Jurnal Ekonomi Daerah (JEDA)
Not a member yet
    167 research outputs found

    ANALISIS PENGARUH PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP EKSISTENSI PASAR TRADISIONAL DI KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    The existence of traditional markets remains a part of the rapid development of urban society.Thesis research aims to determine the effect: 1) Perception of consumer purchasing decisionsagainst the existence of traditional markets 2) consumer perceptions about the role of government instructuring and managing traditional markets to the existence of traditionalmarkets 3) Perceptions of consumer purchasing decisionsand consumer perceptions of the role of government in managing and managing traditional markets for the existence of traditional markets.          The results showed that consumer purchasing decisions that have a significant influence on the existence of traditional markets in Pontianak City with information coefficient value (r) of 0.554 and t count of 12.398 Consumer perception in the context of traditional management and management has a significant influence on the existence of traditional markets in Pontianak City from the average value (r) of 0.516 and t count of 11.207. While the number of people involved in the traditional arrangement and smoothing of traditional existence with effectiveness of 17.8%. Perception of consumer purchasing result and consumer perception in structuring and management of traditional market very significant to existence of traditional market in Pontianak with R value equal to 0,637 with F count equal to 117,583. As for R² (coefficient of determination) Looking at 0.405. The amount of effective contribution from the two variables in this study is 40.5% of which the decision variable purchase decision of 22.7% and the perception of the government role of 17.8% while the remaining 59.5% by other factors that are not available in research this. Keywords: Perception, Existence, Traditional Market, Comsume

    FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYALURAN KREDIT PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA DI INDONESIA

    Get PDF
    Tesis ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi penyaluran kredit pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa di Indonesia. Selain itu, tesis ini juga bertujuan juga untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh faktor – faktor seperti Dana Pihak Ketiga, Capital Adequacy Ratio, dan Non Performing Loan, Sertifikat Bank Indonesia, dan Tingkat Suku Bunga Kredit dapat mempengaruhi besarnya penyaluran kredit pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa di Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada BUSN Devisa di Indonesia periode 2014-2018 yang terdiri dari 19 bank. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi non partisipan dengan menggunakan teknik analisis yaitu regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan DPK berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kredit. SBI berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kredit. Sementara CAR, NPL dan Tingkat Suku Bunga Kredit berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Kredit. Kata kunci : kredit, dana pihak ketiga, capital adequacy ratio, non performing loan, dan Sertifikat Bank IndonesiaDAFTAR PUSTAKAAlamsyah, Halim. (2005). Banking Disintermediation and Its Implication for Monetery Policy : The Case of Indonesia. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Maret 2005 : 499 – 521. Arifati., Rina, Dwinur Arianti., dan Rita Andini. (2016). Pengaruh Bopo, Nim, Npl Dan Car Terhadap Jumlah Penyaluran Kredit Pada Perusahaan Perbankan Yang Go Publik Di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2010 -2014. Journal Of Accounting, 2(2). Badaruddin. (2012). Pengaruh Tingkat Suku Bunga Terhadap Penyaluran Kredit Konsumtif Pada PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk Cabang Sungguminasa. Jurnal Ekonomi. STIE Nobel Indonesia Makassar. Bagust, Budiman Supiatno., R, Adri Satriawan., dan S, Desmiawati. (2014). Pengaruh NPL, CAR Dan Tingkat Suku Bunga Terhadap Penyaluran Kredit Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2009-2011. Portalgaruda.org. 1. Bank Indonesia. (2002). Peraturan Bank Indonesia Nomor:4/10/PBI/2002 tentang Sertifikat Bank Indonesia. Jakarta: Bank Indonesia.Bank Indonesia. (2004). Surat Edaran Bank Indonesia No. 6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2004. Jakarta. Dendawijaya, Lukman. (2005). Manajemen Perbankan Edisi Kedua. Ghalia Indonesia : Jakarta. Esti, R Hedwigs. (2012). Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Penyaluran Kredit Investasi Bank Persero. Jurnal Bisnis dan Managemen. Fakultas Ekonomika dan Bisnis UKSW. Faishol, Ahmad. (2007). Analisis Kinerja Keuangan Bank Pada PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk. Jurnal Bisnis Managemen, 3(2) : 1411-9366. Fitria, Nurul., dan Linda, Sari Raina. (2012). Analisis Kebijakan Pemberian Kredit Dan Pengaruh Non Performing Loan Terhadap Loan To Deposit Ratio Pada Pt. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Cabang Rantau, Aceh Tamiang.( Periode 2007-2011). Jurnal Ekonomi dan Keuangan. 