Jurnal Analisa
Not a member yet
    165 research outputs found

    ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS MAHASISWA PADA MATA KULIAH TEORI BILANGAN

    Get PDF
    Kurangnya pemahaman mahasiswa terhadap konsep-konsep yang diberikan serta mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi apa yang diketahui dan apa yang akan dibuktikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemahaman matematis mahasiswa dalam matakuliah teori bilangan. Metodologi penelitian yang digunakan menggunakan menggunakan metode penelitian deduktif kualitatif. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 30 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian kemampuan pemahaman matematis dari dua indikotor penelitian yaitu kemampuan pemahaman konseptual dan kemampuan pemahaman fungsional, sebagian besar mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal pemahaman. Sebanyak 77% dari sampel penelitian belum paham cara menyelesaikan soal. Berdasarkan data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa mahasiswa belum dapat mengoptimalkan seluruh kemampuan terutama kemampuan pemahaman matematisnya dalam mengerjakan soal teori bilangan sehingga cenderung menyerah dalam mengerjakan soal ketika mengalami kesulitan.  Sebanyak 23% sampel sudah mengerti cara menyelesaikan namun masih beberapa yang kurang tepat dalam langkah penyelesaiannya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah lemahnya pemahaman dalam membedakan bilangan rasional dengan irasional beserta definisi dan sifat-sifatmya (materi prasyarat

    Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana aktivitas guru dan siswa, bagaimana kemampuan pemecahan masalah siswa, dan bagaimana sikap siswa kelas VIIA MTs Al-Mufassir dengan model pembelajaran kooperatif tipe Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) pada pembelajaran matematika pokok bahasan segi empat. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan langkah-langkah yang dilakukan berupa kegiatan siklus yaitu plan (perencanaan), act (tindakan), observe (pengamatan), dan reflect (refleksi). Sample dalam penelitian ini berjumlah 32 siswa yang memiliki kemampuan heterogen. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah instrument observasi untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa, instrumen skala sikap untuk mengetahui sikap siswa dan tes untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematika. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe CIRC sangat efektif untuk meningkatkan aspek kemampuan pemecahan masalah pada pokok bahasan segiempat. Disarankan dapat dimanfaatkan sebagai masukan atau bahan pertimbangan bagi guru khususnya pada mata pelajaran matematika bahwa pembelajaran kooperatif tipe CIRC perlu dikembangkan dan diterapkan karena pembelajaran tersebut dapat meningkatkan aspek kemampuan pemecahan masala

    Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Dalam Belajar Matematika Melalui Metode Demonstrasi Pada Materi Pokok Bangun Datar

    Get PDF
    Penelitian ini berawal dari studi pendahuluan penelitian di MI Naksabandiyah Bandung mengenai perlunya pembaharuan dalam model pembelajaran matematika di kelas, dan proses pembelajaran yang masih bersifat konvensional dengan berorientasi pada “teacher centerâ€, sehingga aktivitas siswa cenderung pasif. penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran atau informasi mengenai penerapan pembelajaran demonstrasi dalam upaya meningkatkan kemampuan pemecahan masalah  matematika siswa. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Melalui PTK diharapkan dapat menawarkan cara dan prosedur baru untuk memperbaiki dan meningkatkan profesionalisme guru dalam proses pembelajaran. Subjek penelitian adalah siswa siswi kelas VI MI Naksabandiyah Bandung sebanyak 15 siswa. Penelitian ini dibatasi pada materi pokok luas bangun datar dimana hasil penelitian ini hanya berlaku untuk kelas yang diteliti dan tidak dapat digeneralisasikan. Dengan penerapan pembelajaran demonstrasi ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah  matematika dan hasil belajar siswa

    Penerapan Pendekatan Pembelajaran Student Facilitator and Explaining dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran proses pembelajaran matematika siswa, menelaah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada tiap siklus, menelaah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah mengikuti seluruh siklus, menelaah sikap siswa kelas IX B SMP N 1 Cileunyi dalam kaitan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa terhadap penerapan pendekatan pembelajaran Student Facilitator and Explaining pada pokok bahasan kerucut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). penelitian tindakan kelas dilakukan melalui proses yang dinamis dan komplementari yang terdiri dari empat “momentum†esensial, yaitu: Penyusunan Rencana, Tindakan, Observasi dan Refleksi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 41 orang yang terdiri dari 19 orang laki-laki dan 22 orang perempuan. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini terdiri dari lembar observasi untuk mengamati aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung, tes untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematika, dan skala sikap untuk mengetahui sikap siswa. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran Student Fasilitator and Explaining efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematik siswa. Disarankan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu pertimbangan bagi guru bahwa pendekatan SFAE perlu dikembangkan karena dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah

