6927 research outputs found
Sort by
Gender Equity and Women’s Inclusion in Governance Processes in Nigeria: Why Was the National Gender Policy’s Affirmative Action Unable to Engender Desired Change?
As from 1979, the United Nations formally seeks to achieve equilibrium in the involvement of women in relation to men in the public domain through the adoption and ratification of the Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women. Nigeria both ratified and domesticated the core provision of this convention as its National Constitution of 1999 affirms the equality and right of all citizens to freedom from discrimination. Besides, from 2006 to 2021, Nigeria operated an exclusive gender
policy namely, the National Gender Policy 2006, which by its affirmative action, reserved 35 percent of all appointive positions in government to women, as a means of protecting women’s rights and redressing inequalities in the involvement of women and men in governance processes. Regrettably, the National Gender Policy (NGP) 2006 recorded no substantial achievement in terms of its intended objectives as the policy encountered several structural and institutional challenges arising from the entrenched patriarchal system in Nigerian societies, and the absence of a united women’s movement in the country, among others.
Resultantly, the study concludes that, for the NGP 2021 to realize its aims, Nigerian women’s movements need to embark on vigorous and unceasing campaigns to deconstruct the existing patriarchal system, and that all women’s movements in Nigeria need to form a central body and maintain a common front to better advocate for the implementation of 35 percent affirmative action in the new policy, among other measures. The study relies on secondary sources of data, including books, journals, relevant publications of the
Federal Republic of Nigeria, and the websites. The data were analyzed using the thematic and descriptive interpretive techniques of qualitative data analysis, which enhanced satisfactory achievement of the objective of the study
Optimization Study of Eggshell Extract as Inhibitor of Mild Steel Corrosion in a 30 wt% NaCl Solution
Corrosion is a major challenge faced in industries, which has to be addressed by using inhibitors. The aim of this study was to investigate ESE as CI of MS in a 30 wt% NaCl solution. ESE was subjected to Pc analysis, to identify the presence of active ingredients that would create a good CI. CI of ESE at different C was investigated using WL, PDP, SEM, FTIR and EDXS techniques, to characterize MS samples. The best process level from the experimental design was observed at T of 24.4 ºC, IT of 6 days and ESE C of 0.4 g/L, with IE(%) of 95.5%. The presence of metabolites in ESE was confirmed by Pc analysis, which suggested the extract was a good CI. Results from PDP and WL techniques were in good agreement. SEM, FTIR and EDS data revealed that the optimal procedure level produced a stronger protective film on the MS surface. It was concluded that ESE acted as a good and environmentally friendly CI
INVESTIGATING THE EFFECT OF AN UNDERDEVELOPED FINANCIAL SECTOR ON NON-OIL EXPORT IN NIGERIA
Several policies have been
implemented in Nigeria to shift the export
trade from oil to non-oil goods; yet the share
of non-oil export in total exports remains
very small compared to oil export, which
may be due to the low level of financial
sector development in the country. Unlike
previous studies on Nigeria that focused
exclusively on financial sector development
and aggregate export (combined exports
of oil and non-oil goods), this study concentrates
on financial sector development
and non-oil export using an autoregressive
distributed lag technique, the dynamic
ordinary least squares technique, and the
non-linear autoregressive distributed lag
technique over the period 1986–2020. The
empirical results showed that the relationship
between financial sector development and non-oil export is linear. Results also
showed that, in the short term, the country’s
level of financial sector development
worsens exports of non-oil products. However,
in the long term, there is no connection
between non-oil export and financial
sector development, which challenges the
theoretical view that trade and financial
sector development are linked at any given
time period. The study recommends that
the government and policymakers in Nigeria
should make sure that the financial sector
is sufficiently developed, otherwise the
goal to diversify the export base may not be
achieved
HADHANAH ANAK OLEH IBU NARAPIDA DALAM PERSPEKTIF KOMPILASI HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tulungagung)
Fia Mei Rofiah, 12102173052, Hadhanah Anak Oleh Ibu Narapidana dalam Perspektif Kompilasi Hukum Islam (Studi Kasus di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tulungagung), FASIH, UIN Sayyid Ali Rahmatullah 2022, Pembimbing: Dr. Hj. Nur Fadhilah, S.H.I. M.H.