1(1). Galih, Tito Adhitya. (2011). Pengaruh Dana Pihak Ketiga, Capital Adequacy Ratio, Non Performing Loan, Return On Assets, Dan Loan To Deposit Ratio Terhadap Jumlah Penyaluran Kredit Pada Bank Di Indonesia (Studi Empiris: Bank Yang Terdaftar Di Bei). Skripsi. Universitas Diponegoro Semarang. Ghozali, Imam. (2013). “Aplikasi Analisis Multivariste dengan Program SPSS”. Edisi 5. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Hariyanto, Agus (2012). Pengaruh Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia Dan Inflasi Terhadap Kredit Pada Bank Umum Di Indonesia. Jurnal Ekonomi. Hasibuan, Malayu. (2006). Dasar-Dasar Perbankan. Cetakan Kelima. Jakarta:PT Bumi Aksara. Hasyim, Diana. (2014). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyaluran Kredit Pada Bank Umum Periode 2008-2012. Jurnal Ekonomi. Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Medan. Ismail.  (2010).  Manajemen  Perbankan:  Dari  Teori  Menuju  Aplikasi.  Jakarta  :Kencana. Kasmir. (2014). Bank Dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Maharani, Anita. (2011). Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Penyaluran Jumlah Kredit PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Cabang Makassar. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin Makassar. Mulyawati, Novita. (2015). Analisis Variabel – Variabel Yang Mempengaruhi Penyaluran Kredit Bank Umum Di Indonesia. Jurnal Ilmiah. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang. Murdiyanto, Agus. (2012). “Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Dalam Penentuan Penyaluran Kredit Perbankan (Studi pada Bank Umum di Indonesia Periode Tahun 2006-2011)”. Conference In Business, Accounting and Management (CBAM). 1(1) : 61-75. Nurlestari, Annisa. (2015). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyaluran Kredit Umkm (Studi Pada Bank Umum Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2013).Skripsi.Program Sarjana Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Nopirin. (2010). Ekonomi Moneter Buku I. Edisi Ke 4. Yogyakarta: BPFE. Oktaviani. (2012). Pengaruh DPK, ROA, CAR, NPL, dan Jumlah SBI Terhadap Penyaluran Kredit Perbankan (Studi Pada Bank Umum Go Public di Indonesia Periode 2008 – 2011). Skripsi. Fakultas Ekonomika Dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang. Panggalih, Diny., dan Niken, Citra. (2015). Analisis Pengaruh Dana Pihak Ketiga (Dpk), Non Performing Loan(Npl), Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia (Sbi), Dan Suku Bunga Kur Terhadap Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (Kur). Jurnal Ekonomi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya. Runtolalo, Annethe. (2015). Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Penyaluran Kredit Investasi Pada Bank Umum Di Sulawesi Utara Periode (2009.1-2013.4). Jurnal Berkala Efisiensi.Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Ilmu Ekonomi Pembangunan Universitas Sam Ratulangi. 15(1). Roring, Gaby D.J. (2013). Analisis Determinan Penyaluran Kredit Oleh Bank Perkreditan Rakyat (Bpr) Di Kota Manado. Jurnal EMBA. Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jurusan Ekonomi Pembangunan. 1(3). Sania, Zulcha Mintachus. (2016). Pengaruh DPK, NPL, Dan CAR Terhadap Jumlah Penyaluran Kredit Perbankan Persero. Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya. 5(1). Sari,  Greydi Normala. (2013). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyaluran Kredit Bank Umum Di Indonesia (Periode 2008.1 – 2012.2). Jurnal Fakultas Ekonomi Dan Bisnis. Jurusan Ekonomi Pembangunan, Universitas Sam Ratulangi Manado. Sari, Ni Made Junita. (2016). Pengaruh DPK, ROA, Inflasi Dan Suku Bunga Sbi Terhadap Penyaluran Kredit Pada Bank Umum. E-Jurnal Manajemen Unud. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Bali, Indonesia. 5(11). Satria, Dias. (2010). Determinasi Penyaluran Kredit Bank Umum Di Indonesia Periode 2006-2009. Jurnal Keuangan dan Perbankan. 14(3). Siamat, Dahlan. (2005). Manajemen Lembaga Keuangan : Kebijakan Moneter dan Perbankan.Jakarta : FE UI. Sugiyono.  (2014).  Metode  Penelitian  Bisnis.  Cetakan  ke  17.  Bandung  :  CV. Alfabeta. Trimulyanti, Iseh. (2014). Analisis Faktor-Faktor Internal Terhadap Pertumbuhan Penyaluran Kredit (Studi Pada Bank Perkreditan Rakyat Kota Semarang Periode 2009-2012). Jurnal Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Akuntansi Universitas Dian Nuswantoro. Wulandari, Fitria. (2015). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyaluran Kredit Pada Bank Umum Yang Telah Go Public Periode Tahun 2011-2013. Jurnal Akuntansi. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dian Nuswantoro Semarang. Yuwono, Febry Amithya. (2012). Analisis Pengaruh Dana Pihak Ketiga, Loan To Deposit Ratio, Capital Adequacy Ratio, Non Performing Loan, Return On Assets, Dan Sertifikat Bank Indonesia Terhadap Jumlah Penyaluran Kredit. Jurnal Akuntansi. Fakultas Ekonomika Dan Bisnis Universitas Diponegoro. 1(1) : 1-14.Yoga, Gede Agus Dian Maha. (2013). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyaluran Kredit BPR Di Provinsi Bali. Jurnal Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana.  Laporam    Keuangan     Tahunan     BUSN Devisa www.idx.co.id. Laporan Keuangan Publikasi Bank www.bi.go.id

