Buletin Agrohorti
Not a member yet
    465 research outputs found

    Pemberian Dosis Pupuk Kandang dan Interval Panen terhadap Produksi Jawer Kotok (Coleus atropurpureus L. Benth)

    Get PDF
    Jawer Kotok merupakan tanaman obat yang berasal dari Indonesia. Tanaman ini memiliki berbagai khasiat untuk kesehatan, tetapi belum banyak diketahui dan dibudidayakan sebagai tanaman obat. Produksi Jawer Kotok yang optimum memerlukan pertimbangan dari segi produktivitas tanaman serta bahan aktif yang terkandung di dalamnya. Budidaya tanaman obat umumnya dilakukan secara organik untuk menghindari pengaruh bahan kimia pada senyawa bioaktif dalam tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dosis pupuk kandang dan interval panen yang dapat menunjang produksi Jawer Kotok sebagai tanaman obat. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikabayan, Bogor, Jawa Barat, Indonesia pada bulan Januari hingga Juli 2018. Rancangan lingkungan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk signifikan meningkatkan bobot basah batang total serta variabel pertumbuhan berupa pertambahan tinggi tanaman, lebar tajuk dan jumlah cabang. Interval panen yang sering signifikan menurunkan  bobot basah daun total dan variabel pertumbuhan berupa jumlah daun, pertambahan tinggi tanaman, lebar tajuk, jumlah cabang, kadar air, dan persentase daun batang. Interval panen signifikan menurunkan kadar klorofil a, karoten, dan total klorofil daun. Terdapat interaksi antara dosis pupuk dan interval panen pada parameter pertambahan tinggi tanaman pada 10 dan 26 MST

    Pertumbuhan Bibit Cengkeh (Syzygium aromaticum (L.) Merr & Perr.) Zanzibar pada Berbagai Taraf Dosis Pupuk Majemuk NPK (15 : 15 : 15) dan Konsentrasi Auksin 2.4-D

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mencari kombinasi dosis pupuk NPK dan konsentrasi Auksin 2.4D yang optimum untuk pertumbuhan bibit cengkih. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan IPB, Cikabayan, Dramaga, Bogor, mulai bulan Oktober 2016 sampai Juni 2017. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan pertama adalah pemberian pupuk majemuk NPK (15:15:15) dengan empat taraf dosis yaitu 5 g per bibit (P0), 10 g per bibit (P1), 15 g per bibit (P2) dan 20 g per bibit (P3). Perlakuan kedua adalah pemberian Hydrasil dengan 4 taraf dosis yaitu 0 ml per liter air (Z0), 0.5 ml per liter air (Z1), 1 ml per liter air (Z2) dan 1.5 ml per liter air (Z3). Hasil penelitian menunjukkan pemberian Pupuk majemuk NPK cenderung berpengaruh nyata (Uji F pada α 0.1) terhadap rasio bobot akar, tetapi tidak memberikan pengaruh nyata pada peubah lainnya. Konsentrasi auksin memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada 1 BST (Bulan Sesudah Perlakuan) dan cenderung berpengaruh nyata (Uji F pada α 0.1) terhadap tinggi bibit pada 4 dan 5 BSP, tetapi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap peubah lainnya. Terdapat pengaruh nyata interaksi pupuk NPK dan auksin terhadap panjang akar dan cenderung berpengaruh nyata (Uji F pada α 0.1) terhadap Bobot Basah Tajuk. Tidak ditemukannya dosis optimum pada pupuk majemuk NPK untuk pertumbuhan bibit cengkih, tetapi terdapat konsentrasi optimum dalam pemberian auksin 2.4D yaitu sebesar 1.58 ml per liter air dalam pertumbuhan tinggi bibit cengkih

    Pengendalian Gulma pada Perkebunan Karet (Hevea brasiliensis Muell Arg.) di Gurach Batu Estate, Asahan, Sumatera Utara

    Get PDF
    Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan jenis gulma yang tumbuh di bawah tegakan tanaman karet yang berbeda umur dan bagaimana manajemen pengendalian yang efektif.  Kegiatan berlangsung dari Februari – Mei 2015 di Gurach Batu Estate, Asahan, Sumatera Utara. Pengamatan vegetasi gulma dilakukan dengan analisis vegetasi pada 13 blok dengan 13 tahun tanam yang berbeda untuk mendapatkan nisbah jumlah dominan (NJD) dan koefisien komunitas. Pengamatan lain adalah teknik pengendalian gulma, serta efektifitas dan efisisensi pengendaliannya. Data gulma dianalisis menggunakan nisbah jumlah dominan (NJD), sedangkan pengamatan lain dianalisis secara deskriftif. Hasil pengamatan menun jukan bahwa gulma yang dominan di GBE adalah Mucuna bracteata, Diplazium asperum, Selaginella deoderleinii, Nephrolepis bisserata. Manejemen pengendalian gulma dilakukan secara manual, kimiawi dan kultur teknis

