Buletin Agrohorti
Not a member yet
465 research outputs found
Sort by
Manajemen Pemanenan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Labuhanbatu, Sumatera Utara
Panen merupakan salah satu kegiatan yang penting pada pengelolaan tanaman kelapa sawit. Keberhasilan panen dicapai dengan menghasilkan produktivitas tandan buah yang tinggi dengan kandungan rendemen minyak yang tinggi serta kandungan asam lemak bebas (ALB) yang rendah sehingga manajemen panen harus dilaksanakan secara optimal. Penelitian bertujuan mengevaluasi perencanaan panen, pelaksanaan panen, dan evaluasi panen. Penelitian dilaksanakan di Labuhanbatu, Sumatera Utara dari bulan Januari hingga Mei 2022. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan rata-rata, persentase, dan uji komparatif (t-student) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan rotasi panen terpanjang mencapai 13 hari, sedangkan standar kebun adalah 10 hari. Penggunaan alat pelindung diri (APD) tergolong cukup baik walaupun terdapat beberapa pemanen yang tidak menggunakan helm dan face shield. Kapasitas panen terdapat perbedaan yang signifikan karena pekerja memperoleh basis upah harian yang ditetapkan. Rata-rata AKP sebesar 20.18% dan rata-rata varian sebesar 2.41%. Kebutuhan tenaga panen ideal dengan diperoleh taksasi sebesar 15.61 dan realisasi sebesar 14.20. Transportasi panen relatif singkat dengan rata-rata waktu yang ditempuh 12.13 menit, rata-rata jarak 2.16 km, dan rata-rata kecepatan 10.88 km per jam. Persentase mutu buah sesuai dengan standar kebun dengan tidak ada buah mentah, buah matang 96.74%, buah terlalu matang 2.55%, dan buah busuk 1.71%. Kehilangan hasil di lapangan sebesar 1.88 butir per pokok. Penerapan sistem evaluasi, denda, dan premi panen dilakukan untuk menjaga tercapainya basis dan kualitas panen.
Kata kunci: kehilangan hasil, kriteria matang panen, rotasi panen, tenaga pane
Manajemen Pengendalian Gulma Tanaman Cengkeh (Syzygium Aromaticum L.) Di Kebun Branggah Banaran, Blitar
Gulma sangat berpengaruh terhadap produktivitas yang ada di lahan perkebunan termasuk pada komoditas cengkeh. Penurunan produksi diakibatkan karena adanya kompetisi nutrisi antara tanaman utama dan gulma. Penelitian bertujuan untuk menganalisis proses pengendalian gulma di Kebun Branggah Banaran, Blitar terutama mengenai manajemen pengendalian gulma tanaman cengkeh. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Mei 2022. Kondisi gulma di Kebun Branggah Banaran pada golongan tanaman B2, C1 dan C2 didominasi oleh gulma rumput Digitaria sanguinalis dan Pseudelephantopus spicatus pada golongan tanaman A1, A2 dan B1. Pekerja pengendalian gulma masih banyak yang belum mematuhi kelengkapan APD yang ditetapkan perusahaan. Perbandingan efektivitas biaya pengendalian gulma pada TBM dan TM menunjukkan bahwa metode kimiawi lebih efektif dengan rasio sebesar 1.24:1. Keberagaman gulma setiap tahun pangkas mempengaruhi kegiatan pengelolaan kerja pengendalian gulma secara umum. Keberagaman gulma mempengaruhi waktu pengendalian, metode pengendalian, kemampuan penyemprot serta efisiensi biaya pengendalian.
