Jurnal Analisa
Not a member yet
    165 research outputs found

    Analisis Kemampuan Literasi Numerasi Matematis ditinjau dari Self Confidence

    No full text
    This study aims to describe and analyze students\u27 mathematical literacy skills in terms of self-confidence in the material of arithmetic sequences and series. This research was conducted at SMAN 4 Jambi City, class Phase E1, academic year 2024/2025. This type of research is qualitative research. The subjects of this study were 6 people consisting of 2 students with each category, namely high, medium, and low. The instruments in this study were in the form of a self-confidence questionnaire, a numeracy literacy ability test sheet and an interview guideline sheet. Based on the results of the questionnaire and test questions on mathematical numeracy literacy skills in terms of self-confidence in the material of arithmetic sequences and series. This study shows that students with a high level of self-confidence have good mathematical numeracy literacy skills by meeting all indicators. While students with a moderate level of self-confidence have fairly good mathematical numeracy literacy skills. The first moderate self-confidence student was able to meet two indicators of mathematical numeracy literacy skills while the second moderate self-confidence student only met one indicator of mathematical numeracy literacy skills. Then, low self-confidence students are less able to fulfill mathematical numeracy literacy skills. The first low self-confidence student only fulfills two indicators of mathematical numeracy literacy skills. The second low self-confidence student only fulfills one indicator of mathematical numeracy literacy skills.Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis kemampuan literasi matematis siswa ditinjau self confidence pada materi barisan dan deret aritmatika. Penelitian ini dilakukan di SMAN 4 Kota Jambi kelas Fase E1 tahun ajaran 2024/2025. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 6 orang yang terdiri dari 2 siswa dengan masing – masing kategori yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen pada penelitian ini berupa angket self confidence, lembar tes kemampuan literasi numerasi dan lembar pedoman wawancara. Berdasarkan hasil angket dan tes soal kemampuan literasi numerasi matematis ditinjau dari self confidence pada materi barisan dan deret aritmatika. Penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dengan tingkat self confidence tinggi mempunyai kemampuan literasi numerasi matematis yang baik dengan memenuhi semua indikator. Sedangkan siswa dengan tingkat self confidence sedang mempunyai kemampuan literasi numerasi matematis yang cukup baik. Siswa self confidence sedang pertama mampu memenuhi dua indikator kemampuan literasi numerasi matematis sedangkan siswa self confidence sedang kedua hanya memenuhi satu indikator kemampuan literasi numerasi matematis. Kemudian Siswa self confidence rendah kurang mampu memenuhi kemampuan literasi numerasi matematis. Siswa self confidence rendah pertama hanya memenuhi dua indikator kemampuan literasi numerasi matematis. Siswa self confidence rendah kedua hanya memenuhi satu indikator kemampuan literasi numerasi matematis

    Efektivitas Penggunaan Media dan Model Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis

    Full text link
    Penelitian ini didasarkan pada kemampuan komunikasi matematika yang belum mencapai indikator kemampuan minimal. Sehingga siswa belum bisa mengaplikasi kemampuan matematis yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi media dan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa dari beberapa hasil penelitian yang relevan, sehingga penelitian ini dapat memberikan berbagai alternatif media dan model pembelajaran yang bisa dimanfaatkan oleh guru dalam pembelajaran matematika di ruang kelas. Peneliti menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), dengan mengumpulkan 28 artikel yang relevan terkait dengan media dan model pembelajaran. Peneliti menyajikan hasil penelitian menjadi dua tabel yang berisi tentang media dan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis. Berdasarkan hasil studi literatur dari penelitian yang relevan, dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa alternatif media dan model pembelajaran yang bisa dimanfaatkan oleh guru matematika untuk meningkatkan kemampuan matematis siswa