    PENGARUH INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) DAN PENGANGGURAN TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR DAN KALIMANTAN BARAT

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh indeks pembangunan manusia dan tingkat pengangguran terhadap tingkat kemiskinan. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu indeks pembangunan manusia, tingkat pengangguran dan tingkat kemiskinan periode tahun 2011-2015 yang berbentuk persentase. Metode yang digunakan adalah Dummy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa secara simultan, indeks pembangunan manusia dan tingkat pengangguran berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan baik itu di Kalimantan Barat maupun di Kalimantan Timur. Namun secara parsial, Indeks Pembangunan Manusia berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Tingkat Kemiskinan baik itu di Kalimantan Barat maupun di Kalimantan Timur. Sedangkan tingkat pengangguran berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kalimantan Barat. Sebaliknya, tingkat pengangguran berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kalimantan Timur.Kata kunci : IPM, Tingkat Pengangguran, Tingkat Kemiskinan, Dummy.DAFTAR PUSTAKARahayu, Y. (2018). Analisis Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia, PDRB    per Kapita, dan Jumlah Pengangguran Terhadap Jumlah Penduduk Miskindi Provinsi Jambi. Ekonomis: Journal of Economics and Business, 2(1), 165-174.Baeti, N. (2013). Pengaruh Pengangguran, Pertumbuhan Ekonomi, dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap Pembangunan Manusia Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2007-2011. Economics Development Analysis Journal, 2(3).Chalid, N., & Yusuf, Y. (2014). Pengaruh Tingkat Kemiskinan, Tingkat    Pengangguran, Upah Minimum Kabupaten/Kota dan Laju Pertumbuhan Ekonomi terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Riau. Jurnal Ekonomi, 22(2), 1-12.Ningrum, S. S. (2017). Analisis Pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka ,Indeks Pembangunan Manusia, dan Upah Minimum Terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Indoneia Tahun 2011-2015. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 15(2), 184-192.Syaifullah, A., & Malik, N. (2017). Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia dan Produk Domestik Bruto terhadap Tingkat Kemiskinan di ASEAN-4 (Studi Pada 4 Negara ASEAN). Jurnal Ilmu EKonomi JIE, 1(1), 107-119.Susanti, S. (2013). Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto, Pengangguran dan Indeks Pembangunan Manusia terhadap Kemiskinan di Jawa Barat dengan Menggunakan Analisis Data Panel. Jurnal Matematika Integratif, 9(1), 1-18.Badan Pusat Statistik (BPS)(2011) Kalimantan Timur Dalam AngkaBadan Pusat Statistik (BPS)(2012) Kalimantan Timur Dalam AngkaBadan Pusat Statistik (BPS)(2013) Kalimantan Timur Dalam AngkaBadan Pusat Statistik (BPS)(2014) Kalimantan Timur Dalam AngkaBadan Pusat Statistik (BPS)(2015) Kalimantan Timur Dalam AngkaBadan Pusat Statistik (BPS)(2011) Kalimantan Barat Dalam AngkaBadan Pusat Statistik (BPS)(2012) Kalimantan Barat Dalam AngkaBadan Pusat Statistik (BPS)(2013) Kalimantan Barat Dalam AngkaBadan Pusat Statistik (BPS)(2014) Kalimantan Barat Dalam AngkaBadan Pusat Statistik (BPS)(2015) Kalimantan Barat Dalam Angka(BPS-Bappenas-UNDP, 2014)Arifin, I., & Hadi, G. (2007). Membuka cakrawala ekonomi. PT Grafindo Media Pratama.Akhmaddhian, S. (2016). Penegakan Hukum Lingkungan dan Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia (Studi Kebakaran Hutan Tahun 2015). Unifikasi: Jurnal Ilmu Hukum, 3(1).Palenewen, T. O., Walewangko, E. N., & Sumual, J. I. (2018). Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Sektor Pendidikan dan Sektor Kesehatan Terhadap IPM dan Dampaknya Terhadap Kemiskinan di Sulawesi Utara. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 18(4).Armylasari, E. T., & Wiludjeng, F. A. (2018). Peran Komunitas Berbagi Nasi Dalam Membantu Pemerintah Untuk Mensejahterakan Kaum Dhuafa (studi pada Komunitas Berbagi Nasi Kabupaten Tulungagung). Translitera: Jurnal Kajian Komunikasi dan Studi Media, 5(2), 1-13.Sartika, D. (2017). Analisis Kinerja Finansial dan Nonfinansial Program Penanggulangan Kemiskinan Melalui KJKS BMT. Journal Of Applied Accounting and Taxation, 2(2), 165-177.Sartika, C., Balaka, M. Y., & Rumbia, W. A. (2016). Studi Faktor-Faktor Penyebab Kemiskinan Masyarakat Desa Lohia Kecamatan Lohia Kabupaten Muna. Jurnal Ekonomi UHO, 1(1).Sadiyah, Y. H., & Arianti, F. (2012). Analisis Kemiskinan Rumah Tangga Melalui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya di Kecamatan Tugu Kota Semarang (Doctoral dissertation, Fakultas Ekonomika dan Bisnis).Simanjuntak, P. J. (2003). Pengantar ekonomi sumber daya manusia. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indo.Todaro, M. P. (2000). Ekonomi pembangunan di dunia ketiga. Terjemahan oleh Haris Munandar, Edisi ke tujuh, Erlangga, Jakarta

    ANALISIS PENGARUH ICOR, UPAH RIIL DAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI INDONESIA

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh ICOR, upah riil dan produktivitas tenaga kerja terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Perkembangan investasi berdasarkan pembentukan modal tetap bruto provinsi-provinsi di Indonesia selama kurun waktu 2010-2018 menunjukan trend positif. Pertumbuhan rata rata investasi provinsi-provinsi di Indonesia yang mencapai 4-10 persen setiap tahunnya. Bentuk penelitian ini adalah menggunakan deskriftif. Pengumpulan data menggunakan data sekunder yang bersumber dari BPS Indonesia. Sampel dalam penelitian ini adalah data PDRB 33 Provinsi di Indonesia tahun 2010-2018, publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia dan data sekunder lainya yang masih ada kaitannya dengan tujuan penelitian. Variabel pada penelitian ini meliputi variabel bebas yaitu ICOR, upah riil dan penyerapan tenaga kerja dan variabel terikat yaitu penyerapan tenaga kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama Besarnya tingkat efisiensi ICOR di Indonesia pada rentang periode 2010-2018 hanya pada 2012 yang nilai ICOR di berada direntang 3-4, sedangkan periode waktu lainnya berada diatas rentang standar nilai ICOR. Kedua ICOR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Ketiga upah riil berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Keempat produktivitas tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Kelima Nilai proyeksi kebutuhan investasi di Indonesia rentang periode 2019-2028 dengan pertumbuhan 4,62 persen.Kata Kunci : ICOR, Upah Riil, Produktivitas Tenaga Kerja dan Penyerapan Tenaga Kerj

