E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
611 research outputs found
Sort by
Pembinaan Pedagang Makanan Gorengan di Wilayah Cikarang melalui Pemanfaatan Karbon Aktif Ampas Tebu
Minyak goreng adalah komponen makanan yang banyak digunakan dan harganya semakin tinggi. Alasan ekonomi menyebabkan sebagian besar orang menggunakan minyak goreng curah tanpa mempertimbangkan alasan kesehatan. Ampas tebu adalah bagian yang dibuang dari pabrik minuman atau gula yang hanya digunakan sebagai makanan hewani. Potensi materi ini belum dieksploitasi karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan. Berdasarkan uraian yang ditawarkan solusi dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan untuk penjual kantin dan gorengan di sekitar Cikarang. Metode yang digunakan adalah strategi partisipasi aktif dengan keterlibatan patner dalam kegiatan yang diadakan. Kegiatan dilakukan dalam 4 tahap. Indikator keberhasilan diukur dengan peningkatan pengetahuan melalui perolehan skor pre-test dan post-test serta peningkatan keterampilan penjual dalam membuat arang aktif. Aktifitas dilakukan pada bulan September, 2019 di Al Azhar 18 Cikarang High. Berdasarkan hasil itu ditemukan bahwa 98% dari peserta menunjukkan peningkatan skor pada post-test dengan rata-rata peningkatan 69,9%. Peserta menunjukkan keterampilan redemostraing produksi arang ampas tebu. Dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan pengetahuan dan keterampilan penjual mengenai bahaya minyak goreng curah dan mereka dapat mendemonstrasikan proses pembuatan arang aktif
Penyehatan Manajemen Sekolah untuk Mengoptimalkan Pencapaian Mutu SMP di Kabupaten Purwakarta
Hasil kajian mengungkapkan bahwa konsep kesehatan manajemen sekolah sebagai kesiapan semua fungsi organisasi sekolah untuk dapat menjalankan semua tugas pokoknya, memecahkan masalah yang dihadapi, mampu menghadapi berbagai tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada. Diagnosa penyakit manajemen sekolah dilakukan melalui identifikasi perilaku warga sekolah pada indikator-indikator kesehatan manajemen sekolah dilihat dari keberfungsian, kecukupan, dan kesesuaian. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan penyakit manejemen sekolah, pihak Universitas Pendidikan Indonesia menjalin kemitraan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, melalui pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di sekolah. Bentuk kegiatan yang ditawarkan kepada sekolah ialah Workshop Diagnonis Kesehatan Manajemen Sekolah. Perumusan workshop tersebut didasarkan pada permasalahan yang dihadapi dan relevan dengan kepakaran para pelaksana kegiatan. Workshop ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi peserta dalam meningkatkan mutu sekolah, membangun kemandirian khalayak sasaran dalam mendiagnosa kesehatan sekolahnya dengan menggunakan instrumen yang tersedia. Kegiatan ini dilakukan selama lima bulan sejak Juli sampai Nopember 2020, dengan peserta sebanyak 143 sekolah. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Kepala Sekolah menyadari indikator-indikator yang menjadi karakteristik Sekolah Sehat, mampu mengisi dan melakukan evaluasi diri melalui workshop dan pendampingan yang dibuat untuk keperluan diagnosis sekolahnya
Pelatihan Penerapan Berfikir Kritis dengan Model PBL bagi Siswa SMK YPUI Parung Bogor