    Template Artikel Buletin Agrohorti

    No full text
    Template artikel Buletin Agrohorti. Tulislah artikel menggunakan format ini

    Pengelolaan Perkebunan Pisang Cavendish Komersial di Lampung Tengah, Lampung

    Get PDF
    Penelitian dilaksanakan untuk menambah wawasan, pengalaman teknis, keterampilan kerja, manajerial, dan secara khusus mempelajari serta menganalisis pengelolaan perawatan tanaman dan buah pisang cavendish. Penelitian dilaksanakan di Lampung pada bulan Februari hingga Juni 2017. Metode yang digunakan untuk mendapat data primer dengan cara mengikuti dan mengamati kegiatan teknis di lapang dan wawancara. Data sekunder diperoleh dari laporan dan arsip kebun. Hasil penelitian menunjukkan kualitas buah pisang dipengaruhi pemangkasan daun, penyuntikan jantung, pembrongsongan, pembuangan bunga, pembuangan buah, pembuangan penghalang buah, dan pemasangan sekat buah. Penyakit pisang yang menjadi kendala di lokasi penelitian adalah Black Leaf Streak (BLS) yang disebabkan oleh Mycosphaerella fijiensis dan banana freckle yang disebabkan oleh Guignardia musae. Kehilangan buah ekspor terbesar karena kondisi No Functional Leaf (NFL) karena Banana Freckle. Blok dengan kondisi NFL terbesar adalah blok 27A dengan jumlah 7420 tanaman. Indeks tenaga kerja sebesar 2.08

    Uji Daya Berkecambah Pada Benih Turi Putih (Sesbania grandiflora L.)

    Get PDF
    Turi merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki banyak manfaat namun keberadaannya semakin terbatas. Pengembangan tanaman turi harus dimulai dengan pengadaan benih yang bermutu tinggi. Uji daya berkecambah adalah salah satu pengujian yang digunakan untuk mendeteksi benih. Prosedur pengujian daya berkecambah benih turi belum banyak diketahui seperti metode pematahan dormansi, substrat perkecambahan yang efektif, serta first count dan final count sehingga perlu dilakukan penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Penyimpanan dan Pengujian Mutu Benih IPB pada bulan MeiSeptember 2017. Hasil pengujian yang diperoleh dari pengecambahan benih turi selama 21 hari adalah hitungan pertama (first count) nya pada hari ke-6 dan hitungan kedua (final count) pada hari ke-8. Substrat perkecambahan yang paling optimum untuk mengecambahkan benih turi adalah kertas merang kemudian kertas saring. Turi juga memiliki dormansi sehingga perlu diberikan perlakuan supaya dormansinya patah dan mudah untuk berkecambah. Metode skarifikasi (pengamplasan) adalah metode terbaik dalam mematahkan dormansi benih turi

    Pertumbuhan dan Produksi Kedelai Hitam dengan Pemberian Jenis Biomassa dan Dosis Pemupukan Kalsium pada Budidaya Jenuh Air di Lahan Pasang Surut

    Get PDF
    Penggunaan Budidaya Jenuh Air (BJA) pada lahan pasang surut merupakan salah satu solusi peningkatan produksi kedelai nasional. Pemberian biomassa dan pemupukan Ca menjadi pertimbangan dalam melengkapi paket teknologi budidaya jenuh air. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis biomassa dan dosis pemupukan Ca yang secara nyata meningkatkan pertumbuhan dan produksi kedelai hitam dengan budidaya jenuh air di lahan pasang surut. Penelitian dilakukan di Desa Karyabhakti, Kecamatan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi pada Agustus hingga November 2017. Rancangan petak tersarang digunakan pada penelitian ini dengan dua faktor, yaitu sumber biomassa dan dosis pemupukan Ca. Sumber biomassa terdiri atas tiga level antara lain kontrol, biomassa teki-tekian, dan jerami, sedangkan dosis pemupukan Ca terdiri atas empat level, yaitu kontrol, 250 kg ha-1, 500 kg ha-1, dan 750 kg ha-1. Kombinasi keduanya diulang sebanyak tiga ulangan sehingga menghasilkan 36 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh faktor tunggal sumber biomassa dan dosis pemupukan Ca secara umum berbeda sangat nyata dalam meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, bobot kering bintil akar, bobot 100 biji, bobot ubinan, dan produktivitas kedelai hitam. Produktivitas tertinggi pengaruh faktor tunggal sumber biomassa adalah perlakuan pemberian biomassa teki sebesar 2.74 ton ha-1, sedangkan pengaruh faktor tunggal dosis pemupukan Ca terbaik adalah pemupukan Ca 500 kg ha-1 sebesar 2.49 ton ha-1. Interaksi kedua faktor hanya berbeda nyata meningkatkan tinggi tanaman, bobot kering batang, dan jumlah polong isi

    Cover dan Daftar Isi Volume 7 No. 2

    No full text
    Cover dan Daftar Isi Volume 7 No.