    ANALISIS PENGARUH NISBAH BAGI HASIL, INFLASI DAN PDB PERKAPITA TERHADAP PERMINTAAN SUKUK DI INDONESIA

    Get PDF
    Implikasi dari perkembangan dunia perbankan adalah timbulnya berbagai jenis dan bentuk lembaga keuangan, dan salah satunya adalah Perbankan Syariah. Konsep sistem yang diterapkan oleh Perbankan Syariah adalah bentuk bagi hasil antara nasabah dengan bank itu sendiri. Sistem ini tidak memperhitungkan adanya sistem atau dapat disebut juga Bank tanpa bunga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh nisbah bagi hasil, inflasi  dan produk domestik bruto (PDB) Perkapita terhadap permintaan sukuk pada produk Sukuk Ritel di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data time series dengan menggunakan metode analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisiensi regresi yang bernilai -2,524 (Negatif) dan nilai signifikan (0,018) lebih kecil dari tingkat signifikansi (0,05), menunjukan bahwa nisbah bagi hasil berpengaruh negatif. Inflasi  menghasilkan  nilai t hitng  sebesar  0,5982 dan mempunyai tingkat signifikan sebesar 0,00 dimana nilai ini signifikan terhadap signifiknasi sebesar  0,05 dan lebih kecil dari 0,05. Dari hasil uji t dapat disimpulkan bahwa inflasi berpengaruh positif secara signifikan dalam meprediksi permintaan sukuk ritel. PDB perkapita menghasilkan nilai t hitung sebesar 0,6050 dan mempumyai tingkat signifikan terhadap perminntaan sukuk ritel sbesar 0,23 apabila dibandingkan dengan derajat kesalahan yang telah ditentukan yaitu sebesar 0,05. Variabel ini termasuk signifikan. Dari hasil uji t dapat disimpulkan bahwa PDB perkapita berpengaruh positif secara signifikan. Kata Kunci: Nisbah Bagi Hasil, Inflasi, PDB, Sukuk Ritel.Daftar PustakaA, Adiwarman Karim. Bank Syariah Analisis Fiqh dan Keuangan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2009.Agus, Muhammad Khairul Wafa. “Analisa Faktor–faktor yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan Sukuk Ritel-1 (Periode Maret 2009-Juni 2010).” La_Riba Volume IV. No.2 (Desember 2010): h.175.Aziz, Abdul. Manajemen Investasi Syariah. Bandung: Alfabeta, 2010.Abdullah Saeed, Bank Islam dan Bunga, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004.Brealey, Myers, Marcus. Dasar-dasar Manajement Keuangan. Edisi 5. Jilid 1. Jakarta: Erlangga. 2008Darmadji, Tjiptono dan M, Hendy Fakhrudin. Pasar Modal Di Indonesia: Pendekatan Tanya Jawab. Jakarta: Salemba Empat, 2001.Depag RI, Al Quran dan Terjemahan, Pustaka Al Kautsar, Jakarta, 2010.Dewi, Nila. “Mengurai Masalah Pengembangan Sukuk Korporasi Indonesia Menggunakan Analytical Network Process.” Tazkia:Islamic Finance & Business Review Vol. 6. No. 20 (Agustus-Desember 2011): h.138-167.Dumairy, Perekonomian Indonesia, Jakarta: Erlangga, 1997Faizal, Henry Noor. Investasi, Pengelolaan Keuangan Bisnis dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat. Jakarta: PT Indeks, 2009.Gregory, N. Mankiw.Macroeconomics. Jakarta: Erlangga, 2003.Halim, Abdul. Analisis Investasi. Jakarta: Salemba Empat, 2005.Suyono & Hariyanto. 2015. Implementasi Belajar & Pembelajaran. Bandung: Remaja RosdakaryaHamid, Abdul. Pasar Modal Syariah. Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Jakarta.Huda, Nurul dan Edwin, Mustafa, Nasution. Investasi Pada Pasar Modal Syariah. Jakarta: Kencana, 2008.Husna, Suad. Dasar-Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas. Yogyakarta: UPP AMP YKPN, 2001.Ismail, Perbankan Syariah. Jakarta: Kencana, 2011.Kholis, Nur. “Instrumen yang Halal dan Menjanjikan.” La_Riba Volume IV. No. 20 (Desember 2010): h.145-159.Laily, Nur dan Budiyono.Teori Ekonomi. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2013.Laporan Perkembangan Keuangan Syariah 2013, 2014, 2015 dan 2016 OJK.Luthfi, M. Hamidi.The Crisis: Krisis Manalagi Yang Engkau Dustakan. Jakarta: Republika, 2012.Mishkin, Frederic S. 2008. Ekonomi Uang, Perbankan. Jakarta : Pustaka LP3ES Indonesia.Muhamad, Sistem dan Prosedur Operasional Bank Syari‟ah, Yogyakarta: UII Press, 2005.Muhammad dan Dwi Suwiknyo, Akuntansi Perbankan Syari‟ah, Yogyakarta: Trust Media, 2009.Muhamad Syafi’i Antonio, Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik, Jakarta: Gema Insani, 2001.Manan, Abdul.Aspek Hukum dalam Penyelenggaraan Investasi di Pasar Modal Syariah Indonesia. Jakarta: Kencana, 2009.Murni, Asfia. Ekonomika Makro. Bandung: PT Refika Aditama, 2006.Mustafa Edwin Nasution, Pengenalan Eksklusif Ekonomi Islam, cet.I, Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 2006.Pass, Christopher dan Bryan Lowes, 1994. Kamus Lengkap Ekonomi, Edisi Kedua, Erlangga, Jakarta.Pohan, Aulia. Potret Kebijakan Moneter Indonesia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2008.__________. Kerangka Kebijakan Moneter & Implementasinya di Indonesia. Jakarta : PT Raja Grafindo, 2008.Pratiwi, Fuji. “Ini Penyebab Sukuk Korporasi Kurang Diminati”. Artikel diakses pada 12 November 2016 dari www.Republika.co.id.Purnamawati, Indah, “Perbandingan Sukuk dan Obligasi (Telaah dari Perspektif Keuangan dan Akuntansi).” Jurnal Akuntansi Universitas Jember. T.th., h.62-71.Rochaety, Ety, dkk.Metodologi Penelitian Bisnis. Jakarta: Mitra Wacana Media, 2009.Rosadi, Dedi. Ekonometirka & Analisis Runtun Waktu Terapan dengan EViews. Yogyakarta: Andi Offset, 2012.Salim dan Sutrisno, Budi. Hukum Investasi di Indonesia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2008.Statistik Ekonomi-Keuangan Indonesia November 2014, BI.Statistik Perbankan Indonesia, OJK.Sukirno, Sadono. Makroekonomi Modern: Perkembangan Pemikiran Dari Klasik Hingga Keynesian Baru. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2000._____________. Makro Ekonomi Teori Pengantar. Jakarta: Rajawali Pres, 2010.Supriyono. Akuntansi Biaya: Pengumpulan Biaya dan Penentuan Harga Pokok Produk. Edisi Kedua. Yogyakarta: BPFE Universitas Gajah Mada. 1987.Syafii, Antonio et all. “Volatilitas Pasar Modal Syariah dan Indikator MakrEkonomi: Studi Banding Malaysia dan Indonesia.” Jurnal Liquidity Vol. 2. No. 1 (Januari-Juni 2013): h.1-12.Tanjung, Hendri dan Devi, Abrista. Metodologi Penelitian Ekonomi Islam. Jakarta: Gramata Publishing, 2013.Sovereign Rating And Country T&C Assessment Histories, Global Credit portal, Standard & Poor’s, Januari 201

