Jurnal Perangkat Nuklir
Not a member yet
    109 research outputs found

    PENENTUAN DIMENSI DAN SPESIFIKASI SILINDER PNEUMATIK UNTUK PERGERAKAN TOTE IRADIATOR GAMMA MULTIGUNA BATAN

    Full text link
    PENENTUAN DIMENSI DAN SPESIFIKASI SILINDER PNEUMATIK UNTUK PERGERAKAN TOTE IRADIATOR GAMMA MULTIGUNA BATAN. BATAN mengembangkan iradiator gamma kategori IV bekerjasama dengan IZOTOP (Hungaria). Teknologi transportasi produk yang akan dikembangkan menggunakan sistem rel dengan rantai sebagai penariknya. Produk yang akan diiradiasi dimasukkan ke dalam tote kemudian ditempatkan pada lintasan transportasi, ketika tote telah berada di ruang iradiasi tote tersebut akan masuk ke dalam rak iradiasi. Pergerakan tote selama di rak iradiasi akan digerakan oleh sistem pneumatik. Berdasarkan data, terdapat 14 silinder pneumatik yang terdapat pada ruang iradiasi. Melalui hasil analisis maka digunakan pneumatik silinder kerja ganda yang berasal dari katalog pneumatik Festo. Hasil perhitungan menunjukan bahwa gaya yang digunakan pada semua jenis silinder untuk memindahkan tote masih jauh lebih kecil dari gaya bengkok yang diizinkan. Selain itu terdapat 4 kelompok pneumatik yang memiliki kesamaan spesifikasi  yaitu kelompok satu silinder C1, C3, C12 dan C14 kelompok dua yaitu silinder C2, C4, C11, dan C13 kelompok tiga  yaitu silinder C7, C9, C15 dan C17 dan kelompok empat yaitu silinder C10 dan C1

    PENGATUR CATU DAYA TEGANGAN TINGGI PERANGKAT MAMMOGRAFI MX-13 BERBASIS PULSE WIDTH MODULATION

    Full text link
    PENGATUR CATU DAYA TEGANGAN TINGGI PERANGKAT MAMMOGRAFI MX-13 BERBASIS PULSE WIDTH MODULATION (PWM).. Perangkat mammography adalah perangkat pencitraan payudara menggunakan sinar-X dosis rendah untuk mendeteksi dini kanker pada tahap yang paling memungkinkan untuk dilakukan terapi sebelum pasien merasakan adanya gejala. Perangkat mammografi MX-13 buatan PRFN memanfatkan teknik pulse width modulation (PWM) untuk mengatur catu tegangan tinggi ke tabung sinar-X. Pada perangkat mammografi konvensional, pengaturan catu daya tegangan tinggi dialkukan menggunakan autotransformer yang berdimensi besar dan berat. Dengan menggunakan teknik PWM, dimensi dan berat modul catu daya tegangan tinggi dapat dikurangi. Pulsa PWM dihasilkan oleh mikrokontroler. Pulsa PWM ini digunakan untuk mengatur tegangan pada bagian primer transformator tegangan tinggi. Hasil pengujian menunjukan bahwa PWM dapat menghasilkan tegangan proporsional terhadap duty cycle yang diberikan dan dapat digunakan untuk mengatur catu daya tegangan tinggi perangkat mammografi MX-13.