Rendahnya kemampuan berfikir kritis siswa SMK YPUI Parung, berakibat pada ketidak mampuan siswa menanggapi dan menangkap peluang ketika lulus sekolah serta ketidak mampuanya dalam menyelesaikan berbagai persoalan ketika sudah berada di dinia kerja. Kemampuan membaca peluang, potensi diri dan lingkungan, serta kemampuan berfikir menjadi penentu bisa atau tidaknya beradaptasi dengan kondisi yang ada. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk melatih siswa SMK YPUI Parung dalam menerapkan berfikir kritis dalam memecahkan masalah khususnya menangkap berbagai peluang kerja dan menyelesaikan problem ketika berada di tempat kerja. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode pelatihan guna meningkatkan pemahaman dan penerapan berfikir kritis dalam menyelesaikan masalah melalui pendekatan pembelajaran berbasis masalah. Setelah mengikuti kegiatan pelatihan ini siswa SMK YPUI Parung mampu berfikir kritis dalam menanggapi isu-isu terkini, menangkap peluang yang menguntungkan bagi kemajuan karir, serta mampu menyelesaikan berbagai masalah yang timbul ketika berada di tempat kerja melalui pendekatan yang benar dan ilmiah. Dengan harapan dapat sukses meningkatkan kualitas hidup dan kehidupanya dimasa yang akan datang
Pelatihan Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis melalui Teknik Debat Bahasa Inggris bagi Guru SMA Bahasa Inggris Kabupaten Ciamis
Rendahnya kualitas menulis baik di kalangan guru maupun murid menjadi hal yang memprihatinkan di dunia pendidikan. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor salah satunya adalah angka literasi yang rendah dan kurangnya kemampuan unutk berpikir kritis. Untuk menangani hal ini, pemerintah telah berupaya dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dapat mengembangkan dan meningkatkan mutu penulisan misalnya pelatihan penulisan jurnal. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil yang maksimal. Oleh karena itu, pengabdian ini menyasar kepada guru dalam upaya untuk meningkatkan kualitas menulis yang didukung dengan cara berpikir kritis melalui teknik Debat Bahasa Inggris sehingga kemampuan menulis pun meningkat. Selain itu guru diharapkan dapat menyampaikan hasil pelatihan kepada siswa di sekolah masing-masing sehingga para siswa pun dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis selama proses pembelajaran. Pengabdian ini menyasar 10 guru bidang studi Bahasa Inggris Kabupaten Ciamis, Jawa Barat yang dilaksanakan dalam dua hari. Pengabdian ini mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis para guru untuk kemudian dapat diaplikasikan baik dalam tulisan maupun lisan
Pemanfaatan Larvitrap sebagai Upaya Pencegahan Demam Berdarah di Daerah Endemis
Tujuan pembuatan pemanfaatan larvitrap adalah untuk memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan larvitrap. Kegiatan ini di latar belakangi oleh dikarenakan pelaksanaan kegiatan dilakukan masih dalam masa pandemi COVID-19. Masalah yang diprioritaskan adalah dalam membekali pengetahuan dan keterampilan anggota sehingga kader Kesling dan kader 1R1J dapat menggunakan jenis larvitrap sebagai alat pengendalian vektor yang mudah, murah dan produktif, serta tidak menimbulkan resistensi. Hasil analisis alternatif uji T Wilcoxon perbedaan peningkatan pengetahuan kader sebelum dan sesudah sosialisasi. Pemanfaatan larvitrap melalui media buku pedoman dan video animasi mengalami peningkatan. Hasil uji alternatif wilcoxon di dapatkan p value = (0,004) 0,05 sehingga disimpulkan peningkatan skor pengetahuan tersebut signifikan
Pelatihan Creative Parenting dan Pembuatan APE Mandiri bagi Orang Tua Muda di Kecamatan Bendo Magetan
