Jurnal Konstruksi
Not a member yet
    76 research outputs found

    Analisis Kapasitas Balok Baja Ringan Menahan Tekuk Torsi Lateral

    No full text
    Salah satu elemen struktural pada sebuah bangunan adalah balok. Balok memiliki fungsi sebagai bagian bangunan yang menahan beban-beban diatasnya dan umumnya terbuat dari material beton atau baja, namun kini ada alternatif baru yaitu balok baja ringan. Namun karakteristiknya yang tipis membuat baja ringan rawan terhadap kegagalan tekuk, salah satunya adalah tekuk torsi lateral. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kapasitas sebuah balok baja ringan dengan penampang tersusun back to back dan toe to toe dalam menahan tekuk torsi lateral. Metode perhitungan yang digunakan pada penilitian ini adalah metode initiation yield dan metode lebar efektif. Dari hasil perhitungan didapat bahwa kapasitas momen nominal penampang untuk profil back to back dan toe to toe adalah 1.049,923 Kgm dan 1.223,319 Kgm. Sedangkan untuk hasil perhitungan kapasitas momen nominal akibat tekuk torsi lateral, untuk profil back to back dan toe to toe adalah sebesar 245,793 Kgm dan 336,764 Kgm.

    Analisis Prategang pada Box Girder Longspan Ciliwung LRT Jabodebek

    No full text
    Light Rail Transit atau LRT dibangun sebagai salah satu transportasi massal bermoda kereta, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2015 dan perubahannya, lintas pelayanan LRT dapat mendukung aktifitas penduduk dengan meminimalisir volume lalu lintas ibukota. Struktur LRT Longspan Ciliwung direncanakan dengan struktur melayang dan menerapkan tipe kontruksi prategang Box Girder. Mutu beton pada Box Girder adalah 50 MPa serta menggunakan kabel prategang dengan diameter 15,24 mm. Analisis ini bertujuan untuk membandingkan jumlah kebutuhan strand yang terpasang di lapangan dengan jumlah strand hasil perhitungan. Analisis prategang dilakukan pada segmen yang berada di tengah bentang utama dengan 2 tahapan analisis, tahap I yaitu menganalisis prategang berdasarkan data di lapangan. Sedangkan analisis tahap II yaitu analisis prategang dengan tidak diizinkan tegangan tarik dan yang diizinkan tegangan tarik, sehingga menghasilkan banyak strand perhitungan. Setelah dianalsis, jumlah strand  yang diperlukan berdasarkan hasil analisis tahap II sebanyak 366 buah untuk kondisi tidak diizinkan terjadi tarik hampir sama jumlahnya (perbedaan 1,7 %) dengan strand terpasang di lapangan berdasarkan analisis tahap I sebanyak 372 buah sehingga bisa dipastikan bahwa pemasangan 372 strand di lapangan berdasarkan desain prategang yang tidak diizinkan terjadi tarik

    Evaluasi Pondasi Bored Pile pada Proyek Kolam Ponds dengan Pile Driving Analyze Test

    No full text
    Dalam merencanakan suatu pondasi tiang, pertama perencana menghitung daya dukung pada pondasi yang menopang beban diatasnya. Pada pengujian pondasi proyek kolam Ponds PT. United Tractors PDA test dipilih untuk mengetahui kondisi pondasi tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya dukung dan penurunan pondasi dibandingkan dengan result PDA serta menganalisis penyebab kerusakan pada tiang yang diuji.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode yang bersifat kualitatif lalu secara spesifik lebih diarahkan pada metode pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini yaitu perhitungan daya dukung pondasi tiang metode Schertmann & Nottingham Ø30 cm sebesar 39,62 ton, dan Ø40 cm sebesar 71,22 ton, sedangkan dengan metode Mayerhoff pondasi Ø30 cm sebesar 55,84 ton, dan Ø40 cm sebesar 92,49 ton. Hasil result PDA tiang bor titik 2 sebesar 89 ton, titik 10 sebesar 125 ton, titik 7 dan 8 tidak diketahui karena pondasi mengalami kerusakan, selisih daya dukung metode Schertmann & Nottingham dengan result PDA tiang bor titik 2 sebesar 19,97 %, dan tiang bor titik 10 sebesar 43 %, sedangkan metode Mayerhoff dengan result PDA titik 2 sebesar 19,97 %, dan tiang bor titik 10 sebesar -3,92 %, sehingga metode Mayerhoff disarankan untuk menganalisis pondasi tiang bored pile, hasil analisis penurunan pondasi tiang tunggal untuk pondasi Ø40 sebesar 0,055 m, sedangkan  pondasi Ø30 sebesar 0,056 m, hasil penurunan pondasi PDA test untuk pondasi Ø40 masih dalam batas toleransi jika dibandingkan dengan hasil analisa 0,018 m ≤ 0,055 m (titik 2), dan 0,003 m ≤ 0,055 m (titik 10) sedangkan untuk pondasi titik 7 dan 8 tidak dapat dibandingkan karena data yang dibutuhkan tidak tersedia. Beberapa penyebab kerusakan tiang bor titik 7 dan 8 yaitu proses pekerjaan konstruksi, pengaruh air tanah, dan berat hammer, kemudian perbaikan untuk tiang bor yang rusak dengan cara metode chemical anchoor supaya tiang tidak mengalami deformasi

