Buletin Agrohorti
Not a member yet
    465 research outputs found

    Cover dan Daftar Isi

    No full text
    Cover dan Daftar Isi Buletin Agrohorti Volume 11 No.

    Rasio Daun per Buah dan Indeks Luas Daun Tanaman Manggis (Garcinia mangostana L.) di Kebun Percobaan Tajur dan Pasirkuda, Bogor

    Get PDF
    Rasio daun per buah dan indeks luas daun merupakan metode yang umum digunakan untuk menentukan standar pemangkasan dalam produksi buah pohon. Penelitian ini bertujuan membandingkan karakter morfologi antar populasi manggis serta mengetahui nilai rasio daun-buah dan indeks luas daun (ILD) tanaman manggis di dua lokasi yaitu Tajur dan Pasirkuda. Penelitian ini dilaksanakan dari November 2018 sampai Mei 2019 di Kebun Percobaan Tajur dan Pasirkuda. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan faktor tunggal dan sepuluh ulangan. Faktor yang digunakan pada penelitian ini adalah lokasi, yaitu Tajur dan Pasirkuda. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji t-student pada taraf α=1% dan α=5%. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang nyata pada sebagian besar karakter morfologi yang diamati di kedua populasi. Nilai rasio daun-buah di Tajur dan Pasirkuda adalah berturut-turut 34.98 dan 60.85. Nilai ILD antar kedua populasi tidak berbeda nyata dengan rentang antara 5.7 – 14.1. Kata kunci: karakter morfologi, pemangkasan, perbandingan, produks

    Efisiensi Penggunaan Pupuk Majemuk Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Baby Kailan (Brassica oleracea L.) dengan Hidroponik Sistem Sumbu

    Get PDF
    Teknik hidroponik sistem sumbu sangat cocok dikembangkan dan diusahakan terutama di kota-kota besar. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh aplikasi jenis pupuk majemuk dan konsentrasi electrical conductivity (EC) terhadap pertumbuhan dan produksi baby kailan varietas Nova dengan hidroponik sistem sumbu. Percobaan ini dilaksanakan di greenhouse Kebun Percobaan Cikabayan dan Laboratorium Pascapanen Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor, Dramaga, Bogor, pada bulan Agustus 2017 sampai Oktober 2017. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dua faktor yang disusun secara faktorial. Faktor pertama yaitu jenis pupuk majemuk (AB Mix, Growmore, dan Gandasil D) dan faktor kedua yaitu konsentrasi EC (1.5 mS cm-1; 2.0 mS cm-1; dan 2.5 mS cm-1). Setiap perlakuan diulang tiga kali sehingga terdapat 27 satuan percobaan. Kombinasi pupuk AB Mix dengan konsentrasi EC 1.5 mS cm-1 pada budidaya baby kailan dengan hidroponik sistem sumbu menghasilkan tinggi tanaman pada 3 MST, jumlah daun pada 3 MST, panjang tangkai daun pada 2 dan 3 MST, dan panjang daun pada 1 MST yang nyata lebih tinggi dibandingkan kombinasi lainnya. Pupuk AB Mix dan konsentrasi EC 1.5 mS cm-1 merupakan perlakuan terbaik untuk budidaya baby kailan dengan hidroponik sistem sumbu.   Kata kunci: baby kailan, electrical conductivity, hidroponik sistem sumbu, pupuk majemu

    Potensi Ekstrak Daun Eceng Gondok (Eichornia crassipes (Mart.) Solms-Laub.) sebagai Bioherbisida untuk Mengendalikan Gulma pada Padi Sawah

    Get PDF
    Biomassa gulma eceng gondok (Eichhornia crassipes) mengandung zat allelopati yang dapat dimanfaatkan sebagai bioherbisida. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak eceng gondok sebagai bioherbisida untuk mengendalikan gulma pada padi sawah. Penelitian dilaksanakan pada November 2016 hingga Agustus 2017 di Kebun Percobaan Cikabayan dan Laboratorium Ecotoxicology Waste and Bioagents, Departemen Agronomi dan Hortikultura, IPB.  Percobaan disusun dalam rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan satu faktor, dan empat ulangan.  Perlakuan konsentrasi ekstrak yang diuji yaitu 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25% (bobot/volume). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol biomass eceng gondok dapat menekan pertumbuhan gulma spesies Echinochloa colonum, Ludwigia octovalvis, dan Fimbristylis miliacea. Konsentrasi ekstrak 25% memperlihatkan penekanan pertumbuhan gulma uji yang tertinggi. Gejala kerusakan gulma yang ditimbulkan yaitu klorosis dan nekrosis. Kata kunci: alelopati, klorosis, methano

    Pengaruh Pemangkasan Daun terhadap Produktivitas Tiga Varietas Kacang Tunggak (Vigna unguiculata L. Walp)