    Karakteristik pencapaian kemampuan pembuktian dan kepercayaan diri mahasiswa melalui metode moore

    No full text
    Pembuktian dalam matematika adalah suatu aktivitas yang penting, tetapi aktivitas ini tergolong sulit bagi mahasiswa calon guru matematika. Masalah ini salah satunya dipengaruhi oleh kepercayaan-diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik pencapaian kemampuan pembuktian matematis dan kepercayaan-diri mahasiswa melalui metode Moore. Penelitian ini menggunakan metode campuran bertahap yaitu tahap kuantitatif dan tahap kualitatif. Pada tahap kuantitatif disimpulkan bahwa kemampuan pembuktian pada kelas yang menggunakan metode Moore lebih baik daripada kelas yang menggunakan model pembelajaran langsung. Metode Moore dapat mengungkap proses perkembangan capaian pembelajaran mahasiswa dalam pembuktian, sehingga dosen dapat memberikan umpan balik untuk mengembangkannya. Pada tahap kualitatif, dihasilkan karakteristik kemampuan pembuktian beberapa mahasiswa. Karakteristik ini ditinjau berdasarkan respon mahasiswa terhadap masalah pembuktian. Pada pembelajaran dengan metode Moore, mahasiswa tidak diperbolehkan membuka bahan ajar, sehingga dosen harus mengikuti alur berpikir mahasiswa dan mengarahkan proses berpikirnya. Sebagai implikasi, metode Moore baik digunakan dengan catatan mahasiswa harus belajar terlebih dahulu sebelum pembelajaran di kelas. Characteristics of achievement of proof ability and student confidence through the Moore methodProving in mathematics is an important activity, but this activity is classified as difficult for prospective mathematics teacher students. This problem is influenced by self-confidence.The purpose of this study was to analyze the characteristics of achievement of students\u27 mathematical proving ability and self-confidence through the Moore method.This study uses a phased mixed method, namely quantitative and qualitative stages. In the quantitative stage, it was concluded that the ability to prove the class using the Moore method is better than the class that uses the direct learning model. Moore\u27s method can reveal the process of developing student learning outcomes in proof, so that lecturers can provide feedback to develop it. In the qualitative stage, the characteristics of the ability of several students are produced. these characteristics are reviewed based on student responses to the problem of proof.In the Moore method of learning, students are not allowed to open teaching materials, so the lecturer must follow the flow of student thinking and direct the thinking process. As an implication, the Moore method is well used with the notes that students must study before learning in classÂ

    Pengembangan Modul Matematika Terintegrasi Nilai-Nilai Keislaman melalui Pendekatan Realistic Mathematics Education di Propinsi Riau

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul matematika yang terintegrasi nilai-nilai keislaman melalui pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) pada mata pelajaran matematika untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Munawwarah Pekanbaru dan MTs Negeri Danau Bingkuang Kampar. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE, yaitu: (A)nalysis, meliputi analisis kurikulum dan analisis kebutuhan; (D)esign, meliputi penyusunan Modul; (D)evelopment, dilakukan pengembangan Modul matematika terintegrasi nilai-nilai keislaman dengan RME; (I)mplementation, dilakukan untuk mendapatkan data praktikalitas; (E)valuation, dilakukan untuk menganalisis data berdasarkan tahap implementation. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner atau angket. Hasil perhitungan data hasil uji validitas oleh ahli teknologi pendidikan memperoleh Persentasi keidealan 85,19% dan oleh ahli materi pembelajaran memperoleh 86,42%, serta penilaian praktikalitas pada saat uji coba memperoleh 84,14%. Data tersebut menunjukkan bahwa modul matematika yang terintegrasi nilai-nilai keislaman melalui pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) yang dikembangkan layak dan praktis untuk digunakan oleh siswa

    Penerapan Pembelajaran Investigasi Kelompok terhadap Hasil Belajar Matematis Siswa Sekolah Menengah Pertama