    Penanganan Tanah Lunak pada Timbunan Tinggi di Area Akses Rancakalong Sta. 0+675 – Sta. 0+775 Jalan Tol Cisumdawu

    No full text
    Jalan Tol Cisumdawu  merupakan salah satu proyek strategis nasional yang menghubungkan daerah Cileunyi-Sumedang dan Cirebon daerah Dawuan. Pada Jalan Akses Rancakalong Sta. 0+675 – 0+775 yang merupakan rangkaian pembangunan jalan tol Cisumdawu, berada pada tata guna lahan palawija dan dalam arah memanjang jalan lokasi ini merupakan daerah cekungan. Namun merujuk pada gambar desain konstruksi pada Sta. 0+675 – 0+700 merupakan daerah timbunan cukup tinggi dan tanpa perkuatan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui stabilitas desain timbunan berdasarkan faktor keamanan dari timbunan menggunakan metode elemen hingga. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini didapatkan pada kaki timbunan sebelah kiri diperkuat dengan kombinasi bored pile dengan dinding beton kantilever sedangkan pada kaki timbunan sebelah kanan diperkuat dengan kombinasi bored pile dengan gabion. Dengan perkuatan timbunan tersebut didapatkan nilai faktor keamanan timbunan sebesar 1.38

    Analisis Beban Gempa dengan Metode Statik Ekuivalen Berdasarkan SNI 1726-2019 pada Gedung Ipal

    No full text
    Indonesia berada di wilayah dengan tingkat rawan terhadap gempa yang tinggi dikarenakan pertemuan lempeng yang kompleks. lempeng tersebut termasuk tiga lempeng besar dan lempeng kecil lainnya.. Menurut SNI-03-1726(2002), Jakarta Timur termasuk di zona gempa 4 dengan resiko gempa menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui batasan perioda fundamental struktur dan beban gempa yang terjadi pada gedung IPAL dengan metode statik ekuivalen berdasarkan SNI 1726-2019. Batasan perioda fundamental struktur (T) dipengaruhi oleh tipe struktur dan ketinggian bangunan. Semakin tinggi bangunan maka nilai T akan semakin besar. Dari hasil perhitungan beban gaya lateral ekuivalen di tiap lantai didapat gaya yang terbesar terjadi pada lantai basemen karena dilantai basemen total berat seismik (W) lebih besar dari lantai dasar. Dari hasil tersebut menjelaskan bahwa semakin besar berat seismik maka gaya lateral ekuivalen akan semakin besar

    Analisis Produktivitas Pemakaian Alat Berat Terhadap Biaya dan Waktu pada Pembangunan Jalan Baru Lingkar Cipanas Kabupaten Garut

