6927 research outputs found
Sort by
PERILAKU KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN BUDAYA LITERASI (Studi Multi Kasus di SMPN 1 Bendungan dan SMP Global Islamic Boarding School Karangan, Trenggalek)
Disertasi dengan Judul: Perilaku Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Budaya Literasi (Study Multi Kasus di SMPN 1 Bendungan dan SMP Global Islamic Boarding School Karangan, Trenggalek)” yang ditulis oleh Kadikul Anwar dengan NIM: 129501203011 dengan dibimbing oleh Prof. Dr. Mujamil, M.Ag dan Prof. Dr. Ngainun Naim, MH.I
Kata Kunci: Perilaku Kepala Sekolah, Budaya Literasi
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perilaku kepala sekolah, yang dapat menentukan keberhasilan atau kegagalan sebuah lembaga pendidikan, maka kompetensi, gaya kepemimpinan seorang kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap maju mundurnya lembaga pendidikan tersebut. Budaya literasi merupakan pembiasaan sikap atau perilaku dalam mengaktualisasikan kemampuan untuk memaknai informasi secara kritis sehingga setiap orang dapat mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas hidupnya.
Penelitian ini difokuskan pada perilaku kepala sekolah dalam meningkatkan budaya literasi dengan pertanyaan penelitian dalam sebagai berikut: 1) 1. Bagaimana perilaku kepala sekolah dalam meningkatkan budaya literasi baca tulis di SMPN 1 Bendungan dan SMP 'Global' Islamic Boarding School Karangan, Trenggalek ? 2) Bagaimana perilaku kepala sekolah dalam meningkatkan budaya literasi numerasi di SMPN 1 Bendungan dan SMP 'Global' Islamic Boarding School Karangan, Trenggalek ? 3) Bagaimana perilaku kepala sekolah dalam meningkatkan budaya literasi digital di SMPN 1 Bendungan dan SMP 'Global' Islamic Boarding School Karangan, Trenggalek ? 4) Bagaimana mengkonstruksi konseptual perilaku kepala sekolah dalam meningkatkan budaya literasi baca tulis, numerasi dan digital di SMPN 1 Bendungan dan SMP 'Global' Islamic Boarding School Karangan, Trenggalek ?
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan merumuskan proposisi perilaku kepala sekolah di SMPN 1 Bendungan dan SMP ‘Global’ Islamic Boarding School Karangan, Trenggalek dalam meningkatkan budaya literasi, khususnya literasi baca tulis, numerasi dan digital. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data didapat dari stakeholder sekolah yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah, tenaga pendidikan, peserta didik dan dokumen sekolah. Peneliti melakukan observasi secara berkala di SMPN 1 Bendungan dan SMP ‘Global’ Islamic Boarding School Karangan Trenggalek. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kasus individu dan analisis data lintas kasus.
Hasil penelitian ini adalah: 1) Perilaku kepala sekolah dalam meningkatkan budaya literasi baca tulis di SMPN 1 Bendungan dan SMP 'Global' Islamic Boarding School Karangan, Trenggalek dilakukan dengan mengadakan kegiatan literasi program PECAH BATU (Penghapusan Cacah Buta dan Baca Tulis) sebagai sarana untuk yang lebih produktif, apresiatif dan memberikan perubahan nyata di kalangan siswa, guru dan stakeholder sekolah; Mengadakan program penerbitan buku karya literasi siswa dan guru, penerbitan legenda dan budaya di kecamatan Bendungan; adanya kajian pengajian kitab kuning, lalaran nazhaman kitab, pendalaman ASWAJA, tadarus Al-Qur’an dan literasi buku/ kitab yang dilaksanakan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan; Kepala sekolah mengadakan seminar menulis yang dilakukan untuk meningkatkan budaya literasi baca tulis pada siswa; Kepala sekolah dalam meningkatkan budaya literasi baca tulis diadakan pembiasaan untuk membaca di pojok baca waktu istirahat. 