Buletin Agrohorti
Not a member yet
465 research outputs found
Sort by
Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis pada Beberapa Dosis Pupuk ZA
Nitrogen memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman. Pemupukan amonium sulfat (ZA) merupakan suatu upaya menyediakan nitrogen bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh dosis pupuk ZA terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga April 2023 di kebun Sabisa Farm IPB, Sindang Barang, Kota Bogor. Perlakuan dosis pupuk terdiri dari enam taraf, yaitu tanpa pemberian pupuk nitrogen (kontrol), 300 kg ha-1 urea, 337.5 kg ha-1 ZA, 506.3 kg ha-1 ZA, 675 kg ha-1 ZA, dan 1,012.5 kg ha-1 ZA. Percobaan menerapkan rancangan kelompok lengkap teracak faktor tunggal dengan 4 ulangan sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk ZA pada jagung manis berpengaruh nyata meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis dibandingkan kontrol tetapi tidak berbeda nyata dengan urea (nitrogen standar). Pupuk ZA dosis 675 kg ha-1 efektif meningkatkan hasil jagung manis dibandingkan urea berdasarkan nilai Relative Agronomic Effectiveness (RAE) 102.53% dan mengurangi input biaya pupuk hingga 47.5% dibandingkan urea.
Kata kunci: amonium sulfat, input biaya pupuk, nitrogen, RAE, produktivita
Sistem Panen Kelapa Sawit di Sekunyir Estate, Kalimantan Tengah
Palm oil (Elaeis gueenensis Jacq) is an important vegetable oil in Indonesia. Palm oil productivity is influenced by various factors including harvest management. This research had specific objectives to be achieved, namely studying and understanding the management of palm oil harvesting, and analyzing the factors that influence the effectiveness and efficiency of palm oil harvesting. The research was conducted at Sekunyir estate, Central Kalimantan from February to May 2014. Data collection was obtained by direct and indirect methods. Field observations were conducted by following 8 harvesters on the Division of Labour (DOL) system and 4 harvest teams on the 1 Cutter and 2 Carrier (C1R2) system. This research concluded that changing the harvest system from the DOL system to the C1R2 system had a good impact on crop management and the productivity of the harvest team. The C1R2 system had a yield of 5-7% higher than the DOL system in obtaining ripe fruit and had a smaller number of rotten fruits which was around 2.6% compared to the DOL system which reached 8%.
Keywords: harvest efficiency, C1R2 system, DOL system, harvesting technique, labo
Pertumbuhan Varietas Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz.) pada Perlakuan Irigasi Simulasi Kondisi Bulan Kering
Ubi kayu atau singkong tumbuh di berbagai daerah dan jenis tanah. Produktivitas ubi kayu bervariasi antar daerah karena perbedaan varietas dan lingkungan. Curah hujan yang rendah pada kondisi bulan kering menyebabkan cekaman kekeringan pada pertumbuhan ubi kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons tiga varietas ubi kayu yang diberi irigasi sebagai simulasi pada kondisi bulan kering. Ubi kayu ditumbuhkan dalam media polibag dalam rumah kaca di Kebun Percobaan Cikabayan, IPB Bogor. Tiga varietas ubi kayu Mangu, Genjah Bayam, dan IR Jonggol ditanam dan disiram pada 98.1 mL per hari per polibag (setara curah hujan 60 mm per bulan) dan 130.8 mL per hari per polibag (setara curah hujan 80 mm per bulan). Tidak ada pengaruh interaksi varietas dan penyiraman tanaman terhadap variabel pertumbuhan ubi kayu. Variabel pertumbuhan ubi kayu berbeda antara varietas dan penyiraman tanaman. Pada umur 12 minggu setelah tanam (MST), tinggi tanaman Genjah Bayam lebih rendah dibandingkan varietas lainnya. Mangu memiliki jumlah lobus terbanyak pada 8 MST, bobot dari batang, tangkai daun, dan daun varietas Mangu paling tinggi. Penyiraman 130.8 mL per hari per polibag menghasilkan tinggi tanaman, jumlah daun menempel, diameter batang, tangkai daun, dan tinggi tanaman berdaun lebih tinggi daripada 98.1 mL per hari per polibag.
