Landmark University

Landmark University Repository
Not a member yet
    6927 research outputs found

    PENGARUH SISTEM PEMBAYARAN COD (CASH ON DELIVERY), ULASAN PRODUK, DAN PROMO GRATIS ONGKOS KIRIM TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MELALUI MARKETPLACE SHOPEE PADA GENERASI Z DI KECAMATAN PARE

    No full text
    Skripsi dengan judul “Pengaruh Sistem Pembayaran Cash On Delivery (COD), Ulasan Produk, dan Promo Gratis Ongkir Terhadap Keputusan Pembelian Melalui Marketplace Shopee Pada Generasi Z Di Kecamatan Pare” yang ditulis oleh Dava Putra Prasetyo, NIM 12405193267, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, dengan pembimbing Siswahyudianto, M.M. Penelitian ini dilatabelakangi oleh perubahan gaya hidup masyarakat yang gemar berbelanja online melalui marketplace. Hal tersebut menyebabkan marketplace mengalami kenaikan jumlah pengguna terutama aplikasi Shopee. Rumusam masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah sistem pembayaran cash on delivery (cod), ulasan produk, dan promo gratis ongkos kirim berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian melalui marketplace Shopee pada generasi Z di Kecamatan Pare? (2) Apakah sistem pembayaran cash on delivery (cod) berpengaruh terhadap keputusan pembelian melalui marketplace Shopee pada generasi Z di Kecamatan Pare? (3) Apakah ulasan produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian melalui marketplace Shopee pada generasi Z di Kecamatan Pare? (4) Apakah promo gratis ongkos kirim berpengaruh terhadap keputusan pembelian melalui marketplace Shopee pada generasi Z di Kecamatan Pare? Sedangkan penelitian ini bertujuan untuk (1) menguji pengaruh sistem pembayaran cash on delivery (COD), ulasan produk, dan promo gratis ongkos kirim terhadap keputusan pembelian melalui marketplace Shopee pada generasi Z di Kecamatan Pare, (2) menguji pengaruh sistem pembayaran cash on delivery (cod) terhadap keputusan pembelian melalui marketplace Shopee pada generasi Z di Kecamatan Pare, (3) menguji pengaruh ulasan produk terhadap keputusan pembelian melalui marketplace Shopee pada generasi Z di Kecamatan Pare, (4) menguji pengaruh promo gratis ongkos kirim terhadap keputusan pembelian melalui marketplace Shopee pada generasi Z di Kecamatan Pare Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik yang dipakai dalam pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 200 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan pada pengujian menggunakan uji t menghasilkan bahwa variabel sistem pembayaran cash on delivery (COD), ulasan produk, dan promo gratis ongkir berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Sedangkan uji f menghasilkan bahwa sistem pembayaran cash on delivery (COD), ulasan produk, dan promo gratis ongkir berpengaruh positif dan signifikan secara bersamaan terhadap keputusan pembelian. Pada Adjusted R Square sebesar 0,504 yang artinya sebesar 50,4% keputusan pembelian dipengaruhi oleh ketiga variabel independen yang sudah dijelaskan diatas dan 49,6% sisanya dipengaruhi oleh variabel dari luar dari penelitian yang dilakukan. Kata Kunci: Marketplace, Sistem Pembayaran COD (Cash On Delivery), Ulasan Produk, dan Promo Gratis Ongki

    PENGARUH INKLUSI KEUANGAN, LITERASI KEUANGAN, FINANCIAL TECHNOLOGY CROWDFUNDING DAN POTENSI SUMBER DAYA ALAM TERHADAP KEBERLANGSUNGAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DI KABUPATEN KEDIRI