2) Perilaku kepala sekolah dalam meningkatkan budaya literasi numerasi di SMPN 1 Bendungan dan SMP 'Global' Islamic Boarding School Karangan, Trenggalek dilakukan dengan pelatihan guru matematika dan non matematika; pembelajaran matematika tematik berbasis masalah dan proyek; pembelajaran nonmatematika yang melibatkan unsur literasi numerasi; pelaksanaan life skill untuk meningkatkan kemandirian siswa; Kepala sekolah mempersiapkan siswa untuk mengikuti perlombaan sekaligus membimbing siswa dengan maksimal agar dapat menang dalam perlombaan dengan menghadirkan para profesional di bidangnya agar lebih maksimal perkembangan siswanya. 3) Perilaku kepala sekolah dalam meningkatkan budaya literasi digital di SMPN 1 Bendungan dan SMP 'Global' Islamic Boarding School Karangan, Trenggalek dilakukan dengan penyediaan laboratorium komputer, perpustakaan yang lengkap dan akses internet; penyediaan layar dan papan informasi melalui media digital; pemanfaatan literasi digital dalam kegiatan pembelajaran yaitu kitab, tafsir berbasis digital dan akun youtube; penggunaan aplikasi edukatif dalam menunjang kegiatan pembelajaran. 4) Menyempurnakan teori Mayo bahwa perilaku kepala sekolah dalam meningkatkan budaya literasi khususnya literasi baca tulis, numerasi dan digital, seorang kepala sekolah tidak semata hanya menggunakan pendekatan orientasi tugas (task oriented) semata yakni : EMASLIM, tapi juga menggunakan pendekatan yang humanistik dalam membentuk sikap literat melalui budaya literasi ada 3 hal yang perlu diperhatikan : a) kepemimpinan kepala sekolah b) pembiasaan/ perilaku siswa dan guru c) lingkungan/ iklim yang kondusif yang mendukung sikap literat, sehingga tujuan dari sebuah program kerja dapat tercapai secara maksimal
IMPLEMENTASI KEWAJIBAN KEPALA DESA DALAM PEMBINAAN DAN PELESTARIAN NILAI SOSIAL BUDAYA (Studi di Desa Jatirejo Kecamatan Nganjuk Kabupaten Nganjuk)
Skripai dengan judul “Implementasi Kewajiban Kepala Desa dalam Pembinaan dan Pelestarian Nilai Sosial Budaya (Studi di Desa Jatirejo Kecamatan Nganjuk Kabupaten Nganjuk)” ini ditulis oleh M. Taufiq Hidayatulloh, NIM 12103183082, dengan dosen pengampu Dr H.M. Darin Arif Mu’allifin, SH., M.Hum.
Kata Kunci: Kepala Desa, Masyarakat, Sosial Budaya
Penelitian ini dilatar belakangi oleh Implementasi Kewajiban Kepala Desa dalam pembinaan dan pelestarian nilai sosial budaya di Desa Jatirejo Kecamatan Nganjuk Kabupaten Nganjuk yang kurang maksimal. Dan masalah ini sangat menarik jika dikaji berdasarkan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sekaligus menggunakan perspektif hukum Fiqih Siyasah Bi’ah. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah 1) Bagaimana implementasi kewajiban kepala desa dalam pembinaan dan pelestarian nilai sosial budaya di Desa Jatirejo Kecamatan Nganjuk Kabupaten Nganjuk berdasarkan Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa? 2) Bagaimana implementasi kewajiban kepala desa dalam pembinaan dan pelestarian nilai sosial budaya di Desa Jatirejo Kecamatan Nganjuk Kabupaten Nganjuk berdasarkan Fiqih Siyasah Bi’ah ?