Kata kunci: curah hujan rendah, interaksi, kekeringan, respons pertumbuhan, singkon
Pengaruh Ukuran Rimpang dan Media Tanam terhadap Viabilitas dan Vigor Bibit Monstera (Monstera deliciosa)
Monstera (Monstera deliciosa) merupakan tanaman hias yang sedang populer di Indonesia selama beberapa tahun. Pembibitan monstera dapat ditingkatkan dengan pemilihan ukuran rimpang dan media tanam yang paling baik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 hingga Januari 2020 di Kebun Percobaan Cikabayan, Laboratorium Pengujian Mutu Benih, dan Laboratorium Fisiologi dan Kesehatan Benih. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah ukuran rimpang yang terdiri dari 3 taraf berdasarkan diameter, yaitu ukuran kecil (0.7 cm hingga <1.7 cm), sedang (≥1.7 cm hingga ≤2 cm), dan besar (>2 cm hingga 4 cm). Faktor kedua adalah media tanam yang terdiri dari campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam (1:1:1) dan campuran tanah, pupuk kandang, dan pasir (1:1:1). Bibit yang berasal dari benih rimpang berukuran besar memiliki persentase hidup, panjang daun, bobot basah rimpang, bobot kering rimpang, dan bobot kering tunas yang lebih tinggi daripada bibit yang berasal dari benih rimpang sedang dan kecil. Media tanam campuran sekam menghasilkan bibit dengan persentase hidup, kecepatan patah dormansi, persentase bertunas, panjang akar, bobot kering akar, bobot basah tunas dan bobot kering tunas yang lebih tinggi daripada media campuran pasir.
Kata kunci: araceae, pasir, sekam padi mentah, tuna
Pengelolaan Pemupukan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Aek Nabara, Sumatera Utara
Pengelolaan pemupukan pada kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) diperlukan untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi. Penelitian berlangsung pada bulan Januari hingga Mei 2021 di kebun Aek Nabara. Penelitian bertujuan menganalisis dan mengevaluasi pengelolaan pemupukan yang mencakup efisiensi dan efektivitas pemupukan. Pengamatan dan pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan metode langsung (data primer) yaitu pengamatan 5T (tepat jenis, dosis, cara, waktu dan tempat), pengelolaan distribusi pupuk dan kehilangan pupuk dan metode tidak langsung (data sekunder). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa aplikasi pemupukan di afdeling IV telah sesuai dengan rekomendasi Departemen Penelitian dan Pengembangan. Jenis pupuk yang diaplikasikan, yaitu pupuk AC, RP, MOP, Borat, Dolomit, dan Janjangan kosong. Ketepatan cara aplikasi MOP mencapai 92.78%, yang dikategorikan sangat baik berdasarkan standar kebun. Rata-rata ketepatan lokasi aplikasi pupuk adalah 55.69 cm, sesuai dengan standar kebun (50-100 cm) untuk tanaman menghasilkan <8 tahun. Namun, ketepatan dosis aplikasi MOP hanya mencapai 80.56%, masih di bawah standar kebun yaitu sebesar 92%. Pengawasan dan perencanaan dalam proses pemupukan masih perlu ditingkatkan, khususnya dalam hal dosis pupuk, untuk menghasilkan pemupukan yang optimal.
Kata kunci : efisiensi, efektivitas, kehilangan pupuk, ketepatan pemupuka
Pengaruh Giberelin (GA3) terhadap Pertumbuhan dan Komponen Hasil Bawang Merah (Allium cepa var. aggregatum) Varietas Bima Brebes
Bawang merah (Allium cepa var. aggregatum) banyak dibudidayakan petani di Indonesia karena memiliki pemanfaatan yang cukup meluas. Penggunaan ZPT merupakan faktor pendukung yang memberikan kontribusi dalam peningkatan produktivitas bawang merah. Salah satu ZPT tersebut ialah giberelin atau GA3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh GA3 pada bawang merah varietas Bima Brebes, dan mendapatkan dosis optimum sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2020 di Kabupaten Brebes. Penelitian dilakukan dengan cara foliar spray GA3 dengan 0–2,5 dosis dalam volume semprot 400 L air pada tanaman bawang merah varietas Bima Brebes. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak faktor tunggal 4 ulangan, terdiri dari 6 perlakuan dosis masing-masing yakni 0; 0,5; 1,0; 1,5; 2,0; dan 2,5 dosis GA3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 0,5–2,0 dosis GA3 secara nyata berhasil meningkatkan tinggi tanaman, bobot 10 umbi, bobot kering per tanaman dan bobot per petak yang memengaruhi dugaan hasil per hektar. Adapun dosis optimum dari hasil analisis regresi menunjukkan pada parameter tinggi tanaman 4–6 MST berturut- turut yakni 1,48; 1,65 dan 1,88 dosis GA3, sedangkan untuk bobot 10 umbi yakni 1,54 dosis GA3.
