Buletin Agrohorti
Not a member yet
    465 research outputs found

    Evaluasi Mutu Benih Jagung Manis (Zea mays L. saccharata Sturt.) berdasarkan Letak Benih pada Tongkol dan Efektivitas Pemilahan Benih menggunakan Air Screen Cleaner

    Get PDF
    Beberapa varietas jagung manis memiliki karakter berupa ukuran benih yang berbeda sesuai dengan letaknya pada tongkol. Penelitian ini bertujuan mengetahui mutu benih jagung manis genotipe SD3 dengan letak benih yang berbeda pada tongkol dan mengetahui efektivitas pemilahan benih menggunakan air screen cleaner (ASC). Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo, Laboratorium Pengujian Mutu Benih, serta Laboratorium Biofisika Benih, Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB pada bulan Maret - Oktober 2019. Penelitian ini terdiri atas dua percobaan yang keduanya menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Percobaan pertama yaitu evaluasi mutu benih berdasarkan perbedaan letaknya pada tongkol (pangkal, tengah, dan ujung). Panjang pangkal, tengah, dan ujung berturut-turut sekitar 1/5, 3/5, dan 1/5 bagian dari tongkol. Percobaan kedua yaitu efektivitas pemilahan benih menggunakan ASC dengan tolok ukur persentase rendemen benih dan kehilangan hasil. Skema ukuran screen yang digunakan ada tiga, yaitu skema 1  yaitu screen atas ukuran 30 (diameter lubang 1.14 cm) dan screen bawah ukuran 16 (diameter lubang 0.63 cm), skema 2 yaitu screen atas ukuran 30 dan screen bawah ukuran 20 (diameter lubang 0.78 cm), dan skema 3 yaitu screen atas ukuran 20 dan screen bawah ukuran 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih bagian pangkal dan tengah memiliki viabilitas dan vigor lebih tinggi daripada benih bagian ujung berdasarkan hasil pengujian terhadap daya berkecambah, indeks vigor, kecepatan tumbuh, accelerated ageing test dan electrical conductivity test. Benih jagung manis lebih efektif jika dipilah menggunakan skema ukuran screen 30-16 dibandingkan skema ukuran screen lainnya. Kata kunci: rendemen benih, ukuran screen, viabilitas, vigo

    Keragaman Karakter Agronomi Populasi M2 Kacang Hijau (Vigna radiata L. Wilczek)

    Get PDF
    Induksi mutasi fisik dengan iradiasi sinar gama merupakan salah satu pendekatan untuk meningkatkan keragaman genetik sehingga mendukung proses seleksi dalam program pemuliaan tanaman. Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi keragaman karakter agronomi dan seleksi populasi kacang hijau M2 VR10. Pengujian populasi M2 VR10 hasil iradiasi sinar gama 880 Gy dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo IPB pada Februari hingga Juni 2018. Sebanyak 480 tanaman M2 dan 120 tanaman M0 (VR10) sebagai kontrol ditanam bersamaan. Populasi M2 VR10 menunjukkan keragaman karakter warna hipokotil, pertumbuhan daun pertama, keberadaan warna antosianin serta trikoma pada batang dan tangkai daun, bentuk biji, warna biji, dan kekilapan biji. Keragaman genetik berdasarkan nilai heritabilitas tergolong tinggi (50.7-93.0%), teridentifikasi pada karakter tinggi tanaman (saat berbunga, panen pertama, panen terakhir), umur berbunga, umur panen (panen pertama, panen terakhir), periode panen, bobot polong total, jumlah biji per polong, jumlah polong total, dan panjang polong. Seleksi karakter periode panen berdasarkan frekuensi seleksi 10% menghasilkan 46 genotipe M2-VR10 dengan periode panen 13-31 hari dan memberikan diferensial seleksi -2.99. Kata kunci: frekuensi seleksi, heritabilitas, M0, periode panen, seleksi diferensia

    Cover dan Daftar Isi

    No full text
    Cover dan Daftar Isi Buletin Agrohorti Volume 11 No.