Metode Penelitian yang digunakan menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode hukum empiris atau disebut dengan metode penelitian hukum sosiologis. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dokumentasi.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: 1) implementasi kewajiban kepala desa dalam pembinaan dan pelestarian nilai sosial budaya di Desa Jatirejo Kecamatan Nganjuk Kabupaten Nganjuk yaitu dengan cara: a.Mengawasi, b.Memfasilitasi, dan c.Membina masyarakat yang belum mengetahui. Selain itu, apa yang dilaksanakan kepala desa sudah sesuai pada pasal 17 ayat 4 huruf (m) dalam Perda Kabupaten Nganjuk Nomor 1 Tahun 2016 dan dalam Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa. 2) implementasi kewajiban kepala desa dalam pembinaan dan pelestarian nilai sosial budaya berdasarkan fiqh siyasah bi’ah menunjukkan bahwa implementasi kewajiban kepala desa sudah sesuai dengan fiqh Siyasah bi’ah yaitu kemashlahatan masyarakat dengan tujuan menjauhkan kerusakan tentang perilaku manusia terhadap lingkungan hidupnya, maka dalam hal ini sudah sesuai dengan ketentuan hukum yang bersumber dari dalil-dalil terperinci, tanpa melanggar ketentuan-ketentuan syariat
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN WORK ENGAGEMENT PADA KARYAWAN UD JAYA KAPUK
ABSTRACT
The aim of this research is to investigate whether there is a correlation between emotional intelligence and work engagement among employees of UD Jaya Kapuk. The research subjects consist of 50 male employees working at UD Jaya Kapuk.. The instrument used is an instrument compiled by researchers based on Goleman's theory for emotional intelligence variables totaling 18 items with (α = 0, 889) while for work engagement variables it is compiled based on Schaufeli and Bakker's theory totaling 12 items (α = 0, 852). The data analysis technique used is Pearson's product moment correlation technique. The results of this study indicate a positive correlation between emotional intelligence and work engagement with a correlation value (r = 0.652 score n = 50 and sig score 0.000). Based on this value, it can be interpreted that the higher the emotional intelligence, the higher the work engagement of UD Jaya Kapuk employees.
Keywords: Employees, Emotional Intelligence, Work Engagement
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi apakah ada hubungan antara kecerdasan emosional dan work engagement di antara karyawan UD Jaya Kapuk. Subjek penelitian terdiri dari 50 karyawan laki-laki yang bekerja di UD Jaya Kapuk. Instrumen yang di gunakan merupakan isntrumen yang disusun peneliti berdasarkan teori Goleman untuk variabel kecerdasan emosional yang berjumlah 18 butir dengan (α = 0, 889) sedangkan untuk variabel work engagement di susun berdasarkan teori Schaufeli dan Bakker yang berjumlah 12 butir (α = 0, 852). Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik korelasi product moment dari pearson. Hasil penelitian ini menunjukan adanya korelasi positif antara kecerdasan emosional dengan work engagement dengan korelasi nilai (r = 0,652 nilai n = 50 serta nilai sig 0,000). Berdasarkan nilai tersebut dapat di artikan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional maka akan semkain tinggi pula work engagement pada karyawan UD Jaya Kapuk
Keywords: Karyawan, Kecerdasan Emosional, Work Engagemen
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA PRODUKSI DENGAN METODE FULL COSTING DAN VARIABLE COSTING GUNA MENENTUKAN HARGA JUAL PADA UD SABUT SAKTI TRENGGALEK
Skripsi dengan judul “Analisis Perbandingan Biaya Produksi dengan Metode Full Costing dan Variable Costing Guna Menentukan Harga Jual (Studi Pada UD.Sabut Sakti Trenggalek)” ini ditulis oleh Nisaul Umamah NIM. 12403193045, Jurusan Akuntansi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dengan pembimbing Dyah Pravitasari, S.E., M.S.A.
Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menentukan biaya produksi yang dilakukan oleh UD Sabut Sakti, 2) Menentukan biaya produksi dengan penerapan metode full costing pada UD. Sabut Sakti Panggul Trengalek, 3) Menentukan biaya produksi dengan penerapan metode variable costing pada UD. Sabut Sakti Panggul Trengalek, 4) Menganalisis perbandingan antara metode yang digunakan UD Sabut Sakti dengan metode full costing dan variable costing dalam menentukan harga jual pada UD. Sabut Sakti Panggul Trenggalek.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan termasuk jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data primer diperoleh dari hasil wawancara. Data sekunder diperoleh dari hasil studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini melibatkan pihak internal dan eksternal UD.Sabut Sakti Panggul Trenggalek.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) UD. Sabut Sakti Panggul Trenggalek dalam menentukan harga pokok produksi masih menggunakan perhitungan yang sederhana, 2) Penentuan biaya produksi menggunakan metode ful costing pada UD. Sabut Sakti dilakukan dengan cara menjumlahkan seluruh biaya produksi baik tetap maupun variabel. 3) Penentuan biaya produksi menggunakan metode variable costing pada UD. Sabut Sakti dilakukan dengan cara menjumlahkan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik variabel saja. 4) Biaya produksi tertinggi diperoleh dari perhitungan dengan metode full costing karena metode menurut perusahaan dan metode variable costing tidak membebankan biaya overhead pabrik tetap dan pada metode variable costing juga tidak membebankan biaya tenaga kerja tidak langsung
FUNGSI SOSIAL PENGAJIAN RUTIN YASINAN DAN TAHLIL DI DESA GETAS KECATAMAN TANJUNGANOM KABUPATEN NGANJUK
Pengajian adalah suatu kegiatan Masyarakat yang didalamnya mengandung tentang
Pendidikan agam non formal dan menjadi tempat dakwah dan meyiarkan agama islam.
