E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
611 research outputs found
Sort by
Pelatihan Pembuatan Produk Sosis Analog dengan Bahan Baku Tempe dan Jamur Merang untuk Menunjang Ketahanan Pangan
Permasalahan yang dihadapi masyarakat terkait kurangnya konsumsi protein adalah kurangnya pengetahuan tentang sumber protein nabati yang harganya lebih terjangkau. Selain itu diperlukan ketrampilan dalam pengolahan makanan nabati ini agar penampakannya lebih menarik untuk keluarga dan sebagai peluang usaha. Pelatihan ini ditujukan untuk: (1) meningkatkan pengetahuan umum masyarakat termasuk ibu rumah tangga terkait kecukupan gizi keluarga khususnya protein nabati dan (2) meningkatkan ketrampilan pengolahan produk sosis tiruan dari bahan baku tempe dan jamur merang. Metode yang digunakan adalah kegiatan pelatihan yang mencakup penyuluhan tentang jenis dan potensi protein nabati termasuk tempe kedelai dan jamur merang serta pelatihan pembuatan sosis analog (tiruan) dengan bahan baku tempe dan jamur merang. Berdasarkan lima indikator (peningkatan pengetahuan, keaktifan, kesesuaian materi pelatihan dengan kebutuhan peserta, adanya inisiasi untuk memulai usaha dan jumlah peserta), kegiatan ini dinilai berhasil dan diharapkan dapat meningkatkan konsumsi protein nabati yang lebih terjangkau masyarakat dalam menunjang ketahanan pangan
Pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) dan Peningkatan UKM Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang
Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat dengan sasaran masyarakat pengusaha UKM di Kampung Tematik tempe Kelurahan Sambirejo - Kecamatan Gayamsari Kota Semarang, Kegiatan ini merupak permintaan dari para pengusaha kecil di Kelurahan Sambirejo, yang seharusnya yang hadirkan sebanyak 25 pengusaha kecil, namun karena kondisi adanya pandemi Covid 19, maka kegiatannya hanya dilakukan bagi pengusaha kecil yang benar benar berminat dan mau mengembangkan usaha, maka dipilih hanya 4 orang pengusaha kecil kuliner dan pelaksanaan di Ruang Laboratorium Pangan FTP USM. Materi sosialisasi yang diberikan kepada pengusaha kecil berupa pentingnya pembentukan Kelompok Usaha Bersama bagi para pengusaha kecil dan sosialisasi pemasaran produk kuliner. Sedangkan pelatihan membuat diversikan produk dari bahan utama tempe yaitu membuat nugget tempe dan wedang tempe. Salah satu tolok ukur keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat itu, adalah munculnya minat para penguaha ingin membentuk Kelompok Usaha Bersama dengan dibuktikan dari pertanyaan-pertanyaan keinginan memiliki kelompok usaha bersama. Sedangkan tolak ukur sosialisasi pemasaran produk kuliner adalah adanya keinginan dari kelompok sasaran mengajukan banyak pertanyaan mengenai pemasaran. Pelatihan dan praktek memproduksi makanan nugget dan minuman wedang tempe, para peserta pelatihan antusias sekali mencoba mempraktekkan dengan dipandu oleh tim, dilakukan dengan sangat antusias. Hasil pengabdian kepada masyarakat,para peserta pelatihan lebih memahami dan mengetahui pentingnya Kelompok Usaha Bersama dalam upaya meningkatkan usahanya serta lebih memahami beberapa cara pemasaran produk kuliner dalam kondisi persaingan yang semakin kuat diantara para pengusaha,serta hasil pelatihan membuat Nugget Tempe dan Wedang Tempe akan dikembangkan dengan semakin bervariasi
Tarian Ikonik untuk Generasi Milenial Desa Mageru Kabupaten Sragen
