Jurnal Kajian Seni
Not a member yet
    160 research outputs found

    Rumangsamu Penak: Analisis Wacana Politik Hidup Harian Buruh Migran Indonesia dalam Lagu Dangdut Koplo

    Get PDF
    Musik dangdut begitu lekat dengan tema persoalan hidup harian. Dalam perkembangannya muncul irama musik baru yang disebut dangdut koplo. Meskipun irama dalam musik dangdut terus berkembang karakternya yang ramah terhadap persoalan hidup harian tetap dipertahankan. Salah satu contoh menarik adalah lagu ‘Rumangsamu Penak’. Lagu tersebut lahir dari ujaran-ujaran dan curahan hati seorang buruh migran. Ujaran tersebut lahir dari polemik antara buruh migran (perempuan) dengan kaum lelaki di kampung halaman, serta dengan kelompok buruh migran yang lain. Dengan menggunakan analisis wacana Michel Foucault, penulis mencoba mencatat bagaimana praktik diskursif yang berlangsung dalam lagu tersebut. Bagaimana relasi kuasa bekerja di dalamnya, yang secara spesifik berkaitan dengan persoalan buruh migran Indonesia. Serta bagaimana mereka dipandang dan diposisikan oleh negara dan oleh masyarakat

    Transformasi Kuttau Lampung dari Beladiri menjadi Seni Pertunjukan Tari Pedang

    Get PDF
    Transformation of kuttau Lampung from martial art become Tari Pedang performance research, has been done at Sukadana Village in East Lampung Regency. To examine both kuttau and Tari Pedang in the forms of martial art and performance contexts. The objective of this reaserch is to show the transformation form and martial art value of kuttau become Tari Pedang performance. Otherwise to show the transformation agent factor that happened in kuttau. The research of art examine, has been done byparticipant observation, supported by some theory. The approach used in this research is performance studies. To analysis the form of kuttau in martial art context are used the text theory that is discuss as text and context. Continued by analysis of transformation form used adaptation and appropriation theory, that is also discuss as text and context. In general, the result of this research are both kuttau and Tari Pedang in the forms ofmartial art and performance contexts.the basic element that distinguish between kuttau and Tari Pedang are the change of martial art aesthetic become performance aesthetic. Otherwise Tari Pedang is representation of kuttau in theatrical mimicry form, even the movements, costums, and other elements are adaptation, but only imitation without scenario. Tari Pedang is the result of appropriation process, although the text of Tari Pedang was adaptation from kuttau. But, the context of Tari Pedang is very different from the origin, so we can assume that the result of appropriation process are new product that following the society supporter pretentions

    Rasionalitas Ketubuhan Tunanetra dalam Menciptakan Estetika Rumah Tinggalnya

    Get PDF
    AbstrakTulisan ini merupakan studi untuk menyelidiki bagaimana diri tunanetra memahami sekaligus memaknai estetika rumah tinggalnya. Kondisi keterbatasan indra tidak membuat mereka lemah, tetapi justru menjadi kelebihan dalam diri mereka yang sangat berguna dalam menjalani aktivitas di dalam rumah. Melalui ‘dialog’ antara tubuh, indera dan ruang, mereka mampu menciptakan ‘rasa merumah’ sebagai bagian dari proses menciptakan estetika ruang yang mereka huni. Melalui pengalaman subtil masing-masing diri tunanetra berdasarkan cara mereka ‘meng-ada’ dalam dunia kehidupan (Lebenswelt), dapat memperoleh pencapaian pemaknaan estetika rumah tinggalnya. Semua setting elemen diolah dengan sensibilitas terhadap detail penataan ruang dan furnitur (skala, bentuk/jenis/sifat material, jarak peletakan) sehingga turut menciptakan keteraturan (order) yang akan memudahkan mereka bermanuver di dalam rumah. Dengan demikian pembentukan keteraturan (order) menjadi bagian dari proses pencapaian estetika itu sendiri

    Hantu Topeng Kelono, Hantu Burung Kasuari, dan Hantu Ngung Ngung Ngung Cakcakcak: Tiga Hantu Tari yang Bergentayangan dalam Sejarah Kebudayaan Nasional

    No full text
    Tulisan ini membahas tiga hantu tari dalam sejarah kebudayaan nasional Indonesia. Mereka adalah hantu Topeng Kelono dari dramatari Kelono karya (1916) Raden Mas Jodjana (1893-1972), hantu Burung Kasuari dari Tari Merak (1964) gubahan Irawati Durban Ardjo (1943 - ) dan hantu ngung ngung ngung cakcakcak dari koreografi Cak Tarian Rina (1972) karya Sardono Waluyo Kusumo (1945 - ). Tiga tari ini dibaca sebagai hantu-hantu yang bergentayangan karena karakternya yang hibdrid dianggap menganggu keutuhan wacana identitas nasional. Dengan melacak jejak hantu-hantu tari ini, akan disinggung relasi antara tradisi dan modernitas dalam kaitannya dengan struktur produksi pengetahuan estetik yang diciptakan oleh jalinan wacana orientalisme, wacana identitas nasional Negara pascakolonial dan wacana ideologi pembangunan. 