    No full text
    Skripsi dengan judul “Pengaruh Inklusi Keuangan, Literasi Keuangan, Financial Technology Crowdfunding, dan Potensi Sumber Daya Alam Terhadap Keberlangsungan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Di Kabupaten Kediri” ditulis oleh Muji Sri Lestari, NIM. 12403193038, pembimbing Dr. Lantip Susilowati, S.Pd., M.M. Latar belakang dari penelitian ini yaitu pentingnya peningkatan UMKM yang ada di Kediri yang dapat dilakukan dengan cara memperluas akses keuangan bagi pelaku UMKM, meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan keuangan serta memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitar dengan sebaik mungkin. Kemajuan media teknologi berbasis digital pada saat ini merupakan salah satu media utama dalam melakukan komunikasi dan bisnis. Namun, masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami cara memanfaatkan media berbasis digital untuk mengembangkan usaha mereka. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti 1) pengaruh inklusi keuangan, literasi keuangan, financial technology crowdfunding, dan potensi sumber daya alam terhadap keberlangsungan UMKM di Kabupaten Kediri, 2) pengaruh inklusi keuangan terhadap keberlangsungan UMKM di Kabupaten Kediri, 3) pengaruh literasi keuangan terhadap keberlangsungan UMKM di Kabupaten Kediri, 4) pengaruh financial technology crowdfunding terhadap keberlangsungan UMKM di Kabupaten Kediri, 5) pengaruh potensi sumber daya alam terhadap keberlangsungan UMKM di Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang didapat melalui penyebaran kuesioner kepada pelaku UMKM di Kabupaten Kediri dengan jumlah sampel sebanyak 385 dari populasi 9.475 pelaku UMKM di Kabupaten Kediri. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan regresi linear berganda, dengan mengunakan alat bantu SPSS 26. Hasil penelitian secara simultan menunjukkan 1) inklusi keuangan, literasi keuangan, fintech crowdfunding, dan potensi sumber daya alam secara bersamasama berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlangsungan UMKM di Kabupaten Kediri, secara parsial 2) inklusi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlangsungan UMKM di Kabupaten Kediri, 3) literasi keuangan tidak berpengaruh terhadap keberlangsungan UMKM di Kabupaten Kediri, 4) financial technology crowdfunding tidak berpengaruh terhadap keberlangsungan UMKM di Kabupaten Kediri, 5) potensi sumber daya alam berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlangsungan usaha pelaku UMKM di Kabupaten Kediri. Kata Kunci: Inklusi Keuangan, Literasi Keuangan, Financial Technology Crowdfunding, Potensi Sumber Daya Alam, Keberlangsungan UMKM

    PERAN PEMERINTAH DALAM PENYEDIAAN DAN PEMANFAATAN FASILITAS UMUM BAGI PENYANDANG DISABILITAS DALAM PERSPEKTIF HUKUM POSITIF DAN FIKIH SIYASAH (Studi kasus pada Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kabupaten Tulungagung)

    No full text
    Skripsi dengan judul “Peran Pemerintah Dalam Penyediaan Dan Pemanfaatan Fasilitas Umum Bagi Penyandang Disabilitas Dalam Perspektif Hukum Positif Dan Fikih Siyasah (Studi Kasus Pada Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kabupaten Tulungangung)” ini ditulis oleh Maftuhatissholikah, NIM 12103193014, Prodi Hukum Tata Negara (HTN), Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, dibimbing oleh Muksin, M.H. Kata kunci:Peran Pemerintah, Fasilitas umum, Disabilitas. Penelitian ini dilatar belakangi oleh Penyandang disabilitas merupakan kelompok masyarakat yang beragam, diantaranya penyandang disabilitas yang mengalami keterbatasan fisik, disabilitas mental maupun gabungan dari disabilitas fisik dan mental. Keberadaan penyandang disabilitas kurang diperhatikan baik di kalangan masyarakat mapunun pemerintah, dimana mereka kerap diabaikan dari berbagai segi misalnya pada fasilitas umum khususnya pada Ruang Terbuka Hijau (RTH), padahal mereka juga ingin memanfaatkan fasilitas umum tersebut, namun karena kurangnya kesadaran terhadap para disabilitas mengenai fasilitas umum khususnya pada Ruang Terbuka Hijau (RTH) oleh pemerintah Kabupaten tulungagung membuat merek kurang dapat memanfaatkan fasilitas tersebut. Adapun yang menjadi fokus dari penelitian dalam skripsi ini adalah:1) Bagaimana peran pemerintah dalam penyediaan dan pemanfaatan fasilitas umum bagi penyyandang disabilitas pada Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kbupaten Tulungagung? 2) Bagaimana kendala pemerintah dalam penyediaan dan pemanfaatan fasilitas umum bagi penyandang disabilitas pada Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kabupaten Tulungagung? 3) Bagaimana peran pemerintah dalam penyediaan dan pemanfaatan fasilitas umum bagi penyandang disabilitas pada Ruang Terbuka Hijua (RTH) di Kabupaten Tulungagung perspektif fikih siyasah dan hukum positif? Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untuk mengetahui peran pemerintah dalam penyediaan dan pemanfaatan fasilitas umum bagi penyyandang disabilitas pada Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kbupaten Tulungagung. 2) Untuk mengetahui kendala pemerintah dalam penyediaan dan pemanfaatan fasilitas umum bagi penyandang disabilitas pada Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kabupaten Tulungagung. 3) Untuk mengetahui peran pemerintah dalam penyediaan dan pemanfaatan fasilitas umum bagi penyandang disabilitas pada Ruang Terbuka Hijua (RTH) di Kabupaten Tulungagung perspektif fikih siyasah dan hukum positif. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumen. Tahap-Tahap analisis data yang digunakan peneliti melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, teknik keabsaan data dengan triangulasi dan pemeriksaan sejawat. Hasil penelitian ini menujukan bahwa:1) Peran pemerimtah dan penyediaan dan pemanfaatan fasiltas umum bagi penyandang disabilitas kurang optimal masih banyak fasilitas umum yang belum ramah akan disabilitas. Hal ini dikarenakan belum terpenuhinya fasilitas-fasilitas yang dapat memberikan aksesibiltas bagi penyandang disabilitas sehingga masih menyulitkan bagi orang-orang difabel yang hendak menggunakan fasilitas umum tersebut. 2) Kendala pemerintah dalam penyediaan fasilitas umum yakni pada Ruang Terbuka Hijau (RTH) kurang adanya koordinasi antara pemerintah dan dinas-dinas terkait, serta kurang memedainya alokasi dana yang membuat lambatnya penyediaan fasilitas tersebut. 3) Penyediaan fasilitas umum bagi penyandang disabilitas menurut hukum positif yakni pada peraturan daerah jawa timur tentang perlindungan dan pelayanan bagi penyandang disabilitas ini belum maksimal dalam pelaksanaanya. Dan dalam perspektif fikih siyasah sebagai manusia sangat pentinya menghargai, menghormati dan saling tolong menolong antar manusia termasuk juga penyandang disabilitas