    Analisis Kemampuan Penalaran Matematis dan Self-Regulated Lerning Siswa Pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kemampuan penalaran matematis dan self regulated learning siswa melalui materi Persamaan Linear Satu Variabel. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas tujuh di salah satu SMP di Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki kemampuan penalaran matematis yang baik pada indikator yang mengukur dugaan, pembuktian kebenaran solusi, dan penarikan kesimpulan. Namun, terdapat kelemahan pada indikator yang mengukur konsep matematika dan menunjukkan pola dari fenomena matematika. Selain itu, self regulated learning siswa menunjukkan hasil yang sangat baik, terutama dalam hal tujuan pembelajaran, mekanisme proses pembelajaran, dan motivasi intrinsik, meskipun masih terdapat beberapa kesulitan dalam menentukan tujuan pembelajaran dan mencari sumber belajar yang relevan. Berdasarkan hasil ini, dibutuhkan metode pengajaran yang inovatif untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis dan self regulated learning siswa agar mereka dapat belajar lebih independen dan efektif

    Pengembangan E-modul Berbasis Problem Based Learning Berbantuan Augmented Reality Pada Materi Teorema Pyhtagoras

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa e-modul berbasis problem based learning berbantuan augmented reality pada materi teorema pyhtagoras. Jenis penelitian ini merupakan penelitian penggembangan dengan menggunakan prosedur model tessmer. Penggunaan angket validitas, praktikalitas dan efektifitas sebagai sumber data dalam penelitian ini. penelitian ini melibatkan 34 siswa kelas VIII C di SMP Negeri 22 Kota Jambi. Penggunaan e-modul dalam pembelajaran dinyatakan berkategori sangat valid berdasarkan hasil penilaian tim ahli materi dan desain dengan perolehan persentase (89,18%, dan 89%), sedangkan e-modul dinyatakan berkategori sangat praktis oleh guru dan siswa dengan perolehan persentase (96,25% dan %), sedangkan e-modul dinyatakan sangat efektif dengan memperolehan persentase (88,31%). Dengan e-modul dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran. Diharapkan dengan adanya penelitian menjadi rekomendasi untuk peneliti selanjutnya untuk mengembangkan e-modul lebih kreatif dan inovatif yang dapat meningkatkan hasil belajar metematikan dengan menerapkan model, metode dan strategi pembelajaran yang lebih baik

    Model Pembelajaran RICOSRE untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis

    Full text link
    Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kompetensi esensial yang menjadi perhatian pada tingkat internasional maupun nasional. Namun, temuan di lapangan mengindikasikan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah yang memerlukan penalaran tingkat tinggi, analisis, dan pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui penerapan model Reading, Identifying, Constructing, Solving, Reviewing, and Extending (RICOSRE) dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan desain Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas VIII di salah satu SMP di Kabupaten Bandung, yaitu kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran RICOSRE dan kelas kontrol yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui pretest –posttest menggunakan tes uraian kemampuan pemecahan masalah matematis serta angket respons siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis pada kelas eksperimen berada pada kategori sedang, sedangkan kelas kontrol berada pada kategori rendah. Uji statistik mengungkapkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelas, sehingga model RICOSRE lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif pada tingkat SMP

    Penerapan Model Pembelajaran PBL dengan Media Manipulatif untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Denpasar

    No full text
    Rendahnya keterlibatan dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi trigonometri, menjadi perhatian utama dalam proses pembelajaran di SMK. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa Kelas X DKV 2 SMK Negeri 1 Denpasar melalui penerapan model Problem-Based Learning (PBL) yang didukung oleh media manipulatif TrigoWheel. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan belajar dari 63,33% pada pra-siklus menjadi 83% pada Siklus I dan meningkat lagi menjadi 93% pada Siklus II. Selain itu, rata-rata nilai siswa juga meningkat dari 77,67 pada pra-siklus menjadi 87,00 pada Siklus I, dan menjadi 93,23 pada Siklus II. Dengan demikian, penggunaan model pembelajaran PBL yang didukung media manipulatif TrigoWheel terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswaPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas X DKV 2 SMK Negeri 1 Denpasar melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media manipulatif TrigoWheel. Penelitian ini dilakukan karena rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran serta hasil belajar matematika yang belum mencapai ketuntasan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, terjadi peningkatan ketuntasan belajar dari 63,33% pada pra-siklus menjadi 83% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 93% pada siklus II. Selain itu rata-rata nilai siswa juga meningkat dari 77,67 pada pra-siklus menjadi 87,00 pada siklus I, dan 93,23 pada siklus II. Dengan demikian, penggunaan model pembelajaran PBL yang didukung oleh media manipulatif TrigoWheel terbukti mampu meningkatkan hasil belajar matematika siswa