    No full text
    Proyek Pembangunan Jalan Baru Lingkar Cipanas Kabupaten Garut di bangun sejauh 3000 m dengan lebar badan jalan 2 x 7 m dan ruang milik jalan 25 meter. Dengan pengerjaan 180 hari kalender dan biaya sebesar kurang lebi 4,8 miliar. Proyek ini dibangun di Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut. Salah satu kajian yang akan di analisis adalah perbandingan lama waktu dan biaya pekerjaan jalan baru dengan menggunakan alat berat dari rencana awal pekerjaan dengan hasil analisis di lapangan. Prduktivitas alat berat yang akan ditinjau pada pekerjaan pemindahan tanah dan pemadatan tanah adalah alat berat excavator, bulldozer, vibrator roller, dan dump truck yang masing masing mempunyai fungsi, waktu dan biaya serta produktivitas yang berbeda beda. Terjadi percepatan proyek pada pembangunan jalan baru lingkar cipanas. Awal rencana jalan tersebut di bangun dengan durasi waktu 180 hari kalender namun yang ada real di lapangan pengerjaan jalan baru lingkar cipanas dapat selesai 100% kurang lebih 2 bulan lebih awal dari yang di rencakan. Akibat itu alat berat yang sebagian ada di lapangan tidak sesuai dengan apa yang direncankan sehingga terjadi percepatan proyek tetapi dengan terjadinya percepatan proyek biaya pun bertambah dari yang sebelumnya di rencakan dalam pekerjaan per itemnya. Maka hasil analisis Proyek Pembangunan Lingkaar Cipanas Kabupaten Garut terjadi percepatan proyek, proyek dapat selesai 100% dengan durasi waktu 102 Hari/14,57 Minggu atau 80 Hari/11,24 Mingu lebih awal dengan biaya tambahan sebesar Rp.80.847.900,00,-. pada harga sewa alat berat. Untuk menutup biaya tambahan sewa alat berat bisa di tutup dengan efesiensi waktu selama 82 hari kalender yang mana setiap item pekerjaan selama 82 hari kalender itu bisa mengganti penambahan biaya bahkan mendapat keuntungan sebesar  Rp.127.038.100,00 bagi pihak kontrakto

    Risiko Biaya Akibat Kemacetan di Ruas Jalan Lingkar Gentong Tasikmalaya Berdasarkan Biaya Operasi Kendaraan (BOK)

    No full text
    Kemacetan lalu lintas bisa terjadi karena ketidakseimbangan antara jumlah penduduk, jumlah kendaraan yang semakin bertambah dari tahun ke tahun, dan jumlah ruas jalan yang ada atau tersedia. Pada tahun 2016 jumlah penduduk Tasikmalaya sebanyak 1.808.506 jiwa, sedangkan pada tahun 2017 jumlah penduduk Tasikmalaya sebanyak 1.976.884 jiwa. Panjang jalan Nasional Kota Tasikmalaya sepanjang 38,28 Km Jalan Nasional dan 137,38 Km Jalan Provinsi (BPS, 2016), sedangkan kendaraan yang beroperasi di Tasikmalaya pada Tahun 2016 mencapai 1.165.855 kendaraan. Salah satu titik ruas jalan yang sering mengalami kemacetan lalu lintas adalah  ruas jalan Lingkar Gentong. Studi ini bertujuan untuk menganalisis risiko biaya akibat kemacetan di ruas jalan Lingkar Gentong Tasikmalaya berdasarkan biaya operasional kendaraan (BOK). Berdasarkan penelitian menunjukan bahwa biaya yang ditimbulkan akibat kemacetan di jalur Lingkar Gentong pada pagi hari lebih banyak dari utara daripada selatan, untuk kendaraan ringan sebesar Rp 7.896.599/km, kendaraan berat sebesar Rp 24.860.556/km , sedangkan sepeda motor sebesar Rp 3.972.444/km daripada selatan krndaraan ringan sebesar Rp 5.325.116/km, kendaraan berat sebesar Rp 14.971.194, dan sepeda motor sebesar Rp 2.659.322. Sedangkan untuk sore hari biaya yang ditimbulkan akibat kemacetan dari arah selatan  lebih banyak daripada utara, kendaraan ringn sebesar Rp 8.843.983/km, kendaraan berat sebesar Rp 22.137.180/km , sedangkan sepeda motor sebesar Rp 3..435.770./km daripada utara kendaraan ringan sebesar Rp 6.958.076/km, kendaraan berat sebesar  Rp 11.400.838/km, dan sepeda motor sebesar Rp 1.350.390/km

