E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
611 research outputs found
Sort by
Pelatihan Bahasa Inggris Komunikatif bagi Pramusaji Restoran di Kabupaten Badung
Industri pariwisata yang berkembang sangat pesat di pulau Bali menuntut adanya peningkatan layanan bagi wisatawan manca negara. Salah satu kendala yang masing sering dihadapi oleh para pelaku pariwisata adalah kurangnya keterampilan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Selain hotel, restoran adalah penyedia layanan yang paling dibutuhkan oleh wisatawan. Untuk itu, para staf restoran wajib menguasai fungsi-fungsi bahasa dalam melayani para tamu. Fungsi bahasa adalah tujuan komunikasi yang ingin dicapai dalam kegiatan interaktif. Fungsi-fungsi bahasa yang digunakan di bidang tata hidangan, yaitu "˜menyapa', "˜menanyakan', "˜berterima kasih', "˜mengeluh', "˜merekomendasikan', dan "˜menjelaskan'. Untuk meningkatkan keterampilan komunikasi, pelatihan bahasa Inggris komunikatif diselenggarakan bagi pramusaji restoran yang tergabung dalam Sarong Group di kabupaten Badung. Kegiatan ini bertujuan agar peserta pelatihan memahami dan mampu menggunakan fungsi-fungsi bahasa yang mendasari tujuan berkomunikasi di restoran. Metode yang digunakan berupa ceramah dan simulasi. Materi pelatihan berfokus pada ekspresi bahasa dan latihan bermain peran sesuai prosedur pelayanan tata hidangan. Setelah sepuluh kali pertemuan, peserta pelatihan mengalami peningkatan dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Peserta terlihat lebih percaya diri dan mampu menggunakan ekspresi bahasa yang tepat dalam merespon atau memberikan informasi umum pada tamu di restoran
Pelatihan Peningkatkan Produktivitas melalui HPP dengan Metode 3M (Melihat, Memahami, Mengaplikasikan) Usaha Katering Rumahan
Aktivitas pengabdian ini dilakukan dengan tujuan ingin memperkenalkan alternatif yang bisa dilakukan oleh masyarakat dalam meningkatkan produktivitas. Produktivitas merupakan salah satu indikator keberhasilan suatu unit entitas. Indikator ini dilihat dengan adanya kontinyuitas (keberlanjutan) produksi dalam usaha tersebut. Keberlanjutan ini dapat terjadi dengan salah satu mekanisme yaitu aplikasi harga jual produk. Artinya apabila masyarakat memiliki ketrampilan dalam menentukan jumlah yang dikeluarkan dalam satu kali produksi maka dari segi biaya menjadi efisiensi. Efisiensi ini tentunya akan mempengaruhi proses produksi selanjutnya dilihat dari segi biaya (cost). Permasalahan yang dihadapai mitra adalah produktivitas kurang maksimal, dikarenakan belum dilakukan kalkulasi (penghitungan) terhadap seluruh komponen cost yang dikeluarkan. Solusi yang kami tawarkan adalah memberikan pelatihan ketrampilan terkait aplikasi harga jual produk dengan metode melihat, memahami, mengaplikasikan (3M). Langkah yang dilakukan meliputi tiga yaitu: (1) masyarakat tergabung Organisasi Ranting Aisyiyah melihat mekanisme pemilihan cost yang termasuk dalam biaya produksi, (2) masyarakat organisasi ranting Aisyiyah khususnya pemilik catering rumahan diberikan waktu untuk memahami apa yang sudah diberikan di langkah pertama, (3) masyarakat organisasi ranting Aisyiyah khususnya pemilik catering rumahan mengaplikasikan apa yang sudah dilihat dan dipahami kedalam penghitungan harga jual produk. Teknik yang dilakukan agar 3 langkah tersebut dapat dilakukan secara maksimal kami menggunakan teknik diskusi ceramah dan wawancara. Berdasarkan hasil observasi ketika melakukan kunjungan dan diskusi maka diperoleh hasil yang positif, yaitu (1) antusiasme peserta dalam acara diskusi, (2) pemaparan aplikasi harga jual produk dengan metode 3M (melihat, memahami, dan mengaplikasikan) diterima positif, (3) memiliki ketrampilan untuk mengaplikasikan materi pengabdian masyarakat, (4) keberlanjutan usaha dapat berangsung. Hasil akhirnya bisa diketahui perbandingan antara harga jual produk sebelum dan sesudah menggunakan perhitungan harga jual produk
Pemberdayaan Santri Melalui Kegiatan Menulis Teks Sastra
Pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan pada santri di Pondok Pesantren Busyrol Karim, Kabupaten Pemalang. Tujuan Pengabdian adalah memberdayakan keterampilan menulis teks sastra bagi santri di Pondok Pesantren Busyrol Karim. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat merujuk pada kegiatan pelatihan untuk pendidikan luar sekolah yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pembinaan, pengawasan, pemantauan, penilaian, dan pengembangan. Pelaksanaan pemberdayaan santri melalui kegiatan menulis teks sastra berhasil dilaksanakan dengan hasil akhir produk berupa antologi teks sastra "Dari Santri untuk Negeri". Produk tersebut merupakan kumpulan karya santri yang terdiri atas 23 puisi, 5 cerpen, dan 3 naskah drama. Kegiatan menulis teks sastra ini juga disisipi nilai-nilai keagamaan sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk penyebaran agama islam melalui bahasa dan sastra dan turut serta dalam membangun peradaban Islam di Indonesia
Seminar Daring untuk Mengembangkan Pola Pikir Wirausaha UMKM pada Masa Pandemi Covid-19 di Surabaya
Masa pandemi COVID-19 adalah satu dari sekian banyak hal di dunia ini yang tidak dapat diprediksi oleh siapapun. Dalam masa pandemi COVID-19, perekonomian diberbagai negara tentunya menjadi berubah terkhusus dalam proses transaksi ekonomi yang dilakukan secara tatap muka. Indonesia tentunya mengalami dampak dari adanya COVID-19, hal ini membuat pertumbuhan ekonomi menjadi terasa semakin berat. Surabaya merupakan kota ke 5 dengan jumlah pelaku UMKM terbanyak se-Jawa Timur. Kondisi selama pandemi ini menjadi hal yang berat bagi masyarakat terutama bagi pelaku UMKM, maka diperlukannya pembekalan/penyuluhan untuk menumbuhkan inovasi/kreativitas oleh para pelaku UMKM agar dapat menaikkan daya jual dan daya saing terkhusus yang bagi pelaku UMKM yang belum memanfaatkan media daring. Pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Karang Pilang, Surabaya. Kegiatan penyuluhan yang akan dilakukan berupa seminar daring mengenai pola pikir wirausahawan dalam mengatasi kebutuhan dan bertahan di masa pandemi dengan mengembangkan pola pikir wirausaha dan pengenalan media daring sebagai salah satu penerapan materi yang dapat dilakukan oleh masyarakat sasaran. Penyuluhan ini juga dilakukan agar masyarakat dapat adaptasi dan melakukan proses jual beli seiring perkembangan zaman di era industri 4.0
Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendampingan Pengolahan Jamur Tiram Putih di Pondok Pesantren Mamba'ussunah Kebaman, Banyuwangi
Pemberdayaan Perempuan (women empowerment) adalah sebuah proses tranformasi relasi kuasa gender yang bersifat dari bawah ke atas (bottomup), baik secara individual maupun kelompok karena berkembangnya kesadaran akan keterlibatan perempuan dalam berbagai sektor. Salah satu kegiatan pemberdayaan perempuan adalah penyelenggaraan pendidikan non formal. Pondok Pesantren Mamba'ussunah merupakan lembaga pendidikan yang juga melakukan kegiatan budidaya jamur tiram putih. Kegiatan budidaya jamur tiram putih dilakukan secara sederhana dan dikerjakan oleh tenaga kerja yang terbatas. Kegiatan usaha budidaya jamur tiram ini belum dapat memberikan keuntungan yang maksimal. Terdapat beberapa faktor yang mengakibatkan rendahnya keuntungan yang didapat dari usaha budidaya jamur tiram putih, yaitu: terbatasnya tenaga kerja yang melakukan kegiatan budidaya, rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai teknik budidaya jamur tiram, serta kurangnya pengetahuan mengenai pengolahan produk olahan jamur tiram putih yang dapat meningkatkan harga jual jamur tiram putih. Produk jamur tiram putih sebagian besar langsung dijual seacara segar, tanpa memiliki kemasan yang menarik. Hal ini menyebabkan harga jual jamur tiram putih menjadi tidak maksimal, dan keuntungan yang didapatkan juga tidak dapat maksimal. Solusi yang dapat ditawarkan kepada kelompok mitra, dalam hal ini Pondok Pesantren Mamba'ussunah adalah dengan melakukan kegiatan pemberdayaan khususnya pada kaum perempuan. Sehingga kaum perempuan memiliki tingkat kemandirian, kreatifitas, dapat meningkatkan harga jual produk jamur tiram putih, pemberian pembelajaran mengenai pentingnya kemasan yang menarik dan dapat mendapatkan keuntungan yang maksimal. Solusi ini diharapkan agar kaum perempuan di lingkungan Pondok Pesantren Mamba'ussunah dapat meningkatkan pendapatan dan keuntungannya. Target luaran yang diharapkan dari kegiatan PKM ini adalah: 1) Meningkatnya kemampuan, keterampilan, dan keberhasilan kaum perempuan dalam mengolah jamur tiram putih. 2) Memberikan pelatihan dan pendampingan mengenai pentingnya kemasan yang menarik, sehingga harga jual produk jamur tiram putih dapat meningkat.3) Meningkatnya keterampilan masyarakat untuk berwirausaha dan mengolah produk jamur tiram putih, serta meningkatkan kesejahteraan melalui pemberdayaan kaum perempuan