    PROBLEMATIKA PELAPORAN TINDAK PIDANA PELECEHAN SEKSUAL SECARA VERBAL (CATCALLING) TERHADAP PEREMPUAN DI KABUPATEN TULUNGAGUNG

    No full text
    Irkhamna Kamalia, NIM. 126103202130, Problematika Pelaporan Tindak Pidana Pelecehan Seksual Secara Verbal (Catcalling) Terhadap Perempuan Di Kabupaten Tulungagung, Program Studi Hukum Tata Negara, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahatullah Tulungagung 2024, Pembimbing: Yusron Munawir, S.H.I., M.H. Kata Kunci : pelaporan, pelecehan seksual, catcalling Penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya tindak pidana pelecehan seksual secara verbal (catcalling) yang terjadi di Kabupaten Tulungagung. Hal ini dikarenakan tindakan catcalling dianggap hal yang wajar terjadi, yang digunakan sebagai lelucon oleh para pelaku. Dalam faktanya belum ada pelaporan baik di Polres maupun di UPTD KB PPPA. Sehingga hal ini bisa menjadi pencerahan kepada masyarakat bahwa catcalling bisa dan penting untuk dilaporkan. Untuk itu perlu adanya penelitian untuk mengetahui apa saja Problematika Pelaporan Tindak Pidana Pelecehan Seksual Secara Verbal (Catcalling) Terhadap Perempuan di Kabupaten Tulungagung. Rumusan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana problematika pelaporan tindak pidana pelecehan seksual secara verbal (catcalling) terhadap perempuan di Kabupaten Tulungagung? 2) Mengapa perempuan korban tindak pidana pelecehan seksual secara verbal (catcalling) terhadap perempuan di Kabupaten Tulungagung tidak melakukan pelaporan? 3) Bagaimana pelaporan tindak pidana pelecehan seksual secara verbal (catcalling) terhadap perempuan dalam perspektif hukum islam? Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) Untuk mengetahui problematika pelaporan tindak pidana pelecehan seksual secara verbal (catcalling) terhadap perempuan di Kabupaten Tulungagung. 2) Untuk mengetahui alasan perempuan korban tindak pidana pelecehan seksual secara verbal (catcalling) terhadap perempuan di Kabupaten Tulungagung tidak melakukan pelaporan. 3) Untuk menganalisis pelapora tindak pidana pelecehan seksual secara verbal (catcalling) terhadap perempuan dalam perspektif hukum islam. Metode penelitian yang digunakan peneliti yaitu jenis penelitian hukum empiris dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan datanya yaitu melalui kuesioner dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah perempuan korban catcalling yang berusia 18 tahun keatas. Sampel yang digunakan sebanyak 100 orang perempuan di Kabupaten Tulungagung. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan aplikasi IBM SPSS statistics 23. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Problematika pelaporan tindak pidana pelecehan seksual secara verbal (catcalling) di Kabupaten Tulungagung yaitu: tidak adanya pelaporan terkait tindak pidana pelecehan seksual secara verbal (catcalling) terhadap perempuan di Kabupaten Tulungagung, masyarakat belum mengetahui prosedur pelaporan tindak pidana pelecehan seksual secara verbal (catcalling) terhadap perempuan di Kabupaten Tulungagung, patroli yang dilakukan polres terkait tindak pidana pelecehan seksual secara verbal (catcalling) hanya sebatas teguran karena catcalling merupakan delik aduan dan penyuluhan yang dilakukan UPTD KB PPPA terkait tindak pidana pelecehan seksual secara verbal catcalling masih kurang menjadi perhatian khusus; 2) Berdasarkan hasil kuesioner yang sudah diisi masyarakat terkait alasan masyarakat tidak melakukan pelaporan tindak pidana catcalling adalah karena faktor takut akan tersebarnya informasi tentang laporan yang sudah dibuatnya dan bisa berdampak pada mental korban, alasan masyarakat tidak melaporkan tindak pidana pelecehan seksual secara verbal (catcalling) terhadap perempuan di Polres Kabupaten Tulungagung; karena korban merasa malu dan merasa akan direndahkan oleh orang disekitarnya ketika melakukan pelaporan, alasan masyarakat tidak melaporkan tindak pidana pelecehan seksual secara verbal (catcalling) terhadap perempuan di UPTD KB PPPA Kabupaten Tulungagung; karena korban belum mengetahui bahwa catcalling bisa dilaporkan; dan 3) Pelaporan tindak pidana pelecehan seksual secara verbal (catcalling) terhadap perempuan dalam perspektif hukum islam dilarang karena merupakan perbuatan keji (Q.S An-Nahl Ayat: 90) dan perempuan korban dari tindak pidana pelecehan seksual secara verbal (catcalling) harus dindungi. Tindak pidana pelecehan seksual secara verbal (catcalling) juga harus dilaporkan untuk menjaga kehormatan dan memberikan perlindungan tehadap perempuan (Q.S An-Nur Ayat: 30)