Didalam pengajian rutin yasinan dan tahlil didesa getas ini memiliki fungsi social bagi seluruh
Masyarakat desa getas dan didalamnya terdapat manfaat dari pengajian rutinan yasinan dan
tahlil.pada penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitan kualitatif metode deskritif
dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasidari penelitian ini
peneliti menemukan yang pertama bentuk yasinan dan tahlilan dalam implementasi dalam
kegiatan keagamaan didesa getas, yan kedua bagaimana para Masyarakat desa getas merasakan
fungsi social dari pengajian rutin yasinan dan tahlil dan yang ke tiga bagaimana pengaruh dan
manfaat yang didapat para anggota Jemaah dalam mengikuti pengajian rutin yasinan dan tahlil..
Dalam penelitian ini memliki tujuan untuk yang pertama mengetahui bagiamana fungsi social
yang terdapat pada pengajian rutin yasinan dan tahlil guna untuk keberlangsungan hidup
Masyarakat desa getas yang kedua untuk mengetahui bagaimana penga ruh dan manfaat dari
pengajian rutin yasinan dan tahlil bagi kehidupan para Jemaah anggota pengajian rutin yasinan
dan tahlil
PENGEMBANGAN MEDIA AJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS POP UP BOOK PADA MATERI VOLUME KUBUS DAN BALOK DI MIN 14 BLITAR
Siti Choirul Nikmah. 2023. Pengembangan Media Ajar Mata Pelajaran Matematika
Berbasis Pop Up Book Pada Materi Volume Kubus dan Balok di MIN 14
Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas
Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali
Rahmatullah Tulungagung. Pembimbing Skripsi: Dr. Adi Wijayanto, S.Or.,
S.Kom., M.Pd., AIFO
Penelitian ini dilatar belakangi karena kurangnya pemahaman siswa dalm
mengkonstruksi bangun ruang kubus dan balok. Penyampaian meteri yang masih
terkesan verbal juga membuat siswa kurang antusias dan mudah bosan saat
pembelajaran. Hal ini membuat guru perlu memperhatikan lebih dalam penggunaan
media. Media harus sesuai dengan karakteristik materi yang diajarkan. Oleh karena
itu, agar siswa dapat memahami pembelajaran dengan jelas dilakukan
pengembangan media ajar mata pelajaran matematika berbasis pop up book.
Tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Mengetahui desain
pengembangan media ajar mata pelajaran matematika berbasis pop up book 2)
Mengetahui langkah-langkah pengembangan produk media ajar mata pelajaran
matematika berbasis pop up book 3) Mengetahui efektivitas pengembangan media
ajar mata pelajaran matematika berbasis pop up book.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian R&D (Research and
Development) dengan menggunakan model pengembangan menurut Borg and Gall
yang terdiri atas 10 tahap yaitu analisis, perencanaan, pengembangan produk jenis
pertama, uji coba awal, revisi produk, uji coba lapangan, revisi produk, pengujian
implentasi lapangan, revisi produk akhir, diseminasi dan implementasi.
Media juga telah diujicobakan terhadap siswa-siswi kelas V MIN 14 Blitar.
