MEDIA MATRASAIN (Journal)
Not a member yet
349 research outputs found
Sort by
ADAPTASI SUREALISME DALAM RANCANGAN ARSITEKTUR
ABSTRAKSurealisme merupakan gerakan budaya yang pertama berkembang di daerah Eropa tepatnya di Prancis. Surealisme beradaptasi dari dadaisme yang merupakan suatu gerakan revolusioner. Dalam hal ini surealisme mengangkat hal-hal yang tidak rasional ke dalam dunia nyata. Psikoanalisis dari Sigmund Freud menjadi pemikiran dasar para surealis. Dimana perilaku manusia dikendalikan oleh alam bawah sadarnya. Paham surealis mengangkat mimpi, mitos, dan metamorfosis serta halusinasi dan fantasi manusia. Keadaan yang seperti ini membuat suatu pengaplikasian yang secara otomatis membentuk suatu karya. Optimisme dan otomatisme merupakan dua hal yang penting dalam mengangkat dan menerapkan alam bawah sadar. Berbagai teknik pun dilakukan untuk menerapkan surealisme. Teknik-teknik itupun dibagi menjadi dua prinsip, yakni incongruous combination dan metamorfosis.Kata kunci : otomatisme, optimisme, metamorfosi
PENILAIAN TERHADAP ARSITEKTUR
AbstrakPerbedaan penafsiran tentang arsitektur bukanlah sesuatu yang harus dipertanggungjawabkan, dipertentangkan dan diperdebatkan dalam mencari yang benar dan yang salah. Permasalahan ini dibahas dengan maksud untuk mengkaji nilai-nilai keindahan yang dipancarkan lewat karya-karya arsitektur dari masing-masing tafsiran tersebut.Penilaian terhadap arsitektur pada dasarnya berhubungan dengan estetika visual. Sejak zaman dahulu banyak filosof yang memikirkan tentang hakekat estetika / keindahan. Keindahan adalah unsur emosional, sesuatu perasaan terpesona yang menyenangkan pada diri kita, merupakan kesadaran yang bersifat apresiatif, suatu sensasi yang membangkitkan kekaguman dan penghargaan.Tepat atau tidak suatu suatu penilaian terhadap arsitektur harus menggunakan kaca mata yang tepat untuk dapat mendudukan karya tersebut dalam bingkai penilaian yang sesuai.Pendekatan dalam perencanaan merupakan suatu kekuatan yang mempengaruhi hasil rancangan berupa karya arsitektur. Ada dua kekuatan dalam pendekatan perencanaan yaitu, “kekuatan fisik†dan “kekuatan sosial budayaâ€, dimana kekuatan fisik adalah milik tingkatan fungsi dan teknik, sedangkan kekuatan sosial budaya adalah milik dari tingkatan bentuk. Sehingga dengan kekuatan-kekuatan yang berpengaruh terhadap rancangan inilah dapat dilihat pusatperhatian dalam proses perancangan.Preseden dalam arsitektur adalah salah satu metode penilaian terhadap arsitektur yang secara mendalam meliputi tiga aspek, yaitu aspek konseptual, aspek programatik dan aspek formal.Kata kunci: arsitektur, estetika, penilaian, presede
ARSITEKTUR VERNAKULAR RUMAH TINGGAL MASYARAKAT ETNIK MINAHASA
ABSTRAKArsitektur sebagai hasil karya manusia merupakan wujud kebudayaan fisik yang tidak terlepas dari perubahan akibat perkembangan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Karya arsitektur rumah tinggal masyarakat etnik Minahasa yang dapat dikategorikan sebagai arsitektur vernakular, dibangun oleh masyarakat setempat dan memiliki prinsip atau pola yang secara tradisional telah diserahterimakan dari generasi ke generasi, merupakan arsitektur yang lahir dari komunitas tertentu dibuat oleh dan untuk suatu masyarakat dan atau kebudayaan tertentu pula, sebagai ungkapan budaya dan jalan hidupnya. Dalam perkembangan fisik rumah tersebut terjadi perubahan baik secara bentuk maupun dalam pemakaian material atau perubahan terjadi secara kuantitas dan kualitas. Walaupun demikian karakteristik bentuk rumah etnik Minahasa masih terlihat jelas dalam keberadaanya, hal ini dikarenakan sifatnya yang tradisional dan selalu dijadikan sebagai suatu aturan, syarat dan pedoman yang diteruskan secara turun temurun. Arsitektur vernakular yang diartikan sebagai arsitektur asli, dibangun oleh masyarakat setempat memiliki karakteristik bentuk (Denah,Tampak dan Ornament bangunan) serta metode yang tidak tertulis dan harus dipatuhi oleh pemilik rumah dalam proses membangun. Fenomena tersebut merupakan hal yang menarik untuk diungkapkan dalam penulisan ini, sehingga keberadaan arsitektur vernakular rumah tinggal masyarakat etnik Minahasa sebagai suatu kearifan lokal dalam bidang Arsitektur dapat diketahui secara jelas dan perlu dilestarikan keberadaanya.Kata kunci : Arsitektur Vernakular Rumah Tinggal Etnik Minahas