Ikon Kabupaten Sragen yaitu binatang gajah. Dalam sejarah di Kabupaten Sragen, tepatnya di Sangiran pernah ditemukan fosil gajah, hingga akhirnya gading gajah dijadikan ikon Kabupaten Sragen. Dengan adanya maskot tersebut, muncul gagasan penciptaan tari yang bertemakan imitasi kehidupan dan karakteristik gajah hingga terwujudlah Tari Kridha Dwipangga. Berdasarkan observasi awal, Tari Kridha Dwipangga belum dikenal luas oleh masyarakat Kabupaten Sragen termasuk masyarakat Desa Mageru, padahal lokasi Desa Mageru terhitung dekat dengan pusat kota, akan tetapi masyarakatnya belum mengenal Tari Kridha Dwipangga sebagai tarian ikonik di Kabupaten Sragen. Banyak anak yang gengsi belajar tari tradisi karena dianggap kuno, mereka lebih bangga mempelajari budaya luar. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan apresiasi dan keterampilan menari Tari Kridha Dwipangga untuk generasi milnial di Desa Mageru Kabupaten Sragen serta melestarikan Tari Krida Dwipangga sebagai tarian ikonik Kabupaten Sragen. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah mix method yaitu penggabungan antara metode demontrasi dan metode drill
Pemberdayaan Dasa Wisma di Perumahan Greenvillage Ngijo Gunungpati Semarang dalam Pelestarian Lingkungan
Pemberdayaan Dasa Wisma (Dawis) dilakukan untuk dapat memberikan edukasi dan pembiasaaan warga sekitar untuk peduli terhadap lingkungannya. Dimulai dari yang terkecil yaitu keluarga. Konsep pemberdayaan disini menyentuh tiga ranah yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan. Mereka mendapatkan edukasi tentang pengelolaan sampah mulai dari rumah mereka sendiri, kemudian naik di tingkat dawis. Mereka diajarkan memiliki tanggung jawab menjaga lingkungannya tetapi dengan tetap menghasilkan secara ekonomi. Seperti pada pengelolaan sampah yang bisa sampai pada pembuatan bank sampah dan hasil kerajinan. Pemberdayaan ini tidak dilakukan sendiri tetapi dengan kerjasama dengan para kelompok pecinta lingkungan seperti Yayasan BINTARI dan Dinas Lingkungan Hidup
Observasi Awal: Model Pengabdian pada Masyarakat oleh Dosen Melalui Kegiatan Mandiri di Sekolah Aliya Bogor
Telah dilakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat oleh dosen dengan objek sasaran pada manajemen Sekolah Islam Terpadu (SIT) Aliya di Kota Bogor, melalui ide, implementasi, dan pendanaan mandiri. Tujuan observasi awal ini, yaitu pemaparan dan penjabaran sejumlah topik yang berkaitan dengan disiplin keilmuan di bidang keteknikan. Metode pelaksanaan kegiatan untuk pemaparan sejumlah topik, dilakukan melalui penerbitan surat permohonan dari Direktur SIT Aliya ke Dekan Fakultas Teknik dan Sains (FTS), penerbitan surat tugas dari Dekan FTS, dan penyampaian sejumlah topik disertai deskripsi yang disesuaikan dengan kondisi SIT Aliya, sedangkan penjabaran lebih lanjut terhadap topik yang disepakati, dilakukan melalui penjabaran dalam rentang waktu dan kesempatan dan tinjauan lapangan dan pengukuran sejumlah parameter. Hasil kegiatan berkenaan dengan sejumlah topik di bidang keteknikan, berupa pemaparan dan diskusi yang telah dilaksanakan pada tanggal 16 dan 24 Oktober 2019, sedangkan penjabaran berkenaan dengan sejumlah topik yang disepakati, berupa kegiatan presentasi dan diskusi yang dilaksanakan pada hari Kamis, 21 November 2019 dan ditundaklanjuti dengan tinjauan lapangan dan pengukuran parameter. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimupulkan, bahwa topik-topik sesuai disiplin keilmuan di bidang keteknikan dan pemilihan topic yang disepakati untuk kondisi kekinian dan kedisinian di lingkungan SIT Aliya Kota Bogor sangat relevan dan diperlukan