    Identifikasi Karakter Agronomi dan Fisiologi Daun Beberapa Genotipe Mutan Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz)

    Get PDF
    Indonesia telah menjadikan daun ubi kayu sebagai salah satu sayur pilihan dalam konsumsi sehari-hari. Hal ini menjadikan peningkatan kualitas dan kuantitas daun ubi kayu perlu dilakukan. Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB telah memiliki beberapa genotype ubi kayu mutan stabil hasil iradiasi sinar gamma berpotensi sebagai varietas baru ubi kayu penghasil daun untuk sayuran. Tujuan percobaan adalah untuk mempelajari karakter agronomi dan fisiologi daun beberapa genotipe ubi kayu serta mempelajari korelasi antara tingkat hijau daun dengan hasil klorofil meter SPAD (Soil Plant Analysis Development). Penelitian menggunakan rancangan deskriptif dimana tidak ada rancangan lingkungan dan rancangan percobaan. Penilitian dilakukan dengan mengamati tinggi tanaman, lebar tanaman, indeks luad daun (ILD) daun ke-5, jumlah cabang dan tingkat hijau daun pada 35 genotipe yang berasal dari 6 tetua di lahan koleksi genotipe mutan ubi kayu. Hasil pengamatan kemudian diolah dengan menggunakan scatter plot untuk mengelompokkan genotipe unggul. Genotipe yang dinilai unggul adalah G2D12223 (tanaman asal Ratim), G3D2413 (tanaman asal UJ-5), G21533 dan G31515D (tanaman asal Gajah). Keempat genotipe kemudian diuji kandungan klorofil untuk melihat pengaruh genotipe pada klorofil dan korelasi antara tingkat hijau daun pengukuran lapangan dengan kandungan klorofil hasil uji laboratorium. Hasil uji anova dan uji lanjut menunjukkan bahwa genotipe memberikan pengaruh pada tingkat hijau daun, klorofil b, rasio klorofil a:b dan karoten. Genotipe yang dinilai unggul berdasarkan hasil tersebut adalah G31515D untuk semua karakter kecuali rasio klorofil a:b. Genotipe yang unggul dalam karakter rasio klorofil a:b adalah G21533. Hasil uji korelasi menunjukkan tingkat hijau daun berkorelasi nyata dengan total klorofil, klorofil a, klorofil b, rasio klorofil a:b dan karoten, sedangkan antosianin tidak berkorelasi dengan semua karakter uji lainnya. Kata kunci: cassava, dikotil, genotipe, karoten, klorofi

    Evaluasi Teknis dan Manajerial Kegiatan Pemupukan Kelapa Sawit di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat

    Get PDF
    Aktivitas pemeliharaan tanaman kelapa sawit merupakan upaya yang sangat penting dalam meningkatkan produktivitas yang optimal. Salah satu upaya dalam meningkatkan produktivitas yaitu dengan pemupukan. Pemupukan merupakan proses penambahan unsur hara dan perbaikan struktur tanah serta penggantian unsur-unsur hara yang hilang. Pemupukan harus sesuai dengan dosis yang telah ditentukan dalam buku rekomendasi pemupukan dan tepat waktu pemberiannya. Penelitian bertujuan mengevaluasi kegiatan pemupukan tanaman kelapa sawit berdasarkan efektivitas pemupukan. Kegiatan dilaksanakan pada Februari hingga Mei 2019 di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Metode yang dilaksanakan selama kegiatan penelitian yaitu metode langsung dan metode tidak langsung. Percobaan disusun menggunakan uji t berpasangan terhadap pemupukan berbagai jenis pupuk yang berbeda pada kelapa sawit. Pengamatan dilakukan terhadap keefektifitasan pemupukan meliputi kaidah 6T (tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, tepat tempat, dan tepat alat), prestasi kerja dan gejala defisiensi unsur hara. Hasil pengamatan menunjukkan gejala defisiensi unsur hara secara visual menunjukkan tanaman kelapa sawit masih mengalami kekurangan unsur Magnesium (Mg), Kalium (K), Boron (B), dan Nitrogen (N). Kata kunci: defisiensi, efektivitas, rekomendasi, unsur har

    Hubungan antara Pengelolaan Tajuk dan Produksi Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Tandun Kabupaten Kampar, Riau