    Get PDF
    Pemangkasan daun menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kacang tunggak. Penelitian ini bertujuan mengetahui waktu terbaik pemangkasan daun dalam memperoleh produktivitas paling optimal. Penelitian dilaksanakan di Desa Tangkil, Kecamatan Citeureup, Bogor, dari bulan April hingga Juli 2017. Penelitian ini menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan dua faktor yaitu varietas (petak utama) dan waktu pemangkasan (anak petak) yang disusun pada petak terbagi (split plot) dengan empat ulangan. Petak utama adalah tiga varietas tanaman kacang tunggak, yaitu KT-2, KT-6, dan KT-8. Anak petak adalah waktu pemangkasan daun, yaitu 4 MST (minggu setelah tanam), 6 MST, 8 MST, dan 10 MST. Hasil penelitian menunjukkan pemangkasan daun berpengaruh nyata terhadap peningkatan jumlah polong, bobot kering polong, dan bobot biji kacang tunggak. Komponen hasil paling optimal didapatkan pada tanaman dengan perlakuan pemangkasan tua, yaitu minggu ke 8 dan 10. Pemangkasan minggu ke 8 menunjukkan hasil paling optimal dalam peubah umur berbunga, jumlah tandan bunga, jumlah bunga, jumlah polong, bobot kering polong, dan bobot biji. Pemangkasan pada minggu ke 10 menunjukkan hasil paling optimal dalam peubah jumlah daun, bobot 100 biji, dan indeks panen. Varietas KT-8 menunjukkan hasil paling optimal pada peubah jumlah daun, jumlah tandan bunga, jumlah bunga, jumlah polong, bobot kering polong, bobot biji, dan indeks panen.    Kata kunci: indeks panen, split plot, optimal, jumlah tandan bunga, bobot 100 bij

    Pengaruh Cekaman Kering terhadap Respon Pertumbuhan Cabai Merah pada Fase Vegetatif

    Get PDF
    Cekaman kering dapat menyebabkan berbagai macam perbedaan morfologi dan fisiologi meskipun tanaman berasal dari spesies dan varietas yang sama. Perbedaan ini disebabkan oleh mekanisme tanaman dalam beradaptasi dan bertahan hidup di lingkungan kering. Respon yang paling umum terjadi antara lain penurunan laju pertumbuhan dan jumlah stomata, yang menyebabkan penurunan angka produksi. Studi tentang pengaruh cekaman kering sering dilakukan saat atau setelah periode produksi untuk menentukan pengaruh cekaman pada produksi. Namun, penelitian ini berfokus pada pengaruh cekaman kering terhadap respon pertumbuhan pada vase vegetatif tanaman. Tanaman yang digunakan adalah empat varietas cabai merah, dua varietas merupakan varietas hibrida, dan dua berasal dari varietas bersari bebas (OPV). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh cekaman kering pada varietas cabai merah yang berbeda selama masa vegetatifnya. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL). Cabai merah hibrida. Gada dan Panex, serta cabai merah OPV, Anies dan Seloka, ditanam dengan perlakuan penyiraman konstan dan perlakuan kering. Pengamatan pertumbuhan dilakukan dua kali, mulai usia 3 minggu setelah tanam (MST) hingga 7 dan 11 MST. Pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman secara umum terhambat pada kondisi tercekam kekeringan, kecuali pada bobot basah, akar dan bobot basah total yang justru bertambah pada kondisi cekaman kering. Terdapat interaksi antara bobot kering buah cabai dan perlakuan cekaman yang diberikan. Kata kunci: Anies IPB, Capsicum annuum L., Gada F1, Panex 100 F1, Seloka IPB, varietas hibrida, varietas bersari beba

    Pengelolaan Pemupukan di Perkebunan Pisang Cavendish Klon DM2 Lampung Timur, Lampung

    Get PDF
    Pisang merupakan buah tropis yang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia, sehingga dibutuhkan peningkatan produksi buah pisang yang tinggi dengan kualitas yang baik melalui manajemen pemupukan. Kegiatan penelitian bertujuan mempelajari pengelolaan pemupukan pisang Cavendish klon DM2 di Lampung Timur. Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga Mei 2019. Pengamatan pengelolaan pemupukan meliputi konsep 5T (tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat tempat) dan evaluasi produksi. Analisis data hasil penelitian menggunakan Uji t-student. Hasil pengamatan di areal dibandingkan dengan standar dari Departemen Research and Development. Pemupukan di kebun telah memenuhi kriteria tepat kerja. Ketepatan realisasi dosis pupuk Urea, Kiesrite, dan ZnSO4 telah tepat dosis, sedangkan pupuk KCl dan Petro cas kurang tepat dosis. Realisasi waktu pemupukan belum memenuhi standar kebun. Ketepatan cara pemupukan Urea, KCl, dan Petro cas telah memenuhi kriteria, namun Kiestrite dan ZnSO4 belum memenuhi standar kebun. Semua jenis pupuk belum tepat tempat saat aplikasi kecuali pupuk ZnSO4. Umur buah rata-rata yang dipanen pada sampel blok pengamatan belum maksimal dengan lebar buah yang masih di bawah standar kebun. Jumlah sisir dan hasil bobot tandan juga masih lebih rendah dibandingkan standar kebun. Kata kunci: pisang, pupuk, produksi, tanda