Pendampingan Pembuatan Pupuk Organik untuk Meningkatkan Produksi Pertanian di Padukuhan Seropan II, Kelurahan Muntuk, Kepanewon Dlingo, Bantul
Dusun Seropan II terletak di Kelurahan Muntuk dengan kondisi wilayah yang masih asri mendorong mayoritas penduduk menggantungkan hidup pada lahan pertanian dan perternakan. Permasalahan utama yang dihadapi oleh masyarakat adalah topografi wilayah yang curam dan tinggi menyebabkan corak pertanian di Dusun Seropan II menjadi pertanian lahan kering dengan 1 kali panen setiap tahun. Penggunaan pupuk buatan secara terus-menerus dapat memperpendek usia kesuburan tanah dan secara otomatis akan menurunkan kualitas hasil pertanian. Sementara limbah kotoran sapi dari peternakan belum termanfaatkan secara optimal. Perlu adanya dorongan agar masyarakat mampu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk buatan dan beralih memproduksi pupuk organik secara mandiri. Masyarakat dapat menggunakan alternatif dalam bidang pertanian dengan memanfaatkan kotoran ternak sapi. Dengan harapan dapat menjaga kesuburan tanah dalam jangka waktu panjang serta mewujudkan sistem pertanian terpadu yang memanfaatkan limbah peternakan
Pemberdayaan Calon Alumni D-III Anafarma Melalui Usaha Pembuatan Bawang Hitam untuk Meningkatkan Pendapatan
Bawang hitam (black garlic) merupakan hasil pemanasan dari bawang putih sehingga dihasilkan warna hitam, rasanya sedikit manis, bertekstur lemut, gurih, dan terasa kenyal. Sebagai bentuk pengamalan Tri Darma Perguruan Tinggi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta II Program Studi Diploma III Analisis Farmasi dan Makanan melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat. Tujuan untuk membina calon alumni Prodi D3 Anafarma Poltekkes Kemenkes Jakarta II tentang cara pembuatan dan pemasaran bawang hitam (Black garlic). Manfaat yang dapat diperoleh binaan dari kegiatan ini antara lain dapat membuat bawang hitam (black garlic) dan memasarkannya baik secara online maupun offline. Metode yang digunakan merupakan pelatihan dan pendampingan yang terdiri dari: pelatihan pembuatan bawang hitam dengan menggunakan alat yang sederhana, pelatihan pembuatan label kemasan, pendampingan pembuatan nama produk, dan pelatihan pemasaran produk. Hasil dari kegiatan ini dapat menghasilkan calon wirausahawan baru yaitu alumni telah melakukan pemasaran secara offline sebanyak 9 paket dan secara online sebanyak 3 paket, Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah menciptakan satu tim alumni Prodi D-III Analisis Farmasi dan Makanan menjadi wirausaha baru
Pendampingan UMKM dalam Program Digitalisasi Keuangan Usaha di Desa Ngargogondo
UMKM di Desa Ngargogondo merupakan UMKM yang sedang berkembang karena adanya dukungan pemerintah untuk pengembangan kesejahteraan masyarakat desa di kawasan wisata Candi Borobudur. UMKM di desa ini terdiri dari produk kerajinan dan juga makanan ringan. Permasalahan yang dihadapi oleh pelaku UMKM di desa ini yaitu pengelolaan usaha yang kurang professional, metode pemasaran yang masih konvensional serta pengelolaan keuangan yang kurang tertata dengan baik. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu untuk membantu para mitra dalam meningkatkan kemampuan dan pengetahuan dalam pengelolaan keuangan usaha, pemasaran usaha serta penggunaan teknologi digital dalam keuangan dan pemasaran. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu, metode ceramah, tutorial, diskusi dan metode pendampingan. Hasil yang diperoleh yaitu para mitra mendapatkan pemahaman tentang manajemen keuangan usaha yang baik, pemahaman tentang tata kelola usaha dan pemasaran, pemahaman tata cara pembukuan keuangan usaha dan kemampuan dalam praktik digitalisasi keuangan usaha dan pemasaran digital