Skor kevalidan media yang diperoleh dari ahli materi 90,55%, ahli instrumen soal
dengan skor 88,33% dan ahli media pembelajaran dengan skor 83,85% yang
termasuk valid. Skor angket guru dan siswa mendapat rata-rata 85% yang juga telah
valid. Sedangkan dilihat dari hasil uji coba produk kelompok besar diperoleh nilai
rata-rata pretest 66,18 dan nilai rata-rata posttest 77,5 dan didapatkan nilai sig (twotailed) 0,000<0,005 hal ini berarti terdapat pengaruh dan peningkatan yang positif
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATA PELAJARAN FIQIH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI DI MA AL-MUSLIHUN TUNGGANGRI KALIDAWIR
Muh Rofiq Nur Abdillah, NIM. 12209183102, Tahun 2023 “Implementasi Model
Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)) Pada Mata Pelajaran Fiqih
Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas Xi Di MA Al-Muslihun
Tunggangri Kalidawir” Skripsi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan
Ilmu keguruan Uin Satu Tulungagung pembimbing Bapak Dr. H. Mutahibun
Nafis, M.Ag
Kata Kunci: Problem Based Learning , Model Pembelajaran
Penelitian Penelitian ini bermula ketika peneliti menemukan sebuah gagasan
baru yang ada di madrasah Aliyah Al Muslihun menerapkan kegiatan
pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran Problem Based Learning
dalam pembelajaran Fikih di kelas XI Tentunya moedel pembelajaran tersebut
bertujuan agar siswa dapat kondusif mengikuti pembelajaran yang ada di dalam
kelas dan tentunya mempunyai pemikiran yang kritis sehingga dapat
meningkatkan hasil pembelajaran
Fokus penelitian dalam penulisan skripsi ini (1) bagaimana karakteristik
Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Pada Mata Pelajaran Fiqih
Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI di (2) bagaimana proses
Pelaksanaan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Pada Mata
Pelajaran Fiqih Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI? (3)
bagaimana Implikasi Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Pada
Mata Pelajaran Fiqih Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI?
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif Kualitatif. Teknik
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi,
wawancara mendalam dan dokumentasi. Pengamatan dilakukan dengan cara
melihat dan mengamati Proses Pembelajaran fikih dengan menggunakan model
pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di MA Al Muslihun Tunggangri
Kaldawir. Sementara itu, dokumen dan penelitian ini berupa informasi tertulis dan
bergambar yang berkenaan dengan proses pembelajaran Problem Based Learning
(PBL)
Hasil dari penelitian ini menjelaskan tentang karakteristik model
pembelajaran Problem Based Learning (PBL) masalah pembelajaran fikih di
sampaikan pada awal pembelajaran, masalah pada pembelajaran fikih bersumber
dari masalah yang nyata. Masalah pembelajaran fikih menuntut presfektif
majemuk, masalah pada pembelajaran fikih membuat peserta didik tertantang dan
juga sangat mengutamakan belajar mandiri. Adapun proses pelaksaan pada
pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di anatranya guru mnegorientasikan
masalah pada peserta didik, guru memberikan motivasi pada siswa, guru membuat
kelompok belajar, guru mebantu penyelidikan mandiri maupun kelompok dan
siswa menyajikan hasil karya serta memamerkannya. Dari langkah tersebut
terdapat implikasi peningkatan hasil belajar pada pelajaran fiki
ISLAMICITY CULTURAL PERFORMANCE INDEX (ICPI) DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN NASABAH PADA KSPP SYARIAH BMT NU JAWA TIMUR
Perkembangan lembaga keuangan syariah di Indonesia kini sedang mengalami peningkatan yang cukup pesat. Pertumbuhan lembaga keuangan syariah secara kuantitas menunjukkan hasil yang sangat signifikan. Hal ini ditunjukkan dengan semakin menjamurnya Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) yang dibuka oleh lembaga keuangan konvensional. Tak terkecuali pada lembaga KSPP Syariah BMT NU Jawa Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja KSPP Syariah BMT NU Jawa Timur melalui Islamicity Cultural Performance Index (ICPI) dalam meningkatkan kepercayaan nasabah.
Penelitian ini memakai metode kualitatif dengan analisis deskriptif dengan menggunakan data primer sebagai bahan utamanya dan didukung dengan data sekunder. Obyek kajian dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan KSPP Syariah BMT NU Jawa Timur selama periode 2017–2021. Penelitian ini melalui pendekatan Islamicity Performance Index (IPI) yang menggunakan tiga rasio yakni Profit Sharing Ratio, Equitable Distribution Ratio dan Director-Employee Welfare Ratio.
Berdasarkan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Profit Sharing Ratio, Equitable Distribution Ratio dan Director-Employee Welfare Ratio dalam meningkatkan kepercayaan nasabah pada KSPP Syariah BMT NU Jawa Timur sangat baik terhadap pendapatan selama periode 2017 – 2021 dengan total nasabah mencapai 146.226 orang. Ketiga rasio tersebut disebabkan karena kepercayaan anggota mencakup beberapa aspek, di antaranya benevolence, integrity, competence, willingness to depend (kemauan untuk bergantung) dan subjective probability of depending (kemungkinan bergantung secara subjektif) dengan masing-masing total prosentase yang beragam.