Kata kunci: analisis vegetasi, cengkeh, efektivitas biaya, gulma, herbisid
Pertumbuhan Tunas Temu Putih secara In Vitro pada Beberapa Komposisi Zat Pengatur Tumbuh
Rimpang jahe putih memiliki masa dormansi selama 2-3 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi zat pengatur tumbuh (ZPT) yang sesuai untuk perbanyakan tunas jahe putih secara in vitro. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan 3 AGH pada bulan Maret hingga Agustus 2022. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial (RAL) dengan 5 taraf komposisi ZPT pada media dasar MS, yaitu media MSo tanpa penambahan ZPT (kontrol); 3 ppm BAP + 0.5 ppm TDZ + 0.1 ppm NAA; 9 ppm BAP; 1.5 ppm TDZ; 3 ppm Kinetin + 0.5 ppm TDZ + 0.1 ppm NAA. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali, setiap unit percobaan terdiri dari 2 botol dan setiap botol ditanam satu eksplan. Penambahan 3 ppm BAP + 0.5 ppm TDZ + 0.1 ppm NAA dan 3 ppm Kinetin + 0.5 ppm TDZ + 0.1 ppm NAA memberikan hasil multiplikasi tunas yang paling tinggi, yaitu 6,8 tunas. Penambahan ZPT pada media tidak berpengaruh nyata terhadap pemanjangan tunas, pertambahan jumlah daun, dan pembentukan akar. Perlakuan dengan penambahan 3 ppm BAP + 0.5 ppm TDZ + 0.1 ppm NAA; 9 ppm BAP; dan 3 ppm Kinetin + 0.5 ppm TDZ + 0.1 ppm NAA menghasilkan plantlet yang menunjukkan kelangsungan hidup 100% pada masa aklimatisasi dua minggu.
Kata kunci: auksin, multiplikasi, planlet, sitokinin, Zingiberaceae
 
Pertumbuhan Berbagai Jenis Bahan Perbanyakan Sidaguri (Sida rhombifolia) pada Beberapa Komposisi Media Tanam
Sidaguri (Sida rhombifolia) merupakan tanaman berkhasiat obat dari famili malvaceae yang masih jarang dibudidayakan. Pengambilan sidaguri dari alam untuk memenuhi kebutuhan industri obat secara terus menerus mengancam keberadaan sidaguri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bahan perbanyakan, komposisi media tanam, dan interaksi keduanya untuk menghasilkan bibit dengan pertumbuhan optimal dan efisien. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktorial dengan tiga ulangan. Terdapat tiga perlakuan jenis bahan perbanyakan yaitu benih, setek batang, dan setek pucuk serta empat komposisi media tanam yaitu tanah, tanah + kompos, tanah + kompos + arang sekam, dan tanah + kompos + pasir (1:1 v/v). Setiap satuan percobaan terdapat 10 tanaman sehingga total terdapat 360 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perlakuan yang menghasilkan bibit paling baik berdasarkan pengaruh jenis bahan perbanyakan, namun komposisi media tanam dan interaksi kedua faktor tidak menunjukkan hasil yang berbeda nyata. Bahan perbanyakan yang baik digunakan sebagai bahan perbanyak sidaguri yaitu setek batang yang menunjukkan hasil paling baik pada daya tumbuh (56.67%), tinggi tanaman (29.4 cm), dan jumlah cabang (3.5) yang dicapai pada umur 8 MST.
Kata kunci: bahan perbanyakan, diferensiasi sel, malvaceace, media tana
Manajemen Pemanenan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Tandun, Kabupaten Kampar, Riau
Kelapa sawit merupakan salah satu tanaman perkebunan yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Upaya peningkatan produksi dan produktivitas kelapa sawit dapat dilakukan dengan memperbaiki manajemen produksi melalui kegiatan panen yang baik. Penelitian ini dilaksanakan di Perkebunan Tandun, Kabupaten Kampar, Riau, pada bulan Januari hingga Mei 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menganalisis perencanaan panen, pelaksanaan panen, dan evaluasi panen. Data hasil pengamatan dianalisis secara kuantitatif dan deskriptif dengan menggunakan rata-rata, persentase, dan uji komparatif (t-student). Kegiatan panen di kebun Tandun sudah berjalan cukup baik, terlihat dari hasil produksi harian yang sesuai dengan taksasi produksi dengan nilai varians rata-rata di bawah 5%, kapasitas panen rata-rata sudah mencapai tandan buah segar (TBS) dan memiliki nilai jual yang tinggi, serta pengangkutan buah dengan truk sudah sesuai dengan kapasitas. Namun demikian, beberapa hal yang masih perlu ditingkatkan seperti rotasi panen yang masih pendek, realisasi panen yang tidak sesuai dengan rencana panen perlu dievaluasi, kepatuhan penggunaan helm yang masih di bawah 100%, kualitas buah mentah yang masih di atas standar yaitu 1.51% dari batas toleransi 1%, masih ditemukannya kehilangan hasil dari buah yang tidak terkumpul dan buah yang belum matang saat panen masih ditemukan saat inspeksi areal panen.