Kata Kunci, hadhanah, ibu narapidana, Kompilasi Hukum Islam
Penelitian ini dilatarbelakangi lahirnya bayi dari ibu narapidana, sehingga pengasuhan bayi dilakukan di lembaga pemasyarakatan. Realita ini adalah isu yang menarik untuk dikaji menggunakan perspektif Kompilasi Hukum Islam.
Fokus penelitian ini adalah: 1) Bagaiamana hadhanah anak oleh ibu narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tulungagung? 2) Bagaimana hadhanah anak oleh ibu narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tulungagung dalam perspektif Kompilasi Hukum Islam? Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan hadhanah anak oleh ibu narapidana di Lapas Tulungagung. 2) Menganalisis hadhanah anak oleh ibu narapidana di Lapas
Tulungagung dalam perspektif KHI Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Hadhanah anak oleh ibu narapidana di lembaga Pemasyarakat (LAPAS) Kelas IIB Tulungagung terdiri dari 3 aspek, yaitu: pengasuhan, pemeliharaan, dan pendidikan. Pengasuhan anak dilakukan pemenuhan ASI esklusif, kasih sayang dan perhatian penuh dari ibunya. Selain itu anak juga mendapatkan kasih sayang dari ibu narapidana yang lain dan petugas LAPAS. Tetapi di sisi lain untuk kebutuhan psikis anak mungkin sedikit terkendala karena kehidupan yang berbeda dengan anak yang lain. Pemeliharaan anak meliputi kebutuhan makan dan kesehatan. Lapas menyediakan kebutuhan makan 3 kali sehari termasuk lauk pauk, buah-buahan, dan susu. Lapas juga menyiapkan imunisasi untuk anak setiap bulan, klinik, dan petugas kesehatan. Kebutuhan bayi seperti popok dan pakaian juga disediakan oleh Lapas. Pendidikan anak balita mencakup proses pengembangan sistem motorik kasar dan halus. Pada sistem motorik kasar ibu narapidana mendampingi anaknya dalam proses belajar miring, tengkurap, berguling, dan belajar berdiri dengan tegap. Sedangkan pada sistem motorik halus, ibu narapidana mengajari anak untuk memegang benda dengan benar, mengajak bermain dengan cara melempar benda di sekitarnya dan mengajak bermain di area bermain anak. Salah satu kendala dalam hadhanah anak oleh ibu narapidana adalah anak sulit bersosialisasi dengan orang asing selain ibu kandung, narapidana lain dan petugas, sehingga ketika bertemu kerabat dan keluarga, anak merasa takut karena tidak terbiasa menemui orang asing disekitarnya. 2) Dalam perspektif Kompilasi Hukum Islam, hadhanah anak oleh ibu narapidana telah memenuhi aspek pengasuhan, pemeliharaan, dan pendidikan. Namun dengan berbagai pertimbangan, hadhanah oleh ibu narapidana di LAPAS hanya bisa dilakukan hingga anak berumur 2 tahun. Hal ini tidak sesuai dengan KIII yang menghendaki hadhanah hingga anak dewasa atau mampu berdiri sendiri. Ibu narapidana tidak bisa berperan maksimal dalam hadhanah. anak di atas 2 tahun
ANALISIS KETERLIBATAN ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN LITERASI SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SLB-C TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Literasi merupakan suatu kemampuan membaca dan menulis yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Hal itu merupakan kemampuan awal yang harus dimiliki setiap siswa yang akan mempengaruhi prestasi dan proses belajar selanjutnya. Namun realitanya pada anak berkebutuhan khusus tidak banyak yang sudah bisa berliterasi dengan baik. Dengan hal tersebut perlunya dukungan dan dampingan baik disekolah dan dirumah, serta menyediakan media-media yang dapat membantu dan menambah daya Tarik siswa dalam literasi/belajar, karena keadaan fisik dan motoriknya yang menjadi salah satu penghambat dalam setiap proses berliterasi/belajar.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterlibatan orang tua dalam mengembangkan kemampuan berliterasi siswa berkebutuhan Khusus di SLB-C Negeri kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus dengan melakukan penelitian di SLB-C Negeri Tulungagung. Subjek penelitian terdiri 8 informan, 6informan dari wali siswa SD dan 2 informan dari Guru SD di SLB-C Negeri Tulungagung. Pengumpulan data diperoleh dari hasil observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis dengan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan.Dari penelitian yang telah dilakukam ,menemukan temuan hasil penelitian yang mengungkapkan tiga temuan yaitu : (1).Orang tua siswa berkebutuhan khusus sangat terlibat dalam setiap kegiatan literasi/belajar siswa baik dirumah dan disekolah. (2).Siswa mampu berinteraksi dengan sesama teman disekolah dan dirumah. (3).Pada saat pembelajaran disekolah siswa mampu berliterasi dan belajar dengan dampingan dan arahan guru.
