E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
611 research outputs found
Sort by
Ibm Bagi Guru Anggota Pgri Se-Kabupaten Temanggung
IbM ini dilatarbelakangi oleh kenyataan tentang posisi dilematis dan problem yang tengah dihadapi guru. Problem dalam pelaksanaan keprofesian guru dan regulasi hukum yang belum melindungi tugas keprofesian guru. Oleh karenanya guru perlu memahami regulasi hukum agar terhindar dari permasalahan hukum selama menjalankan tugas keprofesiannya. Hal inilah yang melatarbelakangi perlunya kegiatan sosialisasi keprofesian guru dan sosialisasi hukum ?é?ádikalangan pendidik yang berada dalam organisasi guru PGRI Kabupaten Temanggung. Manfaat pengabdian kepada masyarakat ini adalah dapat membantu memberikan pemahaman kepada para pendidik?é?á?é?á tentang tugas keprofesian guru dan regulasi hukum yang berpeluang untuk dihadapi oleh guru dalam tugas keprofesiannya di lingkungan anggota PGRI se Kabupaten Temanggung.Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah munculnya pemahaman mengenai keprofesian guru dan juga regulasi hukum yang sangat mungkin ?é?ádihadapi ?é?águru.?é?á Salah ?é?ásatunya adalah ?é?áUndang-Undang ?é?áPerlindungan Anak No 23 Tahun 2002. Guru menjadi lebih memahami?é?á ?é?áperilaku yang bertentangan dengan undang-undang tersebut. Guru memahami apa yang boleh dan tidak boleh dilaksanakan selama menunaikan tugastugas profesionalnya untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik, serta sikap pergaulan sehari-hari di dalam dan luar sekolah, sehingga pelanggaran-pelanggaran keprofesian guru serta pelanggaran hukum dapat ditekan. ?é?á Kata Kunci: Keprofesian Guru, Huku
IbM PENGOPTIMALAN BLOG UNTUK MENUNJANG KETERAMPILAN MENULIS BAGI GURU SMP NEGERI 33 SEMARANG
Keterampilan menulis para guru dikabarkan masih rendah. Di era teknologi sekarang ini, blog merupakan sarana strategis untuk memotivasi guru untuk menulis. Pengabdian ini berfokus pada pelatihan menulis blog bagi guru di kota Semarang. Metode pengabdian yang digunakan adalah pelatihan terfokus beserta evaluasi. Dari progam ini dihasilkan bahwa guru antusias dan dapat membuat blog secara mandiri. Guru pun telah mampu membuat tulisan pada blog pribadinya. Diharapkan program ini berkelanjutan dan pihak sekolah hendaknya memfasilitasi wifi untuk memudahkan para guru menulis di blog. Katakunci: menulis, guru, blog
Penyuluhan Pengelolaan Sampah Plastik Dengan Konsep Zero Waste Bagi Ibu Rumah Tangga Dikecamatan Bergas Kabupaten Semarang
Sampah menjadi persoalan tersendiri di Jawa Tengah. Hal ini dikarenakan tiap?é?á hari?é?á ?é?áada?é?á ?é?á16.628 ?é?ámeter?é?á ?é?ákubik?é?á produksi?é?á sampah,?é?á ?é?ánamun?é?á kemampuan pengelolaan hanya ada 11.108 meter kubik. Dari sekian banyak sampah 57% di antaranya merupakan ?é?ásampah ?é?áplastik. ?é?áAdanya ?é?áperan?é?á sentral?é?á ibu?é?á rumah ?é?átangga dalam pengelolaan sampah maka pembekalan pengetahuan mengenai pengelolaan ?é?á ?é?á ?é?á sampah perlu digalakkan, termasuk bagi ibu rumah tangga di Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Berdasarkan analisis situasi maka permasalahan yang dihadapi mitra dalam ibu rumah tangga diwilayah Kecamtan Bergas Kabupaten Semarang Belum memiliki pengetahuan mengenai konsep zero waste serta minimnya ketrampilan dalam pengelolaan sampah plastik sehingga pengelolaan sampah tidak maksimal. Adapun tujuan dari pelaksanaan program pengabdian ini adalah (1) Membekali pengetahuan?