JURNAL MESIN TEKNOLOGI
Not a member yet
    270 research outputs found

    OPTIMALISASI PERANCANGAN KONVEYOR PADA PROSES BUFFING

    Get PDF
    Sejalan dengan kemajuan teknologi, banyak industri yang memanfaatkan sarana transportasi material untuk melakukan transfer produk dari bagian yang satu kebagian berikutnya demi meningkatkan kelancaran produksinya. Table top chain konveyor merupakan salah satu jenis chain conveyor yang banyak dipakai dalam industri manufaktur, tidak terkecuali di PT. Showa Indonesia Manufacturing. Permasalahan yang ditimbulkan dalam proses pemindahan barang dari seksi Bottom Case Machining ke seksi Bottom Case Buffing adalah terjadinya penumpukan barang di mesin konveyor. Hal tersebut mengakibatkan proses produksi tidak lancar yang berakibat hilangnya waktu produksi, serta terjadinya penurunan kapasitas produksi. Dalam hal ini penulis mengamati dan meneliti pemakaian mesin konveyor dalam unit produksi yang ada  saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mencari jalan keluar dari permasalahan yang ada, sehingga proses pemindahan barang dari bagian yang satu kebagian berikutnya lebih lancar, serta meningkatkan efficiensi proses. Dalam penelitian ini, penulis merancang kembali desain mesin konveyor yang akan diimplementasikan di unit produksi yaitu dengan pergerakan table top chain secara melingkar horisontal dan bergerak kontinyu. Dengan adanya rancangan mesin konveyor yang terbaru diharapkan dapat mengatasi permasalahan penumpukan barang yang ada serta dapat meningkatkan unjuk kerja table top chain conveyor. Rancangan mesin conveyor dapat meningkatkan efisiensi produksi yang merupakan unjuk kerja table top chain conveyor yang semula mempunyai efisiensi 59,05% menjadi 84,30% (meningkat 25,26%)

    DESIGN JIG UNTUK PENGELASAN KOMPONEN ROOF KENDARAAN RODA EMPAT

    No full text
    Tujuan perancangan jig untuk pengelasan atap mobil disini adalah mengetahui kekuatan konstruksi jig tersebut serta mampu menentukan jenis material seefisien mungkin, serta mampu menentukan metode perancangan pada jig tersebut dan Dari hasil perancangan jig welding unutk pengelasan didapat hasil yaitu material yang digunakan pada jig welding panel roof adalah baja SS41 karena mudah didapat dan juga kemudahan penyambungan, menggunakan material baja profil karena harga yang ekonomis dan mudah didapat, standart ketinggian jig untuk pengelasan atap mobil adalah 850 mm, gaya operasional jig tersebut adalaah 130 N, sedangkan gaya pada pemegang (clamp) sebesar 2400 N, sedangkan pada base yaitu Tegangan leleh minimal material base 250Mpa, tegangan yang timbul pada base yaitu 38,19 N/ mm2, faktor koreksinya adalah 1,5 atau 2/3 teganngan lelehnya,  tegangan izinnya adalah 166,67 N/mm2 dan gaya operasionalnya adalah 30 KN dan Gaya pada stand 2,2 KN sedangkan gaya operasional yaitu 0,1 KN, sehingga panel tersebut tidak geser saat di las/spot, kemudian pada perhitungan locator adalah gaya operasional di tambah beban pada locator adalah 300N, sehingga stand tersebut mampu menopang semua gaya yang ada di jig untuk pengelasan atap mobil, dan jig tersebut bisa digunakan dengan baik

    STUDI KOMPARASI PENGGUNAAN TURBOCHARGER PADA ENGINE PERKINS DALAM UNIT GENSET

    Get PDF
    Turbocharger adalah pompa udara yang didesain untuk memanfaatkan energi yang terkandung dalam gas buang yang tidak terpakai .Karena turbocharger menggunakan energi yang tersimpan dalam gas buang, maka daya keluaran/output dari mesin dapat meningkat tanpa mempengaruhi efisiensi dari kerja engine itu sendiri. Turbocharger dilengkapi dengan waste gate valve yang berfungsi untuk mengontrol tekanan udara yang masuk (boost pressure) dan ada pula yang dilengkapi dengan inter-cooler yang berfungsi untuk menurunkan temperatur udara yang masuk ke silinder sehingga kerja spesifik pada saat proses pembakaran dapat meningkat.Udara yang dihisap masuk ke dalam silinder oleh compressor wheel ini memiliki tekanan yang lebih besar dibandingkan tekanan atmosfir, sehingga menyebabkan bertambahnya kepadatan udara di dalam ruang bakar. Engine yang tidak menggunakan turbocharger, efisiensi pengisian udara yang dihisap ke silinder hanya 65% - 85%, hal ini dikarenakan pengaruh tahanan pada sistem saluran hisap dan adanya gas buang yang tersisa pada sistem pembuangan. Dengan menggunakan turbocharger, mesin diharapkan memiliki efisiensi pengisian udara yang lebih sehingga daya yang dihasilkan juga ikut meningkat