Alternatif Pengelolaan Limbah Tepung Tapioka Berbasis Teknologi Bersih Ramah Lingkungan untuk Meningkatkan Nilai Ekonomis Produk di Dermaji
Desa Dermaji Lumbir Banyumas menjadi sentra industri rumahan tepung tapioka secara turun temurun. Produk yang dihasilkan menyumbang 28% pasokan tapioka di Jawa Tengah. Mayoritas penduduk adalah petani singkong mencapai 69% sehingga pengolahan singkong menjadi tepung adalah upaya meningkatkan nilai ekonomi barang. Sayangnya sumbangsih terhadap pasokan tepung tapioka tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan perekonomian yang signifikan, karena produsen hanya menjadi pemasok tengkulak besar yang memiliki gudang dengan kapasitas banyak sehingga harga yang didapat produsen hanya menutup modal produksi. Masalah lain diantaranya alat produksi yang mulai lapuk, packaging, pengelolaan administrasi keuangan termasuk pembukuan dan pemasaran. Permasalahan yang lebih krusial yaitu pembuangan limbah yang mengandung HCN atau CN (sianida) yang dapat mencemari sumber mata air warga dan berakibat terhadap gangguan kesehatan. Terbatasnya bak penampungan juga menghambat menghasilkan endapan ke dua untuk bahan tepung tapioka kualias kedua yang disebut "tepung elot". Metode yang dilakukan diantaranya melakukan treatment limbah menggunakan kapur tohor, beberapa pelatihan terkait packaging (Memberi pelatihan pengemasan produk, termasuk pemberian merk dagang pada produk sehingga lebih menarik), peggunaan APD untuk mengurangi resiko kecelakaan kerja, pelatihan pembukuan dan pemasaran secara online. Adapun hasil pengabdian adalah: (1) Pemberian mesin Diesel kapasitas 24 Pk sehingga proses produksi naik dari 3 Kwintal per minggu menjadi 7 kwintal. (2) Terbentunya bak penampungan tambahan untuk endapan ke 2 sehingga menghasilkan tepung elot dengan separo harga dari tepung kualitas 1 sehingga pendapatan pengrajin naik 50%. (3) Terbangunnya bak pengolahan limbah cair dengan mesin turbin dengan penambahan kapur tohor (Ca(OH)2) sebagai penurun kadar sianida (treatment teknologi tepat guna) dengan hasil penurunan sianida sejumlah 66,88%. (4) Pemberian mesin jahit karung portabel. (5) Design merk produk. (6) Pelatihan tentang manajemen pemasaran berbasis digital
Respon Masyarakat Terhadap Kurma Salak dan Sirup Salak sebagai Produk Unggulan Warga Kampung Salak Desa Rengel Kabupaten Tuban
Respon masyarakat terhadap potensi produk olahan buah salak menjadi Kurma salak dan sirup salak sebagai produk unggulan di Kampung Salak menjadi permasalahan bagi POKDARWIS Taruna Mandaka sebagai Mitra pada pengabdian masyarakat ini. Sehingga tujuan pada pengabdian masyarakat ini adalah melakukan analisis terhadap respon masyarakat terkait produk hasil olahan buah salak oleh warga kampung salak sebagai produk oleh-oleh kampung wisata Kampung Salak. Pengabdian masyarakat ini dilakukan selama bulan Mei hingga Oktober 2020. Metode yang digunakan adalah konsultasi/ pendampingan/ mediasi kepada masyarakat kampung salak dusun Rahayu Lereng Kuning desa Rengel kabupaten Tuban. Hasil yang didapatkan adalah sebesar 53% responden menyatakan sangat setuju dengan adanya pengolahan buah salak menjadi kurma salak dan sirup salak, sebesar 66% responden menyatakan belum pernah mencoba olahan buah salak dalam bentuk kurma salak maupun sirup salak dan lebih dari 50% menyatakan menyukai rasa kurma salak yang berbanding lurus dengan persentase mereka menyukai buah salak. Sehingga dapat simpulkan bahwa kurma salak dan sirup salak memiliki potensi yang besar sebagai produk olahan buah salak dan dijadikan sebagai produk unggulan Kampung Salak desa Rengel. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan diketahui 76% masyarakat belum mengetahui mengenai pengujian terhadap produk makanan dan minuman yang tepat, sehingga hal ini akan dijadikan rekomendasi untuk pelaksanaan pengabdian masyarakat berikutnya di desa Rengel sehingga dapat terjalin komunikasi dan diskusi antara pihak mitra dan pihak akademisi