perpustakaan.loyola-smg.sch.id
Not a member yet
    8250 research outputs found

    Mariposa

    No full text
    Untuk mencintai kamu, aku hanya butuh waktu satu detik. Untuk mendapatkan cinta kamu? Aku butuh berapa juta detik?Ini kisah tentang Acha, memiliki nama panjang Natasha Kay Loovi. Gadis ajaib berparas cantik seperti bidadari. Ini juga kisah tentang Iqbal. Jangan tanya nama panjangnya siapa, nanti kalian jatuh cinta. Pria berhati dingin dengan hidup monotonnya.Bercerita tentang perjuangan Acha untuk mendapatkan cinta seorang Iqbal. Acha tak pernah gentar meruntuhkan dingin dan kokohnya tembok pertahanan hati Iqbal yang belum pernah disinggahi perempuan mana pun. Sikap dingin dan penolakan Iqbal berkali-kali tak membuat Acha menyerah. Bagi Acha selama Iqbal masih berwujud manusia, selama Iqbal tidak berubah menjadi sapi terbang, Acha akan terus berjuang. Siapkan hati yang mandiri untuk membaca cerita ini. Hati-hati jantung Anda, mohon selalu dijaga. Serangan baper akan terus menyerang tanpa henti. Kisah romantis komedi remaja yang siap memanjakan hari indah Anda semua. Jangan lupa selalu bahagia. Dari Mariposa untuk semua pembaca tercinta.482 hlm. 14,5 x 21 c

    Menolak diam : Gereja melawan perdagangan orang

    No full text
    xvi + 366 hlm. 15 x 23 c

    Orang-orang katolik di indonesia era kemerdekaan 1945-2010 - jilid 3

    No full text
    Buku ini berisikan tentang perkembangan orang-orang Katolik di Indonesia dari masa ke masa. Buku ini terpilah ke dalam dua bagian besar. Bagian pertama mengkaji masalah-masalah nasional, yang mencakup agama dalam politik Indonesia, struktur internal komunitas Katolik, para klerus religius, imam diosesan, para suster dan bruder laikal, basis sekuler agama Katolik dalam ranah pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan karya pembangunan, keterlibatan sosial dan spiritualitas kaum awam serta para pemikir, penulis, seniman kreatif, aneka proposal dan debat teologi. Bagian kedua menelisik berbagai tinjauan kewilayahan di negara yang sangat luas ini, mulai dari perjuangan Gereja Katolik di Flores, Timor dan Sumba, masyarakat Papua yang mencari identitas antara dominasi Belanda dan Indonesia, Maluku yang dipepaki beban berat fragmentasi agama dan isolasi geografis, kaum minoritas Katolik di Minahasa dan Toraja di Sulawesi, Kalimantan, hingga diaspora Katolik di Sumatera, Jawa dan Bali.xxviii + 894 hlm.; illus. 16 x 24 c

    Perempuan-perempua perkasa di Jawa abad XVIII-XIX

    No full text
    BUKU ini memperlihatkan, perempuan priayi dan perempuan keluarga keraton di Jawa Tengah selatan, setidaknya sampai akhir Perang Jawa (1825-1830), menikmati kesempatan bertindak atau mengambil inisiatif pribadi yang jauh lebih luas daripada saudari-saudari mereka yang hidup di akhir abad ke-19, di zaman Raden Ajeng Kartini (1879-1904). Jejak mereka bahkan menembus bidang yang dianggap sebagai dunia laki-laki, yaitu militer dan politik.Di bidang bisnis, mereka mengambil peran sangat penting, seperti tampak pada sosok Ratu Kencono Wulan (ca. 1780-1859), permaisuri ketiga Sultan Hamengku Buwono II. Berasal dari keluarga lapis bawah--diduga pemilik kios di Pasar Beringharjo--Sang Ratu menjelma seorang first lday yang luar biasa rakus. Dia memanfaatkan posisinya untuk meminta bagian dari keuntungan setiap proyek.Di pihak lain, pendidikan Barat dan sistem "meminjamkan" anak keraton--sebagai cara membentuk karakter dan pengetahuan--kepada keluarga Indo-Belanda daripada memercayakan kepada perempuan kerajaan yang lebih tua, seperti terjadi pada Pangeran Diponegoro, dinilai telah merusak pengaruh perempuan keraton dan masyarakat Jawa umumnya. Penulis menguraikan bagaimana pola asuh matriarki gaya Polinesia tersebut dipengaruhi secara serentak oleh kolonialisme dan Islam.Buku kecil ini boleh dikatakan merupakan pengantar inspiratif bagi sejarawan untuk melakukan kajian lebih utuh dengan pendekatan baru atas sejarah Indonesia dari pertengahan abad ke-18 sampai era modern. Hanya dengan demikian perempuan (Jawa) dapat memiliki dasar kuat ketika mengambil tempat selayaknya dalam evolusi bangsanya selama berabad-abad.xiv + 114 hlm.; illus. 13,5 x 20 c