Kata kunci : keterlibatan Orang Tua, Literasi, Siswa Berkebutuhan Khusus
KEPEMIMPINAN KEPALA DESA PEREMPUAN PERSPEKTIF MASYARAKAT, HUKUM POSITIF, DAN FIQH SIYASAH (Studi Kasus di Desa Wonorejo Kecamatan Sumbergempol)
ERLINA ALMAGHFIROH, 12103193036, Kepemimpinan Kepala Desa Perempuan
Perspektif Masyarakat, Hukum Positif dan Fiqh Siyasah ( Studi Kasus di Desa
Wonorejo Kecamatan Sumbergempol ), Program Studi Hukum Tata Negara,
Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Universitas Islam Negeri Sayyid Ali
Rahmatullah Tulungagung, 2023, Pembimbing Amrin Nurfieni S.ST,. M.H
Kata Kunci : Kepemimpinan , Kepala Desa dan Perempuan.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara persepsi masyarakat
terhadap kepemimpinan perempuan di Desa Wonorejo Kecamatan Sumbergempol
Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan
pengumpulan data menggunakan kuesioner sebagai instrumen utama penelitian dengan
sampel sebanyak 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel X (
Persepsi Masyarakat ) mempunyai hubungan yang cukup kuat dengan variabel Y (
Kepemimpinan Perempuan ). Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui
pandangan masyarakat terhadap kepemimpinan perempuan.
Rumusan masalah yang ada pada penelitian ini yaitu : 1) Bagaimana
kepemimpinan perempuan di Desa Wonorejo Kecamatan Sumbergempol dalam
pandangan masyarakat ? 2) Bagaimana kepemimpinan kepala desa perempuan dalam
perspektif hukum positif ? 3) Bagaimana kepemimpinan kepala desa perempuan dalam
perspektif fiqh siyasah ?.
Hasil penelitian ini yang didapatkan ialah : 1) Pandangan masyarakat terhadap
kepemimpinan perempuan sangat diperbolehkan. Pandangan baik dari laki laki ataupun
perempuan memperbolehkan bahwa perempuan menjabat sebagai pemimpin. 2)
Pandangan masyarakat terhadap kepemimpinan perempuan perspektif hukum positif pada
dasarnya tidak ada yang menyalahi satupun aturan yang ada, pada dasarnya laki laki dan
perempuan itu sama kedudukannya dimata hukum. 3) Pandangan masyarakat terhadap
kepemimpinan perempuan perspektif fiqh siyasah memag terdapat pendapat yang
memperbolehkan dan ada yang tidak memperbolehkan, Ulama siyasah sayariyah sunni
klasik mensyaratkan harus laki laki seperti Imam Ghazali, namun ada yang tidak
mensyaratkan harus laki laki seperti pendapat Al Mawardi. akan tetapi sesuai dengan QS
Al Hujurat ayat 13 jelas memposisikan sama antara laki laki dan perempuan
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SMK SORE TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul "Strategi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di SMK SORE Tulungagung" ini ditulis oleh Zuhaida, NIM 12207193055, Prodi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. pembimbing Dr. Hj. Luluk Indarti, S.Ag. M.Pd.I.