    KOMBINASI GERAKAN OBYEK DI RUANG IRADIASI PADA DESAIN FASILITAS IRADIATOR GAMMA IZOTOPTM UNTUK PRFN

    Full text link
    KOMBINASI GERAKAN OBYEK DI RUANG IRADIASI PADA DESAIN FASILITAS IRADIATOR GAMMA IZOTOPTM UNTUK PRFN. Sistematika untuk menentukan kombinasi gerakan obyek di ruang iradiasi pada desain iradiator gamma IzotopTM untuk PRFN dibuat. Sistematika ini dapat digunakan sebagai arahan untuk menentukan kombinasi gerakan obyek di ruang iradiasi sehingga mendapatkan kombinasi gerakan yang optimal. Keterkaitan pola gerak di luar dan di dalam ruang iradiasi dianalisis sehingga diperoleh kombinasi segmen-gerak di luar dan di dalam ruang iradiasi sebagai segmen-gerak penentu. Segmen-gerak penentu tersebut digunakan sebagai acuan untuk menentukan jumlah minimum dan maksimum lokasi kosong di kerangka-gerak, karena gerakan di kerangka-gerak tidak mungkin terjadi tanpa adanya lokasi kosong. Kombinasi-gerakan menggunakan Gantt-chart dan diagram-waktu dibuat untuk kondisi minimum dan maksimum lokasi kosong tersebut sebagai contoh. Dengan teknik ini dapat ditentukan kombinasi gerak lainnya untuk jumlah lokasi kosong diantara nilai minimum dan maksimum tersebut. Langkah selanjutnya adalah kombinasi-gerak tersebut akan menjadi masukan program simulator untuk diketahui nilai DUR dari tiap kombinasi, sehingga kombinasi-gerak yang optimal dapat ditentuka

    EVALUASI PERSAMAAN MATEMATIK TITIK POTONG DUA GARIS UNTUK REKONSTRUKSI KOORDINAT DUA CITRA PROYEKSI SINAR-X

    Full text link
    EVALUASI PERSAMAAN MATEMATIK TITIK POTONG DUA GARIS UNTUK REKONSTRUKSI KOORDINAT DUA CITRA PROYEKSI SINAR-X. Evaluasi persamaan matematik perpotongan dua garis untuk rekonstruksi koordinat dua citra proyeksi sinar-X telah dilakukan. Tujuan evaluasi adalah untuk menentukan angka kesalahan dalam proses rekonstruksi dan karakteristik praktis-nya ketika persamaan rekonstruksi tersebut digunakan oleh perangkat rekonstruksi koordinat sistem brakitherapi. Faktor kesalahan manusia diantisipasi akan masuk melalui variabel data yang digunakan dalam persamaan tersebut, karena data tersebut berasal dari dua citra proyeksi sinar-X semi-orthogonal yang ditentukan secara manual menggunakan perangkat lunak penampil citra. Evaluasi dilakukan dengan cara membandingkan hasil titik rekonstruksi dengan titik yang telah diketahui koordinatnya, serta menghitung deviasi hasil rekonstruksi terhadap beberapa titik lain yang diambil dengan orientasi proyeksi yang berbeda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa proses rekonstruksi koordinat menggunakan teknik titik potong dua garis lurus ini mempunyai kesalahan 0,1 cm menggunakan resolusi citra proyeksi 80 pixel per cm. Proses rekonstruksi berpotensi gagal jika resolusi citra yang digunakan dibawah angka tersebut. 

    RADIOGRAFI CO-60 PADA KUBUS CORAN TIMAH HITAM

    Full text link
    RADIOGRAFI CO-60 PADA KUBUS CORAN TIMAH HITAM. Radiografi Co-60 pada Carbonsteel atau Stainlessteel sudah banyak diaplikasikan, tetapi untuk metal Timah hitam belum  diaplikasikan dan belum dikenal luas. Densitas Timah Hitam lebih besar daripada Carbonsteel atau Stainlessteel dan bersifat meredam radiasi gamma sehingga dibutuhkan waktu paparan lebih lama serta hasil film radiografinya tidak sebagus dibandingkan aplikasi radiografi pada Carbonsteel atau Stainlessteel. Studi ini juga mengaplikasikan radiografi digital menggunakan sumber isotop Co-60 dan menggunakan media scanner film positif  Epson V700 untuk pendigitalisasian hasil radiografi konvensional film. Radiografi ini menggunakan film AGFA D7 untuk mendapatkan kontras medium, kepekaan medium dan kualitas bayangan  yang  baik. Tujuan radiografi  Co-60 pada kubus coran Timah hitam adalah untuk mengetahui indikasi cacat coran kubus Timah hitam dan mendigitalisasi hasil radiografi konvensional menggunakan film dengan media pemindai film posistif untuk proses transfer data dan penyimpanan data secara digital. Telah dilakukan pengujian radiografi menggunakan isotop Co-60 pada metal coran Timah hitam dengan metoda ketebalan tunggal bayangan tunggal  menggunakan media scanner film positif dan isotop Co-60 dengan parameter pengamatan cacat metal coran Timah hitam pada film radiografi. Waktu paparan radiasi Co-60 adalah 3,500 jam untuk ketebalan metal kubus coran Timah hitam 100 mm dengan menggunakan aktivitas 29 Ci dan SFD  tegak lurus adalah 840 mm. Pengujian radiografi pada metal kubus coran Timah hitam dengan metoda ketebalan tunggal bayangan tunggal menghasilkan parameter indikasi cacat metal kubus coran Timah hitam berupa porositas level 2. Densitas rerata  film radiografi adalah 2,051 dan 2,046 pada 5 menit di larutan pengembang. Hasil pemindaian film positif berupa radiografi digital yang memungkinkan untuk proses transfer data digital atau penyimpanan data digital secara komputerisasi. Dengan ini status masih dalam batas dapat diterima sesuai standar yang diacu. 

