E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
611 research outputs found
Sort by
Sosialisasi Proses Produksi Halal pada Produk Sate Bandeng UMKM Sate Bandeng Hj. Maryam
Sertifikasi halal produk pangan bersifat wajib bagi produk yang beredar di Indonesia sesuai amanat UU Nomor 33 Tahun 2014 dan mulai diterapkan tahun 2024. Konsekuensinya, pelaku usaha mempunyai kewajiban untuk memiliki sertifikasi halal pada seluruh produknya. Kebutuhan pelaku usaha akan informasi, petunjuk, dan panduan tentang proses sertifikasi halal semakin mendesak. Sate bandeng merupakan makanan khas provinsi Banten yang sangat diminati sebagai produk buah tangan. Tujuan program ini adalah untuk memberikan pemahaman proses produk halal (PPH) sate bandeng pada pelaku usaha dan pengolah pangan produk sate bandeng UMKM Sate Bandeng Hj. Maryam sebagai langkah awal menyiapkan kemandirian UMKM dalam penjaminan halal produknya. Program ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan kegiatan: 1) kegiatan pemahaman tentang pentingnya sertifikasi halal produk kepada pelaku usaha; 2) kegiatan sosialisasi bahan dan proses produk halal (PPH) pada pengolah produk; 3) evaluasi program sosialisasi. Program sosialisasi ini mampu meningkatkan pemahaman peserta terhadap proses produk halal sebesar 45%. Media dan komunikasi yang digunakan dalam sosialisasi ini adalah sebanyak 80% peserta menyatakan sangat baik dalam kemudahan pemahaman terhadap materi yang disampaikan, sebanyak 91% peserta menyatakan sangat baik dalam menambah pengetahuan peserta, dan sebanyak 85% peserta menyatakan sangat baik dalam meningkatkan motivasi dalam menerapkan pengetahuan yang dimiliki. Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan agar optimal adalah program pendampingan PPH dan pelatihan pencatatan beberapa dokumen yang mendukung sistem jaminan produk pangan
Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Media Pembelajaran Konsep Sains dan Matematika Menggunakan Barang Bekas bagi Guru PAUD di Kabupaten Musi Rawas Utara
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi guru Taman Kanak-Kanak dan PAUD tentang media pembelajaran konsep sains dan matematika anak usia dini dengan menggunakan barang bekas dan memberikan pelatihan serta pendampingan bagi guru untuk membuat media pembelajaran konsep sains dan matematika menggunakan barang bekas agar dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran di Taman Kanak-kanak. Kegiatan ini menggunakan metode in house training. Adapun yang menjadi sasaran dalam pelatihan dan pendampingan ini adalah guru-guru Taman Kanak-kanak dan PAUD yang tersebar pada kecamatan di kabupaten Musi Rawas Utara diantaranya kecamatan Nibung, Sungai Jauh, Muara Rupit, Sungai Baung, Karang Jaya, Rawas Ulu dan Rawas Ilir. Pelatihan dilakukan dalam dua tahap yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Tahap persiapan, tahap ini peneliti mempersiapkan bahan dan alat sedangkan pada tahap pelaksanaan yaitu pembuatan media pembelajaran, presentasi, dan demonstrasi baik secara mandiri maupun berkelompok. Mahasiswa juga ikut berkontribusi dalam membantu tahap persiapan dan juga pelaksanaan. Evaluasi dari kegiatan pengabdian yang dilakukan nantinya adalah dapat menyediakan bahan yang lebih bervariasi. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini berjalan dengan efektif yang menunjukkan persentase 85% yang terdiri dari peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan antusias dalam mengikuti selama pelatihan berlangsung
Revitalisasi Bumdes untuk Akselerasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa di Kabupaten Ciamis Jawa Barat