é?á ibu ?é?árumah ?é?átangga ?é?ámengenai ?é?ákonsep ?é?ázero ?é?áwaste yaitu ?é?ápenerapan prinsip 5R. (2) memberikan pengetahuan kepada ibu rumah tangga mengenai bahaya penggunaan sampah plastic sembarangan, (3) meningkatkan ketrampilan ibu rumah tangga mengenai pemanfaatan sampah terutama sampah plastik. Pelatihan dilaksanakan di kantor desa Bergas kidul dengan diikuti oleh perwakilan dari masing-masing desa sebanyak 32 ibu rumah tangga di wilayah kecamatan Bergas. Metode pelaksaan yaitu dengan ceramah kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan demonstrasi pemanfaatan sampah plastik. Hasil pelatihan?é?á ?é?ámenunjukkan?é?á ?é?áantusiasme ibu rumah tangga selama mengikuti pelatihan sangat bagus. Hal ini dibuktikan dengan adanya interaksi aktif peserta pelatihan dengan penyaji selama diskusi berlangsung. Dengan pemberian contoh konkrit pemanfaatan limbah plastik diharapkan dapat menginspirasi ibu rumah tangga dalam mengelola dan memanfaatkan sampah plastik yang ada di rumah masing-masing. ?é?á Kata Kunci: pengelolaan sampah plastik, konsep zero wast
PEMANFAATAN BARANG BEKAS BOTOL PLASTIK DALAM PEMBUATAN VERTICAL GARDEN
Saat ini tidak mudah mendapatkan lahan luas yang dapat dilakukan untuk penghijauan atau penanaman beraneka macam tanaman hias maupun apotik hidup di lingkungan masyarakat di perkotaan. Hal tersebut disebabkan karena mahalnya tanah yang ada di perkotaan terutama yang berada di pusat kota dan jalan raya. Harga jual tanah dapat berkali lipat mahal dibandingkan di daerah yang jauh dari keramaian. Berdasarkan tersebut dibutuhkannya kegiatan inovatif dan kreatif yang menunjang kemajuan perkotaan atau kota besar salah satunya dengan kegiatan penghijauan wilayah dengan cara vertical garden. Tujuan diadakan kegiatan pengabdian ini adalah untuk melestarikan penghijaun dalam masyarakat kelurahan Sarirejo dengan cara penanaman tanaman secara vertikal dengan memanfaatkan barang bekas yaitu botol plastik. Metode kegiatan yang dilakukan dengan dengan memberikan sosialisasi pentingnya penghijauan di perkotaan dan implementasi kegiatan dengan mempratekkan materi yang telah disampaikan oleh tim Pengabdi. Maka dari itu pengabdian ini mengenai Pemanfaatan barang bekas botol plastik dalam pembuatan Vertical Garden yang dilaksanakan di kelurahan Sarirejo Kecamatan Semarang Timur dengan peserta Ibu-Ibu PKK. Oleh karena itu kegiatan ini berjudul IbM PKK Kelurahan Sarirejo Kecamatan Semarang Timur.Kata kunci: botol plastik bekas, vertical garde
Perencanaan Pembangunan Masjid Al-Ikhwan Kelurahan Karangayu, Semarang
Perencanaan pembangunan Masjid A-Ikhwan dilaksanakan untuk membantu masyarakat di lingkungan Kenconowungu Tengah, Kelurahan Karangayu Semarang agar renovasi atau pembangunan masjid baru di lingkungan perumahan ini terbebas dari gangguan banjir serta rob. Dengan desain perencanaan dan perencangan yang baik secara arsitektural, diharapkan masjid ini akan menjadi kebanggaan warganya dan akan dapat menumbuhkan kembangkan kegiatan keagamaan dan peribadatan bagi seluruh warganya.Kata kunci :perencanaan, masjid, Karangayu