Keberhasilan program parenting education dilihat dari antusias orang tua dalam mendukung dan ikut berpartisipasi memberikan pendidikan pada anak dari segi informalnya di rumah. Hal ini dipengaruhi oleh terbukanya wawasan dan kesadaran orang tua akan pentingnya kerjasama tri sentra pendidikan, yaitu lembaga, orang tua, dan juga lingkungan. Oleh karena itu, penting untuk mengubah mindset orang tua, bahwa pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab lembaga sekolah saja, namun juga ada andil dari orang tua. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan (1) untuk memberikan wawasan dan keterampilan pada orang tua muda untuk dapat menerapkan pengasuhan secara kreatif, efektif, dan menyenangkan di rumah dengan pengaturan jam yang sesuai antara kesibukan kerja dan pengasuhan anak; dan (2) Untuk memberikan keterampilan pada orang tua muda untuk dapat membuat permainan-permainan kreatif untuk anak-anak mereka. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan berbasis pelatihan, yaitu pelatihan creative parenting dan pembuatan APE mandiri. Sasaran dari kegiatan pelatihan ini adalah orang tua muda yang memiliki anak usia dini. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pelatihan adalah metode musyawarah, brainstorming, demonstrasi, praktek, dan evaluasi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah terlaksananya kegiatan parenting education di lembaga yang bervariasi, tidak hanya pemberian informasi saja tetapi juga berbasis pelatihan. Selain itu, keterampilan orang tua tentang pengasuhan dan pendampingan anak di rumah juga menjadi lebih kreatif
Peluang dan Tantangan Berwirausaha bagi Mahasiswa Universitas Muria Kudus di Masa Pandemi
Artikel ini menyajikan peluang dan tantangan mahasiswa dalam berwirausaha dalam masa pandemi. Pada tahun pertama Pelaksanaan Progam Pengembangan Kewirausahaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muria Kudus (PPK FKIP UMK) telah menghasilkan 8 wirausahawan baru dengan hasil evaluasi bahwa mindset, motivasi, dan kerjasama tim perlu ditekankan pada tahun kedua. Hal tersebut diperkuat pada tahun kedua ini dimana pelaksanaan program bertepatan dengan pandemi Covid-19. Mahasiswa sebagai sasaran program melaksanakan pembelajaran jarak jauh (daring). Aktivitas aktivitas lain di kampus ditiadakan sesuai dengan regulasi pemerintah. Semua kegiatan akademik dan non akademik dilaksanakan secara daring. Hal tersebut memberikan banyak dampak dalam persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi program. Masalah yang dihadapi para calon tenant adalah wirausaha tidak dapat dilakukan secara langsung di kampus, menentukan jenis bisnis yang tetap dapat dijalankan selama pandemi, dan bagaimana supaya wirausaha bisa tetap bertahan dalam masa pandemi. Sesuai dengan masalah yang dihadapi oleh calon wirausaha baru (tenant), maka tujuan dari program PPK pada tahun kedua ini yaitu membantu para mahasiswa untuk dapat menyikapi peluang dan tantangan berwirausaha dalam situasi seperti ini, dan menghasilkan tenant yang siap berwirausaha. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, workshop, eksekusi usaha, coaching dan evaluasi. Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan selama proses coaching, peluang yang dimiliki tenant meliputi penggunaan media sosial untuk mempromosikan produk dan berinovasi menciptakan produk buatan sendiri. Sementara tantangan yang dihadapi berupa motivasi berwirausaha dan pembatasan sosial
Empowerment Ekonomi Pesantren
Pondok Pesantren adalah lembaga yang memiliki fungsi sebagai lembaga pendidikan agama dan sosial. Pesantren sebagai lembaga pendidikan agama memiliki fungsi sebagai; (1) sumber nilai dan moralitas, (2) pendalaman nilai-nilai dan ajaran agama, (3) filter-controller untuk pengembangan moralitas dan kehidupan spiritual, (4) perantara untuk berbagai kepentingan yang muncul dan berkembang dalam masyarakat, dan (5)) praksis dalam kehidupan. Pesantren sebagai lembaga sosial sebagai perantara masyarakat diharapkan menjadi dinamis dan katalisator untuk memberdayakan sumber daya manusia, mendorong pembangunan di semua