    DAMPAK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO (PLTMH) TERHADAP KEGIATAN EKONOMISOSIAL DAN BUDAYA MASYARAKAT DI DESA PANTOK KECAMATAN NANGA TAMAN KABUPATEN SEKADAU

    Get PDF
    Desa Pantok Kecamatan Nanga Taman adalah salah satu desa dari total delapan puluh tujuh (87) Desa di Kabupaten Sekadau. Pada tahun 2015 telah dibangun satu (1) unit Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH)  oleh Pemerintah Kabupaten Sekadau khususnya di dusun Pantok Desa Pantok Kecamatan Nanga Taman, yang merupakan pusat Desa. Pembangunan PLTMH dilaksanakan tepatnya di lokasi Riam Batu Jato yang juga merupakan salah satu obyek wisata favorit di Desa Pantok Kecamatan Naga Taman.PLTMH adalah  suatu pembangkit energi listrik yang menggunakan tenaga air dengan kapasitas dibawah 200 KW. PLTMH ini dapat dibangun dari saluran irigasi, air sungai atau air terjun alam, dengan cara memanfaatkan tinggi terjun (head) dan debit air. Keberadaan PLTMH ini, disamping sebagai sumber penerangan  bagi seluruh rumah tangga penduduk di lokasi tersebut, dan juga mendukung tumbuh kembangnya kegiatan ekonomi dipedesaan, sehingga akan dapat mendorong peningkatan produktivitas penduduk di pedesaan. Oleh karena itu, untuk menggerakan tumbuh kembangnya aktivitas ekonomi, sosial dan budaya masyarakat di daerah pedesaan maka pembangunan PLTMH ini memang perlu mendapat perhatian yang serius dari semua pihak.Dampak dari dibangunnya PLTMH di desa Pantok mendorong masyarakat setempat untuk melakukan berbagai aktivitas di bidang ekonomi, bidang sosial dan budaya. Kegiatan-kegiatan ini disesuaikan dengan kapasitas atau kemampuan masing-masing orang. Disamping itu, semakin tumbuh dan berkembangnya kegiatan-kegiatan tersebut, juga bisa menyerap tenaga kerja yang disesuaikan dengan besar kecil dan kemampuan usahanya untuk membayar upah tenaga kerja yang dipekerjakan pada usahanya tersebut. Dengan demikian, pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga hidro mikro di lokasi air terjun Batu Jato ini, berdampak terhadap aktivitas-aktivitas di bidang ekonomi, bidang sosial, dan bidang budaya masyarakat di desa Pantok. Kondisi ini dapat dilihat dari kegiatan atau aktivitas masyarakat di bidang ekonomi berupa tumbuh dan berkembangnya industri rumah tangga, di bidang sosial berupa aktivitas-aktivitas sosial kemasyarakatan, dan bidang budaya berupa makin panjangnya waktu belajar bagi anak-anak sekolah di rumah pada malam hari, dan juga memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses informasi dari luar. Kata Kunci : PLTMH, Aktivitas Ekonomi, Sosial dan Budaya.DAFTAR PUSTAKA Abdullah. 1992. Ekonomi ketiga dan teori pembangunan. Jakarta: PT. Gramedia pustaka UtamaAfifah Luthfiyah, 2017. Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro di Indonesia.             https://www.kompasiana.com/afifahluthfiya/59a03523516995501a4b5fd4 /pembangkit-   listrik-tenaga-mikrohidrodi- indonesi a. URL (accessed 2.3.18). Ahmadi, A. H. dan Uhbiyati, N. (2001). Ilmu Pendidikan. Jakarta. PT. Rineka Cipta. Arikunto, Suharsimi, 1991, Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktis, Bina Aksara, Jakarta. Ahmad Fauzi, 2004, Ekonomi sumber daya alam dan lingkungan: teori dan aplikasi, Gramedia Pustaka Utama Anfridus Andjioe, 2013, Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Hidro Mikro Dalam Upaya Pembangunan Ekonomi Daerah Pedesaan Di Kabupaten Landak, Universitas Tanjung Pura, Pontianak. Andilala, 2018,  Pro-Bisnis Antara Kalbar, Pemakaian BBM di Kalbar "over" kuota,             antaranews.com/berita/367410/pemakaian-bbm-di-kalbar-over-kuota#, 14 November        2018. Arsyad, Lincolin, 2010, Ekonomi Pembangunan, Yogyakarta: Unit Penerbit Dan Percetakan STIM YKPN. BPS Kabupaten Sekadau, Kabupaten Sekadau Dalam Angka 2018. BPS Kabupaten Sekadau, [Seri 2010] PDRB Kabupaten Sekadau Atas Dasar Harga Konstan      Menurut Lapangan Usaha (Juta Rupiah), 2013-2017, https://sekadaukab.bps.go.id/dynamictable/2018/08/09/56/-seri-2010-pdrb-kabupaten- sekadau-atas-dasar-harga-konstan-menurut-lapangan-usaha-juta-rupiah-2010-            2017.html , diakses pada 08 Juni 2019.BPS Kabupaten Sekadau, Kecamatan Nanga Taman Dalam Angka 2018, 1102001.6109020        Nomor Publikasi : 61090.180,  Tanggal Rilis 26 September 2018,            https://sekadaukab.bps.go.id/publication/2018/09/26/53f10e96897c2d4cd66d7784/kecam   atan-nanga-taman-dalam-angka-2018.html.Badan Penelitian Dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pekerjaan Umum, 2011, Penelitian dan Pengembangan Pengelolaan Tehnologi Mikro Hidro Berbasis Masyarakat, Jakarta: Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum.Blakley & Bradshaw. 2002. Planning local econo-mic development, theory and practice. Califor-Blair, John P, Local Economic Development Analysis and Practice, Sage Publication Inc. California 1995.Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH MIGAS), konsumsi BBM Nasional pertahun, http://www.bphmigas.go.id/konsumsi-bbm-nasional, 15218. Bratakusumah, D. S., Solihin, D. (2002 Otonomi penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Jakarta: PT. Gramedia Utama Pustaka Utama. Budiharsono, Sugeng. 2001. Teknik Analisis Pembangunan Wilayah Pesisir dan Lautan. Jakarta: Pradnya Pramita. Christiawan, Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia, Nomor 6, Juni 1994, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta, 1994. Cooper, David, R. dan Donal Emory, 1996. Metode Penelitian Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: PT.Erlangga. David, Fred R. (2004). Manajemen Strategis: Konsep-konsep (Edisi Kesembilan). PT Indeks Kelompok Gramedia. Dian Lorinsa, 2018, PLTMH Silangkitang Tambiski, Terbesar di Tapanuli Selatan Wujud Energi             Berkeadilan,http://ebtke.esdm.go.id/post/2018/02/25/1892/pltmh.silangkitang.tambiski.               