan melalui observasi, wawancara dan pengisian kuesioner oleh pengguna anak (n=597) di lokasi RPTRA.  Hasil pengukuran menunjukkan 77% responden anak menyatakan ada rasa kelekatan terhadap RPTRA dan 95% responden anak memberikan penilaian positif terhadap RPTRA sebagai tempat favorit mereka. Rasa kelekatan anak terhadap RPTRA dibentuk oleh 1) dimensi penggunaan RPTRA secara kolektif oleh anak bersama teman dan keluarga 2) dimensi tempat, seperti: kemudahan akses dan kedekatan lokasi RPTRA dengan rumah tinggal, keamanan, ketersediaan fasilitas ruang luar untuk bermain, dan ketersediaan fasilitas ruang dalam untuk belajar dan melakukan berbagai aktivitas terstruktur yang edukatif; 3) Dimensi proses, seperti: peluang untuk melakukan berbagai aktivitas di RPTRA, pengalaman yang berulang bersama teman sebaya dan keluarga, kemudahan pergerakkan bolak balik ke RPTA, dan durasi waktu. Kata kunci: Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), anak, rasa kelekatan pada tempat ABSTRACT. Empirically, the availability of parks contributed to the development of children’s place attachment. Having a sense of place attachment is essential for children’s physical and mental well-being. This paper aimed to obtain an understanding whether child-friendly integrated public spaces or called RPTRA, which was initiated and built extensively by The Jakarta City Provincial Government since 2015, had contributed to the development of children’s place of attachment and if RPTRA was considered as one of children’s favourite place. How children’s sense of attachment to RPTRA could be understood using three-dimensional, person-place-process framework.  This paper described a study of ten RPTRA located in Jakarta. We examined and measured children’s sense of attachment to RPTRA, based on observation, interviews, and data collected from children (n-597) who completed on-site questionnaires. The results show that 77% of children had developed a sense of attachment to RPTRA and 95% of children had positive feelings towards RPTRA as one of their favourite places. The development of children’s sense of attachment to RPTRA: 1) occurs at collective level with peers; 2) is influenced by place dimensions, such as easy access and proximity between RPTRA and home, security, availability of outdoor facilities for playing, and availability of indoor facilities for studying and other educative activities; and 3) is expressed through actions, experiences, repetitive movements or proximity-maintaining behaviors and length of time spend in RPTRA.  Keywords: Child-friendly Integrated Public Spaces (RPTRA), children, place attachmen

    ANALISIS KONSEP GREEN ROOF PADA KAMPUS SCHOOL OF ART, DESIGN AND MEDIA NTU SINGAPORE DAN PERPUSTAKAAN UI DEPOK

    Get PDF
    ABSTRAK. Jakarta termasuk salah satu kota yang terletak di daerah beriklim tropis. Sebagai ibukota negara, Jakarta mempunyai kepadatan penduduk sangat tinggi, lahan terbuka hijau semakin berkurang. Banyak sekali ditemukan bangunan yang menggunakan Air Conditioning (AC) sehingga akan menimbulkan global warming. Bangunan pendidikan merupakan salah satu bangunan yang perlu didesain sedemikian rupa sehingga menjadi nyaman dan tidak merusak lingkungan, yang akan mendukung terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas. Perlu adanya kajian konsep green building pada bangunan-bangunan yang mempunyai fungsi pendidikan di daerah iklim tropis untuk menjadi sumber referensi yang nantinya bisa diterapkan di kota Jakarta pada khususnya. Pada penelitian ini kajian green building difokuskan pada analisis tentang green roof pada bangunan pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi konsep green roof bangunan kampus School of Art, Design and Media NTU Singapore dan bangunan Perpustakaan UI Depok dan menganalisisnya untuk dapat diterapkan di Kota Jakarta pada khususnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah kampus Nanyang Technological University School of Art, Design and Media Singapura dan Gedung Perpustakaan Universitas Indonesia Depok yang menggunakan aplikasi green roof. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem berkelanjutan telah menjadi salah satu kebijakan prioritas di kota Singapura dan Jakarta. Green roof tidak hanya merupakan upaya untuk menciptakan arsitektur berkelanjutan, tetapi juga dari segi estetika. Green roof merupakan salah satu aplikasi konsep green building yang tepat untuk diaplikasikan pada bangunan–bangunan pendidikan yang ada di Jakarta sebagai kota yang memiliki kepadatan bangunan tinggi dan lahan terbuka hijau yang sangat terbatas.Kata kunci:bangunan pendidikan,greenroof, iklim tropis, Kampus NTU, Perpustakaan UI Depo