Tujuan dari revitalisasi BUMDes untuk akselerasi pemberdayaan ekonomi masyarakat desa adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui pemberdayaan sel-sel potensi yang dimiliki desa baik terkait sumber daya alam maupun manusia. Revitalisasi BUMDes perlu dilakukan dalam rangka meningkatkan kinerja BUMDES untuk meraih pencapaian terbaik. Untuk kepentingan tersebut dipilih dua desa berdasarkan karakteristik tertentu yakni di Desa Cijulang dan Desa Sukaresik di Kabupaten Ciamis. Target dari kegiatan adalah para pengelola BUMdes, aparat, dan masyarakat mendapatkan (1) pengetahuan dalam pengelolaan BUMDes, (2) pemahaman manajemen resiko, (3) pengalaman dalam membuat analisis SWOT, dan (4) Pendampingan kewirausahaan kepada UMKM. Metode pelaksanaan menggunakan model revitalisasi BUMDes dalam konteks pemberdayaan ekonomi. Kegiatan dilaksanakan selama 6 bulan diawali dengan observasi dan wawancara untuk mendapatkan data awal, Focus Grup Discussion (FGD), pembuatan model, penyusunan program revitalisasi dengan memperhatikan permasalahan yang dihadapi, yaitu dibidang manajemen, sistem informasi, peran serta dan kepercayaan masyarakat dan transparansi, dan kerjasama dengan perusahaan. Output atau luaran yang dihasilkan adalah publikasi artikel pada jurnal pengabdian dan media massa, dan sistem informasi BUMdes (SIBDes)
Inovasi Penggunaan Program Seesaw sebagai Media Pembelajaran Digital dan Laporan Portofolio untuk Meningkatkan Kompetensi Guru PAUD di Kecamatan Telukjambe Barat Karawang
Melalui laporan portofolio, pendidik dapat melacak dan mendokumentasikan perkembangan dan prestasi anak secara individual. Di kecamatan Telukjambe Barat, Indonesia, guru PAUD menghadapi beberapa kendala dalam pembuatan portofolio digital, termasuk aksesibilitas, fleksibilitas, dan kurangnya literasi digital. Workshop digelar untuk meningkatkan kompetensi guru dalam penggunaan aplikasi Seesaw. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman guru tentang pentingnya pembelajaran dan laporan berbasis media digital. Guru juga mampu menggunakan aplikasi Seesaw dan berencana menggunakannya dalam tahun ajaran berikutnya. Workshop ini mencapai berbagai target, termasuk peningkatan kompetensi teknologi, pengoptimalan penggunaan media digital, peningkatan kreativitas dalam pembelajaran, memperkaya portofolio anak, meningkatkan keterlibatan orang tua, dan meningkatkan evaluasi dan pemantauan. Guru PAUD dapat meningkatkan kompetensi mereka dalam menggunakan media pembelajaran digital dan portofolio digital, sehingga memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih kaya dan efektif bagi anak-anak usia dini. Simpulan dari penelitian ini adalah penggunaan aplikasi Seesaw memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan dokumentasi perkembangan anak usia dini. Beberapa saran yang diajukan termasuk pelatihan dan bimbingan, pendukung teknis, kerjasama dengan orang tua, dan evaluasi dan pemantauan yang lebih efektif
Pelatihan Metode Pembelajaran Menyenangkan Berbasis Integrated Joyful Religious Learning dengan Menggunakan Quizziz
Kegiatan penulisan artikel ini bertujuan untuk memaparkan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk kegiatan pelatihan metode pembelajaran menyenangkan berbasis integrated joyful religious learning dengan menggunakan aplikasi Quizziz bagi guru-guru dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Pelatihan ini sebagai solusi dalam memecahkan permasalahan pembelajaran yang kurang menyenangkan dan terkesan monoton selama masa pembelajaran jarak jauh seperti saat ini dengan tidak meninggalkan ciri khas madrasah yakni pembelajaran berbasis nilai-nilai keagamaan. Kegiatan pelatihan dilaksanakan di MI Ihyaul Ulum Sooko Kabupaten Mojokerto yang diikuti oleh kepala sekolah dan juga guru-guru. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah pemaparan metode pembelajaran yang menyenangkan, diskusi, tanya jawab terkait dengan permasalahan yang dihadapi oleh guru di madrasah, dan pendampingan praktek langsung membuat kuis melalui aplikasi Quizziz. Selama kegiatan berlangsung peserta pelatihan terlihat aktif mengikuti pemaparan materi pelatihan. Hasil dari kegiatan pengabdian tersebut yakni guru mampu membuat kuis melalui aplikasi Quizziz, guru antusias mengikuti pelatihan lanjutan, dan guru aktif berkomunikasi secara mandiri dengan tim pengabdian perihal pemanfaatan aplikasi Quizziz
