slims-ucs.onesearch.id
Not a member yet
6880 research outputs found
Sort by
Asuhan kebidanan pada ny. I usia 18 tahun dengan pendarahan postpartum primer karena sisa plasenta di rumah sakit umum daerah cianjur
v, 62 hlm.; lamp.; 29 cm
Asuhan kebidanan kesehatan reproduksi pada ny. I dengan cervicitis di poliklinik kebidanan RSUD kelas b cianjur
x, 60 hlm.; lamp.; 29 cm
Asuhan kebidanan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi dalam perspektif gender
ii, 22 hlm.; 30 cm
Pengaruh Variasi Substitusi Serat Karet Pengganti agregat Halus Terhadap Kuat Tarik Belah Beton (Suatu Penelitian Dengan Menaggunakan FAS 0,5)
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi substitusi serat karet pengganti agregat halus pada campuran beton terhadap kuat tarik belah beton. Pada penelitian ini FAS yang akan digunakan yaitu 0,5 dengan memiliki aggregate maksimum 19,1mm. Perencanaan pada campuran beton dikerjakan sesuai dengan persyarat ACI. Benda uji yang digunakan pada penelitian ini adalah silinder yang memilki ukuran dimensi 15cm x 30cm. Pada penelitian ini memiliki umur benda uji rendaman selama 28 (dua puluh delapan) hari. Jumlah keseluruhan sampel untuk semua aggregate maksimum pada saat pengujian karakteristik beton adalah 15 (lima belas) benda uji yang setiap variabel beton memiliki masing-masing 5 (lima) benda uji. Substitusi serat karet dalam campuran beton untuk 10% dan 20% adalah substitusi aggregate halus berdasarkan berat volume aggregate halus. Hasil dari pengujian kuat tarik belah memiliki substitusi variasi beton normal atau tanpa campuran serat karet memiliki nilai persentasi 0,00% dengan hasil kuat tarik belah sebesar 28,577kg/cm2, pada beton campuran serat karet 10% memiliki nilai persentasi 2,970% dengan hasil kuat tarik belah sebesar 29,426kg/cm2 dan pada beton campuran serat karet 20% memiliki nilai persentasi 4,950% dengan hasil kuat tarik belah sebesar 29,992kg/cm2 . Ini terjadi dikarenakan beton dengan campuran serat karet yang memiliki sifat elastis yang mampu meredam gesekan dan tekanan membuat pecahan aggregat kasar menjadi lebih kecil. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa untuk beton campuran serat karet mampu meningkatkan kualitas kuat tarik belah beton di banding dengan beton normal
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIFTIPE JIGSAW DALAM MATA PELAJARAN IPS / EKONOMI MATERI KEBUTUHAN DI SMP NEGERI 2 PEUKAN PIDIE
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII-D SMP Negeri 2 Peukan Pidie. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri atas 2 siklus. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Peukan Pidie dalam jangka waktu 6 bulan, yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII/D SMP Negeri 2 Peukan Pidie Tahun ajaran 2012/2013. Analisis data menggunakan teknik analisis diskriptif komparatif dengan membandingkan kondisi awal dengan hasil-hasil yang dicapai pada setiap siklus. Dengan penerapan pembelajaran menggunakan metode jigsaw dalam upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam materi kebutuhan pada siswa kelas VIII-D SMP Negeri 2 Peukan Pidie tahun pelajaran 2012/2013. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan instrumen tes dan instrumen non tes. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa nilai rata-rata siswa kelas VIII-D SMP Negeri 2 peukan pidie sebelum diterapkan metode jigsaw adalah 61,0, setelah diterapkan metode jigsaw pada siklus I nilai rata-rata siswa meninggkat menjadi 67,8. Pada siklus II setelah melakukan pembenahan dari siklus I maka terjadi peningkatan lagi nilai rata-rata siswa menjadi 72,58.Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif, Tipe jigsaw, Prestasi belajar
Pengaruh Konversi Lahan Pertaian terhadap Pengembangan Alat dan Mesin Pertanian dan Produksi Padi di Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar
Aceh Besar merupakan kabupaten di propinsi Aceh yang menjadi salah satu sentral produksi pertanian serta mempuyai potensi untuk memproduksi hasil pertanian khususnya komoditi padidalam mencukupi kebutuhan hidup para petani dan masyarakat di kabupaten tersebut. namun dengan terjadinya penyusutan lahan pertanian di berbagai kecamatan di kabupaten aceh besarakan menjadi kendala dalam mempertahankan produksi. penyusutan lahan pertanian menjadi bangun maupun sarana lainnya terlihat nyata di berbagai kecamatan di kabupaten aceh besartermasuk di kecamatan Balang bintang yang menyebabkan penurunan luas lahan pertanianmenjadi lahan non pertanian sehingga dapat mempengaruhi pengembangan alat dan mesin pertanian dan produksi padi