PKM Kelompok Gula Kelapa Berkah Desa Sungai Kupah Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya
Kelompok Gula Kelapa Berkah di Desa Sungai Kupah merupakan salah satu kelompok penghasil gula kelapa dan buah kelapa. Ada dua permasalahan yang dihadapi oleh Kelompok Gula Kelapa Berkah Desa Sungai Kupah, (1) kelompok hanya mengolah nira menjadi gula kelapa dan membuat minyak kelapa dengan cara pemanasan, cara seperti ini kandungan asam lemak pada minyak kelapa akan rusak; (2) ada banyak limbah air kelapa yang tidak dimanfaatkan saat pembuatan kopra dan minyak kelapa. Tujuan kegiatan adalah (1) untuk memperbaiki kualitas minyak kelapa melalui pelatihan pengolahan Virgin Coconut Oil dengan teknik penggaraman; (2) untuk memberikan pelatihan pemanfaatan limbah air kelapa menjadi produk kecap manis. Metode kegiatan yang dilaksanakan adalah penyuluhan, pelatihan dan pendampingan pengolahan Virgin Coconut Oil (VCO) dan kecap air kelapa. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan peserta pelatihan tentang pengolahan Virgin Coconut Oil yang tidak merusak kandungan asam lemaknya dan pemanfaatan limbah air kelapa menjadi produk yang bernilai tinggi seperti kecap manis, peserta pelatihan dapat memahami materi dengan mudah karena teknologinya sangat sederhana
Literasi Digital untuk Mendukung Revolusi Industri 4.0 pada Komunitas Persatuan Mulimah Kota Bandung
Website merupakan alat pertukaran informasi yang banyak digunakan oleh perusahaan besar dan organisasi ternama. Perkembangan jaman dan revolusi industry 4.0 menyebabkan semakin mudahnya akses website oleh masyarakat. Hal ini berdampak pada perubahan kebutuhan fungsional sebuah website. Website juga dimanfaatkan secara personal untuk berbagi pengalaman perjalanan, menampilkan karya, memperlihatkan portfolio, atau kegiatan sebuah lembaga. Bagi sebuah lembaga, website dapat menjadi tempat untuk membangun citra/branding. Selain itu juga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen. Sehingga, dapat dikatakan kebutuhan literasi digital juga meningkat. PD Salimah Kota Bandung merupakan organisasi perkumpulan Muslimah yang tersebar di berbagai daerah. Banyak hal yang dilakukan oleh PD Salimah Kota Bandung. Kegiatan tersebut memerlukan tempat untuk mempublikasikannya. Sebagai organisasi yang besar dan tersebar baik di Indonesia dan luar negri, PD Salimah telah memiliki tempat untuk mempublikasikan rangkaian acara/kegiatannya. Sedangkan untuk PD Salimah Kota Bandung, belum memiliki website publikasi khusus untuk "menyuarakan" kegiatan yang dilakukan. Sehingga dibutuhkan sebuah website blog khusus ormas Salimah Bandung untuk membuat cakupan publikasi semakin luas
Pengembangan Rumah Pangan Berbasis Produk Sayuran Organik untuk Kemandirian Pangan Masyarakat
Adanya konversi lahan pertanian menjadi daerah pemukiman, menyebabkan sempitnya lahan pertanian sehingga diperlukan alternatif dalam pemenuhan kebutuhan gizi mealui lahan sempit tersebut. KKN-PPM ini bertujuan untuk membantu masyarakat sasaran dalam mengembangkan rumah pangan berbasis produk sayuran organik untuk pemenuhan pangan dan gizi masyarakat. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) digunakan pada implementasi program kegiatan, dalam masa waktu pelaksanaan yang telah ditentukan. Metode langsung digunakan untuk menyampaikan program-program kerja sehingga masyarakat memahami maksud dan tujuan dari KKN-PPM di Desa Potoya dan Karawana yang memiliki 3 dusun target program, dimana dari setiap desa tebagi menjadi 2 kelompok sasaran yang beranggotakan 10 warga perkelompok. Terciptanya Rumah Pangan Lestari di tiap desa yang bisa dimanfaatkan warga sebagai sumber gizi dan kebutuhan masyarakat