Kata kunci: Strategi, Kepala Sekolah, Mutu Pendidikan
Di era persaingan yang semakin bebas seperti saat ini, lembaga yang mampu bertahan hanyalah lembaga yang mempunyai kualitas mutu yang terjamin. Mutu pendidikan merupakan kemampuan sistem pendidikan yang dilaksanakan secara efektif untuk meningkatkan faktor input dan proses agar menghasilkan output yang setinggi-tingginya dalam memuaskan kebutuhan yang diharapkan masyarakat. Untuk itu maka dibutuhkannya strategi kepala sekolah yang efektif dan efisien sebagai pemimpin dalam hal meningkatkan mutu pendidikan di lembaganya.
Fokus penelitian skripsi ini yaitu (1) Bagaimana perencanaan strategi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMK SORE Tulungagung (2) Bagaimana pelaksanaan strategi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMK SORE Tulungagung (3) Bagaimana evaluasi strategi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMK SORE Tulungagung. Adapun tujuan penelitian ini yaitu (1) Untuk mendeskripsikan perencanaan strategi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMK SORE Tulungagung (2) Untuk mendeskripsikan pelaksanaan strategi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMK SORE Tulungagung (3) Untuk mendeskripsikan evaluasi strategi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMK SORE Tulungagung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dalam bentuk naratif atau tulisan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analasis data menggunakan metode pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data dengan perpanjangan pengamatan,
kecermatan dalam penelitian, dan triangulasi.
Dari hasil penelitian ini, peneliti menyimpulkan: (1) Perencanaan strategi kepala sekolah SMK SORE Tulungagung diawali kegiatan rapat koordinasi gabungan bersama dengan yayasan dan pimpinan sekolah lalu rapat tersebut akan diteruskan rapat bersama semua komponen sekolah dan menghasilkan asumsi- asumsi yang akan terjadi mendatang, merumuskan langkah-langkah strategi yang efektif, serta menyusun rencana jangka pendek dan panjang. (2) Kegiatan pelaksanaan strategi kepala sekolah di SMK SORE Tulungagung dengan mengalokasikan sumber daya manusia sesuai dengan kompetensinya masing- masing, memotivasi para anggota, dan mengikutsertakan guru dan siswa dalam mengembangkan kompetensi dan bakat. (3) Kegiatan evaluasi kepala sekolah di SMK SORE Tulungagung menggunakan standar sistem manajemen mutu yaitu ISO 9001:2015 melalui audit internal dan audit eksternal. Evaluasi strategi dilakukan dengan meninjau faktor eksternal dan internal dan melakukan pengukuran kinerja kepala sekolah serta pelayanan sekolah
MANAJEMEN WAKIL KEPALA MADRASAH BIDANG KESISWAAN DALAM PEMBINAAN BAKAT DAN MINAT SISWA DI MTsN 2 TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Manajemen Wakil Kepala Madrasah Bidang
Kesiswaan Dalam Pembinaan Bakat dan Minat Siswa di MTsN 2 Tulungagung”
ini ditulis oleh Iqlima Humaira, NIM 12207193059. Pembimbing: Dr. H. Zaini Fasya,
S.Ag, M.Pd.I.
Kata Kunci: Manajemen, Pembinaan Bakat dan Minat Siswa
Manajemen wakil kepala madrasah bidang kesiswaan dalam membina bakat
dan minat siswa sangat diperlukan, bakat dan minat seorang anak perlu dibina ketika
ia berada di dalam madrasah dan harus dikelola dengan baik oleh wakil kepala
madrasah khususnya bidang kesiswaan. Pembinaan bakat dan minat siswa yang
dilaksanakan oleh wakil kepala madrasah bidang kesiswaan ditujukan untuk
mengembangkan potensi yang dimiliki para siswa.