ARSITEKTUR NEW BRUTALISME
ABSTRAKKarya tulis ini menelaah Gerakan Arsitektur New Brutalisme yang diawali dengan sejarah terbentuknya Gerakan ini, konsepsi para tokoh arsitek seperti Alison dan Peter Smithson, James Stirling, Charles Jencks dan Louis I. Kahn, dan manifestasi tematik yang dihasilkan oleh para arsitek tersebut.New brutalisme merupakan ancangan yang dikeluarkan oleh arsitek idealis pada masa periode heroik khususnya oleh arsitek-arsitek Britain dalam aksinya menentang International Style yang baru berkembang pada tahun 1950an karena gaya ini dianggap sangat keras oleh masyarakat Britania Raya dalam konteks kepekaan terhadap manusia dan lingkungan.Manifestasi dari gerakan New Brutalisme ini terangkum dari studi tipologi bangunan yang dirancang oleh arsitek idealis seperti Alison Smithson dan Peter Smithson, James Stirling, dan Erno Goldfinger. Dengan manifestasi tersebut terbentuklah suatu strategi desain New Brutalisme yang didukung oleh teori yang positif dalam arsitektur.Kata kunci: New Brutalisme, kronologi, strategi desain
TRANSPARANSI DALAM ARSITEKTUR
ABSTRAKTransparansi dalam Arsitektur merupakan dematerialisasi dari selubung bangunan, penggunaan bahan terbuka dan tembus cahaya. Transparansi dalam arsitektur digunakan untuk menggambarkan kondisi-kondisi material yang tembus cahaya. Transparansi adalah suatu yang mudah terdeteksi sebagaimana kondisi material tembus oleh cahaya dan udara atau dalam pengertian yang lebih intelektual sebagai bukti jelas nyata dan tidak terpendam. Untuk membedakan transparansi maka transparansi dibedakan menjadi Transparansi Literal dan transparansi Fenomenal.Transparansi Literal adalah merupakan sarana yang dapat tembus cahaya, dan menggambarkan suatu kondisi yang memungkinkan seseorang untuk melihat ke dalam.Transparansi literal memberikan sambungan visual antara ruang interior maupun eksterior yang bisa dilihat secara kasat mata ( literal ).Transparansi fenomenal tak ada hubungannya dengan kondisi-kondisi material yang tembus cahay.Transparansi fenomenal memberikan ruang yang dibuat benar-benar transparan tanpa benar-benar tertembus pandangan yang tidak bisa dilihat secara kasat mata namun hanya bisa dirasakan ( fenomenal ).Kata Kunci ; Transparansi, Literal, Fenomena
NEW METAPHOR IN ARCHITECTURE (METAFORA BARU/TERKINI DALAM ARSITEKTUR)
ABSTRAK“New Metaphorâ€(Metafora Baru/Terkini) dalam arsitektur sebagai strategi pendekatan perancangan yang Baru/Terkini dengan maksud dapat menghasilkan sebuah desain rancangan Arsitektur yang representatif dan tereksplorasi dengan baik, suatu rancangan yang ditinjau dari segi bentuk maupun fungsinya serta mempunyai ciri khas tertentu sebagai suatu rancangan arsitektur yang bergaya “New Metaphorâ€(Metafora Baru/Terkini) itu sendiri, sehingga dapat juga menjadi salah satu identitas yang menarik ketika “New Metaphorâ€(Metafora Baru/Terkini) menyampaikan pesan lewat karyanya, Kiasan dari Metafora Baru/Terkini yang diambil ini adalah sebuah karya rancangan baru yang dikembangkan setelah metafora, rancangan yang mengambil bentuk-bentuk/hubungan antara alam dan manusia, yang lebih fungsional, yang secara filosofis memiliki titik temu dengan objek perancangan arsitektur, rancangan yang berdasarkan atau memakai elemen alam secara keseluruhan, dimana ini akan menjadikan suatu strategi desain yang saling mendukung.Kata kunci : “New Metaphorâ€(metafora baru/ terkini), alam, manusia dalam arsitektu
TENDENSI ECLECTICISM DALAM ARSITEKTUR POST-MODERN
ABSTRAKModernisme dalam arsitektur merupakan suatu hal yang dianggap memberikan suatu cara pandang dan pikir yang baru dalam berarsitektur. Segala bentuk pemikiran berfokus kepada hal-hal yang bersifat mutakhir sejalan dengan kemajuan jaman dan teknologi. Dengan penggunaan mesin secara besar-besaran, keindahan dan seni ber-arsitektur masa lalu telah dilupakan, yang kemudian mengacu pada suatu karya yang bersih, polos tanpa ornamen, serta pengkotak-kotakan alias pengklasifikasian bentuk terhadap fungsi. Namun akhirnya segala bentuk kemutakhiran dan kehebatan modernisme, memunculkan beragam kelemahan dan kekurangan. Keinginan untuk menghasilkan suatu karya yang bebas penuh rasa dengan semangat yang plural dan kaya makna, membuat dogma-dogma modernisme akhirnya tumbang dalam badai amukan pemikiran-pemikiran eklektik atau aliansi antara sejarah dengan kemajuan teknologi.Kata kunci: modernisme, sejarah, pemikiran, sen
