perpustakaan.loyola-smg.sch.id
Not a member yet
8250 research outputs found
Sort by
The man with the golden gun
The Man with the Golden Gun disebut-sebut sebagai salah satu karya terbaik Ian Fleming sepanjang karirnya.Kereta api tinggal 50 meter lagi menuju tubuh yang terikat di rel itu! Rambut keemasan terurai sedih ke depan, menutupi wajah. Tali pada pergelangan tangan dan kakinya tampak erat mengikat. Lokomotif semakin dekat menjerit-jerit.James Bond merasakan dampak mengerikan yang sebentar lagi terjadi. Dia melompat ke kiri dan melepas tiga tembakan. Dia berfikir, dua dari tembakan itu telah mengena. Tapi, peluru emas Scaramanga justru menghantam bahu kirinya. Ia terpelanting dan jatuh ke lantai besi.Hanya beberapa meter baginya, ia melihat mata biru yang memberinya tatapan kosong terakhir.Apa yang terjadi selanjutnya? Bagaimana cara Bond menyelamatkan Marry Goodnight kekasihnya? Bagaimana James Bond mengalahkan si jago tembak Fransisco Scaramanga?Sungguh, petualangan yang penuh dengan kejutan!248 hlm. 13 x 19 c
RAHASIA INOVASI STEVE JOBS: Prinsip Berbeda Untuk Melakukan Terobosan
xiv; 242 hlm; illus;16 x 24 c
BUMI MANUSIA
Roman Tetralogi Buru mengambil latar belakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad ke-20. Dengan membacanya waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula-mula, juga pertautan rasa, kegamangan jiwa, percintaan, dan pertarungan kekuatan anonim para srikandi yang mengawal penyemaian bangunan nasional yang kemudian kelak melahirkan Indonesia modern.Roman bagian pertama; Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan dimana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-Eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban.Pram menggambarkan sebuah adegan antara Minke dengan ayahnya yang sangat sentimentil: Aku mengangkat sembah sebagaimana biasa aku lihat dilakukan punggawa terhadap kakekku dan nenekku dan orangtuaku, waktu lebaran. Dan yang sekarang tak juga kuturunkan sebelum Bupati itu duduk enak di tempatnya. Dalam mengangkat sembah serasa hilang seluruh ilmu dan pengetahuan yang kupelajari tahun demi tahun belakangan ini. Hilang indahnya dunia sebagaimana dijanjikan oleh kemajuan ilmu .... Sembah pengagungan pada leluhur dan pembesar melalui perendahan dan penghinaan diri! Sampai sedatar tanah kalau mungkin! Uh, anak-cucuku tak kurelakan menjalani kehinaan ini."Kita kalah, Ma," bisikku."Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya." (less)535 hlm. 13,5 x 20 c