Penguatan Teknologi Informasi di Era Revolusi Industri pada Siswa SMK N 02 Bengkulu Tengah
Peranan teknologi informasi dan komunikasi merupakan unsur terpenting dalam aktivitas manusia. Terbukti dalam berbagai sektor kehidupan, teknologi informasi telah memberikan perubahan yang sangat besar dan memberikan kontribusi fasilitas utama dalam perubahan sektor kehidupan manusia dan dalam mengubah pola pikir manusia. Hal ini juga terjadi dalam dunia pendidikan dan menjadi tantangan tersendiri mengingat revolusi sistem pembelajaran ini akan berdampak pada peserta didik. Dari hasil observasi diperoleh informasi bahwa dalam menghadapi revolusi 4.0 perlu adanya kesiapan generasi milenial dalam menghadapi perubahan tersebut. Mengingat pentingnya kesiapan generasi milenial khususnya siswa SMK N 02 Bengkulu Tengah dalam menghadapi revolusi industri 4.0, maka perlu diberikan pengetahuan dan pemahaman kepada siswa SMK N 02 Bengkulu Tengah tentang perkembangan teknologi di era revolusi industri. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai perkembangan teknologi informasi di era revolusi 4.0 saat ini. Kegiatan dilakukan dengan menggunakan metode ceramah berupa kegiatan penyuluhan. Berdasarkan hasil evaluasi bahwa kegiatan pengabdian ini memberikan pengetahuan baru bagi peserta dalam memahami perkembangan teknologi informasi di era revolusi industri
Optimalisasi Kegiatan Kewirausahaan dalam Rangka Peningkatan UMKM, BUMDes, dan Koperasi di Wilayah Desa Cijeungjing Kecamatan Jatigede Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat
Pertumbuhan ekonomi pasca covid 19 mengalami perubahan yang signifikan dimana pelaku usaha mulai bangkit dari kegagalan dalam menjalankan kegiatan wirausahanya yang baru. Masyarakat harus kreatif serta memberikan inovasi terbaru untuk menciptakan lapangan kerja yang baru. Dalam rangka peningkatan atau pemulihan perekonomian yang semakin tinggi diperlukan sebuah pemberdayaan terhadap pelaku usaha kecil karena dapat memberikan pengaruh yang sangat nyata di dalam pengembangan produksi. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Program KKN Kewirausahaan ini adalah peningkatan pelaku usaha UMKM, BUMDes serta koperasi di Wilayah Desa Cijeungjing, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang. Metode yang digunakan adalah pendampingan pelaku usaha 3 UMKM, 1 BUMDes, serta 1 Koperasi, survey dengan data primer maupun sekunder, workshop atau pelatihan kegiatan kewirausahaan untuk peningkatan kualitas. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan melalui program KKN Kewirausahaan dalam rangka peningkatan kualitas SDM pelaku usaha UMKM, BUMDes, dan koperasi di Desa Cijeungjing Kecamatan Jatigede Kabupaten Sumedang telah dilaksanakan dengan baik hal ini terbukti dengan keberhasilan rangkaian pelaku usaha melalui program kegiatan yang dilakukan. Kesimpulan menunjukkan terjadi perubahan yang signifikan terhadap pelaku usaha UMKM, BUMDes, dan Koperasi di Desa Cijeungjing Kecamatan Jatigede setelah kegiatan KKN Kewirausahaan dilaksanakan. Perubahan peningkatan terjadi pada kelengkapan di dalam ijin mendirikan usaha serta kelayakannya. Di samping itu, semangat motivasi dalam bidang Kewirausahaan seluruh masyarakat desa meningkat karena adanya sarana dan prasarana yang mendukung di wilayahnya sebagai tempat objek wisata