ADAPTASI SENI FAUVISME PADA PERANCANGAN ARSITEKTUR
AbstrakKarya tulis ini meneliusuri tentang konsep-konsep dasar aliran seni lukis fauvisme, dan kemudian di adaptasikan kedalam lingkup wilayah arsitektur. fauvisme merupakan suatu aliran seni yang inovatif, dan menjunjung tinggi kebebasan berekspresi, terutama dalam hal penggunaan warna. Warna-warna yang di gunakan terkesan ‘liar’ atau tidak sesuai dengan kaidah-kaidah lukis sebelumnya. Dimana dalam aliran seni terdahulu, selalu memprioritaskan kemiripan situasi baik warna ataupun objektifitas pemandangan yang di tangkap oleh indera pelihat.Konsep-konsep dasar yang kemudian menjadi karteristik dari fauvisme itu sendiri, di adaptasikan kedalam lingkup arsitektur, yang pada dasarnya sudah berdiri di atas pondasi seni. Hal ini dilakukan untuk mencegah timbulnya stagnasi dari seorang arsitek, yang sering terlihat pada hasil-hasil perancangan belakangan ini, yaitu desain yang monotone dan berulang.Dalam implementasi seni fauvisme ke dalam perancangan arsitektur, digunakan strategi transformasi, dimana ‘bahasa seni’ di adaptasikan kedalam ‘bahasa arsitektur’ dan kemudian diolah dalam tinjauan perancangan arsitektur, yang dapat melahirkan konsep-konsep perancangan arsitektur.Kata kunci : Fauvisme, Adaptasi, Perancanga
KAJAN DINAMIKA TATA GUNA LAHAN PADA KAWASAN SEKITAR PUSAT PELAYANAN KOTA MANADO
ABSTRACTThis study aims to determine the dynamics change of the land use pattern in the region around the service center of Manado city. Moreover, this study also aims to determine what factors are influencing changes in land use of the area.Theoretical studies indicate that the land use of a city can be present in a concentric pattern (single center), sectoral or multiple centered. Changes in land use patterns in urban areas occurs dynamically and is influenced by human factors, physical factors and the factor of urban landscapes. Changes in the structure of land use include the changes of development, location and the behavior setting.The major service center area of Manado is the old downtown area and the reclamation area along the Piere Tendean street. To that end, research locations specified in the administrative area of South Wenang and South Titiwungen flanked by Piere Tendean street (Boulevard) and Sam Ratulangi street.The study was conducted for 6 (six) months. The data used in this study includes primary and secondary data. Primary data include (a) the information from questionnaires distributed to 100 respondents who represent the element of local area residents informing about the aspects of their perceptional view of the economic value of land and land use patterns in which they live, and (b) information of land characteristics, including the physical condition of landscapes, availability of infrastructure, and so on, which obtained through field observations. Secondary data include the results of the institutional surveys through sources relevant to the topic under study. Respondents were taken with a purposive sampling method by an amount proportional to the number based on the sub-region. The analytical technique in this research is Descriptive Analysis, which analyzes the state of the object directly to the study through the description, understanding, or better explanations to the measurable variables or unmeasureable ones.In conclusion, the results of the study were (1) land use changes in the study area occurred in three periods, namely before the reclamation, after the reclamation and present days; ((2) changes that occur mainly is the transition of the settlements area into trading and services area gradually, following the path of primary and secondary roads, and (3) land use changes in the area of research primarily influenced by the strategic location of the sites, which is near the service center of the city, with high economic value of land.Key words: land use, service center area, descriptive analysi