Jurnal Manajemen dan Kearifan Lokal Indonesia
Not a member yet
77 research outputs found
Sort by
Pembelajaran Multikultur Melalui Edutainment di Galeri Indonesia Kaya
Today, the multicultural education in traditional games can be packed together with information and communication technology. This can lead to greater curiosity from the younger generation to learn multiculturalism in Indonesia by using gadgets that educating also entertaining. The location of the research was conducted at Galeri Indonesia Kaya (GIK) located at Grand Indonesia Mall, Central Jakarta. The aims of this research are (1) exploring multicultural learning through edutainment in GIK and (2) explaining the multicultural communication perspective shown in GIK. This study uses a qualitative descriptive approach. Data collection techniques use the interview data and some literature review. The results of the study are as follows (1) GIK visitors are very impressed with the presentation of cultural information and experienced different ambience of multicultural learning because studying Indonesian culture now is no longer monotonous but very easy and fun. This is because delivering Indonesian cultural knowledge in GIK use many interactive applications that support multicultural learning through edutainment; and (2) GIK presents several perspectives of multiculturalism communication, ie (a) inclusive/the value of openness; (b) the value of prioritizing the dialogue actively; (c) the value of humanity; (d) the value of fairness; (e) the value of equality and fraternal brotherhood; and (f) the value of loving the homelan
Pengaruh Mediasi Sikap Generasi Y Terhadap Niat Beli Rumah Ramah Lingkungan
Konsumen merupakan elemen fundamental yang menunjang pertumbuhan pasar rumah ramah lingkungan. Pembeli rumah golongan generasi Y memiliki faktor internal dan eksternal sebagai dasar dalam memutuskan untuk membeli rumah ramah lingkungan. Temuan empiris dari penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pengetahuan lingkungan dan sikap mempengaruhi niat perilaku konsumen dalam melakukan pembelian produk ramah lingkungan. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pengetahuan lingkungan generasi Y mempengaruhi niat pembelian mereka yang dimediasi dengan sikap terhadap rumah ramah lingkungan. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain survei dengan menyebarkan kuesioner, responden untuk penelitian ini adalah 200 calon pembeli rumah generasi Y yang berdomisil di Surabaya dan Jakarta. Studi ini menemukan bahwa pengetahuan lingkungan secara positif mempengaruhi niat beli rumah ramah lingkungan serta sikap terhadap rumah tersebut. Selanjutnya, hasil analisa menunjukkan bahwa sikap merupakan faktor mediasi parsial pengetahuan lingkungan. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa sikap terhadap rumah ramah lingkungan sedikit mempengaruhi hubungan antara pengetahuan lingkungan dan niat membeli rumah ramah lingkungan
Pengaruh Discount Price, In-Store Display dan Sales People Terhadap Pembelian Impulsif dengan Impulse Buying Tendency Sebagai Variabel Moderasi
Studi ini bertujuan menguji pengaruh impulse buying tendency dalam memoderasi hubungan antara discount price,in-store display dan sales people pada pembelian impulsif. Secara khusus, studi ini menguji apakah discount price, in-store display, sales people dan impulse buying tendency merupakan variable yang penting dalam membentuk pembelian impulsif. Data diperoleh melalui survei dengan melakukan penyebaran kuesioner kepada responden. Sampel terdiri atas 110 konsumen MDS di Hartono Lifestyle Mall yang melakukan pembelian impulsif. PLS digunakan untuk menjelaskan hubungan antara variabel yang dihipotesiskan. Hasil menunjukkan bahwa discount price berpengaruh signifikan pada pembelian impulsif, in-store display berpengaruh signifikan pada pembelian impulsif, sales people berpengaruh signifikan pada pembelian impulsif, impulse buying tendency memperkuat hubungan antara discount price, in-store display dan sales people pada pembelian impulsif. Dalam studi ini, keterbatasan dan implikasi penelitian juga didiskusikan untuk memberikan wawasan aspek teoritis, praktis, dan penelitian lanjutan
Motivasi Kehadiran Pendukung Wanita di Stadion Sepakbola Indonesia