    Penambahan Berbagai Jenis Pupuk Organik dan Pupuk Hayati terhadap Produktivitas dan Mutu Benih Kedelai (Glycine max.L.)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mendapatkan jenis pupuk organik untuk meningkatkan produktivitas dan mutubenih tanaman kedelai (Glycine max L.). Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo, InstitutPertanian Bogor, Dramaga, Bogor pada bulan Desember 2017-April 2018. Jenis tanah Kebun PercobaanLeuwikopo yaitu latosol. Rancangan perlakuan yang digunakan adalah faktorial satu faktor dalam rancanganlingkungan kelompok lengkap teracak dengan empat ulangan. Faktor yang diamati adalah jenis pupuk yangterdiri atas enam taraf yaitu perlakuan P0 (tanpa pupuk anorganik dan pupuk organik), P1 (Pupukanorganik), P2 (Abu sekam bakar), P3 (Bio organik), P4 (Pupuk organik cair) dan P5 (Plant growthPromoting Rhizobacteria (PGPR)). Pengujian mutu benih hasil produksi dilaksanakan di LaboratoriumPengujian dan Penyimpanan Benih pada bulan April 2018. Pengujian tersebut terdiri atas pengujian dayaberkecambah, indeks vigor benih, potensi tumbuh maksimum, berat kering kecambah normal dan bobot 100butir benih. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan pupuk organik tidak berpengaruh terhadapkomponen pertumbuhan vegetatif seperti tinggi tanaman, jumlah cabang per tanaman, dan jumlah daunterkecuali daya tumbuh dan jumlah bintil akar. Perlakuan pupuk memberikan pengaruh nyata terhadapproduksi kedelai dan bobot 100 butir benih tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah polong pertanaman, jumlah polong isi, bobot polong isi, bobot biji tanpa polong, jumlah butir per tanaman, jumlahcabang produktif, dan bobot akar. Perlakuan pupuk tidak memberikan pengaruh nyata pada komponenpengujian mutu benih yakni variabel daya berkecambah, indeks vigor, potensi tumbuh maksimum dan bobotkering kecambah normal. Penambahan pupuk organik yang menghasilkan produksi terbaik yaitu perlakuanPGPR dengan dosis 10 g kg-1 benih. Semua perlakuan pupuk organik tidak berpengaruh terhadap mutufisiologis benih

    Penentuan Dosis Optimum Pemupukan Nitrogen pada Tanaman Kolesom (Talinum triangulare (Jacq.) Wild.)

    Get PDF
    Penelitian bertujuan untuk menentukan dosis optimum pupuk nitrogen yang dapat memberikan hasil maksimum pada produksi pucuk tanaman dengan menggunakan sistem irigasi selang perforasi. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan University Farm, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Darmaga. Bahan tanam yang digunakan pada penelitian ini adalah setek batang kolesom. Percobaan menggunakan rancangan RKLT (Rancangan Kelompok Lengkap Teracak) 1 faktor dan 5 taraf dosis pemupukan dan 4 ulangan. Dosis pupuk yang digunakan terdiri atas 0%, 50%, 100%, 150% dan 200%, dimana 100% N = 67.5 kg ha-1, berdasarkan rekomendasi pemupukan pada penelitian sebelumnya. Setiap satuan percobaan ditanam pada petakan dengan ukuran 5 m x 1 m dan jarak tanam 40 cm x 25 cm, setiap petak terdiri dari 25 tanaman. Pemanenan pertama dilakukan ketika tanaman berumur 30 HST. Pemanenan dilakukan sebanyak 3 kali dengan interval panen 15 hari. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pemupukan N berbagai dosis 0%, 50%, 100%, 150%, 200% pada tanaman kolesom meningkatkan secara kuadratik bobot basah brangkasan, tajuk, batang dan meningkatkan secara linier bobot basah daun. Dosis rekomendasi pemupukan N adalah 108.45 kgN ha-1

    434

    full texts

    465

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Buletin Agrohorti
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