    PENERAPAN KONSEP FLEXIBLE DAN GREEN ARCHITECTURE PADA RUMAH TYPICAL DI LAMPUNG

    Get PDF
    ABSTRAKRumah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Kebutuhan manusia di dalam rumah berbeda-beda. Keberadaan perumahan yang menyediakan rumah typical menjadi salah satu solusi dalam pemenuhan kebutuhan rumah bagi masyarakat.Namun rumah typical masih menimbulkan permasalahan, yaitu adanya aktivitas dan kebutuhan ruang dari penghuni yang tidak bisa  terakomodir. Disisi lain permasalahan lingkungan akibat dari aktivitas manusia di dalam rumah menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Lampung merupakan salah satu daerah yang memiliki arsitektur yang khas. Tetapi rumah typical yang dikembangkan oleh para developer perumahan belum ada yang menonjolkan arsitektur khas Lampung tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk merancang rumah yang dapat memenuhi kebutuhan masing-masing penghuni rumah dengan luas bangunan yang sama. Selain itu, rumah yang dirancang tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan mencirikan arsitektur Lampung.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Metode kualitatif dilakukan melalui studi literatur dan perancangan. Studi literatur dilakukan melalui kajian dari berbagai sumber yaitu buku, jurnal dan internet. Perancangan dilakukan melalui: penerapan konsep flexible house dan konsep green architecture serta transformasi bentuk hasil kebudayaan Lampung.Hasil penelitian adalah desain rumah typical di Lampung dengan konsep green flexible house. Kata kunci: green architecture, flexible house, rumah lampung ABSTRACTA house is one of the basic human needs. Human needs of house for each people is different. The existence of housing that provides typical house become one of the significant solutions to fulfill the needs of house for community. However, typical house is still causing problems for the occupants, because this typical house cannot accommodate all the occupants’ activities within it. I tbecause, typical house is a minimum standard for living which is different for each people.  On the other hand, environmental problems which is occurred by human activities within a house could raise negative impact for the environment. Lampung has been regarded as one of an area which has a distinctive character of architecture. But the typical house that is developed by the developer, have not described and represented the character of Lampung’sarchitecture.  This study has been conducted to design a house that would fulfill the needs of occupants of the house which has the same area space of the house. Additionally, the house has been designed to eliminate negative impact for the environment and would have a significant character for Lampung’sarchitecture. This research has used a qualitative method, which has been done by using literature study and design process.  Literature study has been conducted by reviewing some relevant books, journal sand various sources from worldwide web. And finally, design process has been conducted through: the application of flexible house and green architecture concept and the transformation of the Lampung’sculture. As a final result, this research will provide a design of typicalhouse in Lampung with green flexible house concept. Keywords: green architecture; flexible house; Lampung hous

    STUDI EMPIRIS PENERAPAN MANAJEMEN NILAI PADA PENGEMBANGAN REAL ESTATE DI SURABAYA

    Get PDF
    ABSTRAK. Penerapan sebuah metode dalam pengembangan real estat sangat dibutuhkan agar memastikan proyek berjalan dengan lancar. Terdapat metode yang mampu meningkatkan nilai proyek dan bahkan membuang biaya yang tidak perlu dalam proyek yang disebut dengan metode manajemen nilai atau value management (VM). Metode ini masih jarang digunakan di Indonesia namun sebagian besar pengembang real estat di Surabaya mengaplikasikannya. Penelitian ini mencari tahu tentang studi empiris dari penerapan VM pada pengembangan real estat di Surabaya, lebih spesifiknya yaitu mencari tahu tentang bagaimana VM digunakan di perusahaan pengembang real estat di Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif  dengan metode penelitian analisa statistik deskriptif. Metode penentuan sampel dengan non-probabiliti sampling gabungan, yaitu dengan purposive sampling yang dilanjutkan dengan snowball sampling. Sedangkan teknik pengumpulan datanya menggunakan survei dengan alat kuesioner. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa 80% perusahaan pengembang real estat di Surabaya tidak memiliki pelaksana desain dan pelaksana proyek sendiri, dan mereka tidak dilibatkan dalam tujuan proyek sejak tahap preliminary, mereka baru dilibatkan sejak tahap desain konseptual. Selain itu, penelitian ini menemukan fakta bahwa 60% petinggi perusahaan pengembang real estat mengasumsikan bahwa manajemen nilai (VM) adalah rekayasa nilai (VE). Kata kunci : real estate, manajemen nilai, studi empiris. ABSTRACT. The application of a method in real estate development process is needed in order to ensure the project runs smoothly. There are methods that can indrease the value of the project and even discard the unnecessary cost of the project called value management. Many practitioners of real estate development in Surabaya claim that they always apply value management method. However, based on empirical data, it is known that not much research of value management in Surabaya. Thepurpose of this paper is to determine the empirical study of VM by the practitioners of real estate development in Surabaya. This is an exploratory research with statistic descriptive analysis that is used to achieve the research objectives. The sample taking and respondent determination are applied by a purposive sampling followed by snowball sampling. Data collection techniques use a survey by distributing the questionnaires.  Outcome of the analysis indicate that 80% of real estate development companies in Surabaya do not have executive design and project implementers. Design implementers and project officers are not involved in achieving the objectives of the project, these professionals began to be involved in the conceptual stages of design. Beside, this research finds that 60% of practitioners assume that VM is VE. Keywords : real estate, value management, empirical study

