perpustakaan.loyola-smg.sch.id
Not a member yet
8250 research outputs found
Sort by
One hundred and one (101) laws of successful sartup : Bagaimana memulai startup dan menciptakan unicorn?
Tidakkah kisah para founder startup menggelitik diri kita?Bagaimana bis, ada anak-anak muda seperti illiam Tanuwijaya (Tokopedia), Achmad Zaki (BukaLapak), Ferry Unardi (Traveloka), Diajeng Lestari (HijUP), Andrew Darwis (KasKus). Nadiem Makaraim (GoJek), Ryan Gondokusumo (Sribu), membangun dan memimpin perusahaan startup yang meraksasa di usia yang masih belia?Diantara mereka ada yang mendapatkan suntikan dana investor miliaran, bahkan triliunan rupiah. Ada juga yang telah menghasilkan transaksi miliaran. Hebatnya lagi, rentang waktu antara membangun startup hingga menjadi perusahaan yang mentereng hanya mereka lalui dalam waktu yang singkat, antara 3 sampai 5 tahun saja! Apakah kita cukup puas untuk hanya menjadi penonton saja? Ataukah kita ingin menjadi seperti mereka?Buku ini berisi hukum-hukum startup menurut para founder dan mentor startup hingga menjadikannya unicorn. Memuat dari bagaimana cara mencari ide, membentuk tim, membuat konsep produk, memasarkan produk, melakukan piwot, dan nasihat yang berkaitan dengan pendanaan260 hlm.; illus. 12,5 x 19 c
Antologi rasa
Tiga sahabat. Satu pertanyaan. What if in the person that you love, you find a best friend instead of a lover?K e a r aWere both just people who worry about the breaths we take, not how we breathe.How can we be so different and feel so much alike, Rul?Dan malam ini, tiga tahun setelah malam yang membuatku jatuh cinta, my dear, dan aku di sini terbaring menatap bintang-bintang di langit pekat Singapura ini, aku masih cinta, Rul. Dan kamu mungkin tidak akan pernah tahu.Three years of my wasted life loving you.R u l yYang tidak gue ceritakan ke Keara adalah bahwa sampai sekarang gue merasa mungkin satu-satunya momen yang bisa mengalahkan senangnya dan leganya gue subuh itu adalah kalau suatu hari nanti gue masuk ke ruangan rumah sakit seperti ini dan Denise sedang menggendong bayi kami yang baru dia lahirkan. Yang tidak gue ceritakan ke Keara adalah rasa hangat yang terasa di dada gue waktu suster membangunkan gue subuh itu dan berkata, "Pak, istrinya sudah sadar," dan bahwa gue bahkan tidak sedikit pun berniat mengoreksi pernyataan itu. Mimpi aja terus, Rul.H a r r i s337 hlm. 13, 5 x 20 c
Jika kita tak pernah jatuh cinta
Jika kita tak pernah jatuh cinta,Kita tak akan banyak belajar dari masa lalu. Bagaimana ia mengajari kita untuk tetap kuat ketika hati teserak. Kita tak akan menjadi tangguh.Jika kita tak pernah jatuh cinta,Mungkin kita bisa lebih menghargai diri sendiri dengan melepaskan dia yang selalu menyakiti>Jika kita tak pernah jatuh cinta,Akankah kita pernah merasa berharganya waktu bersama dengan seseorang yang kita cinta?Terkdang, cinta memang sakit dan rumit. Namun, bisa pula membuat bahagia dan senyum tidak ada habisnya. Keduanya bersimpangan, tetapi pasti kita rasakan.Jika kita tak pernah jatuh cinta dituliskan untukmu yang pernah merasa terpuruk karena cinta, lalu bangkit lagi disebabkan hal yang sama.viii + 222 hlm.; illus. 13 x 19 c
Orang-orang proyek
Aku insinyur. Aku tak bisa menguraikan dengan baik hubungan antara kejujuran dan kesungguhan dalam pembangunan proyek ini dengan keberpihakan kepada masyarakat miskin. Apakah yang pertama merupakan manifestasi yang kedua? Apakah kejujuran dan kesungguhan sejatinya adalah perkara biasa bagi masyarakat berbudaya, dan harus dipilih karena keduanya merupakan hal yang niscaya untuk menghasilkan kemaslahatan bersama?Memahami proyek pembangunan jembatan di sebuah desa bagi Kabul, insinyur yang mantan aktivis kampus, sungguh suatu pekerjaan sekaligus beban psikologis yang berat. "Permainan" yang terjadi dalam proyek itu menuntut konsekuensi yang pelik. Mutu bangunan menjadi taruhannya, dan masyarakat kecillah yang akhirnya menjadi korban. Akankah Kabul bertahan pada idealismenya? Akankah jembatan baru itu mampu memenuhi dambaan lama penduduk setempat?253 hlm. 13,5 x 20 c
Sebuah seni untuk bersikap bodo mat : Pendekatan yang waras demi menjalani hidup yang baik = The Subtle art of not giving a fock
Buku Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat merupakan sebuah buku tentang menemukan apa yang benar-benar penting bagi kita dan melepaskan segala hal lainnya. Saat ini masyarakat menjadikan media sosial sebagai ajang pamer. Kemudian dari hal tersebut lahirlah generasi manusia yang percaya bahwa memiliki pengalaman negatif (rasa cemas, takut, bersalah) adalah sesuatu yang sangat tidak baik. Ketika melihat feed Facebook, kita akan menjumpai bahwa setiap orang di sana menjalani saat yang menyenangkan sehingga seakan-akan kita akan merasa dibombardir dengan 350 gambar orang-orang yang benar-benar gembira, seperti menikah, berlibur, dan sebagainya. Sementara itu, kita terjebak di rumah. Kita mau tidak mau berpikir bahwa hidup kita sepuluh kali lebih menyebalkan dari yang semua kita kira. Pada akhirnya, kita merasa bersalah atas rasa salah itu sendiri. Kita jadi marah gara-gara amarah yang menyulut. Lalu apa yang salah dengan diri kita?Dalam buku pengembangan diri yang mewakili generasi ini, seorang bloger superstar menunjukkan pada kita bahwa kunci untuk menjadi orang yang lebih kuat, lebih bahagia adalah dengan mengerjakan segala tantangan dengan lebih baik dan berhenti memaksa diri untuk menjadi "positif" di setiap saat.Selama beberapa tahun belakangan, Mark Manson-melalui blognya yang sangat populer-telah membantu mengoreksi harapan-harapan delusional kita, baik mengenai diri kita sendiri maupun dusia. Ia kini menuangkan buah pikirannya yang keren itu di dalam buku hebat ini.vii + 246 hlm. 14 x 21 c
Sapiens : Riwayat singkat umat manusia
Selama dua setenah juta tahun, berbagai spesies manusia hidup dan punah di bumi, sampai akhirnya tersisa satu, Manusia Bijaksana, sejak seratusan ribu tahun lalu. Namun spesies ini bisa menyebar ke seluruh dunia dan beranak-pinak hingga berjumlah 7 miliar, dan kini menjadi kekuatan alam yang dapat mengubah kondisi planet. Apa penyebabnya?Sapiens membahas sisi yang tak banyak diungkit buku sejarah atau evaluasi manusia lain, bagaimana manusia berangkat dari sekedar satu spesies hewan menjadai makhluk berperadaban, melalui tiga revolusi-kognitif, pertananian, dan sains. Telusuri peran bahasa pertanian, sampai gosip dan fiksi dalam kesuksesan manusia, juga arti kebahagiaan manusia dan ujung riwayat spesies kita.viii + 526 hlm.; illus. 15 x 23 c