    Analisis Pondasi Tiang Pancang Theematic Mall dan Hotel Majalaya Bandung

    No full text
    Salah satu pondasi dalam adalah pondasi tiang pancang, pondasi ini digunakan pada Proyek Theematic Mall dan Hotel Majalaya-Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pondasi yang ada pada proyek tersebut. Analisis pembebanan yang diperhitungkan mengacu pada SNI 1727-2013. Perencanaan pembebanan mengunakan program analis struktur yang menghadirkan state of the art dalam teknologi tiga dimensi finite element method bagi struktur teknik dan untuk perhitungan pondasi mengunakan metode Begemann dan Borms dengan mengunakan data kekuatan bahan hasil uji tanah SPT dan CPT untuk tiang pancang, untuk kekuatan Pondasi pilecap mengunakan SNI-03-2847-2002. Berdasarkan dari hasil analisis dan data tanah didapatkan tahanan aksial *Pn=720,96 Kn dan tahanan lateral tiang pancang * Hn = 27,14 kn. Untuk tahanan geser tinjauan pondasi telapak/pile cap arah y Vc*  = 2274,3 kn, arah x Vc* =2173,5 kn dan tinjauan dua arah   Vnp= 12012 kn. Untuk perhitungan penulangan pile cap didapatkan hasil analisis yang lebih besar daripada yang dilapangan yaitu As= 18480 mm2 (analisis) dan As = 9575,89 mm2 (lapangan), dikarenakan pada hasil analisis perhitungan dilapangan didapatkan nilai tahanan aksial dan lateral lebih kecil daripada hasil analisis

    Perbandingan Pembebanan Gempa Bangunan Bertingkat Menggunakan Analisis Static Equivalent dan Analisis Dynamic Time History di Kab. Garut

    No full text
    Pembebanan gempa dengan menggunakan metode analisis static equivalent dan analisis dynamic time history, memiliki perubahan pembebanan yang sangat mendasar diantara kedua metode. Pada penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa “perubahan mendasar terjadi pada struktur 5 dan 10 tingkat”. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan pembebanan, menganalisis perubahan pembebanan yang sangat mendasar dan menganalisis metode yang cocok dalam perencanaan pembebanan pada bangunan dengan rentan 5, 6, 7, 8, 9 dan 10 tingkat. Studi kasus dilakukan menggunakan data respons spectrum Kabupaten Garut dan time history El Centro 1940 (seismik frekuensi menengah). Fungsi bangunan sebagai hotel sebagai acuan untuk menentukan kategori risiko. Klasifikasi situs tanah keras dan menggunakan mutu beton yang digunakan fc’= 30 MPa. Untuk menghitung analisis statik ekivalen digunakan standar perhitungan SNI 1726-2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan pembebanan gempa yang terjadi pada struktur 5 dan 6 lantai menggunakan analisis statik ekivalen dinilai akurat karena menghasilkan pembebanan gempa yang mendekati dengan hasil dari perhitungan analisis dinamik time history, tetapi dalam analisis ini pada struktur 7 lantai atau lebih untuk melakukan perhitungan pembebanan gempa lebih disarankan karena menghasilkan pembebanan yang jauh lebih besar dari perhitungan analisis statik ekivalen. Nilai gaya geser pada analisis statik ekivalen dinilai lebih linier peningkatannya dibandingkan dengan analisis dinamik time history

    Karakteristik Tanah Kawasan Gedebage Kota Bandung Berdasarkan Hasil Uji Lapangan dan Laboratorium

    No full text
    Kawasan Gedebage berada di Kota Bandung, Jawa Barat yang merupakan lokasi strategis dan dapat diakses dengan mudah dari banyak daerah. Kawasan Gedebage kini sedang dilaksanakan pengembangan mulai dari infrastruktur dan prasarana pendukung lainnya. Namun, kawasan Gedebage ini termasuk ke dalam wilayah cekungan Bandung yang didominasi oleh lempung lunak. Lempung lunak termasuk jenis tanah yang kurang menguntungkan. Karakteristik, sifat, dan parameter-parameter tanah tersebut perlu diketahui sebagai data awal dalam analisis perencanaan konstruksi selanjutnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengujian di lapangan dan di laboratorium. Pengujian lapangan yang dilakukan berupa CPT dan DPT, sedangkan pengujian laboratorium meliputi sifat fisis dan mekanis tanah. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini menunjukkan bahwa tanah di kawasan Gedebage, Kota Bandung merupakan lempung lunak dengan plastisitas tinggi. Klasifikasi menurut AASHTO tanah pada penelitian ini merupakan kelompok A-7-5(41) dan menurut USCS adalah kelompok CH

    56

    full texts

    76

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Konstruksi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