terbesar.di.tapanuli.selatan.wujud.energi.berkeadilan. Emil Salim, 1990, Konsep Pembangunan Berkelanjutan, Gramedia, Jakarta. Fitrin D.W, 2010, Desa Mandiri Energi, Solusi Perekonomian Indonesia di Abad 21. (Terhubung Berkala), http://www.kamase.org/?p=954. 29 Juni 2012. Hardjomuljadi, Sarwono dan Siswoyo, Sriyono D, 2008, Development of Mini/ Microhidro Power Plan for Rural Electricity in Indonesia. Helming, A.H.J. 2003. Local Economic Development New Generations of Actors, Policies, and Instruments for Africa.Public Administration and Development. http://www.slideshare.net/visualbeeNetwork/konseppengembangan-ekonomi-lokal-10175987 Nov 15, 2011. https://akuntanonline.com/contoh-kegiatan-ekonomi// Diakses 19 April 2018.Jhingan, M.L. 2000. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Cetakan Kedelapan. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada. Kantor Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup, Laporan Kualitas Lingkungan Hidup Indonesia 1990, Jakarta. Koentjaraningrat, 1974, Kebudayaan, Mentalitet, Dan Pembangunan. Jakarta, Gramedia. Kuncoro,  Mudrajad, 2004. Otonomi dan Pembangunan Daerah Reformasi, Perencanaan, Strategi dan Peluang. Jakarta: PT. Erlangga. ILO Kantor Perburuhan Internasional, 2005, “Pembangunan Ekonomi Lokal dalam Situasi Pasca Krisis”, Panduan Operasional”. Mairi, Kristian; Tira, Laode Asir dan Iwanuddin, 2010, Penelitian Pengembangan Mikro Hidro Elektrik  Dengan Pemanfaatan Hasil Air DAS di Sulawesi Utara, Menado: Universitas Sam Ratulangi. Mikael Agustinus, 2017, Mengintip Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro di Pelosok NTB,        detik finance energy, https://finance.detik.com/energi/d-3487859/desa-di-pelosok-ntb-ini- tak-lagi-gelap-gulita-di-malam-hari.Muhammad, Nasir. 1993. Metodologi Penelitian. Jakarta : PT Rosda Karya. Muhammad, Nasir. 1999. Metode Penelitian. Jakarta : PT Ghalia Indonesia. Nathan Raman and Ibrahim Hussein, 2010, Reconnaissance Study to Identify Micro Hydro Potential Sites in Malaysia, European Journal of Scientific Research ISSN 1450-216X Vol.41 No.3 (2010), pp.354-372. Novianti, Dwi Lestari, 2008, Evaluasi pada Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Wangan Aji di Kabupaten Wonosobo Provinsi Jawa Tengah, Semarang: Universitas Diponegoro. Nugroho, Hunggul YSH & M Kudeng Sallata, 2015, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), Panduan Lengkap Membuat Sumber Energi Terbarukan Secara Swadaya, Yogyakarta, Andi. Pemerintah Desa Pantok Kecamatan Nanga Taman Kabupaten Sekadau, 2019, Profil Desa Pantok 2019. Permadi A. 2011. Sistem kelembagaan dan nilai kebersediaan membayar masyarakat terhadap keberlanjutan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Cisalamar (studi kasus Desa Cipeteuy, Kabupaten Sukabumi) [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor. Pezzey, J. 1992, Sustainable development concepts : an economic analysis, World Bank environment paper ; no. 2. Washington, DC.  Porter, Michael. 1996. What is Strategy?. Harvard Business Review hal .61-79 Prasetyo. 2006. Pengelolaan Hutan System Masyarakat http://adhiprasetyo. blogspot.com/2006/ 04/ .html. Purwaningtyas, Erna Safitri, 2008, Studi Gender dalam Program Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) bagi Rumah Tangga Miskin, Semarang: Universitas Diponegoro Purwanto, 2011. Analisis Finansial dan Ekonomi Pembangkit Listrik Mikrohidro Pada Beberapa Lokasi di Provinsi Jawa Tengah Indonesia, Semarang: Universitas Diponegoro Rustiadi, Ernan; Saefulhakim, Sunsun; dan Panuju, Dyah R, 2011, Perencanaan Dan Pengembangan Wilayah, Jakarta: Yayasan Pustaka Obor. Samulson, PA. (1985). Ekonomi . Jakarta: Erlangga Singarimbun, Masri dan Effendi, Sofyan, 1997, Metode Penelitian Survey, LP3ES, Jogyakarta. Schumacher, E. F, 1973, Smaal is Beautiful, London: Blond & Briggs. Silalahi, TB, et.al., 1995.  Otonomi Daerah Peluang dan Tantangan,  PT Sinar Agape Press, Jakarta. Sinaga, Jorfri B, 2009, Perancangan Turbin Air Untuk System pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (Studi Kasus Desa Way Gison Kecamatan Sekincau Kabupaten Lampung Barat). Soegiyono, 2007, Metode Penelitian Bisnis, Jakarta, PT. Elex Media Komputindo. Sugiyono, Agus, 2009, Pemberdayaan pada Masyarakat dalam  Mengelola Potensi Sumberdaya Air melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mini/Mikro Hidro Sukirno, Sadono, 1981, Beberapa Aspek Dalam Persoalan Pembangunan Daerah, Jakarta: Lembaga Penerbit FE-UI Suparno, A.Suhaenah. 2001. Membangun Kompetensi Belajar. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi : Departemen Pendidikan Nasional. Suparmoko, 1997, Ekonomi Sumberdaya Alam Dan Lingkungan, Suatu Pendekatan Teoritis, Yogyakarta: Balai Penerbit FE, UGM Supianto, Silvester Ansel Urep, Windhu Putra, 2014, Pengembangan Sektor Ekonomi Daerah      Tertinggal di Provinsi Kalimantan Barat, Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan       2017, Vol. 6, No. 3.  Sutamihardja, 2004 Perubahan Lingkungan Global, Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan  Sekolah Pascasarjana; IPB Wahyu Putri Pranotoningtyas, PLTMH, Solusi Kebutuhan Listrik di Daerah Terpencil, https://pranotoningtyas.wordpress.com/2017/08/20/pltmh-solusi-kebutuhan-listrikdidaerah-terpencil/, 20 Agustus 2017.  Wikepedia, “ Pertumbuhan Ekonomi “ensiklopedia bebas, diakses pada tanggal 14 Juni 2019. http://id.wikipedia.org/wiki/Pertumbuhan_ekonomi