    Get PDF
    Penelitian dilaksanakan di Kebun Tandun, Kabupaten Kampar, Riau pada bulan Januari hingga Mei 2022. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengelolaan tajuk dan produksi kelapa sawit. Pengamatan yang dilakukan meliputi sistem penunasan, kriteria dan prosedur penunasan, teknik penunasan, jumlah pelepah, pengukuran tajuk, dan ILD. Sistem penunasan yang digunakan adalah sistem korektif untuk tanaman remaja sampai tua dan sistem periodik untuk tanaman muda. Penerapan teknik songgo sesuai SOP memiliki persentase diatas 65%. Jumlah pelepah dipertahankan berdasarkan SOP berada diatas 50%. Jumlah pelepah yang baik dipertahankan pada tanaman umur 4-7,8-13 dan diatas 13 tahun adalah 56-64, 48-56, dan 40-48 untuk seluruh varietas tetapi varietas Sriwijaya umur diatas 13 tahun dapat menggunakan jumlah pelepah dipertahankan 32-40. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis Uji t-student. Blok J20A tanpa kondisi under pruning memiliki produksi yang lebih baik dibanding blok J24A yang mengalami kondisi under pruning mencapai 7.5%. Blok K18 dengan kondisi over pruning 25% memiliki produksi lebih baik dibanding Blok K24 dan K26 yang memiliki kondisi over pruning 37.51% dan 30.91%. Pemangkasan pada TM umur diatas 13 tahun tidak terlalu berpengaruh terhadap produktivitas. Varietas yang berbeda memiliki nilai ILD yang berbeda. Produksi tertinggi didapat pada nilai ILD 6.45 dengan umur tanaman 8-13 tahun. Kata kunci: ILD, jumlah pelepah, penunasan, songg

    Cover dan Daftar Isi

    No full text
    Tim Admin Buletin Agrohort

    Ketepatan Taksasi dan Realisasi Produksi Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Aek Nabara, Sumatera Utara

    Get PDF
    Taksasi produksi sebelum panen kelapa sawit diperlukan untuk menentukan kebutuhan tenaga kerja dan fasilitas yang berkaitan dengan kegiatan panen. Penelitian dilaksanakan di Kebun Aek Nabara, Sumatera Utara yang dimulai dari bulan Januari sampai Mei 2021. Kegiatan bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan taksasi terhadap hasil nyata produksi tandan buah segar. Taksasi produksi dipengruhi oleh populasi tanaman per ha, angka kerapatan panen, dan bobot janjang rata-rata. Hasil taksasi produksi menunjukkan nilai sebesar 27.085 kg dan realisasi produksi sebesar 27.577 kg dengan persentasi ketepatan sebesar 95%. Nilai taksasi yang akurat dipengaruhi oleh ketepatan dalam pengamatan kerapatan panen. Kehilangan hasil dalam kegiatan pemanenan masih dialami oleh perusahaan, yaitu sebesar 1.57 – 5.23 bondolan per pohon dan masih berada di bawah standar ketentuan perusahaan. Kata kunci: estimasi produksi, kehilangan hasil, kerapatan pane

    Penanganan Panen dan Pascapanen Teh Hitam CTC (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) di Kebun Rancabali, Bandung, Jawa Barat

    Get PDF
    Penelitian dilaksanakan di Kebun Rancabali, Bandung pada bulan Januari hingga Mei 2021. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi panen dan pascapanen teh hitam CTC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isian dan penumpukan waring berpengaruh nyata terhadap penambahan kerusakan pucuk teh. Kapasitas pemetik mesin, gunting, dan delay life mencapai 149.4 kg HOK-1, 61 kg HOK-1, dan 71.72 kg HOK-1 serta tidak dipengaruhi oleh usia, lama pengalaman kerja, dan jenis kelamin. Tenaga petik gunting, mesin, dan delay life sebanyak 136, 128, dan 30 orang. Rata-rata analisis pucuk memenuhi syarat olah pada pemetikan mesin dan pemetikan gunting yaitu 51.2 % dan 47.9 %. Cara pemetikan berpengaruh nyata terhadap persentase memenuhi syarat pucuk. Selisih timbangan kebun dan pabrik yaitu 0.63 %. Rata-rata nilai rendemen teh yaitu 23.46%. Kata kunci: kerusakan pucuk, kualitas pucuk, sarana panen, pengangkutan pucuk, pengolaha

    Cover dan Daftar Isi

    No full text
    Cover dan Daftar Isi Buletin Agrohorti Volume 10 No.

    434

    full texts

    465

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Buletin Agrohorti
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