    PENGARUH KETERLIBATAN AYAH DALAM PENGASUHAN TERHADAP KONSEP DIRI SEKSUAL REMAJA

    No full text
    Konsep diri terbentuk melalui pengalaman dan pemahaman individu dari waktu ke waktu. Pada remaja yang mulai dibingungkan dengan pencarian identitas, konsep diri juga diperlukan untuk membantu remaja menyikapi perkembangan gejolak seksual, dalam hal ini disebut konsep diri seksual. Faktor yang mempengaruhi pembentukan konsep diri seksual salah satunya adalah bagaimana ayah melibatkan diri dalam pengasuhan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh keterlibatan ayah dalam pengasuhan terhadap konsep diri seksual remaja. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan total partisipan berjumlah 347 yang dipilih berdasarkan tabel penentuan sampel oleh Issac dan Michael. Kriteria pemilihan sampel adalah remaja berusia 12-18 tahun yang bertempat tinggal di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan remaja di Kabupaten Nganjuk berada pada tingkatan sedang (91,1%) dan konsep diri seksual remaja pada tingkatan sedang (72,6%). Nilai signifikasi (Sig.) pada uji regresi linier sederhana yaitu 0,000 < 0,05, dengan hasil uji t yaitu -7,252 < 1,649 memberikan keterangan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap konsep diri seksual remaja. Hal tersebut diperkirakan dipengaruhi oleh terbatasnya faktor-faktor yang dipilih untuk mengukur dan membatasi variabel, sehingga hasil penelitian yang didapatkan berlawanan (berpengaruh negatif signifikan) serta minimnya penelitian terdahulu yang dapat digunakan sebagai rujukan. Kata kunci: konsep diri seksual; keterlibatan ayah dalam pengasuhan; remaj

    PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 NGUNUT TULUNGAGUNG

    No full text
    Skripsi ini ditulis oleh Khoirun Nisa, NIM. 12201193242 , Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, dengan judul “Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengembangkan Karakter Religius Peserta Didik di SMA Negeri 1 Ngunut Tulungagung”, yang dibimbing oleh Dr. H. Mochamad Arif Faizin, M.Ag., NIP.197608272005011005 Kata Kunci : Peran Guru, Pendidikan Agama Islam, Karakter Religius Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena kemerosotan moral, etika,dan sopan santun di berbagai kalangan, sehingga untuk menanggulangi hal tersebut perlu adanya peran guru Pendidikan Agama Islam dalam mengembangkan karakter religius di era globalisasi ini. Perkembangan karakter menjadi tanggung jawab seorang guru. Peran Guru Pendidikan Agama Islam menjadi tujuan utama dalam mengembangkan karakter religius disekolah. Dengan menerapkan peran guru sebagai pendidik, teladan dan motivator maka akan dapat mengembangkan karakter religius peserta didik di SMA Negeri 1 Ngunut Tulungagung. Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah (1) Bagaimana peran guru Pendidikan Agama Islam sebagai pendidik dalam mengembangkan karakter religius peserta didik di SMA Negeri 1 Ngunut Tulungagung? (2) Bagaimana peran guru Pendidikan Agama Islam sebagai teladan dalam mengembangkan karakter religius peserta didik di SMA Negeri 1 Ngunut Tulungagung? (3) Bagaimana peran guru Pendidikan Agama Islam sebagai motivator dalam mengembangkan karakter religius peserta didik di SMA Negeri 1 Ngunut Tulungagung?. Adapun yang menjadi tujuan penelitian dalam skripsi ini adalah, (1) Untuk Mendeskripsikan Peran Guru Pendidikan Agama Islam sebagai Pendidik untuk Mengembangkan Karakter Religius Peserta Didik di SMA Negeri 1 Ngunut Tulungagung, (2) Untuk Mendeskripsikan Peran Guru Pendidikan Agama Islam sebagai Teladan untuk Mengembangkan Karakter Religius Peserta Didik di SMA Negeri 1 Ngunut Tulungagung, (3) Untuk Mendeskripsikan Peran Guru Pendidikan Agama Islam sebagai Motivator untuk Mengembangkan Karakter Religius Peserta Didik di SMA Negeri 1 Ngunut Tulungagung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sebagai berikut (1) Pendekatan dan jenis penelitian kualitatif deskriptif, (2) sumber data: data primer dan data sekunder, yang meliputi place, person, paper. 3) Teknik pengumpulan data yang digunaka adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi, 4) teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dan untuk mengecek keabsahan data, digunakan empat kriteria yaitu, Kredibilitas (credibility), Keteralihan (transferability), Keterikatan (dependability), Kepastian (confinnability). Hasil penelitian skripsi ini adalah: 1) Peran guru Pendidikan Agama Islam sebagai pendidik antara lain, pembiasaan yang diajarkan guru Pendidikan Agama Islam kepada peserta didik dengan mengucapkan salam saat masuk dan keluar kelas, berdoa terlebih dahulu sebelum memulai pembelajaran, membaca Al Qur’an secara bergantian sebelum memulai pembelajaran, melaksanakan sholat dzuhur berjamaah dan menghafalkan surat – surat pendek. (2) Peran guru Pendidikan Agama Islam sebagai antara lain, menerapkan 5S (Senyum, Sapa,Salam Sopan, Santun), membiasakan untuk segera bergegas ketika tiba waktusholat serta membiasakan mengucapkan salam, membiasakan atau memberikan contoh kepada peserta didik keseharian dan kebiasaan yang biasa dilakukan oleh Rasulullah, seperti bagaimana cara berpaikan yang sesuai dengan syariat, bagaimana adab makan, adab dalam berbicara. (3) Peran guru Pedidikan Agama Islam sebagai motivator dapat menentukan semangat dan karakter peserta didik di sekolah antara lain, Dengan memotivasi peserta didik setiap harinya, memberikan dorongan untuk selalu bersemangat dalam menuntut ilmu, selalu memotivasi peserta didik untuk membaca Al - Qur’an setiap harinya, memotivasi peserta didik agar selalu melaksanakan sholat berjamaah setiap hari, mengadakan kegiatan memperingati hari besar islam agar peserta didik tidak melupakan perjuangan – perjuangan yang sudah dilakukan Rasulullah dan para sahabat

    PENGARUH PENDAMPINGAN ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII MTS SEKECAMATAN TULUNGAGUNG PADA MATA PELAJARAN IPA DI MASA PANDEMI COVID-19