bidang, termasuk di bidang ekonomi, dalam bentuk wirausaha. Berdasarkan peran pesantren tersebut, maka permasalahan yang ada pada pesantren yang menjadi mitra pengabdian ini yaitu Pesantrean At Toybah dan Al Islam, adalah kurang dikelolahnya dan dikembangkannya kegiatan ekonomi ekonomi Islam berbasis sekolah ekonomi, padahal pesantren sudah memiliki mini market dan toko yang belum dikelolah maksimal. Tujuan pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk mendorong perekonomian masyarakat sekitar. Metode yang digunakan antara lain workshop kewirausahaan, workshop koperasi pesantren, termasuk melatih siswa untuk menyusun rak-rak minimarket, lokakarya koperasi syariah, dan memberikan motivasi kewirausahaan. Hasil pengabdian yang diperoleh membuat guru merancang mata kuliah khusus wirausaha, berkomitmen membenah dan mengaktifkan koperasi pesantren serta membuat dan menata usaha yang ada di pesantren dengan melibatkan santri, orang tua/wali dan masyarakat sekitar
Upaya Peningkatan Keterampilan Penulisan dan Publikasi Artikel Ilmiah Melalui Pelatihan bagi Guru MGMP Ekonomi SMA se-Gerbangkertosusilo
Ketidakterampilan guru dalam publikasi ilmiah dapat diselesaikan dengan upaya pemberian pelatihan terkait keterampilan penulisan serta publikasi artikel ilmiah bagi guru. Tujuan yang diharapkan guru mampu menghasilkan artikel ilmiah yang berkualitas. PKM ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap I merupakan penyampaian materi secara umum, dilaksanakan di Auditorium Gedung G3 FE Unesa pada tanggal 11 Agustus 2018. Pelatihan tahap II dilaksanakan di Ruang Pertemuan G5 FE Unesa pada tanggal 18 Agustus 2018. Hasil pelatihan didapatkan bahwa sebesar 50% peserta merespon positif dengan skala penilaian sangat baik. Penilaian tersebut berkaitan tentang aspek akademik, aspek narasumber, serta aspek pengelolaan/pelaksanaan pelatihan. Selanjutnya, tingkat pemahaman guru setelah mengikuti dua kali pelatihan penulisan serta publikasi artikel ilmiah diperoleh skor 63 dari skor 100. Artinya, tingkat pemahaman guru dinilai cukup terhadap penulisan dan publikasi artikel ilmiah
Pengenalan dan Pelatihan Sistem Informasi Bimbingan Konseling bagi Guru BK SMK se-Kota Semarang
Pengenalan Sistem Informasi Bimbingan Konseling sangat diperlukan untuk mengoptimalkan kinerja guru BK dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling. Oleh karena itu, Dewan Musyawarah Guru Bimbingan Konseling memberikan pelatihan penggunaan sistem informasi bimbingan konseling bagi guru BK SMK se-Kota Semarang. Pelatihan ini diadakan karena adanya wacana untuk mengubah layanan bimbingan dan konseling ke sistem yang terkomputerisasi sehingga proses penyimpanan data dan pelayanan konseling dapat berjalan dengan lancar. Pengabdian ini memiliki tujuan untuk mengenalkan dan melatih bagaimana cara menggunakan sistem informasi yang dapat membantu guru BK dalam menyampaikan informasi mengenai bimbingan dan konseling bagi para siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2019 di Universitas Nasional Karangturi dan diikuti oleh 51 guru BK SMK Negeri dan Swasta se-kota Semarang. Materi pelatihan meliputi penjelasan manfaat, perbedaan dengan sistem konvensional, tahapan penggunaan sistem, fitur-fitur yang terdapat dalam sistem, sampai dengan evaluasi sistem oleh guru BK. Dari pelaksanaan pelatihan didapatkan bahwa sebesar 84% peserta sangat memahami dan dapat mengakses semua fitur sistem informasi bimbingan konseling, sedangkan sebanyak 16% peserta belum sepenuhnya berhasil mengakses semua fitur sistem. Diharapkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, guru BK dapat memahami dan menggunakan pelayanan bimbingan konseling dengan sistem online