    Manajemen Panen dan Pasca Panen Edible Flower di Cidadap, Kota Bandung

    Get PDF
    Kegiatan penelitian telah dilaksanakan di Kecamatan Cidadap, Kota Bandung dari 27 Januari hingga 25 Mei 2019. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah mengetahui permasalahan panen dan pasca panen edible flower di perusahaan dan dapat menemukan cara penanganan pasca panen yang baik. Edible flower memerlukan aspek pasca panen yang tepat agar tetap terjaga kesegaran dan penampilan bunga hingga sampai di tangan konsumen. Aspek teknis yang dilakukan adalah pemasangan instalasi NFT, pembuatan media tanam, persemaian, penanaman, pemeliharaan, panen, dan pasca panen. Aspek yang dipelajari bagian pengemasan akhir edible flower. Pengujian daya simpan pada tiga jenis edible flower Pansy (Viola x wittrockiana), Viola (Viola tricolor), dan Dianthus (Dianthus caryophillus) pada suhu 10 ℃ dan 20 ℃. Ketiga jenis bunga ini dapat mempertahankan kualitas hingga tujuh hari di penyimpanan suhu 10 ℃ hari dibanding dengan suhu 20 ℃ yang hanya bertahan hingga hari ketiga setelah panen. Kata kunci : hidroponik NFT, kualitas edible flowers, penyimpana

    Manajemen Produksi Kelor (Moringa oleifera Lam.) Organik di Blora, Jawa Tengah

    Get PDF
    Kelor termasuk komoditas hortikultura tropis yang memiliki banyak manfaat dan dapat dijadikan sebagai alternatif pemenuhan pangan fungsional. Kegiatan penelitian bertujuan untuk mendapatkan data dan mengevaluasi pengelolaan tenaga kerja pada sistem budidaya kelor dengan menghitung efisiensi penggunaan tenaga kerja. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Januari hingga Mei 2019 di Blora, Jawa Tengah. Kebutuhan tenaga kerja dihitung berdasarkan jumlah HOK realisasi pada setiap jenis pekerjaan. Jenis pekerjaan yang dapat diamati meliputi pemupukan, pemanenan, pengendalian hama, serta pengendalian gulma dan pembumbunan. Jumlah HOK yang dimiliki perusahaan adalah 1,800 HOK, sedangkan HOK realisasi yang dihitung di lapangan berjumlah 1,491 HOK sehingga kebutuhan tenaga kerja lebih kecil dibandingkan dengan realisasi yang ada pada perusahaan. Kelebihan tenaga kerja pada perusahaan disebabkan oleh jam kerja yang dibebankan perusahaan lebih kecil dibandingkan jam kerja standar. Peningkatan efisiensi tenaga kerja dapat dilakukan dengan mengurangi jumlah tenaga kerja menjadi 5 orang dan penambahan jam kerja efektif menjadi 7 jam. Kata kunci : efisiensi tenaga kerja, jam kerja, jenis pekerjaa

    Aspek Hortikultura dan Usaha Tani Budidaya Tanaman Hias Asteraceae dan Violaceae di Cianjur, Jawa Barat

    Get PDF
    Produk tanaman hias dikategorikan menjadi tiga macam, yaitu tanaman hias hamparan, tanaman hias gantung, dan tanaman hias pot. Marigold (Tagetes erecta L.), Pansy (Viola tricolor L.), dan Viola (Viola odorata L.) merupakan jenis tanaman hias hamparan. Tanaman hias hamparan umumnya merupakan tanaman semusim yang ditanam di hamparan tanah atau menggunakan polybag. Tanaman hias hamparan paling umum diperuntukkan sebagai tanaman lanskap atau tanaman dekorasi. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari aspek hortikultura dan kelayakan ekonomi usaha tanaman hias Asteraceae dan Violaceae. Penelitian dilaksanakan di Cianjur, Jawa Barat dari Januari hingga April 2020. Percobaan dilakukan secara pararel pada komoditas Marigold, Pansy dan Viola. Pada komoditas Marigold percobaan disusun menggunakan uji-t berpasangan terhadap varietas dalam spesies yang sama. Pada percobaan kedua percobaan disusun menggunakan uji-t berpasangan membandingkan spesies yang berbeda pada genus yang sama yaitu Pansy dan Viola. Pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah kuntum bunga dalam satu tanaman, diameter bunga dan analisis usaha tani. Kriteria panen hasil pengamatan menunjukkan hasil yang sesuai dengan kriteria perusahaan maupun literatur, kecuali untuk tinggi tanaman marigold kuning yang sedikit di bawah standar perusahaan. Nilai R/C rasio pada marigold, pansy, dan viola yaitu 1.65 dan 2.47. Hasil analisis usahatani pada seluruh komoditas memiliki nilai R/C rasio >1 yang menunjukkan bahwa usaha layak dijalankan dan bersifat menguntungkan. Kata kunci: kriteria panen, marigold, pansy, viol

    434

    full texts

    465

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Buletin Agrohorti
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