    ANALISIS PERMUKIMAN PEMULUNG SEBAGAI SEBUAH ASSEMBLAGE STUDI KASUS: PERMUKIMAN PEMULUNG DI WILAYAH JURANGMANGU, TANGERANG SELATAN

    Get PDF
    ABSTRAK. Keberadaan pemulung adalah suatu fenomena umum di kota-kota Indonesia.  Dalam fenomena keberadaan pemulung, terdapat sebuah paradoks.  Di satu sisi, terdapat pandangan bahwa pemulung memiliki pengaruh negatif bagi lingkungan sosial maupun fisik.  Di sisi lain, pekerjaan sebagai pemulung memberi kontribusi positif dalam hal proses daur ulang sampah serta dalam memberikan alternatif lapangan kerja.  Paradoks ini membuat keberadaan pemulung menarik untuk dikaji, baik dari segi sosial, ekonomi, maupun lingkung bangunnya. Kajian mengenai pemulung dari sudut pandang sosial dan ekonomi telah banyak dilakukan dalam berbagai penelitian.  Namun, sejauh ini, belum ada penelitian yang membahas persoalan pemulung dari sudut pandang lingkung bangun permukimannya.  Penelitian ini dilakukan untuk memberi kontribusi dalam hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai pembentukan dan perubahan lingkung bangun permukiman pemulung, berdasarkan hasil observasi terhadap dua permukiman pemulung di Jurangmangu, Tangerang Selatan, dan wawancara kepada penghuninya.  Bentukan suatu lingkung bangun terkait dengan pola kegiatan, serta dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial dan ekonomi dari manusia di dalamnya.  Untuk itu, penelitian ini membahas tentang lingkung bangun permukiman pemulung serta hubungannya dengan pola aktivitas dan sistem sosial ekonomi penghuninya. Kata kunci: permukiman pemulung, assemblage. ABSTRACT. The phenomena of informal waste-picker settlements are very common in many cities in developing countries. Behind the rapid development and the image of economical wealth, lies beneath the informal waste-picker settlements which may often be overlooked. The existence of the informal waste-picker settlements is like two sides of a knife. On one hand, the settlements are often perceived as giving the negative impact to the social and physical condition of the city. On the other hand, their job in reducing waste and providing alternative employment is perceived as giving positive impact to the city. This binary oppositions and their impact to the social, economical condition and  the built environment  are the focus of this research  There are some research on social and economical condition of informal waste-picker settlements. However, the research on the urban assemblage of informal waste-picker settlements are not very common. Therefore, this research focus on how the social and economical condition shape the informal waste-picker settlements in terms of urban assemblage.  This research investigates the development and transformation of the informal waste-picker settlements in two prime locations in Jurangmangu, South Tangerang. The methods are through observation and interview to key persons (leaders) on each settlement. The urban assemblage on these waste-picker settlements is heavily influenced by social and economical condition and activity of their users.  Key words: waste picker settlements, urban assemblage, informalit