    No full text
    Skripsi dengan judul “Pengaruh Pendampingan Orang Tua Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas VII MTs se-Kecamatan Tulungagung pada Mata Pelajaran IPA di Masa Pandemi Covid-19” ini ditulis oleh Yola Dwi Hastuti, NIM. 12211183058, Jurusan Tadris Fisika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing Nani Sunarmi, S.Si., M.Sc. Kata Kunci : Pendampingan Orang Tua, Motivasi Belajar, Hasil Belajar, IPA Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena pandemi covid-19, yang menyebabkan kegiatan belajar mengajar di sekolah dialihkan di rumah guna mencegah penularan virus tersebut. Hingga penelitian ini selesai dilakukan, sistem belajar tatap muka yang dilakukan di sekolah tidak berjalan 100%, artinya pada hari yang sama 50% siswa dapat belajar di sekolah dan 50% lainnya belajar di rumah. Pada kondisi ini, tentu bimbingan tatap maya dari guru tidaklah cukup. Banyak siswa yang akhirnya malas belajar karena merasa tidak diawasi, maka dari itu siswa perlu didampingi oleh orang dewasa dalam belajar, dalam hal ini adalah orang tuanya sendiri. Pendampingan orang tua merupakan salah satu faktor penting dalam pendidikan anak. Namun masih banyak orang tua yang menganggap remeh dan menganggap kewajiban orang tua dalam pendidikan anak tentang finansial saja. Padahal lebih dari itu, pendampingan orang tua dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sehingga siswa mendapat hasil belajar yang memuaskan. Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) menguji ada atau tidaknya pengaruh antara pendampingan orang tua terhadap motivasi belajar IPA siswa; (2) menguji ada atau tidaknya pengaruh antara pendampingan orang tua terhadap hasil belajar IPA siswa; (3) menguji ada atau tidaknya pengaruh antara pendampingan orang tua terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode ex-post facto korelasi. Populasi penelitian ini berjumlah 124 siswa, dengan teknik sampling purposive sampling, sehingga siswa kelas VII MTs Al-Ma’arif yang berjumlah 91 siswa dijadikan sampel penelitian. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Analisis awal menggunakan uji normalitas dan uji linearitas. Kemudian dilanjutkan dengan regresi linear sederhana dan uji MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh antara pendampingan orang tua terhadap motivasi belajar siswa yaitu sebesar 56,8%; (2) terdapat pengaruh antara pendampingan orang tua dan hasil belajar siswa yaitu sebesar 9,5%; (3) terdapat pengaruh antara pendampingan orang tua terhadap motivasi dan hasil belajar siswa, karena nilai signifikansi 0,000 yang mana 0,000 < 0,05. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara pendampingan orang tua terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII MTs se-Kecamatan Tulungagung pada Mata Pelajaran IPA di masa pandemi covid19

    PESAN DAKWAH DALAM PAGELARAN WAYANG WONG LAKON “DURGA RUWAT”

    No full text
    Budaya Jawa dewasa ini dipandang sebelah mata di beberapa kalangan, entah hal tersebut disebut kuno atau sudah ketinggalan zaman. Namun yang perlu diketahui, ajaran Jawa memiliki nilai dakwah yang luar biasa. Penelitian ini berfokus pada isi pesan dakwah pementasan wayang wong yang mengambil tema ruwatan sudamala, dikemas dalam bentuk pegelaran, dengan lakon “Durga Ruwat”, yang dipentaskan di Lotus Garden, Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Metode deskriptif kualitatif merupakan metode yang digunakan dalam peneltian tersebut, yang terfokus pada pesan dakwah yang tersirat didalam pegelaran tersebut. Berdasarkan hasil yang didapat, ajaran Islam dan Jawa memiliki kesinambungan atau kesamaan yang tidak jauh berbeda. Jauh sebelum agama masuk, masyarakat Jawa sudah mengenal ajaran Ketuhanan, yang dikenal dengan ajaran Sangkan Paraning Dumadi. Agama Islam masuk bertujuan untuk menyempurnakan ajaran Jawa, kemudian pendakwah pada saat itu melakukan akulturasi budaya, yaitu memadukan dakwah Islam, menggunakan media pewayangan. Cerita wayang pada saat itu sudah mengalami banyak perubahan, serta sudah disisipkan pesan dakwah Islam, ajaran pokok yang disisipkan yaitu, Akidah, Syariah, dan Akhlak

    PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP AKSI ANARKIS “LEMPAR BOTOL MIRAS” DALAM PERSPEKTIF HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM (Kode Etik Anggota Dewan Kabupaten Tulungagung)