Kata kunci: bawang merah, bibit umbi, Bima Brebes, foliar spray, GA
Uji Cepat Vigor Benih Tomat (Solanum lycopersicum L.) dengan Metode Radicle Emergence
Salah satu kendala produsen benih saat ini yaitu penetapan uji vigor dalam pengujian mutu benih yang lama dan sulit. Vigor benih merupakan salah satu mutu fisiologis benih yang dapat dijadikan acuan untuk menentukan besarnya mutu benih. Salah satu metode uji vigor benih yang telah divalidasi ISTA yaitu uji radicle emergence (RE) pada benih jagung. Penelitian bertujuan untuk menentukan waktu pengamatan RE yang tepat pada pengujian vigor benih tomat (Solanum lycopersicum L.) dan mengkorelasikannya dengan tolok ukur mutu fisiologis. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih IPB pada bulan Februari sampai April 2018. Penelitian menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) satu faktor dengan sembilan taraf varietas, yaitu Intan1, Intan 2, Intan 3, Pucung, Viona, Latanza, Palupi, Karina, Yasmin F1. Hasil penelitian menunjukkan pengamatan RE benih tomat dilakukan setelah benih dikecambahkan 114 jam pada suhu 25±1 °C. Hasil uji RE berkorelasi positif dengan beberapa tolok ukur mutu fisiologis yang diamati (indeks vigor, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, berat kering kecambah normal, dan daya tumbuh).
Kata kunci: daya berkecambah, daya tumbuh, indeks vigor, kecepatan tumbu
Uji Daya Hasil 18 Galur Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Hasil Seleksi IPB Di Cianjur, Jawa Barat
Pengujian daya hasil galur-galur hasil seleksi merupakan salah satu tahap dalam perakitan varietas unggul. Penelitian bertujuan mempelajari daya hasil 18 galur kacang tanah (Arachis hypogaea L.) generasi F8 hasil seleksi IPB. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2019 sampai April 2020 di lahan pertanian Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada ketinggian 600 m dpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak faktor tunggal dengan 18 galur uji dan 3 varietas pembanding. Berdasarkan hasil penelitian, daya hasil 18 galur kacang tanah generasi F8 hasil seleksi IPB menunjukkan terdapat beberapa karakter yang memiliki daya hasil nyata lebih tinggi dari varietas pembanding. Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa ada perbedaan nyata antar galur pada beberapa karakter percobaan. Galur yang memiliki daya hasil tinggi yaitu G33, G41, G53, G99, G100, G133, G142, G205, G209, dan G234.
Kata kunci: galur, karakter, koefisien, seleks
Manajemen Budidaya Mentimun dan Sistem Irigasi dalam Rumah Kaca di Tuinderij Hoevekestein, Belanda
Penelitian dilaksanakan di Tuinderij Hoevekestein, Belanda pada tanggal 5 Juli hingga 22 September 2018. Penelitian bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam sistem budidaya mentimun dalam rumah kaca, khususnya dalam manajemen irigasi. Data primer diperoleh melalui observasi langsung di lapangan. Pengamatan dilakukan pada 3 periode tanam mengenai manajemen irigasi, khususnya kebutuhan air tanaman, mekanisme irigasi, dan efisiensi penggunaan air. Efisiensi penggunaan air pada 2017 berkisar antara 12.60%-3.72% dan tergolong tinggi berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya. Evapotranspirasi pada area seluas 8,000 m2 di afdeling 1 diamati pada periode tanam ketiga. Berdasarkan pengamatan dan analisis menggunakan metode FAO Penman-Moteith dan perangkat lunak Evapotranspiration Calculator V3.2, rata-rata nilai estimasi evapotranspirasi harian hasil perhitungan dalam jangka waktu 25 Juli hingga 16 September 2018 adalah 2.735+0.950 mm per hari sedangkan besar evapotranspirasi sesungguhnya pada periode yang sama 1.879+0.696 mm per hari. Evapotranspirasi dipengaruhi oleh faktor-faktor iklim, terutama intensitas cahaya. Berdasarkan pengamatan dan analisis neraca air di area produksi seluas 27,800 m2 pada tahun 2017, disimpulkan bahwa volume drainase melebihi standar perusahaan dan air yang diberikan pada tanaman melebihi kebutuhan tanaman.
Kata kunci: efisiensi penggunaan air, evapotranspirasi, kebutuhan air tanama