Ibm Kelurahan Siwalan Kecamatan Gayamsari Kota Semarang
Gapura bukan semata-mata bangunan fisik yang diartikan sebagai pintu gerbang, tanda batas kota, kabupaten, desa atau kampung. Menurut tradisi, gapura merupakan wujud ungkapan selamat datang yang familiar, semanak, welcome. ?é?áGapura?é?á mewakili?é?á keramahan ?é?ádan ?é?árasa ?é?áhormat?é?á tuan ?é?árumah ?é?ákepada setiap orang atau tamu yang datang.Umumnya gapura dibangun?é?á ?é?áuntuk memperingati Hari Kemerdekaan. Gapura telah menjadi simbol gotong royong, keakraban dan kebersamaan warga masyarakat. Yang menumbuhkan kerinduan setiap tahunnya khususnya menjelang peringatan Hari Kemerdekaan. Dengan ?é?ámembangun?é?á atau ?é?ámerenovasi ?é?ágapura,?é?á nilai-nilai ?é?ákebersamaan dan semangat gotong royong , diperbaharui dalam hati setiap warga. Kegiatan merenovasi, mengecat ulang, membuat atau membangun gapura menjadi lebih menarik ketika pihak-pihak swasta ikut terlibat dengan cara mengadakan lomba mempercantik gapura. Dalam rangka untuk menyambut hari Kemerdekaan ke-70, maka perlu diadakan perbaikan bando GAPURA di wilayah kelurahan Siwalan Kecamatan Gayamsari?é?á ?é?áKota Semarang. Oleh sebab itu kami selaku Akademisi dari Universitas PGRI Semarang melakukan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan bentuk Pengabdian Masyarakat untuk program Perbaikan Bando Gapura di Jl. Plewan II Kelurahan Siwalan Kecamatan Gayamsari Kota Semarang, beserta masyarakat setempat sepakat melakukan kegiatan bersama guna merenovasi gapura. ?é?á Kata kunci : gapura , pintu gerbang gapura
IbM BAGI MASYARAKAT KELURAHAN KANDRI KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat program Ipteks bagi Masyarakat adalah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat dalam pengelolaan Desa Wisata Kandri, khususnya dalam hal ketrampilan seni grafis. Target khusus yang ingin dicapai dalam kegiatan IbM ini adalah kemampuan membuat souvenir yang dapat mencirikan desa wisata Kandri melalui seni grafis. Dengan adanya kemampuan tersebut diharapkan dapat menambah penghasilan warga sekaligus mempromosikan desa wisata Kandri kepada masyarakat luar
IbM ENTREPRENEURSHIP PADA KELURAHAN BUMIREJO KECAMATAN KARANGAWEN
Tujuan kegiatan IbM ini adalah untuk memberikan pendidikan kecakapan vokasional kepada warga Bumirejo berupa perintisan sentra industri kuliner. Metode yang digunakan dalam melakukan pemberdayaan warga miskin sesuai dengan sasaran adalah brainstorming entrepreneurship, praktek pembuatan produk, dan pelatihan pemasaran online. IbM Entrepreneurship pada Kelurahan Bumirejo Kecamatan Karangawen adalah terbentuknya rintisan industri kuliner di lingkungan Kelurahan Bumirejo yang ditandai dengan terbentuknya industri pengolahan jagung Kelompok PKK RT 3/IV, dan Kelompok PKK RT 4/IV Keluarahan Bumirejo. Jagung tersebut diolah menjadi emping jagung dan keripik jagung yang dikemas menjadi dalam plastik sehingga tahan lama dan tetap renyah. Pemasaran yang dilaksanakan secara modern dalam bentuk online memberikan alternatif baru bagi masyarakat kelurahan Bumirejo untuk dapat memasarkan produk mereka secara luas. Rintisan industri kuliner berbahan dasar jagung menjadi salah satu alternatif produk yang bisa dijadikan produk unggulan yang sesuai dengan kondisi lingkungan yang mempunya bahan dasar jagung yang melimpah. Kata kunci: Entrepreneurship, Jagung, Pemasaran Murah, Online