    No full text
    HUSNA RUSDIANA SUCI, 12103173040, Pandangan Masyarakat Terhadap Aksi Anarkis “Lempar Botol Miras” (Kode Etik Anggota Dewan Kabupaten Tulungagung), Jurusan Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Univeristas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2023, Pembimbing: Ahmadi Abdul Shomad F.N, M.H. Kata Kunci: Pandangan Masyarakat, Aksi Anarkis “Lempar Botol Miras”, Anggota Dewan, Kode Etik Penelitian ini dilatarbelakangi terkait adanya kasus aksi anarkis lempar botol miras yang dilakukan oleh salah satu oknum yang saat itu masih menjabat sebagai anggota dewan Kabupaten Tulungagung di tanggal 29 Mei 2020 yang mana kejadian ini mencuat hingga ke ranah publik (masyarakat). Anggota dewan yang seharusnya menjadikan jabatannya sebagai contoh yang baik di dalam pemerintahan dan di mata masyarakat justru telah melanggar serta menyimpang sumpah kode etiknya sebagai anggota dewan. Kejadian ini tentu menyebabkan kekhawatiran dari banyak masyarakat terhadap aksi anarkis “lempar botol miras”. Tidak sedikit masyarakat yang menuntut kepada pihak hukum terkait untuk memberikan teguran terhadap oknum anggota dewan tersebut.Penelitian ini juga mencakup pandangan seluruh lapisan masyarakat mulai dari pihak kepolisian hingga tokoh-tokoh organisasi Islam Kabupaten Tulungagung. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana aksi anarkis “Lempar Botol Miras” yang dilakukan oleh anggota dewan bisa terjadi di Kabupaten Tulungagung? 2. Bagaimana pandangan masyarakat terhadap aksi anarkis “Lempar Botol Miras” (kode etik anggota dewan Kabupaten Tulungagung) ditinjau dari hukum positif? 3. Bagaimana pandangan masyarakat terhadap aksi anarkis “Lempar Botol Miras” (kode etik anggota dewan Kabupaten Tulungagung) ditinjau dari hukum Islam?. Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui, memahami, dan mengkaji pandangan masyarakat serta kronologi aksi anarkis “Lempar Botol Miras” (kode etik anggota dewan Kabupaten Tulungagung). 2. Untuk mengetahui, memahami dan mengkaji pandangan masyarakat terhadap aksi anarkis “Lempar Botol Miras” (kode etik anggota dewan Kabupaten Tulungagung) ditinjau dari hukum positif, 3. Untuk mengetahui, memahami dan mengkaji pandangan masyarakat terhadap aksi anarkis “Lempar Botol Miras” (kode etik anggota dewan Kabupaten Tulungagung) ditinjau dari hukum Islam. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif dan jenis pendekatan yuridis empiris. Teknik pengumpulan data yang digunakan yang digunakan dalam penelitian ini berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pada teknik analisis data, penulis menggunakan reduksi data dan penyajian data. Sedangkan untuk pengecekan keabsahan data, penulis menggunakan triagulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1. Pemicu dari adanya aksi anarkis tersebut berawal dari masalah isu yang memberitakan bahwa ada satu anggota DPRD Kabupaten Tulungagung atas nama Suharminto dimutasi kinerjanya sehingga timbullah kemarahan dari beliau dengan bertindak melemparkan botol miras di halaman Pendopo Tulungagung. Akan tetapi, selain pemberitaan terakit isu mutilasi kerja untuk Suharminto yang saat itu menjabat sebagai salah satu anggota DPRD Kabupaten Tulungagung, menurut pengakuan Suharminto sendiri kedatangannya pada malam itu ialah untuk mencari Bupati Tulungagung, yang saat itu masih dijabat oleh Bapak Maryoto Bhirowo guna menagih utang pemenangan Pilkada tahun 2018. Tindakan oknum anggota dewan tersebut telah melanggar Perda Kabupaten Tulungagung No. 2 Tahun 2019 Tentang Pembentukan Produk Hukum terkait pasal 39 dan 40 yang memuat tentang kode etik DPRD yang telah disumpah dan wajib untuk dipatuhi. 2. Berkaitan dengan aksi anarkis “lempar botol miras” yang dilakukan oknum anggota dewan inisial SHM beserta rekannya Yoyok, mereka terancam dijatuhi hukum positif berupa tuntutan pidana pasal 170 KUHP Tentang pengeroyokan dan 207 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa di muka umum dan mereka juga terancam dijatuhi pidana pasal 212 KUHP tentang ancaman kekerasan melawan pejabat yang menjalankan tugas. Tidak cukup itu saja, pihak AMPTA (Aliansi Masyarakat Peduli Tulungagung) juga menuntut oknum anggota dewan SHM berupa tuntutan pidana pasal 154 Jo, pasal 160 Jo, pasal 167 Jo, pasal 168 ayat (1) Jo, pasal 168 ayat (2) Jo, pasal 172 Jo, pasal 200 Jo, pasal 216 Jo, pasal 281 Jo, pasal 406 ayat (1) Jo, pasal 429 ayat (1) Jo, pasal 489 ayat (1) Jo, pasal 492 ayat (1) Jo, pasal 503 Jo, pasal 512 ayat (1) Jo, pasal 536 ayat (1). Namun, faktanya sanksi yang dijatuhkan kepada oknum anggota dewan tersebut terbilang sangat ringan hingga kurang memberi efek jera. Penyidikan ini dihentikan oleh pihak Polres Kabupaten Tulungagung karena belum adanya cukup bukti dari pihak pelapor sehingga oknum anggota dewan SHM hanya dijatuhi tipiring bukan mutasi. 3. Ditinjau dari hukum Islam tindakan anarkis lempar botol miras oleh oknum anggota dewan SHM di halaman PKAKB telah melanggar ketentuan salah satu Hadits Riwayat Muslim tentang karakter santun yang dimiliki seorang Muslim yang sesungguhnya serta perasaan untuk tidak menggunakan kedua tangannya juga lisannya hanya untuk mengganggu atau mengusik orang lain selain itu juga melanggar ketentuan dalam Qur’an Surat An-Nisa Ayat 58 tentang kewajiban menyelenggarakan pemerintahan yang amanah