    PENGARUH BEBAN TERHADAP TEKANAN POMPA HIDROLIK PADA REACH STACKER SAAT PROSES LIFTING PETIKEMAS

    Get PDF
    Reach stacker adalah alat untuk memindahkan petikemas dari truck ke lapangan penumpukan atau sebaliknya. Reach stacker merupakan alat bongkar muat fleksibel yang dapat dipergunakan pada terminal pelabuhan kecil atau  sedang berukuran 20 feet atau 40 feet dengan menggunakan sistem hidrolik. Dalam Penelitian ini dikaji berapa nilai tekanan pompa hidrolik yang diperlukan untuk mengangkat tiap berat petikemas saat proses lifting petikemas dilakukan. dimana hasil yang diperoleh pada saat proses lifting petikemas akan dibandingkan dengan nilai batas tekanan maksimum pompa hidrolik untuk mengetahui berapa beban maksimum yang dapat diterima oleh pompa hidrolik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode perhitungan terhadap tekanan pompa hidrolik yang dihitung dari masing-masing berat petikemas, dimana diketahui bahwa maksimum massa petikemas yang dapat diangkat oleh pompa hidrolik reach stacker dalam sistem lifting petikemas adalah sebesar 17,36 ton. Hal ini disebabkan karena pada saat mengangkat petikemas dengan massa 17,36 ton dibutuhkan tekanan pompa hidrolik sebesar 840 bar dimana sesuai spesifikasi reach stacker bahwa maksimum tekanan dalam sistem lifting petikemas yang menggunakan 2 pompa hidrolik adalah sebesar 840 bar

    ANALISA PERANCANGAN RODA GIGI LURUS MENGGUNAKAN MESIN KONVENSIONAL

    Get PDF
    Dalam perancangan pembuatannya menggunakan mesin frais (milling) dengan roda gigi yang direncanakan sesuai tabel roda gigi pengganti adalah jumlah giginya Z1 27 dan Z1 50 dengan bahan St 42, modul pisau 1,5 serta perhitungan roda gigi menggunakan sistem modul dan pembuatan roda gigi menggunakan kepala pembagi (dividing head) pada mesin frais menggunakan sistem pembagian tidak langsung. Piring pembagi yang digunakan adalah piring pembagi seri B-2 yaitu dengan jumlah lubang 21-23-27-29-31-33. Hasil rancangan tersebut adalah roda gigi Z 27 kecepatan linearnya (v) = 2,1195 m/s, gaya tangensial, beban lentur yang diijinkan, faktor dinamis, beban permukaan dan kekuatan tarik, tegangan lentur yang diizinkan. Roda gigi Z 50 kecepatan linearnya (v) = 3,925 m/s, gaya tangensial, beban lentur yang diijinkan, faktor dinamis, beban permukaan, kekuatan tarik , tegangan lentur yang diizinkan. Kesimpulannya adalah roda gigi yang akan digunakan adalah roda gigi reduksi u< 1 dan i>1

    ANALISIS SIFAT MEKANIS ANTARA NOKEN AS STANDAR DAN NOKEN AS REKONDISI PADA SEPEDA MOTOR

    Get PDF
    Noken as adalah komponen yang terletak di kepala silinder dengan lingkaran batang yang memiliki tonjolan pada beberapa sisinya Seiring dengan waktu penggunaan dan jarak tempuh, maka noken as pada mesin sepeda motor empat tak lambat laun akan mengalami keausan. Proses perbaikan noken as pada sepeda motor dengan menggunakan ring piston bekas bertujuan untuk mengembalikan profil dari noken as yang telah mengalami keausan, sehingga waktu buka tutup katup kembali sesuai dengan siklus mesin empat langkah. Dari hasil pengujian performa (dynotest) dari noken as standar power maksimal yang dihasilkan 4,73 hp pada 6000 rpm dan torsi maksimalnya yaitu 6,0 N.m pada 5000 rpm, sedangkan untuk noken as rekondisi power maksimal yang dihasilkan 4,87 hp pada 600 rpm dan torsi maksimalnya yaitu 6,1 N.m pada 5000 rpm. Hasil uji komposisi kimia untuk noken as standar C:2,42%, Si:1,70%, Mn:0,677%%, P:0,701% dan noken as rekondisi C:3,53%, Si:2,14%, Mn:0,258%, Cu:0,254%. Hasil pengujian dengan metode Vickers, nilai kekerasan rata-rata noken as standar 469,1 HVN, dan nilai kekerasan rata-rata noken as rekondisi 497,18 HVN. Kemudian untuk hasil pengujian metallografi noken as standar dan noken as rekondisi yaitu sama-sama menunjukkan struktur grafit nodul dikelilingi ferit dalam matrik perlit.