    PENGARUH DANA DESA TERHADAP KEMISKINAN PENDUDUK DESA DI KABUPATEN MEMPAWAH

    Get PDF
     Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk menganalisis pengaruh dana desa terhadap jumlah penduduk miskin tiap desa di Kabupaten Mempawah, (2) untuk mengetahui gambaran kinerja desa di Kabupaten Mempawah yang mendapatkan bantuan dana desa dengan menggunakan tipologi desa berdasarkan Klasifikasi Desa Pontensial, Desa Maju, Desa Berkembang, dan Desa Tertinggal. Adapun metode yang digunakan adalah Trendline dan Tipologi Klassen. Langkah pertama yang dilakukan adalah menganalisis pengaruh Dana Desa terhadap Kemiskinan dengan menggunakan Trendline tipe Polynomial. Pendekatan kedua, yaitu pengelompokan Tipologi Klassen untuk mengetahui gambaran kinerja desa yang mendapatkan bantuan dana. Apakah desa tersebut masuk ketegori Desa Potensial, Desa Maju, Desa Berkembang Ataupun Desa Tetinggal.Hasil dari penelitian (1) bahwa terdapat pengaruh Dana Desa terhadap Kemiskinan. Pengaruh tersebut ada yang positif dan ada yang negatif. Pengaruh positif adalah menurunnya angka kemiskinan dari arah kiri kurva hingga ketitik paling rendah. Sebaliknya, pengaruh negatif adalah meningkatnya angka kemiskinan dari kurva yang paling rendah menuju kurva yang paling kanan.Terdapat 78.3%desa  yangberpengaruh positif, dan 21.7% desa berpengaruh negatif. Dengan kata lain, desa yang berpengaruh positif adalah desa yang dinilai menggunakan dana desa secara efektif, dan sebaliknya berpengaruh negatif adalah desa yang dinilai belum efektif dalam penggunakan dana desa. (2) Pada Tipologi Desa tahap pertama, terdapat 53.3% desa masuk kategori Desa Potensial, 5% Desa Maju, 8.3% Desa Berkembang, dan 33.3% Desa Tertinggal. Kemudian pada tahap kedua ada pergeseran pengelompokan Tipologi desa, baik pergeseran menurun mau pun meningkat. Diantaranya terdapat 26.7% Desa Potensial, 18.3% Desa Maju, 35% Desa Berkembang, dan 20% Desa Tertinggal. Kata kunci : Metode Trendline, Tipologi Klassen, Dana Desa, KemiskinanReferensi Adisasmita, R. (2013). Teori-Teori Pembangunan Ekonomi: Pertumbuhan Ekonomi dan Wilayah. Yogyakarta: Graha Ilmu. Badan Pusat Statistik. (2018). Kabupaten Pontianak 2018. Mempawah:BPS. Indrawati, Andi (2017). Analisis Trend Kinerja Keuangan Bank Kaltim.Research Journal of Accounting and Business Management (RJABM); P-ISSN : 2580-3115 ; E-ISSN: 2580-3131. Kuncuro, Mudrajad. (2004). Otonomi dan Pembanguna Daerah. Jakarta: Erlangga. Mahyudi, A. (2004). Ekonomi Pembangunan & Analisis Data Empiris. Bogor Selatan: Ghalia Indonesia. Marlina. 2015. Analisis Trend Perkembangan Profitabilitas Pada PT. BPRS Amanah Insan Cita Periode 2012-2015.UIN Sumatera Utara, Indonesia. Diakses dari http://repository.uinsu.ac.id/3216/1/Skripsi%20Baru.pdfMilian, Yessi Herti. Ekonomi Pembangunan. Diakses dari https://yessimiliyan05.wordpress.com/ekonomi-pembangunan/ketimpangan-distribusi-pendapatan-dan-kemiskinan/Mulyani, Sri, I. (2017) Buku Pintar Dana Desa. Jakarta. Muqtadir, Malik (2017). Teori Analisi Trend Menurut Para Ahli [Lengkap]. Diakses dari  https://www.galinesia.com/2017/11/teori-analisis-trend-menurut-para-ahli.html. Nawawi, Hadari dan Martini, Mimi (2005). Penelitian Terapan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Nawawi, Hadari dan Hadari Martini (2006). Instrumen Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Nurdyawati, Sally Indah (2015). Laporan Praktikum analisis Trendline: Peramalan Jumlah Wisatawan yang Datang ke Kota Bandung. Diakses dari https://www.slideshare.net/sallyindah/laporan-praktikum-analisis-trendline-peramalan-jumlah-wisatawan-yang-datang-ke-kota-bandung Rizal, Achmad, dkk (2017). Tipologi Ekonomi Komoditas Perikanan dan Status Sektor Perikanan Pada Pembangunan Wilayah di Kabupaten Bandung Barat. Jurnal Akuatika Indonesia Vol. 2 No. 2/ September 2017 (109-119). Sari, Intan Mala dan Abdullah, M. Faisal. (2017). Analisis Ekonomi Kebijakan Dana Desa Terhadap Kemiskinan Desa Di Kabupaten Tulungagung.Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol.15, No.01 Juni 2017 Sofiyanto, Moh., dkk (2017). Pengelolaan Dana Desa Dalam Upaya Meningkatkan Pembangunan di Desa Banyuates Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang. Jurnal Riset Manajemen Prodi Manajeme. Suryana. (2010). Metodologi Penelitian: Model Praktis Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Diakses dari https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_penelitian_1_dir/23731890cdc8189968cf15105c651573.pdf Suseno, Deky Aji. (2017). Pengembangan Daerah Berdasarkan Tipologi Pertumbuhan Ekonomi Dan Ketimpangan Sektor Di Wilayah Kedung Sepur.ournal of Economics and Policy. Susilowati, Nilam Indah, (2017). Pengaruh Alokasi Dana Desa, Dana Desa, Belanja Modal, dan Produk Domestik Regional Bruto Terhadap Kemiskinan Kabupaten/Kota Di Jawa Timur.Jurnal Ilmu EkonomiVol 1 Jilid 4/Tahun 2017 Hal. 514-526. Tangkumahat, Feiby Vencentia, dkk. (2017). Dampak Program Dana Desa Terhadap Peningkatan Pembangunan dan Ekonomi di Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa. Dalam jurnal Agri-SosioEkonomiUnsrat. Volume 13  Nomor  2A, Juli  2017 : 335 -   342. Tambunan, T. (2011). Perekonomian Indonesia. Bogor: Ghalia Indonesia. Wibowo. (2016). Manajemen Kinerja Edisi Kelima. Depok: Rajawali Pershttps://www.kemenkeu.go.id/media/6749/buku-pintar-dana-desa.pd

