slims-ucs.onesearch.id
Not a member yet
6880 research outputs found
Sort by
Askeb. pada bayi ny. I neonatus cukup bulan dengan asfiksia di ruang perinatologi RSUD cibinong
Askeb. antenatal pada ny. S dengan sisa plasenta previa totalis di BLUD sekarwangi sukabumi.
HUBUNGAN STATUS SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANJUT USIA DI UPTD RUMOH SEUJAHTERA GEUNASEH SAYANG ULEE KARENG BANDA ACEH
Proporsi lansia meningkat dari tahun ke tahun dan diikuti oleh berbagai masalah termasuk masalah psikologis. Depresi merupakan salah satu masalah psikologis yang paling umum terjadi pada lansia dan ditandai dengan perasaan kesedihan, tidak semangat dan putus asa. Faktor status sosiodemografi (usia, jenis kelamin, dukungan keluarga, status perkawinan, dan pendidikan) merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap timbulnya depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status sosiodemografi dengan tingkat depresi pada lansia di panti jompo Ulee Kareng Kota Banda Aceh. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dan menggunakan metode cross-sectional survey. Data dianalisis dengan uji Kolmogorov-smirnov pada sampel yang berjumlah 23 orang. Persentase depresi adalah 62,2% dan terdiri dari depresi ringan 56,5%, depresi sedang 21,7%, dan depresi berat 21,7%. Hasil uji statistik mendapatkan hubungan bermakna antara dukungan keluarga dengan tingkat depresi ( p value 0,038). Pada penelitian ini tidak didapatkan hubungan bermakna antara usia (p value 0,992), jenis kelamin (p value 1,000), status perkawinan (p value 1,000), dan pendidikan (p value 0,166) dengan tingkat depresi pada lansia di UPTD Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang Ulee Kareng Banda Aceh. Edukasi tentang menjaga kesehatan jiwa dan fisik kepada para lansia dan diikuti dukungan keluarga yang baik membuat kualitas hidup lansia menjadi lebih baik.Kata kunci: Status Sosiodemografi, depresi, lansi
PERILAKU KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI PESANTREN MODERN TGK. CHIEK OEMAR DIYAN INDRAPURI ACEH BESAR
Berhasil tidaknya suatu organisasi dalam pengembangan visi dan misinya sangat ditentukan oleh perilaku kepemimpinan kepala madrasah dalam menyusun, melaksanakan, dan melakukan pengawasan program kerja madrasah dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku kepala madrasah dalam proses penyusunan, pelaksanaan, dan pengawasan program kerja madrasah serta dalam menghadapi kendala sehingga berdampak pada peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala madrasah, wakil kepala, guru, dan komite madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perilaku kepemimpinan kepala madrasah dalam proses penyusunan program kerja madrasah yang berorientasi tujuan berdasarkan visi, misi madrasah telah menunjukkan perilaku kepemimpinan yang efektif dengan menonjolkan perilaku yang berorientasi hubungan harmonis (tidak arogan) dalam upaya meningkatkan mutu out put pendidikan. Secara substansinya mengarah pada upaya meningkatkan mutu pendidikan. (2) perilaku kepemimpinan kepala madrasah pada pelaksanaan program kerja dengan pendekatan humanisme telah menunjukkan perilaku kepemimpinan yang efektif yang berorientasi hubungan partisipatif dan keteladanan (bersahabat dan kekeluargaan) dalam menyusun program pembelajaran (silabus, rencana pembelajaran, alat peraga). (3) perilaku kepemimpinan kepala madrasah pada pengawasan program kerja dengan berorientasi pada tujuan yang telah ditetapkan telah menunjukkan kepemimpinan yang efektif melalui pendekatan yang persuasif yang berorientasi pada saling percaya, memberi arahan dan bimbingan secara bijaksana. (4) perilaku kepemimpinan kepala madrasah dalam mengatasi hambatan-hambatan pada program kerja sekolah telah menunjukkan perilaku kepemimpinan yang efektif dengan mengedepankan perilaku yang berorientasi hubungan kemitraan (saling percaya, musyawarah, terbuka) dalam menyelesaikan berbagai persoalan guna meningkatkan mutu pendidikan. Kata Kunci: Perilaku Kepemimpinan, Kepala Madrasah, dan Mutu Pendidika