Fokus penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah (1) Bagaimana strategi
wakil kepala madrasah bidang kesiswaan dalam pembinaan bakat dan minat siswa di
MTsN 2 Tulungagung? (2) Bagaimana bidang pembinaan yang dibina oleh wakil
kepala madrasah bidang kesiswaan dalam pembinaan bakat dan minat siswa di MTsN
2 Tulungagung? (3) Bagaimana kendala dan solusi wakil kepala madrasah bidang
kesiswaan dalam pembinaan bakat dan minat siswa di MTsN 2 Tulungagung?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian ini
deskriptif disertai studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah
metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan
data collection (pengumpulan data), data condensation (kondensasi data), data
display (penyajian data), dan conclusion drawing (penarikan kesimpulan)
Dari hasil penelitian ini, penulis menyimpulkan (1) Strategi wakil kepala
madrasah bidang kesiswaan dalam pembinaan bakat dan minat siswa di MTsN 2
Tulungagung dengan membuat perencanaan dengan melibatkan guru bimbingan
konseling serta masing-masing pembina bakat dan minat siswa. Dalam
pelaksanaannya menyesuaikan jadwal kegiatan pembinaan bakat dan minat siswa.
Wakil kepala madrasah bidang kesiswaan beserta masing-masing pembina
melakukan koordinasi dengan baik agar pembinaan bakat dan minat siswa di MTsN 2
Tulungagung dapat berjalan dengan efektif. (2) Terdapat beberapa bidang pembinaan
bakat dan minat siswa yang dibina oleh wakil kepala madrasah bidang kesiswaan di
MTsN 2 Tulungagung, diantaranya yaitu drum band, pramuka, paskibra, olahraga
voli, olahraga sepak bola, kesenian tari, jurnalistik, sholawat, tahfidz, serta KSM
(Kompetisi Sains Madrasah). (3) Dalam melaksanakan suatu kegiatan pastinya
terdapat suatu kendala, dalam pembinaan bakat dan minat siswa di MTsN 2
Tulungagung wakil kepala madrasah bidang kesiswaan menghadapi beberapa
kendala, kendalanya adalah adalah terkait dengan waktu, waktu pembinaan atau
latihan dirasa kurang maksimal bagi siswa siswi, waktu latihan dilaksanakan pada
saat setelah pulang sekolah
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LEMBAGA (Studi Multisitus di Madrasah Ibtidaiyah Muslimat Nahdlatul Ulama Pucang Sidoarjo dan MI International Sabilillah Sampang)
Disertasi dengan Judul Manajemen Sumber Daya Manusia dalam
Meningkatkan Kualitas Lembaga (Studi Multisitus di Madrasah
Ibtidaiyah Muslimat Nahdlatul Ulama Pucang Sidoarjo dan MI
International Sabilillah Sampang) yang ditulis oleh Yuliastutik NIM
129501203025 dengan dibimbing oleh Prof. Dr. H. Achmad
Patoni, M.Ag. dan Dr. H. Asrop Syafi’i, M.Ag.
Kata Kunci: Manajemen Sumber Daya Manusia, Kualitas Lembaga
Penelitian dalam disertasi ini dilatarbelakangi oleh peningkatan
kualitas lembaga menjadi sangat penting untuk menunjukkan bahwa
lembaga tersebut mampu bersaing dengan lembaga yang lain,
meningkatkan kualitas lembaga agar eksistensi dan keberadaan lembaga
terus diakui masyarakat harus dilakukkan oleh semua lembaga jika
menginginkan adanya sebuah capaian-capaian dan target guna
membangun sebuah kepercayaan dari masyarakat yang berimplikasi
terhadap bertambahnya siswa di lembaga tersebut.