    DESAIN MEKANIK DAN PENGENDALIAN GERAKAN RAK SUMBER ISOTOP PADA IRADIATOR GAMMA 200 kCi

    Full text link
    Desain Mekanik dan pengendalian gerakan rak sumber isotop pada iradiator Gamma 200 kCi. Iradiator gamma 200 kCi dirancang untuk proses pengawetan bahan pangan menggunakan sumber radioaktif Cobalt-60. Iradiator tersebut menggunakan sumber isotope Cobalt-60 yang disusun dalam rak-rak dan disimpan di dalam kolam air. Pada saat akan digunakan untuk mengiradiasi produk, rak sumber isotop diangkat ke atas permukaan kolam dan produk yang akan diiradiasi didekatkan ke sumber isotop tersebut. Selesai pengoperasian, rak sumber isotope kembali diturunkan hingga ke dasar kolam. Desain mekanisme naik turun rak sumber menjadi bahasan dalam makalah ini yang meliputi desain mekanik dan desain pengendalian gerakan rak sumber. Sistem gerakan rak sumber terdiri atas beberapa komponen: tali seling, perangkat pneumatic sebagai sumber penggerak, dan modul transmisi. Modul transmisi terdiri dari pasangan tiga puli tetap dan tiga puli gerak. Ketika silinder pneumatik mendorong poros puli gerak secara sliding, seling mengulur menyebabkan rak sumber bergerak ke bawah. Desain diawali dengan pemodelan gaya pada seling dan poros puli. Hasil perhitungan mengantarkan pada diameter seling sebesar 1/8” tipe 1x7 SS 304 dan desain poros dengan diameter bertingkat dengan diameter paling kritis adalah 20 mm. Pengendalian gerakan rak sumber dikembangkan dengan cara mekanis dan elektronik. Pengendalian secara mekanik dilakukan dengan system pneumatic. Sementara pengendalian elektronik dilakukan dengan pemrograman komputer. Berkat sensor-sensor yang diisediakan, kejanggalan fenomena pengoperasian naik turun rak sumber dapat terdeteksi

    Sampul dan Daftar Isi

    No full text

    DESAIN PENGENDALIAN SISTEM PENGAMBILAN PANAS REAKTOR DAYA EKSPERIMENTAL

    Full text link
    DESAIN PENGENDALIAN SISTEM PENGAMBILAN PANAS REAKTOR     DAYA KSPERIMENTAL. Reaktor daya eksperimental (RDE), yang merupakan salah satu program unggulan BATAN, didisain untuk menggunakan bahan bakar pebble dan pendingin gas helium serta material grafit sebagai material struktur teras, yang meliputi reflektor atas, bawah, dan samping. RDE, yang merupakan tipe reaktor berpendingin gas temperatur tinggi (high temperature gas-cooled reactor/HTGR) ini, memanfaatkan sistem pengambilan panas secara pasif melalui sirkulasi alami. Desain pengendalian sistem pengambilan panas RDE berperan penting dalam pengoperasian instalasi secara selamat. Desain pengendalian melibatkan sistem kendali cascade dua tingkat, dimana kontroler tingkat atas menghitung setpoint untuk kontroler tingkat bawah. Desain ini diterapkan pada sistem kendali batang kendali, sirkulator helium, dan katup air umpan. Pada pengendalian batang kendali, aliran air umpan (feed water) digunakan sebagai masukan umpanmaju (feed-forward input), temperatur uap sebagai variabel terukur tingkat pertama, dan fluks neutron sebagai variabel terukur tingkat kedua. Luaran dari sistem kendali ini adalah aktuasi naik/turun batang kendali RDE. Sistem kendali sirkulator helium menggunakan aliran air umpan sebagai masukan umpan-maju (feed-forward input) dan temperatur uap sebagai masukan umpanbalik (feedback input). Sementara itu, sistem kendali katup air-umpan menggunakan aliran beban modul (module load) sebagai masukan umpan-maju (feed-forward input) dan laju alir air umpan (feed water flowrate) sebagai masukan umpan-balik (feedback input). Contoh simulasi pengendalian daya pada RDE ini juga ditampilkan