    Transformasi Bentuk-Representasi dan Performativitas Gender dalam Seni Tradisi Topeng Ireng

    Get PDF
    Transformation of Topeng Ireng Traditional Arts into Topeng Ireng Gugur Gunung of Duta Seni Pelajar Boyolali in this paper was discourse through some theory perspective developed by Maruška Svašek, Judith Butler, and some related writers. Transformation is characterized by changes in objects that transit within the location or the new owner, that is the material or forms of traditional art patterns of Topeng Ireng that transit as the initial idea of the creator. The object changed because in the process has been adapted to the concept of Gugur Gunung, which then processed, combined, developed, transformed into new works of art. Transformation is also marked by transitions related to the shifting meaning, value, and benefi ts of the object. The changes show a transition in several aspects, including content represented through art forms and performativity of gender

    Kondisi Kritis Keaslian Laras Slendro Banyumas

    Get PDF
    Slendro is one kind of tuning music system exists in Banyumas. The characteristic of Slendro Banyumas is different from the existed Slendro in Surakarta, to Banyuwangi Slendro, Sundanese Salendro, ect. Slendro’s character is able to be detected from the interval pattern between of its tones. This is appropriate to the theoretical concept about laras that explain “one of the musical atmosphere defi ned by the tuning system which focuses on the jangkah pattern (interval) for its tones in one cycle”. This article aims toshow about the condition of Slendro Banyumas, nowadays, it is experiencing a shift due to the infl uence of the other tones. Slendro Banyumas threaten its authenticity

    Komunikasi Visual Gambar Ilustrasi Tradisi pada Naskah Tua Jawa Masa Kolonialisme

    Get PDF
    Tulisan ini merupakan hasil penelitian mengenai Gambar Ilustrasi pada Naskah Tua Jawa khususnya data data gambar yang berhasil didokumentasi dari Naskah Tua Jawa  masa Kolonialisme di Indonesia.  Sebagian Naskah Tua Jawa yang memuat gambar ilustrasi banyak dibuat pada periode tahun 1800-1920. Sejumlah naskah tersebut memiliki beragam wujud visual serta karakteristik lokal seni rupa masyarakat Jawa.  Keunikan terlihat dalam penggayaan, cara menggambar, tema, serta  obyek visual. Konsep Visual gambar Ilustrasi pada naskah tua Jawa tersebut adalah salah satu cara mengkomunikasikan kerangka berfikir dan  refleksi kehidupan masyarakat Jawa dimasanya.   Dari hasil penelitian dan analisis pada sejumlah Gambar Ilustrasi dalam naskah tua Jawa periode 1800-1920 yang dipilih sebagai sampel analisi memperlihatkan adanya benang merah kesinambungan baik dari konsep estetik maupun cara komunikasi visual melalui pembacaan bahasa rupa dan kajian sosio-budaya Jawa. Meskipun terjadi  perubahan dan pengembangan, hal tersebut menunjukkan bahwa terjadi dinamisasi hasil interaksi budaya lokal dengan berbagai budaya luar sejak masa Hindu hingga masa Kolonial Eropa.  Dari semua karakteristik yang menjadi benang merah penghubung adalah cara komunikasi visual yang bersifat naratif denotatif dan  konsep penyederhanaan bentuk dwimatra melalui pengembangan gaya  stilasi wayang. Tradisi menggambar ilustrasi pada naskah tua masyarakat Jawa merupakan cara mengkomunikasikan pikiran dan pesan pesan sosial yang dibuat secara turun temurun menjadi warisan cara komunikasi bagi masyarakat Jawa yang masih memahaminya. Disayangkan modernisasi menyebabkan keberadaan naskah-naskah Jawa yang berharga ini belum banyak dipahami oleh generasi sekarang.

    Rencana dan Target Birama sebagai Pemicu Optimalisasi Capaian Praktik Individual Vokal Klasik di Jurusan Musik, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

    Get PDF
    The effective efforts on higher education of arts including many improvement aspects such as cognitive and skill. The Western vocal study on Music Department, Performance Art Faculty of ISI Yogyakarta has several challenges such as limited duration of study, the complexity of historical background of the repertoar and the needs to study at leastfour different songs from foreign languages. The way to manage the sensation of the unseen vocal cord combined with the needs of the student to make adaptations to the higher educational systems lead to the thought of using the student’s planning form and individual progress report on their vocal study. This aids helped to observe the individual skill progress, the changing of the student’s attitude and emotions, make it easier forthe teacher to maintain the study and also anticipating the habit of postponing the final exam. Through action research method, the usage of the student’s planning form and individual progress report serves as trigger and guidance to make further comprehension on individually characteristic of each voice and the forming of the singer’s attitude through controlling his/her emotions

    Efektivitas Keroncong Garapan Orkes Keroncong Tresnawara terhadap Audiensi Generasi Muda

    Get PDF
    Nowadays, kroncong of music seems less attractive to young people. The listener of this style of music is dominated by the elders. Orkes kroncong Tresnawara appeared to revive kroncong to be more appealing to younger generation. Orkes kroncong Tresnawara modifi ed kroncong in its every performance to be fi twith the musical taste of the younger generation. Kroncong creation relatively has high tempo and dynamic beat with thebeat syncopation with accents. It brings orkes kroncong Tresnawara a unique musical style. The style andits young players make the kroncong song arranged by this group is very appealing to the youth. Kroncong creation is a mean chosen by orkes kroncong Tresnawara to communicate with young people. In this modern era, the environment and function are different. Therefore, Orkes kroncong Tresnawara attempts to adapt to the er

    Transformasi Budaya Adu Zatua di Nias Sumatera Utara

    Get PDF
    This study describes how the cultural transformation zatua shootout that occurred in Nias. Adu zatua was originally a ritual objects Nias tribe belief that is sacred. Entering the 2000s appeared reproduction shootout zatua being secular and profane objects. Cultural traditions in Nias slowly started to change and evolve into a global culture. This study aimed to determine the cultural transformation in the shootout zatua, shape and also the value that is applied. Transformation contest zatua produce objects tourism. The strong cultural tourism makes fi ghts zatua production of a commercial characterand commodities cultural objects

    144

    full texts

    160

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kajian Seni
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