Pertanyaan penelitian dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana
perencanaan sumber daya manusia dalam meningkatkan kualitas lembaga
di Madrasah Ibtidaiyah Muslimat Nahdlatul Ulama Pucang Sidoarjo dan MI
International Sabilillah Sampang? 2) Bagaimana Pelaksanaan sumber
daya manusia dalam meningkatkan kualitas lembaga di Madrasah
Ibtidaiyah Muslimat Nahdlatul Ulama Pucang Sidoarjo dan MI International
Sabilillah Sampang? 3) Bagaimana monitoring dan evaluasi sumber daya
manusia dalam meningkatkan kualitas lembaga di Madrasah Ibtidaiyah
Muslimat Nahdlatul Ulama Pucang Sidoarjo dan MI International Sabilillah
Sampang? 4) Bagaimana tindaklanjut sumber daya manusia dalam
meningkatkan kualitas lembaga di Madrasah Ibtidaiyah Muslimat
Nahdlatul Ulama Pucang Sidoarjo dan MI International Sabilillah
Sampang?
Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif. Teknik
pengumpulan datanya adalah observasi partisipan, wawancara mendalam,
dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis
data situs individu dan analisis data lintas situs.
Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan sebagai berikut. 1)
perencanaan sumber daya manusia dalam meningkatkan kualitas lembaga
dilakukan dengan: analisis kebutuhan kepegawaian dilakukan oleh
pimpinan madrasah dengan menentukan terlebih dahulu pemetaan tentang
analisis jabatan atau pekerjaan yang kosong dan karyawan yang resign
dari madrasah serta persyaratan yang dibutuhkan oleh sekolah kemudian
dilaporankan ke yayasan untuk diadakan perekrutan bagi pegawai baru
diperlukannya penambahan tenaga pendidik sesuai dengan program;
rekrutmen dan seleksi tenaga pendidik sesuai dengan formasi kebutuhan madrasah dan mengedepankan kompetensi yang dimiliki oleh calon
peserta pendidik. Pembagian tugas kepada tenaga pendidik dan tenaga
kependidikan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki agar memperoleh
hasil yang maksimal dalam menjalankan tugasnya. Analisis jabatan
berdasarkan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan, madrasah
memberlakukan reward dan punishment berdasarkan kinerja yang dinilai
dalam sistem poin. Selain itu penilaian kinerja guru melalui Penilaian
kinerja guru (PKG) dan supervisi akademik yang dilakukan setiap semester
atau satu tahun dua kali. 2) Pelaksanaan sumber daya manusia dalam
meningkatkan kualitas lembagaْ dilakukan dengan: kinerja pendidik di
madrasah ini sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang
sudah ditetapkan madrasah, di antaranya pendidik membuat perangkat
pembelajaran di awal tahun pembelajaran dan di awal semester. Kinerja
tenaga kependidikan atau karyawan dilakukan pengembangan yang
diberikan oleh sekolah menghasilkan kecakapan kerja yang bagus bagi
karyawan. 3) Monitoring dan evaluasi sumber daya manusia dalam
meningkatkan kualitas lembaga dilakukan dengan: monitoring dilakukan
setiap saat oleh madrasah terhadap kinerja pendidik dan tenaga
kependidikan para staf diberikan kewenangan melakukan monitoring
terhadap kinerja tenaga pendidik dan kependidikan bila terdapat temuantemuan
masalah, kemudian dicarikan solusi yang tepat. Pelaksanaan
evaluasi mingguan, evaluasi bulanan dan evaluasi semesteran. 4) Tindak
lanjut sumber daya manusia dalam meningkatkan kualitas lembaga
dilakukan dengan: madrasah melakukan pengembangan dan pelatihan
secara kontinu untuk meng-update dan upgrade pengetahuan tenaga
pendidik. Pelatihan kelompok kerja guru (KKG) internal di madrasah dibagi
menjadi 2 model, yaitu; KKG guru kelas, dan KKG seluruh tenaga pendidik.
Madrasah mendukung tenaga pendidik dan kependidikan untuk studi lanjut
ke jenjang pendidikan berikutnya dengan memberikan stimulus dengan
model pinjaman lunak tanpa bunga bagi pendidik yang melanjutkan
kualifikasi akademik strata dua. Sedangkan tindak lanjut internal, bagi
pendidik yang sudah menguasai dan memahami materi workshop
berkewajiban mendiseminasikan pada teman sebaya, sehingga muncul
pembelajaran teman sebaya