    EFEKTIFITAS JALUR HIJAU DALAM MENGURANGI POLUSI UDARA OLEH KENDARAAN BERMOTOR

    Get PDF
    ABSTRAK. Ameliorasi iklim adalah salah satu manfaat yang diberikan alam khususnya tumbuhan terhadap lingkungan hidup, dengan cara meningkatkan kualitas lingkungan untuk menjamin tersedianya lingkungan yang sehat. Salah satunya adalah dengan menyediakan oksigen (O2) untuk kebutuhan pernafasan dan meminimalisir gas buang kendaraan bermotor yang beracun seperti gas carbon monooksida (CO) dan debu timbal (Pb). Kedua zat beracun ini sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, khususnya yng berada disekitar jalan raya dan sekitar kawasan industri.Green belt adalah salah satu desain penghijauan yang fungsi utamanya adalah untuk mengurangi debu pencemaran ini. Yang diuji dalam penelitian ini adalah efektifitas desain green belt di sisi jalan raya dalam menangkap atau menjerap partikel (debu) polusi yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor. Fakta dalam percobaan yang dilkukan menunjukkan, bahwa bentuk struktur tajuk dan luas penampang daun sangat menentukan efektifitas dari penyerapan debu polusi. Daun yang mempunyai permukaan yang lebih luas dan mempunyai permukaan yang kasar, mempunyai nilai efektifitas yang tinggi. Begitu juga dengan pohon yang bertajuk rapat dan lebat akan sangat efektif dalam menjerap debu polusi atau polutan. Dalam hal ini, untuk desain green belt, diperlukan beberapa pertimbangan untuk efektifitas dalam mengurangi polusi udara. Yaitu pemilihan jenis vegetasi yang mempunyai daun yang lebar dan kasar serta pemilihan jenis struktur tajuk pohon yang disesuaikan dengan lokasi green belt tetapi dipilih yang rimbun dan lebat.Kata kunci: Ameliorasi iklim, vegetasi, penyerapan dan polusiABSTRACT. Climate amelioration is one of the many benefit from that nature, particularly plant that, provides to the environment, by enhancing quality of environment and guaranting the provision of healthy environment. For example is by providing oxygen (O2) for respiration and minimalizing toxic gas such as carbon monoxide (CO) and lead dust (Pb) emitted by vehicle. Both mentioned are toxic substances which highly dangerous for human health, especially for those residing around streets and industrial areas.Green belt is a greening design having main function to reduce pollution dust. This research tested the effectiveness of green belt on side roads in catching or absorbing pollution dust or particles emitted by vehicles. Facts from this research showed that the shape of canopy structure and leaves’ cross sectional area highly determine the effectiveness of pollution dust absorpsion. Leaves with wider surface area and rough texture have high effectiveness. Trees having dense canopy and bushy are very effective in absorpsion of pollution dust. In this case, to design a green belt will required a few considerations that are affecting effectiveness in reducing air polution. Namely, selection of vegetation that has wide and rough leaves and type selection of tree canopy structure that is dense and bushy and suitable to green belt location.Keywords : climate amelioration, vegetation, absorpsion and pollutio

    STRATEGI ADAPTASI BANGUNAN DI PERUMNAS CONDONG CATUR SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    Get PDF
    ABSTRAKBangunan merupakan benda yang bergerak dinamis dan akan mengalami perubahan dalam kurun waktu tertentu. Perubahan bangunan yang dilakukan untuk dapat digunakan secara maksimal disebut dengan adaptasi bangunan. Adaptasi bangunan adalah “pekerjaan pada bangunan untuk pemeliharaan dalam mengubah kapasitas, fungsi dan performance dengan kata lain melakukan intervensi untuk menyesuaikan, menggunakan ulang dan meningkatkan kemampuan bangunan”. Cara yang dapat digunakan oleh penghuni atau pemilik ketika bangunan sudah tidak lagi bekerja secara optimal adalah dengan membiarkan, melakukan perubahan atau menghancurkannya. Hal tersebut dilakukan dengan beberapa strategi yang digunakan dalam adaptasi bangunan. Tujuan penelitian yaitu mengidentifikasi strategi adaptasi bangunan yang digunakan dan terjadi di Perumnas Condongcatur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deduktif kualitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang bertujuan untuk mengumpulkan data secara spesifik. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi yang terdiri dari pengamatan, kuisioner, interview dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul kemudian di analisa berdasarkan perubahan fisik bangunan yang kemudian di diskusikan dengan teori dalam diskusi temuan.Hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa terdapat enam strategi adaptasi bangunan di Perumnas Condongcatur. Strategi tersebut antara lain perubahan perabotan (adjustable), perubahan tatanan ruang (versatile), perubahan performance (refitable), perubahan fungsi (convertible), perubahan ukuran (scalable) dan perubahan tatanan layout perabotan. Kata kunci: Strategi, Adaptasi Bangunan, Perumnas ABSTRACTBuilding is a dynamic object and keeps changing in particular period of time. Any change in order to take maximum advantage of the building is called building adaptation. Building adaptation is “any work to a building over and above maintenance to change its capacity, function, or performance’ in other words, ‘any intervention to adjust, reuse, or upgrade a building.” When a building does not function as it is supposed to be, the owner can abandon, change, or destroy it. These are carried out by employing several strategies of building adaptation. This research is aimed to identify strategy of building adaptation used and occurred in Perumnas Condong Catur. Deductive qualitative research method was employed in this research with the samples were taken applying purposive sampling technique which was aimed to specify the collecting of the data. Data collecting was conducted by observation including observation, questionnaires, interview, and documentation. The collected data were analyzed according physical changes of the houses and the analysis were then discussed in the research finding using the theory. The results of the research show that there are six strategies in the building adaptation of Perumnas Condongcatur. They are change of the furniture (adjustable), change of the layout (versatile), change of the performance (refitable), change of the function (convertible), change of the size (scalable), and change of the furniture layout. Keywords: Strategy, Building Adaptation, Perumna