Fanatisme supporter sepakbola dapat ditunjukkan dengan cara yang beragam, Seperti menggunakan atribut-atribut yang menunjukkan identitas tim. Bentuk lain dari kecintaan para suporter adalah didirikannya suatu fans club yang terdiri dari para pendukung tim tersebut. Penelitian ini ingin mengamati bentuk perilaku para wanita yang mendukung klub sepakbola di Indonesia menunjukkan fanatisme mereka pada klub sepakbola yang mereka dukung. Selain itu akan digali informasi lebih dalam lagi mengenai motivasi yang mendorong mereka untuk menunjukkan perilaku fanatisnya dalam mendukung sebuah klub Sepakbola. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif, yang dilakukan karena studi ini harus melalui pengamatan pada suporter klub sepak bola berjenis kelamin wanita. Alasan seorang wanita mendukung klub sepak bola terbentuk oleh adanya dorongan motif afiliasi, faktor sosial budaya dan ikatan emosional
Merchandise Image Sebagai Mediasi Pengaruh Perceived Quality Terhadap Store Loyalty
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perceived quality berpengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap store Loyalty, Merchandise image sebagai mediasinya. Obyek penelitian ini yaitu pelanggan toko perak. Populasi adalah seluruh pelanggan toko perak. Sampel adalah pelanggan pada lima toko perak, setidaknya pada satu toko perak. Teknik penarikan sampel mengunakan convinience sampling dengan ukuran sampel 100 responden, sedangkan unit sampel, unit analisis dan responden adalah pelanggan lima toko perak. Alat analisis data menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian ini menunjukkan perceived quality berpengaruh langsung terhadap store Loyalty dan Merchandise image tidak sebagai mediasi perceived quality pelanggan perak terhadap store Loyalty. Penelitian ini memberikan kontribusi: bagi teoretis pengembangan model perilaku konsumen dalam manajemen toko khusus, bagi pelaku bisnis menyusun strategi bisnis, pemerintah meningkatkan pendapatan pedesaan, tridarma perguruan tinggi melakukan penelitian dan membuat program pelatihan untuk perajin perak. Kebaruan Penelitian ini menjelaskan Merhandise image tidak dapat menjadi soluasi diantara pengaruh perceived quality terhadap Store loyalty
Meningkatkan Intention to Revisit Melalui Keunikan Jasa Pariwisata & Destination Image
Obyek wisata memiliki peranan penting yaitu sebagai magnet wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung. Big event tahunan Jember yang lebih dikenal dengan sebutan Jember Fashion Carnaval (JFC) selain berkontribusi sebagai magnet wisatawan domestik dan mancanegara juga memiliki peranan penting tidak hanya dalam regenerasi bisnis kota, tetapi juga secara signifikan berkontribusi terhadap image Kabupaten Jember sebagai salah satu kota tujuan wisata. Tujuan dari penelitian ini, untuk: (1) Mengetahui pengaruh keunikan jasa wisata terhadap destination image; (2) Mengetahui pengaruh destination image terhadap niat berkunjung kembali; dan (3) Mengetahui pengaruh keunikan jasa pariwisata terhadap niat berkunjung kembali.Sampel dalam penelitian ini, adalah seluruh wisatawan domestik maupun mancanegara dan telah menjadi pengunjung big event JFC (Jember Fashion carnival) di Kabupaten Jember minimal 2 kali dan telah berusia kurang lebih 18 tahun ke atas. Penelitian ini menggunakan analisis jalur (path analysis) untuk menjelaskan pengaruh dan hubungan antar variabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) keunikan jasa wisata berpengaruh signifikan terhadap Destination image, (2) destination image berpengaruh signifikan terhadap Intention to revisit, dan (3) keunikan jasa pariwisata berpengaruh signifikan terhadap Intention to revisit
Rancangan Model Pengembangan Kewirausahaan pada Mahasiswa Ditinjau dari Persepsi, Minat dan Kompetensi Kewirausahaan
Pengelolaan sumber daya alam belum maksimal, ketersediaan lapangan pekerjaan juga belum bisa menampung angkatan kerja yang ada. Yang lebih memprihatinkan lagi adalah sedikitnya jumlah wirausahawan, padahal untuk menjadi sebuah bangsa maju dan mandiri suatu negara harus mempunyai sedikitnya 2% wirausahawan dari jumlah penduduk. Indonesia sampai saat ini hanya memiliki 0,18% wirausaha, artinya masih sangat sedikit masyarakat Indonesia yang memiliki mental kreatif, inovatif dan tidak mengandalkan hidupnya dengan mencari pekerjaan. Perlu dibangun masyarakat yang memiliki mental pencipta lapangan pekerjaan, salah satunya bisa didorong dengan mengembangkan program pendidikan entrepreneurship (kewirausahaan) yang dimulai pada usia dini.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari model pengembangan kewirausahaan pada mahasiswa yang didasarkan pada 1) persepsi mahasiswa terhadap kewirausahaan, 2) minat mahasiswa terhadap kewirausahaan, 3) kompetensi yang dibutuhkan mahasiswa dalam hal kewirausahaan. Mengambil lokasi penelitian di Malang, dengan informan dari tiga perguruan tinggi besar yang ada, diharapkan bisa mewakili karakter mahasiswa pada umumnya. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menghasilkan model-model pengembangan kewirausahaan pada mahasiswa yang didasarkan pada persepsi, minat dan kompetensi yang dimiliki saat ini