Produksi Sandal Dan Tas Eceng Gondok Di Kelompok Usaha ?oRenita Dan ?oSekar Melati
Di Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang terdapat beberapa kelompok usaha yang membuat produk kerajinan eceng gondok, dua diantaranya adalah kelompok usaha Renita dan kelompok usaha Sekar Melati. Permasalahan yang dialami oleh kelompok usaha Renita adalah produk sandal eceng gondok yang diproduksi belum dapat menembus pasar kelas menengah keatas sehingga keuntungannya kecil. Rendahnya kualitas sandal dikarenakan teknologi produksinya ?é?ámasih ?é?ásederhana ?é?ádan?é?á tanpa ?é?ápengemas. ?é?áSedangkan, ?é?ápermasalahan yang ?é?ádialami ?é?áoleh?é?á kelompok?é?á usaha ?é?áSekar?é?á Melati ?é?áadalah ?é?áteknologi?é?á pemutihan eceng gondok yang dilakukan dengan menggunakan larutan hidrogen peroksida belum bisa memberikan tampilan warna putih atau krem seperti yang diinginkan konsumen dan kurang ramah lingkungan, pembuatan tas masih dilakukan secara manual atau dijahit dengan tangan (tanpa menggunakan mesin jahit yang sesuai), dan penyimpanan produk belum diperhatikan (diletakkan bertumpuk begitu saja secara terbuka). Pemecahan masalah yang dilakukan pada kelompok usaha Renita adalah meningkatkan kualitas kerajinan sandal dengan menggunakan pisau pola spon dan mesin amplas serta memberikan kemasan untuk setiap pasang sandal. Sedangkan pada kelompok usaha Sekar melati dilakukan teknologi pemutihan bahan eceng gondok dengan bahan yang ramah lingkungan yaitu sodium meta bisulfit, teknologi pembuatan tas yang lebih berkualitas, dan manajemen penyimpanan produk kerajinan eceng gondok. Kata Kunci: eceng gondok, pisau pola sandal, pemutihan, sodium meta bisulfi
KERUPUK SAMILER FORTIFIKASI KALSIUM DARI DURI IKAN BANDENG
Kerupuk Samiler cukup dihargai oleh nilai gizi masyarakat rendah karena hanya terbuat dari singkong. Proses produksi tidak higienis karena dicetak menggunakan bak plastik warna warni. Pengeringan hanya mengandalkan sinar matahari. Hal ini menyebabkan tidak ada penghasilan tetap. Pemasaran terbatas pada daerah sekitar produksi dan disimpan di toko atau dijual keliling. Tujuan dari program IbM ini adalah untuk mengatasi masalah tersebut. Metode yang digunakan adalah konseling, pelatihan, dan mentoring dalam produksi kerupuk samiler asli dan kerupuk samiler fortifikasi duri ikan yang higienis dan melakukan pelatihan dan mentoring manajemen produksi dan manajemen pemasaran. Hasil dari program ini adalah berdasarkan uji kadar kalsium dalam adonan kerupuk samiler yang diberi duri ikan setinggi 51.28 mg/100g dibandingkan dengan adonan kerupuk yang tidak diberi duri ikan yaitu 9.88 mg/100 g. Keterampilan dan pengetahuan pembuat kerupuk samiler tentang manajemen produksi dan manajemen pemasaran meningkat. Telah diproduksi kerupuk samiler asli dan fortifikasi kalsium duri bandeng. Kedua produk ini diproses dan dikemas secara higienis. Pengeringan kerupuk di musim hujan dapat diatasi menggunakan mesin pengering kerupuk dengan bahan bakar LPG. Kesimpulan dari program IbM adalah pembuat kerupuk samiler meningkatkan pendapatan dan penghasilan tetap. ?é?á Kata Kunci: Kerupuk Samiler, Fortifikasi Kalsium, Duri Banden