    PERANCANGAN OVERHEAD CRANE TIPE SINGLE GIRDER KAPASITAS 3 TON DI BENGKEL TEKNIK MESIN FT UMJ

    Get PDF
    Pesawat pengangkat adalah alat yang digunakan untuk memindahkan benda atau material dari suatu tempat ke tempat yang lain. Salah satu pesawat pengangkat yang digunakan adalah Overhead Crane, yaitu kombinasi dari mekanisme terpisah dari frame atau struktur. Tipe overhead crane yang akan dirancang adalah jenis single girder (ELKE). Karena overhead crane jenis ini adalah yang cocok dengan kondisi di lapangan dan sesuai dengan kebutuhan yang ada di bengkel Teknik Mesin FT UMJ. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan study literature, observasi kelapangan, perhitungan terhadap desain. Overhead Crane adalah suatu alat angkat yang dapat diaplikasikan dibengkel Teknik Mesin FT UMJ. Overhead Crane yang dirancang adalah tipe Single Girder berkapasitas 3 ton dengan panjang 12 meter dan bentangan 6 m. Alat ini mempunyai sumber tenaga dari listrik sehingga tidak tergantung dengan BBM. Dan dengan ini, maka pekerjaan dapat dilakukan dengan aman, cepat dan efisien.

    PENGARUH VARIASI TABUNG UDARA TERHHADAP DEBIT PEMOMPAAN POMPA HIDRAM

    Get PDF
    Air merupakan kebutuhan pokok manusia. Salah satu upaya untuk mendapatkan pasokan air secara kontinyu adalah dengan metode pemompaan. Namun pada kenyataannya permukaan tanah tidak selalu rata, dan daerah yang letaknya lebih tinggi dari sumber air akan mengalami kesulitan dalam mendapatkan pasokan air secara kontinyu. Dari berbagai macam jenis pompa pada saat ini, jenis pompa hidram (Hydraulic Ram Pump) merupakan salah satu solusi tepat. Karena pompa hidram tidak mengguunakan bahan bakar listik, BBM ataupun menggunaan mesin yang memerlukan perawatan intensif melainkan menggnakan energi hantaman air (water hammer. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan menganalisa pengaruh variasi tabung angin dan diameter pipa inlet terhadap debit pemompaan pompa hidram.Metode penelitian melalui perancanaan instalasi pompa hidram dan pengamatan pengaruh 3 variasi tabung udara 2 in, 3 inchi, 4 in. Dengan diameter pipa inlet  2 in terhadap debit pemompaan pompa hidram

    ANALISIS PARAMETER OPERASI PADA PROSES PLASTIK INJECTION MOLDING UNTUK PENGENDALIAN CACAT PRODUK

    Get PDF
    Aktifitas dunia usaha pembuatan produk berbahan dasar plastik skala kecil menengah di Indonesia dewasa ini, telah banyak menggunakan proses injection molding. Permasalahan yang sering dialami adalah terjadinya cacat produk pada barang jadi, sehingga merugikan pelaku usaha dari segi adanya material yang terbuang serta tertundanya waktu pengiriman. Untuk itu perlu dilakukan pengendalian kualitas secara berkesinambungan. Telah terjadi cacat produk pada stationery TB 650 (bagian dari box penyimpanan alat tulis) berbahan dasar Polyprophylene. Dalam hal cacat produk tersebut, dikarenakan belum terstandarisasinya setting parameter proses serta masih memakai cara trial and error. Akan dilakukan analisis terhadap terjadinya cacat produk dengan mengembangkan model simulasi empirik yang menggambarkan hubungan antara parameter proses dengan cacat produk yang terjadi, dengan menggunakan Autodesk Moldflow Adviser Software terhadap produk dengan variasi nilai tekanan injeksi, temperatur injeksi serta waktu pendinginan, yang hasilnya diolah untuk mendapatkan kombinasi nilai optimum untuk setting parameter yang diteliti. Dari penelitian didapatkan bahwa tekanan injeksi, temperatur injeksi dan waktu pendinginan berpengaruh terhadap terjadinya cacat produk. Untuk produk stationery TB 650, didapatkan setting yang optimum adalah sebagai berikut; tekanan injeksi (PInj) = 8.578 MPa, temperatur injeksi (TMelt) = 240 oC, serta waktu pendinginan (tCol) = 20 s

    PENGARUH HASIL PENGELASAN GTAW DAN SMAW PADA PELAT BAJA SA 516 DENGAN KAMPUH V TUNGGAL TERHADAP KEKUATAN TARIK, KEKERAAN DAN STRUKTUR MIKRO

    Get PDF
    Mengetahui sejauh mana pengaruh hasil pengelasan manual yang berbeda yaitu pengelasan GTAW  dengan heat input 1709 J/mm ( gas tungsten arc welding ) dan pengelasan SMAW dengan heat input 1636 J/mm ( shield metal arc welding ) pada pelat baja SA 516 dengan kandungan carbon 0,17 terhadap kekuatan tarik, kekerasan dan struktur mikro. setelah mendapat hasil kekuatan tarik, kekerasan dan struktur mikro pada pengelasan GTAW dan SMAW pada pelat baja SA 516,  sample hasil pengelasan GTAW lebih kuat dan lebih keras serta butiran struktur mikronya lebih kasar dibandingkan hasil pengelasan SMAW. Dari hasil pengujian sample hasil pengelasan GTAW mempunyai kekuatan tarik dan kekerasan lebih besar akan tetapi lebih getas dibandingkan sample hasil pengelasan SMAW

    264

    full texts

    270

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL MESIN TEKNOLOGI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