    Kesadaran dan Keyakinan diri dalam Belajar Matematika

    No full text
    Pandangan sesorang terhadap matematika memerankan peran penting tentang kebermaknaan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Matematika berguna manakala dipahami dan dipelajari secara utuh, namun bisa dipandang matematika tidak berguna, manakala matematika sebatas hapalan rumus yang sulit dimengerti. Pandangan tentang kesadaran matematik disajikan dalm Critical Mathematics Consciousness sebagai kerangka pendidikan yang sangat terkait dengan isu-isu sosial dan dinamika kekuasaan. Metode penelitian ini merupakan metode penelitian library research mengkaji dari berbagai sumber buku, artikel jurnal dan website. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran akan peran matematika harus dikenalkan dan dibangun oleh siswa atau mahasiswa karena akan membekali diri tentang peran sosial matematika untuk memecahkan masalah baik untuk dirinya sendiri atau untuk orang lain. Keyakinan diri siswa dapat mengurangi kecemasan, dan meningkatkan motivasi serta keterlibatan dalam belajar. Untuk itu, penting bagi pendidik untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan kesadaran dan keyakinan diri siswa dalam belajar matematika.Pandangan sesorang terhadap matematika memerankan peran penting tentang kebermaknaan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Matematika berguna manakala dipahami dan dipelajari secara utuh, namun bisa dipandang matematika tidak berguna, manakala matematika sebatas hapalan rumus yang sulit dimengerti. Pandangan tentang kesadaran matematik disajikan dalm Critical Mathematics Consciousness sebagai kerangka pendidikan yang sangat terkait dengan isu-isu sosial dan dinamika kekuasaan. Metode penelitian ini merupakan metode penelitian library research mengkaji dari berbagai sumber buku, artikel jurnal dan website. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran akan peran matematika harus dikenalkan dan dibangun oleh siswa atau mahasiswa karena akan membekali diri tentang peran sosial matematika untuk memecahkan masalah baik untuk dirinya sendiri atau untuk orang lain. Keyakinan diri siswa dapat mengurangi kecemasan, dan meningkatkan motivasi serta keterlibatan dalam belajar. Untuk itu, penting bagi pendidik untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan kesadaran dan keyakinan diri siswa dalam belajar matematik

    Penerapan Model Pembelajaran Reflektif Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis dan Self Concept Siswa

    No full text
    Kemampuan komunikasi matematis dan konsep diri merupakan aspek penting dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini adalah penelitian kuasi-eksperimen tentang penerapan model pembelajaran reflektif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis dan self-concept siswa yang melibatkan siswa Kelas XI SMA negeri di Kota Bandung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi siswa yang memperoleh model pembelajaran konvensional dan reflektif, membandingkan peningkatan antar kedua model, dan mengetahui self-concept siswa setelah memperoleh model pembelajaran reflektif. Instrumen yang digunakan berupa test dan non test. Hasil temuan menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran reflektif berkategori tinggi, sedangkan siswa yang memperoleh model pembelajaran konvensional berkategori sedang, peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran reflektif lebih baik dari siswa yang memperoleh model pembelajaran konvensional, dan kemampuan self-concept siswa setelah memperoleh model pembelajaran reflektif dikategorikan kuat dilihat dari analisis data angket self-concept siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran reflektif efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematis dan self-concept siswa, serta dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran matematika.Kemampuan komunikasi matematis dan konsep diri sangat penting dalam matematika. Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen tentang menerapkan model pembelajaran reflektif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis dan self concept siswa yang melibatkan siswa kelas XI SMA di Kota Bandung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi siswa yang memperoleh model pembelajaran konvensional dan reflektif, membandingkan peningkatan yang lebih baik, dan mengetahui self concept siswa setelah memperoleh model pembelajaran reflektif. Instrumen yang digunakan berupa test dan non test. Hasil temuan: Peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran reflektif berkategori tinggi, sedangkan siswa yang memperoleh model pembelajaran konvensional berkategori sedang, peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran reflektif lebih baik dari siswa yang memperoleh model pembelajaran konvensional, dan kemampuan self concept siswa setelah memperoleh model pembelajaran reflektif dikategorikan kuat dilihat dari analisis data angket self concept siswa. Harapan dari penelitian ini untuk menjadi salah satu rujukan model pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika

    Sarang Lebah Sebagai Simbol Kesempurnaan Geometri Dalam Alquran

    No full text
    Hubungan antara sains dan agama telah menjadi fokus penelitian, dengan Al-Qur\u27an sebagai sumber inspirasi yang mengungkap keteraturan alam melalui konsep geometri. Salah satu fenomena alam yang menarik perhatian adalah struktur sarang lebah, yang dikenal sebagai bentuk geometris heksagonal paling efisien di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sarang lebah sebagai simbol kesempurnaan geometri dalam Al-Qur\u27an. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini mengeksplorasi aspek ilmiah, filosofis, dan teologis dari fenomena tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarang lebah tidak hanya mencerminkan efisiensi ruang dan bahan tetapi juga mengandung pesan spiritual tentang keteraturan dan kebesaran Tuhan. Implikasi penelitian ini adalah memperkuat integrasi antara sains dan agama serta memberikan wawasan baru tentang bagaimana fenomena alam dapat memperdalam pemahaman manusia terhadap hubungan ilmu pengetahuan dengan spiritualitas.Hubungan antara sains dan agama telah menjadi fokus penelitian, dengan Al-Qur\u27an sebagai sumber inspirasi yang mengungkap keteraturan alam melalui konsep geometri. Salah satu fenomena alam yang menarik perhatian adalah struktur sarang lebah, yang dikenal sebagai bentuk geometris heksagonal paling efisien di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sarang lebah sebagai simbol kesempurnaan geometri dalam Al-Qur\u27an. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini mengeksplorasi aspek ilmiah, filosofis, dan teologis dari fenomena tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarang lebah tidak hanya mencerminkan efisiensi ruang dan bahan tetapi juga mengandung pesan spiritual tentang keteraturan dan kebesaran Tuhan. Implikasi penelitian ini adalah memperkuat integrasi antara sains dan agama serta memberikan wawasan baru tentang bagaimana fenomena alam dapat memperdalam pemahaman manusia terhadap hubungan ilmu pengetahuan dengan spiritualitas

    Developing Interactive Media Based on Problem-Based Learning to Improve Students\u27 Mathematical Understanding

    Full text link
    This study aims to develop interactive learning media based on Problem Based Learning to improve students\u27 mathematical understanding. The type of research used is Research and Development (R&D) with the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The results of the study indicate that the development of interactive media based on problem based learning to improve students\u27 mathematical understanding is stated as 1) Valid, with an average score of 92.7% (81%≤x≤100%) included in the very valid category, 2) Practical, based on the teacher response questionnaire given to two teachers, an assessment of 98% (81%≤x≤100%) is classified as very practical, and based on the student response questionnaire, an assessment of 87.21% is classified as very practical. 3) Effective, this is reviewed based on classical learning completion of 88.2% (≤85% of students obtained a score of ≥76) included in the effective category, the achievement of mathematical understanding indicators is reviewed from the increase from pretest to posttest in each indicator of mathematical understanding used

    147

    full texts

    165

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Analisa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