Kata kunci: kehilangan hasil, perencanaan panen, produks
Pemangkasan Meningkatkan Produktivitas Tanaman Kopi Robusta (Coffea canephora Pierre ex. A. Froehner) di Malang, Jawa Timur
Pemangkasan merupakan kegiatan penting di perkebunan kopi untuk mempertahankan produktivitas yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemangkasan pemeliharaan terhadap produktivitas kopi Robusta di Malang, Jawa Timur. Penelitian berlangsung dari bulan Januari hingga Juni 2021. Pengamatan yang dilakukan adalah tinggi tanaman, cabang produktif, proporsi jumlah cabang produktif, tunas udara, jumlah cabang, tandan, dan buah. Tanaman diamati dari 3 blok berbeda yang mewakili setiap kelas kebun dengan tahun tanam yang sama yaitu 2013. Data yang diperoleh, dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan kuantitatif. Hasil analisis kuantitatif diuji menggunakan metode uji t-student pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan jumlah cabang, tandan, dan buah kopi ditentukan oleh kegiatan pemangkasan. Pemeliharaan pemangkasan dengan cara penjarangan berpengaruh positif terhadap jumlah cabang produktif dan hasil buah yang maksimal. Pemangkasan pemeliharaan dapat meningkatkan produktivitas sebesar 73%.
Kata kunci: cabang produktif, produktivitas, tunas udar
Peningkatan Daya Simpan Benih Kedelai (Glycine max L.) Melalui Perlakuan Antar Periode Simpan
Salah satu faktor pembatas penyediaan benih kedelai bermutu adalah daya simpannya yang rendah. Perlakuan antar periode simpan diharapkan dapat menahan laju kemunduran benih dan meningkatkan daya simpan. Penelitian bertujuan mempelajari dan mendapatkan perlakuan antar periode simpan yang mampu mempertahankan viabilitas dan vigor benih kedelai, sehingga daya simpan benih dapat meningkat. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyimpanan dan Pengujian Mutu Benih, Departemen Agronomi dan Hortikultura, IPB pada bulan Februari hingga Agustus 2023. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap split-plot. Kondisi suhu ruang simpan sebagai petak utama terdiri atas dua taraf yaitu (1) ruang simpan terbuka (28 ± 3 ℃) dan (2) ruang simpan terkendali (20 ± 2 ℃). Perlakuan antar periode simpan sebagai anak petak, terdiri atas lima taraf yaitu (1) kontrol, (2) kombinasi cuci dan jemur (3) jemur (4) pemanasan 50 oC, dan (5) fungisida. Hasil penelitian menunjukkan viabilitas benih hingga 6 bulan setelah perlakuan (BSP) tidak dipengaruhi oleh perbedaan suhu ruang simpan. Perlakuan fungisida mampu mengeradikasi cendawan Aspegillus niger dan A. Flavus dan mempertahankan daya berkecambah 82 pada 5 BSP dan 80% (6 BSP). Perlakuan jemur menjadi alternatif terbaik pengganti perlakuan fungisida, mampu mempertahankan daya berkecambah 81% (5 BSP) dan 74% (6 BSP), sementara daya berkecambah benih tanpa perlakuan telah turun menjadi 71% (5 BSP) dan 67% (6 BSP).