    Analisis Pengelolaan Dana Desa di Decamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya (Studi Kasus Pada Desa Sungai Raya Dalam dan Desa Sungai Ambangah)

    Get PDF
    This research was conducted to find out and analyze how the use and management of village funds in the developed and backward villages in Kuburaya District, then to analyze whether the management of the village fund has a difference. Since the government has arranged the management and use of the village funds in accordance with the typology type) village. This research was conducted with the sample of the advanced village is Sungai Raya Dalam Village and the sample of the remaining village is Sungai Ambangah Village for the use of village fund in 2017.The results show that in the management of village funds in the developed villages (Sungai Raya Dalam) and underdeveloped villages (Ambangah River) in planning, implementation, administration, reporting and accountability have involved the community, but in reporting responsibility beyond the specified time limit. For the use of village funds, the underdeveloped village (Ambangah River) has used village funding as priority as the underdeveloped village that is for the construction of basic facilities, while the use of village funds in Sungai Raya Dalam village is not appropriate, because the utilization of village funds has not supported the creation of wairausahawan and energy professionals and the expansion / expansion of village economic enterprises, as most of the village funds for the construction of basic facilities such as villages are left behind. Meanwhile, based on the results of different test of village fund management, it is concluded that statistically there is difference of village fund management in developed village (Sungai Raya Dalam) and left behind village (Ambangah River) t count equal to 3,282 and significant at alpha 0,002 (0,2%).Keywords: Planning, Implementation, Management, Reporting and Accountabilit

    KINERJA PENERIMAAN PAJAK DAERAH DI KABUPATEN KUBU RAYA

    Get PDF
    ABSTRAK                Studi ini mengkaji kinerja komponen pajak lokal sebagai sumber pendapatan serta gambaran pertumbuhan pajak lokal untuk 5 tahun ke depan di Kabupaten Kubu Raya. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja komponen pajak daerah yang potensial dan dapat diandalkan sebagai sumber pendapatan lokal di Kabupaten Kubu Raya dan untuk memperkirakan pertumbuhan pajak daerah selama 5 tahun ke depan (2019 s / d tahun 2023) di Kabupaten Kubu Raya.               Jenis data yang digunakan adalah data sekunder berupa time series, data disusun secara kronologis dari tahun ke tahun selama periode 5 tahun (2012-2016). Alat analisis menggunakan tipologi dan statistik deskriptif yang terdiri dari kontribusi dan pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pajak yang termasuk dalam kategori utama adalah pajak parkir dengan persentase 9,10%, kategori potensial dari 4 (empat) jenis pajak daerah yang terdiri dari pajak penerangan jalan, pajak mineral dan batu non-logan, pajak tanah dan bangunan, pajak BPHTB dengan persentase 36,36%, sedangkan kategori pengembangan 3 (tiga) jenis pajak daerah adalah pajak restoran, pajak hiburan, pajak sarang walet dengan persentase 27,27%, yang masuk dalam kategori terbelakang sebanyak 3 (tiga) jenis daerah pajak yaitu pajak hotel, pajak iklan, pajak air tanah dengan persentase 27,27%.               Perkiraan pertumbuhan pajak lokal Kabupaten Kubu Raya periode 2019-2023 tahun diprediksi akan meningkat setiap tahun dari tahun ke tahun, mengikuti perkiraan pertumbuhan berturut-turut dari 2019 sebesar Rp.117.024,16FM2020 sebesar Rp.128.509.58 pada tahun 2021 seharga Rp. .139.995,00 pada tahun 2022 sebesar Rp.151.480,42 pada tahun 2023 sebesar Rp.162.965,84Kata kunci: Kinerja Pajak Daerah, Pendapatan Pajak Daerah

    PERKEMBANGAN KOMODITI ASAL MALAYSIA YANG MASUK DI PASAR LOKAL KABUPATEN BENGKAYANG

    Get PDF
                                                   USTAMANProgram Studi Magister Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura                                 DOSEN PEMBIMBING 1                                  Dr.Afrizal, SE,M.Si                  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura                              Dosen Pembimbing 2                               Helly Suharlina,SE, MM                Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura                                                 ABSTRAKCommodity Development is a process of change For The better. The success of The Investment (sales commodity) to on expected destination supplay Growth of Economic and succses improve poeples. Trade between Countries Border Area of Bengkayang Regency For Long Developing The Commodity Expand Malaysia Activity Trade The Years on Developing an Dommestic Product Bengkayang Regency Than Expand Border Area East Malaysia Sarikin. The Commodity Superior is Commodity of the Competition Product The Competitiveness on the local market Bengkayang Regency For Developing so market. Commodity Development Expand Malaysia in Bengkayang Regency. Trade Between Countries and The Improve Economic of The Bengkayang Regency Average 5,62%.Keywords : Commodity Development, Local Market

    146

    full texts

    167

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ekonomi Daerah (JEDA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