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penerapan pembelajaran investigasi kelompok terhadap hasil belajar matematis siswa Sekolah Menengah Pertama. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang berdesain kelompok kontrol pretes-postes. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 40 Bandung, sedangkan yang dijadikan sampel adalah siswa kelas VIII yang dipilih secara acak berdasarkan kelas. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tipe uraian yang disusun berdasarkan indikator-indikator hasil belajar matematika. Statistik yang digunakan dalam manganalisis data hasil penelitian adalah statistik parametrik dengan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa hasil belajar matematis siswa yang memperoleh pembelajaran investigasi kelompok lebih baik daripada hasil belajar matematis siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional

    Pengembangan Modul Matematika Berbasis Matematika Realistik untuk Kelas VII SMP Semester I

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan suatu desain bahan ajar pembelajaran berbentuk modul yang efektif untuk memfasilitasi proses pembelajaran matematika peserta didik kelas VII SMP Semester I. Modul Matematika ini dibuat berdasarkan hasil analisis kebutuhan terhadap kompetensi matematika yang seharusnya dimiliki oleh peserta didik kelas VII SMP. Alat pengambilan data berupa angket pertanyaan untuk guru sekolah. Prosedur penelitian diadaptasi dari model pengembangan instruksional (MPI) M. Atwi Suparman yang terdiri dari beberapa langkah, yaitu: mengidentifikasi kebutuhan dan menulis tujuan instruksional, melakukan analisis intruksional, mengidentifikasi perilaku dan karakteristik awal peserta didik, menulis tujuan instruksional khusus,  menyusun alat penilaian hasil belajar, menyusun strategi instruksional, mengembangkan bahan instruksional, melaksanakan evaluasi formatif. Temuan penelitian yaitu dihasilkan suatu bahan ajar berbentuk modul yang sesuai dengan tujuan pembelajaran matematika peserta didik kelas VII SMP pada semester

    Peningkatan kemampuan komunikasi matematis dan self regulated learning siswa melalui model problem based learning (pbl)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis yang diajarkan dengan model PBL dan yang diajarkan dengan pendekatan scientific; menyelidiki keterkaitan antara self regulated learning dan kemampuan komunikasi matematis siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII yang ada di SMP Negeri 205 Jakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel yang digunakan sebanyak 36 siswa dari kelas eksperimen dan 36 siswa dari kelas kontrol. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis antara siswa yang diajarkan dengan model PBL dan siswa yang diajarkan dengan pendekatan scientific; terdapat keterkaitan (hubungan) antara self regulated learning dan kemampuan komunikasi matematis siswa.Improvement of mathematical communication skills and self-regulated learning through problem based learning (PBL) modelsThe purpose of this research to investigate differences of the increasing mathematics communication ability which used to problem based learning model, investigate correlation between self-regulated learning and mathematics communication ability. Method of this research used to quasi experiment with pretest-posttest control group design. The population of this study is 7th grader students of 205 Junior High School in Jakarta, then This research used 36 students from control class and 36 students from experiment class. The determination of sample used cluster random sampling. The result of this research are, there is a difference improvement of students mathematics communication ability which thought used to PBL models and scientific, there is correlation between students self-regulated learning and mathematics communication ability.Â

    Implementasi Metode Penemuan Terbimbing (Discovery Learning) dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengadakan pembaharuan dalam model pembelajaran matematika sebagai respon terhadap rendahnya kemampuan pemahaman matematika siswa kelas IV MI Cicarulang Tasikmalaya yang ditunjukkan dari rata-rata nilai sumatif siswa pada mata pelajaran matematika yaitu 4,43. Juga terhadap proses pembelajaran yang masih menggunakan pembelajaran biasa sehingga aktivitas siswa cenderung pasif. Melihat kenyataan di atas, maka peneliti mencoba menerapkan model pembelajaran penemuan terbimbing dengan harapan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa, dan meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola kegiatan belajar mengajar sehingga tercipta  lingkungan belajar yang kondusif.  Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK)  ) terhadap siswa kelas IV MI Cicarulang Tasikmalaya  sebanyak 20 siswa. dengan langkah-langkah yang dilakukan berupa kegiatan siklus yaitu plan (perencanaan), act (tindakan), observe (pengamatan), dan reflect(refleksi). Adapun Instrumen yang digunakan adalah  pre tes, tes formatif, post test, dan lembar observasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara klasikal pembelajaran dengan menggunakan metode penemuan terbimbing telah memenuhi kriteria belajar tuntas

    147

    full texts

    165

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Analisa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