    Menghidupi teologi berkah bersama Mgr. J. Pujasumarta

    No full text
    450 hlm.; illus. 17 x 23 c

    Seperti sungai yang mengalir : Buah pikiran dan renungan = Ser como o rio que flui

    No full text
    303 hlm. 13,5 x 20 c

    Dilan : dia adalah dilanku tahun 1991

    No full text
    343 hlm.; illus. 14 x 20,5 c

    Komet

    No full text
    372 hlm. 13,5 x 20 c

    Chicken soup for the soul : Kekuatan bersyukur

    No full text
    Berterima kasih atau bersyukur merupakan rahasia hidup yang bahagia dan berhasil. Daftar konsekuensi yang mengikuti rasa syukur begitu panjang dan menakjubkan, seperti usia yang lebih panjang, semangat dan optimisme yang lebih tinggi, sistem imun yang lebih tinggi, dan toleransi yang lebih besar. Itulah ajaibnya rasa syukur. Kisah-kisah dalam buku ini semuanya memperlihatkan saat-saat penuh rasa syukur.Ada yang luar biasa?tetapi sebagian besar merupakan bagian dari hidup sehari-hari. Sesungguhnya hal-hal kecillah yang berperan penting. Kita akan secara alami terbiasa ?memandang segala sesuatu dari sisi terangnya.? Mensyukuri berkat yang kita peroleh juga membuat suasana hati semain baik, yang dapat mengurangi dampak dari stres, dan menghadirkan kehidupan yang lebih bahagia dan bermakna. Itulah ajaibnya rasa syukur.x + 504 hlm. 13,5 x 20 c

    Bicara itu ada seninya : Rahasia komunikasi yang efektif = The secret habits to master your art of speaking

    No full text
    "TAHUKAH ANDA BAHWA BERBICARA ITU ADA SENINYA? Jika di bidang musik ada orang yang "buta nada", di dalam aktivitas bicara pun ada orang yang "buta ucapan". Mereka adalah orang -yang merusak suasana dengan ucapan yang tidak sesuai dengan tempatnya. Bahkan, kadangkala mereka hanya sekadar menghafal istilah yang sedang tren atau humor terbaru. Kalau mereka berhasil dalam sebuah percakapan, mungkin mereka akan berkata bahwa mereka telah berusaha, tetapi mereka hampir tidak pernah dibilang sebagai pembicara yang baik oleh audiens atau lawan bicaranya. Ibarat seseorang yang bernyanyi sumbang tidak akan pernah disebut penyanyi top saat ia meninggikan suara tenggorokannya. Buku ini bukanlah untuk kalangan khusus, melainkan untuk orang-orang biasa yang tumbuh sedikit demi sedikit, sebanyak buliran keringat usahanya. Buku ini ditulis untuk mereka yang berupaya untuk memperbaiki kemampuan bicaranya dan percaya bahwa kehidupannya dapat berubah dengan mengubah cara bicara. Saya mempersembahkan buku ini untuk semua orang yang saat ini pun sedang berjuang untuk masa depannya.Ketika komunikasi menjadi hal yang penting untk bersaing, pakar komunikasi Oh Su Hyang mengeluarkan buku yang sangat berarti. Selain berisi tentang pegalaman pengembangan diri, buku ini juga membahas tentang tekik komunikasi, persuasi, dan negosiasi.Lalu bagaimana cara berbicara yang baik? Apakah berbicara dengan artikulasi yang jelas? Atau berbicara tanpa mengambil napas? Tidak! Sebuah ucapan yang bisa disebut baik adalah yang bisa menggetarkan hati. Ucapan seorang juara memiliki daya tarik tersendiri. Ucapan pemandu acara memiliki kemampuan untuk menghidupkan suasana. Anda harus pandai berbicara untuk menunjukkan diri Anda kepada lawan bicara dalam kehidupan sosial. Orang yang berbicara dengan mahir akan menjadi lebih maju daripada yang lainnya. Untuk mencapai tujuan komunikasi, persuasi, dan negosiasi, Anda harus mengetahui metode komunikasi yang efisien.xiv + 238 hlm. 14 x 21 c

    0

    full texts

    8,250

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    perpustakaan.loyola-smg.sch.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