Sosialisasi dan Pelatihan Pemanfaatan Elearning Menggunakan Web Conference
Elearning UTP adalah sistem pembelajaran yang dapat digunakan dosen dengan memanfaatkan elektronik berbasis website. Elearning UTP menjadi platform dengan Moodle jenis LMS dengan menyediakan proses belajar mengajar yang komprehensif. Salah satu fitur yang tersedia yaitu web telekonferensi dengan BigBlueButton yang mendukung tatap muka virtual. Sebelum terselenggaranya pengabdian masyarakat sosialisasi platform elearning milik UTP, dosen masih memanfaatkan platform open source dengan fasilitas basic yang dibatasi fasilitasnya. Kurangnya pengetahuan dan pelatihan penggunaan menjadi faktor utama platform elearning UTP belum dikenali dan dimanfaatkan pada semua dosen. Sehingga tujuan dari kegiatan sosialisasi ini adalah memberikan pendampingan penggunaan web telekonferensi yang terintegrasi pada elearning UTP. Alasan lain yaitu mempermudah dosen dan mahasiswa UTP mengelola pembelajaran berbasis website karena terdokumentasi dalam satu platform milik institusi. Metode pelaksanaan dengan demonstrasi pelatihan penggunaan sistem dan tanya jawab antar pemateri dan peserta. Pemateri mengikuti instruksi pengelolaan pada kursus masing-masing. Kegiatan dihadiri 24 peserta yang diwakili dari masing-masing program studi, selain itu tim pemateri disampaikan 2 dosen, 1 pembawa acara serta 3 mahasiswa sebagai pendukung pelaksanaan. Sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar, karena jika ada peserta mengalami kesulitan dapat dibantu oleh penyelenggara yang sudah dibekali pengetahuan penggunaan elearning UTP
Pengembangan Konsep Tematik Rute Sepeda Wisata: Studi Kasus Rute Gowes Monalisa Kota Yogyakarta
Perancangan Lima Rute Sepeda Wisata Kota Yogyakarta telah dirancang untuk menunjukkan ikon-ikon budaya dan keunikan perkampungan di Kota Yogyakarta. Rute 1 disebut sebagai Romansa Kota Lawas, Rute 2 adalah Tilik Jeron Beteng, Rute 3 adalah Jajah Kampung Susur Sungai, Rute 4 disebut Jajah Kampung 2 atau Jelajah Harmoni Pesona Kampung, dan Rute 5 adalah Taman Pintar Taman Budaya. Tujuan pelaksanaan/implementasi program pengabdian ini adalah memberikan masukan atau rekomendasi bagi pengelola Kampung Wisata serta para pemangku kepentingan terkait dengan pariwisata di Kota Yogyakarta serta khususnya wisata sepeda dalam mengembangkan rute tematik sepeda wisata. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode focus group disscussions (FGD), test tour, kuesioner, analisis dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan dengan tahapan kegiatan persiapan berupa koordinasi, sosialisasi, dan audiensi. Tahap perlaksanaan berupa survei dan test tour serta penyebaran kuesioner, diteruskan dengan monitoring dan evaluasi kegiatan. Pada akhir tahapan dilakukan penyusunan laporan dan penulisan draft publikasi. Hasil implementasi kegiatan berupa masukan atau rekomendasi bagi peningkatan wisata sepeda yang disampaikan oleh para pengurus kampung wisata, pengelola wisata sepeda, serta stakeholder pemerintah dari Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta. Pengembangan konsep tematik wisata sepeda dilakukan dengan menggabungkan beberapa rute yang diawali pada titik awal baru di Kampus Universitas Kristen Duta Wacana melalui modifikasi rute 5 dan rute 1. Modifikasi rute ini tetap memberikan pengalaman berwisata sepeda yang memuaskan bagi pesepeda, memberikan dampak perekonomian bagi kampung wisata serta pengelola wisata sepeda mulai dari HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia), perusahaan penyewaan sepeda Jogjabike juga bagi para penyedia layanan akomodasi
Pengaplikasian Ecoenzym Melalui Penyemprotan di Desa Geluntung, Marga, Tabanan
