MEDIA MATRASAIN (Journal)
Not a member yet
349 research outputs found
Sort by
DESAIN RUMAH SAKIT YANG AMAN DAN NYAMAN
Pertimbangan tentang strategi keamanan dan kenyamanan bangunan perlu diperhatikan sejak awal perencanaan dan perancangan. Karena permasalahan yang ditimbulkan bangunan dapat mempengaruhi lingkungan sekitar dan sebaliknya.Pada zaman modern ini, masalah keamanan dan kenyamanan yang dihadapi manusia mulai beragam. Masalah-masalah yang muncul akibat pengaruh alam : misalnya gempa. Sedangkan masalah akibat pengaruh manusia : misalnya kebisingan dan kebakaran. Tetapi manusia juga telah menemukan material baru, seperti besi, baja, batu bata atau beton. Dengan material dari perkembangan teknologi tersebut manusia telah belajar membangun bangunan yang aman dan nyaman untuk ditinggal. Namun penggunaan material tersebut harus disertai dengan proses konstruksi yang tepat. Terlebih khusus pada bangunan berskala besar dengan tingkat aktivitas tinggi misalnya “Rumah Sakitâ€.Untuk itu segala aspek peraturan bangunan yang menyangkut keamanan bangunan baik terhadap ancaman bencana alam maupun bencana anthropogene, serta menyangkut kenyamanan bangunan dari segi visual, audial, dan thermal perlu diperhatikan seksama sejak awal dalam tahap perancangan.Kata kunci: Perancangan, aman dan nyaman
TINJAUAN “ANALYTICAL SCALE OF PARTICIPATION†TERHADAP PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM KEBIJAKAN PENATAAN RUANG DI INDONESIA
Peran Masyarakat dalam penataan ruang sangatlah vital. Keikutsertaan masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam penataan ruang secara langsung dapat menyukseskan pelaksanaan program. Levels of participation arnstein dapat mengukur kadar partisipasi masyarakat dengan melihat tingkat partisipasi yang disesuaikan dengan jenis penataan ruang yang diselenggarakan. Kajiananalytical scale of participation dan level of satisfaction dapat menjadi salah satu solusi untuk menetapkan tingkat partisipasi masyarakat karena diisamping dapat memberikan gambaran peran masyarakat juga dapat menjadi pertimbangan bagi masyarakat untuk turut serta dalam kegiatan penataan ruang.Keywords : arnstein, doxiadis, komunitas, partisipasi, tata ruan
POTENSI PV TERINTEGRASI PADA RTP SEBAGAI PENUNJANG ENERGI KAWASAN PERKOTAAN. STUDI KASUS KOTA MANADO (Introduce of the potential of POSIPV (Public Open-Space Integrated PhotoVoltaic). A case study in Manado.)
Ruang Terbuka Publik (RTP) merupakan merupakan bagian dari elemen arsitektur kota dan umumnya terdiri dari RTP bertipe RTH (Ruang Terbuka Hijau) dan RTNH (Ruang Terbuka Non Hijau). Fungsi utama RTH yaitu fungsi ekologis dan fungsi tambahan seperti social umumnya lebih dominan, dibandingkan dengan fungsi ekonomi. RTP yang terletak didaerah beriklim tropis yang kaya akan sinar matahari , selayaknya juga dapat difungsikan sebagai lokasi penyedia energi listrik berbasis surya melalui instalasi PV (Photo Voltaic) pada beberapa elemen arsitekturalnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsep dan peluang Photovoltaic terintegrasi RTH sehingga dapat menunjang kebutuhan energi kawasan perkotaan dan menghidupkan area RTH Kawasan Perkotaan itu sendiri sehingga RTH bisa mandiri energy.Penelitian dilaksanakan di Kota Manado, menerapkan metode pengukuran dengan modul PV melalui eksperimen lapangan dan simulasi komputasi menggunakan pogram computer “Matahariâ€. Hasilnya menunjukan bahwa kemiringan PV terbaik berada pada sudut 10Ëš-15Ëš dengan arah orientasi ke arah Barat sedangkan apabila cuaca dianggap cerah dan faktor penyinaran lebih besar dari 60% maka arah orientasi terbaik menghadap arah Selatan. Peluang PV terintegrasi RTH dapat menghasilkan energy untuk mendukung RTH mandiri energi.Kata kunci : RTH, PV, arsitektur kota, POSIPV, tropi
ARSITEKTUR ORGANIK PADA PERANCANGAN BANGUNAN RELIGIUS