PENGARUH INFORMASI AKUNTANSI DAN STRUKTUR GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP RELEVANSI NILAI PELAPORAN KEUANGANRN(STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA)
The objectives of this research are to examine the effect of accounting information and good corporate governance structure on the value relevance of financial reporting both simultaneously and partially. The relevance of financial reporting values measured by using a variable pricing model with stock price. Accounting information using three variables: EPS (Earnings Per Share), ROA (Return on Assets), and cash flow. Good corporate governance structure using three variables: managerial ownership, institutional ownership, and audit committee.This type of research used in this study is hypothesis testing and research methods used in this research is purposive sampling method. The sample of this research are manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange 2010-2013. The analysis method used in the research is multiple linear regression analysis.The results of this research are (1) EPS, ROA, cash flow, managerial ownership, institutional ownership, and audit committees have an effect on the stock price, (2) EPS, ROA, and cash flow partially have an effect on the stock prices, and (3) managerial ownership, institutional ownership, and audit committee have not effect on the stock prices.Keywords: Price Model, EPS, ROA, Cash Flow, Managerial Ownership, Institutional Ownership, Audit Committe
KAJIAN KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU KOTA BANDA ACEHRNMENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFISRN(STUDI KASUS KECAMATAN BAITURRAHMANRNDAN KECAMATAN KUTA ALAM)
KAJIAN KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU KOTA BANDAACEH MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS(Studi Kasus Kecamatan Baiturrahman Dan Kecamatan Kuta Alam)Oleh :BadreviNIM : 0909200060110Komisi Pembimbing1. Ir. Mirza Irwansyah, MBA, MLA, Ph.D2. Ir. Sugianto, M.Sc, Ph.DABSTRAKPerubahan penggunaan lahan kota dari kawasan bervegetasi menjadi kawasanterbangun mengakibatkan ketidakseimbangan ekologi kota, seperti menurunnyaluas dan jumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH). Dari hasil studi awal yangdilakukan di Kecamatan Baiturrahman dan Kuta Alam Kota Banda Aceh melaluiobservasi diperoleh ketidakseimbangan antara ketersediaan luas RTH yang adadengan dengan areal terbangun, luas area terbuka hijau sangat kecil dibandingandengan standar RTH yang telah diatur dalam Undang-undang No. 26 Tahun 2007tentang Penataan Ruang. RTH yang ada sebagian besar telah dikonversi menjadiinfrastruktur perkotaan dan kawasan pemukiman baru. Tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui dan menidentifikasi luas, kondisi dan faktor-faktor yangmempengaruhi ketersediaan RTH menggunakan SIG. Metode penelitianmenggunakan metode deskriptif untuk mengidentifikasi untuk membuatgambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta, sifat danhubungan antara fenomena yang diselidiki dengan menggunakan data primerdengan mengamati secara langsung kondisi RTH melalui ditransformasikan dalambentuk gambar (peta), laporan foto dan tabulasi data. Hasil analisis menggunakanSoftware SIG (Arc-GIS version 9.3) kondisi RTH Kecamatan Baiturrahmansebesai 760.677 m2dibandingkan dengan luas kecamatan sebesar 4.539.000 m2atau luas RTH eksisting sebesar 16 % dari luas kecamatan, sedangkan KecamatanKuta Alam dengan luas 10.047.000 m2mempunyai luas RTH 815.779 m2dankondisi eksisting RTH di Kecamatan ini hanya 8 % yang tersedia, sehingga keduakecamatan ini perlu penambahan kembali luasan RTH hingga mencapai 30 %baik publik (20 %) dan privat (10 %) sesuai dengan Undang-undang RI Nomor 26Tahun 2007. Peranan pemerintah dalam pembangunan dan penyediaan RTHdilaksanakan dengan empat konsep yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengawasandan kebijakan. Selain itu pembangunan RTH juga harus dirumuskan bersamastakeholders terkait seperti pemerintah, swasta, masyarakat, lembaga swadayamasyarakat, akademisi, serta DPRK yaitu payung hukum, mekanisme perijinan,serta penegakan hukum.Kata Kunci : Ruang Terbuka Hijau, Ketersediaan Lahan, Penataan Ruang, SI