Secara keseluruhan pendekatan Islamicity Performance Index (IPI) telah diterapkan pada kinerja KSPP Syariah BMT NU Jawa Timur periode 2017 – 2021. Namun di sisi lain, factor nilai-nilai religious dan adat kebiasaan menjadi pemicu pula dalam meningkatkan kepercayaan nasabah yang disebut dengan Islamicity Cultural Performance Index (ICPI). Disertasi ini bermanfaat terutama bagi penulis untuk menambah wawasan pola pikir, sikap dan pengalaman sebagai upaya peningkatan kualitas dalam pembelajaran, yakni mampu menganalisis tingkat kepercayaan nasabah pada KSPP Syariah BMT NU Jawa Timur melalui Islamicity Cultural Performance Index (ICPI)
PERAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN PRESTASI NON AKADEMIK SISWA DI MIN 1 TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Peran Kepala Madrasah dalam Meningkatkan
Prestasi Non Akademik Siswa di MIN 1 Tulungagung” ini ditulis oleh Novita Dyah
Sayyidah, NIM. 12207193061, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam
(MPI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Universitas Islam Negeri
Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang dibimbing oleh Ibu Prof. Dr. Hj.
Sulistyorini, M.Ag
Kata Kunci : Peran Kepala Madrasah, Prestasi Non Akademik
Penelitian ini menunjukkan adanya fenomena lapangan yang berkaitan
dengan peran kepala madrasah dalam menghadapi persaingan global di tingkat
nasional. Oleh karena itu, dunia pendidikan akan dituntut dengan adanya
kemampuan daya saing dalam berbagai bidang, baik bidang akademik maupun non
akademik. Dalam memperbaiki kualitas pendidikan, tentunya dibutuhkan seorang
pemimpin atau kepala madrasah yang akan membawa madrasah tersebut pada
sebuah keberhasilan. Adanya hal tersebut tentu dibutuhkan peran seorang kepala
madrasah dalam meningkatkan potensi siswa dalam berbagai bidang, terutama pada
bidang non akademik. Bermula pada akhir tahun 2019 – sekarang, MIN 1
Tulungagung telah meraih berbagai macam prestasi dibidang non akademik, mulai
dari tingkat kecamatan sampai tingkat nasional, sehingga menjadikan MIN 1
Tulungagung sebagai madrasah yang unggul dibidang non akademik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepala madrasah dalam
meningkatkan prestasi non akademik di MIN 1 Tulungagung dengan fokus
penelitian; 1) Bagaimana peran kepala madrasah sebagai edukator dalam
meningkatkan prestasi non akademik siswa di MIN 1 Tulungagung?; 2) Bagaimana
peran kepala madrasah sebagai inovator dalam meningkatkan prestasi non
akademik siswa di MIN 1 Tulungagung?; 3) Bagaimana peran kepala madrasah
sebagai motivator dalam meningkatkan prestasi non akademik siswa di MIN 1
Tulungagung?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipan, wawancara
mendalam, dan dokumentasi yang diperoleh dari sumber data diantaranya kepala
madrasah, wakil kepala madrasah bidang kesiswaan, pembina kegiatan non
akademik, pelaksana kegiatan non akademik dan juga guru. Teknik analisis data
yang digunakan model Milles dan Hubberman yakni meliputi data condensation
(kondensasi data), data display (penyajian data), dan verification (penarikan
kesimpulan). Pengecakan keabsahan data dilakukan kredibilitas dengan cara
triangulasi data, perpanjangan waktu penelitian, dan peningkatan ketekunan.