Mitra pelaksana program kerja kali ini adalah Banjar Desa Geluntung, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Data kualitatif penelitian berupa nama dan alamat obyek penelitian. Penulisan jurnal memfokuskan pada kegiatan pengaplikasian ecoenzym dengan teknik deskriptif disertai dengan gambar kegiatan. Kurangnya pengolahan sampah organik di Desa Geluntung menyebabkan warga sekitar hanya memfokuskan pada sampah non organik padahal sampah organik juga memiliki banyak manfaat salah satunya diolah melalui metode ecoenzym yang dapat diaplikasikan dengan cara penyemprotan. Pengaplikasian dengan cara penyemprotan ecoenzym ini dilakukan ke seluruh banjar yang ada di Desa Geluntung dan pinggiran rumah-rumah warga sepanjang Desa Geluntung. Pratik ini dilakukan dibawah pengawasan setiap klian banjar untuk mewujudkan kepedulian terhadap masyarakat di Desa Geluntung guna menjaga ekosistem alam agar udara tetap bersih dan sehat. Dengan demikian diharapkan warga desa geluntung dapat membuat ecoenzym dan mengaplikasikannya secara rutin sehingga akan menciptkan lingkungan yang bersih dan sehat
Optimalisasi Pemuda dalam Pengembangan Sistem Longyam Minapadi Berbasis SDGS di Desa Bongopini
Potensi unggulan desa Bongopini adalah pertanian yang selama ini menjadi primadona dan menjadi tumpuan perekonomian masyarakat serta dikenal sebagai salah satu desa lumbung padi, potensi baru yang perlu dikembangkan adalah peternakan ayam dan budidaya ikan nila. Permasalahan yang dialami oleh Desa Bongopini adalah: (1) kurangnya minat pemuda untuk berperan di bidang pertanian, (2) kurangnya pengetahuan masyarakat dan pemuda untuk mengatasi permasalahan pertanian, dan (3) menurunnya produksi padi. Tujuan dari program PPK "Sanggar Tani Muda" adalah: (1) terbentuknya bengkel petani bagi generasi muda untuk mengaktualisasikan kreativitas dan inovasi sebagai pembelajaran nonformal untuk mewujudkan pembangunan desa berkelanjutan (SDGs), (2) melatih petani muda dalam memanfaatkan sumber daya lokal yang murah seperti membuat pakan, dan (3) ada inisiasi penguatan kompetensi iptek bagi petani muda. Metode pengabdiannya adalah pemberdayaan generasi muda dalam mengembangkan pertanian melalui pendirian Sanggar Tani sebagai wadah komunikasi dan layanan iptek bagi para petani muda agar eksis dalam bertani. Hasil kegiatan yang dilakukan oleh tim PPK ORMAWA HMTI adalah: (1) pembentukan kelompok lokakarya petani muda (100%), (2) implementasi program Longyam Minapadi (100%), (3) pelatihan keterampilan lokakarya petani muda (100%), dan (4) pedoman pendidikan nonformal formal (85%)
Peningkatan Pengetahuan Penggerak PKK Desa Ploso Kabupaten Kudus Melalui Sosialisasi Rintisan Program Kampung Iklim (ProKlim)
Desa Ploso Kecamatan Jati Kabupaten Kudus adalah kawasan sentra penghasil tahu yang memiliki permasalahan dalam hal penanganan limbah padat maupun cair. Potensi permasalahan yang ada di Desa tersebut mengarah kepada isu perubahan iklim. Terjadinya perubahan iklim secara global membutuhkan upaya adaptasi dan mitigasi yang melibatkan seluruh elemen pemangku kepentingan. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan pengendalian perubahan iklim dengan mendorong kerja sama berbagai pihak untuk memperkuat kapasitas adaptasi dan mitigasi perubahan iklim melalui pelaksanaan Program Kampung Iklim (ProKlim) yaitu kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim pada tingkat tapak dengan melibatkan peran serta aktif masyarakat dan berbagai stakeholders. Kegiatan yang termasuk mitigasi antara lain pengelolaan sampah, limbah padat dan cair, serta meningkatkan dan/atau mempertahankan tutupan vegetasi. Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus memiliki potensi sumberdaya manusia dan sumberdaya alam yang dapat didorong menjadi desa ProKlim. Hal ini perlu didukung oleh kegiatan yang mendorong rintisan desa ProKlim yaitu kegiatan sosialisasi terkait dengan peningkatan pengetahuaan tim penggerak PKK di Desa Ploso. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mendukung rintisan Desa Ploso menuju kampung iklim.Metode yang dilakukan pada pengabdian ini adalah berupa sosialisasi, pelatihan, praktik dan pendampingan