Dalam ilmu Arsitektur dikenal dengan istilah arsitektur organik. Arsitektur organik adalah perancangan bangunan arsitektural yang menjadikan alam sebagai media implementasinya. Perancangan arsitektur organik pada perancangan bangunan religius adalah pesan spiritual yang ingin disampaikan oleh seorang arsitek terhadap rancanganya atau desainya sesuai dengan fungsi bangunan sehingga terjadi keselarasan antara fungsi bangunan itu sendiri dan nilai filosofinya. Pesan tersebut biasanya diterjemahkan dalam bahasa gambar atau bahasa bangunan yang ada pada rancangan desain. Pesan arsitektural biasa disebut dengan nilai filosofi atau banyak juga yang menyebut filosofi bentuk, tapi semuanya mempunyai makna sama.Bentuk dalam arsitektur juga meliputi permukaan luar dan ruang dalam. Pada saat yang sama, bentuk maupun ruang mengakomodasi fungsi-fungsi ( baik fungsi fisik maupun non fisik). Fungsi-fungsi tersebut oleh arsitektur berusaha mengkomunikasikan kepada pemakai bangunan bahwa bentuk-bentukan pada arsitektur organic pada perancangan bangunan religious, dalam kenyataanya mempunyai hubungan spiritual dengan alam dan pencipta,sehingga dapat menghadirkan berbagai macam ekpresi pada bangunan religious .Jadi, besarnya pengaruh arsitektur organic menjadi jelas tatkala kita mengingat perbedaan penampilan bangunan tersebut yang diilhami dari alam, dan oleh arsitek kondisi , atau site pada alam dapat menciptakan bentuk tresebut
RUANG TEPI LAUT SEBAGAI DESTINASI PUBLIK DI PERKOTAAN (Sebuah Pendekatan Penataan Ruang Publik Tepi Laut di Kota Pesisir)
Ruang tepi laut perkotaan masa kini merupakan batas kota yang memiliki keuntungan dari segi estetika, ekonomi, sosial dan lingkungan fisik dimana pembangunannya merupakan tempat yang tematik, landmark/branded penuh gairah dan juga konflik. Oleh karena itu kawasan tersebut memiliki gairah tinggi untuk dirubah agar kota lebih memiliki daya jual dan demi menunjang persaingan dalam skala global. Nilai lokasi lahan sangat tinggi dan mendorong perebutan berbagai kepentingan komersial dan budaya, profit dan non profit, kepentingan publik dan privat. Sebagai pusat kegiatan konsumtif, pada kawasan tepi laut telah diciptakan tempat tempat mencari hiburan (leisure), budaya, komersial dan keramahtamahan (hospitality) yang pada umumnya dilakukan pendekatan berdasarkan visi pengembang, perencana ataupun pemangku kepentingan kota saja. Kajian ini mencoba mengeksplorasi konsep penataan dan penyelenggaraan ruang publik kota berdasarkan pendekatan dari bawah (bottom up planning) yang digunakan oleh berbagai kota di dunia melalui pendekatan placemaking. Pendekatan ini dikembangkan oleh kelompok non profit di New York dalam upaya menciptakan ruang kota yang berkualitas, berenergi dan disukai oleh warga. Salah satu bagian kota yang menjadi target adalah ruang di tepian air. Prinsip dasar yang dikemukakan untuk kawasan spesifik ini adalah penciptaan destinasi publik dan keterhubungan satu dengan yang lain yang merupakan faktor kunci kesuksesan penyelenggaraan ruang di tepi laut kota kota pesisir.Kata kunci : destinasi publik, placemaking, ruang tepi laut
EKSPLORASI MUSIK DALAM MORFOLOGI ARSITEKTUR
Musik merupakan salah satu ungkapan manusia yang artistik dan alami. Musik dapat menjadi sumber inspirasi dalam desain.Fenomena musik dalam arsitektur belum banyak dibicarakan dikalangan arsitektur sendiri. Oleh sebab itu perlu ditelaah lebih lanjut tentang keberadaan fenomena musik dalam arsitektur, bagaimana Fenomena musik dalam arsitektur menjadi penting dan semakin penting dalam masyarakat karena merupakan realitas sosial yang terjadi dalam tiap pengambilan keputusan arsitektural untuk mendirikan bangunan, dan mempengaruhi wujud arsitektur sekarang ini. Sebenarnya di dalam music dan arsitektur terdapat kesamaan yaitu dimana kedua-duanya membutuhkan kedisiplinan.Kepekaan akan prinsip estetika : harmoni, ritme, keseimbangan, penekanan, dll. Kesan psikologis warna, bahan dan konstruksi melengkapi pula perwujudan desain yang utuh dan integral. Musik dapat divisualisasikan dalam desain interior dan arsitektur. Pada perkembangan di era konseptual seperti sekarang area-area publik seperti restoran, café bergaya retro dengan mengambil tema aliran musik tertentu juga merupakan contoh bagaimana kekuatan memori terhadap popularitas jenis maupun kelompok musik tertentu menent Mahasiswa Prodi S1 Arsitektur, Fak. Teknik, Universitas Sam Ratulangi ukan segala bentuk desain, bentuk image yang ingin ditampilkan hingga tampilan fisik interior, arsitektur dan lansekap.Kata kunci : eksplorasi, musik, morfolog
PLACE MAKING DI RUANG PUBLIK TEPI LAUT KOTA MANADO