Hasil penelitian yang diperoleh sebagai berikut; 1) Peran kepala madrasah
sebagai edukator dalam meningkatkan prestasi non akademik siswa di MIN 1Tulungagung, dengan merencanakan dan melaksanakan program kegiatan non
akademik madrasah melibatkan para bapak/ibu guru, staff, pembina
ekstrakurikuler, membentuk paguyuban wali siswa dan melibatkan wali siswa
dalam menyukseskan kegiatan non akademik siswa, memberikan pembinaan dan
pelatihan kepada guru dan pembina non akademik diluar madrasah, menjalin
hubungan yang baik dengan seluruh warga madrasah, dan memberikan arahan
kepada seluruh warga madrasah. 2) Peran kepala madrasah sebagai inovator dalam
meningkatkan prestasi non akademik siswa di MIN 1 Tulungagung dengan
melakukan rapat evaluasi dari hasil kegiatan yang telah dilaksanakan,
memunculkan ide-ide baru, dan melaksanakan musyawarah serta menerapkan hasil
dari ide baru tersebut, membentuk strategi dalam pelaksanaan kegiataan non
akademik sesuai dengan jumlah banyak/sedikitnya minat siswa pada kegiatan non
akademik tersebut, menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan praktek dalam
pelaksanaan kegiatan non akademik. 3) Peran kepala madrasah sebagai motivator
dalam meningkatkan prestasi non akademik siswa di MIN 1 Tulungagung dengan
memberikan dorongan baik ucapan, tenaga, maupun fikiran kepada seluruh warga
madrasah, menyediakan fasilitas kegiatan non akademik, baik pelatih, tongkat, tali,
atribut, alat hadroh, alat olahraga dan lain sebagainya, menyeleksi pelatih dan
menghadirkan pelatih sesuai dengan bidang non akademik yang diampunya,
memberikan apresiasi kepada para pelatih dan siswa yang berprestasi
KESEHATAN MENTAL SISWA SMPN 1 REJOTANGAN YANG MENGALAMI PERCERAIAN ORANG TUA DITINJAU DARI JENIS KELAMIN
TITAN PANJALU, NIM 12306193139. “Kesehatan Mental Siswa SMPN 1
Rejotangan Yang Mengalami Perceraian Orang Tua Ditinjau dari Jenis Kelamin”. Skripsi, Bimbingan konseling Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Program Sarjana Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Dibimbing oleh Febranti Putri Navion, M.Pd.
Kata Kunci: Kesehatan Mental, Perceraian Orang Tua, Remaja Awal, Jenis
Kelamin.
Siswa perlu memiliki kesehatan mental yang baik karena orang yang sehat secara mental akan terlindungi dari gangguan jiwa, baik dari segi neurosa (gangguan jiwa) atau psikosa (penyakit jiwa), sanggup menyesuaikan diri, sanggup memanfaatkan potensi diri dengan maksimal dan bisa mencapai kebahagiaan pribadi dan orang lain. Namun pada kenyataannya indeks kesehatan mental pada anak dan remaja di SMPN 1 Rejotangan tidak seperti harapannya, ditandai dengan adanya siswa-siswa yang memunculkan perilaku-perilaku yang mengindikasikan kesehatan mental yang kurang baik seperti datang terlambat, tidak memakai atribut lengkap, sering membolos kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungannya dan banyak dari mereka berasal dari keluarga yang telah bercerai. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kesehatan mental siswa SMPN 1 Rejotangan yang mengalami perceraian orang tua dan mengetahui perbedaan kesehatan mental antara siswa laki-laki dan siswa perempuan.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Populasi pada penelitian ini yaitu siswa SMPN 1 Rejotangan yang orang tuanya mengalami perceraian hidup berjumlah 54 siswa dengan teknik pengambilan sampel berupa total sampling. Data penelitian diperoleh dari hasil penyebaran angket kesehatan mental siswa pada sampel penelitian. Analsisi data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif dan komparatif (independent sample t-test).
Hasil analisis data menunjukkan siswa SMPN 1 Rejotangan yang mengalami perceraian orang tua memiliki kesehatan mental dengan kategori sedang dengan mean 62,68. Terdapat perbedaan kesehatan mental antara siswa laki-laki yang lebih tinggi daripada siswi perempuan dengan bukti hasil uji Independent Sample t-test laki-laki yang memiliki rata-rata= 65,43, dengan std. Deviation 6,1514 dibandingkan perempuan yang memiliki rata-rata= 59,25, dengan std. Deviation 7,7921, dan nilai t = 3,260 dan nilai sig. (2-tailed)
0,002<0,05 atau nilai sig (2-tailed) lebih kecil dari 0,05 yang berarti adanya perbedaan yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh peneliti, dapat disimpulkan bahwa kesehatan mental siswa SMPN 1 Rejotangan yang mengalami perceraian orang tua termasuk dalam kategori sedang dan terdapat perbedaan yang signifikan terkait kesehatan mental antara siswa laki-laki yang lebih tinggi daripada siswi perempuan