    MENGELOLA YANG TERBENGKALAI MENJADI FUNGSIONAL STUDI PRESEDEN: PROYEK URBAN SPLASH DI INGGRIS

    Get PDF
    ABSTRAK.Saat ini, perkembangan bangunan-bangunan baru di Jakarta berkembang sangat cepat. Kondisi ini membawa dampak negatif bagi beberapa titik di kawasan ibukota Jakarta, terutama di kawasan Kota Lama Jakarta yang dikenal sebagai kawasan bersejarah di Kota Jakarta. Beberapa bangunan tua di dalam kawasan ini dikenal telah terbengkalai puluhan tahun, dan ini menjadi beban bagi kota Jakarta sebagai kota metropolitan. Bangunan-bangunan tua tersebut telah diabaikan dan terbengkalai hingga puluhan tahun karena tidak difungsikan sebagaimana mestinya, hal ini dikarenakan bangunan-bangunan tua tersebut sudah tidak layak pakai karena utilitas dan infrastruktur yang tidak memadai. Mengacu pada kondisi di atas, sudah selayaknya dipikirkan tentang bagaimana memelihara bangunan-bangunan tua bersejarah tersebut, apakah harus dimusnahkan atau dijaga kelestariannya. Keduanya tentunya harus dipertimbangkan secara baik-baik dan menguntungkan serta bermanfaat bagi semua pihak, khususnya bagi pemilik bangunan, dengan menjaga bangunan tua bersejarah tersebut tanpa harus mencari sumber pendanaan dari sumber lain. Tulisan ini akan mengeksplor dan memberikan solusi terbaik bagi permasalahan ini dan mencari alternatif solusi bagaimana metode yang tepat untuk memelihara bangunan tua bersejarah di Jakarta. Dengan metode yang tepat diharapkan keberadaan bangunan-bangunan tua bersejarah di Jakarta dapat menjadi identitas bagi kota Jakarta dan menjadi peran yang penting dalam perkembangan kota yang seharusnya terbentuk dari peradaban sejarah. Tulisan ini merupakan bagian dari penelitian program hibah Kementrian Riset dan Teknologi Dirjen Pendidikan Tinggi yang telah dimulai sejak tahun 2012 dengan tiga fokus penelitian dan pengamatan yang berbeda tentang konservasi dan revitalisasi. Penelitian ini merupakan skema akhir dari roadmap penelitian kami dan akan memberikan sebuah jawaban solusi mengenai berbagai permasalahan yang muncul dari tiga penelitian sebelumnya. Kata Kunci: metode, terbengkalai, fungsional, bangunan tua bersejarah, kawasan kota lama Jakarta ABSTRACT. Recently, the development of new buildings in Jakarta is increasing rapidly. This condition has a negative impact for some spots within Jakarta, particularly within Jakarta Old Town which is well known as a historical area in Jakarta. Some old buildings within this area have been neglected for years and this become a burden for Jakarta as a metropolitan city. Those historical old buildings have been abandoned because they could not been functioned anymore, they have lack of utilities and infrastructures.Referring to the above condition, there should be a method to maintain those historical old buildings, either to keep it or to demolish it all. The maintenance should benefit all parties, particularly the owner of the buildings could maintain the buildings without searching other funding's source. This paper will explore and present what is the best solution for this matter, and what is the appropriate method to maintain all those historical old buildings, thus could be existed within Jakarta Old Town area. Historical area could become an identity of the city and would become important role in urban development, which formed from a historical civilization. This paper is a part of research study undertaken from Competition Research Grant Programme - The Minister of Higher Education that has been started from 2012 with 3 different focus and point of view about conservation and revitalization. This research is a final scheme from the roadmap, and will present an answer about many problems occurred in those 3 previous researches.Keywords: method, abandoned, functional, historical old buildings, Jakarta Old Town are

    225

    full texts

    252

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    NALARs
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