Kata kunci: fungisida, invigorasi, kemunduran benih, penjemuran, viabilita
Penggunaan Citra Digital dalam Pengembangan Metode Uji Cepat Vigor Benih Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) melalui Pemunculan Radikula
Teknologi citra digital merupakan salah satu teknik identifikasi mutu benih dengan tingkat keakuratan yang tinggi dalam waktu yang singkat. Teknologi ini menggunakan data yang terdapat pada citra dua dimensi yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan mengembangkan metode uji cepat vigor benih kacang panjang (Vigna sinensis L.) melalui uji pemunculan radikula (radicle emergence) menggunakan pengolahan citra digital. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak satu faktor yaitu lot benih dengan 18 lot benih yang terdiri dari 6 varietas. Benih dikecambahkan dengan metode between paper menggunakan germinator standar bersuhu 20 ± 2 oC. Pengamatan dimulai pada jam ke-38 hingga jam ke-54 dengan interval antar pengamatan yaitu 2 jam. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati jumlah benih yang memiliki empat kategori panjang radikula, yaitu ≥1 mm, ≥2 mm, ≥50% panjang benih, dan ≥ panjang benih. Data panjang radikula tersebut kemudian dianalisis korelasi dan regresi terhadap beberapa tolok ukur. Tolok ukur mutu fisiologis benih yang digunakan antara lain daya berkecambah, indeks vigor, kecepatan tumbuh, potensi tumbuh maksimum, dan berat kering kecambah normal. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, panjang radikula pada kategori panjang radikula ≥1 mm dan ≥2 mm berkorelasi kuat dengan indeks vigor dan kecepatan tumbuh pada waktu pengecambahan mulai dari 42 jam, ≥50% panjang benih memiliki korelasi yang kuat dengan tolok ukur indeks vigor dan kecepatan tumbuh masing-masing pada waktu pengecambahan 52 jam dan 54 jam, serta pada kategori panjang radikula ≥ panjang benih hanya berkorelasi kuat dengan tolok ukur kecepatan tumbuh pada waktu pengecambahan 54 jam.
Kata kunci: analisis korelasi, analisis regresi, mutu fisiologis benih, panjang radikula, periode pengecambaha
Keragaman Genetik Karakter Agronomi dan Amilosa Populasi Sorgum F3 Hasil Persilangan Pulut 3 x Soraya 3
Penggunaan sorgum sebagai alternatif pangan di Indonesia belum cukup berkembang karena tekstur sorgum yang pera kurang disukai masyarakat. Perbaikan terhadap kualitas biji sorgum perlu dilakukan untuk memperoleh sorgum berbiji pulen dan diterima masyarakat. Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi keragaman genetik pada populasi F3 sorgum hasil persilangan Pulut 3 x Soraya 3 serta seleksi cepat genotipe sorgum dengan kadar amilosa rendah. Penelitian ini dilaksanakan pada Juli 2022 hingga Desember 2022 di Kebun BBPSI Biogen, Cimanggu, , Kota Bogor, Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata karakter kuantitatif yang beraneka ragam. Jumlah gen yang terlibat terbagi menjadi dua macam yaitu banyak dan sedikit gen. Aksi gen yang muncul yaitu epistasis. Hasil pewarnaan pada endosperma biji menunjukkan sebagian besar sorgum populasi F3 bertipe waxy.
Kata kunci: aksi gen, epistasis, seleksi, Sorghum bicolor, stainin
Pertumbuhan dan Produksi 5 Galur Harapan Tomat (Solanum lycopersicum L.) pada Naungan Paranet
Penelitian ini dilakukan untuk menguji pertumbuhan dan produksi 5 galur harapan tomat dan varietas pembanding terhadap pengaruh naungan paranet. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Pasir Kuda Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) IPB, Ciomas, Bogor pada bulan Desember 2017 sampai dengan bulan Mei 2018. Penelitian menggunakan rancangan petak tersarang, dua faktor dan empat ulangan. Petak utama terdiri atas 2 taraf, yaitu naungan paranet 50% (N1) dan tanpa naungan 0% (N0) dan anak petaknya adalah 5 galur harapan tomat (F4SSH34979-370-1, F4SSH34979-326-4, F4SSH34979-380-11, F4SSH34979-380-13, dan F4SSH34979-380-16) dan 5 varietas pembanding (Palupi, Karina, Tora, SSH3, dan 4979). Hasil penelitian menunjukkan bahwa naungan paranet 50% meningkatkan pertumbuhan seluruh tanaman tomat yang diuji dan produksi pada 5 galur harapan tomat. Penurunan produksi terjadi pada seluruh varietas pembanding, kecuali varietas SSH3.
Kata kunci: galur harapan, pengaruh naungan, pertumbuhan, produks