    RANCANGAN DASAR ON-LINE ANALYZER UNSUR PADA LEMBARAN KERTAS DENGAN TEKNIK XRF

    Full text link
    RANCANGAN DASAR ON-LINE ANALYZER UNSUR PADA LEMBARAN KERTAS DENGAN TEKNIK X-RAY FLUORESCENCE (XRF). Telah dilakukan rancangan dasar on-line analyzer unsur pada lembaran kertas dengan teknik XRF. Dibandingkan dengan teknik pencuplikan, teknik XRF ini memiliki kelebihan dalam hal akurasi dan waktu analisis. Kegiatan perancangan yang telah dikerjakan meliputi penentuan persyaratan desain, persyaratan fungsi, persyaratan teknis, spesifikasi teknis, perancangan sub sistem deteksi, perancangan sub sistem akuisisi data, dan perancangan computer console operator. Kegiatan ini akan menggunakan detektor silicon drift detector (SDD) atau detector X-ray CdTe untuk mendeteksi X-ray fluorescence yang dipancarkan oleh unsur-unsur dalam lembaran kertas akibat interaksi X-ray dari sumber 55Fe (Ferro-55). Desain dasar perangkat on-line analyer unsur pada lembaran kertas dengan teknik XRF ini perlu dilanjutkan ke tahap kerekayasaan selanjutnya, yaitu desain rinci, konstruksi prototipe, dan pengujian di lapanga

    PENYELIDIKAN STRUKTUR DAN KARAKTERISTIK TANAH UNTUK DESAIN PONDASI IRADIATOR GAMMA KAPASITAS 2 MCi

    Full text link
    PENYELIDIKAN STRUKTUR DAN KARAKTERISTIK TANAH UNTUK DESAIN PONDASI IRADIATOR GAMMA KAPASITAS 2 MCi. Penyelidikan tanah telah dilakukan sebelum pekerjaan disain struktur pondasi gedung iradiator. Pengambilan sample ditetapkan di beberapa titik bor di site fasilitas Iradiator pada lapisan tanah terganggu maupun tidak terganggu. Dari hasil penyelidikan tanah ini akan dipilih alternatif / jenis, kedalaman serta dimensi pondasi yang paling ekonomis tetapi masih aman. Metode penyelidikan tanah yang digunakan adalah Deep Boring, Undisturbed dan Disturbed Sampling, SPT (Standar Penetration Test), CPT (Cone Penetration Test/Sondir). Pengetesan dilakukan di lapangan dan di laboratorium mekanika tanah untuk mengetahui sifat mekanik, ketebalan lapisan tanah dan sifat-sifat fisis lainnya guna perhitungan daya dukung pondasi. Hasil penyelidikan tanah di tiga titik bor didapatkan hasil rata-rata kedalaman tanah keras -19,33 m dan daya lekat 3163,88 kg/cm’. Uji boring pada salah satu titik ditemukan lapisan tanah keras pada kedalaman 32 m dengan nilai SPT maksimal 16. Maka dari data dapat ditentukan jenis pondasi yang sesuai adalah bored pile. Dikarenakan pondasi merupakan penopang struktur atas yang dapat mengakibatkan penurunan/ settlement jika daya dukungnya tidak mampu menahan beban di atasnya

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Perangkat Nuklir
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