    KEADILAN HUKUM DALAM PUTUSAN HAKIM (Studi Putusan No. 427/Pdt.G/2022/PA.Mr Tentang Pembagian Harta Bersama Berupa Rumah Yang Dibangun Di Atas Harta Bawaan)

    No full text
    ABSTRAK Amanda Nabila Putri, 12102193179, Keadilan Hukum Dalam Putusan Hakim (Studi Putusan No. 427/Pdt.G/2022/PA.Mr Tentang Pembagian Harta Bersama Berupa Rumah Yang Dibangun Di atas Harta Bawaan), Skripsi, Program Studi Hukum Keluarga Islam, Jurusan Syariah, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung 2023, Pembimbing: Nuril Farida Maratus, M.H.I Kata Kunci: Pembagian Harta Bersama, Putusan Hakim, Keadilan Hukum Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya data pada tahun 2022 yakni pada Perkara putusan Nomor: 427/Pdt.G/2022/PA.Mr gugatan harta bersama di Pengadilan Agama Kota Mojokerto dimana sepasang suami istri telah melakukan pernikahan yang sah pada tanggal 09 Mei 1992 dengan kutipan akta 34.01/02.02/18/1992. Hal ini berdampak pada kekayaan seusai bercerai dimana suami meminta hak dari harta bersama namun kekayaan bersama bercampur dengan harta bawaan istri. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana putusan dan pertimbangan Hakim dalam perkara Nomor 427/Pdt.G/2022/PA.Mr mengenai pembagian harta bersama di Pengadilan Agama Kelas 1A Kota Mojokerto? 2) Bagaimana penerapan konsep keadilan hukum dalam pembagian harta bersama berupa rumah yang dibangun di atas tanah bawaan berdasarkan perkara nomor 427/Pdt.G/2022/PA.Mr? Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah memahami pertimbangan Hakim dan penerapan konsep keadilan hukum dalam perkara Nomor 427/Pdt.G/2022/PA.Mr mengenai pembagian harta bersama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian pustaka (library research) menggunakan penelitian hukum normatif yang fokus pada sistematika hukum. Metode pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data yang diperoleh yaitu data primer dan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan ialah pengumpulan data reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini yakni: 1) Adanya pertimbangan Hakim untuk memutuskan perkara menggunakan dasar hukum normatif dan substansif. 2) Penerapan keadilan pada putusan perkara nomor 427/Pdt.G/2022/PA.Mr dirasa cukup adil dengan bagian 1/3 untuk penggugat dan 2/3 untuk tergugat. Sebab keadilan ialah kesetaraan yang mana takaran kesamarataan mempunyai hak yang sama di hadapan hukum dengan porsi yang sesuai dengan kadarnya sejalan pada teori Aristoteles yang menganggap keadilan ialah keutamaan mutlak

    2,825

    full texts

    6,927

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Landmark University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