Perkembangan tepi laut kota Manado, yang didominasi oleh pembangunan pusat perdagangan dan rumah makan telah mengurangi peluang warga untuk mengakses tepi laut untuk berekreasi. Meski terdapat dalam jumlah dan jenis yang sangat terbatas, ruang rekreasi yang disediakan kurang memberikan peluang maksimal bagi warga untuk beraktivitas karena dirancang dan dikelola tidak berdasarkan kebutuhan pengguna.Placemaking adalah sebuah filosofi, konsep, dan pendekatan yang memberi sinergi maksimal antara kualitas ruang dan kualitas manusia secara berimbang dalam perancangan dan evaluasi ruang yang dianggap gagal dalam penyelenggaraan ruang publik. Prinsip kerjanya adalah pendekatan berbasis pengguna yang mampu membantu warga kota merubah ruang publiknya menjadi tempat yang hidup dan menyenangkan untuk dikunjungi di waktu senggang.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan nilai keterikatan warga kota dengan ruang tepi laut, mengungkap jenis aktivitas dan tingkat kepuasan warga terhadap kondisi ruang rekreasi yang ada guna menetapkan kebutuhan rancangan. Metode yang digunakan adalah kuesioner tertutup dan terbuka dengan analisis kualitatif eksploratori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat warga untuk berekreasi di tepi laut cukup tinggi, namun peluang untuk melakukannya sangat terbatas karena penyediaan fasilitas penunjang tidak mendukung kegiatan yang diinginkan.Kata kunci : placemaking, ruang publik, rekreasi, pengguna ruang
PENDEKATAN KENYAMANAN THERMAL PADA ARSITEKTUR TRADISIONAL
Artikel ini membahas tentang kenyamanan thermal pada arsitektur tradisional yang merupakan suatu kondisi thermal yang dirasakan oleh manusia tetapi dikondisikan oleh lingkungan dan benda-benda di sekitar arsitekturnya. Pembahaan di mulai dengan melihat standar internasional mengenai kenyamanan thermal yaitu : sensasi thermal yang di alami manusia merupakan fungsi dari 4 faktor iklim yaitu: suhu udara, radiasi, kelembaban udara, kecepatan angin, serta faktor-faktor individu yang berkaitan dengan laju metabolisme tubuh, serta pakaian yang di gunakan.Adapun prinsip dari pada kenyamanan thermal sendiri adalah, teciptanya keseimbangan antara suhu tubuh manusia dengan suhu tubuh sekitarnya. Karena jika suhu tubuh manusia dengan lingkungannya memiliki perbedaan suhu yang signifikan maka akan terjadi ketidaknyamanan yang di wujudkan melalui kepanasan atau kedinginan yang di alami oleh tubuh.Namun dalam perkembangan dan penerapan pada bangunan tradisional, aspek kenyamanan termal dan kekokohan konstruksi tidak dipertimbangkan. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk memahami konsep dasar pembentukan arsitektur tradisional ini dalam aspek kenyamanan thermal. Karya tulis ini dibuat yang bertujuan untuk memberikan gambaran bagi masyarakat luas, mahasiswa dan arsitek, agar dapat memahami arti penting kenyamanan termal yang dapat diupayakan melalui arsitektur tradisional.Kata kunci : kenyamanan thermal dan arsitektur tradisional
MENGUNGKAP PERUBAHAN ARSITEKTUR DAN FUNGSI KAWASAN KOTA LAMA MANADO SEJAK ABAD 16 HINGGA TAHUN 2012 (To discover The Changes of Architecture and Land Use of The Old Town of Manado Since 16th Century to 2012)
Kawasan pusat kota Manado atau kawasan kota lama, dalam kaitan wilayah kota Manado memiliki arti yang sangat penting, berkaitan dengan fakta bahwa pusat kota merupakan kawasan yang paling sering dikunjungi dan memiliki daya tarik sejarah yang menarik terkait perkembangan kota Manado. Kawasan pusat kota merupakan daerah yang memiliki nilai sejarah sekaligus sebagai pusat perdagangan. Penelitian ini diangkat untuk mengetahui perubahan fungsi yang telah terjadi dari sejarah masa lalu samapai sekarang ini di Kota Manado khususnya Kawasan Kota Lama Manado yang kita kenal sekarang ini sebagai Pusat Kota atau kompleks Pasar 45, telah melalui hampir 400 tahun, bertumbuh dan bertransformasi, hingga akhirnya menjadi kota Manado yang kita kenal saat ini. Bentukan bangunan arsitektur dan lansekap yang tersisa di kawasan ini menjadi saksi bisu sejarah yang tidak ternilai. Bangunan-bangunan cantik bergaya Belanda dibangun, membentuk suatu pusat aktivitas masyarakat zaman kolonial yang ramai dan amat dibanggakan pada masanya. Namun pada saat ini kawasan Pusat Kota ini hanya menyisakan bangunan-bangunan tua yang sangat memprihatinkan dan telah hancur dibongkar dan digantikan dengan bangunan-bangunan baru bergaya arsitektur masa kini. Tinjauannya lebih kepada pengungkapan sejarah pada masa abad 16, masa sebelum kemerdekaan dan sekarang ini untuk dijadikan pembanding dalam melakukan kegiatan konservasi kawasan bersejarah di Kota Manado.Kata Kunci : Sejarah, Perubahan Fungsi, Kawasan Kota Lama Manad